1506 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Edukasi Pasien Tentang Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS) di RSUD Kabelota Kabupaten Donggala Nur Eva1. Zamli2 Universitas Mega Buana. Palopo. Indonesia Email : utnureva@gmail. com1, zamlizam2019@gmail. Article History: Received: 03 Agustus 2025 Revised: 20 Agustus 2025 Accepted: 23 Agustus 2025 Keywords: Edukasi pasien. SIMRS, literasi digital, pelayanan kesehatan. RSUD Kabelota Abstract: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan inovasi digital yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi layanan dan akurasi data pasien. Namun, pada praktiknya, pemahaman pasien terhadap sistem ini masih rendah akibat minimnya edukasi, yang dapat menimbulkan kebingungan serta ketidakpuasan terhadap pelayanan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien terhadap SIMRS, khususnya dalam hal akses informasi dan pemanfaatan layanan digital rumah sakit. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi langsung, pembagian leaflet, pemasangan banner edukatif, dan pendampingan personal. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14Ae15 Juli 2025 di RSUD Kabelota Kabupaten Donggala, dengan sasaran pasien rawat jalan dan pendampingnya. Sebanyak A85 orang menerima edukasi, 100 leaflet dibagikan, dan 4 banner dipasang di titik strategis rumah sakit. Hasil evaluasi menunjukkan lebih dari 70% pasien merasa terbantu dan memahami cara penggunaan SIMRS setelah mendapatkan edukasi, serta 15 pasien mendapat bimbingan langsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang komunikatif dan didukung media visual mampu meningkatkan literasi digital pasien secara signifikan, memperkuat partisipasi aktif dan kepercayaan terhadap sistem pelayanan digital rumah sakit. PENDAHULUAN Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan inovasi digital yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi layanan dan akurasi data pasien(Kementrian Kesehatan RI, 2. Namun, pada praktiknya, pemahaman pasien terhadap sistem ini masih sangat terbatas. Kurangnya pengetahuan mengenai cara kerja SIMRS, terutama terkait akses informasi, transparansi layanan, dan hak-hak pasien, dapat menimbulkan kebingungan serta ketidakpuasan terhadap pelayanan yang diberikan (Saragih. , & Putri, 2. Studi lain menunjukkan bahwa edukasi pasien terbukti mampu meningkatkan literasi digital serta partisipasi aktif dalam proses a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 pelayanan kesehatan (Rahmawati. Naiwasha. Izzati. , & Rindiani, 2. WHO, 2. juga menekankan bahwa sistem kesehatan digital hanya akan efektif bila pengguna, termasuk pasien, memiliki pemahaman yang baik dan akses terhadap informasi yang Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi kepada pasien agar mereka lebih memahami manfaat SIMRS, mampu mengikuti alur pelayanan secara digital, serta dapat memanfaatkan informasi kesehatan secara mandiri dan bertanggung jawab. Program ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi, kepercayaan, dan partisipasi aktif pasien dalam sistem pelayanan kesehatan modern. Banyak pasien belum memahami bagaimana informasi kesehatan mereka dikelola, bagaimana proses pelayanan digital berlangsung, serta bagaimana mereka dapat mengakses atau memanfaatkan informasi tersebut. Kurangnya edukasi ini dapat menimbulkan ketidaktahuan, kebingungan, bahkan persepsi negatif terhadap sistem rumah sakit. Menurut (Saragih. , & Putri, 2. , rendahnya literasi digital pasien terhadap SIMRS berdampak pada kurangnya partisipasi serta potensi munculnya ketidakpercayaan terhadap sistem pelayanan. Hal ini sejalan dengan temuan (Rahmawati. Naiwasha. Izzati. , & Rindiani, 2. yang menyatakan bahwa pasien yang tidak diberikan pemahaman tentang alur dan manfaat SIMRS cenderung pasif dan merasa kesulitan saat berinteraksi dengan sistem layanan digital rumah sakit. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan inovasi digital yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi layanan dan akurasi data pasien (Maharani. , & Aisah. Namun, pada praktiknya, pemahaman pasien terhadap sistem ini masih sangat terbatas. Kurangnya pengetahuan mengenai cara kerja SIMRS terutama terkait akses informasi, transparansi layanan, dan hak-hak pasien dapat menimbulkan kebingungan serta ketidakpuasan terhadap pelayanan yang diberikan (Ayustya. , & Sitorus, 2025 . (Rahmayani. Putra. , & Fadilah. Studi di Rumah Sakit Daerah Pidie Jaya (Nasution, 2. dan dugaan literatur lainnya juga menunjukkan bahwa pemahaman pasien terhadap hak atas informasi medis dan kewajiban medis masih rendah dan sangat dipengaruhi oleh edukasi yang tersedia. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dirancang untuk menggantikan proses manual yang lamban dan rentan terhadap kesalahan, mempercepat alur informasi antar unit seperti klinik, laboratorium, farmasi, dan administrasi rumah sakit (Pujihastuti, 2021. Saputra, 2. Data pasien disimpan secara terpusat dan dapat diakses secara real-time oleh tenaga medis yang berwenang, sehingga mendukung koordinasi tim medis dan minimalkan duplikasi informasi semua hal ini terbukti meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi layanan ((Saputra, 2025. Muriah. Oleh karena itu, tim pengabdi dari Universitas Mega Buana Palopo merancang program edukasi kepada pasien mengenai SIMRS sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan literasi digital kesehatan masyarakat, mendukung transparansi layanan, dan memperkuat hubungan antara pasien dan fasilitas pelayanan kesehatan. Program ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sistem secara optimal dan meningkatkan kepuasan serta kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit. Universitas Mega Buana Palopo sebagai institusi pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui kegiatan yang salah satunya program pemgabdian Masyaraka. Dalam program ini, kami melaksanakan kegiatan pengabdian dengan judul kegiatanAo Edukasi PasienTtentang Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS)Ay, melalui Sosialisas, edukasi dan kerja sama dengan RSUD Kabelota Kab Donggala, ditemukan bahwa meskipun Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) telah diimplementasikan sebagai upaya digitalisasi pelayanan kesehatan, tapi pemahaman pasien terhadap sistem ini masih rendah. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 METODE Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 14-15 Juli 2025 (Senin-Selasa 2. , di RSUD Kabelota Kabupaten Donggala, khususnya di area ruang tunggu rawat jalan dan loket pendaftaran pasien. Pelaksanaan pengabdian ini meliputi tahapan berikut: Tahap persiapan meliputi : Koordinasi dengan manajemen rumah sakit penyusunan dan pencetakan bahan edukasi . eaflet, dan benne. dan penentuan waktu dan lokasi edukasi. Tahap pelaksanaan yaitu: Sosialisasi langsung di ruang tunggu. Pembagian leaflet kepada pasien dan pendamping pasien, pemasangan benner dan Pendampingan pasien yang membutuhkan bantuan langsung Evaluasi & Monitoring yaitu Hasil yang dicapai. Refleksi bersama mitra . enaga informasi rumah saki. Tehnik pengumpulan pengumpulan data yaitu masukan dari pasien secara lisan melalui tanya jawab ringan terkait pemahaman mereka sebelum dan sesudah menerima edukasi. Hal ini digunakan untuk melihat sejauh mana edukasi berdampak dan menjadi bahan perbaikan untuk program selanjutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan edukasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang dilaksanakan di RSUD Kabelota Kabupaten Donggala menunjukkan capaian yang positif dan berdampak langsung terhadap pemahaman serta partisipasi pasien dalam penggunaan layanan digital rumah Edukasi dilakukan melalui beberapa metode, yaitu penyampaian informasi secara langsung di ruang tunggu, pembagian leaflet, pemasangan banner edukatif, serta pendampingan langsung kepada pasien yang mengalami kesulitan dalam mengakses system (Putri. , & Nugroho, 2. Kegiatan ini diawali dengan koordinasi dengan beberapa pihak manajemen RSUD Kabelota Kabupaten donggala untuk menyusun kegiatan. Hasil pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa kegiatan program akan dilaksanakan pada tanggal 14 - 15 Juli 2025 pada ruang tunggu rawat jalan dan loket pendaftaran pasien. Kegiatan dapat dilihat pada gambar berikut: Koordinasi dengan PLT Direktur RSUD Kabelota Donggal Gambar 1. Koordinasi dengan Kepala Bagian Tata Usaha a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Koordinasi dengan Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Kabelota Donggala Gambar 2. Koordinasi dengan Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan Koordinasi dengan Kepala Bidang Penunjang Medis dan Non Medis RSUD Kabelota Kabupaten Donggala Gambar 3. Koordinasi dengan Kepala Bidang Penunjang Medis dan Non Medis Berdasarkan hasil pelaksanaan, tercatat bahwa sebanyak A85 pasien dan pendamping telah menerima edukasi, dengan 100 leaflet dibagikan dan 4 banner dipasang di titik strategis rumah Sebanyak 28 pasien terlibat dalam interaksi langsung, dan 15 pasien mendapatkan pendampingan personal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lebih dari 70% pasien merasa terbantu dan menyatakan memahami cara penggunaan SIMRS setelah mendapatkan edukasi. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang komunikatif, langsung, dan didukung media visual mampu menjembatani kesenjangan literasi digital di kalangan pasien (Saragih. , & Putri, 2. Hasil pelaksanaan dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut: Tabel 1. Hasil Capaian Indikator Jumlah pasien dan pendamping diedukasi Leaflet yang dibagikan Banner yang dipasang Pasien yang bertanya/interaksi langsung Pasien yang dibimbing menggunakan SIMRS Respon positif dari pasien Hasil A85 orang 100 eksemplar 4 unit 28 orang 15 orang >70% mengaku paham dan terbantu Sosialisasi edukasi yang dilakukan secara interpersonal di ruang tunggu terbukti efektif a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 memanfaatkan waktu tunggu pasien untuk menambah wawasan mengenai layanan digital rumah Hal ini sejalan dengan temuan Rahmawati. Naiwasha. Izzati. , & Rindiani, . , yang menyatakan bahwa pendekatan tatap muka dapat meningkatkan literasi digital dan keterlibatan pasien. Sosialisasi dan edukasi diruang tunggu dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 4. Capaian Edukasi SIMRS Kepada Pasien Gambar 5. Memberikan sosialisasi edukasi langsung di ruang tunggu Setelah sosialisasi dilakukan secara lisan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian leaflet edukatif yang berisi informasi ringkas dan praktis tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Pembagian dilakukan langsung di ruang tunggu dan juga di beberapa titik pelayanan publik dalam rumah sakit. Sebanyak A50 eksemplar leaflet dibagikan kepada pasien dan pendamping, dan tim edukator juga memberikan penjelasan singkat secara individual kepada pasien yang membaca leaflet di tempat. Kegiatan ini mendukung literasi kesehatan digital a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 sebagaimana ditekankan oleh (Putri. , & Nugroho, 2. bahwa keberhasilan edukasi SIMRS di fasilitas kesehatan primer sangat bergantung pada penyediaan media informasi yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami oleh masyarakat umum. Kegiatan pembagian leafleat dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 6. Pembagian Leaflet Pemasangan banner di area publik rumah sakit juga memberikan efek positif dalam meningkatkan visibilitas informasi. Banner berperan sebagai media pasif yang tetap memberikan edukasi meskipun tidak ada interaksi langsung, sejalan dengan arahan tentang pentingnya media visual dalam mendukung edukasi SIMRS. Pendampingan langsung kepada pasien yang kesulitan menjadi aspek krusial dalam kegiatan ini, karena memberikan solusi praktis dan membangun kepercayaan diri pasien dalam menggunakan sistem secara mandiri Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan inovasi digital yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi layanan dan akurasi data pasien (Kementrian Kesehatan RI, 2. Namun, pada praktiknya, pemahaman pasien terhadap sistem ini masih sangat terbatas. Kurangnya pengetahuan mengenai cara kerja SIMRS, terutama terkait akses informasi, transparansi layanan, dan hak-hak pasien, dapat menimbulkan kebingungan serta ketidakpuasan terhadap pelayanan yang diberikan (Saragih. , & Putri, 2. Studi lain menunjukkan bahwa edukasi pasien terbukti mampu meningkatkan literasi digital serta partisipasi aktif dalam proses pelayanan kesehatan (Rahmawati. Naiwasha. Izzati. , & Rindiani, 2. Pemasangan benner dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 7. Pemasangan banner di ruang tunggu, dekat loket pendaftaran, pintu masuk, dekat farmasi a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Sebagai bagian dari kegiatan edukasi SIMRS, dilakukan pula pendampingan langsung kepada pasien dan pendamping yang mengalami kesulitan saat mengakses atau memahami layanan digital rumah sakit. Tim pengabdian secara aktif mendatangi pasien yang tampak kebingungan atau secara langsung meminta bantuan. Dengan pendekatan yang ramah dan komunikatif, pasien diberi bimbingan praktis secara langsung. Tercatat sebanyak 15 pasien dibimbing langsung selama sesi edukasi berlangsung dan sebagian besar pasien merasa lebih percaya diri dan siap menggunakan sistem sendiri di kunjungan berikutnya. Kegiatan ini sejalan dengan temuan (Rahmawati. Naiwasha. Izzati. , & Rindiani, 2. yang menyebutkan bahwa pendekatan personal dan langsung dalam edukasi SIMRS dapat meningkatkan keterlibatan serta pemahaman pasien terhadap sistem informasi kesehatan. Pendampingan pasien dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Gambar 8. Pendampingan pasien yang membutuhkan bantuan langsung Selain itu, refleksi bersama pihak rumah sakit menunjukkan peningkatan antusiasme pasien terhadap fitur-fitur SIMRS, seperti jadwal dokter dan akses hasil laboratorium. Tenaga informasi rumah sakit mencatat adanya peningkatan jumlah pasien yang mencoba memahami dan menggunakan layanan digital setelah kegiatan edukasi berlangsung. Masukan dari mitra juga menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan semacam ini, serta pengembangan media edukasi tambahan seperti video tutorial (Putri. , & Nugroho, 2024. Saragih. , & Putri, 2. Refleksi Bersama mitra dapat dilihat pada gambar berikut : Gambar 9. Refleksi terhadap Mitra a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi pasien tentang SIMRS merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi digital layanan kesehatan. Keberhasilan kegiatan ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan fasilitas kesehatan dalam meningkatkan literasi digital masyarakat. Dengan pendekatan yang komunikatif, edukatif, dan aplikatif, pasien dapat lebih aktif dan mandiri dalam memanfaatkan layanan rumah sakit berbasis teknologi informasi (Rahmawati. Naiwasha. Izzati. , & Rindiani, 2022: Putri. , & Nugroho, 2. KESIMPULAN Edukasi pasien tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan investasi penting dalam mendukung keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. Melalui pendekatan edukatif yang komunikatif dan aplikatif, kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi pasien dalam pemanfaatan SIMRS. Edukasi dilakukan secara langsung di ruang tunggu rumah sakit dengan dukungan media seperti leaflet, banner, serta pendampingan langsung, sehingga diharapkan dapat memberdayakan pasien, mendorong penggunaan fasilitas kesehatan digital, dan turut berkontribusi pada transformasi pelayanan kesehatan yang lebih baik. Agar kegiatan edukasi SIMRS menjadi bagian dari program rutin pelayanan informasi, terutama di ruang tunggu. Pasien diharapkan lebih aktif mencari informasi dan memanfaatkan fitur SIMRS. Dengan adanya SIMRS Mendorong pasien untuk memberi umpan balik sebagai bahan perbaikan sistem. DAFTAR REFERENSI Ayustya. , & Sitorus. Persepsi Pasien terhadap Transparansi Layanan dalam Implementasi SIMRS. Jurnal Administrasi Dan Kebijakan Kesehatan, 10. , 25Ae34. Kementrian Kesehatan RI. Petunjuk Teknis Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Jakarta: Kemenkes RI. Maharani. , & Aisah. Peran Sistem Informasi Manajemen dalam meningkatkan efisiensi rumah sakit. Jurnal Sistem Informasi. Akuntansi Dan Manajemen, 4. , 15Ae34. Muriah. Peranan Rekam Medis Elektronik dalam meningkatkan efisiensi proses administrasi rumah sakit [PDF]. Repositori STIKES Saptabakti. Nasution. Implementasi hak dan kewajiban pasien dalam pelayanan di Rumah Sakit Daerah Pidie Jaya. Tesis. Universitas. Pujihastuti. Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit untuk meningkatkan kinerja dan koordinasi antar unit. JMIKI, 8. , 245-253. Putri. , & Nugroho. Pemberdayaan masyarakat melalui edukasi teknologi kesehatan: Studi kasus pengabdian tentang SIMRS. Jurnal Abdimas Sehat, 8. , 11Ae18. Rahmawati. Naiwasha. Izzati. , & Rindiani. Peningkatan Literasi Digital Pasien dalam Pemanfaatan SIMRS. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Medis, 26. , 112Ae Rahmayani. Putra. , & Fadilah. Analisis Tingkat Pemahaman Pasien terhadap Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Jurnal Teknologi Kesehatan Digital, 9. , 88Ae96. Saputra. Digitalisasi manajemen rumah sakit dan dampaknya terhadap efisiensi Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14. , 245-253. Saragih. , & Putri. Persepsi Pasien Terhadap Penerapan Sistem Informasi a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Jurnal Kesehatan Masyarakat Digital, 8. , 45Ae52. WHO. Digital Health Strategy 2020Ae2025: Strengthening Health Systems through Information and Digital Solutions. ISSN : 2828-5700 .