JUMBIWIRA: Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol. No. 3 Desember 2023 e-ISSN : 2829-2502. p-ISSN : 2829-260X. Hal 01-10 DOI: https://doi. org/10. 56910/jumbiwira. Tingkat Pemahaman dan Praktik Literasi Keuangan Pada Kelompok UMKM di Desa Karangtalun Kras Kediri * Moch. Wahyu Widodo Faculty of Economic and Business. Universitas Negeri Malang Email:moch. 2304139@students. Imam Mukhlis Faculty of Economic and Business. Universitas Negeri Malang Email: imam. fe@um. * Korespondensi: moch. 2304139@students. Abstract: This research aims to find out how the financial literacy of MSMEs in Karangtalun Village. Kras subdistrict. Kediri Regency. The research approach used is qualitative descriptive. The types of data used are primary and secondary data. Data collection techniques are carried out by observation, interviews. The research results show that MSMEs in Karangtalun Village do not understand financial literacy well. Business management is carried out conventionally. Keywords: MSMEs. Financial Literacy. Financial Management. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana literasi keuangan pelaku UMKM di Desa Karangtalun kecamatan Kras Kabupaten kediri. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kulaitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Desa Karangtalun belum memahami literasi keuangan dengan baik. Pengelolaan usaha dilakukan secara konvensional. Kata kunci : UMKM. Literasi Keuangan. Pengelolaan Keuangan. PENDAHULUAN Berdasarkan Peraturan Menteri Koperasi dan Undang-Undang No. 20 Tahun 2008, literasi keuangan memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja dan keberlangsungan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut Amin & Pamungkas, . literasi keuangan dapat memberikan dampak positif terhadap pengambilan keputusan, kemampuan dalam pengelolaan keuangan, serta akses pada layanan keuangan bagi pelaku UMKM. Menurut Sugita & Ekayani, . Pembinaan literasi keuangan diperlukan untuk menunjang keberlanjutan UMKM, karena pemahaman yang baik terhadap literasi keuangan dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik. Menurut Aribawa . UMKM dengan kemampuan literasi keuangan yang memadai cenderung memiliki keputusan bisnis dan keuangan yang lebih baik, yang pada akhirnya meningkatkan keberlanjutan jangka panjang usaha tersebut. Selain itu menurut Maharani & Rita . literasi keuangan juga berpengaruh positif terhadap perilaku manajemen keuangan pada UMKM, seperti manajemen kas yang efisien dan pertumbuhan usaha yang lebih baik. Received Oktober 13, 2023. Revised November 02 , 2023. Accepted Desember 06, 2023 * Moch. Wahyu Widodo, moch. 2304139@students. Tingkat Pemahaman dan Praktik Literasi Keuangan Pada Kelompok UMKM di Desa Karangtalun Kras Kediri Menurut Hilmawati & Kusumaningtias . Dukungan literasi keuangan juga diperlukan untuk memastikan keberlanjutan sektor UMKM, yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Menurut Septiani & Wuryani . Selain literasi keuangan, inklusi keuangan juga memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Inklusi keuangan dapat membantu dalam memperluas akses layanan jasa keuangan bagi UMKM, yang pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun menurut Pida & Imsar, . , literasi keuangan juga perlu ditingkatkan untuk memastikan bahwa UMKM dapat memanfaatkan akses keuangan dengan baik. Dengan demikian, literasi keuangan memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja dan keberlanjutan UMKM. Peningkatan literasi keuangan perlu menjadi fokus utama dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM sesuai dengan Peraturan Menteri Koperasi dan Undang-Undang No. 20 Tahun 2008. Menurut Thaler . literasi keuangan merupakan kemampuan individu dalam mengelola keuangan dan membuat keputusan keuangan yang cerdas. Konsep "Nudge" yang dikemukakan oleh Thaler menekankan pengaruh faktor psikologis dalam pengambilan keputusan, dan mengusulkan intervensi yang halus untuk membimbing individu menuju pilihan yang lebih baik tanpa menghilangkan kebebasan mereka. Dalam konteks literasi keuangan, pendekatan ini dapat diterapkan untuk membantu individu membuat keputusan keuangan yang lebih baik melalui penyajian pilihan dan informasi yang strategis. Pendekatan "Nudge" dalam literasi keuangan juga dapat diterapkan untuk meningkatkan inklusi keuangan dan keberlanjutan ekonomi. Mereka menemukan bahwa inklusi keuangan dan literasi keuangan berdampak pada kinerja dan kelangsungan usaha mikro, kecil, dan Hal ini menunjukkan bahwa literasi keuangan yang diterapkan melalui pendekatan "Nudge" dapat memiliki dampak yang luas, tidak hanya pada pengambilan keputusan individu, tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi. Menurut Margaretha & Pambudhi . mahasiswa sebagai calon pengusaha perlu meningkatkan pemahaman mereka tentang keuangan pribadi, khususnya dalam area investasi. Implikasinya peningkatan literasi keuangan di kalangan mahasiswa agar mereka dapat membuat keputusan investasi yang lebih cerdas. Selain itu, menurut Kartini et al. literasi keuangan juga berperan penting dalam pengelolaan keuangan pribadi, seperti yang disorot dalam penelitian oleh. Mereka menekankan JUMBIWIRA-VOLUME 2. NO. Desember 2023 e-ISSN : 2829-2502. p-ISSN : 2829-260X. Hal 01-10 bahwa individu yang memiliki pengetahuan tentang literasi keuangan cenderung mengelola keuangannya dengan lebih bijak dan optimal. Hal ini menunjukkan bahwa literasi keuangan dapat membantu individu dalam mengelola keuangan pribadi mereka dengan lebih efektif. Dalam konteks pendidikan, literasi keuangan juga memiliki peran yang signifikan, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian oleh Wijanarko et al. , . Mereka menemukan bahwa tingkat literasi keuangan di Indonesia masih perlu ditingkatkan, terutama melalui pelatihan dan pendidikan mengenai instrumen keuangan. Hal ini menegaskan pentingnya pendidikan literasi keuangan dalam membangun pemahaman yang kuat mengenai keuangan di kalangan masyarakat. Secara keseluruhan, literasi keuangan yang diakarkan pada konsep "Nudge" oleh Richard Thaler memiliki implikasi yang luas, mulai dari pengambilan keputusan individu hingga keberlanjutan ekonomi. Dengan memahami konsep ini, upaya untuk meningkatkan literasi keuangan dapat lebih terarah dan efektif, sehingga masyarakat dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih baik. Menurut Shiller . , literasi keuangan pada Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang krusial dalam pengelolaan keuangan dan keberlanjutan usaha. Penelitian oleh Aribawa . menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM di Jawa Tengah. Hal ini menegaskan pentingnya pemahaman yang baik mengenai keuangan dalam mendukung pertumbuhan dan kelangsungan UMKM. Selain itu, penelitian oleh Septiani dan Wuryani . menyoroti bahwa peningkatan literasi keuangan dan inklusi keuangan dapat mengembangkan UMKM karena para pelaku UMKM dapat memahami konsep dasar produk keuangan, perencanaan, manajemen keuangan yang baik, serta melindungi diri dari penipuan di pasar keuangan. Pengaruh literasi keuangan terhadap UMKM juga terlihat dalam penelitian oleh Susanti et al. , . yang menunjukkan bahwa tingkat pendidikan, literasi keuangan, dan perencanaan keuangan berpengaruh terhadap perilaku keuangan UMKM di Surakarta. Data analisis menggunakan analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki peran penting dalam membentuk perilaku keuangan UMKM. Namun, menurut Nurjanah et al. , . literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan pelaku UMKM. Hal ini menunjukkan kompleksitas dalam pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku dan pengelolaan keuangan UMKM. Selain itu, penelitian oleh Mulyanti dan Nurhayati . menyoroti bahwa perkembangan UMKM saat ini semakin Tingkat Pemahaman dan Praktik Literasi Keuangan Pada Kelompok UMKM di Desa Karangtalun Kras Kediri pesat, sehingga penting untuk mengukur tingkat literasi pelaku UMKM, terutama di Jawa Barat. Hal ini menunjukkan bahwa literasi keuangan menjadi krusial dalam mendukung pertumbuhan UMKM di berbagai daerah. Dalam konteks penggunaan teknologi keuangan . , penelitian oleh Amrin et al. menunjukkan bahwa layanan fintech dapat meningkatkan keuangan inklusif pada UMKM di Kota Palopo. Hal ini menunjukkan bahwa literasi keuangan juga perlu disertai dengan pemahaman terhadap teknologi keuangan untuk mendukung pertumbuhan UMKM. Secara keseluruhan, literasi keuangan memiliki peran yang signifikan dalam pengelolaan keuangan dan keberlanjutan UMKM, namun kompleksitas pengaruhnya memerlukan pendekatan yang komprehensif dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelaku UMKM. UMKM berperan penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Masyarakat Kabupaten Kediri. Begitu pula UMKM yang berada di Desa Karangtalun Kecamatan Kras Kabupaten Kediri. Dari 50 jenis usaha mayoritas pada kelompok UMKM di Desa ini bergerak dalam bidang makanan atau kuliner. Hasil produksinya dipasarkan daerah Kabupaten Kediri dan sekitarnya. Dengan demikian pasti dapat menggerakan roda perekonomian di sekitarnya. Pengelolaan keuangan yang efektif dan berkelanjutan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan UMKM. Namun, banyak UMKM masih menghadapi kendala dalam memahami dan mengimplementasikan praktik pengelolaan keuangan yang baik. Beberapa kendala yang umum dihadapi oleh UMKM meliputi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam hal literasi keuangan, akses terbatas terhadap sumber daya keuangan dan konsultasi profesional, serta kurangnya pemahaman tentang pentingnya pencatatan keuangan yang akurat dan teratur. MOTODE Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang fenomena yang sedang diteliti. Metode penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis karakteristik, sifat, dan hubungan antarvariabel yang terkait dengan pengelolaan keuangan pada UMKM Peneliti melakukan pengamatan, observasi dan melakukan wawancara dengan informan secara langsung ke kelompok UMKM yang berada di Desa Karangtalun Kecamatan Kras Kabupaten Kediri. JUMBIWIRA-VOLUME 2. NO. Desember 2023 e-ISSN : 2829-2502. p-ISSN : 2829-260X. Hal 01-10 Dalam penelitian deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Wawancara mendalam dilakukan ke kelompok UMKM yang berada di Desa Karangtalun Kecamatan Kras Kabupaten Kediri. Wawancara ini memberikan kesempatan untuk mendapatkan wawasan yang mendalam tentang persepsi, sikap, dan praktik keuangan yang dilakukan oleh UMKM. Observasi dilakukan dengan mengamati langsung kegiatan pengelolaan keuangan di UMKM, seperti pencatatan transaksi, pengeluaran, dan strategi pengelolaan kas. Selain itu, analisis dokumen dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis dokumen terkait, seperti laporan keuangan, catatan transaksi, dan peraturan terkait pengelolaan keuangan UMKM. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam teknik reduksi data, data wawancara, observasi, dan dokumen dikodekan dan dikategorikan menjadi tema atau pola yang Data-data ini kemudian disajikan dalam bentuk narasi, kutipan, atau tabel untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang pengelolaan keuangan UMKM. Terakhir, penarikan kesimpulan dilakukan dengan menganalisis temuan-temuan yang muncul dari data dan merumuskan kesimpulan yang relevan dengan tujuan penelitian. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang literasi keuangan UMKM, termasuk tantangan yang dihadapi, praktik yang ada, dan potensi perbaikan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan strategi dan rekomendasi yang relevan bagi UMKM dalam meningkatkan pengelolaan keuangan mereka secara efektif dan berkelanjutan. HASIL PENELITIAN Pemahaman tentang konsep dasar keuangan Pengetahuan tentang konsep dasar keuangan yang dimiliki oleh pelaku umkm di Desa Karangtalun masih rendah. Diketahui bahwa pelaku umkm belum memiliki literasi keuangan yang baik. Pelaku UMKM di Desa Karangtalun rata-rata tingkat Pendidikannya hanya lulusan SMP dan SMA, jadi belum mendapatkan pengetahuan terkait literasi keuangan. Bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik. Keuangan yang sehat dan pengelolaan yang efektif adalah kunci kesuksesan bagi pelaku UMKM. Namun, kesadaran akan literasi keuangan masih rendah di kalangan pelaku UMKM di Desa Karangtalun. Literasi keuangan yang rendah dapat menghambat Tingkat Pemahaman dan Praktik Literasi Keuangan Pada Kelompok UMKM di Desa Karangtalun Kras Kediri pertumbuhan dan keberlanjutan usaha. Oleh karena itu, penting bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep dan praktik keuangan yang Pencatatan Transaksi dicatat secara manual pada buku secara sederhana belum menggunakan alat atau aplikasi. Sering juga transaksi tidak dicatatat secara langsung atau kadang bahkan mengabaikan beberapa transaksi. Hal ini disebabkan pelaku UMKM menjalankan sediri usahanya dari proses produksi sampai barang dijual. Selain itu usaha ini dijalankan sebagai usaha sampingan. Pencatatan yang dilakukan hanya kas masuk dan kas keluar. Proses produksi menggunakan perlengkapan rumah tangga yang dimiliki. Belum ada pemisahan antara aset rumah tangga dan aset untuk usaha. Selain itu juga belum ada pembebanan penggunaan perlengkapan atau alat. Pelaku UMKM perlu memahami pentingnya mencatat secara akurat semua transaksi keuangan yang terkait dengan usaha mereka. Dengan melakukan pembukuan yang baik, mereka dapat melacak pendapatan dan pengeluaran serta memahami kesehatan keuangan usaha mereka. Dengan demikian, mereka dapat mengambil keputusan yang lebih bijaksana dalam merencanakan dan mengelola keuangan usaha Selain itu, pemahaman mengenai manajemen kas dan perencanaan anggaran juga sangat penting. Pelaku UMKM perlu mengerti bagaimana mengelola aliran kas mereka dengan baik, termasuk mengatur penerimaan dan pengeluaran uang secara efisien. Dengan melakukan perencanaan anggaran yang cermat, mereka dapat mengalokasikan sumber daya dengan bijak, menghindari pemborosan, dan memastikan ketersediaan dana yang cukup untuk menjalankan operasional usaha. Pengelolaan keuangan Pelaku usaha tidak melakukan penganggaran keuagan secara jelas. Keputusan keuangan diambil berdasarkan perasanan tanpa melalui perencanaan yang baik. Pelaku UMKM dengan tingkat pemahaman keuangan yang rendah adalah menjaga keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Mereka seringkali menghadapi kesulitan dalam memisahkan keuangan pribadi dan keuangan bisnis, yang dapat mengganggu perencanaan keuangan yang tepat dan menyebabkan ketidakseimbangan JUMBIWIRA-VOLUME 2. NO. Desember 2023 e-ISSN : 2829-2502. p-ISSN : 2829-260X. Hal 01-10 Pelaku UMKM desa Karangtalun belum melakukan perencanaan yang baik. Mereka mungkin tidak mengalokasikan dana secara efisien, menghasilkan pengeluaran yang tidak terkendali, atau tidak mempertimbangkan dana cadangan untuk situasi darurat atau investasi jangka panjang. Akibatnya, mereka dapat menghadapi kesulitan dalam menghadapi perubahan pasar, pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, atau menghadapi situasi tak terduga. Pembiayaan Pelaku UMKM di Desa Karangtalun beberapa kali mendapat sosialisasi dari Bank BRI tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hampir semua sudah memanfaatkan program pemerintah ini. KUR menawarkan bunga pinjaman yang sangat murah dan sangat cocok untuk pembiayaan usaha masyarakat. Selain itu, fasilitas KUR juga menawarkan persyaratan yang lebih mudah dipenuhi bagi pelaku UMKM. Persyaratan administratif yang disederhanakan dan proses pengajuan yang lebih cepat memungkinkan UMKM untuk memperoleh akses ke pembiayaan dengan lebih efisien. Ini sangat menguntungkan bagi pelaku UMKM yang mungkin memiliki keterbatasan dalam hal administrasi atau akses ke informasi keuangan yang diperlukan untuk mendapatkan pinjaman Bagi yang tidak melakukan kredit melalui KUR usaha di biayai dengan modal Mereka tidak berani mengambil kredit dari bank karena khawatir tidak dapat membayar kembali pinjaman tersebut, terutama jika terjadi perubahan situasi keuangan yang tidak terduga. Pengelolaan Risiko Pelaku UMKM di Desa Karangtalun belum mampu mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengelola risiko apa saja yang mungkin terjadi pada usaha mereka. Risiko yang berkaitan dengan proses operasional usaha terutama perubahan harga bahan Kenaikan harga bahan baku akan mempengaruhi penetapan harga jual. Kurangnya pemahaman tentang pentingnya manajemen risiko juga menjadi faktor yang memengaruhi kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola risiko. Pelaku UMKM yang lebih fokus pada aspek produksi dan pemasaran sehingga cenderung mengabaikan manajemen risiko sebagai bagian integral dari kegiatan bisnis mereka. Akibatnya, mereka mungkin tidak memiliki strategi yang jelas dalam menghadapi risiko yang dapat mengancam kelangsungan usaha mereka. Dalam konteks ini, penting bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan akses terhadap pendidikan dan pelatihan dalam manajemen risiko, serta dukungan dalam hal akses informasi dan sumber daya yang diperlukan. Tingkat Pemahaman dan Praktik Literasi Keuangan Pada Kelompok UMKM di Desa Karangtalun Kras Kediri Pengelolaan risiko yang efektif adalah suatu keharusan bagi pelaku UMKM agar dapat menghadapi tantangan dan menjaga keberlanjutan usahanya. Namun, seringkali pelaku UMKM memiliki tingkat pemahaman yang rendah tentang pengelolaan risiko, yang dapat menyebabkan ketidaksiapan dalam menghadapi risiko yang muncul. Oleh karena itu, penting bagi pelaku UMKM yang memiliki tingkat pemahaman risiko yang rendah untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola risiko dengan baik. KESIMPULAN Pelaku UMKM di Desa Karangtalun masih kurang pemahaman terkait literasi keuangan. Pengelolaan keuangan dijalankan secara konvensional, pencatatan laporan keuangan masih sangat sederhana hanya mencatat kas masuk dan kas keluar saja. Pelaku UMKM belum melakukan menerapkan manajemen risiko yang baik. Pengambilan keputusan berdasarkan naluri dan firasat berdasarkan pengalaman historis. Literasi keuangan sangat penting bagi pelaku UMKM yang ingin mencapai kesuksesan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Pelaku UMKM perlu mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan keuangan. Dengan memanfaatkan pelatihan, sumber daya online, dan kolaborasi dengan pelaku bisnis lainnya, mereka dapat mengasah literasi keuangan mereka dan mengoptimalkan pengelolaan keuangan usaha mereka. Dengan demikian, mereka dapat menghadapi tantangan keuangan dengan lebih baik dan mencapai hasil yang lebih baik dalam usaha mereka. REFERENSI