Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 Ae 171-183 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. e-ISSN: 2622-6421 ISSN: 2088-9607 IJCCS. Vol. No. Julyx, pp. ISSN: 1978-1520 Pengaruh Kompetensi Guru dan Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar dengan Motivasi Belajar Sebagai Variabel Intervening Cherry1. Hanny Siagian2. Apren Halomoan Hutasoit3 1,2,3 Universitas Mikroskil. Jl. Thamrin No. 112, 124, 140 Medan, . -4573767 1,2,3 Fakultas Bisnis. Program Studi Manajemen. Universitas Mikroskil. Medan e-mail: cherryfu0809@gmail. com, 2hanny@mikroskil. id, 3apren. halomoan@mikoskil. Dikirim: 01-10-2025 | Diterima: 30-10-2025 | Diterbitkan: 31-10-2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kompetensi guru dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar dengan motivasi belajar sebagai variabel intervening pada siswa SMP Wiyata Dharma Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 130 siswa yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEMPLS) melalui aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru dan fasilitas belajar secara langsung berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar. Selain itu, kompetensi guru dan fasilitas belajar juga berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Secara tidak langsung, kedua variabel tersebut turut memengaruhi hasil belajar melalui motivasi belajar sebagai variabel Hal ini menunjukkan pentingnya peran guru yang kompeten dan fasilitas belajar yang memadai dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Nilai Adjusted R-Square untuk hasil belajar sebesar 0,940 atau 94%, artinya kompetensi guru dan fasilitas belajar secara bersama-sama mampu menjelaskan 94% variasi dalam hasil belajar. Untuk motivasi belajar, nilai Adjusted R-Square sebesar 0,945 atau 94,5%. Kata kunci: Kompetensi_Guru. Fasilitas_Belajar. Motivasi_Belajar. Hasil_Belajar Abstract This study aims to examine and analyze the influence of teacherAos competency and learning facilities on learning outcomes, with learning motivation as an intervening variable among students at SMP Wiyata Dharma Medan. This research uses a descriptive quantitative approach. The sample consisted of 130 students selected using the proportionate stratified random sampling technique. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (SEM-PLS) through the SmartPLS 4. 0 application. The results indicate that teacherAos competency and learning facilities have a significant direct effect on learning motivation. In addition, both variables also have a significant influence on studentsAo learning outcomes. Indirectly, these variables affect learning outcomes through learning motivation as an intervening variable. These findings highlight the importance of competent teachers and adequate learning facilities in enhancing both motivation and student achievement. The Adjusted R-Square value for learning outcomes is 0. 940 or 94%, indicating that teacherAos competency and learning facilities together explain 94% of the variation in learning outcomes. For learning motivation, the Adjusted R-Square value is 0. 945 or 94. Keywords: TeacherAos_Competency. Learning_Facilities. Learning_Motivation. Learning_Outcomes Cherry. Hanny Siagian. Apren Halomoan Hutasoit Received, 2012. Accepted July 10 , 2012 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan kegiatan mengoptimalkan potensi, kecakapan dan karakteristik pribadi siswa (Meliyana et al. , 2. Dalam beberapa dekade terakhir, perkembangan bisnis di sektor pendidikan telah meningkat seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dalam Akibatnya, jumlah sekolah baik negeri maupun swasta terus bertambah, menciptakan persaingan yang semakin ketat dan beragam pilihan bagi masyarakat. SMP Wiyata Dharma Medan merupakan salah satu sekolah yang sangat mengedepankan pengembangan pengetahuan dan keterampilan siswa dengan memperhatikan peningkatan kompetensi guru dan penyediaan fasilitas sekolah yang memadai dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah. Pada tahun ajaran 2024/2025. SMP Wiyata Dharma memiliki 185 orang siswa dari kelas 7, 8, dan 9. Hasil belajar adalah suatu pernyataan yang spesifik berupa perilaku dan penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Hasil belajar dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk mengetahui seberapa jauh perubahan pada diri siswa setelah menerima pengalaman belajarnya yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan (Mahdalina, 2. Hasil belajar di SMP Wiyata Dharma sebagian besar diukur dari perolehan nilai siswa yang memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. yaitu batas nilai minimum yang harus didapatkan oleh siswa Siswa/i SMP Wiyata Dharma harus memperoleh nilai yang memenuhi batas kelulusan yaitu nilai batas KKM ataupun diatas batas KKM dan tidak boleh memperoleh nilai merah lebih dari 2 mata pelajaran per periode ujian. Tabel 1. Data Nilai Siswa SMPS Wiyata Dharma TA. 2023/2024 Nilai Jumlah Cukup Kurang Kelas Memuaskan KKM Siswa Memuaskan Memuaskan VII Vi Total Kategori nilai siswa: Memuaskan . Cukup Memuaskan . Kurang Memuaskan (Sumber: Data Nilai Ujian Akhir SMP Wiyata Dharma T. 2023/2. Berdasarkan tabel 1, dapat dilihat bahwa hasil belajar di SMPS Wiyata Dharma Tahun Ajaran 2023/2024 belum sepenuhnya mencapai kategori yang memuaskan. Dari total 175 siswa yang tersebar di tiga tingkat kelas, yaitu kelas VII. Vi, dan IX, hanya 23% atau sebanyak 41 siswa yang berhasil memperoleh hasil belajar dalam kategori memuaskan. Sementara itu, kategori cukup memuaskan mendominasi dengan jumlah 131 siswa atau 75% dari total keseluruhan siswa. Adapun kategori kurang memuaskan masih ditemukan pada kelas VII, yaitu sebanyak 3 siswa atau sebesar 2%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar siswa hanya mampu mencapai hasil belajar pada kategori cukup memuaskan, dan masih terdapat sebagian kecil siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan Rendahnya capaian tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kurangnya fasilitas belajar yang memadai, kompetensi guru yang belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pembelajaran siswa, serta rendahnya motivasi belajar yang dimiliki oleh sebagian siswa. Oleh karena itu, untuk mewujudkan hasil belajar yang maksimal, sekolah perlu memperhatikan berbagai aspek yang mendukung proses pembelajaran. Sekolah dapat memberikan fasilitas belajar yang memadai dan juga didukung oleh kompetensi guru yang memiliki keahlian di bidangnya. Selain itu, motivasi belajar harus menjadi variabel yang mendukung agar dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. Cherry. Hanny Siagian. Apren Halomoan Hutasoit No _pageAeend_page 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. Motivasi belajar adalah suatu keadaan yang mendorong untuk melakukan suatu kegiatan dan mengarahkan tingkah laku serta menjaga tingkah laku pada kegiatan belajar agar mencapai tujuan yang diinginkan (Nadeak, 2. Motivasi belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh faktor minat dalam diri, akan tetapi motivasi belajar juga dapat dipengaruhi oleh kompetensi guru dan fasilitas belajar disekolah. Ada beberapa siswa/i SMP Wiyata Dharma yang memiliki motivasi belajar yang cukup rendah. Dalam menumbuhkan motivasi belajar mereka, siswa-siswi SMP Wiyata Dharma mempunyai cara-cara tersendiri dalam mengasah motivasi belajar mereka seperti sering membaca buku, bertanya kepada guru dan senior, mengerjakan project, aktif dalam organisasi siswa, ikut berpartisipasi dalam kegiatan diskusi, maupun seminar rutin. Hasil penelitian terdahulu menyatakan bahwa terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa (Nuraeni, 2. sedangkan berbanding terbalik dengan penelitian yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa (Agustina & Bukhori, 2. Kompetensi guru merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan dan mempunyai kompetensi yang sesuai dalam mengajar (Manang 2020: . Setiap guru harus mempunyai 4 elemen kompetensi guru yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Keempat elemen tersebut harus dimiliki oleh para pendidik agar menciptakan hasil belajar yang maksimal bagi siswa. Guru harus memiliki kompetensi mengajar agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan menyenangkan (Hawa, 2. Kualitas kompetensi guru di SMP Wiyata Dharma dapat dilihat dari pengalaman mengajar guru yang sudah mencapai 30an tahun dengan latar belakang Pendidikan Strata 1 (S-. Sarjana Pendidikan. Guruguru di SMP Wiyata Dharma ini jarang terjadi peputaran jumlah tenaga pendidik yang menunjukan bahwa banyak guru-guru berpengalaman dalam mengajar di SMP Wiyata Dharma ini. SMP Wiyata Dharma mengharuskan setiap guru untuk merancang program kerja sebagai pendukung melalui program kerja setiap memasuki tahun ajaran baru pada kegiatan pemaparan program kerja dan evaluasi mengajar. Setiap 6 bulan. SMP Wiyata Dharma melakukan evaluasi guru guna melihat bagaimana perkembangan guru-guru selama 1 semester. Hasil penelitian terdahulu menyatakan bahwa kompetensi guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa Rahmad, 2. , sedangkan penelitian lainnya menunjukkan tidak adanya pengaruh kompetensi guru terhadap prestasi belajar (Sojanah et al. , 2. Hasil penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh kompetensi guru terhadap hasil belajar melalui motivasi belajar (Arsalna dkk, 2. sedangkan berbanding terbalik dengan penelitian lainnya yang menyatakan bahwa kompetensi guru tidak berpengaruh melalui motivasi belajar terhadap hasil belajar (Syafira et al. , 2. Fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat melancarkan dan mengefektifkan proses pelaksanaan kegiatan (Murniatin & Hadziq, 2. Fasilitas belajar perlu sekali memperhatikan sarana dan prasarana untuk melancarkan kegiatan pendidikan disekolah. Fasilitas belajar yang disediakan oleh SMP Wiyata Dharma sudah tergolong memadai dan masih mengalami peningkatan sampai sekarang. Pada bulan juni 2024. SMP Wiyata Dharma melakukan renovasi, mulai dari keramik, pengecatan ruang belajar yang baru. AC, proyektor, sampai ke renovasi toilet yang semakin mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah. SMP Wiyata Dharma juga melakukan pengecekan kondisi fasilitas sekolah yang dibutuhkan, seperti service AC dan lain Dengan adanya fasilitas belajar yang memadai, siswa lebih bisa memvisualisasikan materi yang disampaikan dengan nyaman dan proses pembelajaran menjadi tidak monoton dan lebih efektif. Hasil penelitian terdahulu menyatakan bahwa fasilitas belajar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa (Meliyana et al. , 2. , sedangkan hasil penelitian lainnya menyatakan bahwa fasilitas belajar tidak memberikan pengaruh secara parsial terhadap prestasi belajar siswa (Erawati, 2. Hasil penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh fasilitas belajar melalui motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa (Hayati & Pahlevi, 2. , sedangkan berbanding terbalik dengan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan fasilitas belajar melalui motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa (Sumbayak, 2. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui Apakah terdapat pengaruh kompetensi guru terhadap hasil belajar, apakah terdapat pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar, apakah terdapat pengaruh Cherry. Hanny Siagian. Apren Halomoan Hutasoit Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. kompetensi guru terhadap motivasi belajar, apakah terdapat pengaruh fasilitas belajar terhadap motivasi belajar, apakah terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar, apakah terdapat pengaruh kompetensi guru terhadap hasil belajar melalui motivasi belajar, apakah terdapat pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar melalui motivasi belajar. Manfaat secara teoritis bagi peneliti, penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan berupa sebagai kajian teoritis untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Manfaat secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam memperbaiki dan menemukan masalah yang bersumber dari kompetensi guru, fasilitas belajar, dan motivasi belajar pada sekolah. TINJAUAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS Tinjauan Pustaka Hasil Belajar Hasil belajar adalah indikator keberhasilan seseorang dalam menguasai materi yang telah diajarkan, yang diwujudkan dalam bentuk perubahan kemampuan, perilaku, dan pemahaman setelah menjalani proses pembelajaran serta interaksi dengan lingkungannya. Hasil belajar adalah perwujudan kemampuan akibat perubahan perilaku yang dilakukan oleh usaha Pendidikan (Rahim et al. , 2. Indikator dari hasil belajar teridiri dari tiga, yakni kognitif, psikomotor, dan afektif (Wahyuni, 2. Motivasi Belajar Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal yang mendorong seseorang untuk belajar dengan baik dan mencapai tujuannya. Motivasi belajar merupakan suatu dorongan yang dimiliki oleh seseorang untuk meningkatkan dan mempertahankan kondisi belajarnya yang diwujudkan dalam aktivitas bersekolah (Hidayah et al. , 2. Indikator motivasi belajar terdiri dari percaya diri, fleksibel, rela meninggalkan tugas lain, tekun belajar, serta mampu bertahan dengan pendapatnya, gigih dan ulet (Hendriana et al. , 2. Kompetensi Guru Kompetensi guru adalah orang yang profesinya atau pekerjaannya mengajar dan memiliki kemampuan dan kewenangan dalam melaksanakan profesi keguruannya (Jihan et al. , 2. Kompetensi ini mencerminkan kualitas yang diperlukan untuk mendukung pembelajaran dan pendidikan yang bermutu sesuai dengan peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan pendamping perkembangan peserta didik. Indikator kompetensi guru yakni kompetensi pedagogis, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial (Ainun, 2. Fasilitas Belajar Fasilitas belajar merupakan sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran peserta didik di lingkungan sekolah (Bunyamin, 2. Sarana adalah alat yang secara langsung dapat mendukung tercapainya tujuan pendidikan, misalnya ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya sedangkan prasarana adalag alat yang tidak secara langsung dapat mendukung tercapainya tujuan seperti lokasi/tempat, lapangan olahraga, uang dan sebagainya (Hermawan, 2. Indikator fasilitas belajar terdiri dari ruang belajar yang nyaman, ketersediaan perabot belajar, perlengkapan belajar yang efektif. Laboratorium, dan perpustakaan (Sani, 2. Kerangka Konseptual Berdasarkan paparan diatas, maka peneliti membuat kerangka konseptual yang menunjukkan pengaruh antara variabel independen . ompetensi guru dan fasilitas belaja. terhadap variabel dependen . asil belaja. melalui variabel intervening . otivasi belaja. yang dapat dirumuskan dengan kerangka konseptual berikut: Cherry. Hanny Siagian. Apren Halomoan Hutasoit No _pageAeend_page 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. Gambar 1. Kerangka Konseptual Pengembangan Hipotesis Pengaruh Kompetensi Guru Terhadap Hasil Belajar Kompetensi guru memiliki peran krusial dalam menentukan kualitas hasil belajar siswa. Keterampilan guru dalam menyampaikan materi, mengelola kelas, serta memanfaatkan berbagai metode pembelajaran dapat memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam belajar dan mencapai hasil akademik yang lebih tinggi (Suprihatiningrum, 2. Guru yang mampu membangun hubungan baik dengan siswa dapat meningkatkan semangat belajar mereka, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan capaian akademik (Sardiman, 2. Dengan demikian, kompetensi guru tidak hanya berpengaruh langsung terhadap hasil belajar siswa, tetapi juga secara tidak langsung membentuk lingkungan belajar yang kondusif dan inspiratif bagi perkembangan akademik dan karakter siswa. Penjelasan tersebut diperkuat dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa kompetensi guru berpengaruh terhadap prestasi belajar (Rahmad, 2. H1: Kompetensi Guru Berpengaruh Terhadap Hasil Belajar Siswa SMP Wiyata Dharma Medan. Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Fasilitas belajar memiliki pengaruh terhadap hasil belajar siswa, di mana ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai memungkinkan proses belajar mengajar berlangsung secara optimal. Fasilitas belajar yang baik tidak hanya memfasilitasi proses transfer ilmu, tetapi juga menstimulasi motivasi belajar siswa yang pada akhirnya berkontribusi pada pencapaian hasil belajar yang optimal (Handayani. Dengan demikian, penyediaan fasilitas belajar yang memadai merupakan investasi penting bagi institusi pendidikan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Penjelasan tersebut diperkuat dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa fasilitas belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa (Meliyana et al. , 2. H2: Fasilitas Belajar Berpengaruh Terhadap Hasil Belajar Siswa SMP Wiyata Dharma Medan. Pengaruh Kompetensi Guru Terhadap Motivasi Belajar Kompetensi guru memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, karena guru yang kompeten mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik, memberikan metode pengajaran yang efektif, serta membangun interaksi positif dengan siswa (UNO, 2. Motivasi belajar siswa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, termasuk kualitas pengajaran yang diberikan oleh guru. Guru yang memiliki kompetensi pedagogik yang baik dapat menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan siswa, sehingga dapat meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam proses belajar (Sardiman, 2. Artinya semakin tinggi kompetensi guru, semakin besar pula tingkat motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Penjelasan tersebut diperkuat dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh kompetensi guru terhadap motivasi belajar (Syania Furi et al. , 2. H3: Kompetensi Guru Berpengaruh Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMP Wiyata Dharma Medan. Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Motivasi Belajar Fasilitas belajar memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai dapat menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. Cherry. Hanny Siagian. Apren Halomoan Hutasoit Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. yang pada akhirnya meningkatkan minat dan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran. Kondisi ruang kelas yang nyaman, ketersediaan media pembelajaran yang interaktif, serta akses terhadap sumber belajar yang memadai dapat merangsang keinginan siswa untuk lebih aktif dalam proses belajar (Yusuf. Penjelasan tersebut diperkuat dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh fasilitas belajar terhadap motivasi belajar (Safei, 2. H4: Fasilitas Belajar Berpengaruh Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMP Wiyata Dharma Medan. Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa yang semangat belajarnya tinggi biasanya akan belajar lebih rajin, sehingga hasil belajarnya lebih baik (Nadeak, 2. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang positif akan memperlihatkan ketertarikan atau memberikan perhatian dan ikut serta, bekerja keras, dan mengorbankan waktu untuk menjalankan suatu usaha, serta terus belajar hingga tugas yang diberikan selesai. Penjelasan tersebut diperkuat dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa (Nuraeni, 2. H5: Motivasi Belajar Berpengaruh Terhadap Hasil Belajar Siswa SMP Wiyata Dharma Medan Pengaruh Kompetensi Guru Terhadap Hasil Belajar Melalui Motivasi Belajar Kompetensi guru memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa, baik secara langsung maupun melalui peningkatan motivasi belajar. Guru yang kompeten dapat membangkitkan motivasi intrinsik siswa melalui metode pengajaran yang menarik, penggunaan media pembelajaran yang efektif, serta interaksi yang positif di dalam kelas. Motivasi belajar yang tinggi akan mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, yang pada akhirnya berkontribusi pada pencapaian hasil belajar yang lebih optimal (Sardiman, 2. Kompetensi guru tidak hanya berdampak pada pemahaman akademik siswa secara langsung, tetapi juga meningkatkan semangat belajar mereka, yang menjadi faktor penting dalam mencapai hasil belajar yang lebih baik (Handayani, 2. Penjelasan tersebut diperkuat dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh kompetensi guru melalui motivasi belajar terhadap hasil belajar (Arsalna et al. , 2. H6: Kompetensi Guru Berpengaruh Terhadap Hasil Belajar Melalui Motivasi Belajar Siswa SMP Wiyata Dharma Medan. Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Melalui Motivasi Belajar Fasilitas belajar yang memadai tidak hanya berdampak langsung pada hasil belajar siswa, tetapi juga berperan dalam meningkatkan motivasi belajar yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pencapaian akademis mereka. Lingkungan belajar yang nyaman dan didukung oleh fasilitas yang lengkap dapat meningkatkan minat serta semangat siswa dalam belajar (Suprihatiningrum, 2. Sekolah yang memiliki sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai mampu menciptakan suasana belajar yang mendukung, yang pada gilirannya meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dan mencapai prestasi yang lebih tinggi (Handayani, 2. Penjelasan tersebut diperkuat dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh fasilitas belajar melalui motivasi belajar terhadap hasil belajar (Hayati & Pahlevi, 2. H7: Fasilitas Belajar Berpengaruh Terhadap Hasil Belajar Melalui Motivasi Belajar Siswa SMP Wiyata Dharma Medan. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dan studi kepustakaan . ata Populasi dalam penelitian ini adalah 185 siswa SMP Wiyata Dharma Medan tahun ajaran 2024/2025. Pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik proporsionate stratified random Sampel dalam penelitian ini adalah 130 siswa SMP Wiyata Dharma Medan tahun pelajaran 2024/2025. Cherry. Hanny Siagian. Apren Halomoan Hutasoit No _pageAeend_page 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. Definisi Operasional Variabel Definisi operasional variabel adalah proses mengubah data atau variabel menjadi istilah yang jelas dan Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2. Tabel 2. Definisi Operasional Variabel Variabel Hasil (Y) Belajar Motivasi Belajar (Z) Kompetensi Guru (X. Fasilitas Belajar (X. Definisi Operasional Indikator Nilai yang diperoleh oleh siswa SMP Wiyata Dharma setelah mengikuti proses Dorongan belajar yang dimiliki oleh siswa SMP Wiyata Dharma dengan meningkatkan waktu belajar dan mempertahankan aktivitas belajar agar mencapai tujuan yang diinginkan Kemampuan yang dimiliki seorang guru, termasuk sikap, pengetahuan, dan keterampilan, yang dibutuhkan untuk menjadi pendidik yang baik bagi siswa SMP Wiyata Dharma Sarana mendukung proses pembelajaran siswa SMP Wiyata Dharma, sehingga dapat membantu mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien Kognitif Psikomotor Afektif Tekun belajar Harapan dan cita-cita Menentukan Prioritas Aktivitas pembelajaran Fasilitas yang memadai Skala Pengukuran Likert Likert Pedagogik Kepribadian Sosial Profesional Likert Ruang belajar Perabot belajar Perlengkapan belajar Laboratorium Perpustakaan Likert HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil Analisis Statistik Deskriptif Kompetensi Guru Berdasarkan hasil analisis data terhadap variabel kompetensi guru, diperoleh nilai modus sebesar 5 yang dapat disimpulkan bahwa lebih banyak responden menjawab sangat setuju pada pernyataan mengenai variabel kompetensi guru. Fasilitas Belajar Berdasarkan hasil analisis data terhadap variabel fasilitas belajar, diperoleh nilai modus sebesar 5 yang dapat disimpulkan bahwa lebih banyak responden menjawab sangat setuju pada pernyataan mengenai variabel fasilitas belajar. Motivasi Belajar Berdasarkan hasil analisis data terhadap variabel motivasi belajar, diperoleh nilai modus sebesar 5 yang dapat disimpulkan bahwa lebih banyak responden menjawab sangat setuju pada pernyataan mengenai variabel motivasi belajar. Hasil Belajar Berdasarkan hasil analisis data terhadap variabel hasil belajar, diperoleh nilai modus sebesar 5 yang dapat disimpulkan bahwa lebih banyak responden menjawab sangat setuju pada pernyataan mengenai variabel hasil belajar. Hasil Model Pengukuran (Outer Mode. Uji Validitas Konvergen (Convergent Validit. Cherry. Hanny Siagian. Apren Halomoan Hutasoit Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. Uji validitas konvergen digunakan untuk mengukur valid tidaknya suatu pertanyaan. Suatu indikator dapat dikatakan valid jika nilai loading factor > 0,70. Tabel 3. Nilai Uji Validitas Konvergen Variabel Kompetensi Guru (X. Fasilitas Belajar (X. Motivasi Belajar (Z) Hasil Belajar (Y) Indikator X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Z1. Z1. Z1. Z1. Z1. Z1. Z1. Z1. Z1. Z1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Outer loadings 0,806 0,771 0,846 0,701 0,862 0,762 0,779 0,771 0,784 0,861 0,773 0,716 0,752 0,716 0,854 0,728 0,766 0,817 0,804 0,775 0,769 0,744 0,778 0,805 0,808 0,742 0,746 0,767 0,903 0,785 0,704 0,879 0,714 0,853 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data primer diolah, 2025 Uji Validitas Diskriminan (Diskriminant Validit. Uji validitas diskriminan digunakan untuk menilai sejauh mana suatu konstruk berbeda secara empiris dari konstruk lainnya yang seharusnya tidak berkorelasi tinggi. Suatu indikator dapat dikatakan valid jika Average Variance Extraced (AVE) > 0,50. Tabel 4. Nilai Uji Validitas Diskriminan Variabel Kompetensi Guru Fasilitas Belajar Motivasi Belajar Hasil Belajar Average Variance Extraced (AVE) Keterangan Valid Valid Valid Valid Sumber: Data primer diolah, 2025 Cherry. Hanny Siagian. Apren Halomoan Hutasoit No _pageAeend_page 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. Uji Reliabilitas (Composite Reliabilit. Dalam mengukur reliabilitas suatu konstruk dengan indikator reflektif melalui Composite Reliability dan CronbachAos Alpha dengan tingkat signifikansi hingga 0,7 untuk dikatakan reliabel. Composite Reliability dapat diperkuat dengan menggunakan nilai CronbachAos Alpha. Tabel 5. Nilai Uji Composite Reliability dan CronbachAos Alpha Variabel Kompetensi Guru Fasilitas Belajar Motivasi Belajar Hasil Belajar Composite Reliability CronbachAos Alpha Keterangan Reliable Reliable Reliable Reliable Sumber: Data primer diolah, 2025 Analisis Model Struktural (Inner Mode. Uji R-Square (R. Koefisien determinasi (RA) menunjukkan seberapa besar variabel independen mampu menjelaskan variasi variabel dependen. Nilai r-square semakin mendekati 1, maka model regresi semakin baik dalam menjelaskan pengaruh antar variabel. Tabel 6. Nilai Uji R-Square (R. R-Square (R. Variabel Hasil belajar Motivasi Belajar R-Square Adjusted Sumber: Data primer diolah, 2025 Uji Hipotesis Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan, hasil uji hipotesis dapat dilihat melalui Path Coefficient Teknik Bootstrapping, lalu dilakukan dengan melihat nilai tstatistik dan nilai p value. Jika nilai tstatistik > nilai ttabel = 1,96, maka terdapat pengaruh signifikan antara suatu variabel dengan variabel lain. Adapun nilai signifikansi setiap variabel dapat dilihat dari p value, dimana jika nilai p value < 0,05, maka hipotesis diterima. Tabel 4. 11 Hasil Pengujian Pengaruh Langsung Kompetensi Guru Hasil Belajar Fasilitas Belajar Hasil Belajar Kompetensi Guru Motivasi Belajar Fasilitas Belajar Motivasi Belajar Motivasi Belajar Hasil Belajar Hipotesis Original Sample Sample Mean T Statistik P Value Keterangan 0,604 0,604 4,298 Signifikan 0,854 0,877 6,037 Signifikan 0,489 0,486 4,863 Signifikan 0,495 0,498 4,941 Signifikan -0,517 3,316 Signifikan Sumber: Data primer diolah, 2025 Tabel 4. 12 Hasil Pengujian Pengaruh Tidak Langsung Kompetensi Guru -> Motivasi Belajar -> Hasil Belajar Fasilitas Belajar -> Motivasi Belajar -> Hasil Belajar Hipotesis Original Sample Sample Mean T Statistik P Value Keterangan -0,243 -0,247 3,073 Signifikan -0,240 -0,261 2,332 Signifikan Cherry. Hanny Siagian. Apren Halomoan Hutasoit Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. Sumber: Data primer diolah, 2025 Pembahasan Pengaruh Kompetensi Guru Terhadap Hasil Belajar Berdasarkan hasil uji hipotesis, nilai t-statistik dari pengaruh langsung kompetensi guru terhadap hasil belajar sebesar 4,298 > t-tabel sebesar 1,96, dengan P Value 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima sehingga dapat dinyatakan bahwa kompetensi guru secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa/i SMP Wiyata Dharma. Hasil ini sejalan dengan teori kompetensi guru yang menyatakan bahwa kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar secara efektif. Keterampilan guru dalam menyampaikan materi, mengelola kelas, serta memanfaatkan berbagai metode pembelajaran dapat memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam belajar dan mencapai hasil akademik yang lebih tinggi (Suprihatiningrum, 2. Hal tersebut tercermin dalam praktik pembelajaran di SMP Wiyata Dharma, di mana para guru telah memenuhi syarat pendidikan yang memadai, pengalaman yang panjang, serta keterampilan dalam pengajaran yang adaptif, interaktif, dan kolaboratif. Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Berdasarkan hasil uji hipotesis, nilai t-statistik dari pengaruh langsung fasilitas belajar terhadap hasil belajar sebesar 6,037 > t-tabel sebesar 1,96, dengan P Value 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H2 diterima sehingga dapat dinyatakan bahwa fasilitas belajar secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa/i SMP Wiyata Dharma. Temuan ini konsisten dengan teori lingkungan belajar yang menegaskan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif serta meningkatkan efektivitas pembelajaran. Fasilitas belajar yang baik tidak hanya memfasilitasi proses transfer ilmu, tetapi juga menstimulasi motivasi belajar siswa yang pada akhirnya berkontribusi pada pencapaian hasil belajar yang optimal (Handayani, 2. Fasilitas belajar yang tersedia di SMP Wiyata Dharma dapat membantu meningkatkan aspek kognitif siswa melalui pemahaman materi yang lebih jelas, aspek afektif melalui peningkatan minat dan sikap positif terhadap belajar, serta aspek psikomotor melalui praktik langsung yang dilakukan di laboratorium dan kegiatan pembelajaran berbasis proyek. Pengaruh Kompetensi Guru Terhadap Motivasi Belajar Berdasarkan hasil uji hipotesis, nilai t-statistik dari pengaruh langsung kompetensi guru terhadap motivasi belajar sebesar 4,863 > t-tabel sebesar 1,96, dengan P Value 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H3 diterima sehingga dapat dinyatakan bahwa kompetensi guru secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa/i SMP Wiyata Dharma. Kompetensi guru memiliki pengaruh penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, karena guru yang kompeten mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik, memberikan metode pengajaran yang efektif, serta membangun interaksi positif dengan siswa (UNO, 2. Guru-guru di SMP Wiyata Dharma menunjukkan kompetensi tinggi dalam aspek pedagogik, kepribadian, sosial, dan Kompetensi ini mendorong tumbuhnya motivasi belajar siswa yang ditunjukkan melalui rasa percaya diri dalam belajar, ketekunan mengikuti proses pembelajaran, fleksibilitas menghadapi tantangan akademik, serta komitmen tinggi untuk terus meningkatkan pemahaman. Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Motivasi Belajar Berdasarkan hasil uji hipotesis, nilai t-statistik dari pengaruh langsung fasilitas belajar terhadap motivasi belajar sebesar 4,941 > t-tabel sebesar 1,96, dengan P Value 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H4 diterima sehingga dapat dinyatakan bahwa fasilitas belajar secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa/i SMP Wiyata Dharma. Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai dapat menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif, yang pada akhirnya meningkatkan minat dan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran (Yusuf, 2. Peningkatan fasilitas terus dilakukan di SMP Wiyata Dharma, seperti renovasi ruang kelas, pemasangan AC, ketersediaan proyektor, serta pemeliharaan sarana-prasarana Cherry. Hanny Siagian. Apren Halomoan Hutasoit No _pageAeend_page 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. lainnya yang mendukung kenyamanan dan efektivitas pembelajaran. Dengan fasilitas yang nyaman dan lengkap, siswa lebih mudah berkonsentrasi, merasa dihargai, dan terdorong untuk aktif mengikuti proses Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Berdasarkan hasil uji hipotesis, nilai t-statistik dari pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar sebesar 3,316 > t-tabel sebesar 1,96, dengan P Value 0,001 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H5 diterima sehingga dapat dinyatakan bahwa motivasi belajar secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa/i SMP Wiyata Dharma. Siswa yang semangat belajarnya tinggi biasanya akan belajar lebih rajin, sehingga hasil belajarnya lebih baik (Nadeak, 2. Fenomena di SMP Wiyata Dharma menunjukkan bahwa siswa dengan motivasi belajar tinggi cenderung memiliki tujuan belajar yang jelas, seperti ingin menjadi juara kelas atau meraih beasiswa, serta aktif mencari berbagai cara untuk meningkatkan pencapaian prestasinya. Di sisi lain, masih terdapat siswa dengan motivasi belajar yang sangat rendah, sehingga hasil belajar mereka juga kurang optimal. Hal ini membuktikan bahwa seiring dengan meningkatnya motivasi siswa, hasil belajar yang diperoleh pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor juga meningkat. Pengaruh Kompetensi Guru Terhadap Hasil Belajar Melalui Motivasi Belajar Berdasarkan hasil uji hipotesis, nilai t-statistik dari pengaruh kompetensi guru berpengaruh positif terhadap hasil belajar yang dimediasi oleh motivasi belajar sebesar 3,073 > t-tabel sebesar 1,96, dengan P Value 0,002 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H6 diterima sehingga dapat dinyatakan bahwa secara tidak langsung motivasi belajar berpengaruh signifikan dalam memediasi kompetensi guru terhadap hasil belajar siswa/i SMP Wiyata Dharma. Kompetensi guru tidak hanya berdampak pada pemahaman akademik siswa secara langsung, tetapi juga meningkatkan semangat belajar mereka, yang menjadi faktor penting dalam mencapai hasil belajar yang lebih baik (Handayani, 2. Berdasarkan fenomena yang terjadi di SMP Wiyata Dharma, para guru memiliki kompetensi yang memadai, baik dari aspek pedagogik, kepribadian, sosial, maupun Kompetensi tersebut mendorong terciptanya lingkungan belajar yang menyenangkan dan mendukung, sehingga menumbuhkan motivasi belajar siswa. Siswa menjadi lebih percaya diri, tekun, dan memiliki tujuan belajar yang jelas. Dengan kata lain. Kompetensi ini mendorong tumbuhnya motivasi belajar siswa yang pada akhirnya dapat meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa. Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Melalui Motivasi Belajar Berdasarkan hasil uji hipotesis, nilai t-statistik dari pengaruh fasilitas belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar dimediasi oleh motivasi belajar sebesar 2,332 > t-tabel sebesar 1,96, dengan P Value 0,020 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H7 diterima sehingga dapat dinyatakan bahwa secara tidak langsung motivasi belajar berpengaruh signifikan dalam memediasi fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa/i SMP Wiyata Dharma. Sekolah yang memiliki sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai mampu menciptakan suasana belajar yang mendukung, yang pada gilirannya meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dan mencapai prestasi yang lebih tinggi (Handayani, 2. Fasilitas belajar di SMP Wiyata Dharma terus mengalami peningkatan, mulai dari renovasi ruang kelas, penyediaan AC dan proyektor, hingga pengecekan dan perawatan berkala fasilitas sekolah. Fasilitas yang baik menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan, yang memungkinkan siswa memahami materi dengan lebih mudah dan tidak merasa jenuh dalam proses pembelajaran. Keadaan ini mendorong tumbuhnya motivasi belajar siswa, seperti keinginan untuk menjadi juara kelas, meraih beasiswa, atau meningkatkan kompetensi Dengan demikian, fasilitas belajar yang baik tidak hanya menjadi penunjang teknis, tetapi juga berpengaruh strategis dalam meningkatkan semangat belajar dan pencapaian akademik siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui kompetensi guru dan fasilitas belajar secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap hasil belajar siswa/i SMP Wiyata Dharma Medan. Kompetensi Cherry. Hanny Siagian. Apren Halomoan Hutasoit Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. guru dan fasilitas belajar secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa/i SMP Wiyata Dharma Medan. Motivasi belajar secara langsung berpengaruh dan signifikan terhadap hasil belajar siswa/i SMP Wiyata Dharma Medan. Kompetensi guru dan fasilitas belajar secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap hasil belajar siswa/i SMP Wiyata Dharma Medan melalui motivasi Nilai koefisien determinasi (R-Square Adjuste. sebesar 0,940 menunjukkan bahwa variabel kompetensi guru, fasilitas belajar, dan motivasi belajar mampu menjelaskan hasil belajar sebesar 94% sedangkan sisanya 6% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN Bagi guru, perlu ditingkatkan kompetensi guru secara menyeluruh, mencakup pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, dengan cara membangun kepribadian positif, komunikasi yang efektif dan memotivasi, menguasai materi secara mendalam, menggunakan metode pembelajaran interaktif, menunjukkan kepedulian, serta memberikan umpan balik selama proses pembelajaran, sehingga siswa lebih termotivasi, aktif, nyaman dalam belajar, dan hasil belajar dapat meningkat secara optimal. Bagi sekolah, juga perlu memastikan ketersediaan fasilitas belajar seperti ruang belajar yang nyaman dan peralatan laboratorium yang lengkap yang dapat mendorong siswa menjadi lebih bersemangat. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti permasalahan yang sejenis, yaitu kompetensi guru, fasilitas belajar, dan motivasi belajar, disarankan untuk menambahkan variabel penelitian seperti minat belajar, karena minat belajar juga memiliki pengaruh langsung nyata dalam meningkatkan hasil belajar siswa. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis dengan segala kerendahan hati mengucapkan terima kasih kepada: Ibu Yulia. Kom. , selaku Kepala Sekolah SMP Wiyata Dharma dan Ibu Ivone. BA selaku Koordinator Bidang Pendidikan. Ibu Diah Sulastri dan Ibu Dini Marfareni. Pd. selaku staff tata usaha tingkatan SMP serta Bapak Muh. Ammar Ihsan. Kom. selaku operator tingkatan SMP. Siswa/i SMP Wiyata Dharma Medan yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner yang telah dibagikan, sehingaga peneliti dapat mengolah data dalam penyusunan skripsi ini. DAFTAR PUSTAKA