JEBI Vol. No. 2 pp. Copyrigt A 2025 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTS Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR BIAYA PENGELOLAAN SAMPAH, STUDI KASUS PADA PENGHUNI KOMPLEK PERUMAHAN BTN PAGESANGAN INDAH Analysis of Willingness to Pay for Waste Management Costs: A Case Study of Residents of BTN Pagesangan Indah Housing Complex Fitriah Permata cita1. Didi Suwardi2. Mala Vinuzia3 Ekonomi Pembangunan. Universitas Teknologi Sumbawa. Provinsi Nusa Tenggara Barat Kewirausahaan. Universitas Islam Negeri Mataram. Provinsi Nusa Tenggara Barat Universitas Muhammadiyah Mataram E-mail: fitriah. cita@uts. Tanggal Diterima: 25 Desember 2025 ABSTRACT This study aims to analyze the factors influencing residentsAo willingness to pay (WTP) and the amount they are willing to pay for solid waste management services in the BTN Pagesangan Indah Housing Complex. Mataram City. The research employs a quantitative descriptive approach using a survey method. A total of 60 household heads were selected through simple random sampling from a population of 178 households. Logistic regression analysis was applied to examine the factors affecting willingness to pay, while multiple linear regression was used to analyze the determinants of the amount of willingness to pay. The independent variables include household income, education level, number of household members, membership in environmental organizations, amount of waste generated, and perception of environmental quality. The results indicate that all independent variables simultaneously have a significant effect on residentsAo willingness to pay for waste management services. Partially, household income and education level significantly influence the amount of willingness to pay. The coefficient of determination shows that the model explains 43. 8 percent of the variation in the amount of willingness to pay, while the remaining variation is influenced by other factors outside the model. These findings are expected to provide useful insights for policymakers in designing community-based waste management policies in urban residential areas. Keywords: willingness to pay, waste management. Regression ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar . illingness to pa. serta besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah oleh penghuni Komplek Perumahan BTN Pagesangan Indah. Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei terhadap 60 kepala keluarga yang dipilih secara simple random sampling dari total populasi 178 kepala keluarga. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar, serta regresi linier berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kesediaan membayar. Variabel independen yang digunakan meliputi pendapatan rumah tangga, tingkat pendidikan, jumlah anggota rumah tangga, keanggotaan dalam organisasi lingkungan, jumlah produksi sampah, dan persepsi terhadap kualitas lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah. Secara parsial, pendapatan rumah tangga dan tingkat pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan variasi besarnya kesediaan membayar sebesar 43,8 persen, sementara sisanya dipengaruhi oleh Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia faktor lain di luar model. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam perumusan kebijakan pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat di kawasan perumahan perkotaan. Kata Kunci: kesediaan membayar, pengelolaan sampah, regresi PENDAHULUAN Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan dan terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana merupakan tujuan utama pengelolaan lingkungan hidup. Adapun berdasarkaan UU No. 23 tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk didalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainya. Pengelolaan lingkungan perlu dilakukan sejak dini agar pembangunan yang makin pesat pelaksanaannya dapat memanfaatkan lingkungan hidup melalui penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan Oleh sebab itu, sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup disekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Secara rasional, kebutuhan akan perumahan akan selalu meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan pesatnya aktivitas sektor-sektor perekonomian. Masyarakat modern akan cenderung bermukim di daerah perkotaan yang berkembang pesat. Hal ini mengakibatkan pemerintah untuk mengembangkan apartemen dan kawasan hunian yang nyaman dan asri sesuai kebutuhan masyarakat. Pemerintah kota yang berwenang menangani hal tersebut hendaklah pandai-pandai mengatur tata ruang kota agar tetap kelihatan indah. Perumahan-perumahan kumuh di pusat kota ditertibkan dan membangun perumahan-perumahan yang tata ruangnya memadai standar hidup sejahtera. Pembangunan perumahan tersebut juga mengharuskan pemerintah kota untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan berbagai program dan membentuk petugas pengangkut sampah. Timbulan sampah rumah tangga yang merupakan salah satu masalah krusial kawasan Kapasitas angkutan sampah dan tempat pengumpulan sementara (TPS) sering tidak dapat Komplek perumahan yang tersebar disetiap kecamatan di Kota Mataram, dibangun dengan rapi dan indah. Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota untuk memiliki rumah sendiri di Kota Mataram. Salah satunya adalah BTN Pagesangan Indah yang merupakan salah satu bentuk perumahan yang berada dipusat kota yaitu di Kecamatan Mataram, tempatnya berada di Pagesangan. BTN Pagesangan Indah banyak di huni oleh penduduk dari luar daerah Lombok seperti Bima. Dompu. Dan Sumbawa. Komplek perumahan BTN Pagesangan Indah sampai saat ini, kegiatan pengumpulan dan pengangkutan sampah dari permukiman hingga Tempat Pembuangan Sampah (TPS) menjadi tanggung jawab masyarakat yang dikoordinasi oleh RT/RW. LKMD atau LSM secara swadaya dan swakelola. Sedangkan pengolahan sampah dari TPS ke TPA dilaksanakan oleh PD Kebersihan Kota Mataram. Adapun Sistem JEBI Vol. No. 2, pp. pengelolaan sampah di BTN Pagesangan Indah adalah dengan menggunakan pengangkut . yang berfungsi sebagai TPS dan biaya yang dikeluarkan oleh warga adalah Rp. per bulannya. Meskipun terdapat pengangkut . namun, ada sebagian warga yang masih mengandalkan pusat pembuangan disekitar lingkungan perumahan tersebut yaitu kali yang melintasi kawasan itu. Sebab, pengangkut . yang tersedia tempatnya cukup jauh bagi warga BTN yang domisilinya sangat dalam pada kawasan perumahan itu. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk mengadakan penelitian tentang analisis kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah oleh penghuni komplek perumahan BTN Pagesangan Indah. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan tersebut maka dapat dirumuskan permasalahannya yaitu: Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah oleh warga komplek perumahan BTN Pagesangan Indah Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi besarnya kesediaan membayar warga komplek perumahan BTN Pagesangan Indah untuk pengelolaan sampah. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapat gambaran mengenai pengaruh kesediaan membayar dan besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah oleh penghuni komplek perumahan BTN Pagesangan Indah dengan menggunakan metode hedonic price. Menurut Hadari Nawawi, . metode penelitian deskriptif adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek atau objek penelitian . eseorang, lembaga, masyarakat, dan lain-lai. pada saat sekarang berdasarkan faktor-faktor yang tampak sebagaimana adanya. Penelitian ini dilakukan di kawasan komplek perumahan BTN Pagesangan Indah di Pagesangan Kota Mataram. Pengambilan lokasi ini didasarkan pada tempatnya yang dekat dengan daerah tempat tinggal peneliti dan masih banyaknya warga yang membuang sampah sendiri di kawasan tersebut tanpa dikelola oleh petugas pengangkut sampah. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode survei digunakan untuk mengumpulkan data yang relatif terbatas dari sejumlah kasus yang relatif besar jumlahnya. Menurut M. Teguh . , metode survei adalah salah satu bentuk penyelidikan dengan cara menghubungi sebagaian tertentu dari populasi yang berhubungan dalam kawasan penelitian guna menggali informasi-informasi yang Pada penelitian ini, seluruh warga komplek perumahan BTN Pagesangan Indah merupakan populasi yang berjumlah kepala 178 keluarga. Dari populasi tersebut diambil sampel sebanyak 60 kepala keluarga dengan metode Simple Random Sampling Untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya biaya yang bersedia dibayar oleh warga komplek Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia perumahan BTN Pagesangan Indah untuk biaya pengelolaan sampah digunakan analisis regresi linier berganda. Adapun untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah oleh warga komplek perumahan BTN Pagesangan Indah digunakan analisis regresi Adapun formula yang digunakan adalah regresi berganda yaitu : = b0 b1X1 b2 X2 b3 X3 b4 X4 b5X5 b6X6 b7 X7 e Keterangan : = Besarnya biaya yang dikeluarkan oleh warga b0 = Konstanta b1,b2,b3,b4,b5,b6,b7= koefisien regresi X1= Pendapatan rumah tangga X2= Tingkat pendidikan X3= Jumlah anggota rumah tangga X5= Keanggotaan organisasi pecinta alam X6= Jumlah Produksi Sampah X7= Persepsi terhadap kebersihan lingkungan e = error Analisis regresi logistik digunakan untuk menganalisis kesediaan membayar dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah oleh warga komplek BTN Pagesangan Indah. Dimana nilai variabel terikat bersifat binary yaitu 1 dan 0. (Gujarati. 2003 : . Dimana angka 1 berarti bersedia, sedangkan angka 0 berarti tidak Untuk menganalisis kesediaan membayar digunakan w = a b X e, jika, w = 1 maka e = 1 Ae b0-biXi w = 0 maka e = 0 Ae b0-biXi dimana w = kesediaan membayar Dari persamaan tersebut diperoleh fungsi logistik sebagai P. = b0 b1X1,bnXn e Keterangan : = Probabilitas kesediaan membayar biaya pengelolaan b0 = konstanta b1,bn = koefisien regresi X1,Xn = variabel regresi e = error HASIL Persepsi responden mempunyai pengaruh terhadap keputusan warga untuk memilih bertempat tinggal dikawasan Komplek Perumahan BTN Pagesangan Indah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data mengenai persepsi responden terhadap kualitas lingkungan kawasan Komplek Perumahan BTN Pagesangan Indah ini dengan kategori-kategori yang ditetapkan sebelumnya. Untuk melihat lebih jelas tentang persepsi responden mengenai kualitas lingkungan kawasan Komplek Perumahan BTN Pagesangan Indah dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 1. Persepsi responden mengenai kualitas lingkungan komplek perumahan BTN Pagesangan Indah dan JEBI Vol. No. 2, pp. No. Persepsi Responden (Skala Liker. Sangat baik : 5 Baik : 4 Cukup Baik : 3 Kurang Baik : 2 Sangat Kurang Baik : 1 Jumlah Jumlah Responden (Oran. Persentase (%) 41,66 51,66 6,66 Sumber : Data Primer Diolah Pada tabel di atas mayoritas responden berpendapat bahwa kualitas lingkungan BTN Pagesangan Indah cukup baik dan baik dan masing-masing sebesar 51,66 persen dan 41,66 persen atau sebanyak 31 orang dan 25 orang. Dari tabel ini juga dapat dilihat bahwa tidak ada responden yang menilai kualitas lingkungan kawasan BTN ini sangat kurang baik maupun sangat baik. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan dengan menggunakan analisis regresi logistik dengan menggunakan program SPSS ve 17, mengenai pengaruh variabel bebas terhadap kesediaan membayar dapat dilihat hasilnya pada tabel berikut: Tabel 2. Hasil analisa regresi logistik faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah oleh Warga Komplek Perumahan BTN Pagesangan Indah Di Pagesangan Kota Mataram. Variabel Konstanta Pendapatan rumah tangga (X. Tingkat pendidikan (X. Jumlah anggota rumah tangga (X. Keanggotaan dalam organisasi lingkungan (X. Jumlah produksi sampah (X. Persepsi tentang kualitas lingkungan (X. Koefisie Signifik Regresi -12,923 0,999 0,000 0,049 -1,869 0,245 0,540 0,328 0,261 0,645 16,188 0,999 -0,702 0,425 Sumber : Data Primer diolah Dengan nilai koefisien regresi dapat dibuat persamaan logistiknya yaitu: w = (-12,. 0,000X1 (-1,869X. 0,540X3 0,261X4 16,188X5 (-0,702X6 ) Hasil regresi diatas dapat diketahui bahwa keenam variabel bebas pendapatan rumah tangga, tingkat pendidikan, jumlah anggota rumah tangga, keanggotaan dalam organisasi lingkungan, jumlah produksi sampah dan persepsi terhadap kualitas lingkungan, berpengaruh secara signifikan terhadap kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah. Hasil analisa dengan menggunakan perangkat regresi logistik tersebut menujukkan bahwa variabel pendapatan rumah tangga mempunyai pengaruh yang positif terhadap kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah. Jika terjadi kenaikan tingkat pendapatan rumah tangga sebesar Rp. 1, maka probabilita dari tingkat pendapatan untuk mempengaruhi kesediaan membayar juga akan meningkat. Nilai signifikansi sebesar 4,9 persen berarti bahwa 95,1 persen variabel pendapatan rumah tangga berpengaruh terhadap kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Tingkat pendidikan mempunyai pengaruh yang negatif terhadap kesediaan membayar artinya, jika terjadi penurunan satu satuan tingkat pendidikan maka probabilita untuk mempengaruhi kesediaan membayar akan semakin menurun dengan asumsi bahwa variabel-variabel lain dalam keadaan Dimana nilai signifikan sebesar 24,5 persen berarti 75,5 persen probabilita tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Jumlah anggota rumah tangga mempunyai pengaruh yang positif terhadap kesediaan membayar artinya, jika terjadi kenaikan satu orang jumlah anggota rumah tangga maka probabilita untuk mempengaruhi kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah akan semakin meningkat dengan asumsi bahwa variabel-variabel lain dalam keadaan konstan. Dimana nilai signifikan sebesar 32,8 persen berarti 67,2 persen probabilita jumlah anggota rumah tangga berpengaruh terhadap kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah sedangkan sisaanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar Keanggotaan dalam organisasi lingkungan mempunyai pengaruh yang positif terhadap kesediaan membayar artinya, jika terjadi kenaikan asumsi terhadap keanggotaan dalam organisasi lingkungan maka probabilita untuk mempengaruhi kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah akan semakin meningkat dengan asumsi bahwa variabel-variabel lain dalam keadaan konstan. Dimana nilai signifikan sebesar 64,5 persen berarti 35,5 persen probabilita keanggotaan dalam organisasi lingkungan berpengaruh terhadap kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah sedangkan sisaanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Jumlah produksi sampah mempunyai pengaruh yang positif terhadap kesediaan membayar artinya, jika terjadi kenaikan satu satuan kantong plastik jumlah produksi sampah maka probabilita untuk mempengaruhi kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah akan semakin meningkat dengan asumsi bahwa variabel-variabel lain dalam keadaan konstan. Dimana nilai signifikan sebesar 99,9 persen berarti 0,01 persen probabilita jumlah produksi sampah berpengaruh terhadap kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah sedangkan sisaanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Persepsi terhadap kebersihan lingkungan mempunyai pengaruh yang negatif terhadap kesediaan membayar artinya, jika terjadi penurunan persepsi terhadap kebersihan lingkungan maka probabilita untuk mempengaruhi kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah akan semakin menurun dengan asumsi bahwa variabel-variabel lain dalam keadaan Dimana nilai signifikan sebesar 42,5 persen berarti 57,5 persen probabilita persepsi terhadap kebersihan lingkungan berpengaruh terhadap kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah sedangkan sisaanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS ve 17. Adapun nilai koefisien regresi dan koefisien regresi, yaitu sebagai berikut : Tabel 3. Hasil analisa regresi linier berganda faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah oleh Warga Komplek Perumahan BTN Pagesangan Indah Kota Mataram. JEBI Vol. No. 2, pp. Variabel Konstanta Pendapatan rumah tangga (X. Tingkat pendidikan (X. Jumlah anggota rumah tangga (X. Keanggotaan dalam organisasi lingkungan (X. Jumlah produksi sampah (X. Persepsi tentang kualitas lingkungan (X. Koefisien Regresi -331,212 0,304 T hitung Signifik -0,046 0,963 1,971 0,054 0,460 3,282 0,002 -0,061 -0,563 0,576 -0,073 -0,135 -0,630 -1,262 0,532 0,213 -0,080 -0,792 0,432 RA = 0,496 Th =0,046 Fh = 8,546 T tabel = 1,674 F tabel = 2,389 Sumber : Data Primer diolah (Lampiran . Dengan nilai koefisien regresi diatas dan nilai konstanta atau nilai perubahan tetap yang akan terjadi apabila variabel lain tidak mengalami perubahan . yaitu sebesar 331,212 , maka secara sederhana dapat dibuat fungsi besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah sebagai = -331,212 0,304X1 0,460X2 (-0,061X. ,073X. (-0,135X5 ) (-0,080X6 ) Hasil analisa dengan menggunakan analisis linear berganda seperti yang tersaji pada tabel diatas menujukkan bahwa nilai koefisien regresi dari variabel pendapatan rumah tangga terhadap besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah adalah sebesar 0,304, dimana nilai tersebut berarti bahwa setiap terjadi kenaikan pendapatan rumah tangga sebesar Rp. 000, sedangkan faktor lainnya tetap, maka akan menyebabkan kenaikan besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah sebesar nilai koefisien regresi tersebut yaitu sebesar 304. Adapun nilai koefisien regresi dari variabel tingkat pendidikan terhadap besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah adalah sebesar 0,460, nilai tersebut bersifat positif, yang berarti bahwa setiap terjadi kenaikan tingkat pendidikan dalam satu satuan tahun, dan faktor lainnya dianggap tetap, maka akan menyebabkan kenaikan besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah adalah sebesar 0,460. Sedangkan nilai koefisien regresi dari variabel jumlah anggota rumah tangga terhadap besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah yang dikeluarkan sebesar 0,061, nilai koefisien tersebut bersifat negatif yang berarti bahwa setiap terjadi kenaikan jumlah anggota rumah tangga satu orang, sedangkan faktor lainnya dianggap tetap, maka akan menyebabkan penurunan terhadap besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah sebesar nilai koefisien regresi tersebut yaitu sebesar 0,061. Nilai koefisien regresi dari variabel keanggotaan dalam organisasi lingkungan terhadap besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah adalah sebesar 0,073, nilai tersebut bersifat negatif berarti bahwa setiap terjadi penurunan sebesar satu satuan skala likert, sedangkan faktor lainnya dianggap tetap, maka akan menyebabkan penurunan besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah sebesar nilai koefisien regresi tersebut yaitu sebesar 0,073. Sedangkan nilai koefisien Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia regresi dari variabel jumlah produksi sampah terhadap besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah adalah sebesar 0,135, nilainya negatif yang berarti bahwa setiap terjadi penurunan jumlah produksi sampah sebesar satu kantong plastik, sedangkan faktor lainnya dianggap tetap, maka akan menyebabkan penurunan terhadap besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah sebesar nilai koefisien regresi tersebut yaitu sebesar 0,135. Nilai koefisien regresi dari variabel persepsi terhadap kualitas lingkungan terhadap besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah sebesar 0,080, nilai tersebut bersifat negatif yang berarti bahwa setiap terjadi penurunan persepsi terhadap lingkungan sebesar satu satuan skala likert, sedangkan faktor lainnya dianggap tetap, maka akan menyebabkan penurunan besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah sebesar nilai koefisien regresi tersebut yaitu sebesar 0,080. Berdasarkan nilai koefisien regresi keenam variabel tersebut berarti terdapat dua variabel yaitu pendapatan rumah tangga dan tingkat pendidikan yang memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah. Sedangkan empat variabel lainnya yaitu jumlah anggota rumah tangga, keanggotaan dalam organisasi lingkungan, jumlah produksi sampah, dan persepsi terhadap kualitas lingkungan tidak memiliki pengaruh yang begitu berarti terhadap besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa nilai koefisien determinasi (RA) adalah sebesar 0,496 atau 49,6 persen yang berarti bahwa variasi naik turun besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah dapat dijelaskan oleh pendapatan rumah tangga (X. , tingkat pendidikan (X. , jumlah anggota rumah tangga (X. , dan keanggotaan dalam organisasi lingkungan (X. , jumlah produksi sampah (X. , persepsi terhadap kualitas lingkungan (X. sebesar 49,6 persen sedangkan sisanya sebanyak 50,4 persen dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Berdasarkan hasil uji secara parsial dengan statistik uji t pada taraf kepercayaan lima persen dengan program spss ve 17 , menunjukkan bahwa secara parsial terdapat dua variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah, yaitu variabel pendapatan rumah tangga (X. , dan variabel tingkat pendidikan (X. Hal ini di tunjukkan oleh nilai statistik t hitung dari variabel besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah sebesar 4,6 persen lebih tinggi dari nilai t-tabel sebesar 1,674 persen. Variabel pendapatan rumah tangga (X. mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,054 . artinya secara parsial 94,6 persen pendapatan rumah tangga berpengaruh terhadap besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah. Hal ini ditunjukkan dengan t hitung > t tabel . ,971 >1,. yang berarti bahwa Ho ditolak dan menerima Ha, yaitu pendapatan rumah tangga berpengaruh secara signifikan terhadap besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah dengan tingkat signifikansi 0,054 ( alfa = 5 %). Variabel tingkat pendidikan (X. mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,002 . artinya secara parsial 99,8 persen tingkat pendidikan berpengaruh terhadap besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah. Hal ini ditunjukkan dengan t hitung > t tabel . ,282 >1,. yang berarti bahwa Ho ditolak dan menerima Ha, yaitu tingkat pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap besarnya JEBI Vol. No. 2, pp. kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah dengan tingkat signifikansi 0,054 ( alfa = 5 %). Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel anova . , menunjukkan bahwa secara simultan variabelvariabel bebas . endapatan rumah tangga, tingkat pendidikan, jumlah anggota rumah tangga, keanggotaan dalam organisasi lingkungan, jumlah produksi sampah, dan persepsi terhadap kualitas lingkunga. dalam model regresi ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah, diperoleh nilai F hitung sebesar 8,546 sedang F tabelnya sebesar 2,389 sehingga F hitung > F tabel yang signifikan pada alfa lima persen, maka Ho ditolak dan menerima Ha dengan tingkat signifikansi sebesar 0,00 sehingga nilai probabilitanya jauh lebih kecil dari 0,05 . ,00 < 0,. maka model regresi layak dipakai untuk memprediksikan besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah. Tingkat signifikansi 0,00 berarti bahwa secara simultan 99,9 persen variabel bebas mempengaruhi variabel terikat sedangkan 0,1 persen sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar model. Maka secara simultan seluruh variabel bebas (X) berpengaruh terhadap variabel terikat . , karena F hitung > F tabel maka Ho ditolak dan menerima Ha yang menyatakan semua variabel independen secara simultan mampu menjelaskan variabel dependennya. Berdasakan hasil print out komputer dengan program spss ve 17 . diperoleh hasil koefisien determinasi model ini sebesar adjusted R square 0,438 artinya 43,8 persen besarnya kesediaan membayar (Y) mampu dijelaskan oleh variabel independen (X), sedangkan sisanya 56,2 persen dijelaskan oleh faktor lain diluar model. Koefisien korelasi berganda . ultiple R) yang digunakan untuk mengukur tingkat hubungan antara Y dengan semua variabel yang menjelaskan secara bersama-sama adalah 49,6 persen yang menunjukkan hubungan antara keseluruhan variabel bebas bersama-sama dengan variabel Y adalah kuat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan dan interpretasi data pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan beberapa hal yaitu : Dari hasil statistik uji t menunjukkan bahwa nilai variabel pendapatan rumah tangga (X. dan tingkat pendidikan (X. lebih besar dari nilai t-tabel yaitu . ,971>1,. ,282>1,. , ini berarti bahwa kedua variabel tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap besarnya kesediaan membayar warga komplek perumahan BTN Pagesangan Indah untuk biaya pengelolaan sampah. Sedangkan nilai thitung dari variabel jumlah anggota rumah tangga, keanggotaan dalam organisasi lingkungan, jumlah produksi sampah, dan persepsi terhadap kualitas lingkungan memiliki nilai t hitung lebih kecil dari t Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa nilai koefisien determinasi (RA) adalah sebesar 0,438 atau 43,8 persen yang berarti bahwa besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah dipengaruhi oleh variabel pendapatan rumah tangga, tingkat pendidikan, jumlah anggota rumah tangga, keanggotaan dalam organisasi lingkungan, jumlah produksi sampah, dan persepsi terhadap kualitas lingkungan adalah sebesar Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia 43,8 persen sedangkan sisanya sebanyak 56,2 persen dipengaruhi oleh faktor lainnya. Hasil uji F statistik menunjukkan bahwa nilai F-hitung cukup besar yaitu sebesar 8,546 lebih besar dari 2,389 yang berarti bahwa secara simultan variabel pendapatan rumah tangga, tingkat pendidikan, jumlah anggota rumah tangga, keanggotaan dalam organisasi lingkungan, jumlah produksi sampah, dan persepsi terhadap kualitas lingkungan berpengaruh secara nyata terhadap besarnya kesediaan membayar warga komplek perumahan BTN Pagesangan Indah untuk biaya pengelolaan sampah. DAFTAR PUSTAKA