Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-09-17 Accepted : 2025-12-04 Published : 2025-12-15 Program Pengabdian Pendidikan melalui Pelatihan Public Speaking untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa Haekal Fardeni1 | Indri Anggraini2 | Erika Utami3 | Khovita Sari4 | Eva Mizkat5 | Intan Mauliana6 Universitas Asahan1,2,3,4,5 | Universitas Deli Sumatera6 haikalriwan84@gmail. Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keterampilan public speaking siswa yang berdampak pada kurangnya kepercayaan diri dalam menyampaikan ide dan pendapat di depan umum. Kondisi tersebut membuat siswa sering ragu saat berinteraksi, baik dalam kegiatan pembelajaran di kelas maupun dalam forum yang lebih luas. Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kemampuan komunikasi lisan siswa melalui pelatihan public speaking berbasis praktik dan kolaborasi. Peserta kegiatan berjumlah tiga puluh lima siswa SMA sederajat yang dipilih secara representatif, sehingga pelaksanaan program mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan. Metode kegiatan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi hasil menggunakan pendekatan pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup teknik vokal, penguasaan bahasa tubuh, dan strategi membangun rasa percaya diri. Pelatihan dilaksanakan secara intensif dalam bentuk praktik pidato singkat, diskusi kelompok, serta simulasi presentasi kelas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan public speaking siswa. Dari total 35 peserta, nilai rata-rata post-test mengalami kenaikan yang cukup tinggi dibandingkan hasil pretest. Selain peningkatan nilai, mayoritas peserta juga menunjukkan perubahan sikap, yakni lebih percaya diri, berani berbicara, dan terampil menyampaikan gagasan di hadapan audiens. Temuan ini membuktikan bahwa seluruh peserta memperoleh manfaat nyata dari program yang dijalankan. Dengan demikian, pelatihan public speaking ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa sekaligus mendukung pencapaian kompetensi abad 21 yang menekankan pada kemampuan berkomunikasi secara efektif, kritis, dan kolaboratif. Kata kunci: Keterampilan Komunikasi. Public Speaking. Pelatihan. Pengabdian Masyarakat. Siswa Pendahuluan Kemampuan berbicara di depan umum . ublic speakin. merupakan keterampilan penting yang dibutuhkan siswa dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin kompetitif. Di era globalisasi, kemampuan komunikasi lisan tidak hanya menjadi modal untuk berinteraksi, tetapi juga menentukan kualitas sumber daya manusia. Menurut (Haryanto, 2. public speaking merupakan keterampilan yang dapat melatih kepercayaan diri, keberanian, serta kemampuan menyampaikan gagasan dengan efektif. Selain itu, teori praktis public speaking menekankan pentingnya penguasaan aspek-aspek seperti artikulasi, intonasi, gestur, kontak mata, pengelolaan kecemasan, serta pengaturan alur dan struktur penyampaian pesan agar komunikasi menjadi lebih persuasif dan mudah dipahami Namun, kenyataannya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan berbicara di depan umum akibat kurangnya pelatihan terstruktur dan minimnya kesempatan untuk berlatih secara konsisten di lingkungan sekolah. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-09-17 Accepted : 2025-12-04 Published : 2025-12-15 Kegiatan pengabdian masyarakat menjadi wadah penting bagi mahasiswa dan dosen untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kompetensi siswa. Mahasiswa yang terlibat dalam program Pengenalan Lapangan Persekolahan Terpadu (PLPT) memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai calon pendidik, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21. Sejalan dengan pendapat (Nasution, 2. kegiatan pengabdian oleh mahasiswa merupakan bentuk penerapan ilmu pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi untuk memberikan solusi terhadap permasalahan nyata di masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah. Sebelum pelaksanaan program pelatihan public speaking, hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi lisan siswa masih tergolong rendah. Dari total 35 siswa peserta, mayoritas belum terbiasa berbicara di depan umum. Sekitar 20 siswa . %) cenderung pasif, hanya mendengarkan tanpa berani mengemukakan pendapat dalam diskusi kelas. Sebanyak 10 siswa . %) berani berbicara, tetapi penyampaiannya masih ragu-ragu, tidak terstruktur, dan sering terhenti di tengah pembicaraan. Sementara itu, hanya 5 siswa . %) yang sudah memiliki keberanian cukup baik untuk berbicara di depan kelas, meskipun penguasaan materi dan bahasa tubuh mereka masih perlu ditingkatkan. Hasil pre-test yang dilakukan mendukung temuan tersebut. Rata-rata nilai keterampilan public speaking siswa hanya berada pada kategori cukup . ekitar 62,. dengan variasi kemampuan yang cukup besar Aspek yang paling lemah terlihat pada penguasaan intonasi suara, kontak mata dengan audiens, serta kemampuan menyusun kalimat yang runtut. Kondisi ini menunjukkan perlunya pelatihan yang terarah, berbasis praktik, serta melibatkan bimbingan intensif agar siswa lebih percaya diri dan mampu menyampaikan gagasan secara efektif. Tujuan utama dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa melalui pelatihan public speaking. Pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri, melatih keberanian berbicara di depan umum, serta memperkaya keterampilan komunikasi siswa. Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian masyarakat. Seperti yang dikemukakan oleh (Lestari, 2. pengabdian masyarakat melalui pendidikan dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan kompetensi siswa dan memberi dampak positif bagi sekolah mitra. Manfaat kegiatan pengabdian ini tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh mahasiswa PLPT yang berkesempatan mengasah keterampilan mengajar, berinteraksi dengan peserta didik, serta melatih Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan kolaborasi yang baik antara pihak sekolah, mahasiswa, dan dosen pembimbing. Publikasi sebelumnya oleh (Adiarti, 2. juga menekankan bahwa pemanfaatan media maupun pelatihan keterampilan komunikasi dalam program pengabdian masyarakat terbukti mampu memperkuat literasi lisan dan menumbuhkan budaya berkomunikasi positif di sekolah. Dengan demikian, kegiatan AuProgram Pengabdian Pendidikan melalui Pelatihan Public Speaking untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi SiswaAy ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini, khususnya dalam keterampilan berbicara di depan umum. Realisasi Kegiatan Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Mas Daarul Falah Sei Kamah II, sebagai sekolah mitra program Pengenalan Lapangan Persekolahan Terpadu (PLPT). Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama satu bulan, yakni mulai 10 Agustus hingga 10 September 2025, dengan jadwal pertemuan rutin setiap akhir pekan. Lokasi sekolah dipilih karena memiliki kebutuhan peningkatan Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-09-17 Accepted : 2025-12-04 Published : 2025-12-15 keterampilan komunikasi siswa, khususnya dalam hal berbicara di depan umum. Hal ini sejalan dengan pendapat Sudjana . yang menegaskan bahwa pengabdian masyarakat berbasis pendidikan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan nyata sekolah mitra agar hasilnya lebih optimal. Tim pengabdian terdiri atas dosen pembimbing lapangan, mahasiswa PLPT, serta perwakilan guru dari pihak sekolah. Dosen berperan sebagai pengarah dan penjamin mutu kegiatan, mahasiswa PLPT sebagai pelaksana utama, sedangkan guru berfungsi sebagai mitra pendukung dan penghubung dengan Menurut Wibowo . , keterlibatan multi pihak dalam pengabdian masyarakat penting untuk memastikan keberlangsungan program dan tercapainya tujuan yang diharapkan. Rangkaian kegiatan meliputi beberapa tahap. Pertama, observasi awal dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan komunikasi siswa. Kedua, pelaksanaan pelatihan public speaking yang terdiri atas materi dasar komunikasi efektif, teknik vokal, bahasa tubuh, serta simulasi berbicara di depan kelas. Ketiga, pendampingan praktik, di mana siswa diberikan kesempatan tampil menyampaikan pidato singkat, bercerita, atau presentasi di depan teman-temannya. Keempat, evaluasi dan refleksi, yaitu pemberian umpan balik dan diskusi bersama siswa terkait kekuatan serta hal yang perlu diperbaiki. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara interaktif dengan metode learning by doing, sehingga siswa dapat belajar langsung melalui praktik. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Pratiwi, . ) bahwa pembelajaran berbasis praktik lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dibandingkan sekadar penyampaian teori. Antusiasme siswa selama mengikuti pelatihan menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu menumbuhkan kepercayaan diri sekaligus memperbaiki keterampilan berbicara mereka. Dengan demikian, realisasi kegiatan pengabdian ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan public speaking siswa, tetapi juga memberi pengalaman berharga bagi mahasiswa PLPT dalam mengimplementasikan ilmu dan keterampilan pedagogis yang mereka pelajari di bangku kuliah. Gambar 1 dan 2: Penyampaian materi dasar Public Speaking Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-09-17 Accepted : 2025-12-04 Published : 2025-12-15 Gambar 3: Contoh Latihan Public Speaking oleh Mahasiswa Universitas Asahan Gambar 4: Contoh Latihan Public Speaking oleh Mahasiswa Universitas Asahan Gambar 5 dan 6: Praktik Public Speaking oleh Siswa/i Mas Daarul Falah Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-09-17 Accepted : 2025-12-04 Published : 2025-12-15 Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Hasil Pelaksanaan program pengabdian masyarakat berupa pelatihan public speaking berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana. Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, ditandai dengan kehadiran yang stabil dan keterlibatan aktif dalam setiap sesi pelatihan. Menurut hasil observasi, keterampilan komunikasi siswa meningkat secara bertahap, khususnya dalam aspek keberanian berbicara, kejelasan pengucapan, dan penggunaan bahasa tubuh. Hal ini sejalan dengan pendapat Kurniawan . yang menyatakan bahwa keterampilan berbicara dapat ditingkatkan secara signifikan melalui latihan rutin dan lingkungan belajar yang suportif. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kemampuan siswa sebelum dan sesudah pelatihan. Pada awal kegiatan, sebagian besar siswa merasa gugup, terbata-bata, dan cenderung menghindari kesempatan untuk berbicara di depan umum. Setelah melalui beberapa sesi pelatihan, terlihat peningkatan yang cukup signifikan. Menurut penelitian Rahayu . , pelatihan public speaking berbasis praktik mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa karena mereka terbiasa menghadapi Berikut adalah ringkasan peningkatan kemampuan siswa berdasarkan penilaian awal dan akhir: Tabel 1. Peningkatan Kemampuan Public Speaking Siswa Aspek yang Dinilai Sebelum Pelatihan Sesudah Pelatihan Peningkatan (%) Kepercayaan diri 27% Kejelasan artikulasi Struktur penyampaian materi 50% 30% Bahasa tubuh Interaksi dengan audiens 28% Sumber: Data Observasi Tim Pengabdian, 2025. Selain tabel, hasil juga divisualisasikan melalui grafik agar lebih mudah dipahami. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-09-17 Accepted : 2025-12-04 Published : 2025-12-15 Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Gambar 1. Grafik Peningkatan Kemampuan Public Speaking Siswa Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa metode pelatihan yang digunakan efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi siswa. Dari total 35 peserta, terlihat adanya perkembangan signifikan dibandingkan kondisi awal. Siswa yang sebelumnya pasif menjadi lebih berani untuk tampil, dan beberapa di antaranya bahkan mampu menyampaikan pidato singkat dengan percaya diri. Seperti yang ditegaskan oleh Anwar . , keberhasilan pelatihan keterampilan komunikasi sangat dipengaruhi oleh praktik langsung, bimbingan intensif, dan suasana belajar yang mendukung. Dengan demikian, program pengabdian ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan keterampilan public speaking siswa melalui pembelajaran berbasis praktik dan pendampingan Berikut adalah ringkasan partisipasi peserta dalam kegiatan ini: Tabel 2. Partisipasi Peserta Kegiatan Pelatihan Publick Speaking Kategori Peserta Pembimbing Anggota Eva Mizkat, . Pd. Peran/Atribut Program Studi Dosen Universitas Asahan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Haekal Fardeni Mahasiswa Universitas Asahan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Indri Anggraini Mahasiswa Universitas Asahan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Erika Utami Mahasiswa Universitas Asahan Pendidikan Bahasa Inggris Khovita Sari Mahasiswa Universitas Asahan Pendidikan Bahasa Inggris Tugas Utama Memberikan arahan, bimbingan, serta evaluasi terhadap jalannya pelatihan. Menyusun materi dasar publik speaking . eori, konsep, dan teknik Menyusun contoh praktik dan simulasi latihan berbicara di depan umum. Menjadi fasilitator kegiatan . engatur alur, waktu, dan interaksi pesert. Mendokumentasikan kegiatan serta membuat laporan hasil pelatihan. Kesimpulan Kegiatan pengabdian masyarakat melalui AuProgram Pengabdian Pendidikan: Pelatihan Public Speaking untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi SiswaAy telah berhasil dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tujuan yang direncanakan, yaitu meningkatkan keterampilan komunikasi lisan siswa. Pelatihan ini terbukti mampu menumbuhkan rasa percaya diri, memperbaiki artikulasi, serta mengajarkan siswa bagaimana menyusun materi dan menyampaikannya secara efektif di depan audiens. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek keberanian berbicara, kejelasan penyampaian, hingga interaksi dengan audiens. Sejalan dengan pendapat Rahayu . , latihan public speaking secara berkesinambungan dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara di depan umum. Ada beberapa keterbatasan didalamnya salah satunya yaitu waktu pelaksanaan yang Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-09-17 Accepted : 2025-12-04 Published : 2025-12-15 singkat dan fasilitas yang kurang memadai. Selain itu, kegiatan ini memberikan manfaat ganda: bagi siswa, berupa peningkatan keterampilan komunikasi. dan bagi mahasiswa PLPT, berupa pengalaman nyata dalam mengimplementasikan teori yang dipelajari di perguruan tinggi. Hal ini sejalan dengan pernyataan Anwar . bahwa pengabdian masyarakat bukan hanya memberi dampak pada penerima manfaat, tetapi juga memperkaya kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya relevan sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga sebagai upaya strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih komunikatif, percaya diri, dan kompetitif di masa depan. Meskipun kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif bagi peningkatan kemampuan komunikasi siswa, terdapat beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Selain durasi pelaksanaan yang relatif singkat dan keterbatasan fasilitas pendukung, jumlah peserta yang cukup banyak juga membuat pendampingan individual kurang optimal. Variasi kemampuan awal siswa yang berbeda-beda menyebabkan beberapa peserta membutuhkan waktu lebih panjang untuk beradaptasi dengan aktivitas public speaking. Oleh karena itu, disarankan agar kegiatan serupa ke depan dilaksanakan dengan waktu yang lebih panjang, fasilitas latihan yang lebih memadai, serta jumlah peserta yang lebih proporsional agar pendampingan dapat dilakukan secara intensif. Program lanjutan berupa kelas public speaking berkelanjutan, penggunaan media pendukung seperti rekaman video untuk evaluasi diri, serta pendampingan mentor secara berkala juga perlu dipertimbangkan agar peningkatan kemampuan komunikasi siswa dapat berlangsung secara konsisten dan berkesinambungan. Dengan penguatan tersebut, kegiatan pengabdian diharapkan mampu memberikan hasil yang lebih optimal dan Ucapan Terimakasih