JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 3 NOMOR 2 DESEMBER 2019 (Halaman 41-. Diterima: Mei 2018 Dipublikasikan: Desember 2019 PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN PERKOTAAN MELALUI SISTEM HIDROPONIK DI KELURAHAN PAMUSIAN. KECAMATAN TARAKAN TENGAH. KOTA TARAKAN. PROV. KALTARA Improvement Of Urban Agricultural Production Through Hydroponic Systems In Pamusian Village. Tarakan Central District. Tarakan City. Kaltara Province Mohammad Wahyu Agang1*. Kartina2 Jurusan Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Borneo Tarakan Jl. Pepabri Gang Tangan Ae Kotak Pos No. 77122 Ae Tarakan 20221 Jurusan Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Borneo Tarakan Jl. Aki Balak Gang Jagung Ae Kotak Pos No. ABSTRAK Pertanian perkotaan merupakan salah satu komponen kunci pembangunan sistem pangan masyarakat yang berkelanjutan dan jika dirancang secara tepat akan dapat mengentaskan permasalahan kerawanan pangan. Selain itu pertanian perkotaan juga mempunyai peluang dan prospek yang baik untuk pengembangan usaha berbasis agribisnis dan berwawasan lingkungan. Potensi pekarangan berlum dioptimalkan, sehingga perlu adanya suatu kegiatan sebagai suatu kegiatan produktif dan ekonomis. Dibutuhkan solusi pemecahan dengan mengarah pada pemberdayaan masyarakat melalui program yang terencana sebagai upaya untuk mampu berswadaya. Upaya mendukung kegiatan pelatihan dan pendampingan teknik budidaya hidroponik bagi warga di RT. 5 dan RT. Kelurahan Pamusian, dalam memanfaatkan pekarangan dan meningkatkan aktivitas warga. Tahapan yang dilakukan dilakukan adalah Penyusunan Program. Persiapan Lapangan. Pelaksanaan Pelatihan. Pendampingan Lapangan. Penyusunan laporan Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah bertambahnya pengetahuan serta pengalaman masyakat dalam metode bercocok tanam menggunakan sistem Kegiatan ini telah terlaksana sesuai dengan yang diharapkan, yaitu tingginya partisipasi masyarakat dalam proses bercocok tanam dengan hidroponik. Selain itu,muncul antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini setiap tahun. Selanjutnya untuk kebelanjutan program ini, diharapkan adanya pemantauan dan pembinaan, sehingga hasilnya lebih optimal dan masyarakat lebih termotivasi untuk melanjutkan dan mengambangkan program ini menggunakan tanaman lainnya yang lebih menghasilkan. Kegiatan ini sebaiknya terus dilanjutkan sampai muncul cikal bakal wirausaha keluarga. Kata Kunci: Pertanian. Pemberdayaan Masyarakat. Hidroponik ABSTRACT Urban agriculture is one of the key components of the development of a sustainable community food system and if properly designed it will be able to alleviate the problem of food insecurity. In addition, urban agriculture also has good opportunities and prospects for the development of agribusiness-based and environmentally friendly businesses. The potential of the berlum yard is optimized, so the need for an activity as a productive and economic activity. Solution solutions are needed by leading to community empowerment through planned programs in an effort to be able to be self-sufficient. Efforts to support training activities and technical assistance for hydroponic cultivation for residents in RT. 5 and RT. 28 Pamusian, in utilizing the yard and increasing the activities of the residents, the steps taken were the preparation of the program, the preparation of the field, the Mohammad et al. PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIANA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 3 NOMOR 2 DESEMBER 2019 (Halaman 41-. implementation of the training, the field assistance, the preparation of a complete report. The results of these community service activities are increasing community knowledge and experience in the method of farming using the hydroponic system. This activity has been carried out as expected, namely high community participation in the process of planting with hydroponics. In addition, there was enthusiasm from the community to take part in this activity every year. Furthermore, for the continuation of this program, monitoring and coaching is expected, so that the results are more optimal and the community is more motivated to continue and develop this program using other more productive plants. This activity should continue until the forerunner of the emergence of a family entrepreneur. Keywords: Agriculture. Community Empowerment. Hydroponics PENDAHULUAN Kota Tarakan merupakan sebuah kota kecil dengan luas 250,80 Km2dan jumlah 470 jiwa. Padatnya perkotaan menyebabkan ketersediaan lahan untuk pertanian terbatas. Saat ini pengembangan pertanian diperkotaan. Pertanian perkotaan merupakan salah satu komponen kunci pembangunan sistem pangan masyarakat yang berkelanjutan dan jika dirancang secara tepat akan dapat mengentaskan permasalahan kerawanan Selain itu pertanian perkotaan juga mempunyai peluang dan prospek yang baik untuk pengembangan usaha tani berbasis agribisnis dan berwawasan Hal ini karena menurut FAO . posisi pertanian perkotaan itu sebagai: . Salah satu sumber pasokan sistem pangan dan opsi ketahanan pangan rumah tangga perkotaan. Salah satu kegiatan produktif untuk memanfaatkan ruang terbuka dan limbah perkotaan. Salah satu sumber pendapatan dan kesempatan kerja penduduk perkotaan. Pertanian perkotaan atau urban farming merupakan kegiatan sangat positif dan membawa banyak manfaat, mendekatkan pangan terhadap keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA) (Anonim, 2. Oleh karena itu diperlukan suatu pembinaan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga. Melihat kondisi padatnya menyebabkan keterbatasan lahan dan kondisi tanah yang kurang optimal untuk budidaya maka solusi yang tepat adalah bercocok tanam secara hidroponik. Hidroponik pertanian tanpa media tanah. Hidroponik adalah pengerjaan atau pengelolaan air yang digunakan sebagai media tumbuh tanaman dan tempat akar tanaman Umumnya media tanam yang digunakan bersifat poros, seperti pasir, arang sekam, batu apung, kerikil, rockwool (Lingga, 1. Warga yang dijadikan mitra merupakan kelompok ibu rumah tangga dan pemuda yang ada di RT. dan RT 28 yang tidak produktif secara ekonomi. Kelompok warga ini memiliki banyak waktu luang yang belum dimaksimalkan, khususnya ibu-ibu yang sehari-hari hanya mengurus rumah disebabkan kurangnya keterampilan serta pengetahuan yang dimiliki. Potensi dioptimalkan, sehingga perlu adanya suatu kegiatan sebagai suatu kegiatan produktif dan ekonomik. Di sinilah dibutuhkan solusi pemecahan dengan mengarah pada melalui program yang terencana sebagai upaya untuk mampu berswadaya. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan ini bertujuan untuk memberikan suatu pengetahuan dan keterampilan bagi warga untuk berperan aktif dalam memenuhi Mohammad et al. PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIANA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. kebutuhan rumah tangga sekaligus melestarikan lingkungan sekitar melalui pelatihan teknik budidaya sayuran secara Adanya keterampilan dan pengetahuan tersebut dapat menghemat pengeluaran rumah tangga dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan yang sehat dan memberikan kegiatan yang produktif bagi warga, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan asri. METODE Upaya mendukung kegiatan pelatihan dan pendampingan teknik budidaya hidroponik bagi warga di RT. 5 dan RT. Kelurahan Pamusian, meningkatkan aktivitas warga. Tahapan yang dilakukan dilakukan adalah: Penyusunan Program Sebagai langkah awal dari kegiatan kami melakukan sosialisasi dengan pola Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh masyarakat dan Ketua RT. 5 dan RT. Kelurahan Pamusian, menyampaikan maksud dan tujuan gambaran yang jelas mengenai pola pelatihan serta pendampingan yang sesuai kebutuhan masyarakat, adapun program yang ditawarkan ialah sistem hidroponik dengan metode wick , sayuran yang digunakan ialah Selada (Lactuca sativ. dan Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk. alasan memilih tanaman jenis ini karena mudah tumbuh dan kebutuhan harian sangat tinggi di masyarat. Persiapan Lapangan Setelah mendapatkan program yang sesuai tahapan selanjutnya adalah persiapan lapangan terkait tempat, alat dan bahan habis pakai. Tempat pelatihan akan dilaksankan pada halaman rumah warga VOLUME 3 NOMOR 2 DESEMBER 2019 (Halaman 41-. yang luas dan nyaman. Alat dan bahan yang dipersiapkan untuk metode wick adalah benih Selada (Lactuca sativ. dan Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk. media tanam rockwool, netpot, plastik hitam besar, selang kecil, sterefoam bekas tempat buah-buahan, pompa akuarium, nutrisi hidroponik (AB Mi. , dan air hujan/ air AC karena memiliki pH yang sesuai . ,5 - 6,. Pelaksanaan Pelatihan Pelatihan dilakukan masing di RT. 5 dan RT. 28, dengan jumlah peserta 15 Orang terdiri dari Ibu Rumah Tangga (IRT) dan perwakilan pemuda, jangka waktu pelatihan satu hari per RT. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi antara lain sejarah, ragam metode, kelebihan dan kelemahan sistem hidroponik, kemudian dilanjutkan dengan demostrasi penyemaian benih dan perakitan media hidroponik dengan metode wick oleh mahasiswa, setelah itu masing-masing peserta akan diberikan alat dan bahan untuk dirakit dan akan dibawa kerumah masing-masing. Pendampingan Lapangan Pendampingan yang dimaksud pada kegiatan dan memberikan masukan jika terdapat kendala bagi warga yang melakukan budidaya secara hidroponik yang langsung dirumah masing-masing peserta selama sebulan. Selain itu untuk mengevaluasi tingkat pemahaman dan motivasi dari pelatihan yang sudah diberikan sebelumnya. Penyusunan laporan lengkap Sebagai tahap akhir yaitu penyusunan laporan akhir dan laporan pertanggung Mohammad et al. PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIANA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. jawaban keuangan sesuai batas waktu yang HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini sudah berjalan dan mencapai 100% dari keseluruhan Adapun tahapan kegiatan yang telah dilakukan sebagai berikut: Upaya mendukung kegiatan pelatihan dan pendampingan teknik budidaya hidroponik bagi warga di RT. 5 dan RT. 28 Kelurahan Pamusian, pekarangan dan meningkatkan aktivitas warga. Tahapan yang dilakukan dilakukan Pelaksanaan Pelatihan Pelatihan dilakukan masing di RT. dan RT. 28, dengan jumlah peserta 60 Orang terdiri dari Ibu Rumah Tangga (IRT) dan perwakilan pemuda, jangka waktu pelatihan satu hari per RT. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi antara lain sejarah, ragam metode, kelebihan dan kelemahan sistem hidroponik, kemudian dilanjutkan dengan demostrasi penyemaian benih dan perakitan media hidroponik dengan metode wick oleh mahasiswa, setelah itu masing-masing peserta akan diberikan alat dan bahan untuk dirakit dan akan dibawa kerumah masing-masing. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah bertambahnya pengetahuan serta pengalaman masyakat dalam metode bercocok tanam menggunakan sistem Melalui demonstrasi dan workshop yang dilaksanakan, masyarakat penanaman, dan pembuatan tempat dan media tanam. Pada proses pembibitan, masyarakat diajak untuk menanam benih, dengan cara menaburkan benih yang sudah dipilih ke dalam media rockwool. Benih akan siap VOLUME 3 NOMOR 2 DESEMBER 2019 (Halaman 41-. untuk dipindahkan setelah 9 hari Pembuatan media tempat menanam adalah dengan menggunakan stereofoam tempat buah dilubagi menggunakan msin bor atau kaleng bekas dengan diameter 4 , kemudian bagian atas digunakan sebagai tempat tanaman, sedangkan bagian bawah untuk tempat media air nutrisi. Proses selanjutnya adalah membuat air Peserta mencampur nutrisi yang terdiri atas macro nutrient (A) dan micronutrient (B) yang masih berbentuk kristal yang kemudian A dan B masing-masing 1 kg, dilaturkan dengan air 5 liter hingga tidak ada kristal yang tersisa. A dan B tidak boleh dilarutkan bersamaan. Selanjutnya A dan B disimpan secara terpisah menggunakan jirigen. Untuk membuat media yang siap pakai, 5ml A ditambah 5ml B dicampur dalam 1 liter air, sehingga terbentuk larutan yang sangat encer. Kemudian. Proses penanaman, bibit tanaman yang sudah siap pakai, dipindahkan ke dalam netcup dengan rockwoll, dan sementara akar belum tumbuh mencapai media tanam, netcup diberi kain flanel yang berfungsi sebagai saluran nutrisi untuk tanaman. Masing-masing peserta mencoba dan membawa pulang satu sterofoam sistem hidoponik dan air nutrisi yang telah Pendampingan Lapangan Pendampingan yang dimaksud pada kegiatan dan memberikan masukan jika terdapat kendala bagi warga yang melakukan budidaya secara hidroponik Mohammad et al. PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIANA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. yang langsung dirumah masing-masing peserta selama sebulan. PENUTUP Kegiatan ini telah terlaksana sesuai dengan yang diharapkan, yaitu tingginya partisipasi masyarakat dalam proses bercocok tanam dengan Selain itu,muncul antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini setiap tahun. DAFTAR RUJUKAN Anonim, https://ekonomi. com/read/20 VOLUME 3 NOMOR 2 DESEMBER 2019 (Halaman 41-. 17/11/16/165930826/pertanianperkotaan-mengapa-tidak . iakses tanggal 27 Maret 2. FAO, 2003. Trade Reform and Food Security AeConceptualizing Linkages. Food and Agriculture Organisation. Rome. Lingga. Hidroponik Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Penebar Swadaya. Jakarta. 99 hal. Mohammad et al. PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIANA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb