Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 2, tahun 2025, hlm. ISSN: 2828-3031 PENGARUH PENGETAHUAN KEUANGAN. PENGGUNAAN E-MONEY. DAN GAYA HIDUP TERHADAP PERILAKU KEUANGAN MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA AuYPTKAy PADANG Deni Saputra 1. Agam Mei Yudha 2. Yamasitha3 Universitas Putra Indonesia AuYPTKAy Padang Info Artikel Sejarah artikel: Diterima 14 Mei 2025 Revisi 27 Mei 2025 Diterima 3 Juni 2025 Kata kunci: Pengetahuan keuangan Penggunaan e-money Gaya hidup Perilaku keuangan ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan keuangan, penggunaan e-money, dan gaya hidup terhadap perilaku keuangan. Pengetahuan keuangan, penggunaan e-money, dan gaya hidup sebagai variable independent serta perilaku keuangan sebagai variable dependen. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis tepatnya pada mahasiswa manajemen angkatan 21 pada universitas putra Indonesia AuYPTKAy Padang. Cara penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Teknik Slovin sehingga dari 675 populasi diperoleh sampel sebanyak 88 orang. Data pada penelitian ini dianalisis dengan Teknik pengujian outer model, penilaian reliabilitas, pengujian inner model Rsquare, path coefficients, atau uji parsial dan uji F dengan menggunakan bantuan SmartPLS versi 0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku Penggunaan e-money berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap perilaku keuangan. Gaya hidup berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap perilaku keuangan. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan keuangan, penggunaan e-money, gaya hidup terhadap perilaku keuangan. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA. Penulis yang sesuai: Deni Saputra Departemen ekonomi. Fakulty ekonomi dan bisnis Universitas Putra Indonesia AuYPTKAy. Padang, indonesia Email: denisaputra@upiyptk. PENDAHULUAN Perkembangan zaman yang berjalan dengan sangat cepat dan canggih, dan dengan globalisasi yang semakin cepat dan modern, teknologi pun juga semakin maju. Era digitalisasi diberbagai sektor menandai munculnya era industri ekonomi baru. Salah satu kecerdasan yang harus dimiliki manusia modern untuk menghadapi perubahan di industri 4. 0 ini adalah kecerdasan finansial atau keuangan. Berdasarkan data dari Worldmeters tahun 2024, indonesia berpenduduk 284 juta jiwa atau 3,47% dari total penduduk dunia, dan menduduki peringkat keempat jumlah penduduk terbesar dunia. Jumlah penduduk yang besar tidaklah menggambarkan kesiapan masyarakat Indonesia dalam mempersiapkan revolusi industri 4. salah satu permasalahannya yaitu rendahnya kecerdasan finansial sebagai pengetahuan keuangan masyarakat indonesia dibandingkan negara lain. Dengan Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 2, tahun 2025, hlm. ISSN: 2828-3031 demikian dapat dilihat bahwa ini berhubungan dengan sikap atau perilaku manajemen seseorang dalam mengelola finansial mereka, perilaku manajemen ini bisa diartikan sebagai cara atau tindakan seseorang dalam mengelola sumber finansial atau asset agar bisa mencapai tujuan yang telah Perilaku keuangan yang baik tentu sudah menjadi hal yang harus diterapkan. Seseorang yang mampu dalam mengambil Keputusan dalam mengelola keuangannya tidak akan mengalami kesulitan dimasa depan dan memperlihatkan perilaku yang sehat sehingga mampu menentukan skal prioritas tentang apa yang menjadi kebutuhan dan keinginannya (Atikah & Kurniawan, 2. Generasi muda atau generasi Z khususnya mahasiswa gencar menggunakan cara-cara yang praktis dan instan dalam menjalankan aktivitasnya. Dikarenakan pada zaman sekarang dalam hal apapun sudah dikemas dengan cara yang instan. Karakteristik tersebut akan menjadi peluang bagi para pelaku bisnis, khususnya penyedia uang elektronik, baik yang berbasis kartu maupun yang berbasis server, dengan menawarkan promo menarik. Dengan gencarnya promo ini membuat daya Tarik Masyarakat untuk bertransaksi secara digital. Dapat dilihat pada data dibawah ini yang mencatat jumlah transaksi transfer uang elektronik pada tahun 2024 pada bulan Januari-Juli sebanyak 303. jumalah inipun tidak sebabanyak pada tahun 2023 pada tahun 2023 jumlah transasi transfer uang elektronik dapat mencapai 366. Nilai transaksi transfer antar uang elektronik 2024 . an-ju. Nilai data Sumber: BI (Bank Indonesdi. Gambar 1 Jumlah nilai transaksi transfer antar uang elektronik 2019-2024 Dijelaskan pada data diatas, dalam lima tahun terakhir, nilai transaksi uang elektronik di Indonesia mengalami lonjakan signifikan seiring dengan meningkatnya teknologi digital oleh Nilai transaksi uang elektronik di Indonesia mengalami peningkatan terutama antara tahun 2021 dan 2022, di mana nilai transaksi melonjak dari Rp38,7 triliun menjadi Rp177,1 Lonjakan ini bermula dikarenakan masyarakat Indonesia mulai beralih dari transaksi tunai ke pembayaran digital, yang dipicu oleh berbagai faktor seperti COVID-19. Nilai transaksi transfer antar uang elektronik terus meningkat di 2023 mencapai Rp366,3 triliun dan terus tumbuh menjadi Rp303,0 triliun hanya pada paruh pertama tahun 2024. Dapat dilihat dari data diatas bahwa meningkatnya nilai transaksi transfer uang elektronik ini meningkat dikarenakan dengan adanya banyak promo yang ditawarkan oleh penyedia uang elektronik dan itu menarik minat Masyarakat terutama mahasiswa untuk melakukan pembayaran secara digital. ini memperlihat kan bahwa perilaku finansial mahasiswa dalam bertransasksi cukup tinggi dan ini yang mengakibatkan ketidakstabilan pengeluaran keuangan mereka, dikarenakan kurangnya pengetahuan keuangan. semakin banyak mahasiswa yang menyadari pentingnya merencanakan keuangan, ada hal-hal yang sebaiknya dilakukan atau Upaya yang dilakukan mahasiswa untuk bisa mengelola keuangannya secara bijak yaitu dengan penyusunan anggaran atau membuat perencanaan keuangan untuk mengelola pemasukan dan pengeluaran, serta Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 2, tahun 2025, hlm. ISSN: 2828-3031 peningkatan pengetahuan keuangan. dengan adanya perencanaan mahasiswa dapat memperhitungkan keuangannya dimasa mendatang. Pengetahuan finansial sebagai alat kewenangan seseorang untuk pengambilan keputusan dalam pengelolaan keuangan, seperti menyiapkan anggaran, memilih investasi, memilih rencana asuransi, dan sikap dalam menggunakan kartu kredit dan e-money. Ini adalah alat yang digunakan dalam pengambilan keputusan keuangan seperti e-money, cek, kartu kredit, dan kartu debit. Pengetahuan keuangan yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi perilaku keuangan orang Peningkatan pengetahuan keuangan seseorang dapat berdampak pada partisipasi aktif dibidang keuangan dan perilaku keuangan yang bertanggung jawab. sehingga itulah yang menajadi dorongan yang besar bagi perilaku keuangan, terutama bagi pelajar dan mahasiswa yang benar-benar sangat mengikuti tren pada saat ini. dan pada akhirnya menimbulkan pengaruh perilaku keuangan atau financial behavior. (Mengga et al. , 2. Selain itu, akibat adanya perkembangan keuangan atau berkembangnya Financial Technology . atau dengan adanya e-money, e-money juga memberikan sebuah kemudahan bagi masyarakat luas dalam mengakses transaksi keuangan, hal ini sangat mendorong perilaku keuangan pada mahasiswa untuk bisa mengelola keuangan agar tidak boros. mereka juga mampu menggunakan alat pembayaran non tunai seperti e-money dengan bijak. Dan juga tidak sedikit generasi muda yang tidak bijak dalam menggunakan uang elektronik sehingga mereka tidak bisa mengelola keuangannya dengan bijak. Penggunaan uang elektronik ini juga mempengaruhi cara mahasiswa atau individu dalam mengelola, mengatur, dan menghabiskan uang mereka (Nurul Safura Azizah, 2. Pembayaran dengan e-money kini telah menjadi gaya hidup masyarakat, sebagai mahasiswa yang sering mengikuti tren yang selalu berubah dengan cepat, mahasiswa seringkali menghabiskan uangnya hanya untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak penting atau membeli tidak sesuai kebutuhan mereka. Gaya hidup dikalangan mahasiswa dapat menimbulkan buruknya pengelolaan sumber daya dan keuangan, karena gaya hidup berhutang lah yang mudah (Safitri & Candra Sari, 2. Mengelola gaya hidup secara bijak dapat membantu menciptakan perilaku keuangan yang stabil dan sehat. Tingginya sebuah gaya hidup, dan disertai dengan zaman yang terus berkembang dan diikuti dengan perkembangan zaman serta juga diikuti dengan budaya luar yang bebas, sehingga itu mampu menggeser gaya hidup masyarakat menjadi sedikit berlebihan. (Sukma & Canggih, 2. Seseorang yang memiliki kesadaran keuangan yang baik dapat menyesuaikan gaya hidup mereka agar tetap sesuai dengan tujuan keuangan, seperti stabilitas atau kesejahteraan di masa Untuk mencapai keseimbangan itu penting bagi individu untuk memahami nilai uang dan menetapkan prioritas yang sejalan dengan gaya hidup dan kemampuan finansial mereka. Namun ternyata, gaya hidup sudah menjadi suatu bagian dari keseharian yang mestinya ditentukan berdasarkan skala prioritas supaya tidak menyebabkan tindakan atau hal yang negatif pada masa (Afifah & Yudiantoro, 2. Berdasarkan penelitian yang diteliti oleh (Dwi Puspita Sari, 2. yang menyatakan bahwa pengetahuan keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Dan ini juga didukung (Robin Alexander, 2. dari hasil penelitiannya bahwa Financial Knowledge berpengaruh secara signifikan terhadap Financial Behavior. Penelitian yang dilakukan oleh (Sri Widiantari et al. , 2023. yang menjelaskan bahwa Emoney atau Uang Elektronik berpengaruh positif atau signifikan terhadap perilaku keuangan. Sedangkan (Dina Oktaviani. Penggunaan financial technology berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi UNY. Berdasarkan penelitian (Sufyati HS & Alvi Lestari, 2. tersebut menjelaskan bahwa Gaya Hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan generasi milenial. Dan ini didukung oleh penelitian (Sri Ratna Sari, 2. menjelaskan bahwa Gaya Hidup berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan. Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 2, tahun 2025, hlm. ISSN: 2828-3031 TINJAUAN LITERATUR Menurut (Renata Gita, 2. perilaku keuangan ini berhubungan dengan tanggung jawab keuangan seseorang terkait dengan cara pengelolaan keuangan. Tanggung jawab keuangan merupakan proses pengelolaan uang dan asset yang dilakukan secara produktif. Perilaku keuangan didasari oleh besarnya hasrat seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sesuai dengan tingkat pendapatan yang diperoleh. Menurut (Ade Maharani, 2. tingkat keterampilan keuangan yang lebih tinggi untuk mengelola keuangan dengan lebih baik dan meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga nilainya dapat digunakan untuk investasi yang lebih produktif dari pada hanya menghabiskannya untuk berbagai hal konsumtif, serta hanya untuk membuat gaya hidup tampak jauh lebih baik, dengan cara tidak mengetahui pengatahuan keuangan yang benar. Menurut (Aprilianto, 2. Electronic Money (E-mone. secara sederhana dapat didefiniskan sebagai uang elektronik yang difungsikan sebagai alat pembayaran pengganti uang tunai. E-money juga dapat didefinsikan sebagai penyimpan nilai atau produk prabayar dimana dana konsumen disimpan dalam perangkat elektronik yang dimilki oleh konsumen tersebut. Hal ini dapat pemicu perilaku keuangan yang buruk karena akan meningkatkan hasrat yang tinggi untuk menggunakan uang secara tidak efisien. Menurut (Betrix, 2. Gaya hidup didefinisikan sebagai pola seseorang hidup dengan menggunakan uang dan waktunya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Gaya hidup dapat berubah sesuai dengan perubahan dari kebutuhan yang terbentuk dari pola asuh, tuntutan profesi atau pekerjaan, dan lingkungan tempat tinggal. Pengetahuan keuangan juga sangat penting bagi Masyarakat terutama mahasiswa dikarenakan dengan adanya pengetahuan keuangan mahasiswa jadi bisa mengelola keuangannya secara bijak. Generasi muda yang sangat dibekali oleh pengetahuan keuangan yang memadai akan memiliki perilaku keuangan yang lebih baik, dengan membuat penyusunan anggaran dan membuat perencanaan Dengan adanya perencanaan mahasiswa dapat memperhitungkan keuangannya dimasa Dengan demikian mahasiswa dapat menghindari resiko pembengkakan pengeluaran. penelitian yang dilakukan Dwi Puspita . menyatakan bahwa pengetahuan keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Hal ini terjadi karena apabila mahasiswa memiliki pengetahuan keuangan yang buruk maka mahasiswa tersebut tidak dapat mengendalikan emosinya dalam berkonsumsi, sehingga akan lebih berperilaku konsumtif begitu juga sebaliknya dan hasil penelitian yang dilakukan oleh Robin Alexander . dengan hasil penelitiannya bahwa Financial Knowledge berpengaruh secara signifikan terhadap Financial Behavior. H1: diduga Pengetahuan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku Perkembangan keuangan atau Financial Technology . dengan adanya e-money memberikan sebuah kemudahan bagi masyarakat luas dalam mengakses transaksi keuangan, hal ini dapat mendorong perilaku keuangan pada mahasiswa ataupun masyarakat untuk bisa mengelola keuangan agar tidak boros, dan mampu menggunakan alat pembayaran non tunai seperti e-money dengan bijak, agar tidak terjadinya pengeluaran keuangan yang boros. Hipotesis ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Sri Widiantari . dengan hasil penelitian yang menjelaskan bahwa E-money atau Uang Elektronik berpengaruh positif atau signifikan terhadap perilaku keuangan. Hal ini menunjukan bahwa jika generasi Z ingin memiliki perilaku keuangan yang terencana dan baik maka harus bisa mengimbangi penggunaan E-money dan hasil penelitian Umniyah . yang menyatakan bahwa E-money berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan Generasi H2: diduga Penggunaan E-money berpengaruh Positif atau signifikan terhadap perilaku Keuangan Generasi Z. Gaya hidup dikalangan mahasiswa dapat menimbulkan buruknya pengelolaan sumber daya dan tingginya sebuah gaya hidup, dan disertai dengan zaman yang terus berkembang serta juga diikuti dengan budaya luar yang bebas, sehingga itu mampu menggeser gaya hidup Masyarakat terutama mahasiswa menjadi sedikit berlebihan. Mengelola gaya hidup secara bijak dapat membantu menciptakan perilaku keuangan yang stabil dan sehat. Hasil penelitian yang dilakukan Sufyati HS Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 2, tahun 2025, hlm. ISSN: 2828-3031 yang menjelaskan bahwa Gaya Hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan generasi milenial, hal ini menunjukan gaya hidup yang baik dan bijak akan mempengaruhi perilaku keuangan individu dan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wahyuni et al . menjelaskan bahwa Gaya Hidup berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan. hubungan ini mengandung arti bahwa semakin meningkat gaya hidup, maka akan semakin meningkat perilaku H3: diduga Gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan Pentingnya pengetahuan keuangan bagi mahasiswa yaitu agar mereka bisa mengatur dan mengelola pemasukan dan pengeluaran mereka agar tidak terjadi pembengkakan pengeluaran, serta dengan perkembangan zaman ditambah dengan adanya e-money maka mahasiswa haruslah lebih bijak dalam memakai elektronik money yang dimiliki agar tidak adanya perilaku boros dan meningkatkan perilaku keuangan, dan gaya hidup yang tinggi serta juga perkembangan zaman membuat pergaulan dan budaya dikalangan mahasiswa menjadi sedikit berlebihan. Oleh karena itu, haruslah mahasiswa bijak dalam mengelola gaya hidup agar dapat menciptakan perilaku keuangan yang stabil dan sehat. Penelitian yang dilakukan Ferdy Shiega . menjelaskan bahwa secara parsial dan simultan bahwa Literasi Keuangan. Gaya Hidup, dan Electronic Money berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perilaku konfumtif generasi Gen-Z dan pada penelitian yang dilakukan oleh Komang Sri Widiantari. Ida Ayu Gd. Dian Febby Mahadewi. I Made Suidarma. I G. Desy Arlita . yang menyatakan bahwa Literasi keuangan memiliki pengaruh yang positift terhadap perilaku keuangan generasi z, serta E-money mempunyai pengaruh yang positif terhadap perilakukeuangan generasi z kota Denpasar pada cashless society. Gaya hidup mempunyai berpengaruh yang positif terhadap perilaku keuangan generasi z kota Denpasar pada cashless Society. H4: diduga pengetahuan keuangan, penggunaan e-money, dan Gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. METODE Penelitian ini menggunakan kuesioner atau angket dan studi dokumentasi dalam pengumpulan data untuk pemecahan masalah yang diteliti dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan kuesioner skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang maupun sekelompok orang mengenai fenomena sosial. Dengan menggunakan skala likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan maupun pertanyaan (Anak & Anik, 2. Studi dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subjek penelitian, namun melalui dokumen. Dokumen yang digunakan dapat berupa buku harian, surat pribadi, laporan, notulen rapat, catatan kasus dalam pekerjaan sosial dan dokumen lainnya (Anak & Anik, 2. Pengumpulan data dengan metode ini adalah dengan membaca dokumen-dokumen, buku ilmiah, jurnal, skripsi, internet, maupun sumber-sumber lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan program Partial Least Square (PLS). PLS adalah model persamaan structural (SEM) yang berbasis komponen atau varian. Structural Equation Model (SEM) adalah salah satu bidang kajian statistic yang dapat menguji sebuah rangkaian hubungan yang relatif sulit terukur secara Dalam PLS Path Modeling terdapat dua model yaitu outer model dan inner model. PLS merupakan metode yang powerfull karena tidak didasarkan pada banyak asumsi. Metode analisis PLS bersifat soft modeling karena tidak mengasumsikan data dengan pengukuran skala tertentu, yang berarti sampel dapat kecil atau dibawah 100 sampel (Taklim et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian hipotesis bertujuan untuk menjawab permasalahan yang ada dalam penelitian ini yaitu pengaruh konstruk laten eksogen tertentu dengan konstruk laten endogen tertentu baik secara langsung maupun secara tidak langsung melalui variabel mediasi. Berikut hasil disajikan pada tabel dibawah ini Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 2, tahun 2025, hlm. ISSN: 2828-3031 Tabel. Hasil Path Coefficients Pengetahuan Keuangan (X. -> Perilaku Keuangan (Y) Penggunaan E-Money (X. -> Perilaku Keuangan (Y) Gaya Hidup (X. -> Perilaku Keuangan (Y) Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) T Statistics (|O/STDEV|) P Values Ket Hipotesis Diterima Hipotesis Ditolak Hipotesis Ditolak Sumber: Hasil Uji Inner Model SmartPLS4, tahun 2025 Hasil penyajian parameter model regresi secara bersama-sama menggunakan Summary Anova pada SmartPLS4 diperoleh pada tabel berikut ini : Tabel. Pengujian Hipotesis Semua Variabel Secara Simultan Total Eror Regression Sum Square Mean Square P Value Ket Hipotesis Diterima Sumber: Hasil Olahan Data Uji F SmartPLS4, tahun2025 Dari hasil diatas terdapat pengaruh yang signifikan Pengetahuan Keuangan Terhadap Perilaku Keuangan. Pengetahuan Keuangan berpengaruh secara langsung positif terhadap Perilaku Keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan Pngetahuan Keuangan pada mahasiswa dapat mengakibatkan peningkatan Perilaku Keuangan. Hasil tersebut memberikan makna bahwa semakin individu meningkatkan pengetahuan keuangan yang dimiliki, maka semakin baik pula perilaku manajemen keuangan yang dilakukan. Pengetahuan keuangan yang dimiliki mahasiswa dapat menjadi modal yang kuat untuk membantu individu dalam mengatasi setiap resiko yang mungkin terjadi dalam proses pengelolaan dan pengambilan keputusan keuangan. Salah satu alasan mengapa pengetahuan keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan adalah karena pemahaman yang baik memungkinkan mahasiswa untuk mengambil keputusan finansial yang lebih rasional dan terarah. Meningkatkan pengetahuan keuangan dikalangan mahasiswa merupakan langkah penting untuk membantu mereka dalam mengelola keuangan yang lebih baik. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh (Dwi Puspita Sari, 2. bahwa terdapat pengaruh signifikan antara pengetahuan keuangan terhadap perilaku keuangan. Dan didukung dengan hasil penelitian (Robin Alexander, 2. bahwa financial knowledge (Pengetahuan Keuanga. berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial behavior (Perilaku keuanga. Terdapat pengaruh yang tidak signifikan Penggunaan E-Money Terhadap Perilaku Keuangan. Penggunaan E-Money berpengaruh secara tidak langsung terhadap Perilaku Keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan Penggunaan E-Money dapat mengakibatkan peningkatan Perilaku Keuangan. Meskipun dalam penggunaan dan akses e-money yang sangat mudah dalam melakukan aktivitas keuangan, namun hal tersebut tidak dapat mempengaruhi perilaku keuangan Ini berarti mahasiswa telah mampu belajar dalam membedakan kebutuhan yang sebenarnya mereka butuhkan atau hanya sekedar pemenuhan saja. Dengan kata lain mahasiswa menggunakan e-money sebagai alat pembayaran namun tidak serta merta membuat mereka menjadi boros atau lebih hemat dibandingkan mereka yang sering menggunakan uang tunai atau metode pembayaran lainnya. Salah satu alasan mengapa penggunaan e-money tidak signifika terhadap perilaku keuangan adalah karena mahasiswa cenderung sudah memiliki pola pengelolaan keuangan yang relatif tetap, terlepas dari metode pembayaran yang mereka gunakan. Jika seorang mahasiswa Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 2, tahun 2025, hlm. ISSN: 2828-3031 terbiasa mengelola keuangan dengan baik, penggunaan e-money tidak akan membuat mereka menjadi lebih boros, dan begitu sebaliknya. Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Sri Widiantari et al. , 2023. menyatakan bahwa e-money berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku keuangan generasi z kota Denpasar. Dan didukung serta sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan (Safitri & Candra Sari, 2. mengatakan bahwa terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara penggunaan e-money terhadap perilaku keuangan. Terdapat pengaruh yang tidak signifikan Gaya Hidup Terhadap Perilaku Keuangan. Gaya Hidup berpengaruh secara tidak langsung negatif terhadap Perilaku Keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan gaya hidup dapat mengakibatkan penurunan perilaku keuangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa meskipun mahasiswa memiliki kebiasaan dan pola konsumsi tertentu, gaya hidup yang mereka jalani tidak secara langsung menentukan bagaimana mereka mengelola keuangan. Gaya hidup yang tinggi akan menimbulkan perilaku yang kurang baik kepada pengelolaan keuangan seseorang, gaya hidup yang terlalu hedon akan menimbulkan pengeluaran yang hedon pula. Hal ini disebabkan oleh adanya faktor dari luar diri seseorang yang mempengaruhi perilaku seseorang tersebut seperti, perkembangan zaman, teknologi, lingkungan, pertemanan dan lainnya. Mahasiswa yang memiliki pemahaman keuangan yang baik cenderung lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka, terlepas dari seberapa hedon atau hemat gaya hidup mereka. Dalam hasil ini bahwa mahasiswa bisa menstabilkan gaya hidupnya sehingga dapat menimbulkan perilaku keuangan yang baik. Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan hasil penelitian yang dilakukan (Widyakto et al. , 2. yang menyatakan variabel gaya hidup berpengaruh terhadap perilaku keuangan. Dan didukung serta sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan (Kenale Sada, 2. yang mengatakan bahwa gaya hidup tidak berpengaruh terhadap perilaku keuangan. Terdapat pengaruh yang positif signifika Pengaruh Pengetahuan Keuangan. Penggunaan EMoney. Gaya Hidup Secara Bersama-sama Terhadap Perilaku Keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan Pengaruh Pengetahuan Keuangan. Penggunaan E-Money. Gaya Hidup Secara Bersamasama dapat mengakibatkan peningkatan Perilaku Keuangan. Artinya, kombinasi antara pemahaman tentang keuangan, kebiasaan menggunakan e-money, serta pola gaya hidup seseorang dapat membentuk cara mahasiswa mengelola keuangan mereka sehari-hari. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada satu faktor tunggal yang sepenuhnya menentukan perilaku keuangan mahasiswa. Sebaliknya, kombinasi antara pengetahuan keuangan, penggunaan e-money, dan gaya hidup berperan bersama dalam membentuk bagaimana mahasiswa mengelola keuangan mereka. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan keuangan, memiliki kontrol yang baik dalam penggunaan e-money, serta menerapkan gaya hidup yang seimbang agar dapat menjaga kesehatan finansial mereka, baik selama masa menjadi mahasiswa maupun dimasa SIMPULAN DAN SARAN Dari pembahasan sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan keuangan terhadap perilaku keuangan mahasiswa manajemen angkatan 21 Universitas Putra Indonesia AuYPTKAy Padang. Terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara penggunaan e-money terhadap perilaku keuangan mahasiswa manajemen angkatan 21 Universitas Putra Indonesia AuYPTKAy Padang. Terdapat pengaruh yang tidak signifikan gaya hidup terhadap perilaku keuangan mahasiswa manajemen angkatan 21 Universitas Putra Indonesia AuYPTKAy Padang. Terdapat pengaruh yang signifikan dan simultan antara pengetahuan keuangan, penggunaan emoney, dan gaya hidup terhadap perilaku keuangan mahasiswa manajemen angkatan 21 Universitas Putra Indonesia AuYPTKAy Padang. Berdasarkan kesimpulan yang telah dibuat, maka penulis mengemukakan beberapa saran sebagai berikut : Bagi Objek Penelitian Bagi mahasiswa yang menjadi responden dalam penelitian ini agar dapat mempertahankan dan mencoba maningkatkan pengetahuan keuangan, sehingga tetap meciptakan perilaku Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 2, tahun 2025, hlm. ISSN: 2828-3031 manajemen keuangan yang baik. dengan adanya pengetahuan keuangan yang baik maka akan meningkatkan perilaku manajemen keuangan. Juga harus lebih memperhatikan masalah penggunaan e-money dan gaya hidup agar tetap menunjang perilaku keuangan. Perilaku keuangan merupakan perilaku yang dilakukan individu dalam mengelola keuangan pribadi. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi karakteristik perilaku keuangan individu baik itu dari faktor internal maupun eksternal. Sifat dan karakter merupakan pengaruh psikologis terkuat yang mempengaruhi perilaku keuangan. Bagi Peneliti Selanjutnya Peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengembangkan hasil penelitian ini dengan melibatkan variabelAevariabel independen untuk mendapatkan hasil yang maksimal seperti berkaitan dengan perilaku keuangan seperti kondisi keuangan, kepribadian dan kebijakan pemerintah ataupun menambahkan variabel moderating dan intervening. Dengan harapan sampel dan objek penelitian lebih besar lagi. Bagi Akademis Peneliti mengharapkan agar penelitian ini dapat berguna bagi mahasiswa yang melakukan penelitian serupa atau melakukan penelitian lanjutan atas topik yang sama. Peneliti berharap agar topik ini dan pembahasan yang telah dipaparkan dapat menimbulkan rasa keingintahuan untuk mengadakan penelitianlanjutan, dengan cara mengadakan wawancara atau penyebaran kuesioner yang lebih luas guna mendapatkan hasil yang lebih maksimal. BATASAN Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, ruang lingkup penelitian hanya mencakup wilayah tertentu sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan untuk populasi yang lebih luas. Selain itu, keterbatasan waktu dan sumber daya menyebabkan pengumpulan data dilakukan dalam jangka waktu yang relatif singkat, yang mungkin belum sepenuhnya mencerminkan dinamika yang terjadi secara berkelanjutan. Metode yang digunakan juga memiliki batasan, terutama karena pendekatan yang bersifat kualitatif sehingga interpretasi data sangat dipengaruhi oleh subjektivitas peneliti. Oleh karena itu, hasil penelitian ini sebaiknya dijadikan sebagai dasar eksplorasi awal dan perlu dilengkapi oleh penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas dan pendekatan yang lebih beragam. REFERENSI