ANALISIS SWOT SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN STRATEGI PENGEMBANGAN PELATIH PANAHAN DI BANDUNG ARCHERY CLUB & SCHOOL Linda Yulianti1. Recky2. Ida Farida Oesman3 Universitas Indonesia Membangun Jln. Soekarno-Hatta No. Batununggal. Kota Bandung. Jawa Barat 40266 E-mail : recky@inaba. id (Korespondin. Abstract: This study aims to formulate a coach development strategy at the Bandung Archery Club & School using SWOT analysis. Using a qualitative descriptive method with census techniques on 9 trainers, data was collected through interviews, observations, and The results of the IFAS analysis showed a score of 3. 28, with the main strength in the technical competence and discipline of the coach, but still weak in the use of training EFAS's analysis resulted in a score of 3. 55, driven by professional certification opportunities and high public interest, despite the threat of fierce competition and limited It was concluded that the organization is in Quadrant I (Aggressiv. , so it is recommended to implement a growth strategy (SO). Key strategic steps include digitizing athlete performance analysis and standardizing competencies through professional licensing to optimize the available market potential. Keywords: SWOT analysis, coach development, strategic management Aktivitas olahraga didefinisikan sebagai upaya terorganisir untuk mengoptimalkan kapasitas fisik, mental, dan sosial seseorang. Dalam ekosistem prestasi, eksistensi pelatih yang memiliki legalitas . dan kompetensi mumpuni merupakan pilar fundamental bagi efektivitas pembinaan (Wijaya et al. , 2. Akan tetapi, tantangan dalam manajemen sumber daya manusia di sektor ini masih cukup kompleks, mencakup minimnya jumlah pelatih bersertifikasi serta lemahnya skema pengembangan profesional yang berkelanjutan. Jika perencanaan strategis dalam tata kelola tenaga kepelatihan tidak segera dibenahi, maka visi pencapaian prestasi olahraga nasional akan sulit terealisasi secara maksimal (Sitohang & Mubarok, 2. Bandung Archery Club & School memegang peranan vital sebagai wadah pembibitan atlet panahan berbakat. Dalam perjalanannya, organisasi ini menghadapi berbagai kompleksitas dalam manajemen sumber daya manusia, terutama terkait program peningkatan mutu pelatih yang masih terbentur berbagai batasan. Dibutuhkan sebuah tinjauan mendalam terhadap struktur variabel-variabel penghambat, sehingga strategi penguatan kompetensi pelatih dapat dirumuskan secara presisi dan efektif. Kompetensi bertindak sebagai determinan utama yang mengarahkan potensi atlet menuju prestasi Melalui pendekatan yang menyentuh aspek taktik, teknis, hingga penguatan mental, pelatih berperan besar dalam membentuk identitas kompetitif seorang atlet. Mengingat peran sentral tersebut, keberhasilan sistem pembinaan olahraga sangat ditentukan oleh sejauh mana kompetensi kepelatihan dikembangkan dan diimplementasikan secara tepat (Cahyono & Kusnanik, 2. Peningkatan kapabilitas kepelatihan menuntut skema perencanaan yang terstruktur dan berkesinambungan. Salah satu instrumen manajerial yang relevan adalah kerangka kerja SWOT, yang memungkinkan organisasi membedah aset internal berupa kekuatan dan kelemahan, sembari memetakan dinamika eksternal yang mencakup peluang serta hambatan. Analisis Swot Sebagai Dasar Penyusunan Strategi Pengembangan Pelatih Panahan Di Bandung Archery Club & School (Linda Yulianti. Recky. Ida Farida Oesma. Melalui integrasi variabel-variabel tersebut, organisasi dapat memformulasikan model pengembangan kompetensi yang presisi dan adaptif terhadap kebutuhan pembinaan (Aura. Penerapan SWOT memungkinkan institusi untuk melakukan eskalasi pada aspek kekuatan, mereduksi kelemahan internal, serta secara proaktif menyerap peluang sekaligus memitigasi risiko eksternal (Kurniati, 2. Atas dasar pertimbangan tersebut, studi ini difokuskan untuk mengevaluasi skema peningkatan kapabilitas pelatih di Bandung Archery Club & School. Tujuannya adalah menggunakan diagnosa SWOT sebagai landasan utama pengembangan sumber daya manusia yang presisi, kompetitif, dan berkesinambungan. Penyusunan informasi yang valid mengenai kondisi organisasi secara menyeluruh. (Yanuar et al. menyatakan bahwa analisis SWOT memberikan gambaran komprehensif terkait realitas organisasi yang sangat berharga bagi Pendekatan ini memastikan bahwa setiap rencana aksi yang diambil bersifat sistematis dan memiliki indikator keberhasilan yang jelas, sehingga transisi dari fase evaluasi menuju fase eksekusi pengembangan organisasi dapat berjalan secara lebih terarah (Rizki & Wijaya, 2. Penyusunan strategi organisasi yang efektif dalam memperkuat kapabilitas SDM bergantung pada kemampuan manajemen dalam mengevaluasi dinamika internal dan eksternal secara berimbang (Irawan. Instrumen SWOT membedah potensi keunggulan serta poinpoin kekurangan yang ada, sembari memantau tren peluang dan risiko yang berkembang di lingkungan sekitar. Dengan mengintegrasikan seluruh faktor tersebut, organisasi dapat memformulasikan peta jalan pengembangan profesionalisme yang tidak hanya sistematis, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi (Setyawan, 2. Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. Guna merumuskan langkah strategis yang tepat, organisasi perlu memahami korelasi antara kapasitas internal dan tekanan lingkungan luar. Kekuatan organisasi berfungsi sebagai fondasi merupakan area kritis yang memerlukan perhatian khusus agar tidak menjadi penghalang prestasi. Dinamika eksternal, yang mencakup peluang untuk berkembang dan ancaman yang mengintai, turut dianalisis melalui parameter ekonomi, persaingan, dan perkembangan teknologi Gabungan informasi ini memberikan peta jalan bagi manajemen untuk memosisikan organisasi secara optimal (Ummi & Setiawan, 2. Dengan menyinergikan evaluasi terhadap aspek internal dan eksternal, organisasi memiliki landasan kuat untuk memformulasikan strategi yang berorientasi pada pemanfaatan keunggulan serta penyerapan peluang pasar, sembari mereduksi dampak keterbatasan dan risiko yang ada. Proses integratif ini menjadi keputusan strategis yang meliputi penetapan visi-misi, sasaran organisasi, hingga perancangan kebijakan pengembangan institusi secara berkesinambungan (Rizki & Wijaya, 2. Dalam upaya mencapai efektivitas organisasi, manajemen strategis berperan sebagai pedoman dalam merancang dan mengevaluasi kebijakan fundamental yang berorientasi pada masa depan. Proses ini mengintegrasikan pengamatan terhadap mendalam atas realitas di dalam organisasi, termasuk struktur birokrasi dan budaya Fokus pada analisis internal mengidentifikasi kompetensi utama serta aset strategis yang dimiliki, sehingga organisasi dapat mengoptimalkan kekuatan yang ada dan memitigasi kelemahan internal dalam proses pengambilan keputusan (Diningsih, 2. Manajemen strategis melibatkan rangkaian aktivitas yang teratur untuk ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Analisis Swot Sebagai Dasar Penyusunan Strategi Pengembangan Pelatih Panahan Di Bandung Archery Club & School (Linda Yulianti. Recky. Ida Farida Oesma. memastikan organisasi mencapai keunggulan Hal ini diawali dengan perumusan visi dan misi yang mempertimbangkan kondisi eksternal. Secara garis besar, terdapat empat pilar dalam proses ini: pemindaian lingkungan sebagai alat identifikasi faktor strategis, formulasi strategi untuk menetapkan kebijakan, implementasi sebagai langkah aksi, serta evaluasi untuk menjamin pengendalian Melalui pemindaian yang akurat, organisasi dapat memahami posisinya secara objektif sebelum akhirnya menetapkan tujuan strategis yang realistis dan terukur (Saragih et , 2. Agar strategi dapat berjalan dengan baik, organisasi perlu mentransformasikannya ke dalam program kerja nyata, dukungan finansial, dan panduan teknis operasional. Proses ini kemudian diikuti dengan mekanisme kontrol dan evaluasi berkala untuk meninjau produktivitas organisasi serta memastikan tujuan tetap berada pada jalurnya (Dwiwarman, 2. Manajemen strategis pada dasarnya adalah upaya integratif untuk departemen guna memaksimalkan kegunaan sumber daya dan keberlanjutan organisasi. Dalam konteks sumber daya manusia, pendekatan ini krusial untuk memastikan bahwa pembinaan tenaga pelatih dikelola dengan standar profesionalisme yang tinggi. METODE Dalam upaya menganalisis pola pengembangan pelatih, riset ini menggunakan metode deskriptif kualitatif guna mengungkap kondisi empiris secara mendalam. Lokasi penelitian ditetapkan di Bandung Archery Club & School. Kota Bandung. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan melalui metode sensus, di mana seluruh populasi pelatih yang berjumlah 9 orang dijadikan Pelibatan manajemen klub juga dilakukan untuk memperkuat validitas data terkait kebijakan pengembangan SDM (NOFALDY, 2. Proses pengumpulan informasi dilakukan melalui triangulasi teknik, yakni memadukan hasil wawancara, pengamatan lapangan, dan studi dokumentasi. Selanjutnya, informasi Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. yang terkumpul dianalisis menggunakan kerangka kerja SWOT. Melalui identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman, peneliti menyusun matriks strategi yang berfungsi sebagai rekomendasi aksi nyata bagi kemajuan organisasi di masa depan (Darmawan, 2. HASIL Riset ini menghimpun data dari 9 orang pelatih di Bandung Archery Club & School yang bertindak sebagai responden Instrumen utama yang digunakan adalah kuesioner berbasis skala Likert dengan bobot penilaian berkisar antara 1 Dalam sistem penilaian ini, skor yang lebih tinggi merepresentasikan derajat persetujuan atau persepsi positif responden yang lebih kuat terhadap butir-butir pernyataan yang diajukan. Tabel 1: Rekap Jawaban Responden Variabel Strength Pernyataan Kompetensi teknis pelatih Penyampaian materi latihan Kedisiplinan pelatih tinggi Program n performa Komunikasi pelatih dan atlet baik Rata-Rata Tota Mea 4,56 4,33 4,22 4,33 4,56 STS 4,35 Sumber: Data olahan penelitian, 2026 Evaluasi responden menunjukkan bahwa Bandung Archery Club & School memiliki aset strategis berupa kualitas pelatih yang Temuan utama mengungkapkan bahwa penguasaan teknik dasar dan lanjutan pelatih sudah sangat mumpuni. Hal ini dibarengi dengan kapabilitas pedagogis dalam menyampaikan kurikulum latihan secara transparan dan mudah dicerna oleh Dimensi kedisiplinan dan tanggung jawab pelatih juga muncul sebagai keunggulan internal yang membangun ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Analisis Swot Sebagai Dasar Penyusunan Strategi Pengembangan Pelatih Panahan Di Bandung Archery Club & School (Linda Yulianti. Recky. Ida Farida Oesma. integritas pembinaan. Responden juga mengakui bahwa rancangan program latihan yang diterapkan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan prestasi atlet. Sinergi ini semakin diperkuat oleh keterbukaan komunikasi yang mendukung kelancaran proses transfer ilmu di lapangan. Predikat "Sangat Baik" pada variabel strength mengindikasikan bahwa organisasi telah berhasil membangun basis sumber daya manusia yang solid sebagai daya saing utama. Tabel 2: Rekap Jawaban Variabel Weakness Pernyataan Evaluasi atlet belum Pemanfaatan latihan rendah Pendekatan Materi latihan belum sesuai Konsultasi pelatih masih Rata-Rata STS Total Mean 3,44 3,33 3,22 3,44 3,22 3,33 Sumber: Data olahan penelitian, 2026 Hasil pemetaan terhadap umpan balik responden mengidentifikasi beberapa area dalam organisasi yang memerlukan penguatan Salah satu temuan krusial adalah belum konsistennya pelaksanaan evaluasi perkembangan atlet secara terjadwal, sehingga diperlukan transformasi pada sistem pemantauan prestasi secara periodik. Selain itu, aspek digitalisasi atau pemanfaatan teknologi pendukung latihan dinilai belum mencapai titik optimal. Kebutuhan akan pendekatan personal dalam pembinaan juga menjadi perhatian, di mana interaksi yang mengakomodasi karakteristik unik setiap Meskipun kurikulum latihan sudah memadai, penyesuaian materi terhadap dinamika kompetisi modern tetap menjadi prioritas pengembangan. Terakhir, aspek aksesibilitas konsultasi antara pelatih dan atlet masih berada pada level moderat dan memerlukan perluasan ruang dialog. Secara Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. kolektif, variabel kelemahan ini berada pada kategori "Cukup", yang memberikan sinyal urgensi untuk melakukan pembenahan sistemik pada struktur pelatihan. Tabel 3: Rekap Jawaban Variabel Opportunity Pernyataan Kerja sama antar klub Teknologi Peluang Minat Peluang Rata-Rata STS Total Mean 4,33 4,22 4,56 4,33 4,22 4,33 Sumber: Data olahan penelitian, 2026 Data penelitian menunjukkan bahwa lingkungan eksternal menyediakan berbagai momentum yang sangat mendukung pertumbuhan organisasi. Partisipasi dalam kerja sama strategis dengan klub lain diakui oleh mayoritas responden sebagai cara efektif untuk meningkatkan standar Di sisi lain, adopsi teknologi analisis digital muncul sebagai peluang teknis yang dapat mengoptimalkan hasil Kesadaran akan pentingnya lisensi atau sertifikasi resmi kepelatihan tercermin dari besarnya dukungan responden terhadap indikator profesionalisme tersebut. Hal ini sejalan dengan meningkatnya popularitas panahan di mata masyarakat yang membuka peluang rekrutmen atlet lebih luas. Potensi pengembangan kompetensi juga didukung oleh terbukanya jaringan relasi dengan berbagai institusi olahraga. Dengan predikat sangat baik pada aspek peluang, organisasi mengakselerasi program-program inovatif yang relevan dengan tren industri olahraga saat ini. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Analisis Swot Sebagai Dasar Penyusunan Strategi Pengembangan Pelatih Panahan Di Bandung Archery Club & School (Linda Yulianti. Recky. Ida Farida Oesma. Tabel 4: Rekap Jawaban Variabel Threat Pernyataan Persaingan Perubahan Keterbatasan Keterbatasan Perubahan Rata-Rata STS Total Mean 4,00 3,89 3,67 3,56 3,44 3,71 Sumber: Data olahan penelitian, 2026 Hasil investigasi terhadap dimensi ancaman mengonfirmasi adanya sejumlah kewaspadaan organisasi. Meningkatnya jumlah tenaga pelatih di industri panahan dipandang sebagai tekanan kompetisi yang signifikan bagi eksistensi klub. Tantangan ini diperumit dengan dinamisnya perubahan mengharuskan para pelatih untuk terus melakukan adaptasi metodologi secara Selain infrastruktur dan sarana latihan muncul sebagai hambatan fisik yang berpotensi membatasi akselerasi kualitas pembinaan. Isu pendanaan juga menjadi catatan penting, di mana keterbatasan dukungan finansial dapat pengembangan yang ideal. Terakhir, fluktuasi dalam kebijakan manajemen internal diidentifikasi sebagai faktor risiko yang memengaruhi stabilitas kinerja kepelatihan. Dengan predikat variabel ancaman yang berada pada kategori "Baik", organisasi dituntut untuk merumuskan langkah mitigasi keberlangsungan prestasi. Total Strength Kedisiplinan pelatih tinggi Program n performa Komunikasi pelatihAeatlet 4,22 0,11 0,44 4,33 0,11 0,44 4,56 0,11 0,44 0,55 Faktor Weakness Evaluasi n atlet belum Pemanfaatan latihan masih Pendekatan Materi latihan belum sesuai Konsultasi pelatih masih 2,20 Mea 3,44 Bobo 0,09 Ratin Sko 0,27 3,33 0,09 0,18 3,22 0,09 0,18 3,44 0,09 0,27 3,22 0,09 0,18 Total Weaknes Skor IFAS 0,45 1,08 3,28 Sumber: Data olahan penelitian, 2026 Capaian nilai IFAS sebesar 3,28 mengonfirmasi bahwa Bandung Archery Club & School memiliki basis kekuatan internal yang kuat di sektor kepelatihan. Indikator utama kekuatan ini terletak pada profesionalisme pelatih dalam aspek teknis mentransfer ilmu secara efektif kepada atlet. Keberadaan kurikulum latihan yang terorganisir secara sistemis turut menjadi pilar penyokong dalam menjaga mutu layanan olahraga di klub ini. Secara strategis, keunggulan internal ini merupakan modalitas krusial bagi manajemen untuk melakukan penetrasi kebijakan yang lebih progresif guna mempertahankan posisi kompetitif organisasi. Tabel 6: Matriks EFAS (Eksterna. Tabel 5: Matriks IFAS (Interna. Faktor Strength Kompetensi teknis pelatih Penyampaian materi latihan Mea 4,56 Bobo 0,11 Ratin Sko 0,44 4,33 0,11 0,44 Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. Faktor Opportuni Kerja sama antar klub Teknologi Mea Bobo Ratin Sko 4,33 0,11 0,44 4,22 0,11 0,44 ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Analisis Swot Sebagai Dasar Penyusunan Strategi Pengembangan Pelatih Panahan Di Bandung Archery Club & School (Linda Yulianti. Recky. Ida Farida Oesma. Total Opportuni Peluang Minat Peluang Strength (S) 4,56 0,11 0,44 4,33 0,11 0,44 4,22 0,11 0,44 0,55 Faktor Threat Persaingan Perubahan Keterbatasa n fasilitas Keterbatasa Perubahan Mengembangkan program latihan berbasis teknologi analisis performa Meningkatkan kompetensi pelatih melalui sertifikasi nasional dan Memanfaatkan komunikasi dan kerja sama tim untuk memperluas kerja sama antar Mengembangkan inovasi metode pelatihan untuk minat masyarakat terhadap olahraga Memanfaatkan profesional untuk pembinaan atlet. 2,20 Mea 4,00 Bobo 0,09 Ratin Sko 0,27 3,89 0,09 0,27 3,67 0,09 0,27 3,56 0,09 0,27 3,44 0,09 0,27 Total Threat Skor EFAS 0,45 1,35 3,55 Sumber: Data olahan penelitian, 2026 Perolehan skor EFAS sebesar 3,55 menegaskan bahwa Bandung Archery Club & School dikelilingi oleh peluang luar yang sangat prospektif. Ketersediaan program lisensi formal menjadi jalur utama bagi pelatih untuk mengeskalasi kompetensi mereka ke level yang lebih tinggi. Di sisi lain, adopsi teknologi mutakhir dalam memantau performa atlet menawarkan keunggulan dalam merancang program pembinaan yang lebih akurat dan terukur. Lonjakan popularitas olahraga panahan di tengah masyarakat juga dipandang sebagai aset eksternal yang dapat dikapitalisasi untuk memperbesar skala Dengan nilai EFAS yang sangat positif ini, organisasi memiliki fondasi kuat untuk memanfaatkan dinamika pasar demi kemajuan jangka panjang. Tabel 7: Matriks Perumusan Strategi SWOT Opportunity (O) Strategi SO Threat (T) Strategi ST Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. Weaknes s (W) Strategi WO Mengadakan teknologi analisis performa atlet. Mengembangkan sistem monitoring atlet berbasis Meningkatkan individual kepada atlet melalui Menyesuaikan materi latihan dengan kebutuhan kompetisi melalui pelatihan lanjutan. Mengembangkan layanan konsultasi pelatih untuk performa atlet. Meningkatkan kompetensi pelatih untuk menghadapi persaingan tenaga Mengembangkan metode latihan adaptif sesuai Mengoptimalkan program latihan untuk mengatasi fasilitas latihan. Memanfaatkan loyalitas pelatih untuk menjaga stabilitas kualitas Mengoptimalkan program latihan prestasi atlet di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil. Strategi WT Menyusun sistem evaluasi kinerja pelatih secara berkala dan Melakukan standarisasi SOP pelatihan secara Mengoptimalkan fasilitas latihan yang tersedia. Meningkatkan penggunaan dana Meningkatkan organisasi dalam kebijakan klub. Sumber: Data olahan penelitian, 2026 Pendekatan SO menitikberatkan pada penggunaan aset kekuatan organisasi sebagai penggerak utama untuk menguasai peluang eksternal. Di Bandung Archery Club & School, kompetensi teknis pelatih yang solid, dibarengi dengan pola komunikasi yang terarah dan integritas kerja ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Analisis Swot Sebagai Dasar Penyusunan Strategi Pengembangan Pelatih Panahan Di Bandung Archery Club & School (Linda Yulianti. Recky. Ida Farida Oesma. yang tinggi, menjadi modalitas utama Sinergi dari faktor-faktor internal ini memposisikan klub dalam kondisi yang ideal untuk melakukan ekspansi kualitas dan pengembangan yang ada di ekosistem olahraga panahan. Pendekatan WO berfokus pada upaya perbaikan kelemahan melalui pemanfaatan momentum eksternal sebagai katalisator Di Bandung Archery Club & School, aspek-aspek yang memerlukan pendukung latihan, formalisasi sistem evaluasi berkala, dan penguatan interaksi individual antara pelatih dan atlet. Strategi ini memposisikan peluang dari luar seperti akses teknologi dan tren manajemen olahraga terbaru sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan internal yang selama ini menghambat optimalisasi potensi atlet. Melalui pendekatan ST, organisasi berupaya memanfaatkan kekuatan yang dimilikinya untuk membentengi diri dari ancaman lingkungan luar. Tantangan nyata yang membayangi organisasi meliputi ketatnya persaingan profesional di bidang kepelatihan, tuntutan penyesuaian terhadap standar kurikulum terbaru, serta isu keterbatasan fasilitas dan dana operasional. Dengan mendayagunakan kompetensi teknis dan integritas pelatih, institusi dapat menciptakan keunggulan kompetitif yang sulit ditiru oleh pesaing, sekaligus tetap produktif dalam mengelola program latihan di tengah kendala sumber daya fisik. Fokus utama dari strategi WT adalah langkah preventif untuk memperbaiki kekurangan di dalam organisasi agar tidak semakin terpuruk oleh tantangan luar. Data riset mengisyaratkan bahwa kurangnya pemantauan performa kepelatihan dan ketertinggalan dalam pemanfaatan alat analisis digital berpotensi memperparah dampak ancaman eksternal bagi organisasi. Oleh karena itu, sinkronisasi antara perbaikan manajemen internal dan kewaspadaan terhadap risiko luar menjadi kunci utama untuk menjaga kelangsungan operasional di masa depan. Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. PEMBAHASAN Hasil analisis statistik deskriptif mengonfirmasi bahwa dimensi kekuatan . merupakan pilar dominan dalam ekosistem pembinaan di Bandung Archery Club & School. Tingginya rerata nilai pada penguasaan teknis, efektivitas komunikasi, dan integritas kedisiplinan pelatih menjadi determinan utama keberhasilan atlet (AF et , 2. Sejalan dengan itu, variabel peluang . yang berada pada level tinggi mengindikasikan adanya ruang ekspansi yang luas melalui sinergi lintas organisasi, penguatan sertifikasi profesi, serta tren positif antusiasme publik terhadap Di sisi lain, variabel kelemahan . yang berada pada kategori moderat menyoroti urgensi modernisasi pada sistem evaluasi performa, digitalisasi latihan, dan personalisasi pola asuh atlet. Kondisi ini diperumit oleh variabel ancaman . profesional dan kendala infrastruktur. Oleh sebab itu, diperlukan orkestrasi strategi pengembangan sumber daya pelatih yang bersifat kontinu guna menjamin resiliensi dan kualitas pembinaan di masa depan (Awaluddin et al. , 2. Hasil pemetaan pada matriks SWOT menegaskan bahwa Bandung Archery Club & School menempati posisi pada Kuadran Agresif, yang merefleksikan adanya sinergi antara dominasi kekuatan internal dan luasnya prospek peluang eksternal. Posisi ini memungkinkan organisasi untuk melakukan ekspansi pengembangan SDM pelatih secara masif melalui penguatan kapabilitas teknis, adopsi teknologi mutakhir, serta perluasan jejaring kolaborasi lintas sektor (Barikah & Winarno, 2. Kendati demikian, stabilitas organisasi tetap bergantung pada upaya mitigasi terhadap hambatan internal dan tantangan lingkungan, khususnya melalui optimalisasi mekanisme evaluasi kinerja dan digitalisasi sistem kepelatihan. Transformasi strategis ini menjadi kunci dalam mengamankan kualitas pembinaan ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Analisis Swot Sebagai Dasar Penyusunan Strategi Pengembangan Pelatih Panahan Di Bandung Archery Club & School (Linda Yulianti. Recky. Ida Farida Oesma. dan keberlanjutan prestasi atlet (Darmawan. Rekomendasi strategis yang paling tepat bagi organisasi adalah mengadopsi pola pertumbuhan agresif melalui skema SO (Kekuatan-Peluan. Inti dari strategi ini adalah mendayagunakan kompetensi pelatih yang sudah solid untuk merespons peluang pasar dan teknologi yang tersedia. Implementasi standarisasi kompetensi melalui jalur lisensi profesional serta pengembangan metodologi latihan berbasis data. Di sisi lain, celah internal seperti lemahnya pendekatan individual dan keterbatasan sesi bimbingan harus segera dibenahi. Penguatan forum konsultasi formal dan intensifikasi pelatihan penguasaan alat analisis olahraga menjadi solusi krusial untuk memastikan proses transformasi organisasi berjalan secara komprehensif (Candra, 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil pemetaan SWOT terkait upaya peningkatan kualitas pelatih, dapat disimpulkan bahwa organisasi memiliki basis kapabilitas internal yang sangat solid dengan perolehan skor IFAS sebesar 3,28. Capaian ini menjadi bukti bahwa tenaga kepelatihan telah menguasai kompetensi teknis yang mumpuni, didukung oleh kecakapan komunikasi yang produktif serta skema latihan yang sistematis guna menjamin efektivitas pembinaan atlet. Kekuatan ini bertindak sebagai pilar utama dalam keberlanjutan prestasi di lapangan. Sejalan dengan itu, analisis terhadap lingkungan makro menghasilkan skor EFAS sebesar 3,55, yang menegaskan adanya peluang eksternal yang sangat luas untuk Momentum ini tercermin dari ketersediaan lisensi sertifikasi profesi, inovasi teknologi pemantauan performa, serta lonjakan antusiasme publik terhadap panahan yang membuka ruang lebih besar bagi perluasan jangkauan organisasi. Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. DAFTAR RUJUKAN AF. Fitriani. Lidiawati. , & Yuningsih. Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Analisis Swot Dalam Menganalisis Pembelajaran Di Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung. Community: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5. , 39Ae46. Aura. Evaluasi Implementasi Latihan Atletik Pada Klub Nest Atletik Tulungagung Melalui Pendekatan Swot. Jurnal Prestasi Olahraga, 8. , 1562Ae1565. Awaluddin. Kasmad. Syamsuddin. , & Ishak. Pelatihan Pelatih Petanque Tingkat Daerah: Upaya Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Olahraga Petanque. Jurnal Sulapa EppaAo, 1. , 251Ae256. Barikah. , & Winarno. Strategi Pengembangan Ekstrakurikuler Futsal MAN 1 Kota Malang Berdasarkan Hasil Analisis SWOT. PENJAGA: Pendidikan Jasmani Dan Olahraga, 6. , 227Ae236. Cahyono. , & Kusnanik. Analisis Swot Pembinaan Prestasi Cabang Olahraga Woodball Di Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Prestasi Olahraga, 6. , 112Ae120. Candra. Analisis SWOT Pengcab PASI Kabupaten Nganjuk. Jurnal Prestasi Olahraga, 4. , 90Ae95. Darmawan. Analisis Swot Pembinaan Prestasi Di Pgsi (Persatuan Gulat Seluruh Indonesi. Kabupaten Lamongan. Jurnal Kesehatan Olahraga, 5. Diningsih. Optimalisasi Analisis Swot Berbasis Digital Melalui Kegiatan Karang Pamitran Terhadap Pengembangan Kompetensi Peserta Naratama ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Analisis Swot Sebagai Dasar Penyusunan Strategi Pengembangan Pelatih Panahan Di Bandung Archery Club & School (Linda Yulianti. Recky. Ida Farida Oesma. Dasar. Jurnal Manejemen. Akuntansi Dan Pendidikan, 1Ae13. Dwiwarman. Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Melalui Keterampilan Soft Skills Dan Hard Skills. Jurnal Minfo Polgan, 13. , 1538Ae1549. Irawan. Analisis Swot Dalam Strategi Pengembangan SDM Pengurus Koperasi. Kurniati. Analisis Swot Dalam Menentukan Strategi Pelatihan Keamanan Siber Dan Sandi. Jurnal Cendekia Niaga (JCN), 3. , 73Ae86. NOFALDY. Analisis swot pembinaan klub bola voli dispora sidoarjo jaya. Jurnal Prestasi Olahraga, 4. , 154Ae158. Rizki. , & Wijaya. Business development strategy using canvas business model and SWOT analysis on Bedroomstore. Id. Journal of Management Science (JMAS), 7. , 371Ae378. Saragih. Sihombing. Sitorus. Samosir. , & Sitompul. Inovasi Manajemen Pengelolaan Lembaga Kursus Dan Pelatihan Rade Berbasis Analisis Swot Dalam Mempertahankan Eksistensinya. Jurnal Psikososial Dan Pendidikan, 1. , 501Ae519. Setyawan. Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Melalui Analisis Swot Dan Ahp Di Divisi Produksi Cv. Askagun Collection Demak. Universitas Sultan Agung. Sitohang. , & Mubarok. Analisis Strategi SEO dalam Pengelolaan Konten WordPress: Kasus Impactlabs Indonesia. MAMEN: Jurnal Manajemen, 4. , 358Ae371. Ummi. , & Setiawan. Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Dasar SWOT Analisis dalam Perancangan Strategi Pengembangan Divisi PPIC di PT. Seminar Nasional Teknik Industri Universitas Gadjah Mada. E92AeE102. Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. Wijaya. Recky. Surjaatmadja. & Ismail. Analisis Strategi Efektivitas Sistem Reward Dan Punishment Karyawan Di Pt. Qolaborasi. Jurnal Economica: Media Komunikasi ISEI Riau, 13. , 167Ae177. Yanuar. Recky. , & Nuradina. Analisis Swot Dalam Pengembangan Kinerja Pada Karyawan Cv. Asanka Wijaya. Jurnal Bisnis Kompetitif, 4. , 531Ae540. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356