Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam , 2025, 1-10 Available at: https://w. id/index. php/bahtsuna Inovasi Penilaian Autentik Berbasis Project Digital Dalam Pendidikan Agama Islam Di SMP Muhammadiyah Plus Klaten Shindid Gunagraha1* Aji Joko Budi Pramono2 Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Indonesia e-mail: shindidgunagraha@gmail. *Corresponding Author. Received: a. Revised: a. Accepted: a Abstract: Assessment has an adaptive implementation of indicators planned in the learning process, to improve student competence. In the learning of Islamic Religious Education (PAI) at SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara, an assessment transformation was carried out with digitalization. The purpose of this research is how to implement students in integrating their knowledge to relate their competencies in the digital world. The research method uses field research with observation, interview, and documentation data collection The research site is at SMP Muhammadiyah Plus North Klaten. Data analysis techniques using data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The findings were obtained that digital project-based assessments were carried out in Islamic religious education learning in grades VII. Vi, and IX at SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara. The form of projects implemented as assessments such as making digital posters and short Improving projects through digital platforms by utilizing students' belajar. accounts in the work process. The conclusion of the digital project-based assessment provides an increase in the competence of students in accordance with the needs of the times in digital transformation, especially in the aspect of Islamic religious education. Contributing Islamic content to social media as a means of education and instilling Islamic Keywords: Implementation. Model. Assessment. Project. Digital. Abstrak: Penilaian memiliki pelaksanaan yang bersifat adaptif terhadap indicator yang direncanakan dalam proses pembelajaran, untuk meningkatkan kompetensi peserta didik. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara dilakukan transformasi penilaian dengan digitalisasi. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan peserta didik dalam mengintegrasikan pengetahuan yang dimiliki untuk mengaitkan kompetensinya dalam dunia digital. Metode penelitian menggunakan penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan Tempat penelitian di SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara. Teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan yang didapatkan bahwa penilaian berbasis project digital dilaksanakan pada pembelajaran pendidikan agama Islam di kelas VII. Vi, dan IX di SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara. Bentuk project yang diimplementasikan sebagai penilaian seperti pembuatan poster digital dan film pendek. Peningkatan project melalui platform digital dengan memanfaatkan akun belajar. id peserta didik dalam proses pengerjaan. Kesimpulan penilaian berbasis project digital memberikan peningkatan kompetensi peserta didik sesuai dengan kebutuhan zaman dalam transformasi digital terkhusus pada aspek pendidikan agama Islam. Memberikan kontribusi konten Islami pada media sosial sebagai sarana edukasi serta penanaman nilai-nilai ajaran Islam. Kata kunci: Implementasi. Model. Penilaian. Project. Digital. How to Cite: Shindid Gunagraha. Aji Joko Budi Pramono . Inovasi Penilaian Autentik Berbasis Project Digital Dalam Pendidikan Agama Islam Di SMP Muhammadiyah Plus Klaten. Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam. Vol 7(Issue . , 1-10. https://doi. org/10. 21067/jpi. This is an open access article under the CCAeBY license. https://doi. org/10. 21067/jpm. Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam, 7. , 2025, 1-10 Shindid Gunagraha. Aji Joko Budi Pramono Pendahuluan Penerapan metode penilaian berbasis proyek digital dalam pembelajaran PAI (Pendidikan Agama Isla. dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara, akan tetapi dalam penerapannya masih terbatas pada aspek keberlanjutan. Meskipun teknologi telah berkembang pesat dan digunakan dalam berbagai sektor, penerapan teknologi dalam pendidikan Agama Islam di sekolah ini belum sepenuhnya optimal (Santoso et al. , 2. Oleh karena itu, muncul permasalahan utama dalam penelitian ini, yaitu bagaimana implementasi model penilaian berbasis proyek digital dapat mempengaruhi serta mengembangkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PAI (Triyono, 2. Selain itu, juga perlu dikaji bagaimana tantangan yang dihadapi oleh pendidik dan peserta didik dalam menjalankan model penilaian ini serta bagaimana efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta didik di bidang PAI. Penilaian pendidikan merupakan komponen integral dalam sistem pendidikan yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai, serta untuk memberikan umpan balik kepada guru, peserta didik, dan pemangku kepentingan lainnya terkait proses dan hasil belajar (Badrudin et al. , 2. Dalam konteks pendidikan, penilaian tidak hanya sebatas untuk mengukur pencapaian akademik, tetapi sebagai bahan untuk memotivasi, memberikan arahan, dan merencanakan langkah-langkah perbaikan dalam pembelajaran yang dikenal dengan evaluasi (Awwaliyah, 2. Penilaian pendidikan adalah proses yang sistematis dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi untuk membuat keputusan yang dapat mempengaruhi berbagai aspek pendidikan, mulai dari kurikulum, pembelajaran, hingga pengembangan individu siswa (Agustina et , 2. Penilaian tidak hanya mencakup ujian atau tes, tetapi juga observasi, portofolio, proyek, dan berbagai bentuk penilaian lainnya yang lebih holistik. Menurut Black dan Wiliam . , penilaian dapat dibagi menjadi dua jenis utama: penilaian formatif dan penilaian sumatif (Widodo, 2. Penilaian formatif bertujuan untuk memberikan umpan balik kepada siswa selama proses pembelajaran agar siswa dapat meningkatkan kemampuan mereka, sedangkan penilaian sumatif bertujuan untuk menilai hasil akhir pembelajaran, sering kali berupa ujian akhir atau tes (SunAoiyah. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Oleh karena itu, metode pembelajaran yang digunakan harus selalu berkembang seiring dengan kemajuan zaman, agar siswa dapat memahami dan mengimplementasikan ajaran Islam secara lebih relevan dan aplikatif (Rafliyanto & Mukhlis, 2. Penilaian autentik adalah pendekatan evaluasi yang menilai kompetensi siswa berdasarkan tugas atau proyek yang mencerminkan penerapan pengetahuan dan keterampilan dalam situasi nyata (Tamrin et al. , 2. Berbeda dengan penilaian konvensional yang lebih menitikberatkan pada tes tertulis, penilaian autentik menilai pemahaman siswa melalui aktivitas seperti proyek, presentasi, studi Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam. E-ISSN 2807-5676 Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam, 7. , 2025, 1-10 Shindid Gunagraha. Aji Joko Budi Pramono kasus, atau produk nyata lainnya yang mencerminkan kemampuan mereka dalam memecahkan masalah dunia nyata (Zulhuda et al. , 2. Salah satu pendekatan yang kini berkembang dalam dunia pendidikan adalah penggunaan model penilaian berbasis proyek digital. Model penilaian ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyeluruh, serta mendorong peserta didik untuk lebih kreatif dan kritis dalam menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan materi PAI (Hafiz et al. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), penilaian autentik dapat diterapkan melalui berbagai bentuk proyek seperti pembuatan video ceramah pendek, poster digital Islami, atau presentasi interaktif tentang nilai-nilai Islam (Said, 2. Dengan menggunakan teknologi digital, penilaian ini tidak hanya menilai aspek kognitif tetapi juga afektif dan psikomotorik, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep agama tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari Penilaian autentik tidak hanya mengukur hafalan konsep, tetapi juga sejauh mana siswa benarbenar memahami dan mampu menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata. Pada era saat ini perlu pengembangan keterampilan abad-21, dengan penguatan siswa belajar berpikir kritis, kreatif, dan mampu menyelesaikan masalah . roblem-solvin. (Fathurrahman et al. , 2. Selain itu, meningkatkan keterampilan komunikasi, kolaborasi, serta literasi digital melalui proyek-proyek berbasis teknologi. Dalam mendukung pengembangan keterampilan tersebut adanya pendekatan proses pembelajaran yang berdiferensiasi. Diferensiasi bertujuan agar siswa diberikan fleksibilitas dalam menunjukkan pemahamannya sesuai dengan gaya belajar dan minat mereka (SunAoiyah, 2. Pendidik dapat menyesuaikan bentuk penugasan berdasarkan kebutuhan individual siswa. Dengan berbagai kelebihan dari penilaian autentik yang berorientasi pada pembelajaran yang lebih bermakna dan aplikatif, penilaian autentik menjadi metode evaluasi yang sangat relevan dalam mendukung pendidikan berbasis kompetensi dan pembelajaran abad ke-21 . Penilaian autentik menjadi bagian penting dalam pembelajaran abad ke-21 karena mampu mengembangkan berbagai keterampilan esensial yang dibutuhkan oleh siswa dalam menghadapi tantangan global. Metode Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif lapangan . ield researc. dengan pendekatan deskriptif (Sidiq & Choiri, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam inovasi penilaian autentik berbasis project digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara. Lokasi penelitian di SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara Kabupaten Klaten, dengan lama penelitian pada tanggal 17-24 Februari 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi secara langsung, wawancara mendalam dengan guru PAI diantaranya ustadz abdul halim, ustadz khotmaAo nur guntur dan perwakilan peserta didik dari kelas VII. Vi, dan IX. Serta dokumentasi terhadap penerapan penilaian autentik berbasis Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam. E-ISSN 2807-5676 Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam, 7. , 2025, 1-10 Shindid Gunagraha. Aji Joko Budi Pramono project digital. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan guna memperoleh pemahaman komprehensif terkait implementasi dan efektivitas inovasi tersebut (Miles et al. , 2. Hasil dan Pembahasan Inovasi Perencanaan Penilaian Autentik Berbasis Project Digital Berdasarkan hasil observasi penelitian, ditemukan hasil terkait perencanaan penilaian autentik berbasis project digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Guru PAI merancang penilaian dengan mempertimbangkan kurikulum yang berlaku, karakteristik peserta didik, serta integrasi teknologi digital dalam proses asesmen. Sebagai penguat kami melakukan wawancara kepada ustad abdul halim selaku guru PAI, bahwa integrasi diperlukan dalam pola pendidikan sebagai bentuk transformasi zaman yang berkembang dengan pesat. Sehingga guru harus melakukan adaptasi dalam peningkatan kompetensi teknologi digital. Proses perencanaan dimulai dengan identifikasi kompetensi dasar yang akan dinilai, yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Guru menentukan indikator pencapaian kompetensi sesuai dengan buku pegangan guru dan siswa yaitu buku Pendidikan Islam penerbit Majelis Dikdasmen Muhammadiyah terbitan buku tahun 2024. Guru Menyusun dan menyesuaikan rubrik penilaian autentik yang sesuai dengan tugas proyek digital yang diberikan kepada siswa dengan mempertimbangkan materi yang akan dipelajari. Guru PAI merancang penilaian dengan pendekatan student centered learning dengan menerapkan model pendekatan pembelajaran saintifik learning. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap tahapan asesmen tidak hanya mengukur pencapaian akademik siswa, tetapi juga mengembangkan keterampilan pada aspek psikomotorik abad-21 seperti berpikir kritis (Critical Thinkin. , kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital. Identifikasi Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran Tahap awal dalam perencanaan penilaian autentik berbasis project digital adalah identifikasi kompetensi dasar yang akan dicapai siswa. Guru menyesuaikan indikator pencapaian dengan kurikulum yang berlaku, baik Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, penilaian tidak hanya berfokus pada aspek kognitif . emahaman konsep keislama. tetapi juga aspek afektif . embentukan karakter Islam. dan psikomotor . mplementasi nilai-nilai agama dalam kehidupan seharihar. Oleh karena itu, penilaian autentik berbasis project digital dirancang agar siswa tidak sekadar memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata dalam kehidupan mereka. Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam. E-ISSN 2807-5676 Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam, 7. , 2025, 1-10 Shindid Gunagraha. Aji Joko Budi Pramono Penyusunan Rubrik Penilaian yang Objektif Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan rubrik penilaian autentik berbasis project digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara dirancang secara sistematis guna memastikan objektivitas dan transparansi dalam proses asesmen. Rubrik ini disusun sebagai instrumen utama untuk menilai proyek digital yang dihasilkan siswa, dengan mempertimbangkan keberagaman gaya belajar, tingkat pemahaman, serta keterampilan teknologinya. Rubrik penilaian yang disusun melalui beberapa komponen dengan melakukan inovasi yang sesuai untuk mencapai kompetensi peserta didi, meliputi: Keakuratan dan Pemahaman Konsep PAI Menilai sejauh mana siswa memahami dan menjelaskan konsep-konsep dalam Pendidikan Agama Islam dengan dalil yang sahih dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Indikator mencakup kesesuaian dengan materi ajar, kedalaman analisis, serta kemampuan mengaitkan dengan nilai-nilai Islam dalam konteks kehidupan modern. Kreativitas dan Inovasi dalam Penyajian Menilai sejauh mana siswa mampu menyusun proyek digital dengan cara yang unik, menarik, dan inovatif. Penggunaan elemen visual, animasi, dan desain dalam project digital diperhitungkan sebagai bentuk pengembangan kreativitas siswa dalam menyampaikan materi PAI. Pemanfaatan Teknologi Digital Menilai bagaimana siswa memanfaatkan berbagai platform digital dalam menyusun proyek mereka, dengan memfokuskan pada aplikasi canva dan cap cut untuk project film. Indikator mencakup kelancaran penggunaan aplikasi, keterampilan desain, serta kemampuan mengintegrasikan multimedia dalam project digital. Keterampilan Berpikir Kritis dan Reflektif Mengukur bagaimana siswa menganalisis dan menghubungkan materi PAI dengan fenomena kehidupan sehari-hari. Siswa yang mampu menunjukkan sudut pandang yang kritis serta refleksi personal terkait implementasi ajaran Islam dalam kehidupan modern mendapatkan skor lebih tinggi. Kejelasan dan Keterpahaman Pesan Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam. E-ISSN 2807-5676 Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam, 7. , 2025, 1-10 Shindid Gunagraha. Aji Joko Budi Pramono Menilai sejauh mana pesan dalam project digital dapat dipahami dengan baik oleh audiens. Termasuk penggunaan bahasa yang komunikatif, sistematis, dan sesuai dengan kaidah PAI. Pemilihan Media Digital yang Sesuai Hasil dokumentasi saat di lapangan bahwa guru melakukan mempertimbangkan platform digital yang paling efektif dan mudah diakses siswa. Beberapa aplikasi yang digunakan dalam proyek digital di SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara ini meliputi: Tabel. Jenis Platform Digital Platform Fungsi Project Canva Untuk membuat infografis Membuat poster digital interaktif tentang nilai-nilai sesuai tema materi Islam yang diajarkan. Membuat animasi Islami bergerak. CapCut/ Kinemaster Untuk editing video edukasi Membuat film pendek Islami secara berkelompok dengan tema materi yang berkaitan. Pada prakteknya di lapangan kedua platform yang dipilihkan oleh guru sangatlah efektif untuk diakses oleh siswa. Dari hasil pengamatan peneliti menunjukkan adanya ketertarikan dan antusiasme siswa dalam membuat suatu hasil karya bernilaikan Islam. Selain itu, adanya akun belajar. id siswa yang terakses pada canva pro sehingga memberikan ruang kreativitas tingkat lanjut untuk mengembagkannya ide-ide dalam menghasilkan karya yang berkualitas. Factor yang mempengaruhi siswa secara mudah dan tertarik menghasilkan suatu karya dengan platform tersebut sebab adanya relevansi dengan materi informatika. Kemudian di tingkatkan dengan memfasilitasi ekstrakurikuler digital. Diferensiasi Pembelajaran Pembelajaran dilakukan melalui pendekatan diferensiasi. Agar proyek digital dapat berdiferensiasi dalam proses asesmen. Diferensiasi ini mencakup: Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam. E-ISSN 2807-5676 Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam, 7. , 2025, 1-10 Shindid Gunagraha. Aji Joko Budi Pramono Tabel. Jenis Diferensiasi Jenis Diferensiasi Konten Keterangan Siswa diberikan berbagai pilihan materi yang sesuai dengan minat mereka, misalnya membuat proyek tentang tokoh Islam, sejarah peradaban Islam, atau etika Islam di era digital. Diferensiasi Proses Siswa diberikan kebebasan untuk memilih metode pengerjaan proyek, apakah secara individu, berpasangan, atau kelompok. Diferensiasi Produk Hasil akhir proyek dapat berupa video edukasi, infografis, podcast Islami, atau e-book digital, sesuai dengan keterampilan dan minat masing-masing Dengan pendekatan ini, setiap siswa memiliki kesempatan untuk menunjukkan pemahaman mereka dengan cara yang paling sesuai dengan potensi mereka, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal dan bermakna. Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Proyek Digital Salah satu aspek penting dari inovasi penilaian autentik ini adalah memastikan bahwa setiap proyek digital yang dibuat oleh peserta didik tetap mencerminkan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, guru memberikan bimbingan terkait bagaimana teknologi dapat digunakan sebagai sarana dakwah dan edukasi Islam yang positif. Proyek digital yang dilakukan oleh guru PAI di SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan ilmu pengetahuan agar menjadi suatu hasil karya pemikiran. Hasil pemikiran peserta didik dituangkan melalui pemanfaatan platform digital sebagai sarana syiar menyebarkan nilai-nilai ajaran Islam. Pelaksanaan proyek digital tentu dilakukan dengan bimbingan teknis dari guru sebagai fasilitator yang mengarahkan peserta didik untuk melaksanakan project sesuai perintah dan tujuan yang diharapkan. Adanya fasilitas akun belajar. id yang diberikan dimanfaatkan peserta didik untuk mengembangkan keterampilan salah satunya penggunaan aplikasi canva. Peningkatan kompetensi pada aspek keterampilan sangat berpengaruh untuk membangun keaktifan peserta didik dalam belajar. Dengan demikian, pembelajaran tidak bersifat tradisional akan tetapi memadukan teori dengan praktek teori yang diajarkan. Peneliti melakukan wawancara bersama ustadz khotma guntur, dari hasil wawancara peneliti mendapatkan temuan bahwa ada beberapa proyek yang dirancang pada pembelajaran PAI di SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara untuk seluruh tingkatan kelas meliputi: Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam. E-ISSN 2807-5676 Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam, 7. , 2025, 1-10 Shindid Gunagraha. Aji Joko Budi Pramono Pembuatan video ceramah pendek . hort vide. tentang akhlak atau aqidah dalam Islam. Pembuatan project film pendek yang berkaitan dengan materi yang bersifat muamalah atau ibadah. Pembuatan poster digital melalui aplikasi canva yang terintegrasi dengan akun belajar. peserta didik untuk mengakses canva. Dalam poster digital yang bermuatan nilai-nilai Islam melakukan keterpaduan antara gambar yang dapat menarik public dilengkapi dengan dalil yang bekaitan. Dengan cara ini, peserta didik tidak hanya dinilai berdasarkan pemahaman akademik mereka, tetapi juga kemampuan mereka dalam menyebarkan dan menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata. Dalam data dokumentasi yang peneliti temukan terdapat peningkatan antusiasme belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan agama Islam pada setiap kelasnya. Hal ini ditunjukkan dari hasil refleksi kepuasaan pembelajaran peserta didik, peneliti sajikan dalam grafik sebagai berikut: Tabel. 3 Hasil Refleksi Pembelajaran HASIL REFLEKSI PEMBELAJARAN SANGAT PUAS CUKUP KELAS VII KURANG KELAS Vi SANGAT KURANG KELAS IX Dari grafik tersebut dapat di deskripsikan bahwa kelas VII dengan jumlah siswa 21 terdapat penerimaan yang cukup besar sebanyak 17 siswa yang merasakan sangat puas terhadap inovasi penilaian yang diterapkan, kemudian kelas Vi dengan jumlah siswa 31 terdapat penerimaan sangat puas terhadap inovasi penilaian sejumlah 20 siswa. Kemudian kelas IX dengan jumlah siswa 43 terdapat penerimaan sangat puas terhadap inovasi penilaian sejumlah 35 siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa inovasi penilaian autentik sangat mudah diterima oleh peserta didik generasi z khususnya dalam integrasi teknologi digital pada pembelajaran pendidikan agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penilaian autentik berbasis proyek digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara telah memberikan dampak positif terhadap kompetensi peserta didik. Model penilaian ini tidak hanya Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam. E-ISSN 2807-5676 Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam, 7. , 2025, 1-10 Shindid Gunagraha. Aji Joko Budi Pramono mengukur aspek kognitif, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta literasi digital siswa (Chan & Nurmawati, 2. Dengan menggunakan platform seperti Canva dan CapCut, siswa mampu mengekspresikan pemahaman mereka terhadap materi PAI dalam bentuk yang lebih interaktif dan aplikatif. Selain itu, diferensiasi pembelajaran yang diterapkan dalam proses asesmen memungkinkan siswa untuk memilih konten, proses, dan produk yang sesuai dengan gaya belajar dan minat mereka. Hal ini berkontribusi dalam meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan aktif siswa dalam Faktor lain yang turut mendukung keberhasilan implementasi ini adalah pemanfaatan akun belajar. id yang memberikan akses lebih luas kepada siswa dalam penggunaan fitur-fitur premium pada aplikasi desain dan video editing. Adanya akun belajar. id yang difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan menjadi suatu ruang pemanfaatan serta pengembangan skills siswa terhadap penggunaan beberapa platform digital terkhusu yang dapat diakses oleh pelajar. Namun demikian, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan model penilaian ini, di antaranya adalah keterbatasan akses teknologi bagi sebagian siswa, serta tingkat pemahaman guru dalam mengelola asesmen berbasis digital. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan bagi tenaga pendidik serta fasilitasi perangkat teknologi yang lebih memadai untuk memastikan keberlanjutan implementasi penilaian autentik berbasis proyek digital ini. Selain itu, pengembangan keterampilan abad-21 menjadi penting dengan melakukan pemanfaatan teknologi di masa depan sebagai alat bantu dalam memberikan kemudahan terhadap aktivitas hidup manusia. Kesimpulan Kesimpulan dari hasil dan pembahasan penelitian ini bahwa penilaian autentik berbasis proyek digital merupakan inovasi yang efektif dalam meningkatkan kompetensi peserta didik dalam pembelajaran PAI. Melalui penerapan model ini, siswa tidak hanya memahami konsep keislaman secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari melalui media digital. Keberhasilan model ini terlihat dari meningkatnya kreativitas, literasi digital, serta kemampuan berpikir kritis siswa dalam mengerjakan proyek berbasis digital seperti pembuatan video ceramah dan poster islami. Diferensiasi dalam pembelajaran juga memungkinkan setiap siswa untuk berkontribusi sesuai dengan minat dan kemampuannya. Meskipun demikian, terdapat tantangan yang perlu diatasi, seperti kesenjangan akses teknologi dan kebutuhan peningkatan kompetensi guru dalam mengelola asesmen berbasis digital. Oleh karena itu, diperlukan strategi pendukung seperti pelatihan guru dan penyediaan sarana teknologi yang lebih merata guna memastikan implementasi model penilaian ini dapat berjalan dengan optimal dan berkelanjutan. Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam. E-ISSN 2807-5676 Bahtsuna: Jurnal Pendidikan Islam, 7. , 2025, 1-10 Shindid Gunagraha. Aji Joko Budi Pramono References