Jurnal Informatika Universitas Pamulang Penerbit: Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang Vol. No. September 2020 . ISSN: 2541-1004 e-ISSN: 2622-4615 32493/informatika. Analisis Sistem Human Interface (HMI) pada Kompetensi Programmable Logic Controller (PLC) Angga Septian MN1. Dian Megasari2 Teknik Informatika. Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Indonesia e-mail: 1dosen01727@unpam. id, 2dosen00519@unpam. Submitted Date: September 11th, 2020 Revised Date: September 29th, 2020 Reviewed Date: September 28th, 2020 Accepted Date: September 30th, 2020 Abstract This analysis aims to determine the difference between Human Machine Interface (HMI) based learning media and conventional learning media in influencing student competence in operating the Programmable Logic Controller (PLC). The method used was a true experimental design with a posttestonly control group design. The experimental group was given learning treatment assisted by HMI Omron with the CX-Designer software, while the control group was given treatment with conventional learning The treatment effect was analyzed by using different test (Mann-Whitne. The results showed that the effect of HMI-based learning media on PLC competence is as follows: . 61% competence in the cognitive domain is in the very good category, 50% competence in the affective domain is in the very good category, and 50% competence in the psychomotor domain is in the very good category. There are competency differences between HMI-based learning media and conventional learning. This is evidenced by the Sig. Count value of 0. 000 in the cognitive domain, 0. 000 in the affective domain, and 0. 001 in the psychomotor domain, which is smaller than the Sig. Of the study of 0. 05 after being given treatment. Keywords: Programmable Logic Controller (PLC). Competence. Human Machine Interface (HMI) Abstrak Analisis ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara media pembelajaran berbasis Human Machine Interface (HMI) dan media pembelajaran konvensional dalam mempengaruhi kompetensi mahasiswa dalam mengoperasikan Programmable Logic Controller (PLC). Metode yang digunakan adalah desain true eksperimen jenis posttest-only control group design. Grup eksperimen adalah diberikan perlakuan pembelajaran berbantuan HMI Omron dengan software CX-Designer, sedangkan grup kontrol diberi perlakuan media pembelajaran konvensional. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan uji beda (MannWhitne. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh media pembelajaran berbasis HMI terhadap kompetensi PLC adalah sebagai berikut: . 61% kompetensi pada ranah kognitif dalam kategori sangat baik, 50% kompetensi pada ranah afektif dalam kategori sangat baik, dan 50% kompetensi pada ranah psikomotorik dalam kategori sangat baik. Terdapat perbedaan kompetensi antara media pembelajaran berbasis HMI dan pembelajaran konvensional. Hal ini dibuktikan dengan nilai Sig. sebesar 0,000 pada ranah kognitif, 0,000 pada ranah afektif, dan 0,001 pada ranah psikomotorik lebih kecil dari pada Sig. penelitian sebesar 0,05 setelah diberikan perlakuan. Kata Kunci: Programmable Logic Controller (PLC). Kompetensi. Human Machine Interface (HMI) Pendahuluan Kemampuan dalam menggunakan software merupakan dasar dari revolusi industri 4. 0 yang menekankan pada industri berbasis Internet of Thinks (IoT). Kepala BPPI (Badan Penelitian dan Pengembangan Industr. Ngakan T. A dalam kuliah umumnya di UGM 20 Februari 2018 menyebutkan http://openjournal. id/index. php/informatika bahwa penelitian yang dilakukan pada sebagian besar industri di Jerman mengungkapkan kebutuhan pekerja akan naik sampai 96%, khususnya di bagian R&D dan pengembangan software (Humas Kemenperin, 2. Pemanfaatan teknologi terbaru dan berbantuan internet menimbulkan kebutuhan akan banyaknya Jurnal Informatika Universitas Pamulang Penerbit: Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang Vol. No. September 2020 . pekerjaan-pekerjaan yang baru, salah satunya yaitu pengoperasian teknologi robot untuk proses produksi di industri. Penerapan teknologi otomatisasi yang intelijen dan fleksibel sangat manufaktur, salah satu perkembangannya yaitu pengontrolan robotika dalam dunia industri menggunakan Programmable Logic Controller (PLC). Otomatisasi industri meliputi penggunaan PLC dan mesin-mesin berbasis komputer, penggunaan teknik inspeksi otomatis. Distributed Control System (DCS), penggunaan robot, dan juga teknologi informasi. PLC merupakan sistem elektronika yang bekerja secara digital dan perancangannya untuk kebutuhan industri (Damayanti, 2. PLC membahas mengenai perkembangan teknologi otomatisasi, hardware, dasar logika, pemrograman, instalasi input/output dan sistem komunikasi. Dalam pelaksanaan penggunaan PLC, kompetensi yang diharus didapatkan yaitu dapat mengubah kasus-kasus sederhana di bidang pengontrolan menjadi suatu rangkaian logika, menulis bahasa program PLC, serta mampu melakukan pengoperasian PLC (Susanto & Sunomo, 2. Berdasarkan hasil observasi terhadap peralatan praktikum di laboratorium PLC, khususnya trainer PLC . eralatan simulasi PLC berbasis hardwar. sangatlah terbatas, jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah peserta didik ketika melakukan praktikum, hal ini mengakibatkan praktikum harus dilaksanakan secara bergantigantian dengan waktu yang terbatas. Terdapatnya trainer PLC yang menggunakan instalasi yang tidak sama antar trainer lainnya, sistem instalasi yang berbeda ini membuat peserta didik harus mempelajari kembali mengenai sistem instalasi tersebut yang akan waktu cukup lama untuk Permasalahan di atas, berdampak pada hasil kompetensi hasil yang kurang maksimal. Pencapaian lulusan kompetensi PLC masih rendah dan membutuhkan pengayaan lebih. Dalam mengatasi permasalahan ini, maka diperlukan peralatan praktikum yang tepat dan efektif. Salah satunya adalah menggunakan media praktikum yang melibatkan keaktifan dan menuntut peran aktif peserta, yaitu dengan menerapkan simulasi berbasis HMI (Human Machine Interfac. dengan berbatuan program CX-Designer dari Omron (Septian MN, 2. HMI ini memberikan penyajian berupa gambar yang dapat dikendalikan, sehingga akan lebih mudah untuk dioperasikan/ http://openjournal. id/index. php/informatika ISSN: 2541-1004 e-ISSN: 2622-4615 32493/informatika. disimulasikan dalam melakukan perancangan skema pada CX-Programmer sesuai dengan keinginan peserta (Nasir. Abbas, & Djufri, 2. Penggunaan HMI ini memberikan gambaran nyata akan kinerja dan cara penggunaan alat kontrol, serta lebih mudah dalam memahami proses pengontrolan otomatis. Sistem otomasi di industri yang menggunakan PLC akan terhubung dengan HMI sebagai media pengendali dan pemantauan (Dasrill & Risfendra, 2. Peserta diminta untuk terlibat secara aktif dalam mengendalikan input dan output yang disediakan, sehingga dapat diketahui secara langsung mana yang berkompeten dan belum kompeten dalam mengoperasikan PLC. Metodologi Penelitian Penelitian ini menggunakan desain true eksperimen jenis posttest-only control group design, yaitu suatu kelompok penelitian yang diukur pasca perlakuan dengan menggunakan banyak pengukuran yang substantif (Hastjarjo. Grup eksperimen berbantuan HMI Omron dengan software CX-Designer, dan grup kontrol Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan lembar observasi. Pengetesan digunakan untuk mengetahui kompetensi kognitif, sedangkan lembar observasi untuk mengetahui kompetensi afektif dan psikomotorik. Tes yang dilakukan dalam penelitian ini adalah posttest, yaitu pengetesan yang dilakukan setelah diberikannya Setelah dilakukan tes, maka hasil skor rerata kelas eksperimen dibandingkan dengan hasil skor rerata kelas kontrol. Instrumen Penelitian Tes untuk melihat kompetensi kogitif berupa soal-soal yang memuat indikator sesuai dengan standar kompetensi dalam merakit sistem PLC untuk keperluan industri. Indikator yang digunakan untuk menentukan tes ini menggunakan teknik penyekoran binomial, yaitu benar skornya satu . dan salah skornya nol . Tabel 1 Indikator Kompetensi Kognitif Kompetensi Indikator Merakit Mampu menjelaskan fungsi komponen sistem kendali berbasis PLC. Mampu merakit sistem kendali berbasis PLC berbasis PLC. Kompetensi bidang afektif . ikap atau perilak. menggunakan lembar observasi yang diambil saat peserta melakukan unjuk kerja atau Jurnal Informatika Universitas Pamulang Penerbit: Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang Vol. No. September 2020 . Indikator penilaian ini diambil berdasarkan tingkatan afektif menurut Bloom. Tabel 2 Indikator Kompetensi Afektif Penilaian Indikator Penerimaan Saling menghargai Partisipasi Disiplin Kehadiran Keaktifan Penilaian sikap Sopan santun Percaya Diri Organisasi Kerjasama Pembentukan pola Tanggung jawab Keselamatan kerja Kompetensi bidang psikomotor merupakan penilaian yang berfokus pada keterampilan fisik seseorang atau gerak otot. Tes dalam bidang ini menggunakan lembar observasi yang mengadopsi alur kerja praktikum disaat peserta melakukan unjuk kerjanya/praktikum. Tabel 3 Indikator Kompetensi Psikomotor Penilaian Indikator Persiapan Persiapan alat dan bahan Kerja Pemeriksaan komponen Pemeriksaan alat dan bahan Proses Pembuatan ladder diagram Download dan transfer program Pemasangan komponen dan kabel Hasil Kerja Pengujian antara PLC dengan perangkat lunak HMI Uji coba komponen input/output dengan HMI Penyelesaian tugas Waktu Waktu penyelesaian praktik Pengujian Instrumen Pengujian tiap-tiap instrumen terdiri dari uji validitas (Corrected Item-Total Correlatio. , uji reliabilitas (Guttman Split-Half Coefficien. untuk tes bentuk pilihan ganda dan uji reliabilitas (Cronbach's Alpha if Item Delete. untuk lembar observasi, serta tambahan untuk tes pilihan ganda berupa uji indeks kesukaran dan daya pembeda (Patria. Sukestiyarno, & Rumini, 2. Pengujian ini menggunakan bantuan program SPSS dan Microsoft Excel. Hasil pengujian instrumen ini menunjukkan bahwa seluruh soal tes valid, nilai Corrected ItemTotal Correlation Ou r tabel . Pada pengujian reliabilitas didapatkan nilai Guttman Split-Half Coefficient Ou 0,80, yang berarti butir soal tes secara keseluruhan/gabungan dinyatakan reliabel. Pada http://openjournal. id/index. php/informatika ISSN: 2541-1004 e-ISSN: 2622-4615 32493/informatika. pengujian Cronbach's Alpha if Item Deleted untuk seluruh butir soal tes didapatkan Ou 0,80, maka disimpulkan bahwa butir-butir soal tes dinyatakan Uji tingkat kesukaran didapatkan kategori mudah 8 soal, sedang 6 soal, dan sukar 1 soal. Uji daya beda soal didapatkan kategori cukup 2 soal, baik 10 soal, dan baik sekali 2 soal. Dapat disimpulkan bahwa seluruh instrumen dapat digunakan semuanya dalam penelitian ini. Pengujian Analisis Pengujian pada penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan atau tidak antara dua kelompok berdasarkan nilai means data yang tidak berkorelasi. Teknik analisis data untuk pengujian ini adalah non-parametrik, artinya tidak diperlukannya syarat data harus berdistribusi normal atau tidak. Uji analisis data non-parametrik ini menggunakan rumus dari Mann-Whitney dengan bantuan program SPSS (Azra. Nurmaliah, & Huda, 2. Hasil dan Pembahasan Deskripsi Data Hasil analisis perhitungan data seluruh kompetensi pada penelitian ini adalah: Tabel 4 Analisis Deskriptif Data Penelitian Std. Kelas N Mean Min Max Sum Dev 18 13,67 1,37 18 31,67 2,23 18 35,52 2,72 38,5 639,3 17 9,82 3,01 17 26,65 3,34 17 29,28 5,668 20,7 37,3 497,7 Keterangan: EK : Kelas Eksperimen Kompetensi Kognitif EA : Kelas Eksperimen Kompetensi Afektif EP : Kelas Eksperimen Kompetensi Psikomotor KK : Kelas Eksperimen Kompetensi Kognitif KA : Kelas Eksperimen Kompetensi Afektif KP : Kelas Eksperimen Kompetensi Psikomotor Jurnal Informatika Universitas Pamulang Penerbit: Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang Vol. No. September 2020 . 5,55% Sangat Baik 22,22% Baik 61,11% Cukup ISSN: 2541-1004 e-ISSN: 2622-4615 32493/informatika. Skor psikomotor dengan frekuensi terkecil terdapat pada kategori AukurangAy yaitu sebanyak 1 responden atau 5,56%, sedangkan skor dengan frekuensi terbesar pada kategori Ausangat baikAy yaitu sebanyak 9 responden atau 50,00%. Kurang 11,11% 17,65% 29,41% Baik Gambar 1. Kategori Skor Kelas EK Skor kelas eksperimen pada kompetensi kognitif dengan frekuensi terkecil terdapat pada kategori AukurangAy yaitu sebanyak 1 responden atau 5,56%, sedangkan skor dengan frekuensi terbesar pada kategori Ausangat baikAy yaitu sebanyak 11 responden atau 61,11%. 5,56% 5,56% Sangat Baik Baik 17,65% Sangat Baik 35,29% Cukup Kurang Gambar 4. Kategori Skor Kelas KK Skor kelas kontrol kompetensi kognitif dengan frekuensi terkecil terdapat pada kategori sangat AubaikAy dan AucukupAy yaitu masing-masing sebanyak 3 responden atau 17,65%, sedangkan skor dengan frekuensi terbesar pada kategori AubaikAy yaitu sebanyak 6 responden atau 35,29%. Cukup 38,89% Kurang 11,76% Sangat Baik Gambar 2. Kategori Skor Kelas EA Skor kelas eksperimen kompetensi afektif dengan frekuensi terkecil terdapat pada kategori AucukupAy dan AukurangAy masing-masing sebanyak 1 responden atau 5,56%, sedangkan skor dengan frekuensi terbesar pada kategori Ausangat baikAy yaitu sebanyak 9 responden atau 50,00%. 5,56% 11,11% Sangat Baik Baik 50,00% 33,33% Baik 29,41% 58,82% Cukup Kurang Gambar 5. Kategori Skor Kelas KA Skor kelas kontrol kompetensi afektif dengan frekuensi terkecil terdapat pada kategori AucukupAy yaitu sebanyak 0 responden atau 0,00%, sedangkan skor dengan frekuensi terbesar pada kategori Ausangat baikAy yaitu sebanyak 10 responden atau 58,82%. Cukup Kurang Gambar 3. Kategori Skor Kelas EP http://openjournal. id/index. php/informatika Jurnal Informatika Universitas Pamulang Penerbit: Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang Vol. No. September 2020 . Sangat Baik 29,41% 29,41% Baik Cukup 17,65% 23,53% Kurang Gambar 6. Kategori Skor Kelas KP Skor kelas kontrol kompetensi psikomotor dengan frekuensi terkecil terdapat pada kategori AucukupAy yaitu sebanyak 3 responden atau 17,65%, sedangkan skor dengan frekuensi terbesar pada kategori Ausangat baikAy dan AukurangAy yaitu masingmasing sebanyak 5 responden atau 29,41%. Analisis Data Penelitian Perhitungan analisis data pada penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS. Pengujian kompetensi pada kelas ekperimen dan kontrol dengan uji statistik non-parametrik (MannWhitne. pada dua sampel kelompok independen. Tabel 5. Analisis Data Penelitian Kognitif Afektif Psikomotor Mann39,500 19,000 49,500 Whitney U Asymp. Sig. -taile. 0,000 0,000 0,001 Berdasarkan hasil output program SPSS didapatkan hasil tes statistik uji Mann-Whitney dengan nilai . -taile. sebesar 0,000 . , 0,000 . , dan 0,001 . yang lebih rendah dari nilai probabilitas yaitu sebesar 0,05. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara media HMI dan media konvensional dalam mempengaruhi kompetensi merakit sistem PLC untuk keperluan industri. Terdapatnya perbedaan yang signifikan antara kelas ekperimen dan kontrol pada kompetensi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, membuktikan adanya perbedaan antara penerapan media HMI dan media konvensional dalam mempengaruhi kompetensi PLC. Penggunaan media berbasis HMI terdapat hambatan yang dialami oleh peneliti, seperti masih ada peserta yang merasa bimbang terhadap apa yang harus dilakukan ketika awal mula praktikum. Hal ini disebabkan mahasiswa sudah awam dengan http://openjournal. id/index. php/informatika ISSN: 2541-1004 e-ISSN: 2622-4615 32493/informatika. media dan proses yang konvensional dan butuh penyesuaian diawal-awal waktu. Disaat dalam penanganan persoalan kerap terjadi perbedaan konsep, tetapi keadaan tersebut dapat teratasi dengan menggali pemahaman yang sudah dimiliki dan menghubungkan dengan konsep-konsep dasar yang sudah ada dalam memecahkan masalah. Peserta di kelas eksperimen diketahui lebih tangkas serta bersungguh-sungguh dalam melakukan kegiatan praktikum. Hal ini menunjukkan bahwa media HMI dapat mengembangkan aktivitas belajar peserta secara berkelanjutan, serta meningkatkan minat dan motivasi belajar meskipun batas waktu yang diberikan sudah Kesimpulan Simpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Sebagian besar 61% nilai kompetensi kognitif dalam kategori Ausangat baikAy, 50% nilai kompetensi afektif dalam kategori Ausangat baikAy, dan 50% nilai kompetensi psikomotor dalam kategori Ausangat baikAy. Ada perbedaan kompetensi yang signifikan antara media HMI dan media konvensional yang dibuktikan dengan nilai Sig. hitung O Sig. penelitian setelah pemberian perlakuan. Saran Pemilihan media HMI penting disesuaikan dengan pelajaran yang akan diberikan, hal ini dilakukan karena media pengajaran tidak akan selalu sesuai dengan pembelajaran yang lainnya. Kondisi ini dapat memnerikan petunjuk yang lebih riil kepada peserta, serta akan lebih menggali motivasi dan minat peserta menjadi lebih baik. Media HMI untuk selanjutnya agar dapat menggunakan sumber media yang lebih menarik, dengan mengedepankan teknologi terkini yang bersesuaian dengan perkembangan industri saat ini. Referensi