Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 POLUSI UDARA DAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR : TINJAUAN PUSTAKA Sidhi Laksono1*. Nadia Afiyani2 Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka. Jl. Raden Patah No. Kec. Ciledug. Kota Tangerang 13460 Fakultas Kedokteran. Universitas Diponegoro. Jl. Prof. Sudarto No. Kec. Tembalang. Kota Semarang. Jawa Tengah 50275 e-mail: sidhilaksono@uhamka. Artikel Diterima : 7 September 2023. Direvisi : 25 September 2023. Diterbitkan : 29 September 2023 ABSTRAK Pendahuluan: Berdasarkan data dari organisasi kesehatan dunia (WHO) 99% populasi dunia hidup dan menghirup udara dengan paparan polusi yang melebihi batas aman menurut pedoman WHO. Polusi udara dapat berdampak buruk pada kesehatan terutama pada sistem Berbagai penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, gagal jantung, penyakit jantung koroner, aritmia, thrombosis vena, serta permasalahan pada sistem serebrovaskular seperti stroke diketahui berhubungan dengan paparan polusi udara sehari-hari. Tujuan: Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk merangkum bukti literatur terkini tentang polusi udara dan hubungannya dengan penyakit kardiovaskuler. Metode: studi ini merupakan sebuah literature Penelusuran literatur menggunakan database dari pubmed dan google scholar. Didapatkan 35 jurnal dalam bahasa inggris. Hasil dan Kesimpulan: paparan polusi udara dapat berdampak buruk pada kesehatan terutama pada sistem kardiovaskular, baik paparan jangka pendek maupun paparan jangka panjang. Berbagai penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, gagal jantung, penyakit jantung koroner, aritmia, thrombosis vena, serta permasalahan pada sistem serebrovaskular seperti stroke diketahui berhubungan dengan paparan polusi udara seharihari. Diperlukan upaya yang bersinergis antar negara dan mencangkup setiap lapisan masyarakat untuk menurunkan paparan polusi udara. Kata Kunci: paparan, penyakit kardiovaskular, polusi udara Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 55 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Introduction: Based on data from the world health organization (WHO) 99% of the world's population lives and breathes air with exposure to pollution that exceeds safe limits according to WHO guidelines. Air pollution can have a negative impact on health, especially on the cardiovascular system. Various cardiovascular diseases such as hypertension, heart failure, coronary heart disease, arrhythmias, venous thrombosis, and problems in the cerebrovascular system such as stroke are known to be associated with daily exposure to air pollution. Purpose: This review aims to discuss the state of current literature on air pollution and its effect on cardiovascular diseases. Methods: this study is a literature review. The literature search uses databases from PubMed and Google Scholar. There were 35 journals in English. Results: exposure to air pollution can have a negative impact on health, especially on the cardiovascular system, both short-term exposure and long-term exposure. Conclutions and Recommendations: Various cardiovascular diseases such as hypertension, heart failure, coronary heart disease, arrhythmias, venous thrombosis, and problems in the cerebrovascular system such as stroke are known to be associated with daily exposure to air pollution. Synergistic efforts are needed between countries and cover every level of society to reduce exposure to air Keywords: air pollution, cardiovascular disease, exposure Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 56 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index PENDAHULUAN Polusi masuknya ke dalam lingkungan zat-zat yang berbahaya bagi manusia dan organisme hidup lainnya. Polusi udara dapat berdampak buruk selain pada perubahan iklim, polusi udara juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. (Manisalidis et al. , 2. Paparan jangka pendek terhadap polutan udara terkait erat dengan COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Diseas. , batuk, sesak napas, mengi, asma, penyakit pernapasan, dan tingkat rawat inap yang tinggi . Adapun efek jangka panjang yang terkait dengan polusi udara seperti asma kronis, insufisiensi paru, penyakit kardiovaskular, dan kematian akibat kardiovaskular. (Manisalidis et al. Berdasarkan Beban Penyakit Global (GBD) diestimasikan terdapat sekitar 9 juta kematian disebabkan oleh polusi lingkungan . 2 juta dari polusi udara sekitar dan 2. (Rajagopalan. Al-Kindi and Brook. Abbafati et al. , 2. Beban penyakit yang disebabkan oleh polusi udara sekarang diperkirakan setara dengan risiko kesehatan global utama lainnya seperti pola makan yang tidak sehat dan merokok tembakau. Polusi udara sekarang diakui sebagai satusatunya ancaman lingkungan terbesar bagi kesehatan manusia. (WHO, 2. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk merangkum bukti literatur terkini tentang polusi udara METODE Studi ini merupakan sebuah literatur Review. Penelusuran literatur menggunakan database Pubmed dan Google Scholar. Didapatkan 35 jurnal berbahasa inggris. Kriteria inklusi berupa jurnal yang berhubungan dengan tema yang dibahas. JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Terbit dalam 10 tahun terakhir, dan merupakan jurnal lengkap. Kriteria eksklusi berupa jurnal yang tidak sesuai tema, tidak lengkap, dan rilis lebih dari 10 tahun HASIL Polusi Udara Penyakit Kardiovaskular Polusi udara terdiri dari partikel tertentu/particulate matter (PM) dan polutan gas, seperti nitrogen dioksida dan ozon. diklasifikasikan menurut ukurannya menjadi partikel kasar (PM. , partikel halus PM2. articulate matter O2. dan partikel (Diering, 2. Asosiasi kesehatan Dunia (WHO) telah membatasi tingkat keamanan paparan polusi udara, di antaranya paparan jangka pendek . PM2. 5 air quality guideline level (AQG leve. 15 AAg/m3 dengan paparan tahunan PM2. AQG level 5 AAg/m3, paparan jangka pendek . jam ) tingkat AQG PM10 45 AAg/m3 dengan tingkat paparan AQG PM10 tahunan 15 AAg/m3. AQG level ozon pada puncak musim 60 AAg/m3 dengan tingkat AQG ozon harian jangka pendek . aksimum 8 ja. 100 AAg/m3, paparan jangka pendek . karbon monoksida sebesar AQG 4 mg/m3, dan nitrogen dioksida tahunan dengan AQG level 10 AAg/m3 dan 25 AAg/m3 pada paparan jangka pendek, serta paparan jangka pendek . sulfur dioksida AQG level 40 AAg/m3. Meskipun begitu, pada kenyataannya data dari WHO menunjukkan bahwa 99% populasi dunia hidup dan menghirup udara dengan paparan polusi yang melebihi batas aman menurut pedoman WHO, dengan negara berpenghasilan rendah dan menengah mengalami eksposur tertinggi. (WHO, 2. Adanya ketimpangan antara paparan polusi dengan tingkat paparan yang direkomendasikan menjadikannya perlu untuk mereview bahaya polusi udara dalam bidang kesehatan, terutama kardiovaskular. Dalam ulasan ini, penulis memberikan Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 57 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index gambaran umum mengenai dampak polusi udara pada kejadian kardiovaskular. Mekanisme Penyakit Kardiovaskular yang Disebabkan oleh Polusi Udara Pengetahuan mengenai mekanisme yang mendasari risiko penyakit kardiovaskular yang dimediasi polusi udara masih berkembang, meskipun begitu dapat diringkas menjadi 6 jalur "efektor" sekunder yang luas: . disfungsi/gangguan lapisan . inflamasi, yang melibatkan komponen imun bawaan dan adaptif. ketidakseimbangan otonom yang mencondong ke simpatik melalui jalur aferen saluran udara bagian atas dan/atau paru-paru. efek sistem saraf pusat pada metabolisme dan aktivasi aksis hipotalamushipofisis adrenal. perubahan (Rajagopalan. Al-Kindi and Brook, 2. PM dapat melintasi sawar darah paru dan mencapai sirkulasi melalui dua rute: . setelah dicerna oleh makrofag alveolar, tetapi cara ini panjang, dan bukti baru menunjukkan bahwa . PM dapat melintasi sawar dengan sendirinya, meskipun ini tergantung oleh beberapa faktor termasuk ukuran partikel, muatan, dan komposisi Setelah dalam sirkulasi. PM mungkin berinteraksi dengan endotel vaskular atau memiliki efek langsung pada plak aterosklerotik, mungkin menyebabkan stres oksidatif lokal dan keluaran inflamasi PM juga memiliki potensi untuk mengubah hemostasis dan integritas (Arias-Pyrez et al. , 2. Dalam penelitian yan dilakukan oleh Pope et al. , disimpulkan bahwa paparan jangka panjang terhadap PM2. 5 berkaitan dengan kejadian kematian kardiovaskular terkait dengan penyakit jantung iskemik, aritmia jantung, dan henti jantung akibat peradangan dan disfungsi otonom. (Pope et , 2. Sebuah penelitian kohort prospektif multi-nasional didapatkan, setiap JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 peningkatan 10 unit PM2. 5 terdapat peningkatan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, dengan efek yang lebih besar pada stroke dibandingkan infark PM2A5 dikaitkan dengan mortalitas berkontribusi pada 14% PAF . opulation attributable fraction. untuk CVD, 9% untuk MI, dan 21% PAF untuk (Yusuf et al. , 2. Hipertensi Paparan PM jangka pendek . am hingga mingg. meningkatkan kemungkinan kejadian kardiovaskular yang merugikan termasuk infark miokard, stroke, dan gagal jantung, sedangakan paparan jangka panjang melipatgandakan risiko tersebut. Salah satu jalur di mana paparan PM jangka panjang kardiovaskular adalah dengan meningkatkan faktor risiko kardiovaskular kronis, termasuk (Verma et al. , 2. PM2. meningkatkan tekanan darah melalui . peningkatan peradangan dan stres oksidatif. mengganggu fungsi endotel. dan atau . meningkatkan aktivasi simpatis, dan menurunkan tonus parasimpatis. (Giorgini et , 2015. Yang et al. , 2. Inhalasi PM2. tidak hanya meningkatkan tekanan darah akut selama berjam-jam tetapi juga perkembangan kronis hipertensi. (Mynzel and Daiber, 2. ada sebuah penelitian metaanalisis didapatkan hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan paparan PM2. 5 jangka panjang, dan di sisi lain, didapatkan hubungan antara hipertensi dengan paparan PM10. PM2. NO2, dan SO2 jangka pendek. (Yang et al. , 2. Pada tahun 2019, faktor risiko terkemuka yang secara global dapat menyebabkan kematian adalah tekanan darah sistolik tinggi, yang menyumbang 10,8 juta kematian dari semua (Abbafati et al. , 2. Beberapa meta-analisis diterbitkan telah meneliti hubungan polutan Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 58 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index udara dengan hipertensi dan tingkat tekanan (Yang et al. , 2. Pada tahun 2014. Liang dan rekan memasukkan 22 studi 672 peserta dalam meta-analisis mereka dan melaporkan hubungan positif PM2. 5 dengan tekanan darah sistolik dan (Liang et al. , 2. Pada tahun 2016. Zhang dkk. meneliti efek PM10 dan PM2. 5 pada tekanan darah yang melibatkan 525 subyek. Dilaporkan bahwa paparan PM10 secara signifikan terkait dengan tekanan darah sistolik dan diastolik yang lebih tinggi, dan bahwa pada PM2. 5 dinilai hanya signifikan pada tekanan darah (Zhang et al. , 2. Sebuah metaanalisis Cai dkk pada tahun 2016 melaporkan bahwa paparan jangka pendek terhadap SO2. PM2. 5 dan PM10, dan paparan jangka panjang terhadap PM10 dan NO2 peningkatan risiko hipertensi. (Cai et al. Gagal Jantung Sebuah case-cross sectional di Jerman dengan polusi udara yang moderat menemukan bahwa paparan jangka polusi udara yang besar dalam jangka pendek tidak meningkatkan risiko kejadian gagal jantung. (Huschmann et al. , 2. Suatu penelitian kohort prospektif yang melibatkan 4866 pasien gagal jantung mengamati tidak ada hubungan yang signifikan antara PM2. PM10. NO2. SO2, CO, dan O3 dengan kejadian gagal jantung berulang dan/atau kematian kardiovaskular di antara seluruh kohort pasien gagal Namun, pada pasien gagal jantung yang tinggal di Cina Selatan, setiap peningkatan 10 ug/m3 pajanan tahunan pada PM2. PM10, dan SO2, dan setiap peningkatan 1 mg/m3 untuk CO dikaitkan dengan peningkatan risiko kekambuhan gagal jantung. Analisis kami juga menunjukkan bahwa individu berusia 65 tahun ke atas lebih sensitif terhadap pajanan JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 panjang sehubungan penerimaan kembali gagal jantung. (Shi et , 2. Aritmia Pada sebuah komprehensif review didapatkan PM10 dihubungkan dengan peningkatan risiko kejadian atrial fibrilasi (AF) setelah pemasangan cardioverter defibrillators (ICD. dan hubungan antara resiko kejadian ventrikel fibrilasi dengan konsentrasi PM pada pasien dengan ICD. Selain itu PM10 juga dihubungkan dengan peningkatan risiko mortalitas akibat aritmia, peningkatan risiko atrial fibrilasi, dan kejadian masuk rumah sakit serta kegawatan akibat aritmia. (Shahrbaf et al. , 2. Beberapa penelitian menunjukan hubungan antara PM2. 5 dengan kejadian aritmia, termasuk supraventricular premature beat (SVPB), atrial takikardi, ventricular takikardi and premature ventricular contraction (PVC), dihubungkan dengan konsentrasi PM2. (Feng et al. , 2019. Shahrbaf et al. , 2. Pada sebuah penelitian metaanalisis didapatkan hasil, pada pajanan jangka pendek per 10 g/m3 risiko peningkatan polutan adalah 1,8% . %-3,7%) untuk PM2. 5 dan 1,1% (Oe0,2%2,4%) untuk PM10. per 10 bagian per miliar . kenaikan polusi gas adalah 3,2% . ,6%-5,8%) untuk NO2, 2,9% . ,3%-5,7%) untuk SO2, 0,5% (Oe3,4%-4,7%) untuk O3, dan 2,0% (Oe1,3%-5,4%) untuk CO per 1000 perubahan ppb. Sementara itu, pada paparan jangka panjang, kecuali pada O3, terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kejadian AF dan semua polutan. Pada sebuah penelitian meta-analisis juga menunjukkan bahwa paparan jangka pendek ke beberapa polutan (PM2. SO2, dan NO. dapat meningkatkan kejadian AF. (Chen et , 2. Pada penelitian lain juga didapatkan setiap kenaikan 1 mg/m 3 peningkatan karbon monoksida (CO) mengakibatkan peningkatan 11,3% (Oe 5,9. Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 59 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 31,6%) pada kunjungan rawat jalan untuk pasien dengan aritmia. (Yusuf et al. , 2. total pada plak yang sudah ada (Mynzel and Daiber, 2. Penyakit Arteri Koroner Pada penelitian kohort prospektif yang melibatkan 6795 partisipan di enam wilayah metropolitan di Amerika Serikat menemukan bahwa konsentrasi ambien PM2A5 dan NOX sangat terkait dengan percepatan aterosklerosis, seperti yang ditunjukkan pada penilaian kalsium arteri koroner selama 10 tahun. (Kaufman et al. Pada penelitian lain yang dilakukan pada daerah dengan kadar PM2. 5 yang relative rendah, didapatkan hubungan antara dosis dan besarnya perkiraan efek pada PM2. 5 dan NO2. (Huynh et al. , 2018, 2. Sebuah studi kasus-silang di Cina dari 2013 hingga 2018, menemukan bukti yang konsisten mengenai paparan jangka pendek terhadap PM2. PM10, dan NO2 yang dikaitkan dengan peningkatan risiko (MI). Kemungkinan yang terkait dengan paparan PM2. 5 dan PM10 meningkat tajam pada tingkat yang relatif rendah dan rata di atas 33,3 dan 57,3 mg/m3, masing-masing, sementara hubungan antara paparan NO2 dan mortalitas MI hampir linier dan lebih kuat pada orang dewasa yang lebih tua. Pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan yang konsisten pada paparan SO2. CO, dan O3, meskipun begitu paparan NO2 dapat peningkatan risiko kematian MI. (Liu et al. Sebuah penelitian kohort di Korea mendemonstrasikan peningkatan konsentrasi paparan PM2. 5 dapat dikaitkan dengan peningkatan insiden pembentukan plak dalam periode pengamatan selama minimal 2 tahun. Konsentrasi paparan PM2. 5 yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi untuk pengembangan garis-garis lemak dan inti fibrotik atau nekrotik pada plak yang baru berkembang dan risiko yang lebih tinggi dari perkembangan volume plak Trombosis Paparan akut terhadap PM2. menginduksi pergeseran keseimbangan protrombotik/pro-koagulatif. (Robertson Miller, 2. Setelah terhirup. PM2. 5 akan pro-oksidatif . pesies oksigen reakti. dan mediator biologis pro-inflamasi . itokin seperti interleukin-6 dan faktor nekrosis tumo. , reaktan fase akut seperti protein C-reaktif, dan hormon vasoaktif seperti endotelin. Produksi ini terjadi di paru-paru dan dilepaskan ke aliran darah dan ke dinding pembuluh darah. Sekresi molekul adhesi oleh sel endotel paru yang meradang menghasilkan pengikatan dan aktivasi leukosit dan trombosit, dengan pembentukan mikropartikel pembawa faktor jaringan yang aktif secara hemostatik dan yang kemudian menyebabkan aktivasi sistemik koagulasi (Mannucci. Harari and Franchini. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 hingga 2018 di dua rumah sakit rujukan utama di Ahwaz. Iran melaporkan bahwa paparan jangka pendek terhadap polutan ambien seperti SO2. PM10. PM2. NO. NO2, dan CO mungkin penerimaan jumlah pasien di rumah sakit karena DVT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara paparan NO dan NO2 dengan rawat inap akibat DVT di beberapa subpopulasi dan jeda waktu, antara paparan PM10 dengan rawat inap akibat DVT pada populasi pria dan usia 60 tahun, dan juga antara paparan PM2. 5 dan rawat inap di rumah sakit karena DVT pada populasi wanita dan 60 tahun. (Borsi et al. , 2. Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 60 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Penyakit Serebrovaskular Sebuah studi di Cina tengah menemukan bahwa paparan jangka pendek terhadap PM2. PM10. SO2, dan NO2 secara positif berhubungan dengan peningkatan (Yan et al. , 2. Paparan jangka pendek polusi udara ambien (NO2. O3, dan PM. dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko masuk rumah sakit harian (Ren et al. , 2. antara gangguan SSP yang diinduksi polusi udara, stroke merupakan salah satu gangguan yang paling menonjol yang telah dilaporkan menjadi konsekuensi dari paparan polusi udara jangka pendek dan jangka panjang. (Hahad et al. , 2. Sebuah meta-analisis dari 94 penelitian di 28 negara dengan total 6,2 juta kejadian menemukan rawat inap stroke atau kematian akibat stroke terkait dengan peningkatan jangka pendek dalam tingkat PM2. PM10. CO. SO2, dan NO2, menunjukkan bahwa paparan harian terhadap partikel halus . PM 2. paling meningkatkan beban stroke dengan efek yang lebih kuat untuk stroke iskemik daripada stroke hemoragik. (Shah et al. Tantangan Kedepan Melihat ke masa depan, jelas bahwa upaya berbasis satu negara saja tidak akan cukup untuk mengatasi polusi udara. Berbagai tindakan dan peraturan kesehatan mengendalikan polusi udara seperti . konversi ke kendaraan rendah emisi, seperti kendaraan hybrid, listrik dan hidrogen, dan penggunaan sepeda. pengaturan volume lalu lintas. konversi ke 'bahan bakar yang lebih bersih' seperti bahan bakar gas cair dan gas alam terkompresi. pengenalan energi terbarukan, seperti tenaga angin, matahari dan panas bumi. peningkatan ventilasi dapur dan kompor JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 . pengendalian kondisi untuk mengurangi emisi pembakaran di lapangan. pengetatan regulasi baku mutu udara . peningkatan pemantauan polusi udara ambien secara real-time. pengayaan pengukuran sumber pencemaran udara melalui penyempurnaan inventarisasi emisi dan model simulasi pengangkutan pencemaran udara. penguatan sistem pemantauan polusi udara. (Morimoto et al. Selain dengan kebijakan-kebijakan yang dapat dibuat oleh pemegang kekuasaan, kita juga dapat melakukan langkah-langkah sederhana seperti menanam tanaman di dalam ruangan yang berdasarkan penelitian dapat menurunkan polusi udara di dalam ruangan. (Susanto et al. , 2. KESIMPULAN Paparan polusi udara dapat berdampak buruk pada kesehatan terutama pada sistem kardiovaskular, baik paparan jangka pendek maupun paparan jangka panjang. Berbagai penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, gagal jantung, penyakit jantung koroner, permasalahan pada sistem serebrovaskular seperti stroke diketahui berhubungan dengan paparan polusi udara sehari-hari. Meskipun polusi udara dapat dikategorikan sebagai faktor penyebab penyakit yang dapat dimodifikasi, namun diperlukan upaya yang bersinergis antar negara dan mencangkup setiap lapisan masyarakat untuk menurunkan paparan polusi udara. KEPUSTAKAAN