Jurnal Pendidikan Sultan Agung JP-SA Volume 5 Nomor 3. O k t o b e r Tahun 2025 Hal. 375 Ae 385 Nomor E-ISSN: 2775-6335 SK No. 27756335/K. 4/SK. ISSN/2021. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sultan Agung Jl. Kaligawe Raya KM. 4 Kota Semarang 50112 Jawa Tengah Indonesia Alamat website: http://jurnal. id/index. jpsa/index ========================================================================= MEDIA AUDIO-VISUAL DAN MINAT BELAJAR IPAS: PRAKTIK PEMBELAJARAN BERMAKNA DI SEKOLAH DASAR Obaja Bernas Agung Soediro1. Mohammad Ali Yafi2 . Diyah Nur HidayatiA 1,2,3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Tunas Pembanguan (UTP) Email: obaja002@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran media pembelajaran berbasis audio visual terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di tingkat sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pendekatan pembelajaran yang kontekstual, multimodal, dan bermakna dalam menyampaikan materi IPAS yang bersifat abstrak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VI B SD Negeri Kratonan Surakarta. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, termasuk proses koding untuk membentuk tema-tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio visual mampu meningkatkan pemahaman konsep, antusiasme belajar, dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran Selain itu, ditemukan adanya peningkatan hasil belajar yang berkaitan dengan peningkatan minat siswa. Penelitian ini juga mengungkap tantangan dalam pelaksanaan, seperti keterbatasan penguasaan teknologi oleh guru, kendala teknis, serta variasi kemampuan literasi digital siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar media audio visual dirancang secara pedagogis dan diintegrasikan secara terencana dalam pembelajaran IPAS untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan inklusif. Kata Kunci: Media Pembelajaran. Audio Visual. Minat Belajar. IPAS. Siswa Sekolah Dasar Abstract This study aims to explore the role of audiovisual-based learning media on students' learning interest in Natural and Social Sciences (IPAS) at the elementary school level. The background of this study is based on the importance of a contextual, multimodal, and meaningful learning approach in delivering abstract IPAS material. The research method used was descriptive qualitative, with data collection techniques through observation, semi-structured interviews, and documentation. The subjects of this study were sixth-grade students at Kratonan Elementary School. Surakarta. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, including a coding process to identify key themes. The results showed that audiovisual media can improve conceptual understanding, learning enthusiasm, and student engagement during the learning process. Furthermore, an increase in learning outcomes was found related to increased student interest. This study also uncovered implementation challenges, such as teachers' limited technological proficiency, technical constraints, and variations in students' digital literacy skills. This study recommends that audiovisual media be pedagogically designed and integrated in a planned manner into IPAS learning to create a more meaningful and inclusive learning experience. Keywords: Learning Media. Audiovisual. Learning Interest. IPAS. Elementary School Students Obaja Bernas Agung Soediro, dkk. Media audio visual dan minat belajar IPAS . PENDAHULUAN Pendidikan berperan penting dalam membentuk perilaku dan human capital berkualitas, sehingga pembelajaran abad ke-21 menuntut inovasi yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Keberhasilan transfer ilmu dipengaruhi metode dan media pembelajaran yang digunakan (Febrianti. Andari. Cahyanto, & Irawan, 2. , terutama media interaktif dan multimodal yang dapat menjembatani materi abstrak seperti IPAS, yang minat belajarnya sering rendah (Adam, 2. serta rentan terdistraksi oleh teknologi (Korompot dkk. , 2. Studi menunjukkan bahwa media audio visual efektif meningkatkan motivasi dan minat belajar (Tafonao, 2. melalui stimulasi imajinasi, penguatan retensi informasi, aktivasi simultan indera penglihatan dan pendengaran (Winataputra, 2. , serta membantu memahami konsep abstrak dan mengakomodasi beragam gaya belajar (Rahmatullah dkk. , 2. Sejumlah penelitian menunjukkan efektivitas media audio visual dalam meningkatkan minat belajar, seperti yang ditemukan Agustin dkk (Agustin. Nurmalina, & Noviardila, 2. pada pembelajaran SBdP. Setiawan (Setiawan. Info. Media. Interest, & Display, 2. pada PJOK, dan Manik (Manik, 2. pada geometri SD. Hasil serupa juga dilaporkan di tingkat internasional oleh Olube (Friday & Olube, 2. di Nigeria serta Cordero & Gil (Gil Izquierdo. Cordero Ferrera, & Lypez, 2. di Spanyol, yang menegaskan peningkatan motivasi, perhatian, retensi informasi, dan kepuasan belajar melalui penggunaan media ini. Secara teoretis, pendekatan ini sejalan dengan teori pembelajaran multimodal yang menekankan stimulasi simultan saluran visual dan auditori Mayer (Mayer, 2. , sehingga sangat relevan bagi siswa sekolah dasar yang membutuhkan stimulasi multisensori untuk memahami konsep abstrak. Dalam konteks penelitian ini, siswa kelas VI B SD Negeri Kratonan mempelajari materi IPAS yang mencakup berbagai topik kompleks seperti sistem peredaran darah, sistem saraf, dan tata surya. Materi abstrak sering membuat siswa bosan jika hanya disampaikan secara verbal, sehingga penerapan media audio visual menjadi penting untuk menarik perhatian dan meningkatkan minat belajar. Namun, penggunaan media ini belum optimal di semua materi karena keterbatasan pelatihan guru serta kesiapan siswa dalam pembelajaran berbasis audio visual (Azor. Asogwa. Ogwu, & Apeh, 2. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji sejauh mana media ini dapat memengaruhi minat belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran IPAS. Pembelajaran berbasis audio visual terbukti mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa (Ginting et al. , 2024. Tarigan. Yusmanto, & Sri, 2. serta meningkatkan kemampuan mengasimilasi informasi dan berpikir tingkat tinggi Islam dkk (Rozaq. Khoiriyah, & . , 2. Media ini juga mampu memotivasi siswa melalui lingkungan belajar yang interaktif dan menyenangkan, namun efektivitasnya sangat bergantung pada desain instruksional dan kesiapan guru. Penelitian ini penting untuk mengeksplorasi peran media audio visual terhadap minat belajar siswa kelas VI pada mata pelajaran IPAS di salah satu SD di Jawa Tengah, dengan harapan dapat memperkaya literatur efektivitas media pembelajaran serta memberikan kontribusi praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran IPAS yang menarik dan bermakna. Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Vol. 5 No. 3 Oktober 2025 hal. 375 - 385 METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memahami peran media pembelajaran berbasis audio visual terhadap minat belajar siswa IPAS di SD Negeri Kratonan Surakarta. Subjek penelitian meliputi 25 siswa kelas VI B . laki-laki, 12 Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur dengan guru kelas, siswa, dan kepala sekolah, serta dokumentasi berupa perangkat ajar, foto kegiatan, dan hasil kerja siswa. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif (AuMiles dan Hubberman,Ay 2. , mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara iteratif. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Proses analisis mencakup koding terbuka untuk mengidentifikasi kategori awal, koding aksial untuk mengelompokkan data ke dalam tema, dan koding selektif untuk menyusun narasi konseptual. Hasil analisis menghasilkan tiga tema utama, yaitu peran media audio visual terhadap minat belajar, tantangan guru, dan tantangan siswa dalam pembelajaran IPAS. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pada penelitian ini observasi telah dilakukan untuk memperkuat temuan tentang peran media audio visual terhadap minat belajar siswa, menggunakan empat indikator utama: perasaan senang, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan (Djamarah, 2. Pengamatan dilakukan saat pembelajaran IPAS topik tata surya dengan media audio visual, dan hasilnya disajikan dalam tabel sebagai gambaran empiris respons siswa. Berdasarkan observasi, media audio visual menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan rasa ingin tahu, motivasi, perhatian, dan daya serap siswa. Antusiasme tampak dari ekspresi positif, fokus saat menonton, kemampuan menjawab pertanyaan, dan keterlibatan dalam tugas kreatif seperti menggambar tata surya di Canva. Penelitian ini menegaskan kontribusi media audio visual dalam meningkatkan minat belajar IPAS, sambil mengungkap tantangan teknis dan pedagogis bagi guru maupun siswa. Tabel 1. Hasil Observasi Penggunaan Media Audio Visual pada Mata Pelajaran IPAS Indikator Minat Belajar Sub Indikator Hasil Observasi Perasaan Senang Menikmati pembelajaran IPAS media audio visual Selama proses pembelajaran berlangsung siswa memberikan reaksi yang menyenangkan seperti tersenyum, tertawa pada saat penayangan video yang lucu serta memahami penjelasan yang disampaikan oleh guru melalui penayangan media audio visual. Hal ini menunjukan bahwa media audio visual mampu membawa membangkitan emosi positif dan perasaan senang dalam diri siswa. Obaja Bernas Agung Soediro, dkk. Media audio visual dan minat belajar IPAS . Ketertarikan Tidak merasa bosan pembelajaran IPAS media audio visual Pada saat penayangan video maupun gambar pelajaran siswa terlihat hening dan memperhatikan materi yang ditayangkan dengan seksama. Hal ini menunjukan bahwa siswa tidak merasakan bosan pada saat pembelajaran menggunakan media audio Memperhatikan pembelajaran IPAS media audio visual Siswa memperhatikan dengan seksama pada saat guru menayangkan materi menggunakan media audio visual, sehingga pada saat guru bertanya mengenai materi yang telah disampaikan dan mengerjakan tugas siswa dapat menjawab dengan Siswa ketertatikan untuk belajar lebih lanjut infomasi tambahan secara mandiri Setelah pembelajaran sudah selesai, siswa masih tertarik untuk mengulik lebih lagi mengenai materi yang telah ditayangkan oleh guru menggunakan HP pribadi milik siswa. Dapat dilihat bahwa media audio visual dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa menjadi lebih besar. Siswa fokus Sebagian besar siswa, duduk diam dengan posisi menatap layar pada tegap menatap layar tanpa mengalihkan saat media audio pandangannya selama pembelajaran berlangsung. visual ditampilkan Perhatian Siswa Siswa tidak mudah Siswa tetap fokus menatap layar meskipun suasana terdistraksi oleh hal diluar ruang kelas terdengar suara yang menggangu konsentrasi. Mampu mengingat Pada saat guru bertanya Auapa saja urutan planet dan menyebutkan pada sistem tata suryaAy, salah satu siswa mampu kembali isi materi menjawab dengan benar dan runtun. Ini menunjukan bahwa siswa mampu mengingat dan menjawab pertanyaan dari guru Keterlibatan Siswa bertanya Siswa mengajukan pertanyaan secara lisan kepada materi guru terhadap materi yang belum jelas, lalu guru yang belum jelas memberikan jawaban dan memberikan penjelasan lebih lagi serta menayangkan Kembali materi yang telah disampaikan. Siswa mengerjakan Guru membagikan tugas untuk membuat gambar dengan sistem tata surya dan benda benda langit dengan aplikasi canva. Guru membagikan tugas yang berbeda pada setiap siswanya, jadi siswa tidak akan menggambar planet atau benda langit yang sama. Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Vol. 5 No. 3 Oktober 2025 hal. 375 - 385 Siswa mengerjakan dengan senang karena sudah memahami materi dan tugas yang disampaikan oleh guru. Menunjukan saat Ketika guru meminta pendapat dari siswa dimintai pendapat mengenai pembelajaran menggunakan media mengenai media audio visual ada salah satu siswa yang menjawab Ausaya sangat suka pembelajaran dengan menanyangkan gambar dan video, jadi tidak akan bosanAy. Ini menunjukan keterlibatan emosional dan kognitif terhadap pembelajaran. Salah satu temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa media pembelajaran berbasis audio visual berperan signifikan dalam membantu siswa memahami konsep-konsep IPAS yang bersifat abstrak. Dalam konteks pembelajaran seperti system tata surya yang sulit dibayangkan jika hanya dijelaskan secara verbal atau melalui teks, penggunaan media audio visual menjadi jembatan yang konkret antara informasi dan pemahaman siswa. Guru menyampaikan bahwa visualisasi melalui LCD atau tayangan video menjadikan materi yang abstrak lebih mudah dipahami oleh siswa. Hasil cuplikan wawancara peneliti dengan guru berikut ini. Pertanyaan Jawaban AuBagaimana pendapat Bapak terhadap penggunaan media pembelajaran audio visual dalam pembelajaran? Terkhususnya pada mata pelajaran IPASAy . /WK/6. AuUntuk penggunaan media, anak-anak itu lebih senang, lebih fokus, dan lebih meningkatkan pemahaman daripada menjelaskan teori saja, karena yang sifatnya abstrak bisa LCDAy . /WK/6. Temuan ini selaras dengan hasil observasi yang menunjukkan bahwa siswa siswa mampu mengingat dan menyebutkan kembali urutan planet pada sistem tata surya secara runtut ketika ditanya oleh guru. Kemampuan tersebut tidak hanya mencerminkan pemahaman kognitif, tetapi juga menunjukkan bahwa proses visualisasi melalui media mampu memperkuat daya serap informasi. Visualisasi konsep abstrak menjadi konkret, seperti melalui video dan gambar animasi, membantu siswa membangun koneksi mental antara materi dan pengalaman nyata. Selain membantu pemahaman konsep. media audio visual juga mendorong peningkatan antusiasme dan fokus siswa selama pembelajaran. Para informan menyampaikan bahwa tayangan video, lagu pembuka, dan bentuk presentasi interaktif memberikan suasana kelas yang lebih hidup dan menyenangkan. Hal ini diperkuat oleh siswa yang merasakan pembelajaran menggunakan tayangan dapat menarik perhatian dalam Hasil cuplikan wawancara peneliti dengan siswa berikut ini Pertanyaan AuDisini saya mau menanyakan beberapa hal tentang pembelajaran IPAS yang tadi sudah kalian lalui. Menurut pendapat kalian pembelajaran IPAS dengan pak guru tadi seru atau tidak?Ay . /S/6. Obaja Bernas Agung Soediro, dkk. Media audio visual dan minat belajar IPAS . Jawaban AuSangat seru, karena dengan menggunakan media sosial kita dapat mempermudah untuk belajar dan melakukan aktivitasAy . /S/6. dan AuCukup seru, karena kita bisa menyaksikan tayangan secara langsung dan tidak membosankanAy . /S/6. Bukti dari observasi mendukung pernyataan ini siswa tampak tersenyum, tertawa kecil, serta memperlihatkan ekspresi positif saat tayangan dimulai. Mereka tidak menunjukkan tanda-tanda kebosanan, bahkan secara spontan berdiskusi ringan dengan teman ketika video ditayangkan. Respons semacam ini mencerminkan perasaan senang dan rasa nyaman siswa terhadap pembelajaran. Selain itu, antusiasme yang tinggi tampak dalam cara siswa memperhatikan materi dengan sungguh-sungguh, bahkan setelah kelas selesai mereka tertarik untuk menggali informasi lebih lanjut menggunakan gawai pribadi. Dampak penggunaan media audio visual tidak hanya terbatas pada minat belajar, tetapi juga tercermin pada peningkatan capaian akademik siswa. Guru menyampaikan bahwa nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan signifikan setelah penggunaan media ini secara Pertanyaan Jawaban AuApakah bapak melihat adanya peningkatan minat belajar siswa setelah melakukan pembelajaran menggunakan media audio visual? Jika ada, seberapa besar peningkatannya?Ay . /WK/6. AuPeningkatannya cukup bagus, bisa dari rata-rata KKM mampir mendekati maksimal. KKM disini 75, kita bisa ambil rata-rata bisa mencapai 90Ay . /WK/6. Pernyataan tersebut juga dikonfirmasi oleh kepala sekolah bahwa ketertarikan siswa terhadap pembelajaran dapat berkontribusi pada prestasi Pertanyaan Jawaban AuApakah ibu melihat adanya peningkatan minat belajar siswa setelah penggunaan media audio visual ini?Ay . /KS/6. AuKalau anak sudah tertarik pada pembelajaran, sudah enjoy pembelajaran diharapkan prestasinya juga ikut meningkatAy . /KS/6. Hal ini turut tercermin dalam dokumen hasil kerja siswa yang dikumpulkan selama Ketika materi IPAS disampaikan melalui media visual, tugas siswa lebih rapi, jawabannya lebih tepat, dan beberapa mencantumkan elemen dari video yang mereka tonton. Dokumentasi menunjukkan adanya peningkatan kualitas jawaban pada lembar kerja siswa sebelum dan sesudah penggunaan media audio visual, terutama pada topik sistem tata surya dan daur air. Salah satu tantangan utama yang dihadapi guru adalah belum meratanya penguasaan teknologi, terutama dalam penggunaan media audio visual. Kepala sekolah menyatakan dalam wawancara berikut. Pertanyaan Jawaban AuBagaimana menurut ibu terkait adanya tantangan atau kendala yang dihadapi oleh guru maupun siswa pada saat implementasi menggunakan media audio visual?Ay . /KS/6. AuTantangannya mungkin tidak semua guru menguasai media audio visual sepenuhnya, terkadang harus diingatkan lagi jika harus menggunakan media audio visualAy . /KS/6. Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Vol. 5 No. 3 Oktober 2025 hal. 375 - 385 Keterbatasan keterampilan teknologi dasar guru memengaruhi keberhasilan penggunaan media audio visual, di mana sebagian guru ragu menggunakannya karena kurang percaya diri atau kesulitan memilih konten yang sesuai. Hambatan teknis seperti kesulitan mengakses file, mengatur proyektor, atau menayangkan video sering membuat pembelajaran kembali ke metode konvensional, dengan ketergantungan tinggi pada bantuan rekan sejawat atau siswa. Kondisi ini menegaskan perlunya dukungan dan pelatihan berkelanjutan agar penguasaan media audio visual menjadi keterampilan dasar bagi semua guru, bukan hanya inisiatif individu. Penggunaan media audio visual juga menghadirkan tantangan teknis yang signifikan. Guru melaporkan gangguan Listrik padam, koneksi internet tidak stabil, serta tayangan iklan yang tidak relevan. Hal ini diperkuat oleh pernyataan dari guru dalam wawancara berikut. Pertanyaan Jawaban AuApa tantangan yang bapak hadapi ketika menerapkan media audio visual ini?Ay . /WK/6. AuJika kita hanya spontan tanpa persiapan akan muncul iklan yag kurang baikA kalau internet mati kita harus thetring, kalau listrik mati kita juga sudah menyiapkan media lain untuk berjaga-jagaAy . /WK/6. Catatan lapangan menunjukkan gangguan pembelajaran akibat Listrik padam yang menyebabkan guru harus kembali ke metode konvensional. Dalam sesi lain, koneksi internet yang lambat membuat guru gagal memutar video daring, sehingga siswa kehilangan fokus. Meskipun guru sudah menyiapkan Cadangan berupa gambar cetak, suasana belajar yang semula antusias menjadi lebih tenang dan kurang responsive. Tantangan teknis tidak dapat diabaikan, karena sangat menentukan keberlangsungan dan kualitas pengalaman belajar siswa selama penggunaan media berlangsung. Dalam menghadapi tantangan yang dialami guru, kepala sekolah memiliki peran penting sebagai fasilitator dan penggerak. Pertanyaan Jawaban AuBagaimana ibu dapat memastikan bahwa guru di SD Kratonan dapat menggunakan media audio visual dengan baik? Apakah ada semacam pelatihan khusus atau guru belajar secara otodidak?Ay . /KS/6. AuKalau pelatihan khusus seperti workshop sering ada untuk media pembelajaran, saya sering menugaskan guru yang belum begitu paham supaya menjadi mengerti, lalu nanti saling sharing ke rekan sejawatnyaAy . /KS/6. Upaya ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dan dukungan struktural dalam mengembangkan literasi media guru. Pelatihan rutin dan forum berbagi membuat guru lebih percaya diri, aktif mencoba pendekatan baru, dan memodifikasi materi ajar. Dukungan rekan sejawat, kepala sekolah, serta dokumentasi materi pelatihan yang terbuka membantu mengatasi hambatan keterampilan digital dan mempermudah persiapan media pembelajaran. Media audio visual dinilai efektif, penggunaan perangkan seperti handphone (HP) dalam pembelajaran juga menimbulkan tantangan baru seperti dapat menjadi distraksi oleh Pernyataan ini diperkuat oleh kepala sekolah berikut. Obaja Bernas Agung Soediro, dkk. Media audio visual dan minat belajar IPAS . Pertanyaan Jawaban AuApakah dengan media ini dapat dipastikan siswa akan lebih memperhatikan pembelajaran dengan baik?Ay . /KS/6. AuItu terkadang dapat memecah konsetrasi anak pada saat pembelajaranA jika anak sudah bermain HP maka akan lupa dengan tugas utamanyaAy . /KS/6. Hasil observasi menunjukkan bahwa penggunaan HP dalam pembelajaran IPAS berpotensi mengganggu fokus siswa, seperti membuka aplikasi di luar materi akibat notifikasi permainan atau media sosial. Guru perlu melakukan pengawasan ketat dan memberi peringatan agar perangkat digunakan sesuai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, penggunaan HP harus disertai strategi pengelolaan yang terstruktur agar efektivitas media tetap terjaga. Beberapa siswa mengalami kesulitan memanfaatkan media audio visual secara optimal akibat keterbatasan literasi digital dan strategi belajar yang belum merata. Hambatan muncul saat mengakses materi melalui QR code, mengunggah tugas, atau menyaring informasi dari tayangan yang memuat terlalu banyak konten, sehingga sebagian siswa kehilangan fokus. Perbedaan kemampuan teknis dan kecepatan belajar menyebabkan pemahaman materi menjadi tidak merata, sehingga guru perlu memberikan pendampingan lebih intensif. Pembahasan Temuan penelitian ini menegaskan bahwa media pembelajaran berbasis audio visual berkontribusi signifikan dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPAS. Hal ini sejalan dengan Tafonao (Tafonao, 2. yang menyatakan bahwa media pembelajaran dapat merangsang imajinasi dan mendorong keterlibatan aktif siswa, serta didukung oleh Winataputra (S. Winataputra, 2. yang menjelaskan bahwa aktivasi simultan indera pendengaran dan penglihatan membantu memahami materi kompleks menjadi lebih konkret. Observasi menunjukkan siswa mampu mengingat urutan planet secara runtut, memahami isi tayangan, dan menampilkan kreativitas dalam tugas menggambar tata surya, membuktikan bahwa media sesuai karakteristik visual-auditori mampu memperdalam pemahaman materi. Penelitian ini menunjukkan korelasi kuat antara penggunaan media audio visual dan antusiasme siswa, di mana tayangan, animasi, dan lagu pembuka menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta mendorong partisipasi aktif, sejalan dengan konsep joyful learning dan temuan Agustin dkk. (Agustin et al. , 2. serta Setiawan (Setiawan et al. , 2. bahwa media ini meningkatkan motivasi dan keterlibatan belajar. Peningkatan antusiasme juga berdampak pada hasil belajar, mendukung pandangan Anggraeni (Anggraeni. Alpian. Prihamdani, & Winarsih, 2. bahwa kualitas pengajaran dan pemilihan media yang tepat memengaruhi motivasi belajar. Namun, efektivitasnya masih terkendala keterbatasan penguasaan teknologi guru (Sandriani dkk. , 2. serta literasi digital siswa (Dany. Rifan, , & Suryandari, 2024. Rozaq et al. , 2. , di mana sebagian guru kurang percaya diri menggunakannya dan siswa kerap terdistraksi saat memakai perangkat pribadi, sehingga diperlukan pelatihan berkelanjutan bagi guru serta pengawasan ketat dalam pembelajaran. Peningkatan antusiasme tersebut, sebagaimana yang disampaikan oleh guru dalam penelitian ini, juga diikuti oleh peningkatan capaian hasil belajar. Hal ini menunjukan bahwa Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Vol. 5 No. 3 Oktober 2025 hal. 375 - 385 minat belajar belajar memiliki keterkaitan erat dengan prestasi akademik siswa. Sejalan dengan pendapat Anggraeni (Anggraeni et al. , 2. , kualitas pengajaran, termasuk dalam memilih dan menggunakan media yang tepat, berpengaruh besar terhadap motivasi belajar Peran media audio visual tidak hanya sebagai alat bantu, melainkan sebagai jembatan pedagogis yang mampu mendorong transfomasi belajar dari sekedar transfer pengetahuan menjadi proses pembelajaran yang lebih bermakna. Namun demikian, efektivitas media pembelajaran berbasis audio visual tidak terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapi oleh guru di lapangan. Penelitian ini mencatat bahwa tidak semua guru memiliki penguasaan teknologi yang merata. Beberapa guru bahkan merasa belum siap menggunakan media ini karena keterbatasan keterampilan digital dan kurangnya kepercayaan diri. Seperti yang disampaikan oleh Sandriani dkk (Andi Sadriani. Ridwan Said Ahmad, & Ibrahim Arifin, 2. , tantangan utama dalam pembelajaran digital bukan semata pada ketersediaan teknologi, melainkan pada kesiapan sumber daya manusia yang Guru membutuhkan pelatihan berkelanjutan dan dukungan teknis agar media pembelajaran dapat dimanfaatkan secara optimal. Siswa pun memiliki tantangan tersendiri dalam implentasi media audio visual. Meskipun mereka menyambut positif penggunaan media audio visual, beberapa mengalami kesulitan teknis seperti keterbatasan literasi digital dan gangguan konsentrasi, terutama ketika penggunaan media melibatkan perangkat milik pribadi seperti ponsel. Hal ini sejalan dengan temua Rozaq dkk (Rozaq et al. , 2. dan Dany (Dany. Rifan. , & Suryandari, 2. yang menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran berbasis teknologi sangat bergantung pada kesiapan kognitif dan regulasi diri siswa dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pembelajaran di sekolah dasar, khususnya dalam integrasi media audio visual pada pengajaran IPAS. Guru perlu memposisikan media ini sebagai bagian integral strategi pengajaran yang kontekstual dan interaktif, sementara sekolah harus menyediakan dukungan fasilitas dan pelatihan agar penggunaannya tidak sekadar teknis. Pendekatan visual yang konkret dan interaktif dapat memperdalam pemahaman siswa, namun keberhasilannya menuntut kesiapan dan adaptasi dari guru, siswa, dan institusi sekolah agar potensi media ini optimal dalam meningkatkan kualitas SIMPULAN Penelitian ini menegaskan bahwa media pembelajaran audio visual berperan signifikan dalam meningkatkan minat belajar siswa IPAS di sekolah dasar. Media ini membangkitkan perasaan senang, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan aktif siswa, ditunjukkan melalui ekspresi positif, partisipasi spontan, dan eksplorasi materi lebih lanjut. Pemanfaatannya bukan hanya teknis, tetapi juga pedagogis, dengan menghadirkan tayangan menarik yang menumbuhkan motivasi intrinsik siswa. Dari sudut pandang pedagogis, guru perlu menjadikan media audio visual sebagai strategi utama dalam menumbuhkan minat belajar, disertai perencanaan matang, penguasaan teknologi, dan pemilihan konten yang Keberhasilan penerapan sangat dipengaruhi oleh literasi digital guru, kesiapan teknis, serta pelatihan berkelanjutan. Dukungan kelembagaan melalui kebijakan sekolah dan Obaja Bernas Agung Soediro, dkk. Media audio visual dan minat belajar IPAS . kolaborasi antar guru penting untuk memastikan pemanfaatan media berlangsung konsisten dan berkelanjutan. SARAN Penelitian ini memiliki keterbatasan, antara lain hanya dilakukan di satu sekolah dasar dengan subjek dari satu tingkat kelas, keterbatasan waktu observasi dan jumlah informan, serta pendekatan kualitatif yang tidak mengukur peningkatan hasil belajar secara Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak partisipan lintas jenjang dan sekolah dengan latar sosial berbeda, menggunakan pendekatan kuantitatif atau mixed-method untuk mengukur capaian belajar secara statistik, serta mengembangkan media audio visual berbasis lokalitas atau kearifan budaya setempat agar pembelajaran lebih kontekstual dan relevan. DAFTAR PUSTAKA