Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI GURU DI MTS RAUDATUL ULUM 3 KABUPATEN KUBU RAYA Mai Yuliastri Simarmata1. Arni2. Dewi Leni Mastuti3. Fitriani4. Adisti Primi Wulan5 IKIP PGRI Pontianak maiyuliastrisimarmata85@gmail. com1, arniardini1983@gmail. dewilenimastuti89@gmail. Fitrianiyahya73@gmail. Primiwulan@gmail. Abstrak: Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah bagi guru di MTS Raudatul Ulum 3 Kabupaten Kubu Raya dilaksanakan selama dua hari dengan tujuan utama untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menulis artikel ilmiah. Kegiatan ini mencakup berbagai sesi, termasuk seminar teori, workshop praktis, dan diskusi kelompok. Pelatihan ini dirancang agar peserta dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip dasar penulisan ilmiah secara efektif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 95% dari peserta berhasil mencapai pemahaman yang baik tentang penulisan karya ilmiah. Hal ini tercermin dalam kualitas presentasi yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan mereka untuk menyusun artikel ilmiah dengan struktur dan konten yang sesuai standar akademik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan ini berhasil dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru di MTS Raudatul Ulum 3 dalam penulisan ilmiah. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi model untuk pengembangan profesional guru di sekolah-sekolah lain, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas publikasi ilmiah di tingkat pendidikan dasar. Kata Kunci: pelatihan penulisan ilmiah. MTS Raudatul Ulum 3, peningkatan keterampilan, evaluasi pemahaman. Abstract: Scientific Writing Training for teachers at MTS Raudatul Ulum 3 Kubu Raya Regency was held for two days with the main aim of improving teachers' skills in writing scientific articles. This activity includes various sessions, including theoretical seminars, practical workshops, and group discussions. This training is designed so that participants can understand and apply the basic principles of scientific writing The evaluation results showed that 95% of the participants succeeded in achieving a good understanding of writing scientific papers. This is reflected in the quality of the presentation which shows a significant increase in their ability to compose scientific articles with structure and content that meets academic standards. These findings indicate that this training was successful in increasing the knowledge and skills of teachers at MTS Raudatul Ulum 3 in scientific writing. It is hoped that this training can become a model for professional development of teachers in other schools, as well as contribute to improving the quality of scientific publications at the basic education level. Keywords: scientific writing training. MTS Raudatul Ulum 3, skills improvement, evaluation of understanding. Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru di Mts Raudatul Ulum 3 Kabupaten Kubu Raya PENDAHULUAN Profesi guru memiliki makna strategis karena para penyandangnya menjalankan tugas utama dalam proses Kemanusiaan, pengembangan intelektual, pembudayaan, dan pembentukan karakter bangsa merupakan inti dari tugas seorang guru. Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008, disebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional yang memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, serta mengevaluasi peserta didik di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga tingkat pendidikan menengah. Demi menjaga agar kompetensi keprofesian guru dapat teknologi, seni, budaya, dan olahraga, diperlukan sistem pembinaan dan pengembangan keprofesian guru yang berkelanjutan, yang terhubung dengan akuisisi angka kredit jabatan fungsional mereka (Munasir dkk. , 2. Salah satu aspek penting dalam pengembangan profesionalisme guru adalah melalui penyusunan karya tulis atau karya ilmiah. Dengan demikian, menulis karya ilmiah menjadi prasyarat yang esensial bagi guru dalam upaya pengembangan kompetensi diri dan kemajuan karir mereka (Depdiknas, 2001. Kurniawati & Siwi. Penelitian yang relevan pernah dilakukan oleh Anjar, ddk ( 2. hasil menyimpulkan bahwa pengetahuan siswa sebelum diberikan pelatihan kurang memadai. Akan tetapi setelah diberikan pelatihan diperoleh hasil yang sangat memuaskan. Pelatihan peulisan karya ilmiah bagi gurumampu mengikuti proses penyusunan karya ilmiah dan dapat memaksimalkan fungsi serta fitur aplikasi baik Zotero maupun Serta melalui pelatihan dapat pemahaman dasar dan lebih mendalam dapat mengaplikasikan( Pangeran, 2. Menyadari pentingnya peran guru, maka keberadaan guru yang memiliki kualitas baik saat ini maupun di masa depan menjadi kebutuhan mendasar di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah, melalui Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, menerbitkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan. Angka Fungsional Guru, dan Angka Kreditnya. Kriteria penilaian angka kredit guru mencakup unsur-unsur dan sub-unsur seperti pendidikan, pembelajaran/pembimbingan, pengembangan profesional berkelanjutan, dan dukungan lainnya. Oleh karena itu, pembinaan masih sangat perlu dilakukan terhadap kemampuan dan kemauan para guru atau pendidik (Zainuddin dkk. Ditambah lagi pendapat Tajibu . yang menyatakan kecakapan guru sangat perlu untuk ditingkatkan sesuai dengan kinerja guru yang diterima dalam sertifikasi pendidikan. Guru pada saat sekarang ini harus lebih profesional, terampil, dan kompeten sesuai dengan tuntutan masyarakat Salah satu cara relevan untuk pengembangan profesional adalah melalui kegiatan menulis karya ilmiah yang Karya memungkinkan penyebaran gagasan atau hasil pemikiran, baik dalam bentuk artikel sederhana seperti Penelitian Tindakan Kelas maupun penelitian yang lebih Motivasi kemampuan bahasa, kepekaan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, dan kepatuhan terhadap pedoman penulisan sangat diperlukan dalam menulis karya Dengan kemampuan menulis, guru memperoleh keterampilan membaca dan menulis dari berbagai sumber, memperluas wawasan, memperoleh kepuasan intelektual, serta Mai Yuliastri Simarmata. Arni. Dewi Leni Mastuti. Fitriani. Adisti Primi Wulan Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. menambah nilai kredit untuk peningkatan karir (Djuroto & Supriyadi, 2. Karya ilmiah Arya sering menjadi dasar pemerintah dalam merumuskan kehidupan jutaan orang. Mengingat penulisannya harus menggunakan bahasa yang jelas dan benar agar mudah dipahami (Zamidi & Muhammad, 2. Karya ilmiah memiliki sifat universal, artinya format dan isi karya ilmiah dapat diterima serta dimengerti secara konsisten oleh komunitas ilmiah di seluruh dunia . Salah satu bentuk karya ilmiah adalah artikel yang membahas topik politik, sosial, ekonomi, budaya, teknologi, olahraga, dan lainnya . Membuat artikel ilmiah adalah langkah penting dalam profesionalisme dan kompetensi seorang guru. Di tengah perkembangan arah kegiatan pendidikan, guru tidak hanya diarahkan sebagai pengajar tetapi juga harus sebagai peneliti yang dapat memberikan solusi atas berbagai tantangan pendidikan. Di sini, artikel ilmiah memungkinkan dunia pendidikan untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan menyebarkan ide-ide baru serta temuan hasil penelitian Karya ilmiah merupakan sarana pengakuan bagi seorang guru dalam komunitas profesinya. Melalui karya ilmiah yang dipublikasikan, guru dapat menunjukkan kepakarannya di bidangnya, memperluas jaringan ilmiah, serta pendidik dan peneliti. Selain itu, karya ilmiah seringkali merupakan syarat kenaikan pangkat atau penghargaan tertentu yang mendorong terus belajar dan menghasilkan karya berkualitas. Dengan menulis artikel ilmiah, guru dapat memperluas wawasan mereka terhadap perkembangan terbaru di dunia Proses penelitian dan penulisan melibatkan penggalian literatur, pengumpulan data, dan analisis yang mendalam, yang tidak hanya memperkaya pemahaman guru, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu, artikel ilmiah yang dipublikasikan dapat memberikan dampak yang luas dengan menjadi referensi bagi guru lain, pembuat memperbaiki sistem pendidikan di berbagai tingkatan. Penulisan artikel ilmiah melibatkan proses yang menuntut guru untuk berpikir kritis, logis, dan sistematis. Dari tahap perencanaan penelitian, pengumpulan data, hingga analisis hasil, guru dilatih untuk bekerja dengan pendekatan yang Kemampuan ini tidak hanya berguna dalam konteks akademik, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai keputusan, pemecahan masalah di sekolah, dan pembelajaran di kelas. Yang sangat berharga lagi adalah menulis artikel ilmiah akan membangkitkan rasa kenyang intelektual karena hasil dari pemikirannya yang dirangkum dalam kerja keras mendapatkan pengakuan dan apresiasi komunitas ilmiah. Hasil tulisan, dengan demikian dapat memberikan sumbangsih pada kepentingan masyarakat luas dalam bentuk bahan bacaan, inspirasi, maupun referensi bagi para pembuat kebijakan. Guru dengan menulis artikel ilmiah bukan saja mengembangkan kualitasnya, tetapi juga ikut berpartisipasi secara aktif dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui sumbangsih ilmu pengetahuan. Adapun langkah dalam membuat artikel ilmiah Tahap awal dalam menulis artikel ilmiah adalah menentukan topik yang relevan dan menarik. Topik yang dipilih sebaiknya sesuai dengan bidang keahlian atau pengalaman penulis, sehingga lebih mudah untuk dieksplorasi. Selain itu, penting untuk menetapkan tujuan penulisan, seperti menyampaikan hasil penelitian, memberikan solusi atas Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru di Mts Raudatul Ulum 3 Kabupaten Kubu Raya suatu masalah, atau berbagi wawasan Dengan topik dan tujuan yang jelas, penulis memiliki fokus yang terarah selama proses penulisan. Dengan telah menentukan topik, langkah selanjutnya mengumpulkan referensi dan data Penulis harus mencari literatur yang relevan dari buku, jurnal, atau sumber terpercaya lainnya guna memperkuat argumen pada artikel Jika artikel ditulis berdasarkan penelitian, maka data primer dari hasil penelitian seperti wawancara, observasi, atau survei harus diolah dengan baik. Referensi yang kuat dan data yang valid akan meningkatkan kredibilitas dan kualitas artikel. Kemudian, buatlah kerangka tulisan yang pada nantinya akan mempermudah proses penulisan itu sendiri. Artikel ilmiah biasanya terdiri dari tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup. Pada bagian pendahuluan, penulis menjelaskan latar belakang masalah dan tujuan Bagian pembahasan utama, seperti penjelasan teori, analisis data, atau hasil penelitian. Penutup berisi kesimpulan dan saran berdasarkan pembahasan yang telah Hal ini membantu artikel tetap terstruktur dan mudah dipahami oleh Setelah rangka sudah siap, mulailah menulis artikel sesuai dengan poin-poin yang sudah dirancang. Gunakan bahasa formal dan jelas sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah. Setelah naskah selesai memperbaiki kesalahan logika, struktur, ataupun tata bahasa. Editing akhir sangat penting untuk memastikan artikel tidak memiliki kesalahan teknis dan layak untuk dipublikasikan. Apabila mungkin, maka mintalah umpan balik dari rekan sejawat untuk meningkatkan kualitas Hal ini nanti akan diperjelas dalam bagian metodologi. Berdasarkan hasil praobservasi Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada tanggal 21 Mei 2024 di MTS Raudatul Ulum 3 diperoleh informasi bahwa kemampuan guru-guru dalam Menyusun karya ilmiah masih terbatas. Selain itu kekurangpahaman guru untuk mengunduh materi dari jurnal untuk dijadikan sumber belajar. Hal ini kami peroleh Ketika mewawancari kepala Informasi lebih lanjut sebagai pertama menunjukkan bahwa pengetahuan yang memadai tentang penulisan jurnal atau artikel ilmiah. Kedua sebagian besar guru tidak memahami struktur dasar dari jurnal ilmiah, seperti abstrak, pendahuluan, metodologi, hasil, dan kesimpulan. Bahkan, sebagian dari mereka juga belum familiar dengan teknik penulisan yang benar, seperti pengutipan dan penyusunan daftar pustaka yang sesuai dengan standar Ketiga Belum pernah ada yang memberikan pelatihan di sekolah terkait penulisan artikel ilmiah. Adapun tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk memberikan pemahaman tentang penulisan artikel ilmiah. Sasaran Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah guru-guru di MTS Raudatul Ulum 3. Peserta dalam kegiatan ini Adapun kesepakatan Tim PKM dan Mitra pada kegiatan ini adalah memberikan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Guru MTS Raudatul Ulum 3. Solusi yang ditawarkan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah: . Memberikan pelatihan berupa pelatihan penulisan karya ilmiah berupa penulisan artikel ilmiah, . Mendampingi guru dalam memberikan solusi proses pembelajaran yang menarik terkait dengan sumber bacaan atau sumber Mai Yuliastri Simarmata. Arni. Dewi Leni Mastuti. Fitriani. Adisti Primi Wulan Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. METODE PKM ini menggunakan metode yaitu pendekatan yang bertujuan memecahkan masalah dengan menggali informasi aktual mengenai keadaan subjek atau objek penelitian pada saat kegiatan berlangsung. Metode ini pelaksanaan PKM setelah pelatihan Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah persiapan dan perencanaan, diskusi, tutorial, praktik dan Tanya jawab tentang kebutuhan dan tingkat pemahaman guru terkait penulisan artikel ilmiah. Sedangkan untuk melatih keterampilan menulis artikel ilmiah para pengenalan dasar -dasar penulisan ilmiah yang berkaitan dengan struktur artikel, abstrak, pendahuluan, metode, dan hasil menggunakan metode praktik. Bahkan, guru dibimbing untuk bagaimana Cara menggunakan artikel ilmiah sebagai sumber bacaan atau materi untuk mempermudah dalam pembelajaran. Kegiatan ini sangat di dukung oleh pihak Isi Kompetensi Guru, . Penelitian dan Pengumpulan data, . Sistematika Penulisan Artikel Ilmiah. Pelatihan ini dihadiri oleh 12 Guru. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, yaitu pada tanggal 6-7 Agustus 2024. Lokasi kegiatan PKM yang akan dilaksanakan adalah di MTS Raudatul Ulum 3 Desa Kapur Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan dalam program ini mencakup pelatihan penulisan karya ilmiah bagi para guru-guru, terutama dalam bentuk artikel ilmiah. Secara lebih rinci, langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: Observasi mengumpulkan data-data awal mengenai masalah mitra. Analisis kebutuhan mitra dan menawarkan solusi yang sesuai. Mengundang narasumber yang kompeten dalam bidangnya. Pelatihan penulisan jurnal ilmiah. Pembuatan langkah-langkah artikel ilmiah secara praktis. Evaluasi kegiatan PKM dilakukan untuk menilai hasil pelatihan berdasarkan beberapa indikator, yaitu: Pemahaman guru mengenai jurnal Kemampuan menulis artikel ilmiah. Pemahaman tentang cara mencari dan menambah referensi dari jurnal. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat secara eksplisit telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun Pengabdian Kepada Masyarakat adalah bagian dari kewajiban Tri Dharma yang harus dilaksanakan oleh dosen di perguruan tinggi. Berdasarkan standar nasional. Pengabdian Kepada Masyarakat menjadi salah satu syarat akreditasi BANPT, dengan tujuan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, serta daya saing nasional, khususnya di sektor pendidikan. Kegiatan PKM bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam penulisan karya ilmiah. Kegiatan ini terlaksana selama 2 hari, tepatnya tanggal 6-7 Agustus 2024 . Tim pengabdian masyarakat Univeristas PGRI Pontianak Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia melakukan pengabdian di Mts Raudlatul Ulum 3 kabupaten Kubu Raya. Kalimantan Barat. Adanya kegiatan ini untuk menambah SDM guru-guru, karena guru disekolah tersebut kurang mendapatkan pemahaman tentang penulisan artikel ilmiah. Oleh karena itu para Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dapat memberi solusi yang tepat untuk permasalahan yang terjadi di sekolah dan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru di Mts Raudatul Ulum 3 Kabupaten Kubu Raya pelaksanaan PKM. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Mts Raudlatul Ulum 3 Kubu Raya dapat dipaparkan sebagai berikut. Pertama Tim sebelumnya menemui kepala sekolah untuk teknis pelaksanaan pelatihan Kedua Tim pelaksana datang sesuai dengan waktu yang telah Kemudian kegiatan ini dibagi 2 hari. Hari Pertama tentang Teori penulisan artikel ilmiah dan hari Kedua tentang praktik tentang cara pembuatan jurnal sesuai dengan OJS yang telah Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka. Ketiga. Pelatihan dilakukan dengan metode diskusi, tutorial, praktik dan tanya Sedangkan keterampilan menulis artikel ilmiah para peserta menggunakan metode praktik. Selain itu, guru juga diberikan bimbingan terkait mengajar yang menarik. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu komponen Utama bagi dosen dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diatur dalam UndangUndang Nomor 12 Tahun 2012. Sebagai implementasi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Tim PKM mengadakan workshop tentang pelatihan penulisan artikel ilmiah. Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 Di hari pertama narasumber menjelaskan tentang sistematika seperti apa mencari referensi untuk bahan Karena berdasarkan hasil observasi yang diperoleh guru-guru tersebut belum meahami seperti apa cara mengambil referensi dari jurnal. Setelah guru-guru diberikan langkah-langkah Maka di hari kedua guru-guru diberikan penjelasan tentang langkah penulisan artikel ilmiah untuk menambah pengetahuan dan sumber daya manusia. Melalui pengabdian berharap dapat memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pendidikan tersebut. Setelah melakukan pelatihan selama 2 hari . dari penulisan artikel guru walau hanya berupa draff saja akhirnya dapat Inti dari pelatihan ini mereka memamahi bagaimana cara mengirim artikel ke OJS jurnal dan membuat artikel sesuai dengan template yang ditentukan oleh narasumber. Gambar 1. Pelaksanaan Observasi Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Gambar 2. Pelaksanaan Kegiatan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Gambar 3. Pelaksanaan kegiatan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Berdasarkan Mai Yuliastri Simarmata. Arni. Dewi Leni Mastuti. Fitriani. Adisti Primi Wulan Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. dilaksanakan selama 2 hari dapat menambah wawasan dan pengetahuan guru terkait penulisan artikel. Hal ini terlihat dari hasil pembuatan artikel guru Ketika ujicoba membuat jurnal. Persentasi dengan nilai rata-rata 95 %. Selain itu, guru sangat termotivasi dalam penulisan Karena selama ini pengetahuan mereka sangat minim sekali, kurangnya kegiatan pelatihan yang diikuti guru selama ini, karena minimnya biaya dan jauhnya jarak tempuh. Dengan adanya kegiatan PKM ini menambah semangat dan lebih antusias dalam menulis artikel ilmiah dan mencari artikel ilmiah yang lain untuk dijadaikan sebgaai sumber bacaan atau referensi bahan mengajar. SIMPULAN Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, dapat ditarik simpulan sebagai berikut: pertama. Berdasarkan hasil peningkatan kapasitas dalam memahami struktur, tujuan, dan teknik penulisan jurnal ilmiah, sehingga guru mampu mengintegrasikan ilmu tersebut dalam kegiatan akademik mereka. Kedua. Kekurangan sumber bacaan mencerminkan perlunya referensi yang relevan dan berkualitas, yang dapat membantu guru dalam menyusun materi berbasis literasi ilmiah. Ketiga. Kurangnya pelatihan yang dikuti guru terkait pengembangan sumber daya manusia menekankan pentingnya pelanyelenggaraan program pelatihan meningkatkan kualitas pendidikan secara Dan simpulan secara keseluruhan Pelatihan ini berhasil memotivasi guru untuk lebih aktif dalam keterbatasan pengetahuan, dan akses Dengan semangat dan antusiasme guru dalam menulis dan mencari referensi, pelatihan ini tidak hanya memperbaiki keterampilan menulis ilmiah, tetapi juga memperkaya pengalaman profesional mereka serta Keberhasilan ini menegaskan pentingnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dalam mengatasi kesenjangan pengetahuan dan akses bagi Hal ini dapat terwujud karena presentasi pemahaman guru tentang menulis artikel ilmiah mencapai 90%. Solusi meningkatkan potensi guru dengan pelatihan-pelatihan professional guru. Dengan banyaknya menyelenggarakan pelatihan maka SDM guru akan semakin meningkat. DAFTAR PUSTAKA