Persona. Jurnal Psikologi Indonesia Mei 2014. Vol. No. 02, hal 141 - 147 Motivasi Intrinsik. Pola Asuh Orangtua Demokratis Dan Kreativitas Anak Sekolah Dasar Lindawati Gunawan Muhammad Farid Guru SD Kristen Petra 5 Surabaya Universitas Darul AoUlum Jombang e-mail: lindagunawan150@ymail. e-mail: abidinbasuni@yahoo. Abstrak. This study aims to determine the relationship between intrinsic motivation and democratic parenting parents to elementary school children's creativity. Subject of this study is Fifth grade students of Petra 5 Christian Elementary School to 90 students. The results showedthatthere wasa significant correlation between intrinsic motivation and democratic parenting parents to creativity (F = 4. 081top=0. partially obtained results indicate that intrinsic motivation correlated significant positive towards creativity. =2. 334top=0. , while between democratic parental parenting variables and creativity did not show anycorrelation. =0. 774top=0. Keywords: intrinsic motivation, democratic parenting parents, and creativity. Intisari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi intrinsik dan pola asuh orangtua demokratis terhadap kreativitas anak sekolah dasar. Subyek penelitian siswa kelas V SD Kristen Petra 5 sebanyak 90 siswa Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara motivasi intrinsikdan pola asuh orangtua demokratis terhadap kreativitas (F = 4,081 pada p = 0,. Secara parsial diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa motivasi intrinsik memiliki korelasi positif yang signifikan dengan kreativitas . = 2,334 pada p = 0,. , sedangkan antara variabel pola asuh orangtua demokratis dan kreativitas tidak menunjukkan adanya korelasi . = 0,774 pada p = 0,. Kata kunci : motivasi intrinsik, pola asuh orangtua demokratis, dan kreativitas PENDAHULUAN Di era kemajuan zaman seperti saat ini, yang dikatakan orang sebagai era globalisasi dimana persaingan dalam berbagai bidang sangat ketat. Manusia berpacu untuk menjadi yang lebih baik daripada orang lain, semua bersaing untuk menjadi yang terbaik, yang terpandai, bahkan mungkin menjadi yang tersukses atau yang Maka diperlukan individu-individu unggulan yang kreatif yang mampu bertahan bahkan bersaing di tengah dunia ini. Kreativitas adalah salah satu aspek yang sangat penting bagi seseorang agar mampu menjadi individu unggulan yang mampu bersaing di era globalisasi ini. Kreativitas . ivergen thinkin. merupakan kemampuan atau cara berpikir seseorang untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru, berbeda, belum ada sebelumnya atau memperbaharui sesuatu yang ada sebelumnya yang berupa suatu gagasan, ide, hasil karya serta respon dari situasi yang tidak terduga. Kreativitas sering dikaitkan dengan kemampuan seseorang untuk mencari berbagai alternatif baik dalam bentuk pemikiran, pendekatan masalah, ataupun aktivitas. Seolah-olah seseorang yang kreatif tidak pernah kehilangan akal untuk menghasilkan gagasan-gagasan baru atau aktivitas-aktivitas menarik yang belum pernah dilakukan dan menemukan sasaran-sasaran baru yang diinginkan ke depan, misalnya kiat-kiat yang dilakukan di dalam berbisnis, berpolitik, atau berinteraksi dengan orang lain. Motivasi Intrinsik. Pola Asuh Orangtua Demokratis Dan Kreativitas Anak Sekolah Dasar Kesejahterahan dan kejayaan masyarakat dan manjadi generasi pengganti dan penerus bangsa negara tergantung pada sumbangan kreatif beru- yang tangguh demi kemajuan dan kehormatan pa gagasan-gagasan, penemuan, dan teknologi bangsa di dunia. baru dari masyarakatnya. Kemajuan ekonomi Munandar . menyebutkan bahwa perindustri luar biasa bangsa Jepang disebabkan kembangan kreativitas dipengaruhi oleh dua masyarakatnya sangat kreatif (Heller dalam faktor, yaitu: Suharnan, 2. Kreativitas menuntut kemamFaktor internal, yaitu faktor yang berasal dari puan mengatasi kesulitan yang ditimbulkan hal- atau terdapat pada diri individu yang bersanghal yang tidak pasti. Ketidakberdayaan yang kutan . otivasi intrinsi. Faktor ini meliputi dipelajari dapat menghancurkan kreativitas keterbukaan, locus of control yang internal, orang-orang yang cemerlang dan berbakat. kemampuan untuk bermain atau bereksplorasi Orang-orang yang tidak mampu menghadapi dengan unsur-unsur, bentuk-bentuk, konsepkesulitan menjadi tidak mampu bertindak kreatif konsep, serta membentuk kombinasi-kombinasi (Barker dalam Stoltz, 2. baru berdasarkan hal-hal yang sudah ada Meningkatkan kreativitas merupakan bagian sebelumnya. integral dari kebanyakan program untuk anak Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal Jika kita tinjau program atau sasaran dari luar diri individu yang bersangkutan. Fakbelajar siswa, kreativitas biasanya disebut seba- tor-faktor ini antara lain meliputi keamanan dan gai prioritas, kreativitas memungkinkan penemu- kebebasan psikologis, sarana atau fasilitas teran-penemuan baru dalam bidang ilmu dan tekno- hadap pandangan dan minat yang berbeda, adalogi, serta dalam semua bidang usaha manusia. nya penghargaan bagi orang yang kreatif, adanya Salah satu kendala konseptual utama terhadap waktu bebas yang cukup dan kesempatan untuk studi kreativitas adalah pengertian kreativitas menyendiri, dorongan untuk melakukan berbagai sebagai sifat yang diturunkan/diwariskan oleh eksperimen dan kegiatan-kegiatan kreatif, doorang yang berbakat luar biasa atau genius. rongan untuk mengembangkan fantasi kognisi Memang tidak dapat dipungkiri bahwa mereka dan inisiatif serta penerimaan dan penghargaan yang jenius adalah orang-orang yang sudah terhadap individual. membuktikan diri mereka sebagai manusiaAe Perkembangan kreativitas seseorang tidakmanusia kreatif, karena produktivitas karya- lah dapat lepas dari pengaruh lingkungan keluarkaryanya yang begitu tinggi dan pemikiran- ga karena kreativitas seperti halnya potensi yang pemikirannya yang luar biasa telah dipublikasi- lain perlu diberi kesempatan dan rangsangan kan, sehingga sangat berpengaruh pada kehi- oleh lingkungan supaya berkem-bang. (Harlock, dupan umat manusia (Albert, 1. Namun 1. orang-orang biasa juga dapat menghasilkan Pola asuh orang tua mempunyai pengaruh pemikiran dan karya kreatif. Hanya saja , hasil- cukup besar bagi kehidupan anak dalam pehasil pemikiran dan karya kreatif mereka sering ngembangan kreativitasnya. (Sukadi, 2. tidak dipublikasikan, sehingga tidak dapat di- Kreativitas merupakan salah satu potensi yang ketahui oleh masyarakat umum. (Suharnan, dimiliki anak yang perlu dikembangkan sejak 1. Kreativitas, disamping bermakna baik usia dini. Namun yang sering terjadi adalah para untuk pengembangan diri maupun untuk pemba- orang tua lebih mengedepankan perkembangan ngunan masyarakat juga merupakan salah satu otak, dan menganggap anak yang pandai adalah kebutuhan pokok manusia, yaitu kebutuhan akan anak yang dapat menguasai dan akhirnya menperwujudan diri sebagai salah satu kebutuhan dapatkan nilai akademis yang memuaskan. paling tinggi bagi manusia. Daya saing bangsa Indonesia di masa depan Kreativitas memang harus ditingkatkan dan dimulai sejak Kreativitas adalah kemampuan menghasildini, terutama di era globalisasi dimana tidak ada kan sejumlah besar gagasan, berubah dari satu batas di antara negara-negara di dunia. Bangsa pendekatan ke pendekatan lainnya, dari satu Indonesia memerlukan sumber daya manusia cara berpikir ke cara berpikir lainnya dan yang memiliki kreativitas tinggi agar mampu menyediakan gagasan atau penyelasaian masa142 Lindawati Gunawan. Muhammad Farid lah yang tidak jelas dan tidak umum. Proses berpikir kreatif melibatkan Curiousity . empertanyakan, eksperimentasi, eksplorasi, ekspedis. Opennes to experiences . encari informasi dan pengalaman, berfantasi, pengalaman positif dan negative, menghargai karya seni budaya, dan menerima pendapat orang lai. Risk tolerance . esediaan mengambil resiko material, fisik, psikis, dan socia. , dan. Energy . enggunaan energy fisik dan menta. (Suharnan, 2. Utami Munandar . Kreativitas adalah suatu kemampuan umum untuk menciptakan suatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubunganhubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya. Motivasi Intrinsik Setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia selalu di mulai dengan motivasi . Motivasi menjadi faktor penentu atau alasan yang memperkuat suatu perbuatan dilakukan. Pada dasarnya motivasi berkaitan erat dengan suatu keinginan, niat, kebutuhan, atau kemauan yang ada di dalam diri seseorang. Motivasi tersebut yang menentukan apakah suatu perbuatan dimulai, diteruskan, dibawa ke arah tertentu, dan pada akhirnya harus dihentikan. Dengan kata lain, motivasi berperan sebagai energizer of driving force bagi suatu perbuatan. Oleh karena kreativitas merupakan salah satu bentuk perbuatan atau aktivitas manusia, maka pengaruh motivasi yang ada pada diri seseorang tidak dapat diabaikan. Diantara berbagai jenis motivasi, maka motivasi yang dipandang penting bagi kreativitas adalah : motivasi intrinsik sebagai kebalikan dari motivasi ekstrinsik, kebutuhan untuk kompeten, motivasi partumbuhan, rasa ingin tahu, motivasi berprestasi, dan kebutuhan untuk otonomi. Motivasi intrinsik di dalam diri seseorang sangat dibutuhkan ketika ia menjalankan tugastugas yang menuntut penyelesaian kreatif. Motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul apabila seseorang melakukan kegiatan lebih berorientasi kepada reward atau imbalan di dalam dirinya untuk mendapatkan kepuasan psikologis dan kebanggaan pribadi. Dengan kata lain motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang. Pola Asuh Demokratis Lingkungan keluarga sangat mempengaruhi kehidupan anak, baik dari kepribadian, kemandirian, sikap, perilaku, dll. Sikap dan perilaku anak dipengaruhi oleh pola asuh yang diberikan atau ditunjukkan oleh orang tua mereka. Pola asuh yang ditunjukkan orang tua inilah yang berpengaruh pada kreativitas anak. Pengertian pola asuh dalam penelitian diartikan sebagai sikap, prilaku atau tindakan tertentu yang berkenaan dengan orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Sedangkan kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru, dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya (Drevdahl,2. Pola asuh yang tepat menjadi hal yang penting dalam menumbuhkan kreativitas anak. Suharnan . dan Roger . alam Munandar, 1. , lingkungan demokratis berperan besar mewujudkan proses kreatif. Udwin dan Shmuker . alam Suharnan, 2. , pola interaksi yang tidak otoriter, sedikit campur tangan orangtua, tidak menuntut anak, dan memberikan keleluasaan anak bermain sesuai dengan keinginannya dapat menumbuhkan perilaku yang mengarah pada kreativitas. Hipotesis Ada hubungan antara Motivasi Intrinsik dan Pola Asuh Orangtua Demokratis dengan Kreativitas anak. Ada hubungan positif antara Motivasi Intrinsik dengan Kreativitas anak sekolah dasar. Ada hubungan positif antara Pola Asuh Orangtua Demokratis dengan Kreativitas anak sekolah dasar. Subyek Populasi yang digunakan adalah siswa kelas V SD Kristen Petra 5 berusia sekitar 11 sampai 12 tahun berjumlah 160 anak yang sedang mengikuti program pembinaan bakat dalam kelas khusus yaitu program ELS (Excellence Life Skil. Subyek penelitian yang digunakan Motivasi Intrinsik. Pola Asuh Orangtua Demokratis Dan Kreativitas Anak Sekolah Dasar adalah 90 siswa dari kelas robotic, handy craf, . >0,. Dengan demikian secara parsial dapat cooking, biola, dan kelas hiphop disimpulkan bahwa variabel Motivasi Intrinsik memiliki korelasi positif yang signifikan dengan Kreativitas, sedangkan variabel Pola Asuh Alat ukur Kreativitas anak diukur menggunakan skala Orangtua demokratis tidak memiliki hubungan E (Curiousity. Oppennes to Experience, yang signifikan dengan variabel Kreativitas. Hasil pengujian dengan Anareg diperoleh Risk Tolerance, dan Energ. dari Suharnan R2 = 0,148 yang berarti secara bersama. yang terdiri dari 80 butir aitem. Corrected Item Total Correlation 0,73 sampai sama variabel Motivasi Intrinsik dan Pola Asuh Orangtua Demokratis memberikan pengaruh dengan 0,86, reliabilitas Alpha = 0,93. Motivasi Intrinsik diukur menggunakan sebesar 14,8% terhadap variabel Kreativitas. skala berdasarkan konsep teori dari Herzberg Sisanya sebesar 85,2 % disebabkan oleh . Skala terdiri dari 46 butir aitem yang variabel lain. mengurai aspek-aspek menyukai aktivitas sesuai minat, menyukai tugas-tugas menantang, bertanggungjawab dan mandiri. Corrected Item Total Correlation 0,271 sampai dengan 0,622, reliabilitas Alpha = 0,918. Pola Asuh Orangtua Demokratis diukur menggunakan skala berdasarkan konsep teori dari Hurlock . Skala terdiri dari 49 butir aitem yang mengurai aspek-aspek kehangatan keluarga, penerapan peraturan dan disiplin, mengakui dan menghargai keberadaan anak, serta adanya hadiah dan hukuman. Corrected Item Total Correlation 0,271 sampai dengan 0,622, reliabilitas Alpha = 0,928 HASIL Analisis data menggunakan Analisa Regresi dengan bantuan IBM SPSS version 20 menunjukkan hasil harga F = 4,081 pada p = 0,023 . <0,. yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara Motivasi Intrinsik dan Pola Asuh Orang Tua Demokratis dengan Kreativitas. Sehingga hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa Motivasi Intrinsik dan Pola Asuh Orang Tua demokratis mempunyai korelasi dengan Kreativitas, dapat diterima. Hasil pengujian dengan Anareg juga menunjukkan adanya korelasi parsial antara masingmasing variabel X terhadap Y, yaitu berdasarkan harga t atau r part. Adanya hubungan antara variabel Motivasi dengan Kreativitas, ditunjukkan dari harga t = 2,334. r part = -0,314 pada p = 0,024 . <0,. Sedangkan antara variabel Pola Asuh dan Kreativitas tidak menunjukkan adanya korelasi berdasarkan harga t = 0,774 . r part = 0,104 pada p = 0,443 PEMBAHASAN Hipotesis pertama yang berbunyi ada hubungan antara motivasi intrinsik dan pola asuh orangtua demokratis terhadap kreativitas anak dapat diterima. Hal ini berarti ada hubungan yang signifikan antara motivasi intrinsik dan pola asuh orangtua demokratis terhadap kreativitas anak. Hasil penelitian yang menerima hipotesis pertama ini berarti mendukung teori Clark Moustakis . , ahli psikologi humanistic yang menyatakan bahwa kreativitas adalah pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain. Maka seorang siswa yang memiliki motivasi tinggi yang keluar dari dalam diri sendiri . otivasi intrinsi. akan mempunyai pola berpikir dan sikap yang kreatif juga. Sedangkan pola asuh orangtua . ubungan dengan orang lai. dimana dalam penelitian ini menggunakan pola asuh demokratis membuat anak merasa disayang dan dihargai keberadaannya , hal ini dapat membuat anak menjadi mampu berpikir dan melakukan hal-hal kreatif di dalam kehidupannya. Ada beberapa hal yang membuat anak-anak kreatif mampu bekerja kerasdan melibatkan diri secara total untuk mencari sesuatu yang belum pasti berhasil. Antara lain karena mereka memiliki kekuatan internal dan keyakinan kuat bahwa usaha keras yang dilakukan pada akhirnya akan membuahkan hasil. Selain itu, mereka bekerja atas dasar apa yang menarik minatnya, bukan paksaan dari luar atau hanya sekedar Lindawati Gunawan. Muhammad Farid ingin mendapatkan suatu penghargaan dan imbalan materi. Diterimanya hipotesis kedua dalam penelitian ini menunjukkan bahwa teori atau pendapat yang dikemukakan oleh Amabile . dan Suharnan . adalah sesuai atau benar dimana kreativitas lebih bersumber dari dalam diri seseorang . otivasi intrinsi. Suharnan . mengatakan kehadiran motivasi intrinsik sangat dibutuhkan ketika seseorang menjalankan tugas-tugas yang menuntut penyelesaian kreatif, kehadiran motivasi ekstrinsik dapat dikatakan hanya sebagai tambahan yang diperlukan terutama ketika seseorang memiliki motivasi intrinsik dalam taraf sedang. Orang-orang kreatif memiliki kemauan kuat untuk bekerja keras dalam waktu yang relatif lama guna menemukan sesuatu yang baru atau memecahkan masalah yang baginya menarik. Seringkali kreativitas dalam bidang apa saja, seperti penemuan teori dalam ilmu pengetahuan, karya seni atau inovasi teknologi memerlukan kerja keras, konsentrasi penuh, dan keterlibatan pribadi secara total dalam waktu beberpapa bulan bahkanbertahun-tahun. Untuk itu tanpa motivasi dan kemauan kuat hampir tidak mungkin terjadi penemuan-penemuan baru. Hanya orang-orang kreatif dan memiliki motivasi intrinsik tinggi yang sanggup melakukan hal tersebut. (Edison, dalam Anderson , 1980 ) Seorang anak yang merasa diperhatikan akan berusaha untuk tidak kehilangan perhatian, melakukan hal-hal positif yang menarik perhatian orangtuanya. Anak yang mendapat kepercayaan akan mengemban kepercayaan itu dan bertanggungjawab dengan memerankan diri sebaik mungkin, menjalankan tugas sampai tuntas dan terus memikirkan cara-cara terbaik dalam menyelesaikan pekerjaannya dan menjadi seseorang yang mampu berpikir dan bersikap Sementara itu tidak diterimanya hipotesa ketiga dalam penelitian ini berarti tidak mendukung teori atau pendapat dari Suharnan . dan Roger . alam Munandar, 1. , yang mengatakan lingkungan demokratis berperan besar mewujudkan proses kreatif. Hasil penelitian ini yang menolak hipotesis ketiga penelitian juga tidak mendukung teori atau pendapat dari Udwin dan Shmuker . alam Suharnan, 2. , pola interaksi yang tidak otoriter, sedikit campur tangan orangtua, tidak menuntut anak, dan memberikan keleluasaan anak bermain sesuai dengan keinginannya dapat menumbuhkan perilaku yang mengarah pada kreativitas. Tidak adanya hubungan pola asuh demokratis dengan kreativitas kemungkinan karena orangtua pada kenyataannya tidak dapat menggunakan salah satu pola asuh saja untuk menumbuhkan kreativitas anak. Mungkin juga karena faktor kepribadian orangtua dan bukan masalah pola asuh orangtua. Agaknya kreativitas seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh pola asuh yang demokratis, ada kalanya pola asuh lain diperlukan dan mungkin dalam penerapan pola asuh demokratis di keluarga tersebut tidak tampak usaha-usaha ke arah penumbuhan kreativitas anak Kreativitas seseorang selain dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan dorongan orangtua, juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti adanya potensi bawaan yang khusus, adanya sarana untuk merangsang melakukan eksperimen dan eksplorasi, juga adanya kesempatan untuk mengembangkan kreativitas. Kreativitas dan bakat pada diri anak perlu dipupuk dan dikembangkan. Karena dengan kreativitas dan bakat yang dimilikinya itu mereka dapat menjadi pribadi-pribadi yang kreatif. Sebagai pribadi yang kreatif ,kelak mereka bukan saja dapat meningkatkan kualitas pribadinya, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas kehidupan bangsa dan negara. KESIMPULAN Kreativitas adalah salah satu aspek yang sangat penting bagi seseorang agar mampu menjadi individu unggulan yang mampu bersaing di era globalisasi ini. Kesejahteraan dan kejayaan masyarakat dan negara bergantung pula dari sumbangan kreatif baik berupa gagasan-gagasan, penemuan teknologi baru dari Demi kemajuan dan kejayaan bangsa Indonesia di masa mendatang sangat dibutuhkan generasi penerus yang kreatif dan tangguh untuk dapat bersaing dengan siapa Untuk menjadi kreatif, seorang anak harus mampu berpikir kreatif yang tumbuh dari dalam diri sendiri, mempunyai kemauan kuat berupa Motivasi Intrinsik. Pola Asuh Orangtua Demokratis Dan Kreativitas Anak Sekolah Dasar motivasi intrinsik untuk maju dan menjadi seorang yang berhasil. Hal yang tidak dapat dilupakan pula adalah adanya dukungan dari lingkungan bagi anak untuk dapat bertumbuh menjadi seorang yang kreatif, untuk itu orang tua sebagai lingkungan yang terdekat harus mampu menerapkan pola asuh yang tepat demi mendukung berkembangnya kreativitas anak. Hasil penelitian yang diperoleh membuktikan terdapat hubungan yang signifikan antara Motivasi Intrinsik dan Pola Asuh Orang Tua Demokratis dengan Kreativitas. Kreativitas adalah hal penting yang harus dimiliki individu agar mampu menghadapi dan memecahkan berbagai masalah dan menciptakan konsep-konsep serta teori-teori baru yang bermanfaat, salah satu hal yang mempengaruhi adanya kreativitas adalah motivasi dari dalam diri sendiri untuk dapat menghasilkan sesuatu, yang ditandai dengan adanya keyakinan bahwa dirinya mampu melakukan tugas dan berhasil menyelesaikan tugas dengan baik. Anak dalam pola asuh yang demokratis akan menunjukkan sikap memiliki tanggung jawab besar, dapat menerima perintah dengan wajar, dan tumbuh menjadi pribadi yang berani berinisiatif, tepat mengambil keputusan, mudah beradaptasi, dan pada akhinya menjadi manusia yang kreatif. Ayan. AHA! 10 ways to free your creative spirit and find your great ideas. New York. Crown Trade Paper Backs. Basuki. Aupengembangan kreativitasAy melalui, http://w. Guna darma Binnewies. Ohly. Niessen . Age and Creativity at Work. The interplay between job recources, age and idea creativity. Journal of Managerial Psychology. 23, 4. 438 Ae 457 Caray. Motivasi. http://makalahdans com/2008/10/motivasi. Dewing. , & Taft. Some Characteristics of the parens of creative twelveyear-olds. Journal of Personality, 41, 1, 7185. Eisenberger. , & Shanock. Rewards, intrinsic motivation, and createvity: A case study of conceptual and methodological isolation. Creativity Research Journal,15, 121-130. European University Association. Creativity in Higher Education: Report on the UEA Creativity Project 2006 Ae 2007. Brussels: EUA. Faye & Sharpe. Academic Motivation DAFTAR PUSTAKA