Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 PENGARUH SOSIALISASI TERHADAP KESIAPAN MAHASISWA KESEHATAN DALAM PEMBELAJARAN INTERPROFFESIONAL EDUCATION (IPE) Khalidatul Khair Anwar*. Hesti Wulandari. Yustiari. Syahrianti. Hasmia Naningsih Jurusan Kebidanan. Poltekkes Kemenkes Kendari Jl. Jend. AH. Nasution No. G/14. Kendari e-mail: khalidatul. megarezky@gmail. Artikel Diterima : 7 September 2023. Direvisi : 25 September 2023. Diterbitkan : 29 September 2023 ABSTRAK Pendahuluan: Interprofessional Education (IPE) berpotensi menjadi media kolaborasi antarprofesional kesehatan dengan menanamkan pengetahuan dan keterampilan dasar antarprofesi dalam masa pendidikan untuk menghadapi interprofesional collaboration (IPC). Implementasi IPE membutuhkan kesiapan mahasiswa untuk menjalankan hal tersebut. Pemberian informasi atau sosialisasi terkait IPE menjadi penting untuk memberi kesiapan kepada mahasiswa. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sosialisasi terhadap kesiapan mahasiswa kesehatan dalam pembelajaran IPE. Metode: Penelitian ini adalah penelitian quasi experimental dengan desain one group pre and posttest. Sampel penelitian adalah 84 orang mahasiswa dari 4 jurusan (Keperawatan. Kebidanan. Gizi, dan Teknologi Laboratorium Medi. Poltekkes Kemenkes Kendari dengan masing-masing 21 orang setiap Sampel diberikan sosialisasi dengan menggunakan modul dan dilakukan pengukuran kesiapan menggunakan kuesionel RIPLS. Hasil: uji Wilcoxon menunjukkan nilai p . < 0,05 yang berarti ada pengaruh pemberian sosialisasi terhadap kesiapan mahasiswa kesehatan dalam pembelajaran IPE. Kesimpulan dan saran: Kesiapan mahasiswa mengalami perubahan atau peningkatan setelah diberikan sosialisasi. Disarankan sosialisasi IPE dapat dijadikan sebagai agenda rutin pada mahasiswa baru agar mahasiswa kesehatan siap dalam IPC. Kata Kunci: ipe. kesiapan mahasiswa. Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 1 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Introduction: Interprofessional Education (IPE) has the potential to become a medium for collaboration between health professionals by instilling basic knowledge and skills between professions in the educational period to face interprofessional collaboration (IPC). The implementation of IPE requires the readiness of students to carry it out. Providing information / socialization related to IPE is important to provide readiness to students. Purpose: the purpose of the study was to determine the effect of socialization on the readiness of health students in IPE Method: This research is a quasi experimental study with a one group pre and posttest The research sample was 84 students from 4 departments (Nursing. Midwifery. Nutrition, and Medical Laboratory Technolog. of the Ministry of Health Kendari Health with 21 people in each major. Samples were given socialization using modules and readiness measurements were carried out using the RIPLS questionnaire. Result: Wilcoxon's test results show a p-value . < 0. 05 which means that there is an influence of socialization on the readiness of health students in IPE learning. Conclusions and Recommendations: Student readiness has changed or improved after being given socialization. It is recommended that IPE socialization can be used as a routine agenda for new students so that health students are ready for IPC. Keyword: ipe, student readiness, socialization. Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 2 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index PENDAHULUAN Tantangan di dunia kesehatan dewasa ini semakin tinggi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Dalam upaya menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas, tentunya tidak bisa hanya dilakukan hanya oleh satu profesi kesehatan. Beragamnya masalah kesehatan yang ada di masyarakat menuntut para profesi kesehatan untuk berkolaborasi dalam memberikan pelayanan kesehatan. Praktik kolaborasi menurunkan kejadian komplikasi, lama rawat inap, jumlah kunjungan ke rumah sakit, kejadian malpraktik, dan angka Praktik mengurangi konflik di antara tenaga kesehatan, mengurangi biaya kesehatan, dan meningkatkan kepuasan pasien serta tenaga kesehatan (Reeves et al. , 2. Salah satu upaya dalam mewujudkan kolaborasi yang efektif antar profesi adalah dengan diadakannya praktik kolaborasi sejak dini melalui proses pembelajaran (Kesuma. Kemampuan bekerjasama secara interprofesi . nterprofessional teamwor. tidak muncul begitu saja, melainkan harus ditemukan dan dilatih sejak dini mulai dari tahap perkuliahan, dengan begitu mahasiswa pengalaman mengenai cara bekerjasama secara tim yang baik dengan profesi lain sebelum mereka terjun ke dunia kerja (Hapsara and Fuadah, 2. World Health Organization (WHO) interprofesi atau Interprofesional education sebagai sistem pendidikan yang terintegrasi untuk menyiapkan praktek kolaborasi. Model pembelajaran pendidikan interprofesi atau interprofessional education yang selanjutnya disebut IPE (WHO, 2. IPE dalam dunia kesehatan merupakan bentuk perawatan kesehatan dari berbagai profesi kesehatan yang memiliki tujuan bersama JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 dengan sumber daya dan tanggung jawab untuk pasien (Barr, 2. Politeknik Kesehatan Kemenkes RI di seluruh Indonesia telah banyak mendidik para calon tenaga kesehatan yang kompeten di bidangnya masing-masing. Sejak tahun 2016 Kementerian Kesehatan RI melalui BPPSDM-Kes pengembangan IPE pada Pelayanan Kesehatan Komunitas untuk diterapkan di pendidikan vokasi tenaga kesehatan (BPPSDMK Kemenkes, 2. Poltekkes Kemenkes Kendari Bagian Akademik yang bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Pendidikan telah melakukan penerapan IPE pada tahun 2020 dalam bentuk mata kuliah IPE dan Tahun 2021 dalam PKL terpadu. Dalam penerapannya, masih banyak ditemukan kendala dan hambatan termasuk dengan kesiapan Kesiapan dalam berkolaborasi adalah cara untuk menggambarkan keefektifan pembelajaran IPE yang telah diterima oleh profesi kesehatan (Damayanti and Bachtiar. Kesiapan merupakan sikap psikologis yang dimiliki seseorang sebelum melakukan sesuatu (Mobalen. Faidiban and Parlaungan. Kesiapan terhadap IPE diidentifikasi berdasarkan 3 karakteristik yaitu kerjasama tim dan kolaborasi, identitas profesi, serta peran dan tanggung jawab profesi (Dewi. Sayusman and Wahyudi, 2. Kesiapan mahasiswa sangat penting dalam penerapan IPE pembelajaran menjadi lebih baik. Pemberian informasi terkait kegiatan/ hal baru sangat penting dalam menyiapkan mahasiswa untuk realisasi kegiatan tersebut. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh sosialisasi IPE terhadap kesiapan mahasiswa dalam penerapan IPE di Poltekkes Kemenkes Kendari. Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 3 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index METODE Penelitian ini tergolong penelitian quasi experiment. Dalam rancangan ini, responden diberikan sosialisasi tentang IPE. Responden akan diukur kesiapan sebelum dan sesudah sosialisasi. Penelitian ini dilakukan di Poltekkes Kemenkes Kendari. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Prodi D-i tingkat i dari 4 Program Studi (Kebidanan. Keperawatan. Gizi. Teknologi Laboratorium Medi. kelas reguler di Poltekkes Kemenkes Kendari. Pengambilan sampel dilakukan random sampling dengan cara diundi dengan jumlah sampel adalah 84 orang yang terdiri dari 21 orang untuk masing-masing prodi. Hasil uji normalitas data menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis menggunakan uji nonparametrik. Analisis untuk melihat perbedaan kesiapan antara Jurusan Keperawatan. Kebidanan. Gizi dan Teknologi Laboratorium Medik terhadap IPE di Poltekkes Kemenkes Kendari menggunakan Uji Kruskal Wallis. Analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh sosialisasi terhadap persepsi dan kesiapan mahasiswa terhadap IPE adalah uji Wilcoxon. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan modul dan kuesioner yang diadaptasi dari RIPLS (Readiness for Interprofessional Learning Scal. yang telah diadopsi dan adaptasi oleh Dwi Tyastuti et al . HASIL Sosialisasi IPE dilakukan kepada 84 mahasiswa Prodi D-i yang berasal dari 4 jurusan yang yang di Poltekkes Kemenkes Kendari. Karakteristik mahasiswa yang menjadi responden digambarkan pada tabel 1 sebagai berikut: JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Karakteristik Frekuensi Persentase (%) Umur Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Umur responden berada pada rentang 19-24 tahun. Responden terbanyak pada umur 20 tahun sebanyak 63,1 %, diikuti umur 21 tahun 16,7%, umur 19 tahun 11,9%, umur 22 tahun 4,8%, umur 24 tahun 2,4%, dan terkecil umur 23 tahun 1,2%. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, sebagian besar responden adalah perempuan 94%, sedangkan laki-laki hanya 6%. Hal ini disebabkan karena sebagian besar mahasiswa Prodi D-i di Poltekkes Kemenkes Kendari adalah Tabel 2. Perbedaan Kesiapan IPE berdasarkan Jurusan Mean SD Kesiapan (Pr. Keperawatan 62,19 5,372 Kebidanan 65,05 6,225 0,001 Gizi 59,10 4,381 TLM 45,24 14,526 Kesiapan Keperawatan 65,05 4,511 (Pos. Kebidanan 67,19 5,446 0,001 Gizi 59,90 4,194 TLM 46,43 14,985 * Uji Kruskal Wallis Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 4 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Tabel menunjukkan kesiapan mahasiswa Jurusan Kebidanan sebelum diberikan sosialisasi memiliki nilai mean paling tinggi yaitu 65,05. Jurusan Keperawatan 62,19. Jurusan Gizi 59,10 dan yang paling rendah Jurusan TLM 45,24. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan nilai p . < 0,05 yang berarti ada perbedaan mean yang bermakna kesiapan IPE sebelum diberikan sosialisasi pada keempat jurusan. Tabel 2 juga menunjukkan nilai mean untuk kesiapan IPE setelah diberikan Nilai tertinggi adalah Jurusan Kebidanan dengan nilai 67,19, diikuti Jurusan Keperawatan 65,05. Jurusan Gizi 59,90, dan Jurusan TLM 46,43. Uji beda dengan Kruskal Wallis, nilai p . < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan kesiapan IPE setelah diberikan sosialisasi pada keempat jurusan. Hasil uji beda untuk melihat pengaruh sosialisasi terhadap kesiapan IPE disajikan pada tabel 3 berikut. Tabel 3. Pengaruh Sosialisasi terhadap Kesiapan IPE Kesiapan (Pr. - Negative Kesiapan (Pos. Rank Positive Ties Total *Uji Wilcoxon Tabel 3 menunjukkan terdapat 63 responden yang memiliki peningkatan nilai kesiapan IPE, 17 orang responden yang memiliki jumlah nilai tetap karena nilai kesiapan sebelum diberikan sosialisasi sudah berada pada nilai maksimal. Terdapat juga 4 pengurangan nilai yang bisa disebabkan karena adanya masalah jaringan pada saat responden mengisi kuesioner online. Hasil JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 uji Wilcoxon menunjukkan nilai p . < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang bermakna antara kesiapan IPE sebelum dengan kesiapan IPE setelah diberikan sosialisasi pada mahasiswa 4 Jurusan Poltekkes Kemenkes Kendari. PEMBAHASAN Kesiapan mahasiswa terhadap IPE sebelum diberikan sosialisasi menunjukkan adanya perbedaan mean yang bermakna kesiapan IPE sebelum diberikan sosialisasi pada keempat jurusan dibuktikan melalui uji Kruskal Wallis dengan nilai p . < 0,05. Nilai mean paling tinggi berasal dari mahasiswa Jurusan Kebidanan yaitu 65,05, diikuti oleh Jurusan Keperawatan 62,19. Jurusan Gizi 59,10 dan yang paling rendah Jurusan TLM 45,24. Hasil setelah diberikan sosialisasi juga menunjukkan nilai tertinggi dari Jurusan Kebidanan dengan nilai 67,19, diikuti Jurusan Keperawatan 65,05. Jurusan Gizi 59,90, dan Jurusan TLM 46,43. Uji beda dengan Kruskal Wallis, nilai p . < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan kesiapan IPE setelah diberikan sosialisasi pada keempat jurusan. Kesiapan mahasiswa sangat penting dalam implementasi pembelajaran secara Riwayat IPE mahasiswa akan mendorong timbulnya kesiapan dalam melaksanakan kolaborasi interprofesional daripada mahasiswa yang sama sekali tidak pernah menerima informasi terkait IPE sebelumnya (Hapsara and Fuadah, 2014. Silalahi, 2. Terkait kesiapan, mahasiswa Jurusan Kebidanan merupakan kelompok yang paling siap mendapatkan IPE jika dilihat berdasarkan nilai mean tertinggi sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi. Namun tidak menutup peluang juga bagi Jurusan lain karena hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan persepsi dan kesiapan mahasiswa di setiap jurusan setelah diberikan sosialisasi, sehingga sosialisasi Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 5 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index ataupun pengenalan tentang IPE menjadi hal yang sangat penting dalam membangun persepsi positif dan kesiapan mahasiswa dalam mengikuti program IPE. Kesiapan kemampuan mereka untuk mengantisipasi situasi yang akan dialami, yang akan Kesiapan yang tinggi mahasiswa mencerminkan kesadaran siswa tentang tantangan pendidikan dan klinis IPE (Al-Eisa et al. , 2016. Riduan. Tjomiadi and Hermino, 2. Hasil penelitian ini penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukkan adanya kesiapan yang baik pada mahasiswa terhadap IPE (Al-Eisa et al. , 2. (Dewi et , 2. (Febriana, 2. Kesiapan mahasiswa memberikan dampak yang besar dalam implementasi Riwayat IPE pada siswa akan mendorong timbulnya kesiapan dalam melaksanakan kolaborasi interprofesional daripadasiswa yang sama sekali tidak pernah menerima IPE (Damayanti and Bachtiar, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Rasmita . bahwa sebagian besar kesiapan mahasiswa semester 1 terhadap IPE mempunyai kesiapan yang baik sebesar 83,33% dan hal ini juga didukung oleh pernyataan responden saat FGD. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 63 responden yang memiliki peningkatan nilai kesiapan IPE, 17 orang responden yang memiliki jumlah nilai tetap karena nilai kesiapan sebelum diberikan sosialisasi sudah berada pada nilai maksimal. Terdapat juga 4 pengurangan nilai yang bisa disebabkan karena adanya masalah jaringan pada saat responden mengisi kuesioner online. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p . < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang bermakna antara kesiapan IPE sebelum JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 dengan kesiapan IPE setelah diberikan sosialisasi pada mahasiswa 4 Jurusan Poltekkes Kemenkes Kendari. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Dewi et al. dan Sytsma. Haller. Youdas. Krause. Hellyer. Pawlina. , & Lachman, . yang mengungkapkan bahwa kesiapan siswa secara keseluruhan untuk IPE juga cenderung positif. Sesuai dengan konsep kesiapan Parsell and Bligh . yang dirangkum dalam RIPLS, komponen kesiapan terhadap IPE ada tiga hal penting, yaitu identitas masing-masing profesi, teamwork, dan peran dan tanggung jawab (Anwar and Wulandari, 2020. Prilianda and Dewi, 2. Kesiapan pembelajaran IPE dan IPC sebagian besar dalam kategori baik dalam penelitian dapat diartikan bahwa mahasiswa mampu melakukan profesi, siap dalam melakukan perawatan kepada pasien/ klien/ keluarga/ masyarakat sebagai pusatnya, mampu mengklarifikasi peran masing-masing, mampu untuk melakukan bekerja sama dengan anggota tim, mampu menyesuaikan diri dengan kepemimpinan kolaborasi dan mampu Penelitian ini memperlihatkan bahwa mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kendari dapat dinyatakan siap menghadapi tantangan pembelajaran IPE. Pengenalan IPE sebaiknya dilakukan sebelum diberikan pelatihan sehingga mahasiswa siap dalam berkolaborasi (Rasmita, 2. Hal tersebut juga sesuai dengan penelitian ini karena sosialisasi yang diberikan kepada mahasiswa terbukti dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam pembelajaran IPE dan berkolaborasi. Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 6 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kesimpulan penelitian adalah kesiapan mahasiswa menunjukkan perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi pada keempat jurusan. Penelitian juga memperlihatkan terdapat perbedaan kesiapan IPE sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi IPE sehingga ada pengaruh sosialisasi terhadap kesiapan mahasiswa dalam pembelajaran IPE. Saran Institusi pendidikan dapat menjadikan sosialisasi IPE sebagai agenda rutin pada mahasiswa baru dan mulai mempersiapkan sarana, prasarana dan sumber daya yang ada untuk mendukung pengembangan kurikulum IPE maupun kegiatan kemahasiswaan yang memfasilitasi mahasiswa untuk belajar bekerjasama dan berkolaborasi dengan mahasiswa profesi kesehatan lain agar para lulusannya siap menjadi anggota tim interprofesi yang terampil bekerjasama dalam praktik IPC. KEPUSTAKAAN