TEMATIK Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juli 2025, pp. 107 - 117 e-ISSN: 2775-3360 https://journals. id/index. php/tematik npage 107 Pentingnya Stimulasi Sejak Usia Dini. Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Hardani Widhiastuti *1. Mulya Virgonita I Winta2. MM. Shinta Pratiwi 3 Universitas Semarang1,2,3 dhani_fpsi@usm. id1 , yayaiswindari@yahoo. id 2 , shinta@usm. Informasi Artikel Abstrak Diterima : 01-07-20205 Direview : 08-07-20205 Disetujui : 28-07-20205 Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan untuk mengoptimalkan Tumbuh kembang anak yang merupakan proses yang mencakup dua aspek utama: pertumbuhan fisik . dan perkembangan kemampuan . Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di BeeMC dengan peserta adalah orang tua murid dan Guru sejumlah 42 peserta (N=. , yang bertujuan untuk memberikan pemahaman akan pentingnya stimulasi sejak dini agar tumbuh kembang anak jadi optimal. Evaluasi PKM ini dilakukan dengan mengukur dan menganalisis menggunakan rumus uji beda /Uji T dengan membandingkan sebelum ceramah dilakukan dan setelah Rata-rata peningkatan adalah sebesar 3. 405 poin, dan hasil ini tidak terjadi secara kebetulan karena nilai signifikansi p = 0. 002 (< Sedangkan dari data interval kepercayaan 95% (-5. 449 hingga 1. menunjukkan bahwa perbedaan ini secara statistik dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih luas. Sedangkan nilai t = -3. mengindikasikan perbedaan yang cukup kuat antara dua kondisi pengukuran . ebelum dan sesuda. Kata Kunci Tumbuh kembang anak PENDAHULUAN Bee Montesori Club adalah satu yayasan di Bunga Bangsa, yang menyelenggarakan pendidikan anak usia dini berbasis Montesori Club dengan mengedepankan Play dan learning for baby 1 sd 3 tahun. Bee MC ini beralamat jalan Udan Riris 2 No. Semarang. Permasalahan Mitra Pendidikan Usia Dini merupakan pendidikan yang disediakan untuk anak2 usia 0 sd 6 tahun sebelum mereka masuk ke taman kanak-kanak. memiliki karakteristik unik yang berbeda dengan anak usia sekolah dasar. Memahami karakteristik ini penting agar proses belajar-mengajar bisa berlangsung efektif dan menyenangkan. Usia tersebut adalah usia perkembangan yang begitu rigid baik dari segi fisik maupun psikis dan kecerdasannya. Karakteristik umum siswa PAUD antara lain. Belajar Melalui Bermain Anak PAUD belajar paling baik melalui aktivitas yang menyenangkan seperti bermain, bernyanyi, menggambar, atau bercerita. Mereka belum bisa duduk diam lama atau fokus pada kegiatan formal seperti menulis atau menghafal. Kreatif dan Imajinatif Anak suka bermain peran . erpura-pura menjadi dokter, ibu, polisi, dl. Imajinasi mereka sangat aktif dan perlu diarahkan agar menjadi sarana eksplorasi. Tumbuh Kembangnya Masih Berlangsung Pesat Kemampuan motorik, bahasa, sosial, dan emosional berkembang cepat. Setiap anak punya kecepatan tumbuh kembang yang berbeda. Egocentris (Berpusat pada Diri Sendir. Anak PAUD cenderung belum bisa berbagi atau memahami sudut pandang orang Ini hal yang wajar, karena mereka masih belajar mengenal konsep sosial. Perlu Stimulasi dan Pendampingan Anak butuh dorongan dari guru/orang tua untuk berkembang optimal. Kegiatan seperti membacakan cerita, bermain peran, atau bermain musik sangat membantu. Belajar dari Meniru Mereka belajar dengan meniru apa yang dilihat dan didengar dari orang dewasa. Oleh karena itu, guru dan orang tua harus memberi contoh yang baik. Emosi Masih Belum Stabil Anak bisa cepat senang tapi juga cepat sedih atau tantrum. Maka masih perlu dibantu untuk mengenal, menamai, dan mengelola emosinya. Tujuan PKM dilakukan : Ikut menyelesaikan permasalahan terkait optimalisasi tumbuh kembang Paud. Menciptakan jaringan dan kolaborasi dengan dan antar guru dan orang tua murid, sehingga permasalahan siswa terkait keberanian mengemukakan pendapat dapat Meningkatkan kesadaran para guru Paud akan pentingnya stimulasi tumbuh kembang siswa Paud yang masih usia dini. Dengan demikian diharapkan permasalahan yang dihadapi orang siswa dan guru, dapat teratasi dengan melalui acara pemahaman ini. TELAAH PUSTAKA Kesiapan Sekolah Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, nilai, dan keterampilan dasar anak. Kesiapan sekolah sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan PAUD secara optimal. Kesiapan sekolah dalam konteks PAUD adalah kemampuan suatu lembaga pendidikan untuk menyediakan lingkungan, sarana, sumber daya manusia, dan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak usia dini. Aspek kesiapan sekolah penyelenggara PAUD Kurikulum dan Program Pembelajaran A Kurikulum berbasis pendekatan holistik-integratif A Fleksibel dan sesuai dengan tahap perkembangan anak A Berbasis bermain . earning through pla. Sumber Daya Manusia (SDM) A Pendidik PAUD minimal lulusan D-IV/S1 PAUD atau mengikuti pelatihan khusus PAUD TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 A Pendidik memahami prinsip perkembangan anak usia dini A Tenaga pendukung seperti petugas kebersihan, administrasi, dan keamanan Sarana dan Prasarana A Ruang kelas yang ramah anak, aman, bersih, dan penuh stimulasi A Alat permainan edukatif (APE) yang memadai dan sesuai usia A Area bermain luar ruangan Manajemen dan Kepemimpinan A Kepemimpinan sekolah yang memahami PAUD A Sistem manajemen yang transparan dan akuntabel A Kemitraan dengan orang tua dan masyarakat Lingkungan Belajar A Lingkungan yang aman, sehat, dan menyenangkan A Mendorong eksplorasi, kreativitas, dan interaksi sosial anak A Menghargai keberagaman budaya dan latar belakang anak Indikator kesiapan sekolah Paud Kita ketahui bersama bahwa menjadi penyelenggara PAUD adalah tidak mudah. Banyak hal yang perlu diperhatikan dan bahkan menjadi persyaratan, antara lain : Telah memiliki izin operasional dari Dinas Pendidikan Tenaga pendidik memiliki kualifikasi dan kompetensi yang sesuai Tersedia kurikulum dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) Lingkungan dan fasilitas mendukung perkembangan fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak Ada keterlibatan aktif orang tua dalam proses pendidikan Untuk memenuhi kelayakan dimata masyarakat dan juga memuaskan para orangtua dan bahkan calon orang tua, maka perlu juga memperhatikan : Pelatihan dan peningkatan kapasitas guru PAUD secara berkelanjutan Peningkatan kualitas sarana dan prasarana dengan dukungan pemerintah dan Penguatan manajemen sekolah melalui pelatihan kepala sekolah PAUD Pengembangan kemitraan dengan lembaga nonformal dan stakeholder lain Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program PAUD secara berkala Kesiapan Orang Tua terkait Tumbuh Kembang Anak Carolyn & Philip Cowan . berpendapat dalam penelitiannya bahwa Transisi menjadi orang tua adalah proses psikologis yang membutuhkan kesiapan emosional, komunikasi pasangan, dan dukungan sosial. Relevansi adalah bahwa kesiapan orang tua bukan hanya soal merawat anak, tetapi juga kesiapan hubungan suami-istri, identitas diri, dan perubahan gaya hidup. Kemudian hal apa saja yang perlu disiapkan oleh orang tua? Bagaimanapun orang tua harus siap secara umum adalah : TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 Kesiapan Emosional A Orang tua harus mampu mengelola stres, sabar, dan memiliki empati. A Siap menghadapi perubahan perilaku anak di tiap tahap perkembangan. A Mampu memberikan kasih sayang dan dukungan emosional yang konsisten. Kesiapan Pengetahuan A Memahami tahapan tumbuh kembang anak . isalnya fase bayi, balita, prasekolah, remaj. A Mengetahui kebutuhan anak di setiap tahap . utrisi, stimulasi, pendidikan, dl. A Terbuka untuk belajar melalui buku, seminar, konseling, atau komunitas Kesiapan Fisik dan Finansial A Memastikan kebutuhan dasar anak . akanan, pakaian, tempat tinggal, layanan kesehata. A Memiliki perencanaan keuangan untuk pendidikan dan masa depan anak. Kesiapan Komunikasi dan Relasi A Mampu berkomunikasi efektif dengan anak sesuai usianya. A Menjadi pendengar yang baik dan memberi ruang anak untuk berekspresi. A Membangun pola asuh yang positif dan tidak otoriter. Kesiapan dalam Membentuk Lingkungan Positif A Menyediakan lingkungan rumah yang aman, penuh kasih, dan bebas kekerasan. A Menjadi contoh perilaku yang baik . ole mode. A Membangun rutinitas dan kebiasaan baik . isalnya membaca, kebersihan, ibadah, dl. Selain itu tugas orang tua tidak saja menyiapkan secara fisik dan psikologis, namun juga kesiapan terhadap tumbuh kembang anak, yaitu : Kurangnya Kesiapan Mengasuh Anak di Usia Muda A Fenomena: Pernikahan dan kehamilan usia dini sering kali membuat pasangan belum siap secara emosional, finansial, dan pengetahuan untuk mengasuh anak. A Dampak: Anak rentan mengalami keterlambatan perkembangan, kurang stimulasi, atau pola asuh yang tidak konsisten. A Contoh: Banyak kasus stunting atau anak kurang gizi di Indonesia dikaitkan dengan ibu muda yang belum paham gizi dan pola pengasuhan sehat. Perubahan Sosial dan Pola Asuh Modern A Fenomena: Gaya hidup modern, meningkatnya penggunaan gadget, dan waktu orang tua yang minim karena pekerjaan membuat kualitas interaksi berkurang. A Dampak: Anak bisa mengalami keterlambatan bicara, kurangnya ikatan emosional, dan risiko gangguan perilaku. A Contoh: Meningkatnya kasus speech delay karena terlalu sering terpapar layar tanpa interaksi manusia langsung. Pengaruh Media dan Informasi Parenting TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 A Fenomena: Meningkatnya kesadaran orang tua akan pentingnya parenting karena media sosial, buku, dan seminar. A Dampak Positif: Orang tua lebih terbuka belajar, memahami pentingnya stimulasi dini, dan menerapkan pola asuh berbasis ilmu. A Tantangan: Informasi yang tidak akurat atau bertentangan bisa membingungkan, terutama jika tidak disaring dengan baik. Peran Keluarga Besar dan Budaya A Fenomena: Di banyak budaya, kakek-nenek atau keluarga besar ikut berperan dalam mengasuh anak. A Dampak: Bisa menjadi dukungan besar, tetapi juga menimbulkan konflik jika pola asuh berbeda. A Contoh: Ketidaksepahaman dalam memberi makan, disiplin, atau waktu tidur anak antara orang tua dan nenek/kakek. Bencana dan Peran Orang Tua A Fenomena: Saat pandemi/bencana, sekolah ditutup dan orang tua harus mengambil peran lebih besar dalam pendidikan dan aktivitas anak. A Dampak: Terjadi peningkatan stres, tetapi juga muncul kesadaran baru tentang pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses belajar anak. A Contoh: Banyak orang tua mencari materi belajar daring, mengikuti webinar parenting, hingga membentuk kelompok belajar komunitas. Stigma dan Tekanan Sosial A Fenomena: Orang tua sering mendapat tekanan dari lingkungan untuk menjadi "sempurna" atau membandingkan anaknya dengan anak lain. A Dampak: Menurunkan kepercayaan diri orang tua, menyebabkan overparenting atau justru menarik diri dari proses pengasuhan. Tumbuh Kembang Anak Tumbuh kembang anak merupakan suatu proses yang harus dilalui setiap Optimalisasi terkait tumbuh kembang merupakan kewajiban setiap orang untuk dapat mengikuti semua tahapan kehidupan. Berikut adalah beberapa teori tumbuh kembang anak usia dini yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh terkemuka sejak tahun 2000-an, lengkap dengan referensi jurnal yang relevan. Zelaro ( 2. yang mengemukakan teorinya terkait Perkembangan fungsi eksekutif seperti kontrol diri, fleksibilitas kognitif, dan perencanaan pada anak usia dini. Zelaro juga mengembangkan model hierarkis tentang fungsi eksekutif dan metode pengukuran seperti Dimensional Change Card Sort (DCCS). Berikutnya adalah Harris. Menekankan peran kelompok sebaya dalam membentuk kepribadian anak lebih dari pengaruh orang tua. Melalui bukunya The Nurture Assumption. Harris menantang asumsi tradisional tentang pengasuhan dan menyoroti pentingnya lingkungan sosial anak. Hasil penelitain lain mengemukakan terkait konsep perkembangan kognitif anak usia dini menurut Jean Piaget dan Al-Ghazali. Fatimah. , & Istikomah. , menunjukkan bahwa meskipun berasal dari latar belakang budaya yang berbeda, kedua tokoh memiliki pandangan yang saling melengkapi mengenai tahapan perkembangan kognitif anak. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 Menurut Teori Perkembangan Kognitif Ae Jean Piaget, bahwa Konsep Anak usia dini berada pada tahap sensorimotor . Ae2 tahu. dan praoperasional . Ae7 tahu. , di mana mereka mulai mengembangkan kemampuan berpikir simbolik namun belum memahami logika abstrak. Sedangkan menurut beberapa tokoh terkait aspek tumbuh kembang anak, antara lain : Aspek Kognitif dan Pembelajaran Amastrong . , teorinya adalah bahwa dalam memperluas pemahaman kecerdasan anak memiliki berbagai jenis kecerdasan . erbal, logika, musikal, kinestetik, dl. , bukan hanya IQ. Aspek Sosial-Emosional Gottman . menekankan pentingnya kemampuan mengelola emosi, empati, dan hubungan sosial dalam tumbuh kembang anak. Aspek Perilaku dan Regulasi Diri Menurut Shanker . , anak-anak belajar mengatur stres dan emosi melalui pendekatan Self-Regulation, yang mencakup lima domain . iologis, emosional, kognitif, sosial, dan pro-sosia. Aspek Kognitif Sosial Teori Bandura ini . lebih pada penekanan pada pengaruh observasi, modeling, dan motivasi dalam perkembangan anak. Bandura menambahkan unsur self-efficacy dan Aspek Digital dan Teknologi Teori Prensky . ini menjelaskan bahwa anak-anak yang lahir di era digital memiliki cara belajar dan berinteraksi berbeda, sehingga pendekatan pendidikan juga harus Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Meskipun Piaget menurut Sanghvi. ResearchGate Publication . , dan Early Years TV . ,bahwa anak tidak secara eksplisit merinci faktor-faktor eksternal, beberapa aspek yang memengaruhi perkembangan kognitif anak menurut teorinya meliputi: A Interaksi Sosial: Berinteraksi dengan orang dewasa dan teman sebaya membantu anak mengembangkan keterampilan kognitif melalui diskusi dan pemecahan masalah A Lingkungan Fisik: Lingkungan yang kaya akan stimulasi sensorik dan kesempatan eksplorasi mendukung perkembangan skema kognitif anak. A Pengalaman Belajar: Pengalaman langsung dan aktivitas yang menantang mendorong anak untuk berpikir kritis dan mengembangkan pemahaman baru. METODE METODE PENDEKATAN Pelaksanaan dalam kegiatan dalam program pengabdian masyarakat adalah pelatihan yang dinerikan peda guru-guru di lingkungan sekolah. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 Tabel 4. Aspek Pelaksanaan Program No Aspek Keterangan Metode Ceramah Partisipasi Mitra Aktif Evaluasi Pelaksanaan Uji T dengan melihat perbedaan Pre dan Post test METODE PELAKSANAAN Lokasi : Kegiatan pengabdian masyarakat ini diadakan secara langsung di lingkungan Kelurahan Sendang Mulyo. Semarang Macam kegiatan. Adapun beberapa metode dalam pelaksanaan secara offline/ tatap muka INDIKATOR KEBERHASILAN Pada indikator keberhasilan program ini, tim menetapkan standar dan poin sebagai tolak ukur keberhasilannya, diantaranya adalah: Terbentuknya kepercayan, para guru Hadirnya dan berpartisipasinya para Guru Paud pada kegiatan ini. Setelah program ini para guru dapat mengadakan kegiatan dengan mandiri. Para guru mampu menciptakan kegiatan yang kreatif. Tabel 5 Perancangan Program Waktu Kegiatan 5x 90 menit Ceramah Kesiapan PAUD. Kesiapan orang tua terkait tumbuh kembang anak, dan tentang optimalisasi tumbuh kembang anak Tujuan Memberikan pelatihan terhadap para guru dan orang tua murid untuk dapat memahami materi, sehingga capaian optimalisasi terkait tumbuh kembang anak dapat terwujud. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan terkait perhitungan Uji T atau Uji Beda ini dijelaskan pada Tabel Case Processing Summary menunjukkan jumlah data yang digunakan dalam analisis normalitas untuk variabel pretest dan posttest. Jumlah data valid untuk pretest adalah 42 . %), yang berarti semua data pretest lengkap dan tidak ada yang hilang. Jumlah data valid untuk posttest juga 42 . %), menunjukkan bahwa tidak ada data posttest yang hilang. Pada data ini tidak terdapat data hilang pada ke dua variabel. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 Uji Normalitas Tabel 1. Case Processing Summary Cases Valid Missing Total Percent Percent Percent Posttest Data perhitungan statistik Berdasarkan data di atas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, yang dibuktikan menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Tabel 2. Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Data perhitungan statistik Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data pretest dan posttest berdistribusi normal. Dua jenis uji statistik digunakan, yaitu Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Hasil di atas membuktikan bahwa data Pretest, hasil Kolmogorov-Smirnov: Sig. = 0. Shapiro-Wilk: Sig. = 0. Sedangkan data Posttest, hasil perhitungan KolmogorovSmirnov: Sig. = 0. 126, dan Shapiro-Wilk: Sig. = 0. Dengan demikian hasil uji tersebut adalah Nilai signifikansi (Sig. ) untuk semua pengujian > 0. 05, baik pada pretest maupun Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada cukup bukti untuk menolak hipotesis nol, yang menyatakan bahwa data berasal dari distribusi normal. Dengan demikian data pretest dan posttest berdistribusi normal, karena nilai signifikansi (Sig. ) pada uji KolmogorovSmirnov dan Shapiro-Wilk semuanya lebih besar dari 0. Hasil Pengujian T Test T-Test Setelah dilakukan uji normalitas, maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji statistik terkait uji beda sebagai berikut : Tabel 3. Paired Samples Statistics Pair 1 Mean Std. Deviation Std. Error Mean pre test post-test Data perhitungan statistik TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 Berdasarkan tabel Paired Samples Statistics, nilai rata-rata pretest peserta adalah 36 dengan simpangan baku 6. 867, sedangkan nilai rata-rata posttest meningkat 76 dengan simpangan baku 5. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan skor setelah perlakuan. Untuk mengetahui apakah perbedaan ini signifikan secara statistik, akan dianalisis lebih lanjut menggunakan uji Paired Samples Test. Perhitungan berikut adalah terkait hasil corelasi pretest dan posttest. Tabel 4. Paired Samples Correlations Pair 1 pre test & post test Correlation Sig. Data perhitungan statistik Berdasarkan tabel Paired Samples Correlations, diperoleh nilai korelasi sebesar 0. antara skor pretest dan posttest dengan nilai signifikansi sebesar 0. Hal ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, semakin tinggi skor pretest peserta, cenderung semakin tinggi pula skor posttest-nya. Tabel 5. Paired Samples Test Paired Differences Sig. 95% Confidence Interval of the Difference Std. Std. Error Mean Deviation Mean Lower Pair 1 pre test post test -3. Upper 364 41 . Data perhitungan statistik Tabel di atas membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pretest dan posttest. Skor posttest secara rata-rata lebih tinggi, menunjukkan adanya efek positif dari perlakuan/intervensi yang diberikan. Hal ini terlihat dari hasil Paired Samples Test, diperoleh selisih rata-rata antara nilai pretest dan posttest 405 dengan simpangan baku 6. Nilai t sebesar -3. 364 dengan derajat kebebasan . 41, dan nilai signifikansi sebesar 0. < 0. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Dengan demikian, perlakuan yang diberikan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan skor TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 KESIMPULAN Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis statistik di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada skor post-test dibandingkan pre-test setelah intervensi Rata-rata peningkatan adalah sebesar 3. 405 poin, dan hasil ini tidak terjadi secara kebetulan karena nilai signifikansi p = 0. 002 (< 0. Sedangkan dari data interval kepercayaan 95% (-5. 449 hingga -1. menunjukkan bahwa perbedaan ini secara statistik dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih luas. Sedangkan nilai t = -3. mengindikasikan perbedaan yang cukup kuat antara dua kondisi pengukuran . ebelum dan Dengan N = 42, maka hasil ini memiliki kekuatan uji yang cukup baik untuk menyatakan bahwa intervensi atau perlakuan yang diberikan efektif dalam meningkatkan skor peserta. Dengan demikian hasil uji paired sample t-test terhadap 42 partisipan, ditemukan adanya peningkatan signifikan pada skor post-test dibandingkan dengan pre-test. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar/keterampilan yang diukur. Rentang interval kepercayaan 95% , maka bahwa selisih ini secara statistik bermakna dan dapat digeneralisasi. DAFTAR PUSTAKA