Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Analisis Problematika dan Alternatif Pemecahan Masalah Pembelajaran Matematika di SMP I Komang Sukendraa,*. I Wayan Sumandyab,* Universitas Mahadewa Indonesia *Pos-el: hendra_putra500@yahoo. iwayansumandya@gmail. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alternatif pemecahan masalah pada buku kurikulum 2013 dan sumberdaya manusia dalam pembelajaran matematika di SMP. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, dengan metode menggunakan design studi Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua siswa mulai dari sekolah dasar, untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, inovatif dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kecakapan atau kemahiran matematika merupakan bagian dari kecakapan hidup yang harus dimiliki siswa, terutama dalam pengembangan penalaran, komunikasi, dan pemecahan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan siswa sehari-hari. Matematika selalu digunakan dalam segala segi kehidupan, semua bidang studi memerlukan keterampilan matematika yang sesuai, merupakan sarana komunikasi yang kuat, singkat dan jelas, dapat digunakan untuk menyajikan informasi dalam berbagai cara, meningkatkan kemampuan berpikir logis, ketelitian dan kesadaran keruangan, memberikan kepuasan terhadap usaha memecahkan masalah yang menantang, mengembangkan kreaktivitas, dan sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya. Hal diatas bisa terwujud jika sarana dan prasarana memadai serta tersedianya SDM pengajar matematika yang Kata-Kata Kunci: prolematika, buku siswa. SDM, pemecahan masalah Abstract. This study aims to determine alternative problem solving in the 2013 curriculum book and human resources in mathematics learning in junior high schools. This research is a qualitative research, using a case study design method. Mathematics subjects need to be given to all students starting from elementary school, to equip students with the ability to think logically, analytically, systematically, critically, innovatively and creatively, as well as the ability to work together. Mathematical skills or skills are part of the life skills that students must have, especially in developing reasoning, communication, and solving problems faced in students' daily lives. Mathematics is always used in all aspects of life, all fields of study require appropriate mathematical skills, is a strong, concise and clear means of communication, can be used to present information in various ways, improves logical thinking skills, accuracy and spatial awareness, gives satisfaction to business solve challenging problems, develop creativity, and as a means of raising awareness of cultural developments. The above can be realized if adequate facilities and infrastructure and the availability of qualified human resources mathematics teachers. Key Words: prolematics, student books, human resources, problem solving Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. sebagai proses perubahan baik kognitif, kedewasaan sesuai dengan kebenaran Ada beberapa karakteristik matematika, antara lain: . Objek yang dipelajari abstrak. Kebenarannya berdasarkan logika. Pembelajaran secara bertingkat dan kontinu. Ada keterkaitan antara materi yang saty dan yang lainnya. Menggunakan bahasa simbol dan . diaplikasikan dalam bidang Melalui matematika siswa akan memperoleh beberapa manfataat seperti: . cara brpikir sistematis. Cara berpikir secara . Melatih menjadi manusia yang lebih teliti. Mengajarkan menjadi orang yang sabar. Menerapkan konsep matematika dalam memcahkan masalah nyata (Guru, 2. Kecakapan atau kemahiran matematika merupakan bagian dari kecakapan hidup yang harus dimiliki siswa, terutama dalam pengembangan penalaran, komunikasi, dan pemecahan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan siswa seharihari. Matematika selalu digunakan dalam segala segi kehidupan, semua bidang studi memerlukan keterampilan matematika komunikasi yang kuat, singkat dan jelas, dapat digunakan untuk menyajikan meningkatkan kemampuan berpikir logis, ketelitian dan kesadaran keruangan, memberikan kepuasan terhadap usaha memecahkan masalah yang menantang, mengembangkan kreaktivitas, dan sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya. Terdapat kaitan antara penguasaan matematika dengan ketinggian, keunggulan, dan kelangsungan hidup suatu peradaban. PENDAHULUAN Matematika merupakan ilmu universal yang berguna bagi kehidupan manusia dan juga mendasari perkembangan teknologi modern, serta mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang, dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan, diperlukan penguasaan dan pemahaman atas matematika yang kuat sejak dini. Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua siswa mulai dari sekolah dasar, untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, inovatif dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar siswa dapat mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk hidup lebih baik pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan sangat Dalam pembelajaran matematika, diharapkan bahwa siswa harus dapat merasakan kegunaan belajar matematika. Dalam pembelajaran, pemahaman konsep sering pengalaman peristiwa nyata atau intuisi. Proses induktif-deduktif dapat digunakan untuk mempelajari konsep matematika. Dengan demikian, cara belajar secara deduktif dan induktif digunakan dan samasama berperan penting dalam matematika. Dari cara kerja matematika tersebut diharapkan akan terbentuk sikap kritis, kreatif, jujur dan komunikatif pada siswa. Pendidikan matematika dapat diartikan Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Penguasaan matematika tidak cukup hanya dimiliki oleh sebagian orang dalam suatu Setiap individu perlu memiliki penguasaan matematika pada tingkat Penguasaan individual demikian pada dasarnya bukanlah penguasaan terhadap matematika sebagai ilmu, melainkan penguasaan akan kecakapan matematika . athematical literac. yang diperlukan untuk dapat memahami dunia di sekitarnya serta untuk berhasil dalam kehidupan atau kariernya. Kecakapan matematika yang ditumbuhkan pada siswa merupakan sumbangan mata pelajaran matematika kepada pencapaian kecakapan hidup yang ingin dicapai melalui kurikulum matematika. Begitu mulianya mendukung keberlanjutan hidup siswa, problematika pembelajaran matematika. Pada problematika dan alternatif pemecahan masalah pembelajaran matematika di SMP. Dalam banyak siswa yang hanya menerima begitu saja pelajaran tanpa mempertanyakan mengapa dan untuk apa matematika Tidak jarang muncul pendapat bahwa matematika adalah pelajaran yang hanya memusingkan siswa, sehingga pembelajaran di kelas tidak menghasilkan aspek-aspek pembelajaran matematika. Aspek-aspek pembelajaran matematika di pembuktian, algoritma, penyelesaian soal, keterampilan psikomotorik. Matematika penting dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu matematika perlu diberikan kepada siswa sejak sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berfikir logis, analitis dan sistematis. Salah satu kompetensi yang harus dikuasai siswa saat belajar matematika ditingkat sekolah menengah dan tercantum dalam kurikulum mata pelajaran matematika SMP kelas VII adalah mampu melakukan operasi aljabar. Fakta yang terjadi di lapangan berdasarkan hasil wawancara dengan sebagian guru bidang studi matematika bahwasanya dalam mengajarkan materi aljabar guru senantiasa dihadapkan kesulitan siswa memahami konsep aljabar. Kesulitan siswa memahami konsep aljabar kemudian berdampak pada melemahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya kesalahan yang ditimbulkan siswa saat melakukan operasi aljabar. Ini merupakan satu masalah yang perlu mendapatkan perhatian oleh semua pihak yang terkait dalam usaha melahirkan generasi yang berkompeten. Kesadaran penyelesaian masalah ini perlu segera Analisis kesalahan dapat ditempuh dengan cara memberikan soal tes uraian kepada Banyaknya kesalahan yang penyelesaian soal dapat menjadi petunjuk sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi aljabar. Tentunya banyak faktor yang melatar belakangi kesalahankesalahan yang dilakukan siswa, oleh karena itu dari kesalahan-kesalahan yang ditemukan selanjutnya dapat ditelusuri faktor-faktor Melihat beragamnya jenis kesalahan dan kemungkinan luasnya jawaban yang akan diberikan siswa, maka jenis wawancara yang diterapkan dalam penelitian ini adalah wawancara bebas Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. tidak terstruktur dimana pewawancara dapat menanyakan apa saja dengan tetap Pengetahuan matematika yang harus dikuasai siswa agar siswa mampu menyelesaikan persoalan dan permasalahan matematika dengan baik dan benar. Dengan demikian untuk mengetahui kesulitan siswa dalam belajar aljabar dapat ditinjau dari pengetahuannya tentang konsep-konsep dan prinsip-prinsip dalam aljabar. lembar obsevasi, analisis hasil angket siswa dan hasil transkip wawancara. Hasil lembar observasi dan angket dianalisis dikombinasikan dengan hasil wawancara. HASIL DAN PEMBAHASAN Problematika Buku Kurikulum 2013 Pepatah megatakan AuBuku adalah jendela duniaAy. Apa yang terjadi jika buku-buku yang berdar di sekolah maupun masyarakat ditemukan ketidaksesuain antara teori dan realita yang ada. Permasalahan ini juga terjadi pada buku paket matematika SMP yang diterbitkan oleh pemerintah. Penulis mencoba mengulas beberapa permasalahan yang ditemukan dalam buku paket matematika METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian dilaksanakan di beberpa SMP di Denpasar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi, angket siswa dan transkrip wawancara. Analisis penelitian dilakukan dengan cara menganalisis Gambar 01 Contoh Ketidaksesuaian Kalimat dengan Gambar Gambar 01 terlihat bahwa adanya ketidaksesuaian anatar kalimat dengan Kalimat menjelaskan AuNia mempunyai 6 pasang sepatu di rumahnya. Nia memberikan 2 pasang sepatunya kepada sepupunya. Berapakah pasang sepatu yang dimiliki Nia sekarang?Ay. Gambar menyajikan 6 buah sepatu, hal seperti ini akan menjerumskan siswa yang tidak membaca dan memahami dengan teliti dari petunjuk kalimat. Selain gambar, pada contoh tersebut ada beberapa kata AuNia Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. memberikan 2 pasang sepatunya kepada sepupunyaAy. Gambar 02. Ilustrasi Operasi Perkalian Contoh di atas memperlihatkan bahawa contoh operasi perkalian dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa. Dari segi krativitas sudah bagus, namun perlu di analisa kembali dari segi kalimatnya. Memang benar pasien yang sakit minum obat 3 kali dalam sehari, tetapi waktu minum obat juga perlu dijelaskan dalam contoh soal. Jangan sampai ada anak minum obat 3 kali sehari tetapi dalam jangka waktu yang Pembuatan contoh soal seperti ini memiliki resiko yang sangat tinggi terhadap keberlanjutan pemahaman siswa. Buku paket matematika kurikulum 2013 revisi sebaiknya ditanjau kembali, baik oleh guru pengajara, dinas pendidikan maupun pemangku kepnetingan lainya. Sehingga nantinya buku yang digunakan siswa lebih layak dan sesui dengan realita dan estitika yang ada dimasyarakat. Lemahnya Kemampuan Guru dalam Bahan Ajar Matematika yang Inovatif Buku ajar matematika yang digunakan oleh guru matematika SMP adalah buku ajar yang sudah disiapkan oleh pemerintah dan buku yang terjual dipasaran tanpa ada modivikasi apapun. Situasi seperti ini akan mengakibatkan proses pembelajaran tidak berjalan menarik karena terlalu kaku dengan mengunakan sarana yang sudah disipakan oleh pihak lain, bukan guru itu Persiapan bahan ajar yang inovatif merupakan langkah awal untuk mencapai pembelajaran yang sukses. Prastowo bahwa bahan ajar merupakan segala bahan . aik informasi, alat, maupun tek. yang menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang dapat dikuasai siswa dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan perencanaan dan penelaahan implementasi Sedangkan matematika merupakan pengetahuan yang esensial Problematika pada Sumber Daya Manusia (Gur. Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. sebagai dasar untuk bekerja seumur hidup dalam abad globalisasi. Dengan demikian, bahan ajar matematika merupakan salah satu komponen pembelajaran yang digunakan oleh guru sebagai bahan belajar matematika bagi siswa yang disusun keseluruhan dari kompetensi pembelajaran matematika . engembangan pola berfikir dan mengolah logik. yang akan dikuasai melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas tercapai. Oleh sebab itu, penguasaan tingkat tertentu terhadap matematika diperlukan bagi semua siswa agar kelak dalam hidupnya memungkinkan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak karena di abad globalisasi, tiada pekerjaan tanpa Guru Belum Mampu Mengembangkan Pembelajaran Matematika Terintegrasi dengan Pendidikan Karakter Salah satu butir Nawacita Presiden Joko Widodo adalah memperkuat pendidikan karakter bangsa. Presiden Joko Widodo ingin melakukan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang akan diterapkan di seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk di dalam dunia pendidikan. Lembaga pendidikan menjadi sarana strategis bagi pembentukan karakter bangsa karena memiliki struktur, sistem dan perangkat yang tersebar di seluruh Indonesia dari daerah sampai pusat. Pembentukan karakter bangsa ini ingin dilaksanakan secara masif dan sistematis melalui program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang terintegrasi dalam keseluruhan sistem pendidikan, budaya sekolah dan dalam kerja sama dengan komunitas. Program PPK menumbuhkan semangat belajar dan membuat peserta didik senang di sekolah sebagai rumah yang ramah untuk bertumbuh dan berkembang. Tujuan PPK menanamkan nilai-nilai pembentukan karakter bangsa secara masif dan efektif melalui implementasi nilai-nilai utama Gerakan Nasional Revolusi Mental . eligius, nasionalis, mandiri, gotongroyong dan integrita. yang akan menjadi fokus pembelajaran, pembiasaan, dan karakter bangsa sungguh dapat mengubah perilaku, cara berpikir dan cara bertindak seluruh bangsa Indonesia menjadi lebih baik dan berintegritas. Sampai saat ini, program ini belum mampu menyentuh keseluruh aspek Guru mengintegrasikan PPK ini ke dalam Beradasarkan dengan beberapa guru mata pelajaran adapun penyebab permasalahan ini adalah . Guru belum mendapatkan pelatihan secara maksimal, . Modul untuk mengembangkan PPK belum cukup memadai, . Rendahnya motivasi guru untuk mengembangkan PPK. Alternatif Pemecahan Masalah Pembelajaran Matematika Pendidikan Dasar Alternatif Pemecahan Masalah pada Buku Kurikulum 2013 Permasalahan yang terdapat pada buku kurikulum 2013 perlu segera di atasi. Selain merivisi buku kurikulum 2013 langkah awal yang bisa dilakukan oleh guru dilapangan adalah menelaah terlebih dahaulu buku yang akan digunakan. Guru terlebih dahulu menyiapkan revisi sebelum Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. dilakukan praktek pengajaran. Berikut Komponen Buku disajikan format telaah buku paket. Tabel 01 Format Analisis Buku Siswa Deskripsi Kualifikasi Pada Kurang Cukup Baik Buku Alasan Tindal Lanjut Kesesuain dengan SKL Kesesuaian dengn KI Kesesuaian dengan KD Kecukupan materi yang Cakupan konsep/materi Alokasi waktu Kedalaman Pola Karakteristik Informasi pembelajaran sesuai standar proses Penerapan Penilaian autentuk dan bahan remedial Selain melakukan telaah buku, guru juga dituntut untuk menyiapkan materi atau contoh yang lebih relevan dengan keadaan siswa saat mereka mengikuti proses pembelajaran. Adapun contoh yang perlu disipakan guru seperti: AuBu Nisa memiliki persediaan 210 buku tulis. membeli lagi 24 pak buku tulis. Setiap 1 pak berisi 10 buku tulis. Buku tersebut dibagikan kepada 5 tempat panti asuhan dengan jumlah yang sama. Banyak buku yang diterima setiap panti adalah. Ay Problematika pada Sumber Daya Manusia (Gur. Lemahnya Kemampuan Guru dalam Bahan Ajar Matematika yang Inovatif Pembelajaran mengandung arti pembelajaran yang dikemas oleh guru atau isntruktur lainnya yang merupakan wijud gagasan atau teknik yang dipandang baru agar mampu memfasilitasi siswa untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar. Secara garis besar, pembelajaran inovatif dapat digambarkan sebagai berikut: . siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. pada belajar melalui berbuat. guru menggunkan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menyenangkan, dan cocok bagi siswa. guru mengatur kelas memanjang bukubuku dan bahan belajar menarik dan menyediakan pojok baca. guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok. guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Permasalahan permasalahan klasik yag sampai saat ini belum ditemukan solusi yang tepat. Adapun beberapa tawaran yang diberikan dalam tulisan ini adalah . Adakan pelatihan-pelatihan secara rutin di setiap awal tahun pelajaran sesuai dengan MGMP dengan mengundang pakar/ahli pembelajaran sesuai dengan bidang studi . Sediakan modul yang mampu memandu guru untuk mengembangkan pembelajaran invatif. Sediakan konten/video yang mampu memandu guru untuk mengembangkan pembelajaran Guru Belum Mampu Mengembangkan Pembelajaran Matematika Terintegrasi dengan Pendidikan Karakter Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan kebijakan pendidikan yang mengimplementasikan Nawacita Presiden Joko Widodo Ae Jusuf Kalla dalam sistem pendidikan nasional. Kebijakan PPK ini terintegrasi dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yaitu perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi lebih baik. Nilai-nilai utama PPK adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas. Nilai-nilai ini ingin ditanamkan dan dipraktikkan melalui sistem pendidikan nasional agar diketahui, dipahami, dan diterapkan di seluruh sendi kehidupan di sekolah dan di masyarakat. PPK lahir karena kesadaran akan tantangan ke depan yang semakin kompleks dan tidak pasti, namun sekaligus melihat ada banyak harapan bagi masa depan bangsa. Hal ini menuntut lembaga pendidikan untuk mempersiapkan peserta didik secara keilmuan dan kepribadian, berupa individu-individu yang kokoh dalam nilai-nilai moral, spiritual dan Memahami latar belakang, urgensi, dan konsep dasar PPK menjadi sangat penting bagi kepala sekolah agar dapat menerapkannya sesuai dengan konteks pendidikan di daerah masingmasing. Pembelajaran adalah wahana yang dirancang oleh pendidik secara sadar untuk mencapai tujuan pendidikan. Pembelajaran terwujudkan dalam interaksi belajar-mengajar yang dinamis dan diarahkan kepada pencapaian tujuan, yaitu perubahan perilaku dan pribadi peserta didik yang optimal. Perubahan yang terjadi pada peserta didik itu ditampilkan dalam karakter, sebagai perilaku yang dilandasi nilai-nilai kehidupan yang sangat luhur. Setiap proses pembelajaran melibatkan mata pelajaran tertentu atau tema yang pembelajaran yang digunakan oleh guru, serta pengelolaan kelas. Dalam rangkaian penyelenggaraan proses belajar mengajar di kelas guru memiliki kesempatan leluasa Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. untuk mengembangkan karakter siswa. Guru dapat memilih bagian dari mata pelajarannya atau tema pelajaran untuk diintegrasikan dengan pengembangan karakter siswa. Metode belajar yang pengembangan karakter. Ketika mengelola tindakan dan tutur katanya selama proses pembelajaran berlangsung. Permasalahan ini hamper sama dengan dengan pembelajaran inovatif, jadi solusinyapun hamir sama yaitu: . Adakan pelatihan-pelatihan secara rutin di setiap awal tahun pelajaran sesuai dengan MGMP dengan mengundang pakar/ahli pembelajaran sesuai dengan bidang studi . Sediakan modul yang mampu memandu guru untuk mengembangkan pembelajaran terintegrasi PPK. Sediakan konten/video yang mampu memandu guru untuk mengembangkan pembelajaran terintegrasi PPK. belum efektif dalam menarik minat siswa untuk belajar, dan . sumber daya manusia . perlu ditingkatkan. Permasalahan yang terdapat pada buku kurikulum 2013 perlu segera di atasi. Selain merivisi buku kurikulum 2013 langkah awal yang bisa dilakukan oleh guru dilapangan adalah menelaah terlebih dahaulu buku yang akan Guru menyiapkan revisi sebelum dilakukan Permasalahan lemahnya pengetahuan guru dalam mengembangkan pembelajaran inovatif dan pembelajaran matematika terintegrasi dengan pendidikan karakter diatasi dengan . mengadakan pelatihan-pelatihan secara rutin di setiap awal tahun pelajaran sesuai dengan MGMP dengan mengundang pakar/ahli pembelajaran sesuai dengan bidang studi terkait. menyediakan modul yang mampu memandu guru untuk mengembangkan pembelajaran invatif. Belum adanya pedoman penggunaan teknologi dalam pembelajaran diatasi dengan membuatkan suatu pedoman yang jelas dan terarah, sejauh mana teknologi Permasalahan tersedianya sarana dan prasarana diatasi dengan memberikan peluang kepada sekolah untuk membelanjakan bantuan pemerintah sesuai dengan keperluan siswa, dan guru matematika untuk menunjang proses pembelajaran. SIMPULAN Problematika pembelajaran matematika di SMP adalah . pemahaman konsep matematika yang tidak matang, hal ini mengakibatkan siswa tidak memiliki bekal matematika dari jenjang kelas sebelumnya, . motivasi belajar yang kurang baik, banyak siswa yang memiliki motivasi rendah dalam pembelajaran matematika, . penggunaan buku kurikulum 2013 Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan . TK) Matematika. DAFTAR RUJUKAN Al Krismanto. Modul Matematika SMP Program BERMUTU: Kapita Selekta Pembelajaran Aljabar di Kelas VII SMP. Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Heri Satriawan, 2018. Problematika Pembelajaran Matematika Materi Statistika SMP Kelas IX. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika ISSN: 2339-1685 Vol. No. 3, hal 278-285 Oktober 2018. Kemdikbud. Buku Siswa: Matematika Kelas Vi. Kurikulum Tahun 2013. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Balitbang. Kemdikbud. Prastowo. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Jogjakarta: Diva Press. Raras Kartika Sari, 2019. Analisis Problematika Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Pertama dan Solusi Alternatifnya. Prismatika: Jurnal Pendidikan Riset Matematika Vol. 2 No. Susanto. Teknik Penyusunan Buku Ajar. Semarang: Universitas Muhamadiyah.