Journal of Accounting and Business Issues (JABI) Volume 05 Nomor 01 Tahun 2025 Hal :16-34 https://ojs. id/index. php/jabi ISSN 2828-1411 THE INFLUENCE OF SOCIAL MEDIA MARKETING (INSTAGRAM) AND SERVICE QUALITY ON TOURIST INTEREST (Study on Kampung Ikan Lembah Tanjung. Subang Regenc. Devy Widya Apriandi1 Anjar Gustian Putra2 Estu WidarwatiA 1 STIE Sutaatmadja Subang. Indonesia 2 STIE Sutaatmadja Subang. Indonesia A STIE Sutaatmadja Subang. Indonesia anjargustianputra@gmail. com1devyapriandi8@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRACT Histori Artikel : Tgl. Masuk : 20-11-2025 Tgl. Diterima : 20-11-2025 Tersedia Online : 30-11-2025 Keywords: The development of social media, particularly Instagram, has provided new opportunities for the tourism sector to promote destinations more widely and effectively. The Fish Village of Tanjung Valley in Subang Regency is one of the tourist destinations that utilizes social media to introduce its uniqueness and natural potential. This research aims to determine the impact of Social Media Marketing through the Instagram platform and service quality on tourists' interest in visiting. The method used in this study is an explanatory survey method, with descriptive and verificative research types. The population in this study consists of tourists from Subang Regency and outside Subang who have visited the tourist attraction Kampung Ikan Lembah Tanjung Subang using Instagram social media. The sampling technique used is nonprobability sampling with a purposive sampling method. Data collection was done by distributing questionnaires to 107 respondents, namely Subang tourists who have visited the tourist attraction Kampung Ikan Lembah Tanjung Subang using Instagram. The results of this research indicate that Social Media Marketing and Service Quality have a significant impact on Visit Intention both partially and simultaneously. The recommendation for the company is for Instagram account managers to be more active in responding to the audience and to hold interactions such as Q&A or polling. In the dimension of Responsiveness within Service Quality, individual attention from employees still needs to be improved through training and adding staff during busy The indicator of preferential interest in Visit Intention is also low, therefore, strategies to strengthen the unique appeal of the destination are needed. Social Media Marketing Service Quality Interest in Visiting PENDAHULUAN Pariwisata pada dasarnya adalah kegiatan berpergian yang dilakukan dalam rentang waktu tertentu, untuk jangka pendek maupun jangka panjang, dan dari satu tempat ke tempat lain tanpa tujuan (Iswidyamarsha & Dewantara, 2. Pariwisata memiliki potensi besar sebagai alat penggerak pembangunan, karena mampu mendorong pertumbuhan dan diversifikasi ekonomi, mengurangi tingkat kemiskinan serta menciptakan keterkaitan yang saling menguntungkan dengan sektor produksi dan jasa lainnya. Daerah yang menyadari potensi pariwisata yang Volume 05. No. 01 Ae dimilikinya akan merasakan berbagai manfaat ekonomi yang signifikan. Menurut teori, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi ketertarikan seseorang pada suatu hal. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Schiffman & Kanuk . , faktor-faktor tersebut dibagi menjadi 2 kategori yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor internal adalah faktor yang muncul dari dalam diri seseorang sebagai rangsangan internal yang mendorong tindakan, dipengaruhi oleh stimulus dan perasaan positif terhadap produk atau jasa (Kotler. Sementara faktor eksternal meliputi faktor luar seperti faktor sosial, strategi pemasaran Perusahaan dan faktor budaya sosial (Schiffman & Kanik, 2. Survei Desma Center . menunjukkan minat wisatawan domestik ke desa wisata sangat tinggi . %), meski 82% masih memiliki pemahaman beragam tentang konsep desa wisata. Banyak yang melihatnya sebagai kawasan wisata dengan fasilitas, bukan pengalaman budaya dan kehidupan desa. Organisasi Pariwisata Dunia mendefinisikan desa menawarkan pengalaman alam, budaya, pertanian, dan kehidupan desa. Aktivitas yang paling diminati adalah menikmati pemandangan, budaya lokal, kuliner tradisional, bermain di sungai, dan berburu Sebanyak 69% wisatawan memilih bermalam, terutama usia 18Ae35 tahun yang lebih suka penginapan tradisional atau homestay, sementara glamping hanya diminati 7%. Kota Subang, menjadi salah satu daerah yang kaya akan keindahan alam dan potensi wisata. Terkenal dengan hasil pertaniannya, terutama nanas dan padi. Subang kekayaan agraris tetapi juga pesona wisata yang memikat. Salah satu aspek Subang pengembangan desa-desa wisata yang mengangkat budaya lokal, keindahan alam dan kearifan lokal sebagai daya tarik Grafik 1 Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Objek Wisata (Oran. Kabupaten Subang, 2021-2023 Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat, 2025 Grafik Kabupaten Subang dari tahun 2021 Berdasarkan data, terlihat bahwa wisatawan nusantara mendominasi wisatawan mancanegara. Pemasaran melalui media sosial adalah suatu strategi yang mendorong individu atau pelaku usaha untuk mempromosikan produk dan layanan mereka melalui platform sosial online. Strategi ini memanfaatkan kekuatan komunitas digital yang luas, yang memiliki potensi lebih besar dalam menjangkau pasar dibandingkan metode periklanan Menurut Budianto . dalam (Nugraha & Adialita, 2. , pemasaran produk atau layanan yang dilakukan melalui pihak ketiga yang menggunakan gambar, informasi, dan video yang terkait dengan produk atau layanan yang sedang dijual didefinisikan sebagai Social Media Marketing (SMM). Hasil analisis yang telah dilakukan oleh situs terkemuka di Indonesia. Cuponation. Indonesia menempati peringkat keempat dunia dalam jumlah pengguna aktif Instagram, yaitu sebanyak 56 juta orang atau sekitar 20,97% dari populasi, serta 120 juta pengguna Facebook atau sekitar 44,93% (Wardani, 2. Berdasarkan laporan Stelzner . Facebook masih . Journal of Accounting and Business Issues (JABI) menjadi platform media sosial terbaik untuk kegiatan pemasaran dengan indeks 61%, disusul oleh Instagram di posisi kedua dengan indeks 14%. Grafik 2 Data Pengguna Instagram di Indonesia 2019 - 2024 Sumber: Napoleoncat, 2025 Berdasarkan diketahui bahwa Indonesia memiliki 90 juta pengguna instagram. Keberhasilan ini dari bulan ke bulan meningkatkan penggunaan platform berbagi foto ini. Ada berbagai alasan mengapa instagram merupakan media yang tepat untuk mempromosikan menjual produk. Pertama, perusahaan dapat menunjukkan foto/video dari produknya beserta deskripsi singkat yang dapat digunakan untuk menjelaskan produk yang ditawarkan. Selain itu. Instagram juga memiliki fitur lain seperti Instagram ads yang sudah ada sejak Oktober 2013, yang dapat digunakan untuk mempromosikan produk. Menurut (Budi Sukmalengkawati, 2. Melalui promosi di media sosial, perusahaan dapat dengan mudah menampilkan daya tarik dan keunggulan yang dimilikinya, sekaligus memperluas jangkauan pasar secara lebih Namun, di balik upaya promosi memperhatikan aspek penting lainnya, yaitu kualitas pelayanan. Hal ini telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020. Bab i. Bagian Keempat. Paragraf 13. Pasal 26 Ayat 1 poin d, yang menyebutkan bahwa perusahaan wajib memberikan rasa nyaman, keramahan serta menjamin keamanan dan keselamatan wisatawan. Aspek-aspek ini sangat penting karena mutu pelayanan yang baik akan seseorang untuk berkunjung. Kualitas layanan adalah penilaian dari konsumen terhadap kelebihan atau keunggulan suatu pelayanan yang mereka Ketika pelanggan mendapatkan pengalaman yang memuaskan, mereka cenderung memiliki pandangan positif terhadap penyedia layanan tersebut, yang pada akhirnya dapat membangun loyalitas pelanggan (Khoo 2. Pendukung mendefinisikan kualitas layanan sebagai penaggan terhadap layanan dan persepsi mereka tentang layanan actual yang dialami (Parasuraman et al. , 1. (Eunice Fay Amissah, et al 2. Mereka menganggap konsep tersebut sebagai faktor mendasar bagi keberhasilan bisnis berbasis layanan apa pun. Konsep ini sangat relevan dengan insdustri pariwisata dan perhotelan karena Sebagian besar berbasis jasa. Yang mendasari konsep ini adalah gagasan bahwa kualitas layanan Keramahan pelaku wisata dan masyarakat lokal sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan. Pengelola desa wisata perlu menerapkan konsep TERRA, yang mencakup: Tangible . ualitas fasilita. Empathy . eramahan dan perhatia. Reliability . ayanan yang Responsiveness . etanggapan dalam melayan. , dan Assurance . engetahuan serta jaminan keamanan bagi wisatawa. (Ipol. id, 2. Menurut Kemenparekraf melalui program ADWI 2024, terdapat empat klasifikasi desa wisata: Desa Wisata Rintisan pengembangan pariwisata. Desa Wisata Berkembang pengelolaan stabil. Desa Wisata Maju yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dengan fasilitas memadai, serta Desa Wisata Mandiri yang telah Volume 05. No. 01 Ae matang dan diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. Kampung Ikan Lembah Tanjung Kampung Tanjung. Tanjungsiang. Subang. Jawa Barat 41284, dan beroperasi 24 jam. Destinasi ini menawarkan aktivitas seperti berkemah di area yang dipadukan dengan kolam ikan air tawar, saung untuk bersantai sambil memberi makan ikan, serta fasilitas berenang dari sumber mata air alami (Benpas Subang, 2. Kampung Ikan Lembah Tanjung Subang, saat ini berstatus sebagai desa wisata berkembang dan menerapkan konsep Community Based Tourism (CBT) dengan melibatkan masyarakat dalam Desa ini memiliki ciri khas pedesaan, tradisi dan budaya yang masih terjaga, makanan khas, sistem pertanian tradisional, serta kelestarian alam yang menjadi daya tarik utamanya. Gambar 1 Hasil VOSviewer Network Visualization Sumber: Peneliti, 2025 Visualisasi jaringan menunjukkan adanya keterkaitan yang kuat antara topiktopik tersebut, sehingga menunjukkan bahwa penelitian di bidang pariwisata minat,pemasaran media sosial dan kualitas layanan. Adapun penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Ayu Rotua Limbong . dengan judul AuPengaruh Social Media Marketing. Citra Destinasi dan Daya Tarik Terhadap Minat Berkunjung Wisata Lembah Pelangi BatamAy menunjukkan hasil bahwa pemasaran melalui media sosial memiliki dampak positif dan signifikan terhadap minat kunjungan . wisatawan ke Lembah Pelangi. Selain itu, persepsi positif terhadap citra destinasi memberikan pengaruh signifikan terhadap keinginan berkunjung wisatawan. Secara keseluruhan, ketiga variabel tersebut yaitu Social Media Marketing. Citra Destinasi dan Daya Tarik secara bersama-sama berkontribusi dalam membentuk minat wisatawan untuk mengunjungi Lembah Pelangi. Namun, terdahulu dengan judul AuPengaruh social media marketing dan destination image terhadap intention to visit the destinationAy. Hasil penelitian yang dilakukan Rasmana . menunjukkan bahwa Social Media Marketing memberikan pengaruh positif terhadap citra destinasi. Namun, tidak secara langsung memengaruhi minat seseorang untuk mengunjungi destinasi Sementara itu, citra destinasi terbukti memiliki pengaruh yang positif terhadap niat berkunjung wisatawan ke tempat tersebut Berdasarkan hal tersebut, peneliti merasa tertarik untuk mengembangkan serta memperluas kajian dari penelitianpenelitian Penelitian menghadirkan unsur kebaruan novelty yang terletak pada penambahan variabel Kualitas Pelayanan sebagai faktor yang Selain itu, objek penelitian difokuskan pada Destinasi Wisata Kampung Ikan Lembah Tanjung, yang berlokasi di Subang. Pada penelitian ini peneliti menambahkan variabel kualitas pelayanan karena Kualitas pelayanan pengalaman yang positif bagi wisatawan, meningkatkan tingkat kepuasan serta membangun loyalitas yang berdampak kunjungan ulang. Aspek-aspek pelayanan, seperti keramahan, ketepatan waktu, kenyamanan serta ketersediaan fasilitas yang memadai, merupakan faktor penting dalam menciptakan kesan yang baik dan berkelanjutan. Selain itu, pelayanan yang optimal juga berkontribusi dalam meningkatkan citra destinasi wisata serta daya saing di tengah persaingan . Journal of Accounting and Business Issues (JABI) Oleh karena itu, peneliti tertarik pengaruhnya terhadao minat kunjungan konsumen, sehingga ditetapkan judul penelitian PENGARUH SOSIAL MEDIA MARKETING (INSTAGRAM) DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT BERKUNJUNG WISATAWAN (Survei pada Pengunjung Kampung Ikan Lembah Tanjung Suban. Tujuan penelitian ini didasarkan pada fenomena masalah yang ada, apakah dengan adanya social media marketing dan kualitas pelayanan dapat berpengaruh terhadap minat berkunjung wisatawan yang di lakukan oleh Kampung Ikan Lembah Tanjung Subang. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka Bagaimana Social Media Marketing (Instagra. Kampung Ikan Lembah Tanjung Subang? Bagaimana Kualitas Pelayanan pada Kampung Ikan Lembah Tanjung Subang? Bagaimana Minat Berkunjung Wisatawan pada Kampung Ikan Lembah Tanjung Subang? Bagaiaman Pengaruh Sosial Media Marketing (Instagra. dan Kualitas Pelayanan terhadap Minat Berkunjung Wisatawan Kampung Ikan Lembah Tanjung Subang secara Parsial dan Simultan? Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini yaitu sebagai berikut : Untuk mengetahui bagaimana Sosial Media Marketing (Instagra. pada Kampung Ikan Lembah Tanjung Untuk mengetahui bagaimana Kualitas Pelayanan Kampung Ikan Lembah Tanjung Subang Untuk mengetahui bagaimana Minat Berkunjung Wisatawan pada Kampung Ikan Lembah Tanjung Subang Untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Sosial Media Marketing (Instagra. Kualitas Pelayanan Minat Berkunjung Wisatawan Kampung Ikan Lembah Tanjung Subang secara Parsial dan Simultan Manfaat Penelitian Teoritis Penelitian ini memberikan pemahaman hubungan antara social media marketing, kualitas pelayanan, dan minat berkunjung. Hasilnya diharapkan memperkaya literatur dan wawasan terkait faktor yang memengaruhi keputusan Praktis . Bagi Penulis Memberikan pengalaman langsung dalam pelaksanaan penelitian, mulai dari perencanaan, hingga penyusunan laporan, serta pemahaman tentang konsep dan . Bagi Pengelola Kampung Ikan Lembah Tanjung Menjadi marketing dan kualitas pelayanan dengan strategi yang lebih efektif, sehingga dapat menambah jumlah keberlanjutan usaha. Bagi Pemerintah Kabupaten Subang Memberikan untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan sesuai Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2022 dan Peraturan Bupati Nomor 340 Volume 05. No. 01 Ae Tahun 2022. Hasil penelitian ini pertimbangan strategi promosi, pengelolaan desa wisata berbasis potensi lokal, guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan KERANGKA TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Manajemen Pemasaran Manajemen pemasaran merupakan mencapai tujuan organisasi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Proses ini dilakukan dengan cara memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan serta menyesuaikan strategi dengan kondisi lingkungan bisnis yang sedang dihadapi (Fatma et al. , 2. Perilaku Konsumen Perilaku konsumen mengacu pada aktivitas yang dilakukan oleh individu, kelompok dan organisasi dalam proses memilih, membeli, menggunakan, hingga membuang atau mengelola produk, layanan, gagasan, maupun pengalaman. Seluruh tindakan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka (Kotler dan Keller. , 2. Minat Berkunjung Wisatawan Minat berkunjung pada dasarnya merupakan dorongan atau keinginan dalam diri seseorang untuk mendatangi sebuah destinasi wisata yang dianggap menarik, biasanya dengan tujuan untuk bersantai, berlibur atau mencari hiburan (Nugraha & Soleha, 2. Adapun 3 dimensi minat berkunjung dijelaskan dalam buku (Middleton & Morgan, 2. yaitu Pengenalan Masalah (Problem Recognitio. Pengumpulan Informasi (Information Gatherin. dan Evaluasi (Evaluatio. Dikarenakan minat berkunjung dapat disamakan dengan minat beli,maka . indikator yang dipergunakan menjadi (Nugraha & Adialita, 2. mengungkapkan indikator dari minat Minat transaksional. Minat referensial. Minat preferensial. Minat eksploratif. Digital Marketing Digital marketing dapat diartikan sebagai suatu pendekatan strategis dalam aktivitas pemasaran yang menggunakan jaringan internet dan berbagai media digital untuk memperlancar interaksi serta komunikasi dengan calon konsumen melalui siaran daring (Amrita. Ayu. Dwika. Social Media Marketing Social Media Marketing merupakan memanfaatkan jaringan sosial berbasis internet, dengan tujuan mendukung kegiatan pemasaran digital dan menjadi bagian dari lingkup pemasaran media sosial (Sholikha, 2. Menurut (Aji et al. , 2. terdapat beberapa dimensi yang digunakan untuk mengukur pemasaran media sosial yaitu. Hiburan (Entertainmen. Interaksi (Interactio. Trendi (Trendines. Kustomisasi (Customizatio. Iklan (Advertisin. Adapun beberapa indikator yang dapat digunakan dalam mengukur social media marketing menurut (Aji et al. , 2. Kesenangan berinteraksi. Daya tarik konten. Kemudahan berbagi informasi. Kemudahan menyampaikan pendapat. Keaktualan konten. Interaksi yang trendi. Kesesuaian informasi. Akses informasi yang mudah. Daya tarik iklan. Iklan meningkatkan ketertarikan. Service Marketing Service marketing merujuk pada suatu bentuk aktivitas atau tindakan yang dapat diberikan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang secara umum bersifat tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan atas suatu objek fisik (Tjiptono, 2019:. Journal of Accounting and Business Issues (JABI) Kualitas Pelayanan Kualitas pelayanan merupakan hasil dari proses evaluative yang dilakukan oleh pelanggan dengan membandingkan harapan awal terhadap jasa yang diinginkan dengan pengalaman nyata yang mereka peroleh selama menerima layanan tersebut (Apriyanti, 2. Kualitas pelayanan merupakan suatu konsep yang fokus pada evaluasi konsumen terhadap layanan yang diterima, berdasarkan lima dimensi fisik dan kinerja layanan. Menurut (Bulut & Ulema, 2. terdapat lima dimensi kualitas pelayanan. Daya tanggap (Responsivenes. Reliabilitas (Reliabilit. Karakteristik Fisik (Physical Empati (Emphat. Jaminan (Assuranc. Terdapat beberapa indikator dalam mengukur Kualitas pelayanan , menurut (Bulut & Ulema, 2. ada 12 komponen yang dapat dijadikan sebagai indikator Kualitas Pelayanan yaitu. Kesediaan karyawan dalam memberikan layanan. Kesopanan Perhatian individual karyawan kepada pelanggan. Layanan yang cepat. Sikap karyawan yang meyakinkan dalam penyelesaian masalah. Memberikan layanan sesuai waktu yang dijanjikan. Fasilitas fisik yang menarik. Kecukupan ukuran/jumlah area umum . empat parkir mobil, toile. Kepedulian karyawan terhadap kebutuhan pelanggan. Kelengkapan dan ketepatan layanan. Keakuratan catatan akun Kecukupan pencegahan keamanan. Kerangka Pemikiran Gambar 2 Kerangka Pemikiran Sumber: (Musnaini et al. , 2. (Sholikha, 2. , (Adinda. Pangestuti, 2. , (Moslehpour et al. , 2. Pengembangan Hipotesis Hubungan Social Media Marketing (Instagra. terhadap Minat Berkunjung Wisatawan Menurut Nugraha & Adialita . SMM Instagram berkontribusi terhadap peningkatan minat wisatawan untuk mengunjungi destinasi di Kota Bandung. Namun demikian, diantara seluruh dimensi SMM, hanya dimensi komunikasi yang menunjukkan pengaruh berkunjung, dengan asumsi bahwa dimensi lainnya dianggap konstan. H1: Social Media Marketing (Instagra. Terhadap Minat Berkunjung Wisatawan Hubungan antara Kualitas Pelayanan terhadap Minat Berkunjung Wisatawan Penelitian yang dilakukan oleh Sumiyarsih Prihatnawan . menyatakan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh terhadap minat berkunjung wisatawan di desa wisata kawasan Balkondes Borobudur, artinya semakin berkualitas layanan yang diberikan akan H2: Volume 05. No. 01 Ae Kualitas Pelayanan Minat Wisatawan Berpengaruh Berkunjung Hubungan Social Media Marketing (Instagra. dan Kualitas Pelayanan terhadap Minat Berkunjung Wisatawan Berdasarkan dilakukan oleh (Juliana et al. , 2. hasil analisis data diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Pemasaran Media Sosial dengan Minat Berkunjung. Penelitian ini sejalan dengan Budi & Sukmalengkawati . , yang menunjukkan melalui hasil analisis korelasi bahwa promosi melalui media mempunyai pengaruh yang positif terhadap minat berkunjung wisatawan. H3: Social Media Marketing (Instagra. dan Kualitas Pelayanan terhadap Minat Berkunjung Wisatawan Secara Parsial dan Simultan. Gambar 3 Model Penelitian Hipotesis Sumber: Dikembangkan dari (Nugraha & Adialita, 2. , (Dewi, 2. , (Abineno,2. , (Tehamen et al. , 2. (Sumiyarsih & Prihatnawan, 2. METODOLOGI PENELITIAN Objek Penelitian Suharsimi Arikunto . 0, hlm. menjelaskan bahwa objek penelitian merupakan fokus utama dari penelitian, yaitu elemen inti dari masalah yang diteliti. Berdasarkan pemahaman mengenai objek penelitian sebagai elemen yang menjadi fokus utama memperoleh data, maka objek penelitian yang diteliti adalah AuPengaruh Social Media Marketing dan Kualitas Pelayanan terhadap Minat Berkunjung Wisatawan (Studi pada . Wisatawan di Kampung Ikan Lembah Tanjung Suban. Ay Penelitian ini mengkaji beberapa variabel utama sebagai berikut: X1: Social Media Marketing X2: Kualitas Pelayanan Y: Minat Berkunjung Wisatawan Unit Analisis Unit analisis penelitian ini yaitu Destinasi Wisata Kampung Ikan Lembah Tanjung. Kecamatan Tanjung Siang Kabupaten Subang. Metode Penelitian Berdasarkan tujuannya peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode Explanatory Research dengan tipe penelitian deskriptif verifikatif. Explanatory Research merupakan metode yang digunakan untuk menguraikan posisi setiap variabel yang sedang diteliiti dan hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Penelitian deskriptif adalah jenis penelitiian yang dilakukan menggambarkan secara sistematik dan akurat mengenai populasi atau bidang yang sedang diteliti (Sujarweni, 2. Menurut (Oscar & Sumirah, 2. metode penelitian yang digunakan untuk menguji adanya hubungan sebab-akibat antar variabel dengan cara mengajukan dan menguji hipotesis. Proses ini dilakukan melalui analisis statistik, sehingga hasil akhirnya dapat menunjukkan apakah hipotesis yang diajukan dapat diterima atau justru ditolak berdasarkan data yang Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif, yaitu data yang disajikan dalam bentuk angka. Data ini biasanya dikumpulkan langsung dari lapangan atau bisa juga berasal dari data kualitatif yang kemudian dikonversi ke dalam bentuk angka agar dapat dianalisis secara statistik (Ramdhan, 2. Sumber data pada penelitian ini digunakan data primer dan sekunder . Journal of Accounting and Business Issues (JABI) berupa penyebaran kuesioner secara online kepada masyarakat Kabupaten Subang. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data pada kuesioner kepada para responden, melalui observasi secara online, juga studi Populasi dan Sampel Populasi merujuk pada seluruh unsur yang menjadi bagian dari suatu penelitian, baik itu objek maupun subjek, yang memiliki ciri atau karakteristik tertentu sesuai dengan fokus penelitian yang sedang dilakukan (Amin et al. , 2. Pada penelitian ini, populasi yang dipilih yaitu wisatawan Kabupaten Subang dan luar Kabupaten Subang yang pernah berkunjung ke objek wisata Kampung Ikan Lembah Tanjung Subang menggunakan social media Instagram. memberikan rekomendasi ukuran sampel untuk penelitian, sebagai berikut: Jumlah sampel sebanyak 30 Ae 500 sesuai untuk sebagian besar Apabila sampel dibagi dalam kategori, setiap kategori harus memiliki minimal 30 anggota Untuk analisis multivariat . eperti kolerasi atau regresi bergand. , jumlah sampel minimal adalah 10 kali jumlah variabel yang diteliti. Dengan 3 variabel, minimal diperlukan 30 sampel. Untuk sederhana atau ketat, ukuran sampel antara 10 sampai 20. Terdapat tiga variabel pada penelitian ini, sehingga minimal diperlukan 30 sampel, oleh karena itu jumlah sampel yang digunakan tidak kurang dari 30 pengunjung dengan mempertimbangkan waktu pengerjaan. Berdasarkan teori diatas maka sampel penelitian ini mengambil 107 responden yang pernah berkunjung ke objek wisataa Kampung Ikan Lembah Tanjung Subang. Skala Pengukuran Variabel Variabel Bebas (Independent Variabl. Variabel Bebas dalam penelitian ini adalah Social Media Marketing dan Kualitas Pelayanan Variabel Terikat (Dependent Variabl. Variabel Terikat dalam penelitian ini adalah Minat Berkunjung Wisatawan. Penelitian ini menggunakan jenis data interval. Menurut (Husnul dkk. , 2. data interval adalah jenis data yang disusun berdasarkan urutan angka dengan jarak yang sama antar kategori. Responden diminta untuk memilih salah satu jawaban dari pilihan yang telah disiapkan dalam kuesioner. Penentuan kelas interval dilakukan berdasarkan nilai tertinggi dan terendah dari kuesioner untuk setiap variabel, yang dihitung dengan jumlah indikator, serta nilai skor maksimum dan minimum dari variabel X Tabel 1 Bobot Nilai Skala Numerik Bobot Skor Keterangan Sangat Tidak Baik Tidak Baik Cukup Tidak Baik Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik Sumber: Data diolah oleh penulis, 2025 Jawaban dari masing-masing butir pertanyaan diberi skor atau nilai dengan kriteria diatas, hasil perhitungan kuesioner dari variabel X dan Y dijumlahkan untuk mengetahui apakah telah memenuhi penggunaan kelas interval. Penentuan kelas interval ini didasarkan pada nilai tertinggi dan terendah dari kuesioner untuk masing-masing variabel, yang dihitung dengan mengalikan jumlah responden, jumlah indikator serta skor maksimum dan minimum dari variabel X dan Y. Volume 05. No. 01 Ae Teknik Analisis Data Uji Validitas Menurut Ghozali, . dalam Nuraini & Evianah, . uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana sebuah kuesioner dapat dipercaya atau Kuesioner dikatakan valid jika setiap pertanyaan mampu menggambarkan hal yang akan diukur secara tepat. Uji Realibitas Menurut Aziky dan Masreviastuti . , uji reliabilitas merupakan cara untuk menilai konsistensi suatu angket yang terdiri dari indikator-indikator variabel atau konstruk tertentu. Angket dikatakan reliabel jika respon yang diberikan oleh responden terhadap pernyataan yang ada menunjukkan kestabilan dan konsistensi, artinya hasilnya tetap sama meskipun diukur pada waktu yang berbeda. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Menurut Ghozali . , terdapat dua cara yang dapat digunakan untk menilai normalitas residual, yaitu melalui analisis grafik dan analisis statistik. Uji Multikolinearitas Menurut Ghozali . tujuan dari uji multikolinearitas yaitu untuk menguji dalam model regresi apakah terdapat korelasi antar variabel bebas. Uji Heteroskedastisitas Menurut Ghozali . situasi Dimana varians residual dalam model regresi bersifat tidak konstan berbeda-beda. Sebaliknya, apabila varians residual konsisten, maka kondisi tersebut disebut sebagai Uji Hipotesis Analisis Regresi Linear Berganda Menurut Ghozali . , analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lain, serta untuk mengetahui bentuk . Uji Parsial (Uji . Menurut Ghozali . pada dasarnya, uji statistik t menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel penjelas/independen individual dalam menjelaskan variasi pada variabel dependen. Uji statistik t memiliki nilai signifikasi sebesar a 5%. Dalam penelitian ini uji t dilakukan Pengaruh Social Media Marketing dan Kualitas Pelayanan terhadap Minat Berkunjung Wisatawan. Uji Simultan (Uji F) Menurut Ghozali . uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen secara simultan memiliki pengaruh yang dependen, dengan tingkat signifikansi 5% atau 0,05. Jika hasil uji menunjukkan nilai signifikansi F lebih kecil dari 0,05 (Sig. F < 0,. , maka dapat disimpulkan jika variabel independen secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap variabel Namun, signifikansi lebih besar dari 0,05 maka signifikan secara simultan. Uji Koefisien Determinasi (R) Menurut Widarjono . Uji Koefisien Determinasi (R-Square. adalah sebuah metode statistik yang besarnya variabel Social Media Marketing (X. Kualitas Pelayanan (X. memengaruhi Minat Berkunjung Wisatawan menggunakan koefisien determinasi. Selain itu, uji koefisien determinasi juga bisa digunakan untuk mengukur seberapa baik garis regresi yang kita Jika koefisien determinasi (RSquar. mendekati satu . dalam suatu estimasi, itu menandakan bahwa variabel dependen telah dijelaskan dengan baik oleh variabel Dan sebaliknya, menjauhi angka satu . atau mendekati angka nol . , maka . Journal of Accounting and Business Issues (JABI) independen menjelaskan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Variabel penelitian ini yaitu Social Media Marketing (X. dan Kualitas Pelayanan (X. , sedangkan variabel dependen Minat Berkunjung (Y). Data disajikan secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif menggambarkan jawaban dari pernyataan responden, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil jawaban responden yang diolah menjadi angka atau statistik menggunakan program SPSS 25. Untuk menghitung nilai dari setiap variabel X dan Y, pernyataan dan jawaban responden dari kuesioner dikumpulkan dan diolah Numeric/Multiple Rating List Scale. Karakteristik Responden Dominasi kunjungan wisatawan pada destinasi wisata Kampung Ikan Lembah Tanjung. Subang yaitu didominasi oleh 18Ae25 pelajar/mahasiswa Kabupaten Subang dengan pendapatan < Rp 1. 000 per bulan, serta frekuensi kunjungan dibawah dua kali per tahun. Analisis Deskriptif Variabel Penelitian Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dari 107 responden, maka pada bagian ini akan dijelaskan mengenai hasil tanggapan dari responden terkait variabel-variabel yang diuji pada penelitian ini yaitu Social Media Marketing (X. Kualitas Pelayanan (X. dan Minat Berkunjung (Y). Tanggapan Responden mengenai Social Media Marketing (X. Tabel 2 Skor mengenai Variabel Social Media Marketing (X. Sumber: Data Diolah oleh penulis, 2025 Variabel Social Media Marketing (X. memiliki skor aktual 13. ,2%) dari skor ideal 14. 980, berada pada kategori Sangat Baik. Skor tertinggi terdapat pada pernyataan ke-10 . ,5%) dan terendah pada pernyataan ke-11 . ,4%). Hal ini menunjukkan bahwa strategi promosi melalui media sosial efektif menarik perhatian calon wisatawan, menyampaikan informasi, dan membentuk citra positif Kampung Ikan Lembah Tanjung. Volume 05. No. 01 Ae Tanggapan Responden variabel Kualitas Pelayanan (X. Tabel 3 Skor mengenai Variabel Kualitas Pelayanan (X. pada pernyataan ke-5 . ,6%). Tingginya minat ini mencerminkan keberhasilan Kampung Ikan Lembah Tanjung dalam membangun citra positif dan menarik ketertarikan wisatawan melalui daya tarik, informasi media sosial, dan pengalaman pelayanan langsung. Hasil Pengujian Instrumen Penelitian Uji Statistik Deskiptif Tabel 5 Statistic Deskriptif Sumber: Data Diolah oleh penulis, 2025 Variabel Kualitas Pelayanan (X. memiliki skor aktual 15. ,4%) dari skor ideal 17. 976, berada pada kategori Sangat Baik. Skor tertinggi terdapat pada pernyataan ke-4 . ,1%) dan terendah pada pernyataan ke-6 . ,4%). Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan di Kampung Ikan Lembah Tanjung telah menciptakan kenyamanan, kepuasan, dan meningkatkan loyalitas wisatawan. Tanggapan Responden Variabel Minat Berkunjung (Y) Tabel 4 Skor mengenai Variabel Minat Berkunjung (Y) Sumber: Data Diolah oleh penulis, 2025 Variabel Minat Berkunjung (Y) memiliki skor aktual 5. ,1%) dari skor ideal 5. 992, berada pada kategori Sangat Baik. Skor tertinggi terdapat pada pernyataan ke-1 . ,5%) dan terendah Sumber: Data SPSS Diolah oleh penulis. Data uji statistik deskriptif pada 15 menunjukan nilai rata-rata dan standar deviasi seluruh variabel penelitian pada wisatawan Kampung Ikan Lembah Tanjung yang berjumlah 115 orang, sesuai dengan tabel tersebut maka diketahui beberapa hal sebagai berikut: Variabel Minat Berkunjung menunjukkan jumlah sampel (N) ada 107, nilai rata-rata 49. dengan nilai standar deviasi Variabel Social Media Marketing menunjukkan jumlah sampel (N) ada 107, nilai rata-rata 124,24 dengan nilai standar deviasi Variabel Kualitas Pelayanan menunjukkan jumlah sampel (N) ada 107, nilai rata-ratanya 148. dengan nilai standar deviasi Journal of Accounting and Business Issues (JABI) Uji Validitas Tabel 6 Hasil Uji Validitas Variabel Social Media Marketing (X. Pada hasil tabel diatas terlihat bahwa seluruh nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel pada tingkat signifikansi 5% atau 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa seluruh item kuesioner pada variabel Kualitas Pelayanan (X. terbukti valid dan dapat digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. Tabel 8 Hasil Uji Validitas Variabel Minat Berkunjung (Y) Sumber: Data SPSS Diolah oleh penulis. Pada hasil tabel diatas terlihat bahwa seluruh nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel pada tingkat signifikansi 5% atau 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa seluruh item kuesioner pada variabel Social Media Marketing (X. terbukti valid dan dapat digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. Tabel 7 Hasil Uji Validitas Variabel Kualitas Pelayanan (X. Sumber: Data SPSS Diolah oleh penulis. Sumber: Data SPSS Diolah oleh penulis. Pada hasil tabel diatas terlihat bahwa seluruh nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel pada tingkat signifikansi 5% atau 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa seluruh item kuesioner pada variabel Minat Berkunjung (Y) terbukti valid dan dapat digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. Uji Reliabilitas Tabel 9 Hasil Uji Reliabilitas Sumber: Data SPSS Diolah oleh penulis. Hasil uji reliabilitas menggunakan SPSS 25 menunjukkan bahwa seluruh variabel dinyatakan reliable karena memiliki nilai CronbachAos Alpha Based on Standardized Items di atas 0,60. Variabel Social Media Marketing (X. memperoleh nilai 0,876. Kualitas Pelayanan (X. sebesar 0,911, dan Minat Berkunjung (Y) 0,799, instrumen penelitian dinyatakan reliable atau handal. Volume 05. No. 01 Ae Uji Asumi Klasik Uji Normalitas Grafik 3 Histogram Normalitas Sumber: Data SPSS Diolah oleh penulis. Berdasarkan grafik bahwa grafik di atas menunjukan pola yang membentuk seperti lonceng. sehingga data berdistribusi normal. Tabel 10 Hasil One-Sample Kolmogorov Smirnov Test Menurut tabel di atas, nilai Asymp. Sig . -taile. 0,200 > 0,05. Karena nilai tersebut lebih besar dari 0,05, yang merupakan batas signifikansi, dapat disimpulkan bahwa seluruh residual dalam model regresi ini berdistribusi normal dan memenuhi kriteria asumsi normalitas. Uji Multikolinieritas Tabel 11 Hasil Uji Multikolinearitas Grafik 4 Normal Probability Plot Sumber: Data SPSS Diolah oleh penulis, 2025 Dilihat dari grafik di atas, titik-titik tersebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis tersebut. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa data penelitian ini memenuhi uji normalitas sehingga dapat dianalisis menggunakan model regresi. Sumber: Data SPSS Diolah oleh penulis. Berdasarkan tabel nilai toleransi untuk Social Media Marketing (X. dan Kualitas Pelayanan (X. sebesar 0,359 > 0,10, dan nilai VIF ketiga variabel yaitu 2,787 < 10. Hal ini menunjukkan tidak adanya multikolinieritas antar variabel independent dalam model regresi. Journal of Accounting and Business Issues (JABI) Uji Heteroskedastisitas serta untuk mengkonfirmasi kebenaran Dalam hal ini, uji hipotesis dilakukan menggunakan program SPSS 25 dengan empat cara, yaitu koefisien determinasi (RA), uji parsial . , uji simultan . ji F) serta analisis regresi Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 13 Uji Regresi Linear Berganda Grafik 5 Scatterplot Sumber: Data SPSS Diolah oleh penulis. Berdasarkan hasil output pada grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik tersebar secara acak tanpa membentuk pola tertentu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model regresi yang heteroskedastisitas, sehingga persamaan regresi tersebut dapat digunakan. Tabel 12 Hasil Uji Spearman Rho Sumber: Data SPSS Diolah oleh penulis. Berdasarkan tabel diperoleh hasil bahwa nilai Sig. -taile. variabel Social Media Marketing 0. 633 lebih besar dari Kemudian nilai Sig. -taile. variabel Kualitas Pelayanan 0. 988 lebih besar dari 0. Berdasarkan hasil tersebut, data dalam penelitian ini tidak mengalami masalah heteroskedastisitas, karena nilai Sig. -taile. dari masingmasing variabel > 0. Hasil Uji Hipotesis Data Uji hipotesis dilakukan untuk pengaruh antara variabel yang diteliti. Sumber: Data SPSS Diolah oleh penulis. Y = 1 . X1 2 . X2 e Revisit Intention = 6,500 () 0,116 (Social Media Marketin. 0,195 (Kualitas Pelayana. Sehingga: Nilai konstanta () dalam penelitian ini adalah sebesar 6,350, yang berarti bahwa apabila nilai variabel Social Media Marketing (X. dan Kualitas Pelayanan (X. adalah 0, maka nilai Minat Berkunjung (Y) sebesar 6,350. Nilai koefisien regresi untuk variabel Social Media Marketing (X. adalah 0,106, yang berarti setiap peningkatan 1 pada nilai Social Media Marketing (X. akan memberikan tambahan nilai pada variable Minat Berkunjung (Y) sebesar 0,106. Nilai koefisien regresi untuk variable Kualitas Pelayanan (X. adalah 0,204, yang berarti setiap peningkatan 1 pada nilai Kualitas Pelayanan (X. akan memberikan tambahan nilai pada variabel Minat Berkunjung (Y) sebesar 0,204 Volume 05. No. 01 Ae Uji Parsial (Uji . Tabel 14 Hasil Uji Parsial (Uji . Sumber: Data SPSS Diolah oleh penulis. Berdasarkan menunjukan perumusan hipotesis sebagai Hasil pengujian hipotesis Social Media Marketing berdasarkan 24 menunjukan bahwa t hitung > t tabel yaitu 2,064 > 98282 dengan taraf signifikasi sebesar 0,042 < 0,05 yang berarti hipotesis diterima. Maka dapat dinyatakan bahwa Sosial Media Marketing (X. secara positif terhadap Minat Berkunjung (Y). H1: Social Media Marketig Minat Berkunjung. Diterima Hasil pengujian hipotesis Kualitas Pelayanan berdasarkan tabel 4. menunjukan bahwa t hitung > t tabel yaitu 5,104 > 1. 98282 dengan taraf signifikasi sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti hipotesis Maka dapat dinyatakan bahwa Kualitas Pelayanan (X. terhadap Minat Berkunjung (Y). H2: Kualitas Pelayanan Minat Berkunjung. Diterima . Uji Simultan (Uji F) Tabel 15 Hasil Uji Simultan (F) Sumber: Data SPSS Diolah oleh penulis. Berdasarkan tabel di atas hasil uji simultan atau uji F menunjukkan bahwa nilai F hitung dalam penelitian ini adalah 65,750 > 3,08 dengan nilai signifikasinya sebesar 0,000 < 0,05. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa Social Media Marketing dan Kualitas Pelayanan secara simultan berpengaruh terhadap Minat Berkunjung dalam penelitian ini H3: Social Media Marketing dan Kualitas Pelayanan berpengaruh terhadap Minat Berkunjung. DiterimaUji Koefisien Uji Koefisien Determinasi (RA) Tabel 16 Hasil Uji Koefisien Determinasi (RA) Sumber: Data SPSS Diolah oleh penulis. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai R square . oefisien determinas. yaitu sebesar 0,558 atau 55,8% yang berarti adanya hubungan (Minat Berkunjun. dengan variabel independen Social Media Marketing, dan Kualitas Pelayana. Sedangkan untuk hasil adjusted R square sebesar 0,550 atau 55,0% yang berarti bahwa terdapat pengaruh pada variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 55,0% yang artinya . % - 55,0% = 45,0%) dipengaruhi oleh variabel Ae Journal of Accounting and Business Issues (JABI) variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari analisis dan pembahasan mengenai Pengaruh Social Media Marketing, dan Kualitas Pelayanan Minat Berkunjung Pada Destinasi Wisata Kampung Ikan Lembah Tanjung, maka dapat disimpulkan hal-hal Social Media Marketing (X. pada destinasi wisata Kampung Ikan Lembah Tanjung termasuk dalam kategori sangat baik. Skor tertinggi berasal dari elemen keaktualan konten dengan nilai 693 . ,5%), yang mencerminkan bahwa konten yang selalu diperbarui dan relevan Hal ini berkontribusi audiens secara berkelanjutan dan menarik minat untuk berkunjung. Kualitas Pelayanan (X. pada destinasi wisata Kampung Ikan Lembah Tanjung juga termasuk dalam kategori sangat baik. Skor tertinggi berasal dari indikator kesopanan karyawan dengan nilai . ,1%). Temuan menunjukkan bahwa sikap ramah dan sopan dari karyawan berperan kepercayaan, kenyamanan, dan kepuasan pengunjung terhadap pelayanan destinasi. Minat Berkunjung (Y) wisatawan ke destinasi wisata Kampung Ikan Lembah Tanjung tergolong dalam kategori sangat baik. Indikator dengan skor tertinggi adalah minat transaksional, dengan nilai 685 . ,5%), yang mengindikasikan bahwa wisatawan tidak hanya memiliki ketertarikan emosional, tetapi juga kecenderungan nyata tersebut secara langsung. Berdasarkan hipotesis, terdapat pengaruh yang signifikan antara Social Media Marketing (X. dan Kualitas Pelayanan (X. terhadap Minat Berkunjung (Y) secara parsial maupun simultan. Uji parsial menunjukkan bahwa keduanya berpengaruh positif terhadap minat kunjung, sementara uji simultan (F tes. menghasilkan F hitung sebesar 65,750 > F tabel 3,080, dengan signifikansi 0,000 < 0,05, signifikan secara bersama-sama. Nilai Adjusted RA sebesar 0,550 . %) menunjukkan bahwa kedua variabel independen menjelaskan 55% dari variasi minat berkunjung, dipengaruhi oleh faktor lain di luar KETERBATASAN Berdasarkan pengalaman peneliti, terdapat beberapa keterbatasan dalam proses penelitian yang dialami, antara lain sebagai berikut: Penelitian ini hanya mengukur variabel Social Media Marketing (X. Kualitas Pelayanan (X. , dan Minat Berkunjung (Y) dalam konteks Kampung Ikan Lembah Tanjung, mempertimbangkan faktor lain seperti niat kunjungan kembali, harga tiket, aksesibilitas, atau persepsi keseluruhan terhadap Sampel penelitian yang terbatas pada wisatawan Kampung Ikan Lembah Tanjung mungkin tidak destinasi wisata lain, karena wisatawan yang mengunjungi destinasi ini bisa berbeda dengan wisatawan yang mengunjungi destinasi lain. Kesulitan mencari jurnal yang Volume 05. No. 01 Ae REFERENCES BUKU: Amrita. Ayu. Dwika. Digital Marketing: Teori. Implementasi dan Masa Depan Digital Marketing (Efitra . )). Jakarta: PT. Green Pustaka