Prive. Volume 4. Nomor 2. September 2021 http://ejurnal. id/index. php/prive Online ISSN 2615-7306 Printed ISSN 2615-7314 Pengaruh Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan LQ45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia TAHUN 2016 - 2019 Umi Muawanah1. Suwartono2 Pasca Sarjana Universitas Gajayana Abstract This study aims to determine the effect and magnitude of the influence of sales growth ratio, financial debt ratio, fixed financial assets ratio, inventory turnover ratio, receivable turnover ratio on profitability in LQ45 companies listed on the Indonesia Stock Exchange simultaneously and partially, and the variables that most influential. The results showed that Sales Growth Ratio had no partial effect on Profitability. Financial Debt Ratio partially affected Profitability. Fixed Financial Assets Ratio has no partial effect on Profitability. Receivable Turnover Ratio has no partial effect on Profitability Financial Debt Ratio does not partially affect Profitability. Working Capital which is proxied by the variables Sales Growth Ratio. Financial Debt Ratio. Fixed Financial Assets Ratio. Inventories Turnover Ratio, and Receivable Turnover Ratio have a simultaneous effect on profitability. Working capital proxied by Sales Growth Ratio. Financial Debt Ratio. Fixed Financial Assets Ratio. Inventories Turnover Ratio, and Receivable Turnover Ratio have a simultaneous effect on profitability simultaneously . affect the profitability variable (Y) by 24. ( less than 50%). Keywords: sales growth ratio, financial debt ratio, fixed financial assets ratio, inventories turnover ratio, receivable turnover ratiodan profitabilitas Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Untuk mengetahui pengaruh serta besarnya pengaruh sales growth ratio, financial debt ratio, fixed financial assets ratio, inventories turnover ratio, receivable turnover ratio terhadap profitabilitas pada perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia secara simultan dan parsial, dan variabel yang paling pengaruh . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sales Growth Ratio tidak berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas. Financial Debt Ratio berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas. Fixed Financial Assets Ratio tidak berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas. Receivable Turnover Ratio tidak berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas Financial Debt Ratio tidak berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas. Modal Kerja yang diproksikan dengan variabel Sales Growth Ratio. Financial Debt Ratio. Fixed Financial Assets Ratio. Inventories Turnover Ratio, dan Receivable Turnover Ratio berpengaruh simultan terhadap profitabilitas. Modal kerja yang diproksikan dengan Sales Growth Ratio. Financial Debt Ratio. Fixed Financial Assets Ratio. Inventories Turnover Ratio, dan Receivable Turnover Ratio berpengaruh simultan terhadap profitabilitas secara simultan . ersama-sam. berpengaruh terhadap variabel profitabilitas (Y) sebesar 24,4% . urang dari 50%). Kata Kunci: sales growth ratio, financial debt ratio, fixed financial assets ratio, inventories turnover ratio, receivable turnover ratiodan profitabilitas Tanggal Submit : 22 September 2021 Tanggal Revisi : 29 September 2021 Tanggal Publish : 30 September 2021 A. PENDAHULUAN Modal kerja merupakan hal yang krusial dalam perusahaan, karena perhatian utama manajer keuangan yakni mengelola modal kerja dan aktiva lancar dan tentunya bagian merupakan bagian yang cukup besar dari aktiva. Brigham dan Houston mendefinisikan modal kerja sebagai keseluruhan dari aktiva/harta lancar. Yang mana aktiva tersebut madalah modal kerja kotor. Definisi ini bersifat kuantitatif karena keseluruhan dari dana yang ada digunakan untuk biaya operasional jangka pendek. Kas, sekuritas, persediaan dan piutang sangat berperan penting terhadap ketersediaan modal perusahaan (Priharto, 2. Likuiditas dan profitabilitas perusahaan perlu diperhatikan dalam menentukan kebijakan modal kerja. Semakin besar modal kerja maka tingkat likuiditas akan terjaga, tetapi beresiko menurunkan tingkat profitabilitas. Dan berlaku juga sebaliknya, perusahaan yang ingin meperbesar profitabilitasnya maka akan likuiditasnya bias berkurang. Jika perusahaan memperbesar jumlah modal kerja berarti menempatkan perusahaan tersebut dalam keadaan likuid jika sewaktu-waktu ada tagihan (Riyanto, 2001 dalam (Reimeinda et al. , 2. Tingkat likuiditas tinggi berdampak meningkatnya penilaian di mata para kreditur karena perusahaan dapat dipastikan dapat membayar kewajibannya. Tetapi dari perspektif pemegang saham likuiditas yang tinggi tidak bias menjadi jaminan atas perolehan keuntungan yang tinggi. Hal ini tentunya berpotensi adanya inefektifitas dana yang seyogyanya dapat digunakan untuk berinvestasi dalam proyek yang lain. Profitabilitas menjadi hal yang penting bagi pemegang saham karena profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam meraih laba sebesar-besarnya laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya. Laba dapat dijadikan indikator kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban bagi stockholder dan profitabilitas merupakan unsur penting dalam penciptaan atau peningkatan nilai perusahaan sebagai cerminan perusahaan memiliki prospek yang baik di masa Selain itu profitabilitas juga seringkali dijadikan indicator dalam mengukur kinerja perusahaan, dalam artian perusahaan yang mempunyai laba tinggi berarti memiliki kinerja yang baik (Harahap, 2008:304 dalam Dewi & Rahayu, 2. TELAAH LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Beberapa teori yang digunakan untuk mendukung penelitian yang dilakukan adalah sebagai Teori Sinyal (Signalling Theor. Teori sinyal mendeskripsikan mengenai, alasan kenapa sebuah perseroan memiliki desakan agar bisa menjelaskan keterangan tentang laporan keuangan kepada pihak luar atau eksternal. Perseroan mampu menaikan nilai perusahaan itu sendiri melalui cara yakni mengurangi asimetri Asimetri informasi bisa dikurangi melalui sebuah sinal yang diberikan kepada pihak luar, contohnya seperti informasi tentang keuangan yang meyakinkan, yang mampu menimimalisir keraguan tentang prospek perusahaan ke depan (Susilawati, 2. Teori Agensi (Agency Theor. Pada tahun 1970 di dalam tulisan Jensen dan Mecking . dikembangkannya teori keagenan . gency theor. Teori keagenan merupakan sebuah teori yang mendiskripsikan hubungan pemegang saham sebagai principal dengan manajemen sebagai agent. Manajemen sebagai pihak yang dikontrak pemegang saham untuk bekerja demi keberlangsungan pemegang Seorang manajemen dipilih untuk bekerja maka pihak manajemen harus mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada para pemegang saham. Namun dalam menjalankan pekerjaannya pihak manajemen sering kali bertindak demi kepentingan pribadi dengan mengorbankan kepentingan pemilik, hal ini dikarenakan pihak manajemen dianggap lebih mengetahui kondisi yang sedang dihadapi perusahaan dibandingkan dengan Kondisi ini dapat menimbulkan adanya masalah agensi sehingga dibutuhkannya pengawasan perusahaan dari pihak luar. Pecking Order Theory Pecking order theory mengemukakan bahwa didalam perusahaan terdapat langkah-langkah dalam memilih sumber pendanaan operasionalnya (Hanafi, 2. Teori ini menyatakan bahwa perusahaan cenderung lebih menyukai sumber dana internal atau modal sendiri yang berasal dari dalam perusahaan dibandingkan dengan modal yang berasal dari luar perusahaan dalam melakukan keputusan pendanaannya. AuDana dari dalam perusahaan didapatkan dari Internal equity yang diperoleh dari laba ditahan yang dihasilkan dari kegiatan operasional sedangkan dana dari luar perusahaan didapatkan dari utang yang diperoleh dari pinjaman kreditur dan external equity diperoleh karena perusahaan menerbitkan saham baru. Sesuai dengan Pecking Order Theory, tahapan pendanaan investasi yang dilakukan berguna untuk memaksimumkan kemakmuran pemilik sahamAy (Sugiarto, 2. Modal Kerja Riyanto . dalam (Olfimarta & Wibowo, 2. , menambahkan bahwa Aumodal kerja selalu dalam keadaan operasi atau berputar dalam perusahaan, selama perusahaan yang bersangkutan dalam keadaan usaha. Periode perputaran modal kerja . orking capital turnover perio. mulai dari saat dimana kas diinvestasikan dalam komponen-komponen modal kerja sampai saat dimana kembali lagi menjadi kas. Makin pendek periode tersebut berarti makin cepat perputarannya atau makin tinggi tingkat perputarannya . urnover rate-ny. Berapa lama periode perputaran modal kerja adalah tergantung kepada berapa lama periode perputaran dari masingmasing komponen dari modal kerja tersebutAy. Modal kerja adalah investasi perusahaan pada aktiva jangka pendek seperti kas, surat berharga, dan piutang dagang. Sub variabel sales growth. Financial debt ratio. Fixed financial assets ratio. Inventories turnover ratio, dan Receivable turnover ratio . Dalam penelitian ini modal kerja diproksikan dengan Sales Growth Ratio. Financial Debt Ratio dan Fixed Financial Assets Ratio Profitabilitas Profitabilitas ialah level laba bersih yang dapat di raih organisasi ketika menjalankan aktivitasnya, profitabilitas mengilustrasikan pendapatan yang didapat oleh organisasi guna membayar investasi. Profitabilitas memberitahu kekuatan dari modal yang diinvestasikan pada kesemua aktiva guna memperoleh laba bagi investor. Profit ialah aspek yang di pertimbangkan ketika menentukan susunan modal perusahaan. Pada pengkajian ini profit diproksikan menggunakan ROA (Retturn On Asse. yang digunakan untuk menandakan seberapa menguntungkan suatu perusahaan jika dibandingkan dengan total asetnya. Ini disebabkan organisasi yang memeproleh profit tinggi maka akan condong memakai laverage yang relative rendah sebab profit ditahan yang tinggi cukup untuk menbayar sebagian besar kebutuhan anggaran. Makin besar level laba memberitahukan makin bagus manajemen ketika mengelola perusahaan. Profit sering disangkut pautkan dengan kekuatan perusahaan ketika memperoleh keuntungan dalam (Sutrisno 2017:. Profit dalam organisasi memberitahukan adanya ketidaksamaan hubungan keuntungan dengan aktiva/ modal yang mendapatkan keuntungan tersebut dalam (Harahap 2013:. Nilai Perusahaan Nilai perusahaan merupakan nilai yang sanggup dikeluarkan para calon pembeli ketika organisasi tersebut dijual dalam(Husnan dan Pamudji, 2. , nilai perusahaan ialah harga pasar dari surat berharga laverage dan ekuitas organisasi yang beredar. Yang akhirnya dapat diambil kesimpulan bahwa firm value ialah harga pasar smua elemen anggaran perusahaan yang sanggup dikeluarkan oleh calon konsumen ketika organisasi dijual dan terlihat dari nilai sahamnya dalam (John Keown, 2. Nilai perusahaan di pengjakian ini di proksikan dengan rumus TobinAos Q sebab laporan yang disediakan oleh Q dianggap paling bagus karena menunjukkan bahwa organisasi tidak mengutamakan kepada para investor dalam wujud saham saja menurut (Ervina Rosiana dkk. , 2013: Perusahan yang mempunyai nilai Q yang tinggi menyuguhkan bahwa prospek perkembangan organisasi makin bagus. Sebab investor dapat mengeluncurkan loyalitas yang lebih, guna organisasi yang mempunyai harga pasar yang agak tinggi ktimbang harga bukunya. Jika nilai Q lebih rendah dari 1, maka investasi pada aktiva tidak menarik dalam (Vinola Herawaty, 2008: Hipotesis Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini berkaitan dengan ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan dari variabel-variabel bebas . ariabel independen. terhadap variabel terikat . ariabel dependen. secara simultan maupun parsial. Adapun penelitian ini menguji hipotesis sebagai H1 : Sales Growth Ratio memiliki pengaruh parsial signifikan terhadap profitabilitas perusahaan (Return on total asset. H2 : Financial Debt Ratio memiliki pengaruh parsial signifikan terhadap profitabilitas perusahaan (Return on total asset. H3 : Fixed Financial Assets Ratio memiliki pengaruh parsial signifikan terhadap profitabilitas perusahaan (Return on total asset. H4 : Inventories Turnover Ratio memiliki pengaruh parsial signifikan terhadap profitabilitas perusahaan (Return on total asset. H5 : Receivable Turnover Ratio memiliki pengaruh parsial signifikan terhadap profitabilitas perusahaan (Return on total asset. H6 : Sales Growth Ratio, financial debt ratio, fixed financial assets ratio, inventories turnover ratio, receivable turnover ratio, memiliki pengaruh simultan signifikan terhadap profitabilitas perusahaan (Return on total asset. METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Riset ini memakai perusahan LQ45 pada periode pengamatan 2016-2019. Populasi penelitian ini sebanyak 65 perusahan LQ45 yang ada di BEI dan hanya 11 perusahaan yang digunakan karena hanya perusahaan tersebut yang memenuhi kriteria. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dihimpun dari w. Peneliti menggunakan data kuantitatif yang berupa angka. Aplikasi untuk mengolah data menggunakan SPSS 24 Variabel Penelitian Varibel Dependen (Y) Nilai perusahaan merupakan nilai yang sanggup dikeluarkan para calon pembeli ketika organisasi tersebut dijual dalam(Husnan dan Pamudji, 2. , nilai perusahaan ialah harga pasar dari surat berharga laverage dan ekuitas organisasi yang beredar. Yang akhirnya dapat diambil kesimpulan bahwa firm value ialah harga pasar smua elemen anggaran perusahaan yang sanggup dikeluarkan oleh calon konsumen ketika organisasi dijual dan terlihat dari nilai sahamnya dalam (John Keown, 2. Variabel Independen (X) . Sales Growth (X. Sartono . alam Utami, 2. sales growth merupakan perhitungan dari total penjualan perusahaan pada aktivitasnya untuk memperoleh laba maksimal. Financial debt ratio (X. Financial debt ratio adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi pembiayaan hutangnya . Fixed financial assets ratio Fixed financial assets ratio adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi aktiva tetapnya. (Brigham and Daves dalam Pratiwi, 2. Berikut ini merupakan tabel pengukuran variabel dalam penelitian: Tabel 1 Definisi operasional variabel Variabel Return On Asset (ROA) Financial debt ratio Fixed assets ratio Definisi Mengukur perusahaan dalam dana yang akan Mengukur memperoleh laba. Menjeskan profit bersih yang didapat perseroan di setiap perusahaan dalam Indikator Skala ROA = Rasio SG = Rasio FDR = FFA = Financial debt Total assets x 100% Rasio Fixed financial Asset Total x 100% Rasio HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Kriteria yang dapat digunakan untuk mengambil sampel dalam penelitian ini yaitu : Perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45 sejak tahun 2016-20219 secara berturut-turut. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan tahun 2016-20219 secara berturut-turut dengan mata uang pelaporan berbentuk rupiah. Laporan Perusahaan memuat data yang dibutuhkan peneliti antara lain: Financial debt. Total assets. Fixed financial Asset. Cost of good sold. Inventories,Earning after tax. Perusahaan manufaktur dan property Dari 65 entitas yang masuk dalam perusahaan LQ45 selama rentang waktu 2016-2019 diperoleh data perusahaan yang secara konsisten berturut-turut masuk dalam perusahaan LQ45, antara lain: Olah data yang dilakukan peneliti dengan menetapkan kriteria sampel pada akhirnya mengerucut setelah menerapkan kriteria ketiga dan keempat. Pada kriteria ini hanya perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur dan property. Adapun sampel yang digunakan atas dasar empat kriteria diatas sebagaimana tabel 1. Tabel 1 Sampel Penelitian NO KODE 1 ASII 2 BSDE 3 GGRM 4 HSMP 5 ICBP 6 INDF 7 INTP 8 KLBF 9 SMGR 10 SRIL 11 UNVR Sumber: data diolah 2021 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Dengan melihat output SPSS dari uji normalitas di atas dapat disimpulkan Berdasarkan grafik P-Plot, data dalam penelitian ini terdistribusi secara normal, seperti yang terlihat pada gambar 1 Gambar 1 Uji normalitas Uji Multikolinearitas Besarnya tingkat kolinearitas yang masih dapat ditolerir yaitu, tolerance> 0,10 dan Variance Inflantion Factor(VIF) <10. Berikut disajikanhasil pengamatan spss uji Tabel 3 Uji Multikolenieritas Model Tolerance (Constan. SGR FDR FFA ITR RTR Collinearity Statistics VIF Sumber:Data yang diolah, 2021 Nilai VIF untuk variabel Sales Growth Ratio. Financial Debt Ratio. Fixed Financial Assets Ratio. Inventories Turnover Ratio, dan Receivable Turnover Ratio kurang dari 10,00. Maka mengacu pada dasar pengambilan keputusan dalam uji multikolinearitas dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinieritas dalam model regresi. Uji Heterokedastisitas Berdasarkan output scatterplot, bahwa titik-titik diatas tidak ada pola yang jelas, serta titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi Gambar 2 Uji Heteroskedastisitas Uji Autokorelasi Uji Autokorelasi ini menggunakan uji Durbin-Watson (DW tes. Jika terdapat korelasi anta penggangu maka terdapat masalaha utokorelasi (Ghozali, 2. Ada tidaknya autokorelasi dapat dilakukan dengan uji Durbin-watson (DW tes. dengan syarat du F tabel sebesar 2,383, maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji F dapat disimpulkan bahwa Sales Growth Ratio. Financial Debt Ratio. Fixed Financial Assets Ratio. Inventories Turnover Ratio, dan Receivable Turnover Ratio berpengaruh simultan terhadap profitabilitas. Dengan kata lain H6 yang menyatakan Sales Growth Ratio, financial debt ratio, fixed financial assets ratio, inventories turnover ratio, receivable turnover ratio, memiliki pengaruh simultan signifikan terhadap profitabilitas perusahaan (Return on total asset. Uji Parsial (Uji T) Adapun nilai t tabel untuk n=44 pada probabilitas =0,05 adalah 0. Pengambilan keputusan didasarkan pada asumsi . Jika Sig<0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jika Sig>0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan tabel 5 di atas diketahui nilai Signifikansi (Si. Nilai signifikansi (Si. profitabilitas Sales Growth Ratio berpengaruh simultan terhadap adalah 0,060 Nilai tersebut lebih besar dari nilai signifikansi probabilitas =0,50. Perhitungan nilai t adalah 1,922 dan nilai memenuhi asumsi bahwa t tabel>thitung atau lebih besar dari 0. 67898 meskipun demikian dapat disimpulkan bahwa Sales Growth Ratio tidak berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas karena memiliki signifikansi lebih dari 0,05 maka dengan demikian H1 yang menyatakan Sales Growth Ratio memiliki pengaruh parsial signifikan terhadap profitabilitas perusahaan (Return on total asset. Nilai signifikansi (Si. Financial Debt Ratio adalah 0,006. Nilai tersebut lebih kecil dari nilai signifikansi probbilitas =0,05. Perhitungan nilai t adalah 2,870 dan nilai ini memenuhi asumsi bahwa ttabel>thitung, atau lebih besar dari 0. 67898 dengan demikian maka dapat disimpulkan Financial Debt Ratio berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas. Dengan kata lain H2 diterima atau Financial Debt Ratio memiliki pengaruh parsial signifikan terhadap profitabilitas perusahaan (Return on total asset. Nilai signifikansi (Si. Fixed Financial Assets Ratio adalah 0,880. Nilai tersebut lebih besar dari nilai signifikansi probabilitas =0,05. Perhitungan nilai t adalah -0,152 dan nilai ini tidak memenuhi asumsi bahwa ttabel>thitung, dengan demikian maka dapat disimpulkan Fixed Financial Assets Ratio tidak berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas. Dengan kata lain H3 ditolak dan H0 diterima. Nilai signifikansi (Si. Receivable Turnover Ratio adalah 0,677. Nilai tersebut lebih besar dari nilai signifikansi probabilitas =0,05. Perhitungan nilai t adalah 0,420 dan nilai ini tidak memenuhi asumsi bahwa ttabel>thitung, atau lebih kecil dari 0. 67898 dengan demikian maka dapat disimpulkan Receivable Turnover Ratio tidak berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas atau H4 ditolak. Nilai signifikansi (Si. Financial Debt Ratio adalah 0,935. Nilai tersebut lebih besar dari nilai signifikansi probabilitas =0,05. Perhitungan nilai t adalah 0. 082 dan nilai ini tidak memenuhi asumsi bahwa ttabel>thitung, atau lebih kecil dari 0. 67898 dengan demikian maka dapat disimpulkan Financial Debt Ratio tidak berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas H5 ditolak. Tabel 7 Uji parsial (Uji T) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. SGR FDR FFA ITR RTR Sumber:Data yang diolah, 2021 Sig. Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi (R. digunakan untuk mengetahui prosentase pegaruh variabel independen secara serentak terhadap variabel dependen. Dalam perhitungan statistic ini nilai R2 yang digunakan adalah adjusted R square. Adjusted R square adalah suatu indikator yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penambahan suatu variabel independent ke dalam suatu persamaan regresi. Nilai adjusted R2 telah dibebaskan dari pengaruh derajat kebebasan . egree of freedo. yang berarti nilai tersebut telah benar-benar menunjukkan bagaimana pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Tabel 8 Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Sumber:Data yang diolah, 2021 Berdasarkan tabel 8 di atas, diketahui nilai koefisien determinasi atau R Square adalah sebesar 0,244. Besarnya angka koefisien determinasi (R Squar. adalah 0,244 atau sama dengan 24,4%. Angka tersebut mengandung variabel Modal kerja yang diproksikan dengan Sales Growth Ratio. Financial Debt Ratio. Fixed Financial Assets Ratio. Inventories Turnover Ratio, dan Receivable Turnover Ratio berpengaruh simultan terhadap profitabilitas secara simultan . ersama-sam. berpengaruh terhadap variabel profitabilitas (Y) sebesar 24,4% . urang dari 50%). Sedangkan sisanya . % - 24,4% = 75,6%) dipengaruhi oleh variabel lain diluar persamaan regresi ini atau variabel yang tidak diteliti. SIMPULAN Dari hasil penelitian ini peneliti mendapatkan beberapa kesimpulan sebagaimana berikut: Sales Growth Ratio tidak berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas. Financial Debt Ratio berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas. Fixed Financial Assets Ratio tidak berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas Receivable Turnover Ratio tidak berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas Financial Debt Ratio tidak berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas. Modal Kerja yang diproksikan dengan variabel Sales Growth Ratio. Financial Debt Ratio. Fixed Financial Assets Ratio. Inventories Turnover Ratio, dan Receivable Turnover Ratio berpengaruh simultan terhadap profitabilitas. Modal kerja yang diproksikan dengan Sales Growth Ratio. Financial Debt Ratio. Fixed Financial Assets Ratio. Inventories Turnover Ratio, dan Receivable Turnover Ratio berpengaruh simultan terhadap profitabilitas secara simultan . ersama-sam. berpengaruh terhadap variabel profitabilitas (Y) sebesar 24,4% . urang dari 50%). Sedangkan sisanya . % - 24,4% = 75,6%) dipengaruhi oleh variabel lain diluar persamaan regresi ini atau variabel yang tidak diteliti. REFERENCES