Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 3. Issue 5. December 2025. E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi. org/10. 5281/zenodo. Efektivitas Pelatihan Self-talk Dalam Menurunkan Stres Akademik Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar The Effectiveness of Self-Talk Training in Reducing Academic Stress among Students of the Faculty of Psychology. Makassar State University Devita Rezky Ramadhani1. Ahmad Ridfah2. Ismalandari Ismail3 Fakultas Psikologi. Universitas Negeri Makassar ABSTRAK Stres akademik dapat berdampak buruk bagi mahasiswa karena mengganggu psikologis dan fisik sehingga dibutuhkan self-talk. Article history: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah self-talk efektif Received November 05, 2025 Revised 10 November 2025 untuk menurunkan stres akademik pada mahasiswa Fakultas Accepted 25 November 2025 Psikologi Universitas Negeri Makassar. Partisipan dalam penelitian Available online 06 December 2025 ini berjumlah 16 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 8 Kata Kunci: kelompok kontrol dan 8 kelompok eksperimen. Penelitian ini Mahasaiswa. Self-talk. Stres Akademik menggunakan desain penelitian true experimental dengan metode Keywords: pretest-posttest control group design. Skala dalam penelitian ini Students. Self-talk. Academic Stress memiliki nilai reliabilitas 0,754. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan mean score stres akademik pada kelompok eksperimen yaitu dari 76,13 menjadi 51,63 dan perubahan skor stres akademik pada kelompok kontrol dari 64 menjadi 63,75. Hasil This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2023 by Author. Published by Yayasan penelitian membuktikan bahwa hasil uji Mann-Whitney Daarul Huda menunjukkan nilai p=0,002 . <0,. Hasil uji Wilcoxon kelompok eksperimen menunjukkan terjadi penurunan yang signifikan terhadap skor stress akademik kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan p=0,006 . <0,. Dapat disimpulkan bahwa self-talk efektif dalam menurunkan stres akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Self-talk terbukti mampu menurunkan stres akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. ABSTRACT Academic stress can have negative effects on students because it can disrupt psychological and physical wellbeing. therefore, self-talk is needed. This study aims to determine whether self-talk is effective in reducing academic stress among students of the Faculty of Psychology. Makassar State University. The participants in this study totaled 16 students, divided into two groups: 8 in the control group and 8 in the experimental group. This study used a true experimental research design with a pretestAeposttest control group design. The scale used in this study had a reliability value of 0. The results showed a decrease in the mean score of academic stress in the experimental group, from 76. 13 to 51. 63, while the academic stress score in the control group changed from 64 to 63. The findings indicate that the MannAeWhitney test produced a p-value of 0. < The Wilcoxon test for the experimental group showed a significant decrease in academic stress scores after the treatment, with p = 0. < 0. It can be concluded that self-talk is effective in reducing academic stress among students of the Faculty of Psychology. Makassar State University. Self-talk has been proven to reduce academic stress among these students. ARTICLE INFO PENDAHULUAN Mahasiswa merupakan individu yang menuntut ilmu di tingkat perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta atau lembaga lain di tingkat perguruan tinggi. Dalam menuntut ilmu mahasiswa mengalami begitu banyak hambatan dan tuntutan yang dapat mengakibatkan hambatan dalam menyelesaikan tanggung jawab individu tersebut sebagai mahasiswa. Septiani . mengemukakan bahwa stres dapat terjadi pada mahasiswa karena ketidakmampuan mahasiswa tersebut dalam pemenuhan kewajiban sebagai mahasiswa dan/atau *Corresponding Author Email: devitarzky@gmail. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025, karena masalah lain yang dirasa. Stres adalah suatu keadaan individu yang tidak terkontrol dikarenakan tuntutan fisik, lingkungan, dan situasi sosial (Sarafino & Smith, 2. Stres memiliki kaitan yang erat dengan interaksi manusia serta interaksi individu dengan lingkungan, oleh sebab itu stres dapat diartikan hubungan interaksi antara individu dan lingkungannya yang diresapi sebagai beban atau dirasa melebihi dari kapasitas kemampuan individu (Lazarus & Folkman. Gadzella dan Masten . mengemukakan bahwa stres akademik merupakan keadaan dimana individu mengalami tuntutan akademik yang melebihi kemampuan yang dimiliki yang disertai dengan reaksi-reaksi fisik, emosi, kognitif dan tingkah laku yang diarahkan untuk menghadapi masalah stres. World Health Organization mengemukakan bahwa prevalensi stres yang terjadi terbilang tinggi yaitu melibatkan sekitar 350 juta penduduk di dunia yang mengalami permasalahan yaitu stres. Berdasarkan studi dari Health and Safety Executive tahun 2013-2014 di Inggris terhadap 487. 000 orang dengan usia produktif didapatkan angka kejadian stres sebanyak 54,62% pada wanita dan 45,38% pada pria. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti dengan beberapa mahasiswa yang berkuliah di Universitas Negeri Makassar, diketahui bahwa beberapa mahasiswa mengalami stres Berdasarkan data awal yang disebar peneliti di Universitas Negeri Makassar terhadap 513 mahasiswa dengan penyebaran 57 responden dalam setiap fakultas, diketahui bahwa sebanyak 79,53% mahasiswa mengalami stres akademik. Gejala yang dirasakan responden saat mengalami stres akademik sejalan dengan aspek yang dikemukakan oleh Gadzella dan Masten . yaitu sakit kepala, lelah fisik, sulit tidur, denyut jantung berdebar, gugup, suka menyendiri, menggerutu, mencari perhatian, sulit berkonsentrasi, merasa jenuh, hilang harapan, merasa diabaikan, berpikir negatif, cemas, mudah tersinggung, tidak ingin diganggu, sering menangis, mual, dan lapar. Hutabarat . mengemukakan bahwa stres akademik dapat berdampak buruk bagi mahasiswa karena performa dan fungsi kognisi mahasiswa dalam melaksanakan tugas akan terganggu dan dapat menyebabkan burnout jika terus-menerus dialami, serta dapat mengganggu psikologis dan fisik mahasiswa. TINJAUAN PUSTAKA Stres Akademik Definisi Stres Akademik Gadzella dan Masten . mengungkapkan bahwa stres akademik ialah persepsi dari seorang terhadap sumber stres akademik dan bagaimana reaksi yang dirasakan terhadap sumber stres akademik seperti reaksi fisik, emosi, perilaku, dan kognitif. Menurut Desmita . stres akademik adalah stres yang disebabkan oleh academic stressor yang berarti stres yang dialami seseorang yang bersumber dari proses pembelajaran atau hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar seperti tekanan untuk naik tingkat, lama belajar, tugas yang banyak, mendapat nilai yang bagus, keputusan menentukan jurusan atau karier serta kecemasan ujian dan manajemen stres. Menurut Govarest dan Gregoire . stres akademik erat kaitannya dengan kehidupan akademik yang dialami oleh individu tergantung situasi dan keadaan dimana individu mencari ilmu. Nist-Olejnik dan Holschuh . mengatakan bahwa stres akademik merupakan ketegangan akibat terlalu banyaknya tugas yang harus dikerjakan oleh individu. Menurut Nanwani . stres akademik merupakan stres yang berhubungan dengan aspek pembelajaran, khususnya selama proses belajar. Menurut Gusniarti . stres akademik merupakan hasil persepsi yang subjektif terhadap adanya ketidaksesuaian antara tuntutan lingkungan dengan sumber daya aktual yang dimiliki mahasiswa. Berdasarkan pengertian Socius E-ISSN: 3025-6704 Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025, beberapa ahli, maka dapat disimpulkan bahwa stres akademik adalah persepsi dari seorang individu terhadap sumber stres yaitu academic stresor dan reaksi individu seperti reaksi fisik, emosi, kognitif dan perilaku yang berhubungan dengan tuntutan dalam kegiatan akademik. Aspek Stres Akademik Menurut Sun. Dunne dan Hou . terdapat beberapa aspek stress akademik yaitu: Tekanan belajar Tekanan belajar adalah tekanan yang dalami individu selama masa studinya. Tekanan untuk belajar bisa dating dari orang tua, teman dan tugas akademik Beban tugas Beban tugas merupakan tugas yang harus kerjakan oleh orang-orang yang berasal dari lataar belakang akademisi. Tugas untuk individu dapat berupa tugas di kampus, pkerjaan rumah (PR), dan bebagai tes. Kekhawatiran pada nilai yang diperoleh Kekhwatiran terhadap nilai-nilai yang berkaitan dengan aspek itelektual adalah kempuan individi untuk memperoleh pengertahuan baru. Individu yang menderita stress akademik merasa sulit untuk berkonsentrasi dan mengalami penurunan daya ingat dan kulitas kerja. Ekspektasi diri Ekspektasi diri adalah kemampuan individu untuk menginginkan sesuatu. Individu yang mengalami stres akademik memiliki ekspektasi yang rendah terhadap diri mereka sendiri, yang selalu dibuktikan dengan perasaan gagal dalam nilai akademik Keputusaan Keputusasaan merupakan respon emosional seseorang ketika tidak mampu mencapai tujuan Individu yang mengalami stres akademik tidak mampu memahami dan menyelesaikan tugas akademik. Indikator Stres Akademik Nist-olejink dan Holschuh . mengungkapkan bahwa terdapat empat gejala stres akademik yaitu: Gejala kognitif, muncul dari pemikiran seperti kehilangan rasa percaya diri, takut gagal, sulit berkonsentrasi, khawatir akan masa depan, mudah lupa dan melamun berlebihan. Gejala perilaku, respon yang muncul dari perilaku seperti menarik diri, tidur terlalu banyak atau sedikit, makan terlalu banyak atau sedikit dan menangis. Gejala fisiologis, respon yang muncul dari reaksi tubuh seperti telapak tangan berkeringat, jantung berdegup kencang, merasa lelah, sakit kepala, rentan sakit, mual dan sakit perut. Gejala emosional, respon yang muncul dari perasaan seperti cemas, mudah marah, murung dan sakit perut. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Stres Akademik Puspitasari . mengemukakan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan stress akademik yaitu faktor interna. dan ekternal. Faktor internal . Pola pikir . Kepribadian . Keyakinan Faktor Eksternal . Pelajran leih padat . Tekanan untuk berprestasi tinggi . Dorongan status social Devita Rezky Ramadhani, at. , al/ Efektivitas Pelatihan Self-talk Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025. Coping Stres Seseorang Ketika mengalami stress dapat melakukan coping untuk mengatasi dan mengurangi stres. Ogden . mengemukakan bahwa Coping merupakan cara yang dilakukan oleh individidu agar berinteraksi dengan stressor untuk mengubah keadaan menjadi normal Kembali. Terdapat dua macam strategi coping yang dapat dilakukan oleh individu dalam menghadapi stress, yaitu: Problem focused coping, yaitu strategi koping yang dilakukan dengan cara mengambil tindakan secara langsung dan nyata untuk mengurangi stressor yang dirasakan dan meningkatkan kapasitas individu untuk menangani situasi yang penuh stressor. Emotion focused coping, yaitu strategi koping yang dilakukan oleh individu dengan cara mengatur emosi individu menggunakan strategi kognitif dan behavior. Self-Talk Definisi Self-Talk Hatzigeorgiadis, dkk . mengemukakan bahwa self-talk bersumber dari diri sendiri hal ini dapat dilakukan dengan mengucapkan pernyataan terhadap diri sendiri dengan cara diucapkan maupun tidak diucapkan. Self-talk dalam bahasa Inggris memiliki arti yaitu berdialog dengan diri sendiri. Self-talk dapat membangkitkan kekuatan dari dalam diri agar dapat membangkitkan dirinya kembali dalam berbagai hal. Adrianto dan Riza . mengemukakan bahwa beberapa ahli mengungkapkan self-talk memiliki makna yaitu berdialog dengan diri untuk menambah kepercayaan diri dan motivasi diri. Self-talk adalah salah satu terapi kognitif yang mengubah pikiran yang tidak rasional yang menimbulkan emosi negatif seperti kecemasan, kesedihan dan stres. Langkah-langkah melakukan self-talk Martin dan Pear . mengemukakan bahwa terdapat beberapa tahapan self-talk, yaitu: Voice Mapping Fokus pada tahap pertama dengan menunjukkan kepada individu pemikiran-pemikirian yang tidak logis dan tidak rasional. Reframing Pada tahap ini. Ketika seseorang telah memahami dan menerima bahwa pikiran dan perasaan yang dialami oleh orang tersebut adalah pikiran dan perasaan yang dialami oleh orang tersebut adalah pikiran irasional yang memengaruhi tingkah laku dan perasaan. Movement Strategies Dalam tahap ini, individu diharapkan dapat terus mengembangkan dan konsisten dengan mengucpkan hal yang raisonal dan positif terkait dirinya. Cara Kerja Self-Talk Sugara . mengemukakan terdapat lima tahapan kerja self-talk dalam memengaruhi pikiran bawah sadar individu, yaitu: Pernyataan yang dinyatakan pada diri sendiri . elf-tal. secara berulang-ulang akan menciptakan suatu tindakan. Suatu tindakan yang dilakukan berulang dan konstan akan menjadi kebiasaan yang dilakukan seorang individu. Kebiasaan yang dilakukan individu sehari-hari akan menjadi karakter dan realitas atau kenyataan yang benar-benar terjadi dalam kehidupannya. Karakter atau realitas yang dilakukan individu akan menjadi keyakinan yang dipercaya dan berharga bagi individu tersebut. Sebuah keyakinan yang dimiliki individu akan menentukan penyataan pada diri/self-talk yang dinyatakan pada diri individu. Socius E-ISSN: 3025-6704 Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025. Berdasarkan progress tahapan yang dipaparkan di atas, self-talk merupakan sebuah siklus yang mengendalikan hidup seseorang. Ketika self-talk merupakan siklus yang mengendalikan hidup seseorang, maka hal tersebut menjelaskan bahwa realitas hidup individu ditentukan dari bagaimana pernyataan-pernyataan yang diberikan pada diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat Self-Talk Wiliam . mengemukakan bahwa self-talk memiliki manfaat untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Adapaun manfaat self-talk, yaitu: Penyaluran emosi Saat memutusskan untuk tidak menyalurkan emosi negative dengan marah atau katarsis negative lainnya, dibutuhkan katarsis lain untuk menurunkan emosi yang dirasakan, maka dari itu dengan melakukan. Alat bantu pengambilan Keputusan Ketika seorang individu mengadapi dua pilihan yang menyenangkan atau sebaliknya, self-talk dapat digunakan dengan mengucapakan pernyataan yang sesuai dengan keadaan yang ada. Efektivitas Self-Talk dalam Menurunkan Stres Akademik Berdasarkan penelitian Fatimah . yang melibatkan remaja di MAN 4 Ngawi dengan jumlah subjek sebanyak siswa, ditemukan efektivitas pelatihan self-talk dalam menurunkan stres remaja terbukti efektif. Penurunan tingkat stres remaja terjadi pada kelompok eksperimen setelah kelompok tersebut menerima terapi self-talk selama enam sesi dengan durasi 55 menit dalam setiap pertemuan. Pada kelompok kontrol yang tidak mendapat terapi self-talk, tingkat stres yang dihasilkan mengalami peningkatan. Sembiring . melakukan penelitian terhadap mahasiswa dengan jumlah partisipan penelitian sebanyak 10 orang. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen setelah kelompok eksperimen diberi perlakuan. Dimana pada kelompok eksperimen terjadi perubahan penurunan nilai stres akademik yang signifikan setelah diberikan perlakuan self-talk. Pada kelompok kontrol tidak terjadi perubahan penurunan tingkat stres akademik dikarenakan pada kelompok ini tidak diberikan perlakuan. METODE PENELITIAN Identifikasi Variabel Penelitian Terdapat dua variable di dalam penelitian ini yang meliputi: Variabel dependent (X) yaitu self-talk Variabel independent (Y) yaitu stres akademik Definisi Operasional Varibel Penelitian Stress akademik Stres akademik merupakan respon dari seseorang terhadap kondisi-kondisi yang menjadi sumber stres yang berasal dari akademik individu dan bagaimana reaksi yang dirasakan terhadap sumber stres akademik seperti reaksi fisik, emosi, perilaku, dan kognitif terhadap sumber stres. Peneliti mengukur stres akademik berdasarkan aspek kognitif, emosi, fisiologis dan Stres akademik diukur menggunakan skala yang disusun berdasarkan indikator stres akademik yang dikemukakan oleh Nist-Olejink dan Holschuh yang di buat oleh Satriani . Self-talk Self-talk merupakan pelatihan dialog internal dalam diri subjek yang dilakukan dengan mengubah pikiran negatif individu melalui pernyataan positif yang ditujukan kepada diri sendiri, sehingga sesuai tujuan untuk mengatasi stres akademik baik secara senyap maupun bersuara. Devita Rezky Ramadhani, at. , al/ Efektivitas Pelatihan Self-talk Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025. Metode self-talk dalam penelitian ini diberikan melalui pelatihan yang terdiri dari lima sesi Partisipan kemudian diberikan tugas untuk melakukan latihan penerapan self-talk mandiri di rumah dalam kehidupan sehari-hari selama satu minggu, yang dibuktikan melalui pengisian lembar self-practise tentang masalah yang dialami dan menggunakan self-talk dalam mengatasi masalah tersebut. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian true experimental. Partisipan dalam penelitian ini ditempatkan secara random assignment ke dalam kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Model yang digunakan adalah model pretest and posttest control group. Model ini merupakan desain yang dilakukan dengan pemberian pretest dan post-test. Pemberian pretest dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara kondisi awal subjek kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, kemudian setelah itu pemberian post-test dilakukan untuk mengetahui kondisi subjek setelah diberikan perlakuan. Desain penelitian digambarkan sebagai berikut: (KE) O1 (KK) O1 Ie Ie Ie Ie Gambar 2. Skema Penelitian Keterangan: : Kelompok Eksperimen : Kelompok Kontrol : Pengukuran terhadap variable dependen Kriteria Partisipan Azwar . menjelaskan bahwa populasi adalah sekelompok subjek penelitian yang dibuat generalisasi dari hasil penelitian yang menunjukkan ciri dan karakteristik yang membedakan mereka dari kelompok subjek penelitian lain. Adapun kriteria partisipan dalam penelitian ini yaitu: Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar Berusia 18-25 tahun Bersedia mengikuti penelitian dari awal hingga akhir Azwar . mengemukakan sampel merupakan bagian dari populasi yang memiliki karakteristik populasi tersebut. Sampel yang digunakan dalam penelitian harus representatif, yaitu harus mencerminkan dan mengandung sifat-sifat populasi. Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. Material dan Aparatus . Material Informed consent, merupakan surat kesediaan yang diisi oleh partisipan sebelum mengikuti Skala stress akademik, merupakan alat ukur yang akan digunakan dalam penelitian untuk mengetahui tingkatan stress yang terjadi pada partisipan penelitian. Aparatus Aparatus dalam penelitian ini adalah: Socius E-ISSN: 3025-6704 Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025. Sound system Microphone Laptop Proyektor Layar proyektor Alat tulis Prosedur Eksperimen Prosedur eksperimen yang akan digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu pertama-tama partisipan pennelitian disekelsi melalui penyebaran skala yang dilakukan peneliti di Fakultas Psikologi UNM. Partisipan yang memenuhi kriteria kemudian dihubungi oleh peneliti. Peneliti meminta kesediaan partisipan yang dihubungi untuk mengikuti rangkaian penelitian hingga akhir. Partisipan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen secara acak. Pada hari pertama penelitian, partisipan kelompok eksperimen diarahkan untuk ke ruangan pelaksanaan pelatihan. Partisipan diminta untuk mengisi lembar informed consent dan daftar hadir. Kemudian diminta untuk mengisi lembar pretest pelatihan dan lembar pretest skala stres akademik. Partisipan kelompok eksperimen akan menerima materi pelatihan self-talk yang terdiri dari lima sesi. Sesi pertama partisipan akan menerima materi konsep diri. Kemudian sesi kedua yaitu voice mapping partisipan akan menerima materi fokus dan relaksasi serta roleplay. Materi fokus dan relaksasi berlangsung selama 40 menit dan roleplay berlangsung selama 15 menit. Sesi ketiga yaitu reframing partipisan akan menerima materi kekuatan pikiran selama 35 menit dan materi pengendalian pikiran selama 40 menit. Sesi keempat yaitu movement strategies partisipan akan menonton video selama 15 menit dan melakukan evaluasi terhadap video yang ditonton selama 15 menit. Sesi kelima yaitu evaluasi partisipan melakukan evaluasi reaksi pelatihan dan evaluasi materi pelatihan. Partisipan kemudian melakukan self-practise selama tujuh hari setelah pelatihan diberikan dimana partisipan akan diminta untuk melakukan self-talk secara mandiri. Setelah melakukan self-practise partisipan diminta untuk datang ke ruangan yang telah disediakan oleh Selanjutnya partisipan diminta untuk mengumpulkan lembar self-practise dan mengisi post-test skala stres akademik. Tahap Pelaksanaan Penelitian Tahap Pelaksanaan Penelitian Peneliti mengajukan judul skripsi pada bulan Agustus 2022 pada mata kuliah Teknik Penulisan Skripsi (TPS). Tahapan Modifikasi Modul Pelatihan Peneliti melakukan modifikasi modul pelatihan self-talk oleh Citra Yulia agar lebih sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dilakukan peneliti. Peneliti kemudian meminta saran dan masukan kepada dosen pembimbing dan mengalami revisi beberapa kali. Tahap ScreeningI Partisipan Screening partisipan mengacu pada kriteria penelitian yang akan dilakukan yaitu mahasiswa yang memiliki tingkat stres akademik sedang sampai tinggi, merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar, berusia 18-25 tahun, dan mampu bersedia mengikuti penelitian hingga akhir. Tahap Perlakuan Perlakuan yang diberikan adalah pelatihan self-talk. Partisipan pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang masing- Devita Rezky Ramadhani, at. , al/ Efektivitas Pelatihan Self-talk Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025, masing terdiri dari delapan orang. Kelompok eksperimen diberikan pelatihan dengan sesi yaitu konsep diri, voice mapping, reframing, movement strategies, evaluasi, pretest dan post-test serta pemberian latihan mandiri di rumah selama tujuh hari. Kelompok kontrol hanya diberikan pretest dan post-test tanpa adanya perlakuan. Tahap Analisis Data Analisis data dalam penelitian dilakukan dengan melihat skor hasil pada pretest dan post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Selanjutnya untuk melihat perbedaan skor dari kedua kelompok dilakukan uji Mann-Whitney. Dilakukan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan skor pretest dan post-test pada kedua kelompok. Adapun penganalisisan data dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistic 26 for Windows. HASIL Deskripsi Partisipan Penelitian Partisipan dalam penelitian ini merupakan individu dengan tingkat stres akademik dalam kategori sedang hingga tinggi berjumlah 16 orang. Partisipan merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar berusia 18 hingga 25 tahun. Partisipan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Adapun deskripsi subjek penelitian dapat dilihat dalam tabel di bawah ini. Tabel 1. Deskripsi Subjek Penelitian Berdasarkan table di atas, partisipan dalam penelitian ini sebanyak 16 orang yang mengalami stress akademik. Partisipan kemudian dibagi ke dalam kelompok control dann kelompok eksperimen masing-masing 8 partisipan. Partisipan dalam penelitian ini memeiliki rentang usia 19 hingga 23 tahun dengan tingkat semester 3 hingga semester 9. Deskripsi Data Penelitian Tabel 2. Kategorisasi data hipotetik hasil skala stress akademik Socius E-ISSN: 3025-6704 Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025. Berdasarkan table di atas, dapat dilihat bahwa penormaan kategorisasi skala stress akademik yaitu kategori rendah apabila nilai skor dibawah 47, kategori sedang apabila nilai skor yaitu di atas 73. Dapat diketahui stres akademik partisipan pada kategori sedang dan tinggi. Tabel 3. Deskripsi Hasil Pretest dan Pos-Test Kelompok Eksperimen Berdasarkan table di atas, dapat diketahui bahwa kategori hasil pretest dan post-test kelompok eksperimen menunjukkan terdapat penurunan skor stres akademik pada delapan subjek setelah pemberian perlakuan. selain itu, juga diketahui terjadi penurunan kategori tingkat stress akademik pada tujuh subjek setelah pemberian perlakuan. Tabel 4. Deskripsi Hasil Pretest dan Post-test Kelompok Kontrol Berdasarkan table di atas, dapat diketahui bahwa hasiil pretest terdapat 6 partisipan dalam kategori sedang dan 2 partisipan dalam kategori tinggi. Setelah pemberian post-test terdapat 7 orang partisipan yang kategoristres akademiknya tidak berubah dan 1 partisipan kategorinya berubah menjadi sedang. Tabel 5. Rangkuman hasil observasi kelompok eksperimen Devita Rezky Ramadhani, at. , al/ Efektivitas Pelatihan Self-talk Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025. Socius E-ISSN: 3025-6704 Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025. Evaluasi Pelatihan Tabel 6. Hasil Evaluasi Reaksi Pelatihan Devita Rezky Ramadhani, at. , al/ Efektivitas Pelatihan Self-talk Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025. Berdasarkan table evaluasi reaksi pelatihan, diketahui bahwa kebanyakan partisipan memberikan nilai baik dan sangat baik, maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan yang dilakukan berjalan dengan baik. Hasil Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney dan uji Wilcoxon signed rank test. Uji ini dilakukan untuk melihat efektifitas pemberian pelatihan self-talk dalam menurunkan stres akademik mahasiswa sebelum dan setelah mengikuti pelatihan. Adapun hasil uji Mann-Whitney test menunjukkan signifikansi yaitu 0,002 maka dari itu hipotesis yang diajukan signifikan. Hasil uji Wilcoxon signed rank test. Tabel 7. Hasil Analisi Mann-Whitney Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui nilai mean rank untuk kelompok eksperimen 5,06 dan kelompok kontrol 11,94. Nilai Assymp. Sig . -taile. sebesar 0,001. Hasil menunjukkan bahwa p=0,001 < 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara skor stres akademik pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tabel di atas juga menunjukkan bahwa penelitian ini memiliki nilai effect size sebesar -0,859 yang termasuk ke dalam kategori besar. Maka dari itu dapat dikatakan bahwa pelatihan self-talk memberikan pengaruh yang besar terhadap penurunan stres akademik pada partisipan. Untuk melihat perubahan yang terjadi pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberikan perlakuan, maka dilakukan uji Wilcoxon dengan hasil sebagai berikut. Socius E-ISSN: 3025-6704 Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025. Tabel 8. Hasil Uji Wilcoxon Stres Akademik Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa skor stres akademik pada kelompok eksperimen memiliki nilai signifikansi p=0,006<0,05. Berdasarkan hasil analisis data uji hipotesis di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan post-test kelompok eksperimen dan kelompok Kelompok eksperimen mengalami penurunan tingkat stres akademik. Hal ini menunjukan bahwa pelatihan self-talk efektif untuk menurunkan stres akademik pada PEMBAHASAN Partisipan merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Partisipan memiliki tingkat stres akademik dalam kategori sedang hingga tinggi. Partisipan merupakan dewasa awal yang berusia 18 hingga 25 tahun. Individu yang memasuki usia 18 hingga 25 tahun merupakan individu yang rentan terhadap stres. Menurut Misra dan McKean . mahasiswa rentan mengalami permasalahan yang berkaitan dengan perkuliahan, manajemen waktu, kesehatan dan self-imposed yang mengakibatkan mahasiswa mengalami stres Gadzella dan Masten . menjelaskan bahwa stres akademik adalah persepsi dari seseorang terhadap sumber stres akademik dan bagaimana reaksi yang dirasakan terhadap sumber stres akademik seperti reaksi fisik, emosi, perilaku dan kognitif. Menurut Govarest dan Gregoire . , stres akademik erat kaitannya dengan kehidupan akademik yang dialami oleh individu mencari ilmu. Partisipan sebelum mengikuti pelatihan merupakan individu yang memiliki stres akademik dalam kategori sedang hingga tinggi. Di lingkungan sekitar, sering ditemui beberapa individu yang kesulitan dalam menghadapi beban yang mereka tanggung selama berkuliah. Stres akademik merupakan akibat yang dirasakan mahasiswa yang dapat membawa dampak negatif. Yusuf dan Jannatul . mengemukakan bahwa dampak negatif yang dapat terjadi jika stres yang dirasakan lebih besar dari kapasitas individu seperti mengalami gangguan tidur, gangguan makan bahkan lebih berbahaya adalah penyalahgunaan narkoba atau alkohol serta tindakan merugikan lainnya. Self-talk merupakan kemampuan untuk mengembangkan pemikiran yang lebih sehat dan lebih baik dengan menyangkal keyakinan yang salah ketika tidak diubah menjadi pernyataan (Eford, 2. Sejalan dengan hal itu, partisipan penelitian melakukan pelatihan self-talk untuk menurunkan stres akademik. Semua partisipan kelompok eksperimen mengalami penurunan nilai skor stres akademik. Disamping itu, terdapat tujuh partisipan yang mengalami penurunan tingkat kategori stres Devita Rezky Ramadhani, at. , al/ Efektivitas Pelatihan Self-talk Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 5 Tahun 2025, akademik, dan satu partisipan hanya mengalami penurunan skor stres akademik tidak diikuti dengan penurunan tingkat kategori stres akademik. Seluruh partisipan memperhatikan moderator dan fasilitator pada saat proses pelatihan. Partisipan yang tingkat kategori stres akademiknya tidak menurun melewatkan sebagian dari sesi II dikarenakan partisipan tersebut meninggalkan ruangan pelatihan. Kecenderungan partisipan menunjukkan adanya ketegangan dan pelemasan, selain itu partisipan juga menunjukkan adanya minat dan berpikir selama proses pelatihan berlangsung. Beberapa partisipan juga menunjukkan rasa ingin tahu dengan apa yang terjadi di sekitar. Partisipan juga menunjukkan adanya sikap yakin, aman dan percaya terhadap lingkungan sekitar. Sehingga, perlakuan yang diberikan kepada partisipan memiliki dampak yang baik bagi partisipan. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pelatihan self-talk efektif untuk menurunkan stres akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Terjadi penurunan skor dan tingkat kategori stres akademik pada partisipan setelah diberikan perlakuan. Hasil pretest dan post-test menunjukkan adanya perbedaan skor yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan. Keterbatasan Penelitian dan Saran Keterbatasan dari penelitian ini adalah peneliti tidak memantau secara langsung pengerjaan self-practise yang dilakukan partisipan selama di rumah, pemantauan hanya dilakukan melalui chat whatsapp ke partisipan. Selain itu, peneliti tidak melakukan follow-up lebih lanjut kepada partisipan setelah diberikan perlakuan sehingga peneliti tidak mengetahui sejauh mana perkembangan partisipan setelah penelitian berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan. Adapun saran dari peneliti yaitu: Bagi Partisipan Partisipan diharapkan mampu mengurangi stres akademik dan mengetahui cara penggunaan self-talk sehingga membantu dalam kehidupan sehari-hari. Bagi Masyarakat Masyarakat dapat menerapkan self-talk ketika mengalami stres akademik. Bagi Peneliti Selanjutnya Peneliti selanjutnya diharapkan memantau secara langsung pengerjaan self-practise yang dilakukan partisipan selama di rumah. Peneliti selanjutnya juga diharapkan melakukan follow up kepada partisipan setelah diberikan perlakuan sehingga peneliti selanjutnya dapat mengetahui sejauh mana perkembangan partisipan setelah penelitian berlangsung. REFERENSI