Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS HILISATARO KECAMATAN TOMA KABUPATEN NIAS SELATAN Perius Laia Mahasiswa Program studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya periuslaiya@gmail. Pembahasan secara rinci dalam penelitian ini adalah tentang pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai di puskesmas hilisataro kecamatan toma kabupaten nias selatan. Tujuan penting pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai di puskesmas hilisataro kecamatan toma kabupaten nias selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear sederhana. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah hasil dari angket yang telah disebarkan kepada seluruh pegawai pada puskesmas hilisataro kecamatan toma kabupaten nias selatan sebanyak 47 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan mempengaruhi motivasi kerja pegawai di puskesmas hilisataro kecamatan toma kabupaten nias selatan. Berdasarkan hal tersebut, dari hasil yang menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan mempengaruhi motivasi kerja pegawai di puskesmas hilisataro kecamatan toma kabupaten nias selatan diperoleh nilai t hitung sebesar 12,408 dan nilai ttabel sebesar 1,679 pada tingkat signifikan 0,00 < 0,05. Kemudian, hasil koefisien determinasi (R. menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan mampu mempengaruhi motivasi kerja pegawai sebesar 0,774 atau setara dengan 77,4%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada saat gaya kepemimpinan mempunyai peningkatan secara positif maka akan mempengaruhi motivasi kerja pegawai semakin meningkat. Saran pada penelitian ini adalah pemimpin diharapkan mampu memberikan perhatian bagi pegawai dalam memenuhi kebutuhan mereka dan memberikan dukungan yang mendorong pegawai supaya lebih termotivasi serta lebih bersemangat dalam bekerja. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan. Motivasi. Konsep Motivasi Kerja Pegawai. Abstract The detailed discussion in this study is about the effect of leadership style on employee motivation at the Hilisataro Public Health Center. Toma District. South Nias Regency. An important objective in this study was to determine the effect of leadership style on employee motivation at the Hilisataro Public Health Center. Toma District. South Nias Regency. The method used in this study is a quantitative research method with simple linear regression analysis techniques. The data source in this study was the result of a questionnaire that was distributed to all employees at the Hilisataro Health Center. Toma District. South Nias Regency, as many as 47 people. The results of this study indicate that leadership style affects employee motivation at the Hilisataro Public Health Center. Toma District. South Nias Regency. Based on this, the results showing that leadership style affects employee motivation at the Hilisataro Public Health Center. Toma District. South Nias Regency, obtained a tcount of 12. 408 and a ttable value of 1. 679 at a significant level of 0. 00 < 0. Then, the results of the coefficient of determination (R. show that the leadership style variable is able to https://jurnal. id/index. php/JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X influence employee motivation by 0. 774 or the equivalent of 77. Thus, it can be concluded that when the leadership style has a positive increase, it will affect employee motivation to increase. The suggestion in this study is that leaders are expected to be able to pay attention to employees in meeting their needs and provide support that encourages employees to be more motivated and more enthusiastic at work. Keywords: Leadership Style. Motivation. Employee Work Motivation Concept. Pembahasan instansi akan berjalan dengan baik. Gaya kepemimpinan merupakan bagian dari Pada era globalisasi saat ini,suatu seorang pemimpin dalam menggerakkan instansi dituntut untuk dapat bersaing dan bawahannya dalam melakukan pekerjan harus mampu mempunyai keunggulan dengan metode atau sistem yang tepat, dalam meingkatkan pelayanan, yang manfaatnya adalah mejadikan pemimpin menjadikannya lebih berkompentensi dari untuk memimpin bawahannya dengan baik instansi lain. Hal ini berpengaruh penting dan benar. bagi peningkatan apresiasi publik terhadap Kemudian, selain gaya kepemimpinan Keberhasilan suatu organisasi yang sangat penting dalam menjalankan tak terlepas dari pekerjaan seorang organisasi adapun motivasi kerja juga Pegawai adalah sumber daya memiliki peran penting dalam membentuk manusia yang sangat penting dalam perilaku dan sikap pegawai serta lebih menyukseskan tujuan organisasi atau bisa spesifik dalam dalam mempengaruhi dikatakan bahwa pegawai adalah human kinerja pegawai. Motivasi kerja merupakan capital artinya pegawai merupakan modal stimulus atau rangsangan bagi setiap terpenting untuk menghasilkan nilai pegawai untuk bekerja dalam menjalankan Tujuan seorang pegawai bukan Memiliki motivasi yang baik akan menjadikan para pegawai merasa melaksanakan tugas akan tetapi tugasnya senang dan bersemangat dalam bekerja adalah mengoptimalkan aktivitas dan sehingga menumbuhkan perkembangan efisiensi organisasi dengan menggunakan yang signifikan pada organisasi. Pegawai cara kerja yang sangat efektif. yang memiliki motivasi yang tinggi akan Dalam kepemimpinan dipandang sebagai suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. bentuk proses dalam mempengaruhi serta Motivasi akan menimbulkan perilakuperilaku menenangkan hati, pikiran, dan perilaku yang mencerminkan kinerja tinggi tingkah laku. Kepemimpinan merupakan motor atau daya penggerak semua sumber Motivasi kerja pegawai berhubungan erat dan alat yang tersedia di dalam organisasi. dengan kinerja yang baik seorang pegawai Salah satu faktor penting dalam organisasi dan kuntungannya bagi organisasi, perlu Gaya dipahami bahwa motivasi kerja bagi kepemimpinan sangat penting dalam hal seorang pegawai didalam organisasi sangat ini, karena keberhasilan atau kegagalan diperlukan karena motivasi seorang dalam organisasi akan ditentukan oleh pegawai dapat memajukan organisasi lebih Apabila efektif dan efisien. kepemimpinannya yang positif maka Metode Penelitian semua proses yang dilakukan di dalam https://jurnal. id/index. php/JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif yang berdasarkan pada metode penelitian yang menggunakan angka serta memakai pendekatan deskriptif yang memberikan gambaran mengenai fakta empiris yang terjadi dilapangan. Populasi dalam penelitian ini yaitu puskesmas hilisataro yang berjumlah 47 orang. Menurut Sugiyono . menyatakan bahwa Aupopulasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannyaAy. Sampel pada penelitian ini ialah seluruh pegawai yang berjumlah 47 orang di puskesmas hilisataro kecamatan toma. Menurut Sugiyono . menyatakan bahwa Ausampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebutAy. Kemudian, menurut Sugiyono . menyatakan bahwa Ausampling jenuh ialah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampelAy. Didalam melakukan penelitian ini, peneliti membutuhkan sejumlah data yang diperlukan untuk proses penelitian. Adapun teknik yang digunakan utnuk informasi pada penelitian ini yaitu pertama, peneliti memberikan pernyataan responden untuk dijawabnya, kemudian melakukan strategi wawancara yang artinya adanya pertemuan diantara peneliti dan responden untuk saling bertukar informasi atau ide tentang pokok permasalahan yang terjadi melalui sistem tanya jawab dan dibuat dalam suatu konsep tertentu dan yang terakhir adalah https://jurnal. id/index. php/JIM P-ISSN: 2614-381X melakukan observasi yang merupakan melaksanakan kegiatan pengamatan secara langsung pada objek penelitian. Hasil Penelitian dan Pembahasan Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, oleh karena itu variabel penelitian di deskriptifkan dengan menjelaskan dan menunjukkan nilai ratarata hitung, ukuran standar deviasi, kemiringan kurva dan keruncingan kurva dari masing-masing variabel penelitian. Berdasarkan hasil olahan data maka diperoleh hasil pada tabel berikut. Tabel 1 Deskriptif Variabel Gaya Kepemimpinan StatisticAos Gaya Kepemimpinan Valid Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error Of Skewness Kurtosis Std. Ero Of Kurtosis Range Minimum Maximum Sum Sumber: Olahan Peneliti . Percentiles 52,45 ,438 52,00 3,006 9,035 -,236 ,347 ,147 ,681 50,00 52,00 55,00 Berdasarkan hasil olahan data maka keruncingan kurava pada variabel gaya Hasil tersebut dapat dilihat melalui gambar sebagai berikut. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 P-ISSN: 2614-381X Sumber: Olahan Peneliti . Gambar 1 Grafis Histogram Variabel Gaya Kepemimpinan Berdasarkan hasil olahan data maka . ingkat keruncinga. suatu data variabel motivasi Hasil tersebut dapat dilihat sebagai Gambar 2 Histogram Variabel Motivasi Kerja Sumber: Olahan Peneliti . Dari menunjukkan bahwa kemiringan kurva tersebut agak miring kekiri, sedangkan keruncingan kurva tersebut terlihat sangat Artinya, kurva pada variabel distribusi data terlihat normal. Tabel 2. Deskriptif Variabel Motivasi Kerja StatisticAos Motivasi Kerja Valid Missing Mean 52,68 Std. Error Of Mean Median ,467 52,00 Mode Std. Deviation 3,204 Variance Skewness 10,265 -,140 Std. Error Of Skewness ,347 Kurtosis -,715 Std. Error Of Kurtosis Range ,681 Minimum Maximum Sum Percentiles 50,00 52,00 56,00 https://jurnal. id/index. php/JIM Sumber: Olahan Peneliti . Atas dasar hasil pada tampilan gambaran histogram tersebut menunjukkan keadaan hasil pada penelitian variabel motivasi kerja. Dari hasil tersebut, keruncingan kurva memuncak tinggi sedangkan keruncingan kurva agak miring sedikit ke kiri, hal platikurtik dimana distribusi data terlihat normal. Artinya, nilai dari kemiringan dan keruncingan kurva pada suatu distribusi data untuk variabel motivasi kerja terlihat normal. Menurut Kurniawati Puspitaningtyas . menyatakan bahawa Auuji validitas yaitu uji yang keabsahan/ketepatan/kecermatan item pernyataan dalam mengukur variabel yang ditelitiAy. Artinya, bahwa pada saat melakukan pengujian validitas maka yang harus diperhatikan adalah jika nilai thitung > ttabrl maka dinyatakan valid atau hasilnya bisa dibandingkan pada nilai yang telah Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 P-ISSN: 2614-381X diperoleh dari hasil pengolahan data melalui aplikasi SPSS. Tabel 3. Hasil Validitas Variabel Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Gaya Motivasi Kepemimpinan Kerja Item Correlated Total Correlated Total 0,620 0,661 0,696 0,599 0,613 0,64 0,578 0,561 0,353 0,526 0,618 0,631 0,697 0,693 0,640 0,637 0,515 0,550 0,604 0,566 0,631 0,631 0,602 0,545 Sumber: Olahan Peneliti . Ket. 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan hasil yang telah diperoleh menurut syarat rhitung > rtabel maka dari hasil yang telah didapatkan melalui pengujian pada data, variabel gaya kepemimpinan dan variabel motivasi kerja secara bersamasama dinyatakan valid. Menurut Kurniawan Puspitaningtyas . mengatakan bahwa Auuji reliabilitas ialah uji yang dilakukan untuk mengetahui keandalan . ingkat pernyataan dalam mengukur variabel yang akan ditelitiAy. Syarat yang harus dipenuhi untuk menguji reliabilitas adalah apabila nilai cronbachAos alpha > 0,60 maka dinyatakan reliabel. Berdasarkan hal tersebut maka diperoleh hasil reliabilitas dari variabel gaya kepemimpinan dan motivasi kerja yaitu sebagai berikut. Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Gaya Kepemimpinan dan Variabel Motivasi Kerja CronbachAos Alpha Kritis Variabel Ket. Gaya Kepemimpinan 0,838 0,600 Reliabel Motivasi Kerja 0,600 Reliabel https://jurnal. id/index. php/JIM Sumber: Olahan Peneliti . Dari menunjukkan bahwa pada saat nilai cronbachAos alpha > 0,60 maka instrumen Keseimpulannya ialah variabel gaya kepemimpinan dan variabel motivasi kerja secara bersama-sama memperoleh nilai reliabilitas yaitu 0,838 > 0,60 dan 0,836 > 0,60 maka berdasarkan hasil tersebut maka masing-masing dari variabel penelitian tersebut dinyatakan reliabel. Menurut Sugiyono mengatakan bahwa Auuji normalitas artinya menentukan apakah residual standar berdistribusi normal, teratur atau tidak. Jika nilai sisa sebagian besar mendekati nilai rata-rata, itu dianggap terdistribusi secara normalAy. Syarat untuk menentukan data terdistribusi dengan normal atau tidak dapat dilihat pada hasil kolmogorv smirnov pada asimp. _taile. Berdasarkan hasil olahan data pada penelitian maka diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 5. Hasil Uji Norrmalitas Data Unstandardized Residual Mean Normal Parameters Std. Deviation ,0000000 1,52379436 Absolute ,124 Positive Negative ,080 -,124 Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Sumber: Olahan Peneliti . ,853 ,461 Most Extreme Differences Berdasarkan hasil uji normalitas data dengan memngamati nilai kollmogorovsmirrnov z menunjukkan hasil perolehan nilai signifikan sebesar 0,461. Karena nilai kollmogorov-smirnov untuk masing-masing variabel penelitian yaitu 0,853 pada tingkat signifikansi atau assymp. -taile. sebesar 0,461 < 0,50. Maka, pada kesimplannya adalah setiap variabe penelitian yaitu Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 variabel gaya kepemimpinan dan motivasi kerja berdistribusi dengan normal. Berdasarkan hasil pengolahan data dan informasi yang telah didapatkan, nilai residual yang terstandarisasi dengan normal dapat diamati melalui gambar dari hasil pengujian yaitu normall probbabillithy Tujuannya ialah supaya dapat mengetahui apakah nilai residual dari statisstic suatu keterangan yang sudah diperoleh mampu dinormalisasi atau tidak. Hasilnya bisa dilihat pada gambar dibawah Gambar 3. Normal Probabilithy Plot P-ISSN: 2614-381X scatter plott dimana pada sumbu horizontal menggambarkan nilai prediksi dengan sumbu vertikal menggunakan nilai dari residual kuadratAy. Berdasarkan hasil perolehan nilai dari penelitian maka berikut gambar heteroskedastisitas. Gambar 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Olahan Peneliti . Sumber: Olahan Peneliti . Dari keterangan pada gambar tersebut diatas, dari hasil keseluruhan pada pembahasan atau analisa, dimana titik gambar tersebut tidak menyebar melainkan mengikuti ruas garis lurus yang terbentang miring yang mampu menerangkan dan menunjukkan secara proposional nilai dari probabilitas serta memberikan gambaran distribusi atau penyebaran suatu data pada variabel yang telah diteliti. Menurut Sugiyono Auadanya heteroskedastisitas berarti ada variabel dalam model yang tidak sama . Untuk menguji apakah ada masalah pengujian dengan menggunakan metode analisis grafik yaitu mengamati gambar https://jurnal. id/index. php/JIM Pada gambar diatas, hasil tersebut melalui gambaran scatter plot di mana data tidak membentuk pola yang jelas, akan tetapi pola pada gambar tersebut tampak jelas menyebar. Informasi mengenai hal tersebut menunjukkan hubungan erat hubungan yang positif atau bisa dikatakan variabel gaya kepemimpinan memiliki hubungan erat terhadap variabel motivasi Berdasarkan diperoleh nilai dari hasil pengujian uji t . ji Tujuan daripada pengujian ini adalah untuk mengetahui informasi Syaratnya adalah apabila nilai thitumg > ttabel berpengaruh terhadap keberhasilan usaha, namun apabila sabaliknya jika nilai thitung < ttabel maka hasilnya adalah variabel gaya Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 P-ISSN: 2614-381X kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap motivasi kerja secara mutlak. Hasil yang menunjukkan hubungan tersebut bisa dijelaskan pada tabel sebagai berikut. Tabel 6. Hasil Uji t (Uji Parsia. CoefficientAosa Unstandar Coeffi Model (Constan. Std. Error Standar Coeffi Sig. ,883 ,382 0,880 12,408 ,000 Beta 3,504 3,970 1 Gaya Kepemimpinan ,938 ,076 Sumber: Olahan Peneliti . Berdasarkan hasil perolehan dari keterangan tabel diatas, adapun nilai thitung . > ttabel . dengan nilai taraf 0,00. Artinya, kepemimpinan sebagai variabel bebas secara signifikan mempengaruhi motivasi kerja sebagai variabel terikat. Dari hasil perolehan nilai uji koefisien pada penelitian, maka sebagai bahan kajian didapatkan hasil pengujian tersebut sebagai Tabel 7. Hasil Koefisien Determinasi (R. Moddel Summaryb Model ,880a Square ,774 Adjusted Std. Eror Square Estimate ,769 1,541 Predictros : (Constan. Gaya Kepemimpinan. Dependent Variable : Motivasi Kerja. Sumber: Olahan Peneliti . Berdasarkan hasil tabel diatas, bisa disimpulkan bahwa nilai dari koefisien determinasi (R. yaitu ,774. Artinya, sebesar 77,4% variabel gaya kepemimpinan mampu menjelaskan motivasi kerja, dan sisanya https://jurnal. id/index. php/JIM ialah 22,6% dijelaskan oleh variabel lain yang belum di teliti. Penutup Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja pegawai di puskesmas hilisataro kecamatan toma kabupaten nias selatan. Fenomena tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 12,408 > ttabel 1,679 dengan tingkat signifikansi 0,00 < 0,05. Dapat diartikan ialah variabel gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja pegawai di puskesmas hilisataro kecamatan toma kabupaten nias selatan. Hasil selanjutnya menunjukkan bahwa nilai koefisen determinasi (R. sebesar 0,774 atau setara 77,4% dinyatakan pada kepemimpinan, dengan sisa 22,6% belum dapat diketahui jenis variabel yang bisa berpengaruh. Pada nilai persamaan regresi yang diperoleh yaitu Y = 3,504 0,938 X. Artinya, nilai konstanta . = 3,504 menunjukkan nilai motivasi kerja pada saat nilai gaya kepemimpinan sama dengna nol. Kemudian, ketika nilai koefisien gaya kepemimpinan (X) = 0,938 menunjukkan nilai gaya kepemimpinan saat naik 1 satuan maka akan meningkatkan motivasi kerja sebesar 0,938. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti, maka adapun yang menjadi saran yaitu, berikut ini. Pemimpin harus lebih melibatkan staf dan pegawai dalam sebuah perencanaan dan kegiatan organisasi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 1 Edisi Januari 2025 P-ISSN: 2614-381X Pemimpin memperhatikan cara atau strategi yang sesuai dengan keinginan pegawai tanpa harus memaksakan cara yang negatif. Gaya kepemimpinan yang baik dan mengarahkan para pegawai supaya lebih termotivasi untuk bekerja dengan giat, disiplin dengan baik dan menjalankan aturan instansi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Pemimpin mengembangkan sikap atau gaya kepemimpinan yang sepadan dengan dengan aturan yang berlaku tanpa membebani para pegawai untuk bekerja. terhadap Kinerja Karywan (Studi Kasus PT. Jakart. Pandu Jurnal Siwi Sentosa Ekonomi Dan Kewirausahaan, 12. Ae. Marayasa. , & Faradila. Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT. Bank Dinar Indonesia. Jurnal Ekonomi Efektif, 2. Ae. Afandi. Manajemen Sumber Daya Manusia. Riau. Zanafa Publishing. Daft. Era Baru Manejemen. Jakarta: Salemba. Djoko. Komunikasi Bisnis Edisi Keempat. Jakarta: Erlangga. Ali. Daftar Pustaka