eISSN 3090-7985 & pISSN 3090-5125 org/10. 63822/a5x7db92 Vol. No. Juni Tahun 2025 Hal. Homepage https://ojs. id/index. php/ib Pelatihan dan Pendampingan UMKM Go Digital di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Dwi Octa Ramadhani1. Fatmasari2. Muhammad Ariandi3 Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains Teknologi Universitas Bina Darma1,23 Email: dwioctaramadhani10@gmail. fatmasari@binadarma. muhamad_ariandi@binadarma. INFO ARTIKEL ABSTRACT Histori Artikel: Lokasi pelaksanaan pengabdian berupa Kuliah Kerja Nyata (KKNT) terletak di Desa Bangun Sari. Kecamatan Tanjung Lago. Kabupaten Banyuasin. Sumatera Selatan pada tanggal 21 April 2025 hingga 26 Mei sasaran dari kegiatan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat di Desa Bangun Sari. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, saya berupaya mencakup semua kalangan dalam berbagai kegiatan KKNT. Dengan pendekatan inklusif ini, diharapkan setiap masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup dan membentuk pondasi yang lebih kuat untuk masa depan mereka. Selain itu, melibatkan seluruh kalangan masyarakat juga mendukung terciptanya sinergi dan kebersamaan dalam merespon berbagai tantangan dan peluang yang ada di Desa Bangun Sari. Diterima Disetujui Diterbitkan 16-06-2025 17-06-2025 20-06-2025 Keyword: Pendampingan. UMKM Go Digital. Kuliah Kerja Nyata Copyright A 2025 The Author. This article is distributed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. s 33 Pelatihan dan Pendampingan UMKM Go Digital di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin (Dwi Octa R. PENDAHULUAN Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan kebijakan yang ditujukan untuk mengawal transformasi pendidikan tinggi (Kemendikbud, 2. Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Melalui Merdeka Belajar Ae Kampus Merdeka, mahasiswa memiliki kesempatan untuk 1 semester atau setara dengan 20 . ua pulu. sks menempuh pembelajaran di luar program studi pada Perguruan Tinggi yang sama dan, pembelajaran pada program studi yang berbeda di Perguruan Tinggi yang berbeda dan di luar Perguruan Tinggi. MBKM memberikan tantangan dan kesempatan untuk pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian dan kebutuhan mahasiswa serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika lapangan seperti persyaratan kemampuan, interaksi sosial, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kinerja, target dan Program MBKM akan membekali mahasiswa untuk berkompetisi di dunia kerja, membuka wawasan, dan kesempatan untuk menggali keilmuan lain (Merdeka, 2. Hal ini senada dengan hasil penelitian (Baharuddin, 2. bahwa melalui MBKM, proses pembelajaran di perguruan tinggi menjadi lebih fleksibel. (Baharuddin, 2. Tidak hanya itu, persepsi positif atas manfaat yang diperoleh dari program MBKM ini selaras dengan hasil penelitian (Rosmiati, 2. Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) merupakan program pendidikan yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung di tengah masyarakat. Program ini bertujuan untuk membantu mahasiswa mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah mereka pelajari di perguruan tinggi dalam memecahkan masalah dan mengembangkan potensi di desa atau daerah tertentu. Universitas Bina Darma Palembang adalah salah satu Perguruan Tinggi di Sumatera Selatan yang telah menerapkan program MBKM. Sehubungan dengan adanya program MBKM tersebut, maka kami memilih untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) yang berlangsung selama 40 hari dan bertempat di desa Bangun Sari, kecamatan Tanjung Lago. Desa Bangun Sari merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Tanjung Lago. Kabupaten Banyuasin. Sumatera Selatan. Indonesia. Desa Bangun Sari memiliki luas total 21,10 hektar. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Bunga Karang Kecamatan Tanjung Lago. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Suka Damai Kecamatan Tanjung Lago. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sumber Mekar Mukti Kecamatan Tanjung Lago. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Banyu Urip Kecamatan Tanjung Lago. Pemilihan Desa Bangun Sari sebagai tempat pelaksanaan kuliah kerja nyata tematik juga mengakui nilai pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan pemerintah dan masyarakat lokal. Tematiknya dapat mencakup beragam aspek, mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, peningkatan infrastruktur, hingga pelestarian budaya dan lingkungan. Melibatkan mahasiswa dalam konteks tematik ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat segera bagi Desa Bangun Sari tetapi juga menciptakan kesempatan bagi mahasiswa untuk keterampilan praktis mereka, seperti manajemen proyek, kerjasama tim, dan pemecahan masalah di dalam situasi nyata. Desa Bangun sari desa yang terletak di Sumatera Selatan, kabupaten Banyuasin. Kecamatan Tanjung Lago. Banyuasin dikenal dengan bangkit adil dan Sejahtera dengan motto sedulang setudung yang artinya bahasa daerah yang melambangkan bahwa masyarakat banyuasin dalam membangun daerah di dasari tekad kebersamaan yang terdiri dari 304 desa salah satunya Desa Bangun Sari. Diberi nama Desa Bangun Sari karena Desa ini banyak buah yang mengandung sari. Nama Desa Bangun Sari diambil dari bahasa jawa asli bangun yang artinya mewujudkan atau menggali sedangkan sari adalah potensi yang ada di dalam wilayah desa itu sendiri jadi bangun sari artinya suatu desa menggali potensi dari sumber penghidupan dari a 34 Pelatihan dan Pendampingan UMKM Go Digital di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin (Dwi Octa R. wilayah tersebut Desa Bangun Sari berdiri pada tahun 1980 yang masyarakatnya ekstransmigrasi, yang mana penduduknya berasal dari suku Bali, suku jawa. Indramayu. Jogja. Bugis, suku Sunda seperti Tasik, dan suku asli Melayu. Tidak hanya berlainan suku, di desa Bangun Sari terdapat beberapa kepercayaan, yang mereka anut seperti Islam. Hindu walaupun mereka berlainan suku dan berlainan kepercayaan, akan tetapi Tingkat toleransi dan nilai Bhineka tunggal Ika mereka kuat. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah fondasi utama ekonomi Indonesia. Berdasarkan informasi dari Kementerian Koperasi dan UKM, pada tahun 2023 terdapat sekitar 66 juta pelaku UMKM di Indonesia, yang terdiri dari 99% seluruh unit usaha dan menyerap sekitar 117 juta tenaga kerja, atau 97% dari total tenaga kerja di tingkat nasional. Sumbangan UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sangat besar, mencapai sekitar 61% atau setara dengan Rp9. 580 triliun. Peran UMKM tidak hanya dalam menyediakan lapangan kerja, tetapi juga dalam mendorong perkembangan ekonomi, meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta menjadi solusi dalam menghadapi krisis ekonomi. UMKM ditemukan di berbagai bidang, mulai dari niaga, makanan, kerajinan, hingga sektor kreatif. Di wilayah seperti Palembang, contohnya. UMKM songket telah menggunakan teknologi cloud untuk penjualan daring, memungkinkan akses ke pasar yang lebih luas dan efisien. Akan tetapi. UMKM juga mengalami berbagai kendala, seperti terbatasnya akses pendanaan, minimnya pelatihan dan bimbingan, serta penyesuaian terhadap teknologi digital. Dengan demikian, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, sangat diperlukan untuk memberdayakan UMKM agar dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional. METODE PELAKSANAAN Tempat dan Waktu Lokasi pelaksanaan pengabdian berupa Kuliah Kerja Nyata (KKNT) terletak di Desa Bangun Sari. Kecamatan Tanjung Lago. Kabupaten Banyuasin. Sumatera Selatan. Desa Bangun Sari dipilih sebagai tempat pelaksanaan KKNT untuk periode 21 April 2025 hingga 26 Mei 2025 Khalayak dan Sasaran Khalayak dan sasaran dari kegiatan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat di Desa Bangun Sari. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, saya berupaya mencakup semua kalangan dalam berbagai kegiatan KKNT. Dengan pendekatan inklusif ini, diharapkan setiap masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup dan membentuk pondasi yang lebih kuat untuk masa depan mereka. Selain itu, melibatkan seluruh kalangan masyarakat juga mendukung terciptanya sinergi dan kebersamaan dalam merespon berbagai tantangan dan peluang yang ada di Desa Bangun Sari. Jenis Kegiatan dan Metode Pemberdayaan UMKM Dengan Menggunakan Metode Interview (Wawancar. Metode wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui interaksi langsung antara peneliti dan responden, dalam hal ini pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bangun Sari. Dalam pelaksanaannya, wawancara dilakukan secara mendalam a 35 Pelatihan dan Pendampingan UMKM Go Digital di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin (Dwi Octa R. n-depth intervie. untuk menggali informasi secara komprehensif mengenai kondisi usaha, tantangan yang dihadapi, serta kebutuhan yang dirasakan oleh pelaku UMKM. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami permasalahan secara lebih terbuka dan memperoleh data yang kaya akan konteks sosial dan ekonomi yang mempengaruhi UMKM setempat. Melalui wawancara ini, diperoleh gambaran nyata mengenai hambatan-hambatan yang dihadapi oleh pelaku usaha, seperti keterbatasan modal, akses pasar, dan keterampilan manajerial, yang kemudian menjadi dasar dalam merancang program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran dan efektif. Dengan demikian, metode wawancara tidak hanya berfungsi sebagai alat pengumpulan data, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun hubungan yang lebih erat antara peneliti dan komunitas UMKM, sehingga program pemberdayaan yang dirancang dapat lebih responsif terhadap kebutuhan nyata di lapangan. Metode Pelaksanaan Penghijauan Desa Dengan menggunakan pelaksaan ini saya dan teman kelompok lainnya berpartisipasi dalam penghijauan desa yang dimana kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKNT Universitas Bina Darma untuk melestarikan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat, adapun kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKNT bina darma yaitu menanam bibit pohon alpuka dan rambutan disekitar kantor balai Desa. Partisipasi Pendidikan Untuk memastikan program partisipasi pendidikan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKNT Universitas Bina Darma di Desa Bangun Sari efektif, dilakukan evaluasi dan monitoring secara sistematis. Langkah ini diawali dengan penentuan indikator keberhasilan, seperti meningkatkan ketertarikan belajar, pembahasan tentang gaya hidup sehat, dan pengetahuan dasar terkait teknologi serta AI. Data diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap partisipasi siswa dalam aktivitas edukasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Mengajar di SD Negri 7 Tanjung Lago Pada rentang waktu antara tanggal 29 April hingga 20 Mei, kegiatan pengajaran di SD Negeri 7 Tanjung Lago berlangsung. Kegiatan ini melibatkan saya sendiri dan anggota kelompok yang bertujuan memberikan bantuan dalam penyusunan materi pembelajaran, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, serta berbagai upaya untuk memotivasi dan menginspirasi siswa-siswa tersebut. Selain itu, kami juga akan mencermati dampak positif yang dapat diberikan oleh kehadiran mahasiswa KKNT dalam memberikan contoh nyata tentang pentingnya pendidikan kepada siswa Ae siswa SD Negeri 7 Tanjung Lago. Dengan demikian, peran mahasiswa KKNT dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan di SD Negeri 7 Tanjung Lago, serta bagaimana kontribusi mereka akan menjadi salah satu langkah menuju perbaikan pendidikan yang lebih baik lagi. Adapun tujuan dari pengabdian ini adalah membantu proses kegiatan belajar mengajar di sekolah yang ada di Desa Bangun Sari dengan harapan supaya peserta didik bisa lancar dalam membaca, menulis, dan berhitung. a 36 Pelatihan dan Pendampingan UMKM Go Digital di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin (Dwi Octa R. Gambar 1 Mengajar di SDN 7 Tanjung Lago Mengunjungi UMKM Keripik Pisang dan Jamu Tradisional Pada tanggal 24 April 2025 saya bersama peserta KKNT lainnya mengunjungi beberapa UMKM yang ada di desa tersebut salah satunya yaitu usaha KERIPIK PISANG yang menjadi mata pencarian salah satu warga di Desa Bangun Sari. Disana saya dan mahasiswa lainnya melihat langsung sebagian proses dalam pembuatan keripik pisang tersebut yang menurut informasi yang sudah kami wawancara selaku dari pemilik usaha mengatakan bahwa keripik pisang hanya dibuat jika ada yang menempah dan dititipkan sebagian ke pedagang warung lainnya, pembuatan membutuh waktu 4 jam dalam pembuatan keripik pisang, serta bahan baku pembuatan keripik pisang tersebut merupakan sebagian dari hasil tanam sendiri dan sebagian dari hasil beli. Kemudian keripik pisang tersebut dibersihkan setelah bersih lalu langsung diparut di atas wajan yang sudah panas, dan tahapan berikutnya dimasukan kedalam plastik besar dan dilanjutkan dengan memberikan varian rasa. Pada tanggal 30 April 2025 saya bersama peserta KKNT juga mengunjungi salah satu UMKM yang juga terdapat di desa tersebut yaitu usaha JAMU TRADISIONAL yang menjadi mata pencarian salah satu warga Desa Bangun Sari. Disana saya dan mahasiswa lainnya mewawancarai pelaku usaha jamu tersebut untuk mengetahui apa saja yang di jual oleh beliau serta bagaimana beliau memasarkan jamu tersebut dan juga kendala apa saja yang dirasakan dalam menjual produk usahanya. Beliau hanya menjual jamu kunyit saja dan menjualnya perplastik dengan bandrol harga 5rb perplastik dan 20rb perbotol 1 liter, biasanya barang dagangannya dititipkan ke bedagang sayur keliling atau mengantar kerumah pelanggan dengan sistem pemesanan. Beliau juga bercerita kendala yang dialami yaitu susah meproduksi jamu dalam jumlah banyak dikarenakan beliau masih menggunakan cara menumbuk dalam memproduksi jamu. a 37 Pelatihan dan Pendampingan UMKM Go Digital di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin (Dwi Octa R. Gambar 2 Berkunjung ke Keripik Pisang dan Jamu Tradisional Menanam Pohon Penghijauan Kegiatan Penanaman pohon ini dilaksanakan oleh semua anggota kelompok dan dibantu oleh karang taruna Desa Bangun Sari, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2025. Penanaman pohon ini dilaksanakan di dekat balai desa. Bibit pohon yang ditanam dalam kegiatan ini adalah bibit buah alpukat dan bibit buah rambutan . Penanaman yang dilakukan pada lokasi ini sangat bermanfaat, melihat bahwa area lahan yang tersedia luas, kosong dan kurang pohon pelindung serta mengurangi erosi tanah, hal ini sangat cocok dilaksanakan penanaman pohon buah alpukat dan buah rambutan dengan menanam dengan jarak yang tidak terlalu dekat. Serta kegiatan ini mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat Desa Bangun Sari yaitu diharapkan kegiatan penanaman pohon seperti ini dapat dilakukan juga dilokasi yang lain, dan dilakukan juga diwaktu yang akan datang. Pemilihan penanam pohon alpukat dan rambutan bertujuan membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat setempat. Bisa memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat disekitarnya. Gambar 3. Penghijauan a 38 Pelatihan dan Pendampingan UMKM Go Digital di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin (Dwi Octa R. Pemasangan Kaca Cembung Kegiatan pemasangan kaca cembung ini dilaksanakan oleh semua anggota kelompok dan dibantu oleh karang taruna Desa Bangun Sari, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2025 hingga 25 Mei Pemasangan 2 kaca cembung dari sisi ke sisi di perempatan jembatan 5 di Desa Bangum Sari. Pemasangan yang dilakukan pada lokasi ini sangat bermanfaat, melihat bahwa sering terjadinya laka lantas di area perempatan jembatan 5, hal ini sangat cocok dilaksanakan pemasangan kaca cembung untuk mengurangi laka lantas di Desa Bangun Sari. Serta kegiatan ini mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat Desa Bangun Sari yaitu diharapkan kegiatan pemasangan kaca cembung seperti ini dapat dilakukan juga dilokasi yang lain, dan dilakukan juga diwaktu yang akan datang. Pemilihan pemasangan kaca cembung bertujuan untuk mengurangi laka lantas dan membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat setempat. Bisa memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat disekitarnya. Gambar 4 Pemasangan Kaca Cembung Pelatihan Pada Masyarakat Kegiatan pelatihan pada masyarakat bertujuan untuk memberikan edukasi tentang Go Digital dengan mengumpulkan masyarakat dan karang taruna Desa Bangun Sari, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2025. Pelatihan ini bermanfaat bagi masyarakat di Desa Bangum Sari. Pelatihan yang dilakukan di balai desa ini sangat bermanfaat, melihat bahwa kebanyakan masyarakat di Desa Bangun Sari ini masih belum banyak mengenal digital. Di sini saya memaparkan sedikit materi tentang pentingnya memahami penggunaan sosial media dalam kemajuan UMKM dengan memaparkan a 39 Pelatihan dan Pendampingan UMKM Go Digital di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin (Dwi Octa R. materi ini semoga masyarakat dan karang taruna Desa Bangun Sari. Serta kegiatan ini mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat Desa Bangun Sari dengan diharapkannya kegiatan pelatihan pada masyarakat ini menjadi awal kesuksesan Go Digital UMKM di Desa Bangun Sari. Dengan membawa masyarakat Go Digital dengan ini saya berharap penuh bukan hanya kepada masyarakatnya saja yang maju tetapi UMKM dan Desanya juga ikut maju bersama-sama dan membangun hubungan yang lebih erat dan bisa memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat disekitarnya. Pelatihan UMKM Go Digital di Desa Bangun Sari bertujuan membantu pelaku usaha lokal memahami cara menjual produk secara online melalui platform seperti Facebook. TikTok, dan Shopee. Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan cara membuat akun bisnis, mengunggah produk, membuat konten promosi menarik, serta memanfaatkan aplikasi pendukung seperti WhatsApp Business dan Canva. Hasilnya, banyak peserta mulai aktif berjualan online dan mempromosikan produknya lewat media sosial dan marketplace Gambar 5 Pelatihan Pada Masyarakat Materi Pelatihan Dan Pendamping Pelatihan dan Pendamping UMKM Go Digital selama 1 minggu dilaksankan Di Desa Bangun Sari,dengan usaha masyarakat Jamu Dan Keripik Pisang. Tujuan Pelatihan Meningkatkan Pengetahuan tentang Digitalisasi Usaha a 40 Pelatihan dan Pendampingan UMKM Go Digital di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin (Dwi Octa R. Memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya adaptasi teknologi digital dalam pengelolaan, promosi, dan penjualan produk. Contoh: Mengetahui perbedaan antara akun pribadi dan akun bisnis di Instagram. Mendorong UMKM Menggunakan Media Sosial dan Platform Online* Membantu peserta untuk dapat menggunakan media sosial (WhatsApp Business. Instagram. Faceboo. dan marketplace (Tokopedia. Shope. untuk menjual produknya secara online. Contoh: Mengunggah foto keripik pisang ke marketplace, membuat caption yang menarik. Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal Melalui digitalisasi. UMKM dapat meningkatkan kualitas tampilan produk dan menjangkau pasar yang lebih luas, sehingga produk tidak hanya dikenal di desa tapi juga luar daerah. Contoh: Jamu tradisional dikemas dengan label menarik dan dijual secara online. Memberikan Keterampilan Praktis yang Bisa Langsung Diterapkan* Pelatihan ini bersifat praktik langsung, agar peserta bisa langsung memotret produk, membuat akun toko online, dan mengelola usaha secara digital. Contoh: Praktik memotret produk dengan HP, belajar editing sederhana di Canva. Output yang Diharapkan: UMKM memiliki akun media sosial dan/atau marketplace aktif Produk memiliki kemasan menarik dan foto promosi yang baik UMKM mampu memasarkan produk secara digital dan mencatat keuangan dasar KESIMPULAN Pelatihan dan Pendampingan UMKM Go Digital di Desa Bangun Sari merupakan bentuk intervensi strategis yang bertujuan untuk mendorong transformasi digital di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku UMKM di desa, khususnya dalam aspek pemasaran, manajemen usaha, serta akses terhadap pasar yang lebih luas. Setelah kegiatan ini dilaksanakan, terdapat sejumlah temuan dan hasil yang dapat disimpulkan sebagai berikut: Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Digital: Peserta pelatihan mulai memahami pentingnya digitalisasi usaha sebagai langkah adaptif di era Mereka kini menyadari bahwa kehadiran di platform digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar produk mereka mampu bersaing secara luas. Peningkatan Keterampilan Praktis: Melalui materi pelatihan seperti pemasaran online, penggunaan media sosial, dan e-commerce, peserta menunjukkan kemampuan baru seperti mengunggah produk di marketplace, membuat konten promosi, dan berkomunikasi dengan konsumen melalui platform digital. Tumbuhnya Semangat Kolaboratif: Pelatihan ini membuka ruang kolaborasi antar pelaku UMKM dalam skala lokal. Peserta saling bertukar pengalaman dan berbagi ilmu yang berkontribusi pada peningkatan solidaritas ekonomi di tingkat Kebutuhan Pendampingan yang Berkelanjutan: a 41 Pelatihan dan Pendampingan UMKM Go Digital di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin (Dwi Octa R. Meski pelatihan awal berhasil meningkatkan literasi digital dasar, sebagian besar peserta masih membutuhkan pendampingan teknis lanjutan untuk mengatasi kendala spesifik seperti pengelolaan transaksi digital, logistik pengiriman, dan strategi promosi berbayar. SARAN Agar program pelatihan dan pendampingan ini dapat berkelanjutan dan membawa dampak jangka panjang yang signifikan, beberapa saran strategis yang dapat diberikan antara lain: Penguatan Program Pendampingan Pasca-Pelatihan: Disarankan untuk membentuk tim pendamping dari unsur pemuda desa, mahasiswa, atau mitra digital yang dapat memberikan bimbingan rutin kepada pelaku UMKM selama proses implementasi transformasi digital. Fasilitasi Akses Teknologi dan Infrastruktur Penunjang: Pemerintah desa dan mitra kerja sama perlu memfasilitasi sarana penunjang seperti internet gratis, ruang kerja bersama . o-working spac. , serta pelatihan pemanfaatan perangkat lunak digital. Pengembangan Modul Pelatihan Lanjutan: Perlu dibuat kurikulum pelatihan tahap dua yang membahas aspek lanjutan, seperti strategi digital marketing berbayar . , optimalisasi SEO di marketplace, pengelolaan keuangan digital, dan perencanaan bisnis berbasis data analytics. Monitoring dan Evaluasi Terstruktur: Dibutuhkan sistem monitoring berkala . ulanan atau triwulana. untuk mengevaluasi sejauh mana UMKM peserta menerapkan materi pelatihan, sekaligus sebagai media penyesuaian materi jika ditemukan kendala di lapangan. Pengembangan Ekosistem Digital Desa: Tidak cukup hanya melatih individu, tetapi perlu membangun ekosistem digital desa, misalnya dengan membuat katalog produk UMKM digital desa, website bersama, akun sosial media kolektif, dan branding desa digital. Kemitraan Strategis dengan Pihak Eksternal: Untuk memperluas dampak. Desa Bangun Sari dapat menjalin kerja sama dengan marketplace nasional, komunitas digital, perbankan digital . ntuk permodalan dan pembayara. , dan lembaga pendidikan tinggi untuk program KKN tematik atau magang digitalisasi UMKM. DAFTAR PUSTAKA