Pengaruh Konsep Diri. Self Efficacy dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar Aqidah Akhlak Pengaruh konsep diri, self efficacy dan motivasi terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak di kelas XI MA Pacet Mojokerto Happy Ikmala* aProgram Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto *Koresponden penulis: happyikmal57@yahoo. Abstract Teaching and learning activities is a conscious activity and aims. Therefore, for these activities can be run well and achieve the expected goals, it must be done with the strategy or the right learning approach . The purpose of this study were: . to describe the influence of Self-Concept on the results of studying chemistry at Class XI MA Pacet Mojokerto. Describe the effect of self-efficacy on Learning outcomes chemistry in Class XI MA Pacet Mojokerto . Describe the effect of motivation on Learning outcomes chemistry in Class XI MA Pacet Mojokerto . Describe the relationship Self-concept, self-efficacy and motivation to Results studied chemistry at Class XI MA Pacet Mojokerto. From the results of the analysis can be summarized as follows: . There is a significant relationship between self-concept of the Learning outcomes chemistry inquiry model. T test against self-concept variables (X. obtained regression coefficient (B) 0. 0%), coefficient (Bet. 091, tcount of 0. 378 with 006 t. Because of the significance of t less than 5% . 007 <0. , the Nil Hypothesis (H. is rejected and working hypothesis (H. is received. There is a significant relationship between self-efficacy toward chemistry Learning outcomes inquiry model. T test for Self-efficacy variable (X. obtained regression coefficient (B) 329 . 9%), coefficient (Bet. 124, tcount of 0. 436 with a significance of 0. 009 t. Because of the significance of t less than 5% . 008 <0. , the Nil Hypothesis (H. is rejected and working hypothesis (H. is received. There is a significant relationship between motivation to learn chemistry results inquiry model. T test for motivation variable (X. obtained regression coefficient (B) 0. 0%), coefficient (Bet. tcount of 0. 230 with a significance of 0. 001 t. Because of the significance of t less than 5% . 001 <0. , the Nil Hypothesis (H. is rejected and working hypothesis (H. From the calculation results obtained Fhitung value 2,249 . ignificance F = So Fhitung> F table . ,249> 2:. or Sig F <5% . 001 <0. It means that together independent variables consisting of variable self-concept (X. Self-efficacy (X. , motivation (X. simultaneously to variable results of studying chemistry (Y). Keywords: self-concept, self-efficacy, motivation. Learning outcomes Latar Belakang Setiap orang tua pasti mengharapkan anaknya pintar, cerdas, dan mampu menyelesaikan tugas akademik sekolah dengan baik (Jawharie, . Graha, . Harapan inilah yang menyebabkan orang tua berlomba-lomba memfasilitasi berbagai macam keperluan anak, termasuk les privat berbagai macam. Harapannya agar anak menjadi siswa seperti yang diharapkan (Wahid, 2. Meskipun sudah mengikuti berbagai les privat macam pelajaran, masih banyak anak yang berprestasi rendah. Dibalik perbedaan mempengaruhi dan menyebabkan mengapa setiap siswa memiliki Learning outcome yang berbeda-beda. Salah satunya adalah konsep diri yaitu bagaimana seorang siswa memandang dirinya secara utuh, konsep diri siswa akan PROGRESSA Journal of Islamic Religious Instruction Volume 1 Nomor 1 Pebruari 2017 memberikan arah untuk menemukan dan menentukan cara mencapai prestasi belajar yang diharapkan. Konsep diri . elf concep. merupakan suatu bagian yang penting dalam kepribadian manusia. Konsep diri merupakan sifat yang terdapat pada Konsep diri merupakan penilaian tentang kemampuan seseorang dalam menilai dirinya sendiri. Manusia sebagai organisme yang memiliki dorongan untuk menyebabkan ia sadar akan keberadaan Perkembangan yang berlangsung pembentukan konsep diri individu yang Konsep Diri diartikan sebagai gambaran seseorang mengenai diri sendiri yang merupakan gabungan dari keyakinan fisik, psikologis, sosial, emosional aspiratif, dan prestasi yang mereka capai. (M. Nur Ghufron & Rini Risnawati : 2. Konsep diri merupakan bagian penting dalam perkembangan kepribadian. Secara umum Greenwald (Syamsul Bachri Thalib : 2. menjelaskan bahwa konsep diri sebagai suatu organisasi dinamis didefinisikan sebagai skema kognitif tentang diri sendiri yang mencakup sifat-sifat, nilai-nilai, peristiwa-peristiwa dan memori semantik tentang diri sendiri serta kontrol terhadap pengolahan informasi diri yang relevan. Seorang siswa yang memiliki konsep diri yang positif akan mampu mengikuti pelajaran, menghadapi segala rintangan, semangat dalam menjalankan aktivitas serta memandang lingkungannya dengan cara Sebaliknya seorang siswa yang memiliki konsep diri yang negatif cenderung pasif dalam menjalankan aktivitas, mudah putus asa serta malas dalam menghadapi tantangan hidup. Siswa yang memiliki konsep diri negatif pasrah akan kemampuannya. Namun demikian, konsep diri bukanlah harga mati. Konsep diri seseorang dapat berubah sesuai dengan kondisi lingkungan termasuk orang-orang disekitarnya yang dapat mempengaruhi cara pandang orang Jika dilingkungan yang baik, lambat laun cara berpikir dan pandangan hidupnya berubah kearah yang lebih baik. Begitu penting konsep diri baik seorang siswa dalam meningkatkan prestasi belajar, maka semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan termasuk orang tua siswa bersama-sama membentuk konsep diri yang kepercayaan diri yang tinggi. Sumber-sumber terhadap self-efficacy. Anak pengetahuan diri . elf-knowledg. mengenai kemampuan dalam area fungsi yang lebih Mereka harus membangun, menilai, dan melakukan tes terhadap kemampuan fisik, kemampuan sosial, keahlian bahasa, dan keahlian kognitif dalam memahami dan mengelola banyak situasi yang mereka hadapi setiap hari. Pengembangan bahasa anak-anak pengertian simbolik untuk merefleksikan pengalaman dan apa yang orang lain ceritakan kepada mereka, mengenai kemampuannya, dan juga memperluas pengetahuan diri mengenai apa yang bisa dan tidak bisa mereka lakukan. Awal Keluarga menjadi tempat awal seorang anak mengetahui perbedaan antara individu baik dari segi usia, perbedaan jenis kelamin, dan modelling. Memperluas self-efficacy pengaruh teman sebaya. Pengalaman pengujian efficacy anak-anak berubah secara substansial sejalan perpindahan mereka menuju komunitas yang lebih besar. Dalam hubungan dengan teman sebaya, mereka memperluas pengetahuan diri mengenai kemampuannya. Teman sebaya menyediakan fungsi efficacy yang penting. Pengaruh Konsep Diri. Self Efficacy dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar Aqidah Akhlak Mereka yang paling berpengalaman dan berkompeten menjadi model efficacy dalam berpikir dan berperilaku. Sekolah sebagai perantara dalam menumbuhkan self-efficacy, selama periode penting dalam pembentukan kehidupan anak, sekolah mempunyai fungsi utama untuk menumbuhkan self-efficacy kognitif, serta menguji hal tersebut dalam situasi Di sini pengetahuan dan keahlian berpikir mereka dites, dievaluasi, dan dibandingkan secara sosial. Ketika sang anak menguasai keahlian kognitif, mereka mengembangkan rasa efficacy intelektual. Pertumbuhan self-efficacy pengalaman transisional remaja, setiap periode perkembangan membawa serta tantangan baru , sebagai remaja yang mendekati tuntutan dewasa, mereka harus belajar untuk memikul tanggung jawab terhadap diri mereka sendiri dalam setiap dimensi kehidupan. Hal ini memerlukan penguasaan benyak keahlian dan cara untuk berintegrasi dalam masyarakat . Belajar bagaimana menghadapi perubahan pubertas, menjalin hubungan secara emosional menjadi masalah yang sangat Tugas untuk memilih perkerjaan apa yang akan dikejar juga tampak dalam periode ini. Remaja memperluas dan memperkuat rasa efficacy mereka dengan belajar bagaimana untuk sukses dalam berhadapan dengan masalah yang belum mereka hadapi dengan baik. Self-efficacy dalam masa dewasa. Masa dewasa awal merupakan periode ketika seseorang harus belajar untuk menangani banyak tuntutan baru yang muncul dari pernikahan, kedudukan sebagai orang tua, dan karir pekerjaan. Seperti dalam tugas penguasaan yang lebih dulu, sebuah bentuk rasa self-efficacy berperan penting terhadap pencapaian kemampuan dan pencapaian kesuksesan lebih lanjut. Mereka yang memasuki kedewasaan dengan sedikit dibekali keahlian dan terganggu oleh ketidakyakinan diri menemukan banyak aspek dalam hidupnya penuh stress dan Memulai karir pekerjaan yang transisional dalam masa dewasa awal. Terdapat banyak cara keyakinan self-efficacy menyumbang terhadap pengembangan karir dan kesuksesan dalam menguasai suatu keahlian. Pada fase awal self-efficacy mengembangkan dasar kognisi, manajemen diri, dan keahlian interpersonal. Keahlian psikososial menyumbang dorongan lebih kepada kesuksesan dalam karir daripada dalam keahlian keterampilan yang bersifat Motivasi dibutuhkan dalam menunjang tercapainya Learning outcome yang maksimal. Menurut saya, jika seseorang melakukan pekerjaan apapun termasuk dalam kegiatan belajar jika dibarengi motivasi yang tinggi dia akan Untuk itu dikesempatan ini kita akan mengulas sedikit tentang pengertian motivasi belajar menurut beberapa ahli Seorang siswa harus pandai dalam memotivasi diri untuk selalu semangat memanfaatkan ilmu yang mereka peroleh untuk kemashlahatan ummat. Dan seorang guru juga seharusnya pandai dalam memotivasi siswa disetiap kesempatan mengajar dikelas maupun diluar kelas. Aspek pola pikir ini jarang sekali diperhatikan oleh guru karena faktor Belajar sains mereka artikan sebagai suatu kegiatan sepenting menghafal suatu konsep atau melakukan operasi Hal ini terlihat dari cara guru membelajarkan materi sains khususnya mata pelajaran Aqidah Akhlak di sekolah secara tradisional dengan memfokuskan PROGRESSA Journal of Islamic Religious Instruction Volume 1 Nomor 1 Pebruari 2017 pembelajaran pada pelatihan rumus-rumus, latihan soal hitungan, dan menghafal Berkenaan dengan ini Liliasari . menyatakan bahwa pembelajaran sains di Indonesia umumnya masih menggunakan pendekatan tradisional, yaitu siswa dituntut lebih banyak untuk mempelajari konsep-konsep dan prinsipprinsip Pembelajaran sains secara tradisional ini masih berlangsung di banyak sekolah di Indonesia. Mereka mengajar sains hanya mengacu pada buku ajar yang dimilikinya tanpa ada penyesuaian dengan karakteristik peserta didiknya. Guru memandang bahwa model pembelajaran tradisional merupakan suatu prosedur yang efektif dalam membelajarkan materi sains. Padahal, model ini sesungguhnya hanya efektif dalam hal penggunaan waktu mengajar, tetapi pola pikir siswa yang inovatif dan kreatif dengan pola pikir tingkat tinggi serta kemampuan bekerja sama dengan orang lain secara efektif tidak terkembangkan. Dalam pembelajaran mata pelajaran Aqidah Akhlak, ada empat komponen utama yang harus dicapai oleh siswa. Keempat pemahaman, keterampilan, kemampuan, dan sikap ilmiah. Diharapkan, ketika semua komponen tersebut dikuasai oleh siswa, dapat memberi manfaat pada siswa untuk menambah wawasan, meningkatkan pola pikir dan sikap para siswa untuk bekal di masyarakat dan melanjutkan di pendidikan yang lebih tinggi. Kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar dan Oleh sebab itu, agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan, maka harus dilakukan dengan strategi atau pendekatan belajar yang tepat. Terdapat pendekatan belajar yang dikembangkan selama ini, diantaranya adalah pendekatan proses. CBSA . astery learnin. CTL . ontekstual teaching and learnin. , serta pendekatan lain yang dikemas dalam bentuk model-model pembelajaran. Dalam rangka memanfaatkan model yang telah ada. Bruce Joyce dan Marsha Weil pembelajaran yang telah dikembangkan dan diuji oleh para pakar pendidikan. Model-model menjadi empat kategori sebagai berikut: . Kelompok model pengolahan informasi, . Kelompok model personal . Kelompok model sosial, dan . Kelompok model sistem perilaku. Selain strategi dan model belajar tersebut, terdapat beberapa strategi pembelajaran lain yang dikembangkan dalam dunia pendidikan, yaitu pendekatan Menurut Piaget (Sund dan Trowbridge, 1. , model inkuiri adalah pembelajaran yang mempersiapkan situasi bagi anak untuk melakukan eksperimen sendiri, dalam arti luas ingin melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, ingin menggunakan simbol-simbol dan mencari menghubungkan penemuan yang satu membandingkan apa yang ditemukan dengan yang ditemukan orang lain. Dalam praktik pembelajaran, pada dasarnya pendekatan inkuiri adalah menggunakan pendekatan kontruktivisme, dimana setiap siswa sebagai subjek belajar dibebaskan untuk menciptakan makna dan pengertian baru berdasarkan interaksi antara apa yang telah dimiliki, diketahui, dipercayai, dengan fenomena, ide atau informasi baru yang dipelajari. Dengan demikian, dalam proses belajar siswa telah membawa pengertian dan pengetahuan awal yang harus ditambah, dimodifikasi, diperbaharui, direvisi, dan diubah oleh informasi baru yang diperoleh dalam proses Pengaruh Konsep Diri. Self Efficacy dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar Aqidah Akhlak Berdasarkan latar belakang penelitian, maka penulis tertarik untuk meneliti dalam suatu karya tulis bentuk tesis dengan judul: Pengaruh konsep diri, self-efficacy dan motivasi terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak di kelas XI MA Pacet Mojokerto tahun pelajaran 2016 Ae Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat di kemukakan rumusan masalah sebagai berikut: Apakah konsep diri berpengaruh Learning pelajaran Aqidah Akhlak di kelas XI MA Pacet Mojokerto? Apakah Self-efficacy Learning pelajaran Aqidah Akhlak di kelas XI MA Pacet Mojokerto? Apakah Motivasi berpengaruh terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak di kelas XI MA Pacet Mojokerto? Apakah ada hubungan Konsep Diri. Selfefficacy dan Motivasi terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak di kelas XI MA Pacet Mojokerto? Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian ini adalah: Mendeskripsikan pengaruh Konsep Diri Learning pelajaran Aqidah Akhlak di kelas XI MA Pacet Mojokerto. Mendeskripsikan pengaruh Self-efficacy Learning pelajaran Aqidah Akhlak di kelas XI MA Pacet Mojokerto. Mendeskripsikan pengaruh Motivasi Learning pelajaran Aqidah Akhlak di kelas XI MA Pacet Mojokerto Mendeskripsikan hubungan Konsep Diri. Self-efficacy dan Motivasi terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak di kelas XI MA Pacet Mojokerto. Kajian pustaka Konsep diri. Perkembangan Konsep diri Konsep diri merupakan salah satu aspek perkembangan psikologi peserta didik yang penting yang dialami oleh seorang guru. Karena merupakan salah satu variabel yang menentukan dalam proses pendidikan. Rendahnya prestasi siswa dan motivasi belajar siswa serta terjadinya penyimpangan perilaku siswa dikelas banyak disebabkan oleh persepsi dan sikap negatif siswa terhadap diri Sama hal nya terhadap siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar banyak disebabkan oleh sikap siswa yang memandang dirinya tidak mampu melaksanakan tugas-tugas di sekolah. Konsep Diri dan Harga Diri Kajian psikologi perkembangan, sering dijumpai istilah Auharga diriAy . di samping istilah Aukonsep diriAy . elf concep. Bahkan para peneliti tidak selalu menyebutkan perbedaan yang jelas antara harga diri dan konsep diri Akan tetapi ada ahli lain yang mengatakan bahwa konsep diri dan harga diri itu berbeda. Dimensi Konsep Diri Secara umun para ahli menyebutkan 3 dimensi konsep diri, meskipun dengan menggunakan istilah yang berbedabeda. Calhoun dan Acocella . misalnya, menyebutkan 3 dimensi utama dari konsep diri, yaitu: dimensi pengetahuan, dimensi penghargaan, dan dimensi penilaian. Paul J. Centi. menyebutkan ketiga dimensi konsep diri dengan istilah : dimensi gambaran diri . elf-imag. , dimensi penilaian diri . , dan dimensi cita-cita diri . elf-idea. Sebagian ahli lainnya menyebutkan dengan istilah: citra diri, harga diri, dan ideal diri. Dimensi pertama dari konsep diri adalah apa PROGRESSA Journal of Islamic Religious Instruction Volume 1 Nomor 1 Pebruari 2017 yang kita ketahui tentang diri sendiri atau penjelasan dari Ausiapa sayaAy yang akan memberi gambaran tentang diri Gambaran diri tersebut akan pada gilirannya akan memebentuk citra diri. Gambaran kesimpulan dari : pandangan kita dalam berbagai peran yang kita pegang, seperti orangtua, suami atau istri, karyawan, pelajar dan seterusnya. Singkatnya, dimensi pengetahuan . dari konsep diri mencakup segala sesuatu yang kita pikirkan tentang diri kita sebagai pribadi, seperti Ausaya pintarAy. Ausaya anak baikAy. Ausaya cantikAy dan Harapan. Dimensi kedua adalah dimensi harapan atau diri yang dicita-citakan dimasa depan. Tentang pandangan siapakah kita, sehingga timbul sebuah keinginan akan menjadi apa diri kita dimasa depan. Pengharapan ini merupakan diri-ideal . elf-idea. atau diri yang dicita-citakan. Cita-cita diri keinginan bagi diri kita atau ingin menjadi manusia seperti apa yang kita Oleh sebab itu, dalam menetapkan diri ideal haruslah lebih realistis, sesuai dengan potensial dan kemampuan diri yang dimiliki, tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu Dimensi ketiga adalah penilaian, dimana penilaian terhadap diri sendiri. Juga merupakan pandangan kita tentang harga kewajaran kita sebagai pribadi. Calhoun dan Acocella . setiap hari kita berperan sebagai penilai tentang diri kita sendiri, menilai apakah kita bertentangan: . pengharapan bagi diri kita sendiri . aya dapat menjadi ap. , . standar yang kita tetapkan bagi diri kita sendiri . aya seharusnya menjadi ap. Hasil dari penilaian tersebut membentuk apa yang disebut dengan rasa harga diri yaitu, seberapa besar kita menyukai diri Konsep diri dan Perilaku Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan tingkah laku Menurut Felker . terdapat tiga peranan penting konsep seseorang, yaitu: Pertama, self-cincept as maintainer of Konsep Bila individu memiliki ide, perasaan, presepsi, atau pikiran yang bertentangan, maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenagkan. Maka mempertahankan kesesuaian antara individu dengan lingkungannya. Kedua, self-concept interpretation of experience. Konsep diri Sebuah kejadian akan ditafsirkan secara berbeda antara individu satu dengan yang lain, karena masing- masing individu memiliki pandangan dan penafsiran tersendiri. Ketiga, self-concept as set of Konsep diri juga berperan sebagai penentu pengharapan individu. Pandangan negatif terhadap dirinya menyebabkan individu mengharapkan tingkat keberhasilan yang akan dicapai hanya pada taraf yang rendah. Konsep Diri dan Prestasi Belajar Sejumlah pendidikan berkeyakinan bahwa konsep diri dan prestasi belajar mempunyai hubungan yang erat. Nylor . mengemukakan bahwa banyak peneliti yang membuktikan hubungan positif yang kuat antara konsep diri dengan prestasi belajar disekolah. Siswa yang memperlihatkan prestasi yang baik disekolah, atau siswa tersebut memeiliki penilaian diri yang tinggi serta Pengaruh Konsep Diri. Self Efficacy dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar Aqidah Akhlak menunjukkan antar pribadi yang positif Walsh . alam Burns, 1. siswasiswa yang tergolong underchiver mempunyai konsep diri yang negatif, karakteristik kepribadian. mempunyai perasaan dikeritik, ditolak, dan diisolir. melakukan mekanisme pertahanan diri dengan cara menghindar dan bahkan bersikap menentang. tidak mampu mengekspresikan perasaan dan Self-efficacy Menurut Bandura . self-efficacy adalah kemampuan generatif yang dimiliki individu meliputi kognitif, sosial, dan Kemampuan individu tersebut harus dilatih dan di atur secara efektif untuk mencapai tujuan individu. Hal ini Bandura menyebutnya dengan self-efficacy karena menurut Bandura memiliki kemampuan mengorganisasikan strategi yang sesuai dengan tujuan serta menyelesaikan strategi tersebut dengan baik walaupun dalam keadaan yang sulit. Penelitian yang dilakukan Schwartz & Gottman . menyatakan individu sering mengalami kegagalan meskipun mengetahui apa yang harus dilakukan dan memiliki kemampuan untuk melakukannya. Berdasarkan hasil penelitian Kennia . menyimpulkan definisi self-efficacy yaitu konsep yang secara spesifik mengontrol keyakinan pada kemampuan yang dimiliki individu untuk melakukan tujuan tertentu. Menurut Bandura & Jourden . keraguan dapat mempengaruhi kemampuan yang dimiliki individu sehingga kemampuan tersebut tidak muncul, karena keraguan tersebut dapat melemahkan keyakinan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Menurut Zimmerman & Bandura . keyakinan merupakan salah satu regulasi diri yang menentukan seberapa bagus kemampuan yang dimiliki, dilatih secara terus menerus. Hal ini berkontribusi dalam mencapai suatu Selain itu Schwarzer & Jerusalem menyatakan bahwa self-efficacy pada umumnya dipahami sebagai tugas yang spesifik atau tertentu, tetapi self-efficacy juga mengacu pada keyakinan kemampuan individu mengatasi berbagai tuntutan dan situasi . Berdasarkan uraian yang dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa selfefficacy kemampuan yang dimiliki individu dalam mencapai tujuan dengan kesulitan tugas pada berbagai kondisi, mampu berfikir secara positif, meregulasi diri, dan keyakinan yang positif. Motivasi Motivasi dibutuhkan dalam menunjang tercapainya Learning outcome yang maksimal. Menurut saya, jika seseorang melakukan pekerjaan apapun termasuk dalam kegiatan belajar jika dibarengi motivasi yang tinggi dia akan Untuk itu dikesempatan yang bahagia ini mari kita mengulas sedikit menurut beberapa ahli dibidangnya. Menurut Wina . AuMotivasi adalah dorongan yang memungkinkan siswa untuk bertindak atau melakukan Dorongan itu hanya mungkin muncul dalam diri siswa manakala siswa merasa membutuhkan . Ay Populasi dan Sampel Pada penelitian ini obyeknya adalah AuSiswa kelas XI MA Pacet Mojokerto sebanyak 44 . mpat puluh empa. Dalam menentukan jumlah sampel yang akan dipilih, penulis menggunakan tingkat kesalahan sebesar 0,05%, karena dalam setiap penelitian tidak mungkin hasilnya sempurna 100%, makin besar tingkat kesalahan maka semakin sedikit ukuran sampel. Jadi dari anggota populasi yang diambil sebagai sampel adalah sebanyak 22 . ua puluh du. siswa responden. PROGRESSA Journal of Islamic Religious Instruction Volume 1 Nomor 1 Pebruari 2017 Kerangka Konseptual Penelitian ini dimaksudkan sebagai alat untuk menemukan ada atau tidaknya Pengaruh konsep diri, self-efficacy dan motivasi terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak model inkuiri di kelas XI MA Pacet Mojokerto. Adapun kerangka konseptual dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Gambar 2. 1 Kerangka Konsep Penelitian Hipotesis Berdasarkan konsep tersebut maka hipotesis dalam penelitian ini adalah: Terdapat pengaruh yang signifikan antara konsep diri terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak. Terdapat pengaruh yang signifikan antara self-efficacy terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak. Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri, self-efficacy, motivasi Learning pelajaran Aqidah Akhlak. Teknik Pengumpulan data . Wawancara (Intervie. Penulis memperoleh data dengan cara melakukan tanya jawab secara langsung dengan siswa untuk meminta berhubungan dengan masalah yang . Angket (Kuesione. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden adalah berbentuk Menurut Sugiyono . , kuisioner merupakan teknik pengumulan data yang dilakukan dengan cara memberi sepeangkat pertanyaan atau pernyataan tertyulis kepada responden untuk dijawab, jenis kuisioner yang digunakan adalah kuisioner tertutup, dimana responden dapat memilih jawaban yang tersedia. Jenis kuesioner yang penulis gunakan kuesioner yang sudah disediakan Adapun alasan penulis menggunakan kuesioner tertutup adalah untuk memberikan kemudahan kepada responden dalam memberikan jawaban dan untuk menghemat keterbatasan waktu penelitian. Dokumentasi Teknik Suharsimi . yaitu AuMetode mengenai hal atau variabel yang berupa catatan, buku, transkip, surat kabar, lengger,agenda dan sebagainyaAy. Data variabel Y diperoleh dari dokumentasi yang ada di legger siswa kelas XI MA Pacet Mojokerto Tahun 2016 Ae 2017. Analisis Data Hipotesis pertama yang dinyatakan pada bab sebelumnya adalah: Terdapat pengaruh yang signifikan antara Konsep diri terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak. Uji t terhadap variabel Konsep diri (X. didapatkan koefesien Regresi (B) 0,440 . ,0%), koefisien (Bet. 0,091, thitung sebesar 0,378 dengan signifikansi t sebesar 0,006. Karena signifikansi t lebih kecil dari 5% . ,007<0,. , maka Hipotesis Nihil (H. ditolak dan Hipotesis kerja (H. Jadi Terdapat pengaruh yang signifikan antara Konsep diri terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak. Pengaruh Konsep Diri. Self Efficacy dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar Aqidah Akhlak Hipotesis kedua yang dinyatakan pada bab sebelumnya adalah: Terdapat pengaruh yang signifikan antara selfefficacy terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak. Uji t terhadap variabel Self-efficacy (X. didapatkan koefesien Regresi (B) 0,329 . ,9%), koefisien (Bet. 0,124, thitung sebesar 0,436 dengan signifikansi t sebesar 0,009. Karena signifikansi t lebih kecil dari 5% . ,008<0,. , maka Hipotesis Nihil (H. ditolak dan Hipotesis kerja (H. Jadi Terdapat pengaruh yang signifikan antara self-efficacy terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak. Hipotesis ketiga yang dinyatakan pada bab sebelumnya adalah: Terdapat pengaruh yang Motivasi terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak. Uji t terhadap variabel Motivasi (X. didapatkan koefesien Regresi (B) 0,130 . ,0%), koefisien (Bet. 0,065, thitung sebesar 230 dengan signifikansi t sebesar 0,001. Karena signifikansi t lebih kecil dari 5% . ,001<0,. , maka Hipotesis Nihil (H. ditolak dan Hipotesis kerja (H. Jadi Terdapat pengaruh yang signifikan antara Motivasi terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai Fhitung sebesar 2. ignifikansi F= 0,. Jadi Fhitung>Ftabel . 249>2. atau Sig F < 5% . ,001<0,. Artinya bahwa secara bersama-sama variabel bebas yang terdiri dari variabel Konsep diri (X. Self-efficacy (X. Motivasi (X. berpengaruh secara simultan terhadap variabel Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak (Y). Dari Adjusted Square menunjukkan nilai sebesar 0,520 atau 52,0%. Artinya bahwa variabel Y dipengaruh sebesar 52,0% oleh Konsep diri (X. Selfefficacy (X. Motivasi (X. sedangkan sisanya 48,0% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel bebas tersebut. Kesimpulan Terdapat pengaruh yang signifikan antara Konsep diri terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak model inkuiri. Uji t terhadap variabel Konsep diri (X. didapatkan koefesien Regresi (B) 0,440 . ,0%), koefisien (Bet. 0,091, thitung sebesar 0,378 dengan signifikansi t sebesar 0,006. Karena signifikansi t lebih kecil dari 5% . ,007<0,. , maka Hipotesis Nihil (H. ditolak dan Hipotesis kerja (H. Terdapat pengaruh yang signifikan antara self-efficacy terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak model inkuiri. Uji t terhadap variabel Self-efficacy (X. didapatkan koefesien Regresi (B) 0,329 . ,9%), koefisien (Bet. 0,124, thitung sebesar 0,436 dengan signifikansi t sebesar 0,009. Karena signifikansi t lebih kecil dari 5% . ,008<0,. , maka Hipotesis Nihil (H. ditolak dan Hipotesis kerja (H. Terdapat pengaruh yang signifikan antara Motivasi terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak model inkuiri. Uji t terhadap variabel Motivasi (X. didapatkan koefesien Regresi (B) 0,130 . ,0%), koefisien (Bet. 0,065, thitung sebesar 0. 230 dengan signifikansi t sebesar 0,001. Karena signifikansi t lebih kecil dari 5% . ,001<0,. , maka Hipotesis Nihil (H. ditolak dan Hipotesis kerja (H. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai Fhitung sebesar 2. ignifikansi F= 0,. Jadi Fhitung>Ftabel . 249>2. atau Sig F < 5% . ,001<0,. Artinya bahwa secara bersama-sama variabel bebas yang terdiri dari variabel Konsep diri (X. Self-efficacy (X. Motivasi (X. berpengaruh secara simultan terhadap variabel Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak (Y). PROGRESSA Journal of Islamic Religious Instruction Volume 1 Nomor 1 Pebruari 2017 Saran-Saran Berdasar simpulan dari penelitian ini, dapat disarankan hal-hal sebagai berikut. Bagi jajaran pengelola lembaga hasil digunakan sebagai bahan informasi dan masukan sehingga Instansi dapat menyusun langkah strategis dalam meningkatkan dan mengoptimalkan sumber daya yang ada dengan mendukung aktifitas belajar yang tenang, nyaman dan menyenangkan. Bagi perguruan tinggi, hendaknya hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dan referensi untuk penelitian selanjutnya. Bagi mengembangkan khasanah normatif tentang Pengaruh konsep diri, selfefficacy dan motivasi terhadap Learning outcome mata pelajaran Aqidah Akhlak dapat menggunakan referensi karya ini. Daftar Pustaka