Jagad Pustaka: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 3 No. Januari 2026 pISSN: 3032-4947 | eISSN: 3032-4823 Analisis Literasi Digital Guru SMP Negeri di Kecamatan Kandis Kamelia Hafsari*. Nining Sudiar. Hadira Latiar Universitas Lancang Kuning. Pekanbaru. Indonesia *Penulis Korespondensi: kameliahafsari03@gmail. ARTIKEL INFO Dikirim: 20 Januari 2026 Diterima: 30 Januari 2026 Diterbitkan: 31 Januari 2026 ABSTRAK Pendahuluan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis literasi digital guru SMP Negeri di Kecamatan Kandis berdasakan empat indikator yakni mengakses, menyeleksi, memahami, dan mendistribusi informasi yang bersumber dari media digital. Metode Pengumpulan Data. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan dokumentasi, dan angket. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah guru SMP Negeri yang terdapat pada tiga SMP Negeri di Kecamatan Kandis dengan jumlah 79 guru. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara rinci, indikator mengakses memperoleh skor . %), sedangkan indikator menyeleksi, masing-masing mendapatkan skor sebesar . %) dengan kategori sangat baik. Simpulan. Kemampuan literasi digital guru SMP Negeri di Kecamatan Kandis memiliki skor . %) yakni berada pada rentang 80 Ae 100% dengan kategori sangat baik. ABSTRACT Introduction. The purpose of this study is to analyze the digital literacy of public junior high school teachers (SMP Neger. in the Kandis District based on four indicators: accessing, selecting, understanding, and distributing information sourced from digital media. Data Collection Methods. This research employed a quantitative descriptive method, with data collection techniques including observation, documentation, and The population and sample consisted of teachers from three public junior high schools in the Kandis District, totaling 79 teachers. Result and Discussion. The results showed the accessing indicator scored 90%, while the selecting, understanding, and distributing indicators each scored 91%, all categorized as excellent. Conclusion. The digital literacy skills of these teachers reached a score of 91%, which falls within the 80Ae100% range and is categorized as excellent. Jagad Pustaka: https://journal. id/index. php/jp/ Kata kunci: literasi digital. Sekolah Menengah Pertama Keywords: digital literacy. junior high school Kamelia Hafsari. Nining Sudiar. Hadira Latiar. Analisis Literasi Digital PENDAHULUAN Dewasa ini kemajuan teknologi informasi dan komunikasi begitu masif terjadi di berbagai sektor, tidak terkecuali sektor pendidikan. Ragam informasi digital memberikan tantangan bagi para pendidik untuk melakukan perubahan dalam proses belajar mengajar (PBM). Model kegiatan belajar mengajar berubah sesuai perkembangan zaman, guru harus kreatif, inovatif, adaptif, dan cakap dalam memanfaatkan teknologi digital. Pembelajaran menggunakan perangkat digital menawarkan berbagai kemudahan bagi penggunanya. Terlepas dari hal tersebut, kualitas SDM dalam penggunaannya menjadi perhatian penting. Literasi digital merupakan keterampilan individu dalam mengakses, memilah, memahami, serta menyebarkan informasi yang bersumber dari media digital (Novitasari & Fauziddin, 2. Literasi digital memiliki banyak manfaat bagi masyarakat maupun dalam dunia pendidikan aktivitas mencari serta memahami informasi dapat memperluas pengetahuan dan meningkatkan kemampuan seseorang untuk berpikir lebih kritis serta memahami informasi dengan lebih mendalam. (Asnawati et al. , 2. Adapun bentuk dan contoh literasi digital dalam dunia pendidikan adalah komunikasi guru dan siswa melalui perangkat digital, mengirim tugas menggunakan e-mail, pembelajaran dengan cara online yakni mengunakan aplikasi maupun web (Asnawati et , 2. Dampak yang muncul saat individu tidak paham tentang literasi digital adalah penyebaran informasi palsu atau disebut dengan hoaks. Dampak lainnya adalah overload informasi contohnya banyaknya sumber belajar digital di dunia pendidikan yang menyebabkan siswa mengalami kebingungan dan kesulitan memahami materi sehingga waktu belajar jadi tidak efisien, contoh lainnya adalah siswa mencari referensi dari media sosial yang tidak terkurasi, hal ini akan beresiko bagi siswa yang hanya mendapatkan informasi salah atau menyelesasikan tugas tanpa pemahaman. Guru adalah salah satu elemen kunci yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekolah serta berbagai inovasi dalam pendidikan (Novitasari & Fauziddin, 2. Sehingga guru sebagai penyampai ilmu kepada siswa harus paham dan mampu memberikan pelajaran yang akurat guna menciptakan peserta didik yang Kehadiran teknologi informasi harus disertai dengan wawasan dan pemahaman pemberdayaannya. Guru dihadapkan pada berbagai tantangan dalam memenuhi kebutuhan informasi peserta didik. Kompetisi literasi digital merupakan bagian dalam literasi digital, karenanya kompetensi digital guru menjadi salah satu urgensitas yang harus dituntaskan. Guru yang memiliki literasi digital yang baik mampu meningkatkan kemampuannya serta menawarkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif sesuai kebutuhan peserta didik. Adapun contoh pembelajarran yang kreatif dan inovatif yang ditawarkan adalah guru memanfaatlan platform game atau kuis yang menarik untuk mengevaluasi pemahaman belajar siswa, sehingga siswa termotivasi dalam belajar adapun contoh game yang pernah digunakan adalah WordWall, tugas proyek kolaboratif menggunakan aplikasi digital, siswa akan dengan mudah mengerjakan tugas individu maupun kelompok secara bersamaan walaupun pada lokasi yang berbeda, dan berbagai pembelajaran menarik lainnya. Dari total 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri yang berada di Kecamatan Kandis, peneliti memilih tiga sekolah sebagai lokasi penelitian, yaitu SMP Negeri 1 Kandis. SMP Negeri 2 Kandis, dan SMP Negeri 6 Kandis. Pemilihan ketiga sekolah ini didasarkan pada beberapa pertimbangan akademik dan praktis yang mendukung relevansi serta kelayakan penelitian. Ketiga sekolah tersebut memiliki aksesibilitas yang baik dan jarak tempuh yang relatif dekat dengan lokasi tempat tinggal peneliti. Hal ini penting untuk menunjang efektivitas proses pengumpulan data, seperti observasi. Kamelia Hafsari. Nining Sudiar. Hadira Latiar. Analisis Literasi Digital penyebaran angket, dan wawancara, sehingga dapat dilakukan secara optimal dan efisien tanpa kendala transportasi atau waktu tempuh yang signifikan. Berdasarkan informasi awal dari pihak sekolah dan hasil observasi pendahuluan, ketiga sekolah tersebut telah menerapkan praktik literasi digital dalam kegiatan pembelajaran, meskipun pada tingkat dan intensitas yang bervariasi. Hal ini menjadikan SMP Negeri 1, 2, dan 6 Kandis sebagai subjek yang relevan dan representatif untuk mengkaji bagaimana literasi digital diimplementasikan oleh guru dalam konteks sekolah negeri di wilayah tersebut. Pemilihan ketiga sekolah ini juga mempertimbangkan adanya keragaman karakteristik guru dan latar belakang implementasi teknologi di masingmasing sekolah, yang memungkinkan peneliti memperoleh data yang lebih bervariasi dan komprehensif. Dengan demikian, hasil analisis yang diperoleh dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai tingkat literasi digital guru SMP Negeri di Kecamatan Kandis. Dengan mempertimbangkan faktor aksesibilitas, penerapan literasi digital, serta keberagaman latar implementasi, ketiga sekolah tersebut dinilai layak dijadikan lokasi penelitian untuk mencapai tujuan studi secara maksimal dan efisien. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran di sekolah. Era digital menuntut guru tidak hanya mahir dalam mengajar, tetapi juga cakap dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pendukung pembelajaran. Literasi digital menjadi kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh tenaga pendidik agar mampu mengakses, mengevaluasi, memahami, dan menyebarluaskan informasi secara efektif melalui media digital. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa literasi digital guru, khususnya di tingkat SMP Negeri di Kecamatan Kandis, masih menghadapi berbagai tantangan. Berdasarkan observasi awal di tiga sekolah negeri yaitu SMP Negeri 1 Kandis. SMP Negeri 2 Kandis, dan SMP Negeri 6 Kandis, ditemukan beberapa permasalahan yang mencerminkan rendahnya literasi digital guru. Pertama, masih terdapat guru yang kesulitan dalam mengakses informasi melalui media digital, baik karena keterbatasan kemampuan teknis maupun kurangnya familiarisasi terhadap platform digital yang tersedia. Hal ini menyebabkan informasi yang seharusnya dapat mendukung proses belajar mengajar tidak dimanfaatkan secara Kedua, sebagian guru belum mampu melakukan seleksi atau penyaringan terhadap informasi atau bahan ajar digital. Banyak guru kesulitan membedakan antara informasi yang valid dan tidak valid, yang berdampak pada kualitas materi pembelajaran yang disampaikan kepada siswa. Ketiga, minimnya pemahaman guru mengenai penggunaan aplikasi dan media digital yang tersedia menjadi hambatan tersendiri. Aplikasi pembelajaran daring, manajemen kelas digital, serta media interaktif belum sepenuhnya dipahami atau diterapkan oleh guru-guru di sekolah tersebut. Keempat, terdapat guru yang mengalami kendala dalam mendistribusikan informasi, baik kepada sesama rekan kerja, siswa, maupun orang tua, melalui platform digital. Keterbatasan ini menyebabkan komunikasi dan alur informasi menjadi tidak optimal, terutama dalam situasi pembelajaran jarak jauh atau hybrid. Melihat pentingnya literasi digital dalam menunjang profesionalitas dan efektivitas peran guru di era digital, serta masih ditemukannya permasalahan-permasalahan tersebut di SMP Negeri 1, 2, dan 6 Kandis, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi digital guru SMP Negeri di Kecamatan Kandis, dengan mengacu pada empat indikator utama literasi digital: mengakses, menyeleksi, memahami, dan mendistribusikan informasi digital. Keberadaan teknologi digital seperti handphone, laptop, komputer, chromebook, dan akses internet cukup memadai, namun pemanfaatannya kurang optimal. Setiap guru Kamelia Hafsari. Nining Sudiar. Hadira Latiar. Analisis Literasi Digital di sekolah negeri saat ini diharuskan memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar (PMM), platform ini berisikan administrasi yang harus dikerjakan oleh guru, pada PBM guru juga menggunakan media digital diantaranya chromebook, handphone dan berbagai media Analisis literasi digital guru penulis lakukan yakni pada tiga sekolah SMP Negeri di Kecamatan Kandis sebanyak 79 orang, dengan rincian jumlah guru yang berada di SMP Negeri 1 Kandis sebanyak 31 Orang, jumlah guru di SMP Negeri 2 Kandis sebanyak 27 Orang dan jumlah guru di SMP Negeri 6 Kandis sebanyak 21 Orang. Observasi awal penulis tentang literasi digital guru pada tiga sekolah SMP Negeri yang ada di Kecamatan Kandis adalah masih terdapat guru yang kesulitan dalam menelusur materi ajar melalui internet, serta kesulitan memanfaatkan teknologi digital. Berbagai tantangan dan kendala dialami oleh guru-guru SMP dalam mengimplementasikan literasi digital. Berangkat dari pemaparan hal tersebut di atas skripsi ini memiliki tujuan untuk menganalisis tingkat literasi digital guru SMP Negeri di Kecamatan Kandis, faktor serta kendala yang dihadapi. Diharapkan penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan literasi digital guru dan dapat menjadi acuan pengembangan model pelatihan yang berfokus pada kebutuhan guru dalam TINJAUAN PUSTAKA Analisis merupakan proses penyelidikan terhadap suatu peristiwa atau perbuatan untuk memahami kondisi sebenarnya, termasuk sebab dan duduk permasalahan yang terjadi (BPPB, 2. Dalam konteks pendidikan modern, literasi digital menjadi kompetensi penting yang mencakup kemampuan individu dalam mengakses, menyeleksi, memahami, serta mendistribusikan informasi dari sumber berbasis digital (Novitasari & Fauziddin, 2. Literasi digital juga diartikan sebagai kemampuan memanfaatkan teknologi dan informasi melalui perangkat digital secara efektif dan efisien untuk menunjang aktivitas akademik, karier, dan kehidupan sehari-hari (Paul Gilster, 1. Bagi peserta didik, literasi digital berperan dalam membantu mereka mengakses, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi dari berbagai sumber digital secara kritis (Siti Nur Cahyati, 2. Sebagai acuan dalam penyusunan skripsi ini, penulis mengkaji beberapa penelitian relevan yang membahas literasi digital pendidik. Pertama, penelitian oleh Ana Quthratun Nada dan Deni Irawan (Nada & Indrawan, 2. berjudul AuAnalisis Literasi Digital Guru Pendidikan Sekolah DasarAy bertujuan mendeskripsikan tingkat literasi digital guru berdasarkan lima indikator, yaitu memilih, mengakses, memahami, mengevaluasi, dan Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan angket dan menunjukkan bahwa literasi digital guru berada pada kategori baik. Persamaannya dengan penelitian penulis terletak pada metode dan teknik pengumpulan data, sedangkan perbedaannya terdapat pada fokus subjek, lokasi, waktu, dan indikator Kedua, penelitian oleh Yesi Novitasari dan Mohammad Fauziddin (Novitasari & Fauziddin, 2. meneliti literasi digital tenaga pendidik PAUD menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan literasi digital tenaga pendidik berada pada kategori cukup baik. Persamaan penelitian ini dengan penelitian penulis terdapat pada metode dan teknik pengumpulan data, sementara perbedaannya terletak pada indikator dan lokasi penelitian. Ketiga, penelitian oleh Eneng Yuliana. Sri Dewi Nirmala, dan Lidwina Sri Ardiasih (Yuliana et al. , 2. mengkaji pengaruh literasi digital guru dan lingkungan belajar terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar menggunakan metode kuantitatif Kamelia Hafsari. Nining Sudiar. Hadira Latiar. Analisis Literasi Digital Hasilnya menunjukkan adanya pengaruh signifikan literasi digital guru terhadap hasil belajar siswa. Persamaannya terletak pada kajian literasi digital guru, sedangkan perbedaannya terdapat pada jumlah variabel, tujuan, dan metode penelitian. Keempat, penelitian oleh (Ebyatiswara Putra et al. , 2. berjudul AuPengaruh Literasi Digital terhadap Kompetensi Pedagogik GuruAy menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dan menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh positif signifikan terhadap kompetensi pedagogik guru. Persamaan penelitian ini dengan penelitian penulis adalah fokus pada literasi digital, sedangkan perbedaannya terletak pada metode, teknik pengumpulan data, dan instrumen penelitian. Kelima, penelitian oleh (Prabowo et al. , 2. menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis literasi digital alumni PGSD Universitas Terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis digital menghasilkan kemampuan literasi digital yang baik. Persamaannya dengan penelitian penulis adalah tema literasi digital, sedangkan perbedaannya terdapat pada metode, subjek, dan lokasi Berdasarkan kelima penelitian relevan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini memiliki kebaruan karena secara khusus menganalisis literasi digital guru SMP Negeri di Kecamatan Kandis dengan pendekatan kuantitatif deskriptif serta analisis data yang lebih komprehensif. Berikut merupakan desain dari penelitian ini: Gambar 1. Desain Penelitian Identifikasi Masalah Analisis Literasi Digital Guru SMP Negeri Kecamatan Kandis Tujuan. Manfaat Penelitian Analisis Data Teknik Pengumpulan Data Jenis Penelitian Hasil dan Pembahasan Observasi Angket Dokumentasi Kesimpulan Sumber: Penulis . Gambar 1 Desain Penelitian METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada tiga SMP Negeri di Kecamatan Kandis, yaitu SMP Negeri 1 Kandis. SMP Negeri 2 Kandis, dan SMP Negeri 6 Kandis yang berlokasi di Kecamatan Kandis. Kabupaten Siak. Provinsi Riau. Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung pada semester genap Tahun Ajaran 2024/2025. Objek penelitian ini adalah Kamelia Hafsari. Nining Sudiar. Hadira Latiar. Analisis Literasi Digital literasi digital guru SMP Negeri di Kecamatan Kandis, dengan variabel penelitian berupa literasi digital guru. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif (Sugiyono, 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, angket, dan dokumentasi. Sebelum dianalisis, data terlebih dahulu diuji keabsahannya menggunakan metode uji validitas dan reliabilitas. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 23. Subjek penelitian adalah seluruh guru SMP Negeri di Kecamatan Kandis yang telah melakukan literasi digital. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 79 orang guru, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, sehingga jumlah sampel sama dengan populasi, yaitu 79 orang Instrumen penelitian berupa angket yang disusun menggunakan skala Likert untuk mengukur tingkat persetujuan atau penolakan responden terhadap pernyataan yang Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan menghitung skor jawaban responden pada setiap indikator literasi digital. Skor rata-rata diperoleh dengan membagi total skor jawaban kuesioner dengan hasil perkalian antara jumlah pernyataan dan jumlah responden, menggunakan rumus: Oc #$%$&$' ()* ,-'*. Oc/*. '0$1$$' y OcycIyceycycyycuycuyccyceycu Selanjutnya, hasil analisis diklasifikasikan berdasarkan kriteria tertentu dan diinterpretasikan menggunakan teknik persentase dengan rumus ycE = y 100% . Interpretasi data mengacu pada kriteria persentase yang dikemukakan oleh Arikunto (Arikunto, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Tabel 1. Karakteristik Responden Frekuensi Jumlah Persentase (%) SMP Negeri 1 Kandis 31 39,2% Asal Sekolah SMP Negeri 2 Kandis 27 34,2% SMP Negeri 6 Kandis 21 26,6% Jumlah Laki-laki 20,3% Jenis Kelamin Perempuan 79,7% Jumlah 21 - 25 Tahun 0,0% 26 Ae 30 Tahun 7,6% Usia 31 Ae 35 Tahun 24,1% 36 Ae 40 Tahun 11,4% 41 Ae 45 Tahun 20,3% Kategori Keterangan Kamelia Hafsari. Nining Sudiar. Hadira Latiar. Analisis Literasi Digital Masa Kerja 46 Ae 50 Tahun 51 Ae 55 Tahun 56 Ae 60 Tahun Jumlah 1 Ae 5 Tahun 6 Ae 10 Tahun 11 Ae 15 Tahun 16 Ae 20 Tahun 21 Ae 25 Tahun >25 Tahun Jumlah 13,9% 16,5% 6,3% 19,0% 20,3% 16,5% 31,6% 10,1% 2,5% Sumber: Hasil olah data penulis . Berdasarkan Tabel 1, diketahui bahwa responden penelitian berasal dari SMP Negeri 1 Kandis sebanyak 31 guru . ,2%). SMP Negeri 2 Kandis sebanyak 27 guru . ,2%), dan SMP Negeri 6 Kandis sebanyak 21 guru . ,6%) yang secara keseluruhan berada pada rentang persentase 21Ae40% dengan kategori rendah. ditinjau dari jenis kelamin, responden laki-laki berjumlah 16 guru . ,3%) dan berada pada rentang 0Ae 20% dengan kategori sangat rendah, sedangkan responden perempuan berjumlah 63 guru . ,9%) dan berada pada rentang 61Ae80% dengan kategori tinggi. usia, kelompok terbesar adalah usia 31Ae35 tahun sebanyak 19 guru . ,1%) dengan kategori rendah, sementara kelompok usia lainnya berada pada rentang 0Ae20% dengan kategori sangat rendah. serta berdasarkan masa kerja, responden dengan masa kerja 16Ae20 tahun berjumlah 25 guru . ,6%) dan berada pada rentang 21Ae40% dengan kategori rendah, sedangkan kelompok masa kerja lainnya berada pada rentang 0Ae20% dengan kategori sangat rendah. Analisis Data Penelitian Tabel 2. Uji Validitas Literasi Digital Guru Pernyataan P 7` P 10 P 11 P 12 P 13 P 14 P 15 r - Hitung 0,773 0,728 0,729 0,737 0,589 0,741 0,707 0,650 0,669 0,794 0,765 0,713 0,553 0,638 0,711 r - Tabel 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 P (Sig. 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Kamelia Hafsari. Nining Sudiar. Hadira Latiar. Analisis Literasi Digital P 16 P 17 P 18 P 19 P 20 P 21 P 22 P 23 P 24 P 25 P 26 P 27 P 28 P 29 P 30 P 31 P 32 P 33 P 34 P 35 P 36 0,460 0,622 0,639 0,626 0,780 0,776 0,732 0,603 0,694 0,552 0,764 0,468 0,520 0,656 0,594 0,613 0,555 0,592 0,735 0,630 0,694 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 0,001 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Hasil olah data penulis . Berdasarkan tabel 2 di atas, dapat dijelaskan bahwa seluruh pernyataan variabel yang digunakan untuk mengukur kemampuan literasi digital dalam penelitian ini memiliki nilai korelasi r-hitung > r-tabel, yaitu lebih besar dari 0,361. Hasil tersebut menunjukkan bahwa seluruh butir pernyataan pada variabel literasi digital dinyatakan Tabel 3. Uji reliabilitas Jumlah Pernyataan CronbachAos Alpha Syarat Keterangan 0,963 >0,6 Reliabel Sumber: Hasil olah data penulis . Hasil uji reliabilitas pada tabel di atas menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki koefisien CronbachAos Alpha yang memenuhi kriteria reliabilitas, yaitu berada di atas standar 0,6. Dengan demikian, seluruh instrumen pengukuran variabel dalam kuesioner dinyatakan reliabel, yang berarti kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini bersifat handal dan konsisten. Oleh karena itu, instrumen penelitian tersebut layak digunakan dalam penelitian ini serta dapat dijadikan referensi untuk penelitian Tabel 4. Analisis Indikator Indikator Mengakses Pernyataan Persentase Rata-Rata Kategori Sangat Baik Kamelia Hafsari. Nining Sudiar. Hadira Latiar. Analisis Literasi Digital Menyeleksi Memahami Distribusi P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 P21 P22 P23 P24 P25 P26 P27 P28 P29 P30 P31 P32 P33 P34 P35 P36 Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sumber: Hasil olah data penulis . Berdasarkan Tabel 4, dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap seluruh indikator literasi digital guru, yaitu mengakses, memilih/menyeleksi, memahami, dan mendistribusikan informasi, berada pada kategori sangat baik. Indikator mengakses memperoleh skor rata-rata sebesar 90%, sedangkan indikator memilih/menyeleksi, memahami, dan mendistribusikan masing-masing memperoleh skor rata-rata 91% dari 79 responden dengan sembilan pernyataan pada setiap Seluruh skor tersebut berada pada rentang skala 81Ae100%, sehingga Kamelia Hafsari. Nining Sudiar. Hadira Latiar. Analisis Literasi Digital menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital guru SMP Negeri di Kecamatan Kandis pada keempat indikator tersebut tergolong sangat baik. Pembahasan Berdasarkan Tabel 4, tingkat literasi digital guru SMP Negeri di Kecamatan Kandis berada pada kategori sangat baik, dengan skor rata-rata seluruh indikator berada di atas 90%, yaitu indikator mengakses informasi sebesar 90%, sedangkan indikator menyeleksi, memahami, dan mendistribusikan informasi masing-masing sebesar 91%. Capaian tersebut menunjukkan bahwa guru SMP Negeri di Kecamatan Kandis telah memiliki kompetensi yang tinggi dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif dan bertanggung jawab untuk mendukung proses pembelajaran, administrasi pendidikan, serta komunikasi. Tingginya skor pada indikator mengakses dan menyeleksi informasi menandakan bahwa guru mampu menggunakan perangkat dan platform digital secara mandiri serta dapat memilah informasi yang valid, relevan, dan kredibel sebelum dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran. Kemampuan memahami dan mendistribusikan informasi digital yang juga tergolong sangat baik menunjukkan bahwa guru mampu menginterpretasikan materi sesuai kurikulum dan menyebarkannya secara efektif melalui berbagai platform digital pembelajaran dan media komunikasi. Capaian literasi digital tersebut didukung oleh ketersediaan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang memadai, pelatihan dan workshop berkelanjutan, serta tingginya kesadaran profesional guru terhadap tuntutan perkembangan teknologi. Dibandingkan dengan penelitian terdahulu, tingkat literasi digital guru SMP Negeri di Kecamatan Kandis lebih tinggi daripada literasi digital tenaga pendidik PAUD (Novitasari & Fauziddin, 2. dan guru sekolah dasar (Nada & Indrawan, 2. , yang menunjukkan bahwa literasi digital cenderung meningkat seiring dengan jenjang Hasil penelitian ini menunjukkan kesiapan guru SMP Negeri di Kecamatan Kandis dalam menghadapi transformasi digital pendidikan dan dapat menjadi dasar bagi penguatan kebijakan pengembangan literasi digital pada jenjang pendidikan lainnya. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian terkait literasi digital guru di SMP Negeri di Kecamatan Kandis, dapat disimpulkan bahwa tingkat literasi digital para guru termasuk dalam kategori sangat baik, dengan perolehan rata-rata skor sebesar 91%. Penelitian ini menggunakan empat indikator utama, yaitu Mengakses informasi digital memperoleh skor 90%, menunjukkan bahwa guru mampu mencari dan menemukan informasi digital dengan sangat baik. Menyeleksi informasi digital mendapat skor 91%, mencerminkan kemampuan guru dalam menyeleksi informasi yang akurat dan relevan. Memahami informasi digital juga memperoleh skor 91%, menunjukkan bahwa guru mampu memahami serta menginterpretasikan informasi secara kritis. Mendistribusikan informasi digital memiliki skor 91%, yang berarti guru memiliki kemampuan tinggi dalam menyebarluaskan informasi secara tepat dan bertanggung jawab. Dengan demikian, guru-guru di SMP Negeri Kecamatan Kandis telah memiliki kompetensi literasi digital yang tinggi, baik dalam mengakses maupun mengelola informasi untuk mendukung pembelajaran dan profesionalitas mereka sebagai pendidik. UCAPAN TERIMA KASIH Melalui kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati dan rasa hormat, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Rektor Universitas Lancang Kamelia Hafsari. Nining Sudiar. Hadira Latiar. Analisis Literasi Digital Kuning Pekanbaru. Dekan Fakultas Ilmu Budaya. Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan, dosen pembimbing I dan II, seluruh dosen serta staf Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, pimpinan SMP Negeri 1 Kandis. SMP Negeri 2 Kandis, dan SMP Negeri 6 Kandis, kedua orang tua tercinta, saudara kandung, temanteman Ilmu Perpustakaan Angkatan 2021 Reguler B, serta sahabat-sahabat YTTA atas segala bantuan, dukungan moril dan materil, doa, serta motivasi yang telah diberikan selama proses penyusunan skripsi ini hingga selesai. DAFTAR PUSTAKA