Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini Kelas i Pada SD Negeri 18 Kota Bengkulu Ferdian Fachrie Hero Putra . Aji Sudarsono . Prodi Manajemen. Universitas Dehasen Bengkulu. Bengkulu e-mail : ferdianfachrie8@gmail. ARTICLE HISTORY Received . November 2. Revised . December 2. Accepted . December2. KEYWORDS Fostering. Entrepreneurship. Students. SD Negeri 18. Bengkulu City ABSTRAK Pengenalan atau penerapan jiwa kewirausahaan siswa sejak dini sangat penting dilakukan untuk menciptakan individu-individu yang kreatif dan inovatif, di SD Negeri 18 kota Bengkulu penerapan jiwa kewirausahaan sudah diterapkan dalam lingkungan sekolah yang didukung oleh lingkungan keluarga. Untuk mengetahui jiwa kewirausahaan siswa, peneliti tertarik untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa SD Negeri 18 kota Bengkulu. Tujuan Kegiatan Peengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa/i SD Negeri 18 kota Bengkulu. Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu dengan melakukan observasi, wawancara untuk mendapatkan informasi mengenai permasalahan-permasalahan yang ada dan untuk menentukan objek yang akan di tuju, kemudian kegiatan ini dilakukan dengan cara memberikan pemahaman dan pelatihan dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan di usia dini. Partisipan dalam kegiatan ini adalah siswa SD Negeri 18 kota Bengkulu, guru, kepala sekolah dan orang tua siswa. Dari hasil evaluasi kegiatan bahwasannya kegiatan ini berhasil memberikan dampak positif bagi siswa dan siswi SD Negeri 18 Kota Bengkulu dari hasil Tanya jawab dan dari pengamatan hasil pelatihan yang dilakuakan oleh siswa/i dalam membuat suatu karya yang memiliki nilai jual. ABSTRACT This is an open access article under the CCAeBY-SA license The introduction or application of the entrepreneurial spirit of students from an early age is very important to create creative and innovative individuals, at SD Negeri 18 Bengkulu city, the application of the entrepreneurial spirit has been applied in a school environment supported by the family environment. To find out the entrepreneurial spirit of students, researchers are interested in fostering the entrepreneurial spirit of SD Negeri 18 Bengkulu city students. The purpose of this community service activity is to foster the entrepreneurial spirit of students of SD Negeri 18 Bengkulu city. The methodology used in this activity is by conducting observations, interviews to obtain information about existing problems and to determine the object to be addressed, then this activity is carried out by providing understanding and training in fostering the entrepreneurial spirit at an early age. Participants in this activity are students of SD Negeri 18 Bengkulu city, teachers, principals and parents of students. From the results of the evaluation of the activity that this activity succeeded in having a positive impact on students of SD Negeri 18 Bengkulu City from the results of questions and answers and from observing the results of training conducted by students in making a work that has selling value. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang diprogramkan oleh pemerintah untuk meningkatkan mutu kehidupan seseorang. Pendidikan pada bangsa Indonesia mengikuti tuntutan pada pendidikan abad ke 21. Tuntutan pendidikan abad ke-21 dalam dunia pendidikan memerlukan adanya tujuan pendidikan yang mengarah pada abad ke-21. Untuk memenuhi kompetensi pada pendidikan abad ke-21 pemerintah melakukan pembaharuan dari KTSP menjadi Kurikulum 2013. Menurut Mastur . tema pembaharuan dan perbaikan Kurikulum 2013 yaitu menciptakan manusia Indonesia yang kreatif, inovatif dan produktif melalui pengembangan sikap . , pengetahuan . dan keterampilan secara Dunia pendidikan harus mampu berperan aktif dalam menciptakaan tenaga kerja yang mampu bersaing dengan tenaga asing. Menurut Rachmadiyanti . Pendidikan yang mampu untuk mengatasi hal tersebut salah satunya adalah pendidikan yang beroirentasi pada jiwa entrepreneurship, yaitu jiwa yang berani dan mampu menghadapi problem hidup dan memiliki jiwa kreatif untuk mengatasi masalah dan mandiri. Pendidikan kewirausahaan adalah pendidikan yang menerapkan prinsip - prinsip dan metodologi kearah pembentukan kecakapan hidup . ife skil. pada siswa melalui kurikulum yang dikembangkan di sekolah. Pendidikan kewirausahaan perlu dikembangkan sejak dini untuk membentuk Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 3 No. 1 Januari 2024 page: 7 Ae14 | 7 jiwa kewirausahaan anak, melalui pendidikan kewirausahaan dapat mencetak generasi yang memiliki jiwa kewirausahaan tinggi dengan menerapkan pendidikan kewirausahaan sejak dini. Saat ini kewirausahaan merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai pada kurikulum 2013. Kurikulum 2013 ingin generasi muda mempelajari kewirausahaan sejak dini. Pendidik adalah Auagen of changeAy yang diharapkan mampu menanamkan ciri- ciri, sifat dan watak serta jiwa kewirausahaan atau jiwa entrepreneurship bagi siswa dan siswinya. Jiwa entrepreneur juga sangat diperlukan bagi seorang pendidik, karena melalui jiwa ini para pendidik akan memiliki orientasi kerja yang lebih efisien, kreatif, inovatif, produktif, dan mandiri. Guru perlu menyiapkan anak usia sekolah dasar dengan berbagai strategi untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan kewirausahaan. Guru memiliki tanggung jawab yang besar dalam membentuk karakter anak agar siap dengan tantangan kehidupan dari berbagai aspek bidang dan terus berkembang, khususnya bidang ekonomi (Rachmadyanti,2. Pada kurikulum 2013 jiwa kewirausahaan dibentuk sejak dini. Kasmir . bahwa jiwa kewirausahaan mendorong minat seseorang untuk mendirikan dan mengelola usaha secara profesional. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada siswa sejak dini melalui pendidikan kewirausahaan agar dapat terarah menjadi wirausahawan muda yang menciptakan lapangan pekerjaan untuk mengurangi pengangguran di lingkungan sekitar. Menurut Barnawi . bahwa nilai-nilai kewirausahaan yang dapat dikembangkan di sekolah yaitu : mandiri, kreatif, berani mengambil resiko, berorientasi pada tindakan, kepemimpinan, kerja keras, jujur, disiplin, inovatif, tanggung jawab, kerja sama, pantang menyerah, komitmen, realistis, rasa ingin tahu, komunikatif, dan motivasi yang kuat untuk terus berkembang. Di SD Negeri 18 kota Bengkulu penanaman kewirausahaan masih sangat rendah, materi kewirausahaan hanya diberikan pada pembelajaran saja dan berupa penjelasan saja tanpa adanya praktik, sehingga jiwa kewirausahaan siswa maupun siswi masih kurang. Dalam nilai-nilai kewirausahaan, terdapat beberapa sikap salah satunya yaitu sikap kemandirian, sikap kemandirian siswa dan siswi masih rendah hal ini ditandai dengan cara siswa dan siswi dalam menyelesaikan tugas, siswa dan siswi masih bergantung kepada teman untuk menyelesaikan tugasnya. Kewirausahaan pada sekolah dasar terintegrasi pada semua mata pelajaran. Hal ini dibuktikan dengan siswa menerapkan sikap kreatif, siswa dapat mengungkapkan gagasan/ide baik kepada guru maupun teman dan dapat diterapkan pada saat pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan siswa menyelesaikan tugas secara bekerja sama, siswa diajarkan untuk bertukar pendapat dalam bekerja sama. Selain menerapkan sikap kerja sama, siswa juga dapat menerapkan sikap komunikasi, ketika siswa sedang bekerja sama terlihat siswa aktif dalam mengungkapkan pendapatnya. Untuk itu dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masayarakat ini diharapkan dapat membantu siswa maupun siswi dalam mengembangkan dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan di usia dini terkhusus di SDN 18 Kota Bengkulu ini. Berdasarkan observasi di lapangan penulis memutuskan untuk melakukan program kegiatan kepada masyarakat ini di salah satu sekolah yaitu SD Negeri 18 kota Bengkulu, dengan jumlah siswa dan siswi sebanyak 147 siswa, dengan jumlah siswa 75 orang, dan siswi sebanyak 72 orang sebagai subjek dan objek dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Karena kewirausahaan merupakan ilmu penting yang harus diterapkan sejak di usia dini, diharapkan dapat menjadi masfaat di esok hari bagi siswa dan siswi itu sediri untuk terciptanya individu-individu yang kreatif dan kaya akan inovasi dalam menghadapi berbagai hal salah satunya di dunia pendidikan, menjadi individu yang kreatif dan inovatif tentunya menjadi hal yang sangat berguna baik itu di dunia pendidikan maupun di luar pendidikan. Menurut Maryani . AuKewirausahaan yang sering dikenal dengan sebutan entrepreneurship berasal dari bahasa Prancis yaitu entrepreneur yang diterjemahkan secara harfiah adalah perantaraAy. Menurut Sulistyaningsih . alam Maryani, 2. Kewirausahaan dapat diartikan sebagai semangat perilaku dan kemampuan seseorang untuk mengambil inisiatif, kreatif dalam mengorganisir ekomoni dan mengubah sumber daya dan situasi menjasi lebih bermanfaat dan menguntungkan serta berani untuk mengambil risiko dan kegagalan dalam berwirausaha. Menurut Sulistyowati . AuKewirausahaan merupakan sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan, ide yang inovatif dan berani mengambil risiko ke dalam dunia nyata secara kreatif. dunia nyata secara kreatif. Pembelajaran dan penerapan kewirausahaan yang ditanamkan sejak usia dini dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat anak. kewirausahaan harus disertai dengan minat dan bakat anak, pengajar hanya memberikan fasilitas sarana dan prasaranaAy. Jones . mengatakan bahwa kewirausahaan adalah sebuah konsep yang menyediakan pengajaran disiplin yang dapat dieksplorasi dengan menggunakan pendekatan keterampilan sehingga melatih siswa untuk mengeksplore lingkungan sekitar dengan menggunakan pendekatan keterampilan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa dan siswi SD Negeri 18 kota Bengkulu yang mencakup aspek jiwa kewirausahaan, kendala dan faktor yang mempengaruhi jiwa kewirausaahan siswa. Ada beberapa aspek yang akan diamati yaitu 8 | Ferdian Fachrie Hero Putra. Aji Sudarsono. Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan. mandiri, percaya diri, jujur, kreatif, komunikatif, kritis, kerjasama dan disiplin. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan oleh peneliti, maka dapat dipaparkan rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana jiwa kewirausahaan siswa? . Adakah kendala dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa? . Faktor Ae faktor apa saja yang mempengaruhi jiwa kewirausahaan siswa SD Negeri 18 Kota Bengkulu? METODE Pengenalan jiwa kewirausahaan sejak dini Pembagian Team Pembuatan karya wirausaha Selesai Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 18 kota Bengkulu pada 14 Agustus 2023. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yaitu dengan melakukan sosialisasi dan analisis dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini kelas i di SDN 18 kota Bengkulu. Adapun tahapan-tahapan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan sebagai berikut: Tahap Persiapan : Pada tahapan ini dilakukan survei di lokasi yang dipilih dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada berdasarkan informasi-informasi yang diproleh saat melakukan survei. Kegiatan survei dilakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Pemberian pemahaman dan Pelatihan: dilakukan pada saat kegiatan pengabdian kepada masyarakat, agenda kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pemahaman mengenai kewirausahaan dan inovasi dalam berwirausaha. Kemudian setelah memberikan pemahaman dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan kepada para siswa/i yaitu dengan mengarahkan siswa/I untuk membuatan prakarya yang memiliki nilai ekonomis berdasarkan arahan dan hasil dari pemahaman yang telah disampaikan. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh seluruh peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu siswa dan siswi SDN 18 Kota Bengkulu. Evaluasi kegiatan : Setelah memberikan pemahaman dan pelatihan mengenai kewirausahaan untuk menumbuhkan jiwa yang kreatif dan inovatif, selanjutnya dilakukanlah kegiatan pengevaluasian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Eavaluasi kegiatan ini dilakukan dengan cara melihat sejauh mana pemahaman siswa/i melalui kegiatan tanya jawab yang dilakukan dan melaui pengamatan dari kegiatan pelatihan yang berupa praktik untuk membuat suatu karya yang kreatif dari hasil pemahaman siswa/i SDN 18 Kota Bengkulu. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Aktivitas Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilaksanakan di SDN 18 kota Bengkulu dengan subjek siswa kelas i, guru kelas i, kepala sekolah dan orang tua siswa. Proses pembelajaran kewirausahaan masih terintegrassi dengan proses pembelajaran tematik. Proses pembelajaran kewirausahaan belum terlaksana dengan optimal. Berdasarkan pendapat di atas tentang 17 aspek kewirausahaan, kegiatan ini memfokuskan kepada beberapa aspek yaitu : mandiri, displin, jujur, komunikatif, kreatif, kritis, percaya diri, dan kerja sama. Berikut ini merupakan hasil penelitian tentang jiwa kewirausahaan siswa : Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 3 No. 1 Januari 2024 page: 7 Ae14 | 9 Tabel 1. Hasil Penelitian Analisis Jiwa Kewirausahaan Siswa No Aspek Yang Diamati Hasil pengabdian Mandiri Berdasarkan hasil penelitian bahwa persentase sikap mandiri mencapai 86% tergolong baik. Secara keseluruhan siswa mampu untuk menyelesaikan tugas secara mandiri, dan dapat menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri, serta dapat bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Disiplin Berdasarkan hasil penelitian bahwa persentase sikap disiplin mencapai 85% tergolong baik. Tingkat kedisiplinan siswa sudah tinggi dalam pembelajaran maupun dalam aturan yang berlaku. Hal ini terlihat dari hasil observasi bahwa siswa mampu untuk mengikuti aturan yang berlaku disekolah dan mampu untuk mengerjakan tugas dengan baik. Jujur Berdasarkan hasil penelitian bahwa persentase sikap jujur mencapai 85% tergolong baik. Tingkat kejujuran siswa sudah cukup baik. Seperti dalam pelaksanaan pembelajaran siswa/i mampu mengerjakan segala tugas yang diberikan dengan baik tanpa mencontek temannya dan siswa mampu mengatakanketidaknyamanan dalam belajar sertamampu mengatakan kesulitan belajar. Komunikatif Berdasarkan hasil penelitian bahwa persentase sikap komunikatif mencapai 90% tergolong sangat baik. Secara keseluruhan siswa/i senang dalam bersosialisasi dengan siswa/i lain, berani untuk berbicara seperti bertanya, menjawab, serta mampu bekerja sama dengan baik saat melakukan kegiatan pembelajaran. Kreatif Berdasarkan hasil penelitian bahwa persentase sikap kreatif mencapai 66% tergolong rendah. Siswa masih bingung dalam mengemukakan gagasan/ide baik kepada guru maupun kepada teman dan siswa/i lain. Hal ini di dukung dengan hasil observasi bahwa siswa/i masih bingung dalam mengemukakan gagasan/ide dan siswa/i juga belum mampu dalam mengutamakan hal-hal penting dalam pembelajaran karena siswa/i belum memiliki target belajar yang ingin dicapai dan dapat dikatakan juga bahwa sebagian besar siswa/i masih menutup diri akan hal-hal baru. Berdasarkan uraian tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pemahaman mengenai kewirausahaan sangat penting diterapkan sejak dini untuk menumbuhkan individu siswa/i yang kreatif dan inovatif melalui pembelajaran kewirausahaan. Hal ini sesuai dengan pendapat Hananta . bahwa pendidikan kewirausahaan dapat menanamkan jiwa kreatifitas dan inovasi dalam menangani masalah dan mempunyai peluang dalam mencapai keberhasilan. Tujuan dari penanaman jiwa kewirausahaan sejak dini yaitu untuk mengembangkan karakter siswa/i yang kreatif dan inovatif dalam dunia pendidikan maupun diluar pendidikan. Tidak hanya itu pentingnya menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini bagi siswa/i ini berdasarkan kenyataan yang terjadi dimana saat ini dipersaingan di dunia pendidikan maupun di luar pendidikan yang semakin ketat, generasi muda harus ditempah untuk memiliki jiwa kewirausahaan yang didalamnya menciptakan individu yang kreatif dan inovatif agar dapat tetap bersaing dan tidak bergantung kepada siapapun. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi jiwa kewirausahaan siswa/i: Kemauan, secara keseluruhan tingkat kemauan siswa dalam berwirausaha sudah cukup tinggi, siswa/i mempunyai keinginan, dorongan, tekad dan motivasi yang kuat untuk berwirausaha maka siswa akan melakukan suatu kegiatan yang mendukung dalam hal tersebut dengan berani menciptakan hal-hal yang kreatif dan inovatif. Hal ini sejalan dengan pendapat Prasetyaningsih . bahwa Dengan adanya kemauan anak akan mencoba berwirausaha baik dalam kegiatan yang hanya purapura ataupun dalam kenyataan. Ketertarikan, tingkat ketertarikan siswa cukup tinggi dalam kewirausahaan dengan beberapa aspek yang terpenuhi sudah bisa mengambarkan rasa ketertarikan siswa dalam penanaman jiwa kewirausahaan siswa. Seperti saat ini banyaknya siswa/i yang berani melakukan hal-hal baru dan mengaplikasikan ide-ide yang kreatif dalam menciptakan suatu karya yang memiliki nilai positif dari hasil ketertarikannya dari pemahaman mengenai dunia kewirausahaan. 10 | Ferdian Fachrie Hero Putra. Aji Sudarsono. Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan. Lingkungan sekolah, lingkungan sekolah sangat mempengaruhi penanaman jiwa kewirausahaan sejak dini, lingkungan sekolah yang baik yaitu lingkungan sekolah yang didukung dengan fasilitas yang memadai sehingga jiwa kewirausahaan siswa/i dapat tumbuh dengan baik dan dapat di aplikasikan untuk menilai sejauh apa pemahaman siswa/i mengenai kewirausahaan. Hal ini sejalan dengan pendapat Rachmayanti . bahwa berbagai faktor yang mempengaruhi minat anak untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan, maka sekolah sebagai lembaga formal wajib membimbing siswa/i, dan mengarahkan berbagai faktor yang mempengaruhi minat anak dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Hal tersebut dapat dilakukan melalui pembelajaran sehari hari, dengan memahami karakter anak, minat anak, dan potensi anak. Jika mereka memiliki keinginan untuk berwirausaha kelak, maka sebagai guru harus memotivasi cita- cita mereka tesebut. Tidak bisa dipungkiri, mungkin tidak semua siswa/i senang berwirausaha, namun paling tidak sekolah memberikan fasilitas dan bimbingan guna menyalurkan nilai-nilai kebaikan dari memiliki jiwa entreprenurship. Sesuai pembahasan sebelumnya, karakter-karakter wirausaha yang dapat ditanamkan kepada siswa sekolah dasar dapat dimulai dari karakter-karakter baik seperti : kreatif, mandiri, leadership, mampu memecahkann masalah, tidak mudah putus asa, mampu mengelola uang, dan dapat berinteraksi dengan baik. Selain sekolah. Lingkungan juga keluarga sangat mempunyai peran penting dalam penanaman jiwa kewirausahaan siswa. Penanaman jiwa kewirausahaan siswa juga di terapkan di rumah atau lingkungan keluarga, orang tua dapat menerapkan beberapa aspek yang dapat mengembangkan jiwa kewirausahaan siswa, seperti pada aspek jujur, bertanggung jawab, berani, dan percaya diri tentunya setiap orang tua pasti mengajarkan hal tersebut. Penyelesaian Masalah Kendala dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa yaitu kemauan dan inovasi pembelajaran, pada aspek kemauan secara keseluruhan siswa sudah cukup tinggi dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan, hanya terdapat beberapa aspek yang belum optimal dalam menumbuhkan jiwa kewirausahan siswa yaitu aspek kreatif dan kritis. Aspek inovasi dalam pembelajaran yaitu secara keseluruhan inovasi guru dalam memberikan pembelajaran masih kurang optimal sehingga siswa cepat merasa bosan dalam pembelajaran, dan memilih mencari kesibukan lain untuk menghilangkan rasa bosan sehingga keadaan kelas kadang kurang kondusif. Untuk itu perlunya bimbingan guru dalam mengunkan media pembelajaran yang menarik sangat penting dilakukan untuk menghilangkan rasa bosan siswa saat proses pembelajaran sehingga apa yang disampaikan dapat diserap dengan baik oleh siswa/i. Hal ini sejalan dengan pendapat Setiawan. Karsinah . bahwa perlunya memberikan pelatihan kepada guru sekolah dasar untuk membuat media pembelajaran yang menarik, serta menanamkan nilai-nilai kewurausahaan dan pelestarian lingkungan dalam penyampaian materinya. Penanaman kewirausahaan harus memperhatikan aspek keterampilan untuk mengembangkan jiwa kewirausahan siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat Jusoh . bahwa penanaman pendidikan kewirausahaan harus mempertimbangkan aspek keterampilan dan tidak hanya menekankan pada pembelajaran teoretis. Guru harus mampu dalam mengembangkan aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam upaya meningkatkan jiwa kewirausahaan siswa sehingga mampu berkembang menjadi wirausaha yang memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka simpulan dari penelitian ini Aspek jiwa kewirausahaan siswa yang dapat diamati di SD Negeri 18 kota Bengkulu yaitu mandiri, disiplin, jujur, komunikatif, dan kreatif. Secara keseluruhan jiwa kewirausahaan siswa sudah optimal dan penanaman jiwa kewirausahaan berkembang dengan baik hanya ada beberapa aspek yang belum terpenuhi secara optimal. Kendala dalam penanaman jiwa kewirausahaan siswa yaitu masih terdapat beberapa aspek yang belum optimal dalam penanaman jiwa kewirausahaan siswa, aspek yang belum optimal yaitu kreatif, kritis dan kerja sama. Pada aspek kreatif siswa sudah cukup bagus tetapi masih kurang dikembangkan oleh guru, inovasi pembelajaran jika diterapkan secara optimal dapat mengembangkan kreatif siswa. Guru harus menerapkan inovasi pembelajaran secara optimal sehingga siswa tidak merasa bosan dalam pembelajaran dan memilih mencari kesibukan lain untuk menghilangkan rasa bosan. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 3 No. 1 Januari 2024 page: 7 Ae14 | 11 Faktor- faktor yang mempengaruhi jiwa kewirausahaan siswa: . Kemauan. Tingkat kemauan siswa dalam berkewirausahaan akan tinggi jika siswa melakukan suatu kegiatan yang dapat mendukung dalam berkewirausahaan, dengan adanya kemauan maka siswa akan mencoba melakukan suatu tindakan yang dapat mendukung dalam penanaman jiwa kewirusahaan. Ketertarikan. Rasa tertarik siswa dalam berwirausaha bisa di lihat dari beberapa aspek seperti mandiri, disiplin, jujur, komunikatif, kreatif, kritis, percaya diri, dan kerja sama. Jika beberapa aspek dapat terpenuhi maka siswa mempunyai rasa tertarik pada wirausaha. Lingkungan sekolah, lingkungan sekolah sangat mempengaruhi penanaman jiwa kewirausahaan sejak dini, lingkungan sekolah yang mendukung dengan fasilitas yang baik maka jiwa kewirausahaan siswa dapat tumbuh dengan baik. Lingkungan keluarga, lingkungan keluarga juga mempunyai peran penting dalam penanaman jiwa kewirausahaan siswa. Orang tua merupakan guru pertama dengan penuh kasih sayang membimbing dan banyak memberikan pengaruh warna kepribadian anak sehingga keinginan yang besar dari anak menjadi mudah diwujudkan Berdasarkan uraian hasil penelitian, implikasi dari penelitian ini yaitu: . bagi sekolah, penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk melakukan penanaman jiwa kewirausahaan siswa agar dapat optimal. guru sebagai pelaksana pembelajaran dapat melaksanakan inovasi pembelajaran dan pemanfaatan media pembelajaran agarpenanaman jiwa kewirausahaan siswa dapat di tanamkan secara optimal . siswa sebagai pelaksana penanaman jiwa kewirausahaan dapat dijadikan dasar untuk lebih memahami informasi yangs diberikan guru dalam mengembangkan jiwa kewirausahaansejak dini. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada: Dekan Fakultas Ekonomi Ibu Dr. Suwarni. Kom. Kepala Prodi Manajemen Universitas Dehasen Bapak Dr. Ahmad Soleh,S. Si. Pembimbing Bapak Aji Sudarsono. Kom. ,M. Kom Kepala Sekolah. Guru dan Siswa SD Negeri 18 kota Bengkulu DAFTAR PUSTAKA