Jurnal Ayurveda Medistra ISSN. 2656-3142 | Volume 5 Nomor 2 Agustus 2024 | pages: 1 - 7 Avalaible online at http://ojs. stikesmedistra-indonesia. HUBUNGAN MOBILISASI DINI DENGAN PENYEMBUHANLUKA POST SECTIO CAESAREA DI RUANG RANAP 2A RS CIBITUNGMEDIKA TAHUN 2023 Ari Wibowo Kusuma Atmaja 1. Ernauli Meliyana 2. Rotua Suriany Simamora3 arikusuma745@gmail. ernaulimeliyana6972@gmail. 1Program Studi Ilmu Keperawatan (S. STIKes Medistra Indonesia, 2Program Studi Ilmu Keperawatan (S. STIKes Medistra Indonesia, 3Program Studi Ilmu Keperawatan (S. STIKes Medistra Indonesia. Yaisimamora12@gmail. ABSTRAK Latar Belakang : Data WHO dalam Global Survey on Maternal and Perinatal Health tahun 2011 menunjukkan sebesar 46,1% dari seluruh kelahiran dilakukan melalui Sectio Caesarea (SC) (World Health Organization, 2. Permintaan SC disejumlah negara berkembang melonjak pesat setiap tahunnya (Sriyanti, 2. Angka kejadian Sectio Caesarea meningkat di negaranegara berkembang dengan Presentase 10 15% untuk setiap negara. Khususnya di Rumah Sakit Cibitung Medika diperkirakan 70-90 pasien SC dalam satu bulan dan terdapat paling sedikit 3-4 pasien setiap harinya. Tujuan : Untuk mengetahui Hubungan Mobilisasi Dini Dengan Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea Di Ruang Ranap 2A RS Cibitung Medika Tahun 2023. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan indikasi Sectio Caesarea pertama kali di Ranap 2A RS Cibitung Medika pada bulan Juli-Agustus 2023 dengan jumlah sample sebanyak 38 orang. Hasil Penelitian : Berdasarkan uji statistic yang diperoleh nilai p value sebesar 0,000 dengan . < 0,. , yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak, artinya ada hubungan yang bermakna antara mobilisasi dini dengan penyembuhan luka di RS Cibitung Medika Tahun 2023. Kata Kunci : Mobilisasi Dini. Penyembuhan Luka. ABSTRACT Background : WHO data in the Global Survey on Maternal and Perinatal Health in 2011 showed that 46. 1% of all births were carried out through Sectio Caesarea (SC) (World Health Organization, 2. The demand for SC in a number of developing countries has increased rapidly every year (Sriyanti, 2. The incidence of Sectio Caesarea is increasing in developing countries with a percentage of 10- 15% for each country. Especially at Cibitung Medika Hospital, it is estimated that there are 70-90 SC patients in one month and there are at least 3-4 patients every day. Research : To find out the Relationship between Early Mobilization and Post Sectio Caesarea Wound Healing in Ranap 2A Room at Cibitung Medika Hospital in 2023. Method :The research method used is analytic. The population in this study were all mothers giving birth with an indication of Sectio Caesarea for the first time at Ranap 2A Cibitung Medika Hospital in Juli-Agustus 2023 with a total sample of 38 people. Result : Based on statistical tests, a p-value of 0. 000 was obtained . <0. , which means that Ha is accepted and Ho is rejected, meaning that there is a significant relationship between early mobilization and wound healing at Cibitung Medika Hospital in 2023. Early Mobilization. Wound Healing. Key Words : Early mobilization of Wound Healing. LATAR BELAKANG Terdapat beberapa kasus yang terjadi pada kehamilan seperti plasenta previa, preeklamsia, gawat janin kelainan letak janin dan janin besar, pada persalinan yang melalui vagina dapat mengakibabkan resiko kematian ibu dan bayi sehingga diperlukannya proses persalinan melalui Sectio Caesarea atau yang lebih dikenal dengan istilah SC dalam ilmu obstetrik, istilah caesarea mengacu pada tindakan pembedahan persalinan buatan, yaitu janin dilahirkan melalui insisi pada dinding perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam kondisi utuh dan bobot janin diatas 500 gram (Restianti 2. Berdasarkan data yang diperoleh dari World Health Organization (WHO), menyatakan standar dilakukan operasi Sectio Caesarea (SC)sekitar 5-15%. Data WHO dalam Global Survey on Maternal and Perinatal Health tahun 2011 menunjukkan sebesar 46,1% dari seluruh kelahiran dilakukan melalui Sectio Caesarea (SC) (World Health Organization. Permintaan SC disejumlah negara tahunnya(Sriyanti, 2. Angka kejadian Sectio Caesarea meningkat di negara-negara berkembang dengan Presentase 10 15% untuk setiap negara. Jika indikasi operasi Sectio Caesarea tidak sesuai, dapat meningkatkan resiko morbilitas dan mortalitas pada ibu dan bayi (World Health Organization. Hasil Riskesdas 2018 menyatakan terdapat 15,3% persalinan dilakukan dengan Sectio caesarea. Provinsi tertinggi adalah DKI Jakarta . ,2%). Kepulauan Riau . ,7%), dan Sumatera Barat . ,1%) (Depkes RI. Angka persalinan SC yang ada sebenarnya terlalu Tinggi sehingga persalinan pasca SC membutuhkan pengawasan yang baik dan cermat karena tanpa pengawasan yang baik akan berdampak buruk pada kematian ibu. Umumnya klien dengan post op sectio caesarea mengalami nyeri karenainsisi Nyeri merupakanpengalaman menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual atau potensial. (Bahrudin, 2. Dampak dari nyeri post Sectio Caesarea jika tidak diatasi, diantaranya dampak sosial yang dapat menimbulkan kesulitan beraktifitas, sehingga mobilisasi terganggu dan akan berakibat buruk pada proses involusi dan Selainitu mempengaruhi perawatan bayi oleh ibu sehingga terganggunya proses bonding attachment antara ibu dan bayinya. Berdasarkan uraian masalah yang terjadi pada ibu yang melakukan persalinan dengan SC, mobilisasi dini setelah operasi SC menjadi masalah kesehatan dari tahun ke tahun, oleh karena itu upaya melakukan mobilisasi post SC dilakukan sedini mungkin guna menekan peningkatan prevalence kompikasi post SC dan mempercepat penyembuhan luka post SC. Hal- hal yang dapat dilakukan oleh seorang ibu post SC untuk menimalisir komplikasi yaitu dengan mobilisasi dini yang dilakukan oleh ibu pasca pembedahan SC tergantung pada ada tidaknya komplikasi persalinandan nifas. Mobilisasi dinimerupakan faktor yang menonjol dalam mempercepat pemulihan post bedah dan dapat mencegah kompikasi post bedah. Pada ibu post Sectio Caesarea diperbolehkan bangun dari tempat tidur paling lama24-48 jam setelah melahirkan. Untuk itu, anjurkan ibu agar memulai mobilisasi dini dengan miring kiri atau kanan, duduk kemudian berjalan(Astutik, 2. untuk mengurangi komplikasi post SC mobilisasi dini sangat penting dilakukan untuk mempercepat kesembuhan ibu sehingga dapat aktivitas seharihari secara normal agar tidak berbaring terlalu lama ditempat tidur. Keterlambatan adanya mobilisasi dini akan menjadikan kondisi ibu semakin memburuk dan menjadikan pemulihan post SC menjadi Adapun dampak jika pasien post SC tidak melakukan mobilisasi dini diantarakan terjadi peningkatan suhu tubuh yang dapat mengakibatkan resiko terjadinya pasien post SC perdarahan abnormal dan involusi uterus yang tidak Selain itu juga bila tidak melakukan mobilisasi dini dapat terjadi sulit buang air pernafasan,gangguan Berdasarkan uraian masalah yang terjadi mobilisasi dini setelah operasi SC menjadi masalah kesehatan yang meningkatkan dari tahun ketahun, oleh karena itu upaya melakukan mobilisasi post SC dilakukan sedini mungkin guna menekan peningkatan prevalence komplikasi post SC (Sulasmi, 2. Data dilakukan peneliti pada salah seorang Bidan dan Perawat yang bertugas di Ruang Ranap 2A senior menyatakan umumnya pasien jarang melakukan mobilisasi dini secara berkala atau bertahap disebabkan karena keluhan nyeri yang dirasakan pasien saat melakukan mobilisasi menjadi alasan pasien untuk menolak mobilisasi dini. Nyeri yang dirasakan menyebabkan pasien menjadi kaku pada persendian, postur yang buruk dan kurangnya pengetahuan serta kekuatiran menjadi alas an pasien luka operasi akan terbuka apabila tubuh digerakkan. Maka pengetahuan yang didasari dengan pemahaman yang tepat akan menumbuhkan prilaku baru yang diharapkam, khususnya tindakan mobilisasi dini pasca oprasi Caesar Terhadap penyembuhan luka. Berdasarkan uraian tersebut diatas melakukan mobilisasi dini post sectio caesarea akan menjadi masalah utama karena betapa pentingnya mobilisasi dini untuk mempercepat penyembuhan luka. Rumah Sakit Cibitung Medika merupakan salah satu Rumah Sakit Swasta yang ada di Kabupaten Bekasi. Dimana peralatan medisnya cukup lengkap sehingga menjadi salah satu rumah sakit rujukan dari berbagai Puskesmas atau BPM. Jumlah seluruh ibu bersalin dengan SC Rumah Sakit Cibitung Medika setiap tahunnya mengalami peningkatan. Atas dasar data tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Au Hubungan Mobilisasi Dini Dengan Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea Di Ruang Ranap 2A RS Cibitung Medika Tahun 2023Ay. METODE PENELITIAN Rancangan penelitian dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian korelasional. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Pada jenis ini variable independent dan dependen dinilai secara simultan pada suatu saat dan tidak ada tindak lanjut (Nursalam. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan SC di Ruang Ranap 2A RS Cibitung Medika sebanyak 38 Sample dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan indikasi SC pertama kali di Ruang Ranap 2A RS Cibitung Medika. Jumlah sampel pada menggunakanrumus total sampling dengan jumlah responden sebanyak 38 pada bulan Juli-Agustus. pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data primer yang di ambil langsung dari responden/ informasi dengan menggunakan lembar Observasi. Untuk penilaian mobilisasi dini dikatakan melakukan mobilisasi secara dini jika ibu bergerak miring kanan dan miring kiri setelah 6-24 jam pasca operasi. Observasi penyembuhan luka dilakukan oleh peneliti dari hari pertama sampai hari ketiga setelah operasi untuk keadaan luka instrumen yang digunakan adalah pengkajian luka (REEDA) menurut Davidson 1974 dimulai hari ketiga setelah operasi dilakukan dengan menggunakan alat yaitu penlight, sarung tangan, kapas/ kasa, bak instrumen, dan formulir REEDA. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Umum RespondenTabel Distribusi Frekuensi Karakteristik Ibu Post Sectio Caesarea di Ruang Ranap 2A RS Cibitung Medika Tahun 2023 . Hasil data Mobilisasi Dini ibu Post Sectio Caesarea Tabel 4. 2 Distribusi Frekuensi Mobilisasi Dini ibu Post Sectio Caesarea di Ruang Ranap 2A RS Cibitung Medika Tahun 2023 . Karakteristik Ibu Post SC Frekuensi Presentase% Perguruan Tinggi Total Ibu Rumah Tangga ASN Pegawai Swasta Wiraswasta Total Tahun Tahun Tahun Total Tidak Sekolah SMP SMA Umur Pendidikan Pekerjaan Mobilisasi Dini Baik Kurang Baik Total Frekuensi Persentase (%) Hasil data Penyembuhan Luka ibu Post Sectio Caesarea Tabel 4. 3 Distribusi Frekuensi Penyembuhan Luka ibu Post Sectio Caesarea di Ruang Ranap 2A RS Cibitung Medika Tahun 2023 . Penyembuhan Luka Frekuensi Persentase (%) Luka Baik Luka Kurang Luka buruk Total Bersasarkan tabel 4. 1 menunjukkan bahwa dari 38 responden yang diteliti didapatkan 18 responden . ,3%) usia 25-30 memiliki jumlah proporsi yang lebih besar dibandingkan dengan usia 19-24 dan usia 31-35. Pembahasan Menurut Bartini . , usia reproduksi sehat adalah usia yang aman bagi seseorang untuk hamil dan melahirkan yaitu usia 20-35 tahun. Sementara usia 35 tahun atau lebih merupakan kehamilan resiko tinggi. Terdapat pengaruh antara tingkat usia dengan mobilisasi dini dan penyembuhan luka dimana usia 25-30 lebih inisiatif untuk melakukan mobilisasi Secara distribusi frekuensi Pendidikan didapatkan bahwa yang memiliki proporsi terbesar adalah tingkat pendidikan SMA dengan jumlah 21 responden . ,2%) sedangkan yang terendah adalah tingkat pendidikan SMP dengan jumlah 4 responden . ,5 %). Tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor yang memungkinkan terjadinya pengetahuan. Menurut Maryanti . , pendidikan berpengaruh kepada sikap wanita terhadap kesehatan yang munkin terjadi terhadap diri mereka dimana semakin tinggi pendidikan mereka maka akan semakin berpengaruh terhadap kesehatnnya sepertiuntuk mendorong melakukannya mobilisasi dini. Secara distribusi frekuensi pekerjaan bahwa responden yang memiliki proporsi terbesar adalah responden (IRT) dengan jumlah 14 responden . ,8%) sedangkan yang terendahadalah responden yang wiraswasta dengan jumlah 7 responden . ,4%). Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa pasien ibu yang bekerja ingin lebih cepat sembuh dan kembali bekerja seperti biasanya. Sedangkan ibu rumah tangga juga ingin segera sembuh agar bisa kembali Terdapat hubungaan antara ibu ruamah tangga dengan mobilisasi dini dimana ibu rumah tanga lebih banyak beraktivitassehari-hari hal tersebut yang mendorongnya untuk melakukan mobilisasi dini sedini mungkin karna ingin cepat beraktivitas. Berdasarkan tabel 4. diatas didapatkan data dari 38 responden yang melakukan mobilisasi dini baik yaitu sebanyak 24 responden . ,1%) dan melakukan mobilisasi dini kurang baik yaitu sebanyak 14 responden . Berdasarkan tabel 4. 3 diatas didapatkan data dari 38 responden yang mengalami penyembuhan luka baik yaitu sebanyak 23 responden . ,6%), mengalami luka kurang baik sebanyak 14 responden . ,8%) dan yang terendah yang mengalami luka buruk hanya 1 responden . ,6%). Tabel 4. 4 Distribusi Frekuensi Analisis Hubungan Mobilisasi Dini dengan Peyembuhan Luka Ibu Post Sectio Caesarea di Ruang Ranap 2A RS Cibitung Medika Tahun 2023 . Penyembuhan luka Tingkat Pengetahuan Kurang Baik Buruk Baik Kurang baik Total Total Value 30,306 0,000 Berdasarkan tabel 4. 4 diatas didapatkan data bahwa dari 38 responden yang melakukan mobilisasi baik memiliki proporsi terbanyak yaitu 24 responden yang peyembuhan lukanya baik yaitu 23 responden . ,5%), dan dari 14 responden yang kurang baik melakukan mobilisasi dini yang mengalami penyembuhan luka kurang baik terbanyak yaitu 14 responden . ,8%). Mobilisasi dini merupakan gerakan sistematis yang dilakukan oleh ibu pasca persalinan baik persalinan normal maupun persalinan dengan tindakan. Mobilisasi dini pada ibu post sectio caesarea dilakukan secara bertahap mulai 6 jam pasca persalinan. Gerakan-gerakan dalam mobilisasi dini mempunyai banyak manfaat. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari mobilisasi dini, diantaranya adalah mempertahankan fungsi tubuh agar tetap berfungsi dengan baik, memperlancar peredaran atau sirkulasi darah, membantu pernafasan agar lebih baik sehingga aktivitas pasien dapat kembalinormal dan atau dapat memenuhi kebutuhan gerak Gerakan-gerakan dalam mobilisasi dini tersebut dapat membantu memulihkan pemulihan ibu pasca persalinan. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Dube . , bahwa ambulasi dini merupakan strategi yang efektif untuk manajemen pada pasien Ambulasi dini dapat membantu pasien dalam menghindari morbiditas dan dapat meningkatkan pemulihan awal pasien Hasil Penelitian menurut Nur Ade . , yang mengatakan bahwa mayoritas responden memiliki sikap yang negatif dalam mobilisasi dini post sectio caesarea yaitu . ,76%) memiliki sikap pada kategori negatif, dan . ,24%) memiliki sikap positif dalam mobilisasi dini post sectio caesarea. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ita Sasmita Buhari . yang mengatakan bahwa sebagian besar responden melakukan mobilisasi dini seseuai dengan tahap-tahap mobilisasi dini sebanyak 58%. Luka setelah dilakukan pembedahan sectio caesarea akan mengalami proses penyembuhan luka yang terdiri dari 3 fase, yaitu fase inflamasi, fase proliferasi dan fase maturasi (Arisanty,2. Fase inflamasi dimulai dari adanya reaksi tubuh terhadap luka dimulai dari beberapa menit setelah cedera dan berlangsung selama beberapa hari. Dalam fase ini terjadi proses hemostatis . engontrolan perdaraha. yaitu sesuai dengan perintah otak, tubuh akan suplai darah ke area yang mengalami cedera, kemudian membentuk selsel epitel . Selama proses ini pembuluh darah yang menyuplai darah ke area luka akan mengalami kontriksi dan trombosit akan berkumpul di area luka untuk menghentikan proses perdarahan dengan membentuk jaring-jaring benang fibrin . atriks fibri. dari matrik fibrin inilah yang nantinya akan menjadi kerangka perbaikan sel. Kemudian jaringan yang rusak menyekresikan histamin yang merangsang vasodilatasi kapiler di area luka dan mengeluarkan serum dan sel darah (Potter. R, at al, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh M Faizal 2020 responden yang diberikan latihan mobilisasi dini, penyembuhan lukanya baik sebanyak 10 orang . ,3%), penyembuhan lukanya kurang baik yaitu 2 orang . ,7%), responden yang tidak diberikan latihan mobilisasi dini, penyembuhan lukanya baik yaitu 3 orang . %), untuk penyembuhan luka kurang baik 6 orang . %), dan penyembuhan luka buruk sebanyak 3 orang . %). Maka ada perbedaan yang signifikan antara penyembuhan luka yang dilakukan mobilisasi dini dan penyembuhan luka yang tidak dilakukan mobilisasi dini dengan nilai A < 0,05 yaitu A 0. Hasil penelitian ini sesuai dengan Rimayanti . , yang mengatakan bahwa Mobilisasi dini termasuk faktor yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka pasca operasi. Mobilisasi segera secara bertahap sangat berguna untuk proses penyembuhan luka dan mencegah terjadinya infeksi serta trombosis Hasil penelitian menggunakan uji statistik chi square dengan tingkat kepercayaan 95% . = 0,05%), didapatkan nilai . =0,001 < . 0,05%. Simpulan hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara mobilisasi dini dengan proses penyembuhan luka post sectio caesarea di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Hasil penelitian ini diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Muhammad F ada perbedaan yang signifikan antara penyembuhan luka yang dilakukan mobilisasi dini dan penyembuhan luka yang tidak dilakukan mobilisasi dini dengan nilai A < 0,05 yaitu A 0. KETERBATASAN PENELITIAN Penelitian ini memiliki berbagai keterbatasan maupun kelemahan yang akan dijelaskan sebagai berikut : Waktu penelitian yang terbatas dan diagnosa SC yang tidak sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini merupakan penelitian cross dalam satu periode tertentu. Sehingga peneliti tidak dapat menilai konsistensi responden dalam kurun waktu berbeda. Penelitian observasi dimana peneliti harus melakukan kontrak waktu dan menyesuaikan jadwal dinas saat dikakukan penelitian. Peneliti terkendala saat akan dilakukan observasi sesuai dengan kontrak waktu ada beberapa responden yang menolak karena kelurganya tidak setuju terkait mobilisasi dini. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada BAB sebelumnya bahwa AuHubungan Mobilisasi Dini Dengan Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea Di Ruang Ranap 2A RS Cibitung Medika Tahun 2023Ay dapat disimpulkan sebagai berikut : Distribusi frekuensi usia menunjukkan hasil tertinggi dalam kategori usia 2530. Distribusi frekuensi tingkat pendidikan didapatkan bahwa hasil tertinggi dalam kategori tingkat pendidikan SMA. Distribusi didapatkan data bahwa hasil tertinggi dalam kategori (IRT). Distribusi frekuensi mobilisasi dini didapatkan hasil tertinggi dalam kategori baik. Distribusi frekuensi penyembuhan luka didapatkan hasil tertinggi dalam kategori luka baik. Hasil cross tabulasi antara variabel mobilisasi dini dengan penyembuhan hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan mobilisasi dini. DAN SARAN Adapun beberapa rekomendasi dari hasil penelitian ini diuraikan sebagai Bagi Institusi Pendidikan Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan dan masukan dalam pengembangan ilmu keperawatan dan dapat menjadi acuan bagi pembelajaran dalam pendidikan keperawatan terutama sehingga para siswa/siswi dapat menerapkan didalam institusi ataupun diluar institusi, maka pembelajaran asuhan keperawatan yang dipelajari tidak sia-sia bahkan bermanfaat bagi masyarakat di luar lingkup program Bagi Peneliti Selanjutnya Hasil penelitian ini direkomendaasikan untuk penelitian lebih lanjut tentang hubungan Mobilisasi Dini Dengan Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea dengan jumlah responden yang lebih banyak, kriteria yang lebih spesifik dan waktu terapi serta frekuensi yang lebih panjang dengan menggunakan desain model penelitian eksperimen murni. Bagi petugas kesehatan Petugas kesehatan di Ruang 2A perlu pemantauan yang optimal pada ibu post SC terkait mobilisasi dini, agar ibu post SC dapat melakukan mobilisasi dini sedini Diharapkan kepada petugas kamar operasi supaya meningkatkan kembali pentingnya mobilisasi dini. Bagi Tempat Penelitian Diharapkan kepada petugas kesehatan RS Medika penyuluhan melalui poster, leaflet dan flipchard serta memberikan konseling kepada ibu-ibu yang mau melakukan tindakan SC tentang pentingnya mobilisasi dini pada ibu post SC. Bagi Responden Hasil penelitian ini dapat memberikan pengetahuan kepada ibu pentingnya melakukan mobilisasi dini post SC untuk menghindari adanya komplikasi lebih lenjut. DAFTAR PUSTAKA