I Made Parta1. I Komang Sudiantara2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KOMPETENSI KOGNITIF SISWA KELAS V SD/AWP SUAR DWIPA GIRI MEKAR TAHUN AJARAN 2022/2023 I Made Parta1. I Komang Sudiantara2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 1,4Pendidikan Guru Sekolah Dasar. ITP Markandeya Bali Bangli 2Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja 3Pendidikan Bahasa dan Sastra Indoensia. ITP Markandeya Bali Bangli madeparta74@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan penguasaan kompetensi kognitif IPAS tema sejarah peradaban Indonesia melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis mind mapping. Penelitian ini dilakukan di SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar dengan siswa kelas V tahun ajaran 2022/2023 sebagai subjek penelitiannya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilakukan dalam dua siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Data dianalisis menggunakan metode deskriftif kualitatif dan kuantitaf dengan kriteria keberhasilan adalah nilai siswa mencapai Hasil yang diperoleh adalah, pada pra- siklus, nilai rata-rata siswa adalah 65. 60 dengan ketuntasan klasikal hanya 23. 68% yang tergolong belum tuntas. Pada siklus I, nilai rata-rata kelas 74 dengan ketuntasan klasikal mencapai 63. 16%, namun belum dapat dikatakan tuntas karena belum mencapai kriteria yang ditentukan. Pada siklus II, nilai rata-rata siswa mencapai 79. dengan nilai ketuntasan klasikal mencapai 81. 58%, dari data tersebut, dapat dikatakan tuntas dan sudah mencapai target yang ditetapkan peneliti. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah model pembelajaran melalui pendekatan saintifik berbasis mind mapping dapat meningkatkan penguasaan kompetensi kognitif IPAS siswa kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar. Kata kunci : kompetensi kognitif, mind mapping, pendekatan saintifik Abstract The purpose of this study was to improve the mastery of cognitive competence of social studies on the theme of the history of Indonesian civilization through the application of a scientific approach based on mind mapping. This research was conducted at SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar with grade V students in the 2022/2023 school year as the research subject. This research is a class action research (PTK), which was conducted in two cycles. The data collection method used was a test. The data was analyzed using qualitative and quantitative descriptive methods with the success criteria being that the student's score reached a minimum of 75. The results obtained were, in the pre-cycle, the average score of students was 65. 60 with classical completeness of only 23. 68% which was classified as In cycle I, the class average value reached 75. 74 with classical completeness reaching 16%, but it cannot be said to be complete because it has not reached the specified criteria. In cycle II, the average value of students reached 79. 63 with a classical completeness value reaching 81. from this data, it can be said that it is complete and has reached the target set by the researcher. The conclusion that can be obtained from this research is that the learning model through the mind Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Made Parta1. I Komang Sudiantara2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 mapping-based scientific approach can improve the mastery of social studies cognitive competencies of grade V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar students. Keywords : cognitive competence, mind mapping, scientific approach PENDAHULUAN Satuan pendidikan dapat dikatakan bermutu dan diukur dari kedudukannya untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kebudayaan nasional adalah pendidikan yang berhasil membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, bermoral, dan Maka dari itu perlu dirancang suatu sistem pendidikan yang mampu menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang menyenangkan, merangsang, dan menantang bagi siswa sehingga dapat mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Kurikulum merupakan salah satu komponen yang memilik peran penting dalam sistem pendidikan di dalamnya tidak hanya mengandung rumusan dan tujuan yang harus di capai, tetapi juga pemahaman tentang pengalaman belajar yang harus dimiliki setiap Pentingnya kurikulum sebagai penentu keberhasilan pendidikan harus dikembangkan dengan fondasi yang kuat. Dalam kurikulum Merdeka merupakan ikhtiar dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Kurikulum Merdeka ditujukan untuk menyempurnakan kurikulum 2013 yang diterapkan sejak tahun 2013. Kemendikbudristek . , mengemukakan proses pembelajaran yang sesuai di Sekolah Dasar dalam penerapan kurikulum Merdeka adalah memberikan pemebelajaran dengan materi esensial sesuai capaian pembelajaran yang akan dituju. Pembelajaran yang menggunakan capaian pembelajaran dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Hal ini dikarenakan, pembelajaran dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman, berfokus pada materi esensial, bersifat individual, dan konstektual, serta siswa akan mengalami secara langsung apa yang dipelajarinya. Capaian pembelajaran pada kurikulum merdeka berperan sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran dengan memadukan beberapa muatan sekaligus. Salah satu muatan materi pelajaran yang dikaitkan dalam pembelajaran modul ajar ini adalah Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Pada kurikulum merdeka. Ilmu Pengetahuan Sosial dan Soial (IPAS) bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap lingkungan alamiah dan masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Menurut Permendikbud No. 57 Tahun 2013 lampiran i menyatakan bahwa IPAS adalah mata pelajaran yang mempelajari tentang kehidupan manusia dalam berbagai dimensi ruang dan waktu serta berbagai aktivitas kehidupannya. Muatan materi pembelajaran IPAS bertujuan umtuk menghasilkan warga negara yang religious, jujur, demokratis, kreatif, kritis, senang membaca, memiliki kemampuan belajar, rasa imgim tahu, peduli dengan lingkungan sosial dan fisik, berkontribusi secara produktif. Ruang lingkup IPAS terdiri atas pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang dikembangkan dari masyarakat dan disiplin ilmu alam dan sosial. Penguasaan keempat konten ini dilakukan dalam proses belajar yang terintegrasi melalui proses kajian terhadap konten pengetahuan. Muatan materi pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar dimaksudkan sebagai suatu proses membanu siswa membentuk Indonesia yang peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Melalui muatan materi pembelajaran IPAS, akan mampu membentuk siswa yang berpengetahuan yang berharga dalam memahami dirinya sendiri dan orang lain dalam lingkungan masyarakat yang berbeda tempat maupun waktu, baik secara individu maupun Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Made Parta1. I Komang Sudiantara2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 secara kelompok, untuk menemukan kepentingannya yang akhirnya dapat terbentuk suatu masyarakat yang baik. Tureni . , menyatakan pendekatan saitifik merupakan pendekatan di dalam kegiatan pembelajaran yang mengutamakan motivasi dan temuan-temuan siswa, pengalaman belajar yang mereka peroleh tidak bersifat indoktrinasi, hafalan, dan sejenisnya. Pengalaman belajar, baik itu yang berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikat mereka peroleh berdasarkan kesadaran dan kepentingan mereka sendiri. Materi yang mereka pelajari berbasis fakat atau fenomena tertentu sesuai dengan CP yang sedang dikembangkan guru, fakta atau fenomena itu mereka amati, mereka pertanyakan, mereka cari jawabannya sendiri dari berbagai sumber yang relevan, dan bermuara pada sebuah jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Maka, pendekatan saintifik juga diharapkan untuk mampu mengarahkan siswa dalam menganalisa suatu masalah berdasarkan langkah-langkah atau prosedur penyelesaian masalah. Namun, kenyataan dilapangan yang terjadi tidak sesuai dengan harapan. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara terhadap guru kelas V diperoleh informasi, bahwa siswa mendapatkan penguasaan kompetensi kognitif IPAS yang sebagian belum memenuhi nilai ketuntasan. Karena motivasi belajar siswa yang kurang maka pelajaran IPAS ini kurang diminati oleh siswa padahal dalam muatan materi pembelajaran IPAS ini siswa dapat mempelajari tentang mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar diketahui bahwa rata-rata nilai IPAS dikelas V sebagain belum memenuhin syarat ketuntasan minimal yaitu 75. Dari 38 orang siswa, hanya 60% siswa yang memenuhi syarat ketuntasan minimal. Rendahnya pemahaman siswa terhadap pengetahuan IPAS disebabkan oleh cara atau metode mengajar guru yang belum tepat. Hal ini mengakibatkan siswa kesulitan dalam memahami dan menerima pelajaran IPAS, karena pada umumnya guru cenderung menggunakan metedo seperti ceramah dan siswa cenderung hanya mencatat materi pelajaran dalam bentuk catatan yang menoton sehingga siswa malas untuk membaca kembali apa yang dicatatnya di sekolah. Menurut Rahmayati and Prastowo . kelemahan dari metode ini adalah bersifat menoton, membosankan, sulit untuk melihat secara utuh dan siswa kesulitan mencari kata kunci dan melihat hubungan antara sub bagian dari catatan. Sejalan dengana permasalahn diatas maka dibutuhkan solusi yang nantinya diharapkan dapat memberikan perubahan terhadap hasil belajar yaitu dengan penerapan pendekatan saintifik bebasis mind mapping penguasaan kompetensi kognitif IPAS tema sejarah peradaban Indonesia tahun ajaran 2022/2013. Dadi. Redhana, dan Juniartina . , mind mapping merupakan peta rute yang hebat bagi ingatan, memungkinkan untuk menyusun fakta dan pikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Ini berarti mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan dengan menggunakan teknik pencatatan tradisional. Sehingga mind mapping dapat merangsang siswa untuk selalu mengingat apa yang dipelajari dan dapat mendukung pelaksanaan kurikulum Merdeka. Mind mapping adalah teknik yang tepat untuk membantu siswa dalam meningkatkan pengetahuan IPAS siswa dan memiliki hubungan dengan cara otak kita bekerja untuk mengingat sesuatu. Proses mind mapping dimulai dengan menuliskan topik bahasan ditengah kemudian menulis hal-hal yang terkait dengan topic utama yang dihubungkan dengan garis. Dengan berpatokan pada ide-ide kunci yang ditulis dengan kata-kata sendiri dan mencari Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Made Parta1. I Komang Sudiantara2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 hubungan diantara mereka, para siswa data memetakan pengetahuan yang mereka miliki dan membantu mereka untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan mendapatkan informasi dari pemikiran mereka. Selain itu, mind mapping akan menjadi teknik yang menarik dan menantang bagi siswa. Teknik ini dapat memotivasi siswa untuk melakukan brainstorm dan menulis ide-ide mereka. Selain itu, dapat membantu siswa untuk mengatur pengetahuan yang mereka miliki. Penerapan meningkatkan penguasaan kompetensi kognitif IPAS . Selain itu pedekatan ini dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa karena dapat terlibat langsung dalam suatu proses ilmiah yang terjadi selama kegiatan pembelajaran. Berdasarkan uraian tersebut, maka diadakan penelitian yang dituangkan dalam penelitian tindakan kelas yang berjudul AuPenerapan Pendekatan Saintifik Berbasis Mind Mpping Untuk Meningkatkan Penguasaan Kompetensi Kognitif Siswa Dengan Materi Sejarah Peradaban Indonesia Siswa Kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri MekarAy. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan penguasaan kompetensi kognitif IPAS tema sejarah peradaban Indonesia melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis mind mapping. METODE Sebuah metode dibutuhkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh siswa kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar. Sehingga rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini sangat tepat untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Dengan rancangan penelitian ini, peneliti dapat mengetahui tingkatan keberhasilan siswa dalam menerima dan memahami pelajaran di kelas. Penelitian ini dirancang dalam siklus tindakan yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu: . perencanaan tindakan, . pelaksanaan tindakan, . observasi/evaluasi, dan . Rancangan siklus dalam penelitian dapat digambarkan seperti berikut. Gambar 1. Rancangan Penelitiaan Tindakan Kelas Subyek penelitian pada penelitian ini adalah siswa kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar tahun pelajaran 2022/2023 yang terdiri dari 38 siswa. Kelas ini dipilih karena berdasarkan hasil observasi awal, peneliti menemukan beberapa masalah yang dihadapi oleh siswa pada mata pelajaran IPAS. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Made Parta1. I Komang Sudiantara2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah kompetensi kognitif IPAS. Instumen yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah pre-test and post-test. Tes tersebut adalah tes objektif dalam bentuk pilihan ganda. Instrument tersebut digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif IPAS siswa terhadap materi yang dipelajari disetiap siklus. Disetiap siklusnya, peneliti memberikan pre-test dan pos-test, dengan demikian, peneliti mendapatkan gambaran pencapian siswa. Gambaran tersebut didapat dengan cara membandingkan hasil kedua tes yang dijalani oleh siswa. Penelitian terhadap tes dilakukan berdasarkan kunci jawaban yang telah tersedia. Jenis tes yang digunakan pada pre-test dan post-test pada penelitian ini adalah tes objektif dengan bentuk soal pilihan ganda. Dimana setiap butirnya terdiri dari empat pilihan. Terdapat 10 butir soal yang harus di jawa b oleh Materi tes disesuaikan dengan kompetensi dasar yang dikembangkan pada rencana pelaksanaan pembelajaran, sehingga responden tidak akan kesulitan dalam menjawab setiap butir soal. Penerapan pendekatan saintifik berbasis mind mapping pada penelitian ini diharapkan berjalan dengan sukses. Berdasarkan kurikulum 2013 yang digunakan oleh SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar , kriteria ketuntasan minimal untuk IPAS adalah 75. Sehingga indikator kesuksessan dapat dicapai apabila siswa dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan. Pada penelitian ini, indikator kesuksessan adalah 80%. Dengan kata lain, dari 38 siswa kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar , jika 30 orang siswa dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal, 75, maka penelitian ini dapat dihentikan atau dapat dikatakan Data hasil penelitian dianalisis untuk memperoleh tingkatan motivasi belajar dan pengguasaan kompetensi kognitif IPAS siswa. Hasil ini dipresentasikan dan disimpulkan untuk memjawab permasalahan yang telah dirumuskan. Untuk mementukan hasil penilaian tes siswa secara individu, dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut. Nilai individu siswa = benar =1, salah = 0 Nilai rata-rata kelas=. umlah total nilai seluruh sisw. kor maksimal x jumlah sisw. y100 % ketuntasan klasikal=. umlah siswa yang melampaui KKM)/. umlah sisw. y100 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian bertujuan untuk menjawab rumusan permasalahan yang telah ditentukan sebelumnya. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah: apakah penerapan pendekatan saintifik berbasis mind mapping dapat meningkatkan penguasaan kompetensi kognitif IPAS materi sejarah peradaban Indonesia kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar tahun ajaran 2022/2023. Dalam penelitian ini, penelitian tindakan kelas merupakan rancangan penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data. Rancangan ini memiliki empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Sehingga dalam hasil penelitian ini menjelaskan proses penerapan mind mapping. Kesuksessan dari penelitian tindakan kelas ini ditunujkkan dari adanya peningkatan yang signifikan dari nilai siswa. Peneliti memilih siswa kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar yang berjumlah 38 siswa sebagai subyek penelitian. Mereka terpilih sebagai subyek penelitian berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan. Oleh sebab itu, peneliti menemukan beberapa masalah yang dihadapi oleh siswa kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar dalam penguasaan kompetensi kognitif IPAS. Sehingga, hasil penelitian dalam penelitian ini Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Made Parta1. I Komang Sudiantara2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 merupakan hasil dari penerapan mind mapping untuk meningkatkan penguasaan kompetensi kognitif IPAS dari siswa kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar . Dalam rangka menganasilisis peningkatan siswa terhadap penerapan mind mapping, data yang dibutuhkan kemudian dikumpulkan. Oleh sebab itu, ada satu instrument penelituan yaitu tes. Ada dua jenis test yang digunakan, pre-test dan post test. Pre-test dilakukan bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum mind mapping diterapkan dan post test dilakukan bertujuan untuk mengetahui pencapaian siswa. Pada pra-siklus, hasil dari pre-tes menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas berdasarkan hasil pre-tes adalah 65. 60 yang menunjukkan kemempuan kompetensi kognitif subjek masih rendah. Selain itu, hanya 9 orang siswa dari 38 yang dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal. sehingga, kemampuan kompetensi kognitif mereka harus ditingkatkan agar dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal. Berdasarkan hasil dari pre-tes, peneliti menemukan masalah yang dihadapi siswa dalam pelajaran IPAS. Mereka mengalami kesulitan dalam mengingat materi yang dipelajari. Selain itu, siswa juga sulit memetakan ideide yang mereka miliki. Oleh Karena itu, peneliti melakukan tindakan selanjutnya yaitu mengimplementasikan mind mapping sebagai metedo mengajar IPAS untuk meningkatkan kompetensi kognitif IPAS siswa. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa nila rata-rata kelas adalah 75. Selain itu, ditemukan bahwa terdapat 24 dari 38 atau 63. 16% siswa yang dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal dibandingkan dengan hasil dari pre-tes sebelumnya. Berdasarkan hasil dari post-tes 1, dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan kompetensi kognitif IPAS setelah mind mapping diimplementasikan. Sementara itu, penelitian masih tetap harus dilanjutkan karena jumlah siswa yang dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal masih kurang dari indikator kesuksessan. Oleh sebab itu, peneliti harus melanjutkan penelitian ke siklus II. Hasil dari post-tes 2 menunjukkan bahwa rata-rata kelas adalah 79. Terdapat 31 dari 38 siswa yang mecapai kriteria ketuntasan minimal. Berdasarkan dari hasil penghitungan diatas, terdapat 81. 58% siswa yang dapat melampaui kriteria ketuntasan minimal. Oleh sebab itu data menyatakan bahwa kompetensi kognitif IPAS siswa meningkat secara signifikan melalui penerapan mind mapping. Karena penelitian ini telah mencapai indikator kesuksessan, penelitian ini dapat diakhiri. Hasil dari penelitian tindakan kelas ini menunjukkan 31 siswa dapat mecapai kriteria ketuntasan minimal. Karenanya, penelitain ini dapat dihentikan pada siklus II karena subjek penelitian telah mencapai kriteria ketuntasan Untuk menyajikan data yang jelas, data yang diperoleh dari pre-tes, post-tes 1 serta post-tes 2 akan disajikan dalam bentuk tabel lalu dikonversikan kedalam bentuk tabel. Sehingga memudahkan pembaca untuk mengetahui sejauh mana peningkatan yang dialami oleh siswa setelah mind mapping diimplementsikan. Grafik ini menunjukkan respon yang diberikan oleh siswa terhadap penerapan mind mapping. Tabel 1. Data Tabulasi Menunjukkan Nilai Kemajuan Subjek dalam Penerapan Mind mapping Pra-siklus Siklus I Siklus II Subjek Penelitian Keterangan (Pre Tes. (Post Test I) (Post Test II) Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Made Parta1. I Komang Sudiantara2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 Total Nilai Rerata Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas 6 kemampuan 7575. Pemerolehan data tentang awal siswa, peneliti wawancara terhadap guru di SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar dan observasi di kelas. kelasbahwa masalah siswa adalah lemahnya kompetensi kognitif siswa terhadap mata Ditemukan pelajaran IPAS. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan proses belajar mengajar, peneliti melaksanakan pre-tes. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahuan kemampuan awal siswa. Rata-rata nilai kelas pada pre- tes adalah 65. 60 dimana hanya terdapat 9 dari 38 siswa yang dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal. Serta, hasil dari pre-tes menunjukkan, hampir seluruh siswa memiliki kompetensi kognitif IPAS yang masih rendah. Berdasarkan hasil dari pra-siklus, kompetensi kognitif IPAS siswa perlu ditingkatkan agar mendapatkan hasil yang lebih baik dari proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, peneliti menggunakan mind mapping sebagai teknik mengajar untuk meningkatkan kompetensi kognitif IPAS siswa. Pada siklus I, kompetensi kognitif IPAS siswa meningkat secara signifikan setelah mind mapping diimplementasikan. Nilai rata-rata kelas pada post-tes 1 adalah 75. 74 dengan 24 dari 38 siswa yang dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal. Hampir seluruh siswa Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Made Parta1. I Komang Sudiantara2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan baik walaupun masih ada beberapa dari siswa masih mengalami kesulitan selama mengikuti proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, nilai yang didapat masih dibawah kriteria ketuntasan minimal. Berdasarkan hasil observasi, siswa juga sudah mulai aktif selama proses belajar mengajar berlangsung. Dikarenakan hasil dari siklus I belum mencapai kriteria ketuntasan minimal, sehingga penelitian belum dapat Karenanya, penelitian harus dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II, peneliti melakukan beberapa perbaikan terhadap kekurangan dari siklus sebelumnya. Peneliti menyediakan gambar untuk mendukung proses belajar mengajar. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap kompetensi kognitif IPAS siswa. Hasil dari post-tes menunjukkan nilai rata-rata kelas adalah 79. Dari total keseluruhan 38 siswa, 31 diantaranya dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal. Hampi keseluruhan siswa sudah mampu memetakan informasi yang mereka dapatkan dan kesulitan yang mereka hadapi sudah mulai berkurang. Peneliti juga menemukan, meningkatnya keaktifan siswa dan siswa mulai fokus selama proses belajar mengajar berlangsung. Disisilain, 31 siswa atau 81. 58% siswa, nilai post-tesnya melampaui kriteria ketuntasan Dari hasil yang diperoleh pada siklus II, menunjukkan bahwa penelitian dapat diakhiri dan dinyatakan sukses karena telah mencapai indikator kesuksessan. Hasil dari siklus 2 berhasil disebabkan oleh kelebihan dari pendekatan saintifik, diantaranya: . Pendekatan saintifik dapat meningkatkan kinerja pengetahuan. Meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Pendekatan saintifik memberikan hubungan yang timbal balik satu sama lain sehingga pengembangan ide, gagasan semakin bertambah sehingga membentuk pengetahuan- pengetahuan baru, yang menjadi makna bagi siswa . Siswa menjadi memiliki kemampuan recall lebih modern/ kecepatan pemanggilan informasi yang sdah diterima sebelumnya (Ayu Rizki Fadila, 2. Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian sebelumnya oleh Marwa. Usman, and Qodriani . , hasilnya menunjukkan bahwa pengunaan model pembelajaran mind mapping dalam pendekatan saintifik dapat meningkatkan penguasaan kompetensi kognitif IPAS di sekolah dasar. Penelitian relevan berikutnya dilakukan oleh (Suryani, 2. Temuan ini sesuia dengan yang dikemukakan oleh Ayu Rizki Fadila . bahwa mind mapping merupakan peta rute yang hebat bagi ingatan, memungkinkan untuk menyusun fakta dan pikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Ini berarti mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan darAgama Hinduda menggunakan teknik pencatatan tradisional. Sehingga, pendekatan saintifik berbasis mind mapping adalah pendekatan didalam kegiatan pembelajaran yang mengutamakan perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik dengan cara mencatat yang efektif, efesien, dan kreatif yang melibatkan simbol - simbol atau gambar-gambar, warna, sehingga dapat merangsang siswa untuk selalu mengingat apa yang Berdasarkan data serta pemaparan diatas, penelitian tindakan kelas ini dapat dinyatakan sukses mencapai indikator kesuksessan. Dari data yang diperoleh, menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dari pre-tes sampai post-tes. Dengan kata lain, kompetensi kognitif IPAS siswa kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar tahun ajaran 2022/2023 dapat meningkat melalui mind mapping. SIMPULAN Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan Penelitian ini dilaksanankan melalui dua siklus dimana setiap siklusnya terdapat empat Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Made Parta1. I Komang Sudiantara2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 tahap yang saling berkaitan, seperti perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Namun, sebelum proses belajar mengajar dilaksanakan, sangatlah penting untuk melakukan refleksi awal untuk mendapatkan data mengenai kompetensi kognitif awal siswa sebelum mind mapping diimplementasikan. Tujuan penelitain ini adalah untuk meningkatkan penguasaan kompetensi kognitif IPAS tema sejarah peradaban Indonesia melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis mind mapping siswa kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar tahun ajaran 2022/2023. Sehingga, untuk mendapatkan data yang akurat dari peningkatan kompetensi kognitif IPAS siswa, peneliti menggunakan instrument penelitian. Instrument penelitian tyang digunakan tersebut adalah berupa tes, pre-tes dan post-tes, dimana tes tersebut dalam bentuk tes obyektif pilihan ganda. Pada refleksi awal, peneliti melaksanakan pre-tes. Nilai rata-rata kelas berdasarkan hasil pre-tes adalah 65. Serta, berdasarkan dari hasil pre-tes, hanya 9 dari 38 orang siswa yang mampu mencapai kriteria ketuntasan minimal. Lebih lanjut, pada siklus I, terjadi peningkatan yang signifikan. Dimana 28 orang siswa yang dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal dengan nilai rata-rata 75. Pada siklus II, 31 dari 38 siswa dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal. Dimana nilai rata-ratanya adalah79. Berdasarkan data diatas, penguasaan kompetensi kognitif IPAS siswa kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar menunjukkan adanya peningkatan setelah mind mapping diimplementasikan. Kesimpulannya, berdasarkan penjelasan diatas dari data pre-tes hingga post-tes, menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dari penguasaan kompetensi kognitif IPAS siswa setelah mind mapping diimplementasikan. Selain adanya peningkatan pada kompetensi kognitif IPAS , terjadi pula peningkatan pada perilaku belajar siswa. Siswa menjadi lebih aktif selama proses belajar mengajar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penguasaan kompetensi kognitif IPAS siswa kelas V SD/AWP Suar Dwipa Giri Mekar tahun ajaran 2022/2023 dapat meningkat melalui mind mapping. DAFTAR RUJUKAN Ade Sintia Wulandari. AuLiterature Review: Pendekatan Berdiferensiasi Solusi Pembelajaran Dalam Keberagaman. Ay Jurnal Pendidikan Mipa 12. : 682Ae89. Astiti. Kadek Ayu. Betris Yadinta Engge, and Marsi D. s Bani. AuPengembangan Bahan Ajar Ipa Terpadu Tipe Connected Pada Materi Energi. Ay Pendidikan. Jurnal Indonesia. Sains 3. : 102Ae11. Astiti. Kadek Ayu. Amiruddin Supu. I Wayan Sukarjita, and Vinsensius Lantik. AuPengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Tipe Connected Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Materi Lapisan Bumi Kelas VII. Ay Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) 4. : 112Ae20. Astuti. Ni Putu Eni. I Wayan Suastra. Ida Bagus Arnyana, and I Komang Nada Kusuma. AuImplementation of Differentiated Learning To Improve Educational Science and Character Learning Outcomes of Elementary School Students. Ay JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajara. : 609. Ayu Rizki Fadila. Sumilah. AuPengembangan Bahan Ajar Ips Berbasis Mind Mapping Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS. Ay Joyful Learning Journal 7. : 29Ae38. https://journal. id/sju/index. php/jlj/article/view/23230. Dadi. I Ketut. I Wayan Redhana, and Putu Prima Juniartina. AuAnalisis Kebutuhan Untuk Pengembangan Media Pembelajaran Ipa Berbasis Mind Mapping. Ay Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) 2. : 70. Isrotun. Umi. AuAnalisis Kebutuhan Awal Pengembangan Bahan Ajar Pembelajaran Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Made Parta1. I Komang Sudiantara2. I Wayan Numertayasa3. I Komang Nada Kusuma4 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2024 Berdiferensiasi Berbasis Kearifan Lokal Kabupaten Pekalongan Mata Pelajaran IPAS Kelas IV Sekolah Dasar. Ay 2st Proceeding STEKOM 2. Kamal. Syamsir. AuImplementasi Pembelajaran Berdiferensiasi. Ay Jurnal Pembelajaran Dan Pendidikan Volume 1 N(September 2. : 1Ae12. Kemendikbudristek. AuImplementasi Kurikulum Merdeka. Ay Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Teknologi Republik Indonesia. https://kurikulum. id/detail-ikm/ (January 4, 2. AiAiAi. AuPembelajaran Berdiferensiasi Dan Penerapannya Di Kelas. Ay Ayo Guru Berbagi Kemdikbud. https://ayoguruberbagi. id/artikel/pembelajaranberdiferensiasi-dan-penerapannya-di-kelas/ (June 2, 2. Kusuma. I Komang Nada et al. AuLesson Study Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Ay 7. : 192Ae200. Marwa. Neneng Widya Sopa. Herlina Usman, and Baina Qodriani. AuPersepsi Guru Sekolah Dasar Terhadap Mata Pelajaran IPAS Pada Kurukulum Merdeka. Ay METODIK DIDAKTIK Jurnal Pendidikan Ke-SD-an 18. 54Ae65. https://ejournal. edu/index. php/MetodikDidaktik/article/view/53304. Muhardini. Sintayana et al. AuPengembangan Modul Ajar Ilmu Pengetahuan Alam Dan Sosial (IPAS) Bagi Siswa Sekolah Dasar Kelas Iv Dalam Kerangka. Ay 9: 182Ae86. Numertayasa. I Wayan. I Komang Nada. Ni Putu, and Eni Astuti. AuProfil Pelajar Pancasila Development of Strengthening Character Education Syllabus Based on Pancasila Student Profiles. Ay 5. : 97Ae108. Numertayasa. I Wayan. I Komang Nada Kusuma, and I Gede Agus Rediasa. AuPersepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Lesson Study Di SD Negeri 6 Pempatan. Ay Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 8. : 4738Ae47. Putu. Ni et al. AuJurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Tersedia Secara Online Https://Ejournal. Undiksha. Ac. Id/Index. Php/JJPBS Implementasi Lesson Study Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas Iv Sd Negeri 6 Pempatan. Ay 12: 469Ae77. https://doi. org/10. 23887/jpbsi. Rahmayati. Gismina Tri, and Andi Prastowo. AuPembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Dan Sosial Di Kelas IV Sekolah Dasar Dalam Kurikulum Merdeka. Ay : 16Ae25. Sulistiawan. I Wayan Dedi. I Wayan Numertayasa, and I Komang Nada Kusuma. AuPenggunaan Bahan Bacaan Cerita Ogoh-Ogoh Bali Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Kelas 2 Sd Negeri 7 Pempatan. Ay 5. : 9Ae16. Suryani. Titin et al. AuPengembangan Modul Ajar Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Materi AoMenggunakan DataAo Ay 5. Tureni. AuPenerapan Pendekatan Saintifik Berbasis Mind Mapping Dalam Mata Kuliah Fisiologi Hewan Pada Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Tadulako. Ay Jurnal Kreatif Tadulako 17. : 123616. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka