Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENDIDIKAN ISLAM: TREN DAN ARAH PENELITIAN DALAM PERSPEKTIF BIBLIOMETRIK Azwar* Abur Hamdi Usman** Mohd Farid Ravi Abdullah*** *Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar. Indonesia **Fakulti Pengajian Peradaban Islam. Universiti Islam Selangor (UIS). Malaysia ** Fakulti Pengajian Peradaban Islam. Universiti Islam Selangor (UIS). Malaysia E-mail: azwar. iskandar@gmail. **E-mail: aburhamdi@uis. ***E-mail: faridravi@uis. Abstract This study aims to provide a comprehensive understanding of the development and research direction regarding the integration of Artificial Intelligence (AI) in Islamic education. It focuses on analyzing and mapping publication trends, researcher collaboration, institutional contributions, and dominant and underexplored topics. Using a bibliometric approach, the study draws on data from the Scopus database for the period 2015 to 2025. The findings reveal a significant increase in publication volume in recent years, with Indonesia emerging as the leading contributor, alongside institutions such as Universiti Kebangsaan Malaysia. International Islamic University Malaysia, and UIN Sunan Gunung Djati. Key contributors and the most influential works were identified, with Taufik M. Aos article recognized as the most cited. Keyword mapping shows that research in this field centers on themes such as learning, models, approaches, and educational processes, with emerging trends including machine learning and AI-based evaluation. Several low-density topics, such as Islamic perspectives and deep understanding, indicate promising areas for future research. This study offers a valuable contribution to understanding the evolving scholarly landscape at the intersection of intelligent technology and Islamic educational values. Keywords: artificial intelligence. Islamic education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai perkembangan dan arah riset terkait integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan Islam, melalui analisis dan pemetaan tren publikasi, kolaborasi peneliti, kontribusi institusi, serta topik-topik yang dominan dan belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan bibliometrik berdasarkan data dari basis data Scopus, mencakup periode tahun 2015 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi selama beberapa tahun terakhir, dengan dominasi kontribusi dari Indonesia serta institusi seperti Universiti Kebangsaan Malaysia. International Islamic University Malaysia, dan UIN Sunan Gunung Djati. Penulis aktif dan karya paling berpengaruh juga diidentifikasi, dengan artikel Taufik M. sebagai publikasi paling banyak dikutip. Pemetaan kata kunci mengungkap bahwa fokus penelitian meliputi aspek-aspek seperti pembelajaran, model, pendekatan, dan proses pendidikan, serta tren baru seperti machine learning dan evaluasi berbasis AI. Beberapa topik dengan kepadatan rendah, seperti perspektif Islam dan pemahaman mendalam, menunjukkan potensi pengembangan riset di masa depan. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika keilmuan di persimpangan antara teknologi cerdas dan nilai-nilai pendidikan Islam. Kata Kunci: kecerdasan buatan. pendidikan islam. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 PENDAHULUAN Revolusi Industri 4. 0, yang ditandai dengan integrasi teknologi digital, fisik, dan biologis (Alviz-Meza , 2. , telah mengubah cara manusia bekerja, berinteraksi, dan hidup, termasuk memberikan dampak signifikan pada sistem pendidikan global (Butt dkk. , 2. Dalam era disrupsi ini. Artificial Intelligence (AI) menjadi teknologi kunci yang meniru pengambilan keputusan, analisis pola, dan pembelajaran dari pengalaman (Firdaus dkk. , 2024. Sodik, 2024. , 2. , sekaligus mendorong pembelajaran adaptif, asisten virtual bagi guru, dan evaluasi otomatis untuk (Firdaus dkk. , 2024. Pratama dkk. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memungkinkan pengalaman belajar yang lebih personal dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik (Butt , 2. Dalam bidang pendidikan Islam, yang dimaknai sebagai seluruh proses pendidikan yang berorientasi pada pembinaan pemahaman, pengamalan, dan internalisasi ajaran Islam, baik yang berlangsung pada lembaga pendidikan formal seperti madrasah dan perguruan tinggi keagamaan Islam, maupun pada non-formal pesantren dan lembaga pengajaran AlQur'an, kesempatan yang signifikan untuk memperluas jangkauan dakwah dan pengajaran ajaran Islam. Misalnya, aplikasi berbasis pengenalan suara untuk hafalan Al-Qur'an dapat secara otomatis mengoreksi tajwid dan pelafalan siswa, yang mendukung proses belajar mereka (Nurhayati dkk. Selain itu, chatbot keagamaan yang memanfaatkan pemahaman fiqh dan akidah menyediakan platform interaktif bagi masyarakat untuk mencari informasi keislaman dengan lebih cepat dan mudah (Sodik, 2. Kemampuan AI dalam mengelola bermanfaat untuk merekomendasikan materi yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa, hal ini sangat penting dalam pengajaran yang membutuhkan pemahaman mendalam seperti studi tafsir Al-Qur'an dan fikih (Nurhayati , 2. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki efektivitas tinggi dalam pendidikan, dengan temuan Pratama dkk. dan Pratiwi dkk. yang menegaskan bahwa teknologi ini mendorong metode pembelajaran inovatif dan adaptif, terutama selama pandemi, sementara Pyrez dkk. menunjukkan meningkatkan interaksi, personalisasi, dan dukungan akademik meskipun masih terdapat keterbatasan seperti integrasi kurikulum dan tantangan riset Okonkwo & Ade-Ibijola . juga mengungkapkan bahwa chatbot telah dimanfaatkan dalam Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 keterlibatan siswa, sehingga secara keseluruhan penerapan AIAitermasuk dalam pendidikan IslamAiberpotensi personalisasi dan pengalaman belajar yang lebih relevan, menjadikannya semakin krusial di era digital yang penuh tantangan dan peluang baru. pendekatan bibliometrik. Gap ini mencakup beberapa aspek penting. Pertama, belum banyak studi yang secara khusus memetakan publikasi ilmiah tentang AI dalam pendidikan Islam secara terintegrasi dan kuantitatif. Kedua, pertumbuhan jumlah artikel, distribusi produktif, masih belum terdokumentasi dengan baik. Ketiga, aktor-aktor kunci seperti penulis, institusi, dan negara yang paling berkontribusi belum Keempat, belum tergambar jaringan kolaborasi antarpeneliti dan korelasi topik yang relevan. Kelima, kanal publikasi utama juga belum terpetakan, sehingga menyulitkan peneliti dalam menyusun strategi publikasi. Oleh karena itu, dibutuhkan kajian ilmiah yang secara sistematis menganalisis perkembangan publikasi akademik mengenai peran AI dalam pendidikan Islam agar dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan, pengembangan kurikulum, serta penguatan kapasitas digital di lembaga pendidikan Islam, dalam menyambut era digital dengan prinsip wasaiyah dan relevansi nilainilai Islam yang kontekstual. Selain menegaskan bahwa kajian mengenai integrasi Artificial Intelligence dalam pendidikan Islam memiliki keterkaitan langsung dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDG. Khususnya, penelitian ini mendukung pencapaian SDG 4: Quality Education. Namun, perlu dicatat bahwa studistudi tersebut bersifat kualitatif atau berbasis studi kasus, dan masih berfokus pada pendidikan secara Beberapa mungkin telah membahas aplikasi seperti AI dalam pembelajaran AlQurAoan (Gunawan & Arifin, 2025. Nopiyanti, 2. atau dalam pengajaran bahasa Arab (Aidah Novianti Putri & Moh. Abdul Kholiq Hasan, 2022. Ramadhan, 2. , namun belum dilakukan pemetaan secara sistematis terhadap keseluruhan tren penelitian yang ada, seperti analisis bibliometrik. Padahal, pendekatan ini penting untuk memetakan sejauh mana riset-riset ilmiah telah membahas integrasi AI dalam pendidikan Islam, siapa saja aktor kunci dalam pengembangan wacana ini, serta bagaimana tren dan arah riset ke depan. Dari pemaparan tersebut, tampak jelas adanya kekosongan ilmiah . esearch ga. dalam kajian mengenai peran AI dalam pendidikan Islam, khususnya yang dianalisis dengan Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 pendidikan berkualitas, inklusif, dan teknologi yang inovatif. Integrasi AI Islam pembelajaran bermutu, meningkatkan kualitas proses pembelajaran, serta mengurangi kesenjangan pendidikan melalui pendekatan yang adaptif dan Selain itu, kajian ini juga secara tidak langsung berkontribusi pada SDG 9: Industry. Innovation, and Infrastructure, pendidikan Islam yang dituntut adaptif dalam era digital. Artinya, penelitian ini selaras dengan upaya global untuk mendorong pemanfaatan teknologi dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih responsif, modern, dan relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan utama untuk memberikan mengenai perkembangan dan arah riset terkait peran Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan Islam. Secara lebih spesifik, penelitian ini bertujuan untuk memetakan lanskap keilmuan terkait peran Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan Islam. Fokus utama dari kajian ini adalah mengidentifikasi tren utama dalam publikasi akademik, termasuk pola pertumbuhan publikasi dari waktu ke waktu, topik-topik yang paling sering dibahas, kontribusi dari institusi dan peneliti yang paling aktif, serta arah riset yang mulai muncul dan bidang-bidang yang masih jarang Dengan bibliometrik, penelitian ini menyajikan gambaran mengenai dinamika riset yang berkembang pada titik temu antara teknologi kecerdasan buatan dan pendidikan keislaman. Penelitian kebaruan sebagai kajian bibliometrik pertama yang secara khusus dan sistematis menyoroti topik Artificial Intelligence dalam Pendidikan Islam, menggunakan pendekatan kuantitatif berbantuan VOSviewer dan data Scopus statistik akurat serta pemetaan visual interaksi antarpeneliti, topik, dan institusi, yang membuka ruang baru bagi kajian interdisipliner antara teknologi cerdas dan pendidikan Islam. menyediakan manfaat strategis bagi akademisi dalam mengidentifikasi research gap, bagi institusi pendidikan Islam dalam merancang strategi integrasi AI ke dalam kurikulum dan metode pembelajaran, bagi pengambil kebijakan dalam menyusun regulasi yang adaptif terhadap perkembangan menciptakan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks keislaman. METODE Penelitian pendekatan analisis bibliometrik untuk Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 mengenai peran Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan Islam. Metode bibliometrik dipilih karena mampu memberikan gambaran sistematis dan kuantitatif terkait tren penelitian, pola kontribusi ilmiah yang signifikan berdasarkan data publikasi ilmiah (Ozturk, 2021. ynztyrk dkk. , 2. Data utama dalam studi ini diambil dari PUBYEAR > 2014 AND PUBYEAR < Tahapan analisis dimulai dengan pengumpulan data yang mencakup informasi bibliografis seperti judul, abstrak, kata kunci, nama penulis, institusi, negara asal, serta tahun Selanjutnya, data ini diproses dan dianalisis menggunakan perangkat VOSviewer, untuk mengidentifikasi pola Database Selection A artificial intelligence, machine learning, and deep learning, natural language processing A Islamic education Data Cleaning A Only publications from Scopus-indexed journals between 2015 and 2025 were included. A Editorials and non-peerreviewed articles were excluded from the The Scopus database was selected for its broad coverage and highimpact journal inclusion. A Duplicates were removed using VOSviewer. Excel, and manual checks based on Scopus IDs and A Metadata was verified and corrected manually. publications were coded by main research topics. Inclusion and Exclusion Criteria Keywords Selection Gambar 1. Prosedur Pengumpulan dan Pengolahan Data Scopus, salah satu basis data ilmiah internasional yang terpercaya dan memiliki cakupan luas terhadap jurnaljurnal bereputasi. Pencarian data difokuskan pada artikel-artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu 2015 hingga 2025 untuk mendapatkan gambaran tren terbaru dan relevan di bidang ini. Proses pencarian menggunakan query khusus, yaitu: (TITLE-ABS-KEY . rtificial AND TITLE-ABS-KEY . achine AND learnin. OR TITLEABS-KEY . atural AND language AND processin. OR TITLE-ABS-KEY . eep AND learnin. AND TITLE-ABS-KEY . slamic AND educatio. ) AND kolaborasi antarpeneliti, tren publikasi, serta kontribusi geografis dari berbagai institusi dan negara (Van-Eck & Waltman, 2010, 2. Prosedur dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan sistematis. Pertama, ditentukan kata kunci relevan terkait AIAiseperti machine learning, natural language processing, dan deep learningAiyang dikombinasikan dengan istilah Islamic Kedua, dipilih basis data Scopus sebagai sumber utama karena cakupan dan kredibilitasnya. Ketiga, diterapkan kriteria inklusi berupa publikasi jurnal internasional terindeks Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 Scopus 2015Ae2025 pengecualian artikel editorial atau nonAe peer-review. Keempat, menghilangkan duplikasi, memastikan mengategorikan topik publikasi secara Analisis bibliometrik mencakup identifikasi tren publikasi tahunan, berpengaruh, pemetaan institusi dan negara kontributor, serta analisis kata kunci untuk mengungkap fokus Seluruh hasil analisis divisualisasikan dalam peta jaringan, grafik, dan tabel guna memudahkan Validitas dan reliabilitas diperkuat melalui triangulasi dengan literatur tambahan dan sumber relevan lainnya (Donthu dkk. , 2021. Gera dkk. Mukherjee dkk. , 2022. ynztyrk , 2. Pendekatan ini memberikan lanskap penelitian Artificial Intelligence dalam pendidikan Islam serta arah pengembangannya di masa depan. Jumlah Publikasi Tahun Grafik 1. Tren Perkembangan Publikasi Sumber: Scopus. Com (Data Diolah, 2. Grafik perkembangan jumlah publikasi yang membahas Artificial Intelligence (AI) dalam konteks pendidikan Islam pada periode 2016 hingga 2025, berdasarkan data yang diolah dari Scopus. Secara keseluruhan, terdapat 74 publikasi yang teridentifikasi selama rentang waktu ini, dengan tren kenaikan yang cukup signifikan, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Pada awal periode, jumlah publikasi masih relatif rendah, yaitu hanya 2 publikasi pada tahun 2016 yang mewakili sekitar 2,7% dari total. Jumlah ini kemudian meningkat secara fluktuatif dengan 6 publikasi pada 2018 . ,11%) dan kembali turun ke angka 2 publikasi pada 2019 . ,7%). Pada periode 2020 dan 2021, publikasi stabil dengan masing-masing 4 artikel atau sekitar 5,41%. Peningkatan yang lebih jelas mulai terlihat sejak tahun 2022 dengan 7 publikasi . ,46%), kemudian HASIL DAN PEMBAHASAN Perkembangan Publikasi Setelah melakukan penarikan dan pemetaan database publikasi ilmiah terkait AI dan Pendidikan Islam pada Scopus. Perkembangan Jumlah Publikasi sebagaimana pada Grafik 1. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 berlanjut dengan pertumbuhan yang signifikan pada 2023, di mana jumlah publikasi mencapai 11 artikel . ,86%). Puncak tertinggi terjadi pada tahun mencapai 25 artikel, atau sekitar sepertiga dari total keseluruhan . ,78%). Tahun 2025 yang masih bersifat proyeksi menunjukkan angka publikasi sebesar 13 artikel . ,57%), yang menunjukkan tren positif dan minat yang terus meningkat terhadap topik ini. Data ini mencerminkan bahwa pemanfaatan AI dalam pendidikan Islam semakin berkembang, terutama dalam lima tahun terakhir. Lonjakan jumlah publikasi pada tahun-tahun terakhir menandakan meningkatnya urgensi dan relevansi topik ini di tengah transformasi digital dalam dunia Islam. Temuan menunjukkan peluang besar bagi peneliti untuk mendalami berbagai aspek AI yang berpotensi mendukung kemajuan pendidikan Islam di masa Abdelaal. Ab Razak. Wong-A-Foe. Sulaiman. Sabki. Ramli. Kurniawan. Jamal. Irfan. Hardaker. Grafik 2. Jumlah Dokumen Publikasi Berdasarkan Penulis . Besa. Sumber: Scopus. Com (Data Diolah, 2. Grafik 2 di atas menyajikan daftar sepuluh penulis dengan jumlah publikasi terbanyak berdasarkan data yang diolah dari Scopus tahun 2025. Dari data tersebut, tercatat delapan penulis memiliki jumlah publikasi yang sama, yaitu masing-masing dua Mereka adalah Hardaker. Irfan. Jamal. Kurniawan. Ramli. Sabki. Sulaiman. Wong-A-Foe. Frekuensi publikasi yang setara menunjukkan kontribusi aktif dan berkesinambungan dari para penulis ini dalam bidang kajian yang dianalisis. Sementara itu, dua penulis lainnya, yakni Ab Razak, dan Abdelaal. , masingmasing memiliki satu dokumen publikasi yang tercatat dalam basis Penulis dan Kutipan Dari beberapa penulis atau peneliti yang jumlah karyanya dominan. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 Meskipun jumlahnya lebih sedikit, keterlibatan mereka tetap memperkaya literatur ilmiah yang Secara umum, grafik ini memberikan gambaran awal tentang penulis-penulis yang paling produktif dan berpengaruh dalam studi yang dianalisis, serta dapat menjadi rujukan bagi peneliti lain untuk menjalin kolaborasi atau merujuk karya-karya mereka dalam pengembangan riset Tabel 1. Sepuluh Besar Jumlah Kutipan Terbanyak Rangking Penulis Taufik M. Fahyuni E. Wasis. Bandono A. Arifin Sabani N. Hardaker Sabki A. Salleh Abdelghfar H. Ahmed A. Alani Abdelaal Bouallegue Khattab M. Tharwat G. Youness H. Jamal K. Kurniawan R. Batubara A. Nazri Lestari F. Papilo P. Asidik I. Kusrini. Henderi Abubakari M. Shafik W. Hidayatullah A. Tahun Media Publikasi Jumlah Kutipan Jurnal Ilmiah Islam Futura Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Understanding of Islamic pedagogy for personalised learning International Journal of Information and Learning Technology A Model for QurAoanic Sign Language Recognition Based on Deep Learning Algorithms Journal of Sensors Text Classification on Islamic Jurisprudence using Machine Learning Techniques Journal of Physics: Conference Series Journal of Physics: Conference Series AI-Enhanced Teaching Methods Judul Strategic Role of Islamic Religious Education in Strengthening Character Education in The Era of Industrial Revolution Integrating Islamic values and science for millennial studentsAo learning on using seamless mobile Decision Support System Model of Teacher Recruitment Using Algorithm C4. and Fuzzy Tahani Evaluating the potential of artificial intelligence in Islamic religious education: A Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 SWOT analysis Advice-giving expert Kurniawan R. systems based on Akbarizan. Jamal Islamic jurisprudence Nur A. Ahmad for treating drugs and Kholilah D. substance abuse Sulistio B. The utilization of Ramadhan A. machine learning in Abdurachman E. studying Hadith in Zarlis M. Islam: A systematic Trisetyarso A. literature review Islamic Religious Education Based on Religious Intersubjectivity: Abdullah M. Philosophical Perspectives and Phenomenology of Religion Sumber: Scopus. com (Data Diolah, 2. Selain itu. Tabel 1 menampilkan sepuluh artikel dengan kutipan tertinggi yang mengintegrasikan tema artificial intelligence, teknologi, dan pendidikan Islam berdasarkan data Scopus tahun 2025. Daftar ini menunjukkan produktivitas akademik sekaligus arah perkembangan kajian mutakhir dan nilai-nilai keislaman. Artikel dengan kutipan tertinggi adalah karya Taufik M. berjudul Strategic Role of Islamic Religious Education in Strengthening Character Education in the Era of Industrial Revolution 4. 0 dengan 21 kutipan, yang menekankan pentingnya pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter generasi muda di era digital. Dua artikel di posisi selanjutnya masing-masing kutipan: tulisan Fahyuni E. tentang integrasi nilai Islam dan Journal of Theoretical and Applied Information Technology Education and Information Technologies Jurnal Pendidikan Agama Islam sains dalam pembelajaran mobile generasi milenial, serta karya Sabani N. mengenai pedagogi Islam yang adaptif untuk pembelajaran Pada peringkat keempat Abdelghfar menawarkan model pengenalan bahasa isyarat Al-QurAoan berbasis deep learning untuk mendukung akses bagi Peringkat kelima diisi oleh artikel Jamal K. dengan 8 kutipan yang menggunakan machine learning. Tiga masing-masing memiliki 7 kutipan: model sistem pendukung keputusan perekrutan guru oleh Asidik I. , analisis SWOT penerapan AI dalam pendidikan agama Islam oleh Abubakari M. , serta sistem pakar berbasis fiqih Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 untuk menangani penyalahgunaan zat oleh Kurniawan R. Di posisi kesembilan, artikel Sulistio B. dengan 6 kutipan meninjau penerapan machine learning Peringkat kesepuluh ditempati artikel Abdullah . dengan 5 kutipan yang mengusung perspektif filosofis dan agama Islam. Secara menunjukkan meningkatnya minat akademik terhadap integrasi AI dan teknologi dalam pendidikan Islam, dengan tetap menekankan nilai-nilai etika, spiritualitas, dan inklusivitas sebagai dasar inovasi. Media Publikasi 2024 International Conference On Global AeronauticalA Religions Nazhruna Jurnal Pendidikan Islam Lecture Notes In Computer Science Including Subseries Lecture Notes InA Iop Conference Series Earth And Environmental Science International Journal Of Learning Teaching And Educational Research Communications In Computer And Information Science Journal Of Physics Conference Series Aip Conference Proceedings Lecture Notes In Networks And Systems Jumlah Publikasi Grafik 3. Sepuluh Besar Media dan Jumlah Publikasi Sumber: Scopus. Com (Data Diolah, 2. Media Publikasi. Afiliasi, dan Negara Berdasarkan terhadap 48 publikasi yang diperoleh dari penelusuran melalui database Scopus, dari sisi media publikasi, ditemukan 10 besar media publikasi sebagaimana ditunjukkan oleh Grafik 3 Grafik 3 menunjukkan sepuluh penelitian terkait pendidikan Islam dan AI berdasarkan data Scopus 2025. Lecture Notes in Networks and Systems menempati posisi pertama dengan 5 publikasi, menandakan kuatnya minat pada tema jaringan dan sistem dalam konteks pendidikan dan keislaman. AIP Conference Proceedings dan Journal of Physics: Conference Series masing-masing mencatat 3 publikasi, menunjukkan mendiseminasikan riset berbasis sains dan teknologi. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 Lima media lain memuat masingmasing Communications in Computer and Information Science. International Journal of Learning. Teaching and Educational Research. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. Lecture Notes in Computer Science . ermasuk LNCS. LNAI. LNBI). Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam. Religions. Masuknya Nazhruna menegaskan kontribusi jurnal nasional dalam pengembangan kajian pendidikan Islam berbasis nilai lokal. Di posisi terakhir. GAST 2024 Proceedings muncul dengan 1 publikasi, mencerminkan meluasnya kajian pendidikan Islam hingga ranah teknologi tinggi seperti kedirgantaraan dan satelit. Secara menunjukkan karakter interdisipliner Islam melalui berbagai saluran publikasi nasional maupun internasional. Selanjutnya. Tabel 2 menunjukkan sepuluh institusi dengan publikasi terbanyak dalam kajian artificial intelligence dan Pendidikan Islam berdasarkan data Scopus 2025. Tiga institusi berada di posisi teratas dengan masing-masing 4 publikasi: Universiti Kebangsaan Malaysia. International Islamic University Malaysia, dan UIN Sunan Gunung Djati, yang menegaskan interdisipliner antara teknologi cerdas dan pendidikan Islam. Kehadiran UIN Sunan Gunung Djati sebagai satusatunya institusi Indonesia di posisi puncak mencerminkan daya saing akademik nasional, sementara dominasi dua institusi Malaysia menunjukkan posisi negara tersebut sebagai pusat unggulan pendidikan Islam berbasis teknologi di Asia Tenggara. Posisi selanjutnya diisi oleh Prince of Songkla University. Universiti Brunei Darussalam, dan Universiti Pendidikan Sultan Idris dengan masing-masing 3 publikasi, menunjukkan meluasnya perhatian regional terhadap tema ini. peringkat berikutnya, empat institusi memiliki masing-masing 2 publikasi, yaitu Beyond Labels Ltd. Universiti Utara Malaysia. Universiteit Leiden, dan Universiti Malaysia Pahang AlSultan Abdullah. kehadiran Universiteit Leiden menandai keterlibatan institusi Eropa dalam kajian lintas disiplin ini. Tabel 2. 10 Besar Institusi dengan Publikasi Terbanyak Bidang Kajian Artificial intelligence dan Pendidikan Islam Jumlah No. Afiliasi Publikasi Universiti Kebangsaan Malaysia International Islamic University Malaysia UIN Sunan Gunung Djati Prince of Songkla University Universiti Brunei Darussalam Universiti Pendidikan Sultan Idris Beyond Labels Ltd Universiti Utara Malaysia Universiteit Leiden Universiti Malaysia Pahang Al2 Sultan Abdullah Sumber: Scopus. com (Data Diolah, 2. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 Secara umum, data tersebut menunjukkan bahwa riset AI dalam pendidikan Islam telah menarik perhatian luas di tingkat regional utama kemajuannya. akademik yang tinggi terhadap integrasi teknologi cerdas dalam pendidikan Islam. Malaysia menyusul dengan 18 publikasi, sehingga kedua negara ini tampil dominan sebagai pusat pengembangan riset pendidikan Islam berbasis teknologi di Asia Tenggara. United Kingdom dan United States masing-masing mencatat 5 ketertarikan lintas kawasan terhadap kajian interdisipliner ini. Di posisi berikutnya. Saudi Arabia dan Thailand memiliki 4 publikasi, sementara Brunei Darussalam dan Netherlands mencatat 3 publikasi, diikuti Egypt dan Iraq dengan masing-masing 2 publikasi. Secara memperlihatkan bahwa kajian AI dalam Islam perhatian global, dengan Asia Tenggara sebagai kawasan paling produktif, namun sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis teknologi cerdas. Tabel 3. 10 Besar Negara dengan Publikasi Terbanyak Bidang Kajian Artificial intelligence dan Pendidikan Islam Jumlah No. Asal Negara Publikasi Indonesia Malaysia United Kingdom United States Saudi Arabia Thailand Brunei Darussalam Netherlands Egypt Iraq Sumber: Scopus. com (Data Diolah, 2. Peta Perkembangan Penelitian Artificial Intelligence dan Pendidikan Islam Pemetaan penelitian artificial intelligence dan Pendidikan Islam VOSviewer berbagai topik yang sering muncul dalam literatur artificial intelligence dan Pendidikan Islam. Dalam pemilihan type of data, peneliti menggunakan fitur Gambar 2. Sebaran Geografis Publikasi Berdasarkan Afiliasi Negara Para Penulis . Besa. Sumber: Scopus. Com (Data Diolah, 2. Dari sisi kontribusi berdasarkan asal negara. Tabel 3 menunjukkan bahwa Indonesia menempati posisi teratas dengan 33 publikasi dalam pendidikan Islam, mencerminkan minat Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 create a map based text data. Setelah itu, dalam data source menggunakan pilihan read data from reference manager files dengan supported file types RIS, pada aplikasi VOSviewer. Selanjutnya dengan counting method menggunakan Binary Counting dengan minimum numbers of occurences of term sebanyak 3 dan number of term be selected yang terpilih sebanyak 133 item dari 74 dokumen. Hasil pemetaan topik artificial intelligence dan Pendidikan Islam dengan Mode Tampilan Network Visualization adalah sebagaimana tampak pada Gambar 3 seperti religion, learning, practice, dan Tema ini menyoroti peran tradisi keagamaan, otoritas guru, dan pembelajaran berbasis nilai, termasuk bagaimana AI digunakan untuk memperkuat fungsi-fungsi tersebut. Klaster hijau berisi kata kunci seperti approach, research, teaching, dan Islam. Klaster ilmiah untuk memahami tantangan internal maupun eksternal pendidikan Islam di tengah perubahan teknologi. Klaster kuning berkaitan dengan aplikasi teknologi, mencakup system, application, development, dan evaluation. Fokusnya adalah pengembangan sistem cerdas dan aplikasi berbasis AI yang mendukung pembelajaran Islam secara Klaster biru muda menyoroti integrasi AI dalam konteks pendidikan tinggi, dengan kata kunci seperti machine learning, algorithm, data, dan higher education. Tema ini berkaitan dengan penggunaan AI untuk analisis performa, personalisasi materi, dan pengembangan kurikulum pada tingkat Klaster ungu lebih teknis, dengan fokus pada effectiveness dan accuracy, serta evaluasi tool pendidikan oleh para Klaster ini berorientasi pada optimalisasi penggunaan teknologi agar Gambar 3. Hasil Pemetaan Topik dengan Mode Tampilan Network Visualization Sumber: Hasil Olah Data . Gambar visualisasi jaringan kata kunci dalam kajian Artificial Intelligence dan Islam VOSviewer. Setiap menunjukkan frekuensi kemunculan kata kunci, sementara garis antarsimpul menggambarkan kekuatan keterkaitan antar topik. Peta ini memperlihatkan ekosistem penelitian yang saling terhubung dan membentuk beberapa klaster tematik utama. Klaster merah berfokus pada nilai dan proses inti pendidikan Islam. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 relevan, efektif, dan sesuai konteks lokal, khususnya di Indonesia. Umumnya, menunjukkan bahwa kajian AI dan pendidikan Islam bersifat multidimensi dan interdisipliner. Kata kunci dominan seperti learning, education, model, data, dan research memperlihatkan bahwa bidang ini menghubungkan inovasi teknologi dengan nilai-nilai pendidikan Islam, sehingga menuntut sintesis antara kecanggihan AI dan prinsip keislaman untuk membangun sistem pendidikan yang adaptif dan berakar pada nilai etis-spiritual. posisi pentingnya dalam keseluruhan ekosistem penelitian. Topik-topik bernuansa biru seperti religion, form, practice, process, dan role menunjukkan fokus awal penelitian pada aspek normatif dan pedagogis pendidikan Islam. Sebaliknya, kata kunci kekuningan seperti deep learning, teknologi AI mutakhir menandakan masuknya pendekatan teknis seperti NLP dan pembelajaran mendalam dalam diskursus pendidikan Islam. Munculnya kata tool, outcome, dan implication menunjukkan perhatian teknologi tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, riset semakin bergeser ke arah teknologis dan aplikatif, terlihat dari kata kunci berwarna kuning seperti educator, course, machine learning, insight. Ini mencerminkan perhatian baru pada desain kurikulum digital, peran pendidik, analisis data pembelajaran, evaluasi berbasis data, serta keterlibatan Selain itu, warna kuning pada kata machine, algorithm, subject, dan higher education menegaskan bahwa integrasi AI telah meluas ke konteks pendidikan tinggiAimeliputi kurikulum responsif. Gambar 4. Hasil Pemetaan Topik dengan Mode Tampilan Overlay Visualization Sumber: Hasil Olah Data . Selanjutnya. Gambar menampilkan pemetaan perkembangan topik riset AI dan pendidikan Islam melalui Overlay Visualization VOSviewer. Warna biru menunjukkan topik yang dominan pada periode awal . 6Ae hijauAekuning menandai topik yang lebih baru hingga Kata kunci seperti education, learning, study, data, model, dan Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 Secara umum, visualisasi ini menunjukkan pergeseran paradigma riset dari fokus konseptual tradisional menuju pendekatan berbasis teknologi dan data. Peta ini menjadi rujukan penting untuk memahami dinamika perkembangan penelitian serta arah strategis pengembangan AI dalam Islam berlandaskan nilai-nilai keislaman. Konsentrasi Kajian Utama (Wilayah Kuning Cerah di Pusat Visualisas. Pemetaan menunjukkan bahwa kata kunci seperti study, research, education, data, model, learning, dan system memiliki kepadatan tertinggi. Ini menegaskan bahwa literatur AI dalam pendidikan Islam berfokus pada aspek konseptual dan teknis integrasi AI. Kata kunci study, research, dan pendekatan akademik dan teoretis, termasuk pembahasan etika, fondasi konseptual, dan dokumentasi praktik Sementara itu, data, model, dan system mencerminkan kuatnya pengaruh paradigma data science, di mana pendidikan Islam dipahami sebagai sistem yang dapat dimodelkan, dengan algoritma AI. Aplikasi learning, automated assessment, early warning system, serta pengembangan konten keislaman berbasis NLP menjadi bagian dari ekosistem teknologi yang berkembang dalam pendidikan Islam Secara strategis, fokus literatur yang sangat kuat terhadap aspek model dan data menunjukkan bahwa masa depan pendidikan Islam tampaknya tidak dapat dilepaskan dari pendekatan teknologi yang menekankan pada pengukuran, efisiensi, dan optimalisasi. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Hasanah . yang menegaskan bahwa pendidikan Islam dalam Society 5. 0 mengalami pergeseran menuju pembelajaran berbasis data dan efektivitas pembelajaran. Penelitian Elihami dkk. juga menunjukkan pola serupa, di mana manajemen mutu pendidikan Islam semakin bergeser ke Gambar 5. Hasil Pemetaan Topik dengan Mode Tampilan Density Visualization Sumber: Hasil Olah Data . Gambar 5 menggambarkan hasil pemetaan visual topik-topik kajian yang muncul dalam literatur terkait Artificial Intelligence (AI) dan pendidikan Islam, yang dianalisis menggunakan aplikasi VOSviewer dalam mode tampilan Density Visualization. Mode memperlihatkan sebaran kepadatan kata kunci dalam bentuk gradasi warna: dari kuning cerah . rekuensi sangat tingg. , hijau . rekuensi sedan. , hingga biru gelap . rekuensi renda. Peta ini menjadi alat bantu penting untuk mengenali tren dominan, wilayah kajian yang mapan, serta area riset yang masih terbuka luas untuk eksplorasi Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 arah data-driven decision making melalui pemanfaatan teknologi cerdas dalam pengelolaan institusi. Di sisi lain, fokus literatur pada optimalisasi melalui model dan analitik juga diperkuat oleh Zahraini dkk. modernisasi kurikulum pendidikan Islam di era digital sangat bergantung mengintegrasikan sistem teknologi yang berorientasi efisiensi. Lebih lanjut, temuan bahwa pendidikan Islam perlu menyiapkan kerangka konseptual yang mampu menjembatani nilai-nilai Islam dengan logika sistemik teknologi AI juga didukung oleh berbagai penelitian Othman & Yaakub . pendidikan tinggi Islam membutuhkan konsep Islamic knowledge management yang kompatibel dengan digitalisasi transformasi global. Demikian pula. Pahrudin dkk. menegaskan pendidikan Islam di era Internet of Things menuntut harmonisasi antara nilai-nilai keislaman dengan desain sistem teknologi yang bersifat otomatis, terukur, dan berbasis data. Jika penelitian-penelitian menyoroti isu ini secara normatif, temuan bibliometrik penelitian ini memberikan bukti kuantitatif bahwa kebutuhan integrasi nilai Islam dan logika kecerdasan buatan telah menjadi arus utama dalam publikasi akademik, bukan sekadar wacana teoretis. Oleh karena itu, posisi temuan penelitian ini tidak berdiri sendiri, melainkan memperkuat kecenderungan literatur global sambil memberikan pemetaan komprehensif yang belum dilakukan oleh studi-studi sebelumnya. Penguatan Dimensi Teknologis dan Algoritmik (Wilayah Hijau Kuning Sekitar Int. Kemunculan kata kunci seperti application, machine, machine learning, algorithm, development, dan evaluation dalam peta literatur menunjukkan adanya tren kuat menuju integrasi teknologi canggih ke dalam struktur pendidikan Islam. Hal ini menandakan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak lagi diposisikan hanya sebagai topik kajian konseptual, tetapi telah mulai diimplementasikan secara nyata dalam berbagai aspek pendidikan Islam. Secara lebih spesifik, kata kunci machine learning dan algorithm merujuk pada pemanfaatan AI dalam tugastugas teknis seperti klasifikasi dan Dalam konteks pendidikan Islam, hal ini mencakup, misalnya, penentuan konten Islami yang sesuai dengan tingkat usia atau jenjang pendidikan siswa, klasifikasi teks-teks keislaman seperti tafsir dan hadits, serta proses verifikasi konten keagamaan yang tersebar di internet untuk menjaga keaslian dan akurasi ajaran yang Dengan demikian. AI mulai memainkan peran penting dalam menjaga kualitas dan ketepatan materi ajar Islami di era digital. Sementara itu, kehadiran kata mengindikasikan adanya kesadaran untuk secara terus-menerus menilai efektivitas penerapan AI, terutama Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 dalam konteks pendidikan yang nilai-nilai Teknologi tidak dipandang sebagai pengganti peran pendidikan, melainkan sebagai alat bantu yang bertujuan untuk memperkuat fungsinya sebagai sarana pembentukan karakter dan akhlak. Evaluasi terhadap aplikasi AI ini menjadi penting untuk memastikan bahwa inovasi teknologi tetap berada dalam koridor etika dan tujuan utama pendidikan Islam. Secara konseptual, integrasi AI ke dalam pendidikan Islam tidak hanya menuntut kompetensi teknis dari para pengembang dan pendidik, tetapi juga membutuhkan sensitivitas terhadap nilai, norma, dan konteks lokal umat Islam. Algoritma dan sistem AI yang Islam dikembangkan secara netral, melainkan harus secara sadar menginternalisasi prinsip-prinsip ajaran Islam. Hal ini mencakup pertimbangan etis, keadilan dalam akses teknologi, serta relevansi budaya dan spiritualitas yang khas dalam dunia pendidikan Islam. Kata teacher dan role menegaskan bahwa guru masih menjadi aktor utama dalam pendidikan Islam. AI dipandang bukan sebagai pengganti, tetapi sebagai efektivitas guru, sekaligus mendorong perubahan peran mereka menjadi Transisi membutuhkan kurikulum adaptif dan pelatihan berkelanjutan. Sementara itu, approach dan process menandakan eksplorasi metode seperti blended learning, experiential learning, dan model digital lainnya yang mengintegrasikan AI secara Penting dicatat bahwa perubahan ekosistem pendidikan akibat AI harus tetap mempertimbangkan relasi sosial dan kultural dalam pendidikan IslamAi khususnya hubungan guruAemurid dan tradisi transmisi ilmu. Karena itu, integrasi AI perlu dijalankan dengan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial, spiritual, dan kultural yang menjadi fondasi pendidikan Islam. Dimensi Filosofis. Budaya, dan Nilai (Wilayah Pinggiran Biru Tu. Kemunculan kata kunci seperti religion, culture, value, responsibility, principle, dan understanding di area biru menunjukkan bahwa aspek filosofis, etis, dan kultural pendidikan Islam masih jarang dibahas dalam kajian integrasi AI. Padahal, nilai, akhlak, dan spiritualitas merupakan fondasi utama pendidikan Islam. Peran Kontekstual dan Sosial (Wilayah Hijau Tua hingga Biru di Pinggiran Tenga. Kata kunci seperti teacher, practice, role, approach, dan process menunjukkan bahwa dimensi sosial pendidikanAiperan pedagogisAitetap diperhatikan meski tidak sedominan aspek teknis. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 Minimnya fokus pada religion dan value menandakan adanya kekosongan konseptual terkait bagaimana nilai-nilai Islam dipengaruhi oleh sistem AI. Teknologi yang digunakan dalam pendidikan Islam seharusnya tidak netral nilai, sehingga perlu kajian kritis mengenai sejauh mana AI menjaga atau justru mengaburkan prinsip-prinsip Islam. Rendahnya kemunculan kata kunci responsibility dan principle juga menunjukkan kurang berkembangnya diskursus etika teknologi dalam pendidikan Islam. Padahal, isu seperti tanggung jawab moral pengembang, transparansi algoritma, dan keadilan akses sangat penting untuk mencegah dampak negatif AI. Kondisi ini membuka peluang riset besar untuk merumuskan kerangka yang mengintegrasikan etika Islam, filsafat pendidikan Islam, dan AI ethics. Pendekatan ini penting agar teknologi cerdas yang digunakan tidak hanya inovatif dan efisien, tetapi juga adil, bermakna, dan selaras dengan nilainilai Islam. sistematis atas praktik dan dampak penerapan AI. Rendahnya fokus pada menunjukkan bahwa peran dosen dan konteks pendidikan tinggi belum banyak dieksplorasi, padahal keduanya sangat strategis. Kurangnya pembahasan tentang efficiency dan deep understanding menunjukkan bahwa efektivitas AI dan materi maupun implikasi etisnya masih belum menjadi perhatian. Sementara itu, lemahnya representasi Islamic perspective memperlihatkan bahwa nilai-nilai Islam belum cukup dijadikan teknologi pendidikan. Topik-topik ini membuka peluang riset penting untuk memperkuat integrasi AI yang tidak hanya teknologis, tetapi juga bernuansa nilai dan konteks. Diperlukan pendekatan kontekstualAiseperti studi berbasis pendidikan, dan sensitivitas lokalAi agar integrasi AI dalam pendidikan Islam lebih reflektif, etis, dan berakar pada nilai-nilai keislaman. Peta density visualization ini secara strategis bukan hanya menunjukkan isu yang dominan, tapi juga mengungkap area yang belum tergarap namun sangat Beberapa poin penting yang dapat disimpulkan: Topik-topik Emerging dan Area Riset Masa Depan (Pinggiran Luar Visualisas. Kata kunci seperti documentation, review, lecturer, efficiency, higher education. Islamic perspective, dan deep understanding muncul dengan frekuensi sangat rendah, menunjukkan adanya celah penting dalam riset AI dan Islam. Minimnya Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 Fokus riset masih teknis dan sistemik, dengan dominasi pada data, model, dan sistem. Aspek sosial, filosofis, dan nilai Islam masih kurang mendapat Pendekatan sementara studi kualitatif kontekstual masih sangat Eksplorasi budaya, dan keragaman lokal masih minim, padahal sangat relevan dalam konteks pendidikan Islam. Dengan mengisi celah-celah ini, riset kecanggihan teknologi dan nilainilai keislaman yang kontekstual, inklusif, dan berdaya transformasi. KESIMPULAN Berdasarkan temuan bibliometrik Artificial Intelligence (AI) pendidikan Islam, beberapa kesimpulan utama dapat dirumuskan sebagai Tren Publikasi. Terdapat 74 publikasi terkait topik AI dalam pendidikan Islam, dengan tren peningkatan signifikan dalam lima meningkatnya minat akademik dan kebijakan pada tema ini. Kepenulisan dan Sitasi Terdapat masing-masing dua publikasi. Artikel yang paling banyak dikutip adalah karya Taufik M. menandakan pengaruh kuat dalam diskursus pendidikan Islam dan transformasi digital. Media. Institusi, dan Negara Paling Produktif Lecture Notes in Networks and Systems menjadi outlet publikasi paling dominan . Universiti Kebangsaan Malaysia. International Islamic University Malaysia, dan UIN Sunan Gunung Djati menjadi institusi dengan kontribusi publikasi tertinggi . Indonesia adalah negara paling produktif dengan 33 publikasi, perhatian terhadap integrasi AI dalam pendidikan Islam. Pemetaan Topik Kata kunci dominan meliputi learning, education, model, data, dan approach, menunjukkan fokus kuat pada aspek teknis, berbasis data. Kata evaluation, dan stakeholder. Beberapa tema seperti Islamic understanding masih jarang Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 164-185 diteliti dan menjadi peluang riset lanjutan. Kesimpulan bahwa integrasi AI dalam pendidikan Islam berkembang pesat, namun masih menyisakan ruang eksplorasi ilmiah yang luas, khususnya terkait perspektif keislaman, penguatan peran pendidik, berbasis teknologi cerdas. interpretasi hasil masih bersifat makro. Ketiga, teknologi AI yang sangat cepat dapat menyebabkan adanya jeda antara temuan bibliometrik dan praktik aktual di lapangan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melengkapi analisis kuantitatif dengan pendekatan kualitatif yang menggali pengalaman praktisiAiguru, dosen, dan siswaAidalam penerapan AI di pendidikan Islam. Integrasi nilai-nilai Islam dalam desain, penggunaan, dan evaluasi teknologi cerdas juga perlu lebih diperdalam, termasuk kajian etika dan filosofinya. Selain itu, perluasan sumber data ke basis data nasional dan internasional lainnya akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif. Dengan demikian, arah pengembangan AI dalam pendidikan Islam ke depan dapat lebih seimbang antara inovasi prinsip-prinsip Keterbatasan Penelitian dan Saran Penelitian Berikutnya Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, data hanya diperoleh dari database Scopus sehingga belum kontribusi riset dari jurnal nasional atau publikasi non-Inggris yang relevan dengan pendidikan Islam. Kedua, pendekatan bibliometrik yang bersifat kuantitatif tidak menggali kedalaman isi, metodologi, maupun analisis DAFTAR PUSTAKA