Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 Efektifitas Edukasi E-Komik terhadap Tingkat Pengetahuan tentang Pertolongan Pertama Korban Laka Lantas Zhafiirah1. Dendy Kharisna2. Wardah3. Ulfa Hasanah4 1*, 2, 3, 4 Jurusan Keperawatan,Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Corresponding author*: zhafiirahfira2@gmail. ABSTRAK Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih sangat tinggi dimana setiap tahun nya hampir 1,3 juta orang meninggal akibat kecelakaan tersebut, serta jutaan orang lainnya mengalami cedera. Dari korban kecelakaan tersebut, sekitar 30% merupakan anak-anak dan remaja, yang merupakan generasi penerus bangsa. Lebih dari 30% korban kecelakaan lalu lintas berusia di bawah 25 tahun. Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kematian paling berbahaya bagi penduduk usia 15-29 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi berbasis EKomik terhadap tingkat pengetahuan siswa di SMAN 1 Kota Pekanbaru. Jenis penelitan ini adalah kuantitatif menggunakan desain (Quasy Experimen. dengan pendekatan Pre-test Post-test Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Kota Pekanbaru dengan jumlah responden sebanyak 40 orang yang dilakukan 1 hari. Hasil penelitian ini didapatkan selisih nilai rata-rata pengetahuan pada kelompok intervensi sebesar 21,65 dan selisih pada kelompok kontrol sebesar 12,45. meskipun sama-sama mengalami peningkatan, nilai rata-rata pengetahuan pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, yang berarti edukasi berbasis e-komik lebih efektif meningkatkan pengetahuan dibandingkan edukasi yang hanya diberikan powerpoint. hasil uji statistik t-dependent menunjukkan nilai p value kelompok kintervensi dan kelompok kontrol sebesar 0,000 yang berarti p value < 0,05 maka hipotesis H0 ditolak yang berarti ada e-komik efektif meningkatkan pengetahuan tentang pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas di SMAN 1 Kota pekanbaru. Hasil uji tindependent sample t-test menunjukkan nilai p value 0,003 yang berarti Sig. -taile. <0,05 maka hipotesis H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa edukasi berbasis e-komik efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama korban kcelakaan lalu lintas. Kata Kunci: Kecelakaan lalu lintas. Pengetahuan, e-Komik The Effectiveness Of E-Comics Education On The Level Of Knowledge About First Aid For Traffic Accident Victims ABSTRACT The number of traffic accidents in Indonesia is still very high, where every year almost 3 million people die due to these accidents, and millions of others are injured. Of these accident victims, approximately 30% are children and adolescents, who are the Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 nation's future generation. More than 30% of traffic accident victims are under 25 years old. Traffic accidents are the most dangerous cause of death for people aged 1529 years. This study aims to determine the effect of E-Comic-based education on the level of knowledge of students at SMAN 1 Pekanbaru City. This type of research is quantitative using a design (Quasy Experimen. with a Pre-test Post-test Nonequivalent Control Group Design approach. This study was conducted at SMAN 1 Pekanbaru City with a total of 40 respondents who were conducted for 1 day. The results of this study obtained a difference in the average knowledge score in the intervention group of 21. 65 and a difference in the control group of 12. Although both experienced an increase, the average knowledge score in the intervention group was higher than the control group, which means that e-comic-based education is more effective in increasing knowledge than education that only provides PowerPoint. The results of the t-dependent statistical test showed a p-value of 0. 000 for the intervention group and the control group, which means a p-value <0. 05, so the hypothesis H0 is rejected, which means that e-comics are effective in increasing knowledge about first aid for traffic accident victims at SMAN 1 Pekanbaru City. The results of the tindependent sample t-test showed a p value of 0. 003 which means Sig. -taile. <0. so the hypothesis H0 was rejected, which means there was a significant difference between the intervention group and the control group. Based on the results of the study, it can be concluded that e-comic-based education is effective in increasing students' knowledge about first aid for traffic accident victims. Keywords: Traffic accidents. Knowledge, e-Comics PENDAHULUAN Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih sangat tinggi dimana setiap tahun nya hampir 1,3 juta orang meninggal akibat kecelakaan tersebut, serta jutaan orang lainnya mengalami cedera. Dari korban kecelakaan tersebut, sekitar 30% merupakan anak-anak dan remaja, yang merupakan generasi penerus bangsa. Lebih dari 30% korban kecelakaan lalu lintas berusia di bawah 25 tahun. Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kematian paling berbahaya bagi penduduk usia 15-29 Setiap harinya diseluruh dunia terdapat lebih dari 1000 orang generasi muda yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas (Sukmandari and Subekti, 2. Menurut laporan kementrian perhubungan (Kemenhu. , pada tahun 2022 jumlah korban kecelakaan lalu lintas di Indonesia diperkirakan mencapai 204. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 33% dibandingkan tahun 2021 yang mencatat 153. 732 korban. sebelumnya, jumlah korban tertinggi terjadi pada tahun 2019 dengan total 175. 488 orang. Dari data tersebut, sebanyak 25. orang meninggal dunia, 12. 475 mengalami luka berat, dan 130. 571 lainnya mengalami luka ringan (Muliani and Sukri, 2. Berdasarkan data dari Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas ringan menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2021 tercatat 12 kasus, kemudian naik menjadi 21 kasus pada tahun 2022, dan meningkat lagi menjadi 43 kasus pada tahun 2023. Masih terdapat kasus di Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 mana pelaku belum menyelesaikan ganti rugi materiil kepada korban, yaitu sebanyak 4 kasus pada tahun 2021, 7 kasus pada tahun 2022, dan 10 kasus pada Hal ini menunjukkan kecelakaan lalu lintas tidak hanya merugikan secara fisik tetapi juga secara materiil. (Syafei et al. , 2. Berdasarkan studi lapangan yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan metode wawancara bersama kepala Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SMAN 1 Jl. Sultan Syarif Qasim Kec. Lima Puluh. Kota Pekanbaru pada hari Kamis, 16 Oktober 2024 mengatakan bahwa belum pernah ada yang pernah memberikan edukasi atau seminar tentang pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas di SMAN 1 Kota Pekanbaru. Peneliti melakukan wawancara oleh 10 siswa di SMAN 1 Kota Pekanbaru, 7 . %) siswa tidak mengetahui bagaimana cara memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas dan 3 . %) siswa mengetahui tentang pemberian pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas, tetapi belum mengetahui secara mendalam karena pernah mengikuti event diluar sekolah yang dilakukan oleh PMI tingkat nasional. Berdasarkan survei lapangan. SMAN 1 Kota Pekanbaru berhadapan langsung dengan jalan raya yang sering mengalami kemacetan, walaupun area tersebut termasuk kategori tinggi peraturan lalu lintas namun tak jarang masyarakat tetap melanggar aturan lalu lintas tersebut. Upaya yang dapat dilakukan dalam menangani kurangnya pengetahuan siswa terhadap pertolongan utama pada korban laka lantas ialah dengan melakukan edukasi kesehatan dalam metode yang lebih menarik yaitu dengan menggunakan media visual E-komik. Tidak hanya sebagai hiburan tetapi E-komik dapat difungsikan sebagai media edukasi yang di desain dengan menarik dan bahasa yang mudah dipahami agar mudah di mengerti isinya oleh pembaca terutama siswa SMA. Penggunaan E-Komik sebagai media edukasi memiliki manfaat untuk peningkatan motivasi dan pengetahuan bagi siswa sekola serta meningkatkan minat baca siswa remaja. Seiring dengan kemajuan zaman, media berbasis komputer maupun internet menjadi yang paling pesat perkembangannya karena disesuaikan dengan kebiasaan remaja yang gemar menggunakan gatget. Hasil penelitian (Sri and Vicky, 2. yang berjudul AuPengembangan Komik digital Sebagai Media edukasi Anti Perundungan di Sekolah DasarAy bahwa penggunaan media komik efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa. Fardiyah et al. , . menjelaskan dalam penelitiannya bahwa penggunaan media E-Komik terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar dan pemahaman siswa dalam pembelajaran qiraAoah kelas Vi MTsN Pematangsiantar. Hasil penelitiannya di dapatkan dengan nilai rata-rata kelompok eksperimen untuk semua aspek 87% dibanding dengan kelompok kontrol yang memperoleh nilai ratarata 86%. Nabila Ariyani Putri et al. , . dalam penelitiannya menyebutkan bahwa pemberian edukasi menggunakan E-Komik dapat meningkatkan pengetahuan p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. remaja khusus nya pada siswa SMP. Hasil penelitiannya di dapatkan p value sebesar 0,000 . O . ), dengan demikian pemberian edukasi berbasis E-Komik memberikan pengaruh terhadap pengetahuan siswa terkait dengan BHD. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian kuasi eksperimen (Quasy Experimen. dengan pendekatan Pre-test Post-test Nonequivalent Control Group Design, yaitu desain yang memberikan Pre-test dan Post-tes pada responden sebelum di berikan edukasi dengan sesudah diberikan berdasarkan perhitungan rumus lemeshow, didapatkan jumlah sampel sebanyak 20 siswa/i. pada penelitian ini masing-masing kelompok akan menggunakan sampel sebanyak 20 siswa/i, kelompok perlakuan 20 siswa/i dan kelompok kontrol 20 siswa/i. sehingga total keseluruhan sampel yang diperlukan sebanyak 40 siswa/i. Penelitian ini menggunakan teknik Simple random sampling dalam memilih anggota kelompok sampel. Teknik simple random sampling dikatakan sederhana karena pengambilan sampel dari anggota populasi tersebut. Metode ini dipakai jika anggota populasi dianggap memiliki sifat yang sama (Misna. Didik and Hairul, 2. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan cara acak sederhana mengundi anggota populasi menggunakan spin aplikasi yang ada di handphone. Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan skala Guttman. Pengukuran menggunakan skala Guttman bertujuan untuk mendapatkan jawaban tegas atas pertanyaan atau pernyataan yang diajukan. Jawaban yang bersifat positif seperti tidak setuju, benar, ya, atau pernah diberikan skor 1, sedangkan jawaban yang bersifat negative seperti tidak setuju, salah, tidak, tidak pernah, dan sejenisnya diberikan skor 0 (Burhan and Rachma, 2. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner tingkat pengetahuan tentang pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas, penulis mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi edukasi pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas. HASIL Tabel 1 Gambaran Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Usia. Mobilisasi Ke Sekolah. Penggunaan Helm. Kepemilikan SIM. Jarak Rumah Ke Sekolah. Pernah atau Tidak Mendapatkan Edukasi di SMAN 1 Kota Pekanbaru Karakteristik Responden Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia 15 tahun 16 tahun Frekuensi . Persentase (%) 42,57 p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. 17 tahun Kepemilikan Hp Memiliki Mobilisasi ke Sekolah Membawa kendaraan sendiri Di bonceng Penggunaan Helm Selalu Kadang-kadang Jarak Rumah Ke Sekolah 1-5 Km 6-10 Km Kepemilikan SIM Mempunyai SIM Tidak Mempunyai SIM Pernah atau tidak Mendapat Edukasi Pernah Tidak Pernah Total Hasil yang didapat dari distribusi responden menurut jenis kelamin pada penelitian ini, responden berjenis kelamin perempuan 23 . ,5%) lebih banyak dari pada responden yang berjenis kelamin laki-laki 17 . ,5%). Salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan yaitu jenis kelamin. Pada dasarnya laki-laki dan perempuan berbeda berdasarkan karakteristik fisiologis dan biologis. Adanya perbedaan ini membuat psikologis laki-laki dan perempuan berbeda sehingga mempengaruhi cara laki-laki dan perempuan berperilaku (Ilmi and Faisal, 2. Penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Fitriani et al. , . yang mengatakan bahwa dalam proses pembelajaran, peneliti mengamati adanya perbedaan kecenderungan belajar antara siswa laki-laki dan Perempuan di SMAN 1 Empang. Baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol, perbedaan tersebut tampak jelas pada siswa laki-laki dan perempuan. Berdasarkan hasil analisis data pemahaman konsep, diketahui bahwa tingkat pemahaman siswa perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan siswa laki-laki. Peneliti memiliki asumsi bahwa jenis kelamin berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan remaja. Remaja perempuan cenderung memiliki tingkat pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki, khususnya dalam proses Hal ini disebabkan oleh motivasi belajar dan konsistensi belajar yang umumnya lebih tinggi pada remaja perempuan. Oleh karena itu, siswa perempuan memiliki kecenderungan yang lebih baik dibanding siswa laki-laki. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian di dapatkan distribusi menurut kepemilikan sim 2 orang . %) siswa memiliki sim sedangkan 38 orang . %) siswa tidak memiliki SIM. Fakta di berbagai wilayah menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap kewajiban memiliki SIM masih marak terjadi. Salah satunya, data Direktorat lalu Lintas Polda Metro jaya mencatat bahwa tidak membawa atau tidak memiliki SIM merupakan salah satu pelanggaran paling tinggi setiap tahunnya. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. Realitas ini menjadi indikasi bahwa upaya sosialisasi dan penegakan hukum yang selama ini dijalankan belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat pengguna jalan (Krisnani, 2. Peneliti berasumsi bahwa Peneliti berasumsi bahwa sebagian siswa tidak memiliki SIM karena usia mereka belum memenuhi syarat hukum untuk membuat SIM, namun tetap berkendara karena kebutuhan mobilitas sehari-hari dan sebagian siswa/i tidak memiliki SIM karena usia mereka belum memenuhi syarat hukum untuk membuat SIM, namun tetap berkendara karena kebutuhan mobilitas seharihari Distribusi responden menurut pernah atau tidak mendapat edukasi, 38 orang . %) tidak pernah mendapatkan edukasi pertolongan pertama, 2 orang . %) pernah mendapatkan edukasi pertolongan pertama. Hasil penelitian menjelaskan (Hayati. Sholehah and Munir, 2. bahwa status pengalaman edukasi pertolongan pertama memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas respon seseorang ketika menghadapi korban kecelakaan lalu lintas. Menurut asumsi peneliti pernah atau tidak pernahnya responden mendapat edukasi mempengaruhi pengetahuan responden. materi pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas belum menjadi prioritas utama dalam pendidikan kesehatan remaja, sehingga banyak siswa/i tidak pernah terpapar informasi atau pelatihan yang memadai mengenai tindakan awal saat terjadi kecelakaan. sebanyak 62,5% responden memiliki jarak dari rumah ke sekolah sekitar 1-3 km, dan 37,5% berjarak 6-10 km. Aspek lingkungan yang kurang mendapatkan perhatian adalah jarak antara tempat tinggal siswa dan sekolah. Jarak yang relatif jauh dapat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti menurunnya tingkat kehadiran siswa hingga menurunnya partisipasi belajar, dan meningkatkan resiko kecelakaan. Sebaliknya, siswa yang berdomisili lebih dekat dengan sekolah cenderung lebih menunjukkan keaktifan yang lebih baik serta memiliki risiko kecelakaan lalu lintas yang lebih rendah Pratisti & Saputro, . Peneliti berasumsi bahwa jarak tempuh yang lebih panjang menyebabkan siswa melewati lebih banyak ruas jalan, persimpangan, dan titik rawan kecelakaan, sehingga meningkatkan peluang terjadinya insiden lalu lintas dan dapat menciptakan paparan risiko. Tabel 2 Distribusi Nilai Rata-rata Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Kelompok Intervensi Pre-Test Post-Test Mean 48,30 69,95 9,565 Min Max Berdasarkan tabel 2 menunjukkan nilai rata-rata pre-test pada kelompok intervensi sebesar 48,3 dengan nilai terendah 33 dan nilai tertinggi 67. nilai rata-rata post-test pada kelompok intervensi 69,95 dengan nilai terendah 44 dan tertinggi 89. Selisih dari nilai pre-test dan post-test kelompok intervensi didapatkan sebesar 21,65. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. Tabel 3 Distribusi Nilai Rata-rata Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Kelompok Intervensi Pre-Test Post-Test Mean 46,00 58,45 8,411 8,420 Min Max hasil dari table 4. 3 menunjukkan nilai rata-rata post-test pada kelompok kontrol sebesar 46,00 dengan nilai terendah 28 dan nilai tertinggi 61. Sedangkan nilai ratarata post-test pada kelompok kontrol 58,45 dengan nilai terendah 44 dan tertinggi selisih dari nilai pre-test dan post-test kelompok kontrol didapatkan sebesar 12,45 Terdapat peningkatan peningkatan pada setiap kelompok, dimana hasil selisih nilai rata-rata pengetahuan pada kelompok intervensi sebesar 21,65 dan pada kelompok kontrol sebesar 12,45. Meskipun sama-sama mengalami peningkatan, nilai rata-rata pengetahuan pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, yang berarti edukasi berbasis e-komik lebih efektif meningkatkan pengetahuan dibandingkan edukasi yang hanya diberikan melalui powerpoint. Penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh (Hili et al. , 2. yakni nilai didapatkan hasil skor Z sebesar -4130 dan skor Asymp. sig 2 tailed yaitu 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh edukasi terhadap pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas. Zakia et al. , . Menjelaskan dalam penelitiannya peningkatan pengetahuan pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok Meskipun demikian, kelompok kontrol tetap menunjukkan peningkatan Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol, namun kelompok kontrol tetap mengalami peningkatan nilai pengetahuan dari pre-test ke post-test. Peneliti berasumsi dari hasil penelitian, edukasi berbasis E-Komik berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas. Hal ini dikarenakan adanya pemberian edukasi yang lebih menarik sehingga terjadi peningkatan pengetahuan pada kelompok intervensi dibanding kelompok kontrol yang hanya diberikan edukasi dengan media Tabel 4 Uji Dependent Sample T-Test Kelompok Intervensi Variabel Mean Pre-Tes Intervensi Post-Tes Intervensi 48,30 69,95 13,938 Mean Perbedaan Perbedaan 21,95 4,373 Value 0,000 Tabel 5 Uji Dependent Sample T-Test Kelompok Kontrol Variabel Mean Mean Perbedaan Perbedaan Value p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. Pre-Test Kontrol 46,00 8,411 12,45 0,009 0,000 Post-Test Kontrol 58,45 8,420 Hasil uji dependent sample t-test menunjukkan nilai post-test pada kelompok intervensi sebesar 69,95 dan nilai post-test kelompok kontrol sebesar 58,45. berarti terdapat perbedaan pengetahuan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dimana nilai pada kelompok intervensi lebih tinggi dibanding kelompok di dapatkan hasil p value 0,000 yakni Sig. -taile. <0,05 maka hipotesis H0 ditolak yang berarti edukasi berbasis e-komik efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas. Tabel 6 Uji Independent Sample T-Test Variabel Pre-Test Intervensi Post-Test Kontrol Mean 69,95 9,565 58,45 8,420 Mean Perbedaan Perbedaan 11,50 5,518 Value 0,003 Berdasarkan tabel 4. 7 hasil p value 0,003 yang berarti Sig. -taile. <0,05 maka hipotesis H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Tabel ini juga menunjukkan nilai posttest intervensi lebih tinggi dibanding post-test kontrol yang berarti edukasi berbasis e-komik lebih efektif dibandingkan powerpoint. Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Setianingsih. Arifin and Waladani, 2. dengan judul AyPengaruh Edukasi Pertolongan Pertama Terhadap Tingkat Pengetahuan Anggota PMR di SMA Negeri 1 PejagoanAy menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi pertolongan pertama. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon, diperoleh nilai p value sebesar 0,000 . < 0,. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa edukasi pertolongan pertama berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan anggota PMR di SMA Negeri 1 Pejagoan. Menurut asumsi E-Komik membantu siswa/i dalam memahami materi melalui vusialisasi gambar, alur cerita dan dialog. Dengan adanya E-Komik dapat membantu meningkatkan pengetahuan siswa/i, mempermudah proses belajar dan meningkatkan minat baca. PEMBAHASAN Hasil yang didapat dari distribusi responden menurut jenis kelamin pada penelitian ini, responden berjenis kelamin perempuan 23 . ,5%) lebih banyak dari pada responden yang berjenis kelamin laki-laki 17 . ,5%). Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian didapatkan distribusi menurut usia. Sebagian besarnresponden yang berusia 15 tahun berjumlah 29 orang . ,5%). Hasil yang diperoleh dari distribusi responden berdasarkan mobilisasi ke sekolah, 28 orang . %) siswa membawa kendaraan sendiri saat berpergian ke sekolah, dan 12 orang . %) siswa dibonceng. Hasil yang diperoleh dari distribusi responden Jurnal Keperawatan Vol. 24 No. Maret 2026 hal. p-ISSN 2088-2173 e-ISSN 2580-4782 Berdasarkan penggunaan helm siswa di SMAN 1 Kota Pekanbaru didapatkan 9 orang . %) siswa selalu menggunakan helm saat berkendara dan 31 siswa . %) siswa kadang-kadang menggunakan helm saat berkendara. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian di dapatkan distribusi menurut kepemilikan sim 2 orang . %) siswa memiliki sim sedangkan 38 orang . %) siswa tidak memiliki SIM. Hasil yang diperoleh dari penelitian di dapatkan distribusi responden menurut pernah atau tidak mendapat edukasi, 38 orang . %) tidak pernah mendapatkan edukasi pertolongan pertama, 2 orang . %) pernah mendapatkan edukasi pertolongan Hasil yang diperoleh dari data penelitian didapatkan sebanyak 62,5% responden memiliki jarak dari rumah ke sekolah sekitar 1-3 km, dan 37,5% berjarak 6-10 km. Hasil nilai rata-rata pengetahuan pada kelompok intervensi sebelum diberikan edukasi berbasis E-Komik didapatkan sebesar 48. 30 dan nilai pengetahuan sesudah diberikan edukasi berbasis E-Komik sebesar 69. perbedaan yang signifikan dari nilai rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi berbasis E-Komik. Hasil uji dependent sample t-test didapatkan p value 0,000 yang artinya <0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan edukasi berbasis E-Komik pada pre-test dan post-test. Hasil nilai rata-rata pengetahuan pada kelompok kontrol didapatkan nilai 00, sedangkan nilai rata-rata pengetahuan post-test sebesar 58. penelitian menunjukkan terdapat peningkatan nilai pada kelompok kontrol, namun peningkatan tersebut lebih kecil dibandingkan kelompok intervensi. Hasil uji independent sample t-test didapatkan p value pada kelompok intervensi dan kontrol 0,003 yang berarti Sig. -taile. <0,05 atau ada pengaruh edukasi berbasis E-Komik terhadap tingkat pengetahuan dan pada uji dependent sample t-test kelompok intervensi dan kelompok kontrol didapatkan p value sebesar 0,000 yakni Sig. -taile. <0,05 yang berarti H0 ditolak atau terdapat pengaruh edukasi berbasis E-Komik terhadap tingkat pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan disimpulkan bahwa edukasi berbasis e-komik efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama korban kcelakaan lalu Saran DAFTAR PUSTAKA