8 ANALISA TARI ADAT Au BORAN Ay KHAS KABUPATEN LAMONGAN MELALUI DESAIN KOSTUM DENGAN ESTETIKA OBYEKTIF Muhammad Choirul Anam. Ika Ismurdiyahwati Received: 16 February 2024. Accepted: 28 January 2024. Published: 30 March 2024 Ed. : 384 - 396 Abstract The art of Boran Dance is a typical dance art of Lamongan Regency which has signifi- cant and historical value. The forms of Boran Dance costume designs themselves are: kerpus, kemben, kebaya tile, jarik wiron, rapek wiron, wiron, quarter panjen trousers and bojok. So this research focuses on AuAnalysis of the traditional AuboranAy dance typical of Lamongan district through costume design with objective aestheticsAy including a qualitative approach. The data analysis techniques used in this research are data reduction analysis, narrative analysis, and content analysis. Data collection in this research was through observation, interviews, documentation and audio-visual material. The research results show that the Boran dance design typical of Lamongan Regency has meaning and the Boran Dance costume design is formed from different elements through a balance of component designs, thus creating an aesthetic and attractive visual unity with a harmonious combination of patterns, color contrasts and textures. So, it was the design of the Boran Dance costume that encouraged researchers to research AuTypical Boran Dance Costumes of Lamongan RegencyAy Keywords : Boran. Dance. Lamongan, costume. PENDAHULUAN Perkembangan di dalam sejarah budaya Indonesia sangatlah banyak mempunyai beraneka ragam jenis peninggalan budaya dari nenek moyang kita terdahulu, hal seperti itulah yang harus dibanggakan oleh penduduk Indonesia sendiri. Khususnya Tarian tradisional yang cukup baik dan telah meranjak ke Internasional. Sehingga dengan perkembanganya Seni Tari tak luput dari bentuk desain kostum tari sendiri. Kabupaten Lamongan telah mempunyai sebuah Tari Boran yang dimana sudah memecahkan rekor muri dunia pada tahun 2023 yang dimana di tarikan Oleh . penari Kabupaten Lamongan . id, 2. Sehingga secara langsung memperkenalkan budaya bangsa Indonesia lewat bentuk desain kostum Tari Boran yang terdapat Desain kostum sanggat tergolong unik dan berbagai warna. Estetika Obyektif merupakan sebuah objek atau gagasan ide yang mempunyai nilai didasarkan pada prinsip-prinsip seni seperti komposisi, harmoni, proporsi, dan teknik yang digunakan dalam karya seni. Dilansir dari buku (Estetika Filosofil oleh Sunarto, 2. istilah estetika berasal dari bahasa Yunani, yaitu aestheticos yang berarti sensitif atau hidup. Jika dijelaskan lebih detail, estetika bisa dirasakan melalui semua panca indera manusia. Sebenarnya, istilah estetika ini tidak hanya untuk bidang kesenian, tetapi seluruh bidang. Itu disebabkan karena estetika memiliki pengertian yang luas tidak hanya mencakup satu hal saja. Artinya dalam sebuah proses penciptaan karya seni dari sisi Estetika Obyektif yaitu memiliki nilai keindahan yang dimana meliputi dari Bentuk. Isi, dan Warna. Penelitian ini memfokuskan terhadap Esetika obyektif (Bentu. Bentuk sendiri adalah suatu dasar yang menjadi bahan patokan dalam proses terciptanya sebuah karya seni. Karya seni adalah sebuah pengalaman estetis yang dimiliki manusia, sumber buku (Filsafat Seni Jacob Sumardjo yang berjudul Seni Sebagai Bentuk bermakna, hal-. Seni memberikan sebuah pengalaman emosi atau pengalaman keindahan yang tidak diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Seni yang bermutu seni yang mampu memberikan pengalaman estetik, pengalaman emosi, pengalaman keindahan atau pengalaman seni yang khas milik dririnya. Hal ini telah meliputi proses obyektivitas dalam menciptaan bentuk desain kostum pada Tari Boran. Maka dengan itu peneliti ingin memberikan pemahaman yang melatarbelakangi isi dalam penelitian ini. Latar belakang tersebut yakni terkait tentang terbentuknya sebuah Bentuk Desain Kostum Tari Boran khas Kabupaten Lamongan. Tari Boran sendiri ialah sebuah Tari icon Kabupaten Lamongan yang memiliki nilai makna dan bersejarah. Perkembangan Seni Tari Boran Kabupaten Lamongan yang dimana sekarang masih melekat dan juga semakin berkembang, serta semakin terkenal di era saat ini. Kesenian Tari Boran merupakan kesenian khas dari Kabupaten Lamongan yang unsur-unsurnya diambil dari identitas daerah atau sesuatu yang khas pula dari Kabupaten Lamongan yakni Nasi Boran . id Beni Yusuf Alamsyah. Nama Boran diambil dari properti yang digunakan para penjual nasi boran untuk wadah nasi beserta lauk-pauk dan perlengkapan Oleh karena itu dalam konsep penggarapan Kesenian Tari Boran terutama pada gerakan merupakan hasil stilirisasi aktivitas pedagang nasi boran sehari-harinya. Tari Boran diciptakan pada tahun 2006 oleh dua koreografer wanita asal Lamongan yaitu Tri Kristiani dan Ninin Desinta Yustikasari yang dibantu oleh Purnomo sebagai pencipta dan penata musik pengiring untuk Tari Boran. Di Kabupaten Lamongan mereka bertiga dikenal dengan sebutan Trimelati. Secara garis besar gambaran umum tarian ini adalah menggambarkan kepribadian wanita Kabupaten Lamongan yang dalam skala kecil diwakilkan oleh aktivitas para penjual nasi boran dalam menjajakan dagangannya dan berinteraksi dengan pembeli penuh kesabaran, gairah, dan semangat serta ketangguhan adalah semangat mereka dalam menghadapi ketatnya persaingan dan beratnya tantangan hidup untuk mencukupi kebutuhan Artinya Tari Boran sendiri memiliki arti untuk mengangkat tema aktivitas penjual kuliner nasi Boran yang merupakan gambaran kecil tentang kehidupan sosial ekonomi masyarakat Lamongan serta semangat perjuangan hidup yang di sampaikan melalui sebuah karya tari dengan menjelaskan makna dan nilai-nilai moral yang terkandung didalamnya . id, 2. Seiring berkembangnya zaman dari masa ke masa dalam desain kostum tari Boran sendiri terinspirasi dari busana penjual Boran yang biasanya menggunakan penutup kepala kupluk, kerudung, ataupun jilbab dan menggunakan jarik seperempat kaki, akan tetapi dalam konsep tarian dibutuhkan nilai keindahan sehingga mengalami stilisasi, antara lain: a. Kerpus dan Rapek sebagai penutup kepala . engganti Kebaya yang sebelumnya didasari tanktop menggunakan warna yang sama yaitu Celana tanggung seperempat menggunakan warna yang sama yaitu pink untuk menyesuaikan atasannya. Kain Wiron, yaitu kain yang dibentuk rok dengan hiasan list dengan pita berwarna ungu dan pink. Untuk warna kain wiru sendiri pada awalnya berwarna hijau ataupun biru, seiring dengan perkembangannya warna dan hiasan pada kain ini telah banyak dimodifikasi. Pedagang nasi boran juga biasanya menggunakan kain sewek atau Sarung khusus wanita . Penelitian ini mendorong sang peneliti untuk memfokuskan terhadap penilitianya yaitu Auestetika obyektif pada bentuk desain kostum Tari BoranAy menurut peneliti dalam Kostum Tari Boran memiliki ciri khas tersendiri pada bentuk perkomponen kostum Tari Boran. Tari Boran tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat dengan berbagai Muhammad Choirul Anam. Ika Ismurdiyahwati. Analisa Tari Adat Au Boran Ay Khas Kabupaten Lamongan . gaya penampilan yang sangat sederhana dan Berbagai gaya penampilan dapat di amati dari beberapa aspek, antara lain: struktur gerak, pola gerak, teknik gerak. Serta bentuk desain kostum pada Tari Boran. METODE PENELITIAN Pendekatan ini menggunakan Metode Kualitatif bertujuan untuk memahami suatu fenomena dalam kontak sosial secara alami dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang ingin dibahas. Peniliti menggunakan proses teknik pengumpulan data yang relevan. Teknik pengumpulan data tersebut meliputi dari observasi, wawancara, dokumentasi, dan literasi. Melalui hal tersebut, maka hasil penelitian ini memiliki landasan teori yang di manfaatkan sang peneliti sebagai pemandu, agar proses penelitian ini sesuai dengan fakta ataupun data yang akurat. Hingga pada akhirnya peneliti memilih judul penelitian yang berjudul AuAnalisa tari adat Au BoranAy khas kabupaten lamongan melalui desain kostum dengan estetika obyektif Ay Maka dengan tujuan peneliti tersebut peneliti melibatkan keilmuan Estetika Obyektif (Bentu. agar lebih fokus terhadap menganalisis judul yang sudah direncanakan oleh penulis. Dengan melalui keilmuan Estetika Obyektif (Bentu. penelitian ini lebih fokus menganalisis pada sebuah desain yang ada di dalam Kostum Tari Boran Khas Kabupaten Lamongan dengan keilmuan seni rupa Estetika Obyektif (Bentu. Seni Desain dalam Kostum Tari Boran tersebut telah memiliki makna, pembuatan desain kostum memakai seni kriya tekstil juga yang dimana sang designer tentu ingin menyampaikan tema dengan unsur keindahan yang ada pada desain kostum. Sisi tersebutlah yang menekankan dan menjadikan titik fokus bagi sang peneliti, agar penelitiannya ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan pembahasan dalam penelitian ini dapat membuat masyarakat memberikan apresiasi terhadap keindahan Bentuk Desain Kostum Tari Boran Khas Kabupaten Lamongan yang telah di ciptakan oleh para sang designer. Data yang digunakan dalam metode penelitian ada 2 . yaitu pengolahan data berupa dari data primer dan data Pada penelitian ini data yang di gunakan oleh sang peneliti yaitu berupa data primer. Sumber Data adalah subyek dari mana data tersebut diperoleh. Sumber data penelitian ini berupa Narasumber (Informa. dan Dokumen atau Arsip yang diperoleh peneliti di lapangan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu: Observasi. Wawancara. Dokumen, dan Materi audio . ekaman suar. Kemudian Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini yaitu: Reduksi data. Analisis Naratif, dan analisis konten. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan sebuah analisis yang di lakukan peneliti, maka peneliti menemukan sebuah temuan baru berupa bentuk desain yang ada pada Kostum Tari Boran Khas Kabupaten Lamongan tersebut. Penemuan baru yang ditemukan peneliti ketika terjun di lapangan ialah mengetahui bahwa Kostum Tari Boran tersebut memiliki makna atau bentuk desain yang estetis pada pembuatan Kostum Tari Boran Khas Kabupaten Lamongan. Pada Desain tersebut dapat mendorong peneliti untuk mengetahui sisi keindahan yang di ciptakan oleh para designer untuk menarik perhatian para penonton atau penikmat agar tidak bosan. Berikut ini merupakan tabel sebuah hasil penelitian ini: Hasil Analisis Estetika Obyektif Pada Bentuk Desain Kostum Tari Boran Khas Kabupaten Lamongan. No. Foto Estetika Obyektif (Bentu. Kerpus = adalah harmoni yang menarik terbentuk atas elemen-elemen yang berbeda Jurnal Budaya Nusantara Vol. 6 No. 3 (Maret 2. : 384 - 396 melalui keseimbangan desain yang terkandung dalam topi, elemen tersebut menciptakan kesatuan visual yang menyelaraskan berbagai elemen menjadi satu kesatuan yang estetis. Kesatuan ini memancarkan keindahan yang serasi dan memberikan kesan setiap elemen pada Desain topi kerpus menciptakan ritme visual melalui pola, kontras warna dan tekstur pada topi kerpus menciptakan daya tarik visual yang kuat dengan estetika yang khas. Rincian hiasan topi tersebut seperti bordiran atau ukiran untuk menambahkan irama artistik yang mengandung nilai seni dan keunikan. motif tradisional dan modern pada kerpus memberikan dinamika yang menarik pada desain topi tersebut memperlihatkan kecermatan dalam mengatur ukuran antarbagian. Proporsi yang seimbang pada topi kerpus menciptakan estetika yang menyatu secara visual. Rasio yang tepat antara bagian topi seperti tinggi corak, lebar tepi, dan bantuk keseluruhan memberikan kesan yang proporsional. Seni Desain Topi kerpus adalah harmoni antara fungsi praktis dan ekspresi artistik. Keseimbangan dan kesatuan visual menciptakan estetika yang menarik. Penekanan pada detail dan ritme visual melalui pola dan warna. Proporsi yang seimbang menciptakan estetika yang Kontras warna, pola, dan tekstur menambah daya tarik visual. Seni Kriya Tekstil Kesatuan kerpus melibatkan keseimbangan yang baik antara elemen - elemen desain seperti warna, pola, tekstur. Detail dalam kerpus memiliki peran penting dan harus seimbang. Kerumitan kerpus dapat mengandung makna dan simbiolis yang mendalam. Kerumitan kerpus dalam karya seni tekstil menunjukkan bahwa tingkat kompleksitas ini menciptakan karya seni tekstil yang tidak hanya estetis. Kesimpulan Kerpus adalah harmoni yang terbentuk dari elemen-elemen yang berbeda melalui keseimbangan desain pada topi. Elemen tersebut menciptakan kesatuan visual yang estetis dan memancarkan keindahan serasi. Desain topi kerpus menciptakan ritme visual melalui pola, kontras warna, dan tekstur pada topi kerpus dengan estetika yang khas. Hiasan pada topi kerpus dapat menambahkan irama artistik yang mengandung nilai seni dan keunikan. Proporsi yang seimbang menciptakan estetika yang menyatu. Rasio yang tepat antara bagian topi seperti tinggi corak, lebar topi dan bentuk keseluruhan memberikan kesan yang proporsional. Detail dalam kerpus memiliki peran penting dan harus seimbang. Kerumitan pada kerpus dapat mengandung makna dan simbolis yang mendalam. ________________________________ No. Foto Estetika Obyektif (Bentu. Kemben = pada zaman dahulu memakai dalaman tangtop dan dipakaikan luaran baju kebaya zaman dahulu untuk berjualan nasi Desain kemben menciptakan ritme visual yang menarik dengan perpaduan yang harmonis antara pola, warna, dan tekstur dan menghadirkan irama artistik yang khas dalam sebuah tarian. Detail hiasan pada kemben menambahkan dimensi seni yang memperkaya nilai estetika. Kontras warna, pola dan tekstur pada kemben menambahkan kedalaman pada penampilan penari. Perbedaan antara elemen warna terang dan gelap, atau pola tradisional dan modern, memberikan tampilan yang mencolok dan terdapat juga pada pola yang dibuat sesuai dengan lekuk tubuh seorang penari Keterpaduan antara warna, pola, dan tekstur pada kemben menciptakan tampilan yang komprehensif. Kesatuan ini memberikan kesan bahwa semua elemen kostum saling melengkapi dan menciptakan tampilan yang keren dan estetis. Dengan demikian, kemben bu- Muhammad Choirul Anam. Ika Ismurdiyahwati. Analisa Tari Adat Au Boran Ay Khas Kabupaten Lamongan . kan hanya menjadi bagian dari pakaian penari, tetapi juga sebagai komposisi kesatuan yang mencerminkan keindahan dan keseimbangan. Desain tersebut menonjolkan perbandingan yang tepat antara berbagai bagian kostum. Proporsi yang seimbang pada kemben menyelaraskan setiap elemen secara harmonis. Rasio yang tepat antara tinggi, lebar, dan bentuk keseluruhan kemben menunjukkan perhatian terhadap detail proposional. Dengan demikian, kontras dalam kostum penari, khususnya pada kemben bukan hanya memberikan variasi visual tetapi juga menciptakan daya tarik yang cukup kuat dan menyenangkan tetapi juga memperkaya nilai artistik. Seni Desain Kemben pada zaman dahulu digunakan sebagai dalaman tangtop dan dipakaikan luaran baju atau kebaya saat menjual nasi boran. Desain kemben menciptakan harmoni visual melalui keseimbangan elemen desain, penekanan pada detail hiasan dan perpaduan material. Ritme visual yang harmonis tercipta melalui perpaduan pola, motif jahitan payet, warna, dan tekstur. Proporsi yang seimbang pada kemben menonjolkan perbandingan yang tepat antara berbagai bagian Kontras dalam warna, pola, dan tekstur kemben menambahkan kedalaman dan dinamika pada penampilan penari. Seni Kriya Tekstil pembuatan kemben melibatkan berbagai teknik tekstil, seperti tenun, bordir, atau hiasan lainnya. Pembuatan kemben harus memperhatikan setiap detail untuk mencapai hasil akhir yang sesuai dengan tradisi dan keindahan estetika, serta menambah tingkat kerumitan dan memberikan tekstural yang kaya. Menunjukan integrasi yang baik antara teknik- teknik dan menciptakan hasil akhir yang bernilai tinggi seni. Kesimpulan Kemben pada zaman dahulu memakai dalaman tangtop dan dipakaikan luaran baju kebaya untuk berjualan nasi boran. Desain kemben menciptakan visual yang menarik dengan perpaduan yang harmonis antara pola. Kontras warna, dan tekstur pada kemben menambahkan kedalaman pada penampilan penari. Perbedaan antara elemen warna terang dan gelap, atau pola tradisional dan modern. kemben bukan hanya menjadi bagian dari pakaian penari, tetapi juga sebagai komposisi kesatuan yang mencerminkan keindahan. pembuatan kemben melibatkan berbagai teknik tekstil, seperti tenun, bordir, atau lainnya. setiap detail untuk Menunjukan integrasi yang baik antara teknik- teknik dan menciptakan hasil akhir yang bernilai tinggi seni. ________________________________ No. Foto Estetika Obyektif (Bentu. kebaya pada zaman dahulu penjual nasi boran masih menggunakan baju batik atau kebaya lama yang dimana dipakai setiap hari untuk bahwa kebaya menciptakan ritme visual yang elegan melalui kombinasi harmonis warna,pola,dan detil hiasan. detil hiasan pada kebaya, seperti renda ataupun motif payet yang terbentuk menambahkan dimensi seni yang memperkaya nilai estetika. elemen-elemen seperti warna terang dan gelap, memberikan tampilan yang mencolok dan memikat perhatian para penontonya. dalam kebaya adalah harmoni visual yang tercipta melalui keseimbangan dan keterpaduan elemen desain. keseluruhan kostum memberikan kesan bahwa setiap elemen saling melengkapi,menciptakan,menciptakan tampilan yang koheren dan estetis. bahwa desainnya menonjolkan perbandingan yang tepat antara berbagai bagian Proporsi yang seimbang pada kebaya menciptakan tampilan yang estetis. bentuk keseluruhan kebaya menunjukkan perhatian keserasian kostum yang dikenakan. Jurnal Budaya Nusantara Vol. 6 No. 3 (Maret 2. : 384 - 396 Seni Desain Desain kebaya pada zaman dahulu memegang peran penting dalam menciptakan estetika penampilan, dengan keseimbangan terawang menjadi kunci utamanya. Keselarasan warna, pola, dan detail hiasan, termasuk motif payet, memberikan harmoni pada setiap elemen kostum. Penekanan pada bagian atas dan pinggul kebaya menambahkan sentuhan sensualitas dalam gerakan tarian, sementara proporsi yang seimbang menciptakan tampilan yang estetis dan harmonis. Kontras antara motif, warna, dan tekstur menambahkan kedalaman dan dinamika pada penampilan keseluruhan. Seni Kriya Tekstil Pada zaman dahulu penjual Nasi Boran masih menggunakan kebaya lama yang dipakai setiap hari untuk berjualan. Kebaya menciptakan keseimbangan visual yang memukau. Paduan warna, motif, dan tekstur yang bersatu padu dalam bentuk kebaya. Kebaya sering dibuat dari bahan berkualitas tinggi. Proses pembuatan kebaya memerlukan kesungguhan dalam pelestarian dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan tradisi. ________________________________ No. Foto Estetika Obyektif (Bentu. Rapek wiron ini yang menambah keselarasan dalam bentuk kostum dan gerak. Rapek wiron ini yang menambah keselarasan dalam bentuk kostum dan gerak. Keseimbangan desain penggunaannya, menjaga antara kain wiron besar dengan gerakan penari adalah kunci. Penekanan ini digunakan untuk memberikan penekanan visual gerakan atau bentuk yang diinginkan. titik fokus rapek wiron pada kostum penari keharmonisan visual melalui kombinasi antara warna, pola, dan tekstur. Proporsi dalam rapek wiron pada kostum penari mem- berikan tampilan yang estetis dan seimbang. proporsional antara panjang, lebar, dan bentuk keseluruhan, kain menciptakan harmoni visual yang menyenangkan. Seni Desain Rapek wiron, berfungsi untuk menambah keselarasan dalam bentuk kostum dan gerak. Keseimbangan desain penggunaannya, menjaga antara kain wiron besar dengan gerakan penari adalah kunci. kain wiron dapat berfungsi sebagai perpanjangan gerakan penari, menambah dinamika visual pada tarian. Penekanan ini digunakan untuk memberikan penekanan visual gerakan atau bentuk yang Titik fokus rapek wiron pada kostum penari keharmonisan visual melalui kombinasi antara warna, pola, dan tekstur. Menawarkan irama artistik, dinamis. proporsional antara panjang, lebar, dan menciptakan harmoni visual yang menyenangkan. proporsi ini menunjukkan kecermatan dalam desain, memperlihatkan keseimbangan yang indah dan proporsional secara keseluruhan. Seni Kriya Tekstil Rapek Wiron adalah teknik untuk menambahkan keindahan estetis pada busana. Teknik ini menciptakan keselarasan antara kostum dan gerakan dengan menggabungkan warna, pola, dan tekstur. Hasilnya adalah kesan dinamis dan menarik yang menciptakan harmoni visual dalam desain kain. Proporsi rapek wiron pada kostum tari juga memberikan tampilan estetis dan seimbang dengan detail proporsional lebih simpel. Dalam seni tari, jarik adalah salah satu jenis kostum yang digunakan oleh penari. Mengganti jarik artinya mengubah atau mengganti kostum tersebut. Proporsi dalam hal ini merujuk pada perbandingan ukuran dan bentuk antara bagian-bagian dari kostum tersebut. Pentingnya proporsi dalam desain jarik bisa dilihat ketika sebuah rok terlalu pendek atau terlalu panjang dibandingkan dengan bagian Hal itu dapat membuat tarian kurang estetis dan bahkan menyulitkan gerakan penari. Muhammad Choirul Anam. Ika Ismurdiyahwati. Analisa Tari Adat Au Boran Ay Khas Kabupaten Lamongan . Kesimpulan Kain wiron menambah keselarasan dalam kostum dan gerak, titik fokus rapek wiron pada kostum penari melalui kombinasi antara warna, pola dan tekstur. Proporsional antara panjang, lebar, dan bentuk keseluruhan, kain menciptakan harmoni visual yang menyenangkan. Rapek wiron berfungsi untuk menambah keselarasan dalam bentuk kostum dan gerak, kain wiron berfungsi sebagai perpanjangan gerakan penari. Penekanan ini digunakan untuk memberikan penekanan visual gerakan atau bentuk yang diinginkan. Rapek wiron memakai teknik untuk menambah keindahan pada busana, sehingga menciptakan keselarasan antara kostum dan gerakan. Hasilnya adalah kesan dinamis yang menarik dalam desain kain, dalam seni tari jarik adalah salah satu kostum yang digunakan oleh penari, mengganti jarik artinya mengubah kostum tersebut. Pentingnya proporsi dalam desain jarik bisa dilihat ketika rok terlalu pendek atau terlalu panjang, hal itu dapat membuat tarian kurang estetis bahkan menyulitkan gerakan penari. ________________________________ No. Foto Estetika Obyektif (Bentu. Rapek, adalah fungsinya sama halnya dengan rapek wiron bertujuan untuk menambahkan keindahan estetika. Kesimbangan dalam penari dapat menciptakan efek visual yang elegan dan dinamis, sebagai elemen penekanan nuansa khusus dalam gerakan, estetis, serta ekspresi seni tarian secara keseluruhan. Kesatuan rapek pada kostum penari menciptakan harmoni yang menakjubkan. Detail proporsional antara elemen-elemen menciptakan harmoni visual yang menyenangkan. perhatian terhadap rincian desain. Seni Desain Rapek, adalah fungsinya sama halnya dengan rapek wiron bertujuan untuk menambahkan keindahan estetika. Kesimbangan dalam penari dapat menciptakan efek visual yang elegan dan dinamis, sebagai elemen penekanan nuansa khusus dalam gerakan, estetis, serta ekspresi seni tarian secara keseluruhan. Kesatuan rapek pada kostum penari menciptakan harmoni yang menakjubkan. penekanan pada kain menjadi titik fokus yang memikat perhatian penonton. Detail proporsional antara elemen-elemen menciptakan harmoni visual yang menyenangkan menunjukkan perhatian terhadap rincian desain. Seni Kriya Tekstil Rapek adalah aksesoris yang digunakan dalam tari boran untuk menambah keindahan estetis. Fungsinya sama dengan wiron dan dapat memberikan sentuhan dinamis pada gerakan Rapek juga dapat melengkapi motif wiron kecil dan menciptakan ritme visual yang khas. Penggabungan warna, pola, dan desain aksesoris tersebut membentuk tampilan yang seimbang dan estetis. Kesatuan ini menunjukkan harmoni yang menakjubkan pada kostum penari. Pentingnya perhatian terhadap detail dan kecermatan dalam menyatukan berbagai detail proporsional antara elemen-elemen seperti ukuran, bentuk, dan penempatan rapek. Proporsi yang tepat menunjukkan ekspresi seni pertunjukan melalui permainan warna, pola, gerakan, dan aksesoris yang memberikan dimensi artistik yang unik pada penampilan penari. Kesimpulan Rapek dan rapek wiron memiliki peran penting dalam menambahkan keindahan estetika dalam seni tari, dengan menciptakan efek visual yang elegan dan dinamis. Kesimbangan dan kesatuan rapek pada kostum penari menciptakan harmoni yang memukau, sementara perhatian terhadap detail proporsional antara elemen-elemen menunjukkan kecermatan da- Jurnal Budaya Nusantara Vol. 6 No. 3 (Maret 2. : 384 - 396 lam desain. Penggunaan rapek dalam tari boran juga menghadirkan sentuhan dinamis pada gerakan penampilan dan menciptakan ritme visual yang khas, menunjukkan pentingnya ekspresi seni pertunjukan melalui permainan warna, pola, dan aksesoris yang unik. ________________________________ No. Foto Estetika Obyektif (Bentu. Pemakaian celana seperempat pada kostum penari mudah dibuat bergerak sehingga gerakan menjadi leluasa dan anggun dalam tarian. Detail irama dalam celana menampilkan celana yang menarik dan dinamis, tidak hanya variasi yang menarik tetapi juga menonjolkan celana sebagai elemen segnifikasi pada kostum. Celana seperempat bukan sebagai pakaian yang berdiri sendiri melainkan sebagai bagian dalam seluruh kostum yang memberikan kesan visual. Seni Desain Celana punjen adalah celana seperempat yang merupakan pengembangan kostum tari boran. Penggunaan celana punjen, dapat memberikan fungsional dan proporsi memperlihatkan desain yang menyatu dan terlihat seimbang serata berkesan visual. Penekanan pada penggunaan celana seperempat menciptakan ritme yang khas serta teridentitas. Proposional bentuk pada celana terdapat keseimbangan yang dapat menyenangkan mata. perbedaan dari berbagai desain pada penampilan penari memberikan variasi menarik dan signifikan. Seni Kriya Tekstil Celana panjen mempunyai fungsi utama yaitu bertujuan untuk mampermudah bergerak saat Kesatuan tekstil dalam celana panjen ini menciptakan kesejmbangan antara bagian atas maupun bagian bawah, tak hanya itu perpaduan warna yang digunakan menciptakan kesatuan visual yang menarik, serta detail detail potongan atau jahitan guna memberikan karaktereristik tersendiri dan keunikanya. Hal ini juga mempengaruhi pemilihan kain yang digunakan, karena dapat mempengaruhi kenyamanan dan keleluasaan saat melakukan gerakan tarian. Kesimpulan Celana punjen adalah celana seperempat yang merupakan pengembangan kostum tari boran. Penggunaan celana seperempat dalam aspek kostum tari boran memang bertujuan untuk keleluasaan melakukan setiap gerakan pada tarian boran, tidak hanya variasi yang terdapat pada celana tetapi elemen segnifikasi pada kostum tari. Fungsi proporsi dan fungsional memperlihatkan desain yang menyatu dan seimbangan antara pola jahitan yang rapi. pemilihan kain yang digunakan untun membuat celana ini juga harus sangat diperhatikan karena berpengaruh pada kenyamanan. ________________________________ No. Foto Estetika Obyektif (Bentu. Pada zaman dahulu, penjual nasi boran menggunakan bojok wakul nasi yang dipakai untuk tempat menjual nasi boran. Penari bojok menciptakan suara yang khas, terdapat alur garis vertikal dan horizontal yang dimensi pada pertunjukan. Bojok tidak hanya sebagai pelengkap tapi juga sebagai memainkan visual yang menarik. Properti bojok bukan sebagai elemen dekoratif, tapi sebagai bagian penting dalam menciptakan tampilan yang proporsional. Muhammad Choirul Anam. Ika Ismurdiyahwati. Analisa Tari Adat Au Boran Ay Khas Kabupaten Lamongan . Seni Desain bojok adalah tempat nasi atau bisa disebut dengan wakul. hal ini membuat keunikan kostum tari boran lebih khas. Bojok berkontribusi dalam tampilan visual penari. Kesatuan unsur bojok yang memukau dapat menciptakan tampilan yang konsisten. Irama yang terkndung dalam ritme terdapat nuansa ritme yang menarik proporsi menunjukkan perhatian terhadap rincian desain. Warna yang menciptakan kombinasi visual yang memberikan daya tarik Bentuk dan ukuran juga memberikankeunikan tersendiri. Seni Kriya Tekstil pada dasarnya bojok digunakan untuk tempat menaruh nasi saat berjualan nasi boran, dan pada saat melakukan tarian nasi boran, bojok berperan sebagai properti. Teknik anyaman dan pembentukan pola yang diterapkan dalam pembuatan bojok ini menciptakan ke khasan nya sendiri pada bojok. Dan dibutuhkan juga ketelitian dan kesungguhan untuk membuat bojok iki menjadi suatu desain yang menarik. Kesimpulan Bojok adalah bakul tempat menaruh nasi pada penjual nasi boran. Pada bojok terdapat alur garis vertikal atau horizontal, dan bojok juga memainkan visual yang menarik. Bentuj dan ukuran bojok harus proporsional antar anyaman. Teknik kesungguhan dan ketelitian dalam pembuatan bojok sangatlah tinggi karena berpengaruh pasa kualitas ketahanan bojok itu sendiri saat digunakan sebagai properti dalan semuah tari boran. Dari hal itu bojok memiliki ciri khas tersendiri. ________________________________ No. Foto Estetika Obyektif (Bentu. Jarik Wiron, adalah kain yang dililitkan di pinggang sebagai ganti sewek agar terlihat lebih modern dan lebih simpel. keindahan warna yang tajam yang diperoleh dari keterpaduan elemen-elemen desain dan kualitas estetisnya. pada jarik wiron tercapai melalui keseimbangan antara motif tradisional dan sentuhan desain modern. wiron menggunakan warna yang tajam untuk sebagai perpedaan penggunaan. pola mencolok dan warna yang kontras menonjolkan keindahan dan memikat perhatian. Proporsi estetika jarik wiron tercermin dalam keseimbangan yang baik antara lebar dan panjang mengandalkan keseimbangan proporsi yang proporsional antara bagian atas dan Ini menciptakan daya tarik yang keterpaduan harmonis antara berbagai elemen desain yang menciptakan tampilan yang serasi dan memukau. Seni Desain Jarik Wiron, adalah kain yang dililitkan di pinggang sebagai ganti sewek pada tari boran. Keseimbangan seni desain jarik wiron terdapat pada pemilihan warna yang cerdas dan padu-padanan yang seimbang dan estetis. Penekanan pada motif dan warna menjadi titik fokus yang menarik dan memberikan daya tarik pada pakaian. Pada Jarik wiron mencapai kontras estetika melalui permainan perbedaan pola tradisional dan modern yang mencolok sehingga menciptakan tampilan yang menarik. Seni Kriya Tekstil Jarik Wiron adalah kain yang dililitkan di pinggang sebagai ganti sewek agar terlihat lebih modern dan lebih simpel. Kesatuan tekstil Jarik Wiron tercermin dalam keterpaduan kain berkualitas tinggi dan warna pada kain yang menciptakan tampilan yang kohesif. Kerumitan Jarik Wiron adalah proposianal antara anyaman, hiasan, dan struktur pakaian yang harmonis. Kesungguhan tekstil pada Jarik Wiron mencerminkan dedikasi tinggi terhadap keterampilan pengrajin, dan pelestarian budaya yang masih dialirkan. Jurnal Budaya Nusantara Vol. 6 No. 3 (Maret 2. : 384 - 396 Kesimpulan Jarik Wiron, adalah kain yang dililitkan di pinggang sebagai ganti sewek agar terlihat lebih modern dan lebih simpel. Keseimbangan seni desain jarik wiron terdapat pada pemilihan warna yang cerdas dan padu-padanan yang seimbang dan estetis. Jarik wiron mencapai kontras estetika melalui permainan perbedaan pola tradisional dan modern yang mencolok sehingga menciptakan tampilan yang menarik. Kesatuan tekstil Jarik Wiron tercermin dalam keterpaduan kain berkualitas tinggi dan warna pada kain yang menciptakan tampilan yang Kesungguhan tekstil pada Jarik Wiron mencerminkan dedikasi tinggi terhadap keterampilan pengrajin, dan pelestarian budaya yang masih dialirkan. ________________________________ Pada pembahasan table tersebut peneliti memfokuskan terhadap hasil interpreasi pada Estetika Obyektif. Seni Desain. Seni Kriya Tekstil ke 8 elemen kostum Tari Boran Khas Kabupaten Lamongan : Kerpus: Kerpus adalah harmoni yang terbentuk dari elemen-elemen yang berbeda melalui keseimbangan desain pada topi. Elemen tersebut menciptakan kesatuan visual yang estetis dan memancarkan keindahan serasi. Desain topi kerpus menciptakan ritme visual melalui pola, kontras warna, dan tekstur pada topi kerpus dengan estetika yang khas. Hiasan pada topi kerpus dapat menambahkan irama artistik yang mengandung nilai seni dan keunikan. Proporsi yang seimbang menciptakan estetika yang menyatu. Rasio yang tepat antara bagian topi seperti tinggi corak, lebar topi dan bentuk keseluruhan memberikan kesan yang proporsional. Detail dalam kerpus memiliki peran penting dan harus seimbang. Kerumitan pada kerpus dapat mengandung makna dan simbolis yang mendalam. Kemben: Kemben pada zaman dahulu memakai dalaman tangtop dan dipakaikan luaran baju ke- baya untuk berjualan nasi boran. Desain kemben menciptakan visual yang menarik dengan perpaduan yang harmonis antara pola. Kontras warna, dan tekstur pada kemben menambahkan kedalaman pada penampilan penari. Perbedaan antara elemen warna terang dan gelap, atau pola tradisional dan modern. kemben bukan hanya menjadi bagian dari pakaian penari, tetapi juga sebagai komposisi kesatuan yang mencerminkan keindahan. kemben melibatkan berbagai teknik tekstil, seperti tenun, bordir, atau lainnya. memperhatikan setiap detail untuk Menunjukan integrasi yang baik antara teknik- teknik dan menciptakan hasil akhir yang bernilai tinggi seni. Kebaya Tile: Pada zaman dulu penjual nasi boran berjualan dengan mengenakan baju kebaya. Kesatuan ritme visual yang memadukan antara warna, pola, dan detail hiasan ataupun payet menciptakan keselarasan yang menambah nilai estetika. Proporsi peletakan elemen-elemen yang tersusun menciptakan kesan gelap terang pada Kontras antara motif, warna, dan tekstur menambahkan kedalaman dan dinamika pada kebaya. Pemilihan kain yang digunakan untuk pembuatan kebaya sering dibuat dari bahan berkualitas tinggi karena untuk menjaga kualitas serta kenyamanan setelah pemakaian kebaya tersebut. Jarik Wiron: Jarik Wiron, adalah kain yang dililitkan di pinggang sebagai ganti sewek agar terlihat lebih modern dan lebih simpel. Keseimbangan seni desain jarik wiron terdapat pada pemilihan warna yang cerdas dan padu-padanan yang seimbang dan estetis. Jarik wiron mencapai kontras estetika melalui permainan perbedaan pola tradisional dan modern yang mencolok sehingga menciptakan tampilan yang menarik. Kesatuan tekstil Jarik Wiron tercermin dalam keterpaduan kain berkualitas tinggi dan warna pada kain yang menciptakan tampilan yang Kesungguhan tekstil pada Jarik Wiron Muhammad Choirul Anam. Ika Ismurdiyahwati. Analisa Tari Adat Au Boran Ay Khas Kabupaten Lamongan . mencerminkan dedikasi tinggi terhadap keterampilan pengrajin, dan pelestarian budaya yang masih dialirkan. Rapek Wiron: Kain wiron menambah keselarasan dalam kostum dan gerak, titik fokus rapek wiron pada kostum penari melalui kombinasi antara warna, pola dan tekstur. Proporsional antara panjang, lebar, dan bentuk keseluruhan, kain menciptakan harmoni visual yang menyenangkan. Rapek wiron berfungsi untuk menambah keselarasan dalam bentuk kostum dan gerak, kain wiron berfungsi sebagai perpanjangan gerakan penari. Penekanan ini digunakan untuk memberikan penekanan visual gerakan atau bentuk yang diinginkan. Rapek wiron memakai teknik untuk menambah keindahan pada busana, sehingga menciptakan keselarasan antara kostum dan gerakan. Hasilnya adalah kesan dinamis yang menarik dalam desain kain, dalam seni tari jarik adalah salah satu kostum yang digunakan oleh penari, mengganti jarik artinya mengubah kostum tersebut. Pentingnya proporsi dalam desain jarik bisa dilihat ketika rok terlalu pendek atau terlalu panjang, hal itu dapat membuat tarian kurang estetis bahkan menyulitkan gerakan penari. Rapek: Rapek dan rapek wiron memiliki peran penting dalam menambahkan keindahan estetika dalam seni tari, dengan menciptakan efek visual yang elegan dan dinamis. Kesimbangan dan kesatuan rapek pada kostum penari menciptakan harmoni yang memukau, sementara perhatian terhadap detail proporsional antara elemen-elemen menunjukkan kecermatan dalam desain. Penggunaan rapek dalam tari boran juga menghadirkan sentuhan dinamis pada gerakan penampilan dan menciptakan ritme visual yang khas, menunjukkan pentingnya ekspresi seni pertunjukan melalui permainan warna, pola, dan aksesoris yang unik. Celana Panjen: celana punjen adalah celana seperempat yang merupakan pengembangan kostum tari boran. Penggunaan celana seperempat dalam aspek kostum tari boran memang bertujuan untuk keleluasaan melakukan setiap gerakan pada tarian boran, tidak hanya variasi yang terdapat pada celana tetapi elemen segnifikasi pada kostum tari. Fungsi proporsi dan fungsional memperlihatkan desain yang menyatu dan seimbangan antara pola jahitan yang rapi. pemilihan kain yang digunakan untun membuat celana ini juga harus sangat diperhatikan karena berpengaruh pada kenyamanan. Bojok: Bojok adalah bakul tempat menaruh nasi pada penjual nasi boran. Pada bojok terdapat alur garis vertikal atau horizontal, dan bojok juga memainkan visual yang menarik. Bentuj dan ukuran bojok harus proporsional antar anyaman. Teknik kesungguhan dan ketelitian dalam pembuatan bojok sangatlah tinggi karena berpengaruh pasa kualitas ketahanan bojok itu sendiri saat digunakan sebagai properti dalan semuah tari boran. Dari hal itu bojok memiliki ciri khas tersendiri. KESIMPULAN Peneliti dapat menyimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa desain tari boran khas Kabupaten Lamongan memiliki makna dan desain kostum Tari Boran terbentuk dari elemen-elemen yang berbeda melalui keseimbangan desain perkomponen, sehingga menciptakan kesatuan visual yang estetis dan menarik dengan perpaduan yang harmonis antara pola, kontras warna, dan tekstur. Menciptaan sebuah desain kostum Tari Boran tersebut dapat membuat sang penari menjadi lebih terlihat cantik dan mendalami peran sebagai penjual Nasi Boran. Inovasi dalam proses pembuatan kostum Seni tari boran Kabupaten Lamongan memiliki sebuah desain bentuk yang tergolong sangat unik yang dimana desain pada bentuk Tari Boran ini mengambarkan kehidupan para penjual nasi boran pada zaman dahulu, pesan moral yang disampaikan untuk Masyarakat, khususnya Kabupaten Lamongan lebih peka Jurnal Budaya Nusantara Vol. 6 No. 3 (Maret 2. : 384 - 396 terhadap kebudayaan Kab Lamongan, agar pelestarian kebudayaan tidak lupa dengan hasil karya aslinya sehingga kedepanya tersampaikan untuk para penerus yang berhak mengetahui keluhuran budaya dari nenek moyangnya. Dan juga bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa jurusan seni rupa yang ikut berperan aktif dalam melestarikan terhadap budaya bangsa untuk tidak meningalkannya. DAFTAR PUSTAKA