Jurnal kajian Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. Edition: November 2020 Ae April 2021 http://ejournal. id/index. php/JK2M Received: 9 Oktober 2020 Revised: 23 Oktober 2020 Accepted: 28 Oktober 2020 ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KEMATIAN PADA KECELAKAAN LALU LINTAS Ismurrizal Universitas Islam Sumatera Utara Email: ismurrizal@fk. Abstract Traffic accidents can lead to various injuries. The head is the body part most often affected by injuries in traffic accidents. This study aims to determine the relationship between age and gender with the incidence of head trauma in a traffic accident in the installation of Forensic and Medicolegal Hospital Dr. Pirngadi Medan. This type of research is descriptive research with cross sectional approach. Sampling using total sampling technique, with the number 116 is used as a sample case study. Data analysis using chi-square test. The results showed that there was no significant relationship . = 0. between age and the incidence of head trauma in a traffic accident, the results also indicate that the there is no significant relationship . = 0. 302 between the sexes with the incidence of head injuries in traffic accident cross. Keywords: traffic accidents, age, gender, head trauma PENDAHULUAN yang ditimbulkan mencapai sekitar 3 persen dari PDB (Pendapatan Domestik Brut. tiap-tiap negara (BPS, 2. Permasalahan Dewan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mengeluarkan resolusi dengan Global Road Safety Partnership (GRSP) pengawasan WHO pada tahun 2006 silam, dengan tujuan utama menekan angka kecelakaan dan tingkat fatalitas yang ditimbulkan terhadap korbankorbannya. Kecelakaan dapat saja terjadi setiap saat dan dimana saja. Namun kecelakaan itu lebih sering terjadi pada saat terjadi mobilitias manusia atau ketika berlalu lintas. Kesibukan lalu lintas dapat terjadi di darat, laut. Hingga perhatian terhadap tingkat kecelakaan lalu lintas masih banyak ditujukan pada lalu lintas di darat, sekalipun masalah lalu lintas ini banyak juga terjadi di laut maupun di udara, yang juga tidak kalah Jumlah peristiwa kecelakaan lalu lintas di Indonesia selama tahun 2019 adalah berjumlah 107. 500 kasus yang mengalami peningkatan sebanyak 3% dari tahun lalu yang hanya 103. kasus (Kompas, 2. Adapun jumlah korban meninggal dunia mengalami penurunan sekitar 6% dibanding tahun 2018 yakni dari 27. 910 korban jiwa 530 korban jiwa (Kompas. Data di seluruh dunia menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas telah menewaskan hampir 1,2 juta jiwa dan menyebabkan cedera sekitar 6 juta orang setiap tahunnya (Manurung. Dari seluruh kasus kecelakaan yang ada, 90 persen di antaranya terjadi di negara-negara berkembang seperti Indonesia dan kerugian materil Ismurrizal. Analisis Faktor Penyebab A Akibat kecelakaan lalu lintas yang paling ringan adalah timbulnya Kepala merupakan bagian tubuh yang paling sering terkena cedera pada kecelakaan lalu lintas (Manurung, 2. menunjukkan sampai tahun 2009 jumlah kendaraan bermotor di kota Medan mencapai 3. 876 unit. Jenis kendaraan terbanyak adalah jenis 623 unit atau 70% dari total semua unit kendaraan bermotor di kota Medan. Dengan pengendara sepeda motor di kota medan dan masik banyaknya pengguna jalan yang memiliki perilaku buruh dalam berkendara di jalan, maka semakin besar pula resiko kecelakaan lalu lintas bagi pengendara sepeda motor tersebut yang didukung pula dengan mobilitas penduduk kota Medan yang berjumlah 2. 610 jiwa pada tahun 2010 (BPS, 2. Menurut WHO, diperkirakan pada tahun 2020 kecelakaan lalu lintas akan menjadi penyebab kematian tertinggi setelah jantung dan depresi (Kemenhub I, 2. Dimana pada saat ini memegang predikat sebagai pembunuh terbesar ketiga di dunia, setelah penyakit jantung dan TBC. Data kecelakaan lalu lintas di wilayah Sumatera Utara pada tahun 2009 Kepolisian RI, 170 kasus kecelakaan di jalan, yang artinya setiap hari terjadi 78 kasus kecelakaan lalu lintas di Sumatera Utara. Korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah Sumatera mencapai 1. 571 jiwa atau 3 . orang meninggal setiap harinya pada tahun 2009. Sementara data pada tahun 2010 terdapat kecelakaan lalu lintas sebanyak 3. 634 kasus, artinya 89 kasus kecelakaan lalu lintas per hari dengan korban meninggal sebanyak 661 yang juga berarti 4-5 orang kecelakaan lalu lintas pada tahun 2010 di Sumatera Utara (Ditjen Perhubungan Darat, 2. Hasil analisis hubungan jenis kelamin dengan terjadinya cedera pada kecelakaan lalu lintas diperoleh bahwa laki-laki, sedangkan dari 15 perempuan, sekitar 66% diantaranya mengalami cedera. Peluang untuk mendapatkan cedera laki-laki dibandingkan perempuan. Ini dapat dilihat dari nilai Odds Ratio (OR) yakni 0,67. Namun, berdasarkan uji statistik hubungan antara jenis kelamin dengan terjadinya cedera ini tidak signifikan (Simarmata, 2. Adapun terkait hubungan antara umur dengan terjadinya cedera pun terjadinya cedera juga merata di tiap golongan umur yakni berkisar 56 Persentase tertinggi pada golongan umur lebih dari 39 . %), sedangkan persentase terendah berada pada golongan umur 17 hingga 39 tahun . ,2%). Peluang untuk terjadinya cedera (OR) pada golongan umur lebih dari 39 tahun 1,7 Kota Medan adalah kota terbesar ketiga di Indonesia sekaligus sebagai kota penerima perhargaan Piala Lomba Tertib Lalu Lintas dan Angkutan Perkotaan Wahana Tata Nugraha Cup tahun 2005-2009. Kota Medan juga merupakan salah satu kota yang memiliki aktivitas lalu lintas yang cukup tinggi dan termasuk kedalam golongan . Data Ismurrizal. Analisis Faktor Penyebab A kali lebih besar dibandingkan golongan umur 17 hingga 39 tahun. Golongan umur kurang dari 17 tahun mempunyai Namun, hubungan ini tidak signifikan (Simarmata, 2. Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kematian pada kecelakaan lalu lintas terutama yang diakibatkan oleh trauma kepala. Instrumen yang digunakan pada penelitian adalah data hasil Visum et Repertum. Data hasil penelitian ini kemudian diolah menggunakan uji analisis univariat dan bivariat, sehingga mampu menjelaskan/mendeskripsikan karakteristik dari setiap variabel dalam penelitian ini. Hasil visum ini akan mengungkap jenis trauma kepala pada korban kecelakaan lalu lintas yang dikelompokkan dalam kategori usia dan jenis kelamin. METODE PENELITIAN Penelitian yang digunakan adalah mendeskripsikan variabel yang dikaji pada penelitian ini, yaitu variabel usia dan jenis kelamin dengan pendekatan Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2017 yaitu pada Instalasi Forensik RSUD dr. Pirngadi Kota Medan. Pemilihan tempat ini didukung oleh lokasi RS yang dekat dengan kota, sehingga lebih cepat untuk membawa korban ke RS tersebut, dan oleh karena banyaknya kasus kecelakaan lalu lintas di RSUD dr. Pirngadi Kota Medan. HASIL PENELITIAN Berdasarkan data rekam medis dari seluruh korban yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan telah dilakukan visum et repertum di Instalasi Forensik RSUD dr. Pirngadi Kota Medan yang berjumlah 116 orang diperoleh beberapa fakta. Karakteristik Sampel Penelitian Tabel 4. 1 Data Korban Trauma Kepala pada Kecelakaan Lalu Lintas Karakteristik (%) Sampel Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Usia . < 26 26 Ae 40 41 Ae 55 > 55 Total Populasi penelitian adalah seluruh kasus kecelakaan lalu lintas di RSUD dr. Pirngadi Kota Medan. Adapun sampel penelitian yang digunakan adalah seluruh korban yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan telah dilakukan visum et repertum di RSUD Pirngadi Kota Medan, sebanyak 116 subjek. Beberapa alasan melakukan pengambilan sampel dalam sebuah penelitian, yaitu: keterbatasan sumber daya, adanya penelitian yang destruktif, serta untuk meningkatkan (Sastrodiningrat, 2. Berdasarkan tabel 4. 1 didapatkan dikatakan bahwa penderita trauma kepala pada kecelakaan lalu lintas Ismurrizal. Analisis Faktor Penyebab A karakteristik, yaitu jenis kelamin dan Penderita laki-laki berjumlah 82 orang . ,69%) dan 34 ,31%) Adapun berdasarkan usia didominasi oleh penderita dengan rentang usia di bawah 25 tahun, yaitu sebanyak 45 orang . %), dan yang paling sedikit adalah penderita degan usia lebih dari 55 tahun yaitu sebanyak 13 orang . %). Tabel 4. 3 Hubungan Jenis Kelamin dengan Diagnosis Trauma Kepala Diagnosis Jenis Kelamin K-1 K-2 K-3 Nilai p Laki-laki Perempuan Total 0,302 Keterangan: K-1 adalah keluar jaringan otak K-2 adalah kehabisan darah K-3 adalah tidak terdiagnosa Adapun dalam hal penyebab kematian korban kecelakaan lalu lintas dinyatakan dalam tabel berikut: Hubungan antara jenis kelamin korban kecelakaan lalu lintas yang mengalami trauma kepala melalui uji chi-square menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kematian pada korban kecelakaan lalu lintas yang mengalami trauma kepala dengan nilai probabilitas . = 0,302 > 0,05 yang mengindikasikan bahwa tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan penyebab kematian pada korban kecelakaan lalu lintas yang mengalami trauma kepala. Tabel 4. 2 Data Korban Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Trauma Penyebab Kematian Diagnosis (%) Keluar jaringan otak 40,52 Kehabisan darah 33,62 Tidak terdiagnosa 25,86 Total Tabel 4. 2 menunjukkan bahwa dominan korban kecelakaan yang meninggal diakibatkan oleh kecelakaan mengalami trauma kepala dimana jaringan otak keluar dari tengkorak kepalanya, yaitu sekitar 47 orang . ,52%) dan yang paling sedikit adalah korban kecelakaan yang tidak terdiagnosa penyebab kematiannya, yaitu 30 orang . ,86%). Hubungan antara Jenis dengan Jenis Diagnosa Hubungan antara Usia dengan Jenis Diagnosa Jika dilakukan keterkaitan antara usia korban kecelakaan lalu lintas dan jenis diagnosa trauma kepala penyebab kematiannya, maka hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4. 4 Hubungan Usia dengan Diagnosis Trauma Kepala Diagnosis Usia K-1 K-2 K-3 Nilai p < 26 0,479 > 55 Total Kelamin Jika dilakukan keterkaitan antara jenis kelamin korban kecelakaan lalu lintas dan jenis diagnosa trauma kepala penyebab kematiannya, maka hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut. Ismurrizal. Analisis Faktor Penyebab A Keterangan: Laporan merupakan kecelakaan sedang . %). Berdasarkan kecelakaan seperti tabrakan yang terjadi adalah abikat dari kurangnya bermotor . ,5%). Berkaitan dengan kondisi jalan yang sering menjadi lokasi kecelakaan seperti tambarakan depan adalah terjadi di jalan lurus . ,5%) (Ibrahim. Adi, & Suhartono, 2. K-1 adalah keluar jaringan otak K-2 adalah kehabisan darah K-3 adalah tidak terdiagnosa Hubungan antara usia dengan kecelakaan lalu lintas yang mengalami trauma kepala dapat dilihat melalui uji chi-square yang menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dengan trauma kepala pada kecelakaan lalu lintas dengan nilai probabilitas . = 0,479 > 0,05 yang hubungan antara usia korban dengan kecelakaan lalu lintas yang mengalami trauma kepala. Penggunaan alat pengaman diri seperti helm pada kendaraan roda dua atau sabuk pengaman pada kendaraan roda empat merupakan aspek yang Beberapa kajian tentang kecelakaan lalu lintas menunjukkan bahwa dengan diterbitkannya peraturan penundang-undangan tentang penggunaan alat pengaman . elm atau sabuk pengama. membawa dampak Ini menunjukkan bawha cedera kepala dan kematian yang terjadi adalah akibat dari mengabaikan penggunaan alat pengaman diri. PEMBAHASAN Kecelakaan Lalu Lintas Pada kendaraan bermotor adalah berjenis kelamin laki-laki dan hanya sebagian yang berjenis kelamin perempuan. Jadi bukanlah hal yang tidak mungkin bahwa yang memiliki peluang lebih besar untuk mengalami kecelakaan lalu lintas adalah berjenis kelamin laki-laki. Hal ini dikarenakan mobilitas jenis kelamin laki-laki lebih tinggi daripada jenis kelamin perempuan di jalan raya dinyatakan bahwa jumlah pengendara berjenis kelamin laki-laki . ,4%), dan sebanyak 51,7% berumur 26-59 tahun, diantaranya adalah kecelakaan ganda ,9%) ,8%) (Ibrahim. Adi, & Suhartono. Pada beberapa kasus terhadap efektifitas penggunaan helm dalam mengurangi tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas menunjukkan bahwa hanya sedikit korban yang dapat bertahan setelah mengalami cedera kepala akibat kecelakaan sepeda motor jika dibandingkan dengan mereka yang mengalami cedera non-kepala. Suatu studi menunjukkan bahwa penggunaan helm akan mengurangi risiko cedera kepala hingga 69% dan juga dapat mengurangi risiko cedera berat pada otak sampai 79% (Langlois. RutlandBrown, & Thomas, 2. Ismurrizal. Analisis Faktor Penyebab A Helm juga dapat berfungsi efektif untuk semua kelompok umur, termasuk untuk anak-anak maupun orang tua. Hanya sedikit kemungkinan bahwa helm yang digunakan akan memberikan efek pada saat terjadi kecelakaan. Helm hanya digunakan untuk mengurangi risiko cedera berat pada kepala dan otak dengan cara mengurangi efek dari gaya tumbukan yang mengenai kepala. Helm bekerja dengan baik dalam mengurangi tumbukan karena adanya bahan lunak yang terdapat didalam mengalami tumbukan dengan keras dengan dinding tempurung kepala sebelah dalam. kehabisan darah . ,62%), dan tidak terdiagnosa . ,86%). Otak merupakan jaringan yang agar-agar dan terletak di dalam ruangan yang tertutup yang disebut cranium atau tulang tengkorak, yang secara absolut tidak dapat bertambah volumenya, terutama pada orang Jaringan otak dilindungi oleh permukaan luar adalah rambut, kulit meningen dan cairan serebrospinalis. Beberapa struktur dari otak merupakan bagian krusial tubuh yang bertanggung Helm juga akan mendistribusikan gaya tumbukan yang terjadi ke permukaan helm yang lebih luas sehingga tidak terkonsentrasi pada satu bidang kontak yang kecil di kepala. Ini akan mengurangi cedera yang lebih berat pada kepala dan otak. Helm akan mencegah kontak langsung antara sebagai pagar pembatas antara kepala dengan benda yang membenturnya. Penyebab Kematian Kecelakaan Lalu Lintas Trauma kepala . rauma capiti. adalah cedera mekanik yang secara langsung atau tidak langsung mengenai kepala yang mengakibatkan luka di kulit kepala, fraktur tulang tengkorak, robekan selaput otak, dan kerusakan jaringan otak itu sendiri. Cedera kepala adalah penyebab utama kematian, dan Fungsi termasuk tengkorak dan wajah adalah untuk melindungi otak terhadap cedera. Selain perlindungan oleh tulang, otak juga tertutup lapisan keras yang disebut meninges fibrosa dan terdapat cairan yang disebut cerebrospinal fuild (CSF). Trauma tersebut berpotensi sekitar otak, memar pada jaringan otak, atau kerusakan hubungan antar nervus pada otak. Akibat Berkaitan dengan jenis cedera yang diakibatkan oleh kecelakaan, terdapat dua jenis cedera yang terjadi akibat kecelakaan yang menyebabkan kematian, yaitu cedera kepala . ,7%) dan cedera pada dada . ,3%) (Kristanto. Mallo, & Yudhistira, 2. Hal yang sama juga dinyatakan dalam penelitian ini, bahwa jenis cedera yang paling besar hingga menyebabkan kematian akibat kecelakaan lalu lintas adalah cedera pada kepala yang dibedakan atas tiga kategori yaitu keluarnya jaringan otak . ,52%). Ismurrizal. Analisis Faktor Penyebab A KESIMPULAN Ilmiah STIKES Kendal, 8 . , 8291. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kepala pada kecelakaan lalu lintas di RSUDdr. Pirngadi Kota Medan didapati kesimpulan sebagai berikut: Kemenhub R. Kecelakaan Lalu Lintas Tempati Urutan Tiga Penyebab Kematian. Jakarta: Departemen Perhubungan, http://dephub. id/post/read/kec elakaan-lalu-lintas-tempatiurutan-tiga-penyebab-kematian5131. Korban berjenis kelamin laki-laki lebih banyak mengalami trauma kepala dibandingkan perempuan. Korban dengan usia 10-25 tahun lebih banyak mengalami trauma kepala pada kecelakaan lalu lintas. Penyebab keluarnya jaringan otak paling banyak pada trauma kepala, yaitu sebanyak 47 orang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan usia dengan penyebab kematian pada trauma kepala pada kecelakaan lalu lintas dengan nilai probabilitas . = 0,479 Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan jenis kematian pada trauma kepala pada kecelakaan lalu lintas dengan nilai probabilitas . = 0,302 Kompas. Angka Kecelakaan Lalu Lintas di 2019 Meningkat. iakses 30 Desember 2. Jakarta: Kompas Online, https://otomotif. com/read /2019/12/30/172100015/angkakecelakaan-lalu-lintas-di-2019meningkat. Kristanto. Mallo. , & Yudhistira. Cedera Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Manado. Jurnal Biomedik, 1 . , 180-184. Langlois. Rutland-Brown. , & Thomas. Traumatic Brain Injury in the United States: Emergency Department Visits. Hospitalizations. Deaths. Atlanta: Centers for Desease Control and Prevention. National Center for Injury Prevention and Control. DAFTAR PUSTAKA