MENILIK PROFESSIONAL JUDGMENT MANAGEMENT MENGGUNAKAN TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN Yeyen Komalasari. I Ketut Sirna. GN Joko Adinegara. Kadek Fransiska Kharisma. Ni Kadek Theressa Putri. I Gede Ngurah Wira Pratama. Program Magister Manajemen. Program Studi Manajemen. Fakultas Bisnis Pariwisata Pendidikan dan Humaniora. Universitas Dhyana Pura. Badung. Bali. yeyenkomalasari@undhirabali. sirna@undhirabali. jokoadinegara@undhirabali. ABSTRACT The use of artificial intelligence technology can change the way a manager makes professional The purpose of this research is to consider the results of professional judgment by relying on the use of technology in solving various problems faced by each department in the company. This research methodology uses an exploratory qualitative approach supported by references and experience in interpreting the use of technology in determining professional judgments. The results obtained are that technology really helps managers in making professional assessments in the finance, marketing, operations and personnel departments. Artificial intelligence technology is able to identify data patterns, which can help find indications of error. A manager must also understand the weaknesses and strengths of artificial intelligence technology in carrying out professional Managers ensure that the use of artificial intelligence technology is supported by appropriate policies and procedures to minimize the risk of losing professional judgment, because technology has limitations in understanding complex contexts based on values or holistic subjective aspects of a business. Keywords: Technology. Artificial Intelligence. Professional Judgment. Manager. ABSTRAK Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dapat mengubah cara seorang manajer dalam membuat professional judgment. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempertimbangkan hasil professional judgment dengan mengandalkan penggunaan teknologi dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi setiap departemen dalam perusahaan. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif yang didukung referensi dan pengalaman dalam memaknai pemanfaatan teknologi dalam menetapkan penilaian profesional. Hasil yang diperoleh bahwa, teknologi sangat membantu manajer dalam membuat sebuah penilaian profesional pada departemen keuangan, pemasaran, operasional maupun personalia. Teknologi kecerdasan buatan mampu mengidentifikasi pola data, yang dapat membantu menemukan indikasi kesalahan. Seorang manajer juga harus memahami kelemahan dan kekuatan teknologi kecerdasan buatan dalam melakukan penilaian Manajer memastikan bahwa penggunaan teknologi kecerdasan buatan didukung oleh kebijakan dan prosedur yang tepat untuk meminimalkan risiko kehilangan professional judgment, karena teknologi memiliki keterbatasan dalam memahami konteks yang kompleks didasarkan nilai atau aspek subjektif holistik sebuah bisnis. Kata kunci: Teknologi. Kecerdasan Buatan. Profesional Judgement. Manajer. PENDAHULUAN Setiap perusahaan baik yang bergerak disektor barang maupun jasa, pada berbagai kompetensi manajer yang mampu menilai Manajer merupakan seseorang yang melakukan penilaian pada berbagai jenis laporan pada departemen yang dipimpin, seperti laporan keuangan, pemasaran maupun laporan terkait kuantitas dan kualitas karyawan yang dimiliki. Manajer harus memiliki keahlian dan kualifikasi khusus untuk melakukan penilaian atas berbagai laporan tersebut, dimana reputasi manajer sangat bergantung pada kualitas professional judgment yang telah dibuat. Salah satu contoh penggunaan teknologi informasi melalui kecerdasan buatan pada departemen keuangan adalah 47 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 10. Nomor 1. Januari 2024 mampu meningkatkan kualitas hasil laporan melakukan analisis data, analisis risiko, dan menemukan masalah dengan laporan keuangan (Damerji & Salimi, 2021. Dickey et al. , 2019. Hasan, 2. Penggunaan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pelaporan, serta memungkinkan manajer untuk mengambil keputusan berdasarkan data secara lebih akurat dan objektif. Manajer harus mempertimbangkan risiko dan kecerdasan buatan dalam proses penugasan pelaporan audit umum atas laporan keuangan (Giles, 2019. Peres et. , 2020. Zhang et. Kemungkinan bias pada algoritme dalam sistem kecerdasan buatan, karena preferensi atau asumsi subjektif manusia yang memprogramnya adalah salah satu kendala dalam menciptakan professional Hal ini dapat menyebabkan kekeliruan dalam analisis dan penilaian atas data yang digunakan. Penelitian ini bertujuan professional judgment seorang manajer TINJAUAN PUSTAKA Professional Judgment Untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam melakukan penilaian, maka seorang manajer dituntut untuk bersikap profesional. Sikap profesionalisme manajer dapat dicerminkan oleh ketepatan manajer dalam membuat judgment dalam tugasnya. Professional judgment adalah penerapan pengetahuan dan pengalaman yang relevan serta standar etika, untuk mencapai keputusan yang tepat dalam situasi atau keadaan selama Professional judgment dibentuk oleh kualitas pribadi manajer, yang berarti bahwa judgment akan berbeda antara manajer yang satu dengan yang lainnya. Tepat atau tidaknya judgment manajer akan sangat menentukan kualitas dari opini dan keputusan yang diambil. Oleh karena itu kepercayaan publik harus dijaga oleh seorang manajer dengan memberikan judgment yang tepat dan Seiring dengan perubahan pada kompleksitas tugas dan dampak tingkat kepatuhan terhadap etika, gender diduga menjadi salah satu faktor level individu yang turut mempengaruhi profesional judgment. Gender tidak hanya mengacu pada perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan, itu juga mengacu pada konteks sosial dan cara laki-laki dan perempuan berinteraksi dan memproses informasi. Selain itu, hasil penelitian literatur psikologis kognitif dan dibandingkan dengan pria, wanita dianggap lebih baik dalam memproses informasi dalam situasi pengambilan keputusan yang Jamilah, dkk . menjelaskan pertimbangan moral yang lebih tinggi dari Ini mungkin disebabkan oleh fakta membedakan dan mengintegrasikan elemen penting dalam pengambilan keputusan dibandingkan laki-laki, yang kurang mempertimbangkan aspek penting dari pengambilan keputusan. Fitriani dkk . menyatakan pria yang bekerja dalam pengolahan informasi ini biasanya tidak menggunakan seluruh informasi yang tersedia, sehingga keputusan yang dibuat kurang menyeluruh. Sehingga dapat dikatakan terdapat mempengaruhi manajer dalam membuat profesional judgment. Faktor teknis dapat dilihat dari aspek perilaku individu, yang merupakan faktor yang mempengaruhi persepsi manajer dalam menerima dan mengelola informasi yang meliputi faktor pengetahuan, pengalaman, tekanan ketaatan, kompleksitas tugas serta perilaku pribadi dalam pengambilan dan penilaian informasi. Sedangkan gender merupakan faktor non teknis yang mempengaruhi judgment Penerapkan teknologi kecerdasan buatan diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang terjadi dalam melakukan profesional judgment. Teknologi kecerdasan buatan akan mampu memberikan data dan informasi akurat terkait peristiwa yang terjadi, sehingga mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dalam pengambilan keputusan di berbagai departemen dalam Teknologi Kecerdasan Buatan Salah satu tujuan dari kecerdasan buatan yang berkembang pesat adalah untuk mengembangkan sistem komputer yang mampu melakukan tugas-tugas yang membutuhkan kecerdasan manusia. Salah satu contoh kecerdasan buatan adalah penggunaan teknik pembelajaran mesin dan Komalasari. Sirna. Adinegara, dkk. Menilik Profesional Judgment Management TeknologiA 48 algoritme kompleks yang memungkinkan komputer untuk belajar dari pengalaman masa lalu, mengubah perilakunya, dan membuat keputusan tanpa pemrograman eksplisit dari Teknologi kecerdasan buatan adalah ilmu teknis yang mengembangkan teori, metode, teknologi, dan sistem aplikasi dengan (Ricardo et. , 2. Singkatnya, teknologi kecerdasan buatan adalah sistem komputer mengubah kebijaksanaan manusia menjadi pekerjaan yang menghasilkan. Teknologi kecerdasan buatan dapat mengubah banyak industri, seperti perawatan kesehatan, keuangan, transportasi, dan hiburan. Keunggulan teknologi kecerdasan buatan adalah mampu memproses dan menemukan wawasan, pola, dan tren penting yang mungkin tidak terdeteksi oleh manusia. Salah satunya bahwa, algoritme yang didukung teknologi kecerdasan buatan, dapat membantu dalam industri kesehatan dengan mendiagnosis penyakit dengan lebih baik, merekomendasikan rencana perawatan yang lebih baik, dan memprediksi hasil akhir Di industri keuangan, algoritme yang didukung teknologi kecerdasan buatan juga dapat membuat keputusan penilaian investasi secara real-time dan mengelola risiko dengan melihat tren pasar, artikel berita, dan data media sosial. Namun, kecerdasan buatan juga menimbulkan banyak Kekhawatirannya adalah potensi perpindahan pekerjaan karena sistem teknologi kecerdasan buatan semakin mampu menggantikan pekerja manusia yang masih menggunakan cara tradisional, yang dianggap eksklusif untuk manusia. Selain itu, ada pengembangan dan penerapan sistem teknologi kecerdasan buatan. Isu-isu seperti kecerdasan buatan harus ditangani dengan hati-hati untuk memastikan keadilan, transparansi, dan akuntabilitas dalam sistem teknologi kecerdasan buatan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kecerdasan buatan membantu pertumbuhan bisnis lebih cepat (Anwar et al. Chukwuani et al, 2. , secara internal perusahaan teknologi kecerdasan buatan juga mampu meningkatkan penilaian profesional manajer departemen terkait laporan keuangan, kegiatan pemasaran kualifikasi karyawan yang dimiliki. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan analisis eksploratif dengan maksud untuk memahami fenomena yang dirasakan oleh subyek penelitian, seperti perilaku, persepsi, tindakan yang dinarasikan dengan dukungan berbagai metode ilmiah (Moleong, 2. Pendekatan penelitian eksploratif bertujuan menggali secara lebih mendalam mengenai berbagai sebab atau keadaan yang mempengaruhi terjadinya sesuatu yang memetakan suatu objek secara lebih luas (Arikunto, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk judgment, penggunaan kecerdasan buatan juga membutuhkan manajer yang lebih mahir dalam pengelolaan data dan teknologi untuk memahami mekanisme dan hasil dari algoritme yang digunakan. Hal ini dapat dicapai melalui pembuatan algoritme yang transparan dan akuntabel, serta pelatihan dan pengembangan keterampilan teknologi bagi para manajer. Teknologi memiliki potensi untuk memberikan manfaat bagi manajer dalam melaksanakan tugasnya (Anwar et al. Berikut adalah beberapa peran dan fungsi teknologi kecerdasan buatan bagi manajer: . Pengolahan Data, teknologi kecerdasan buatan membantu manajer dalam mengelola dan menganalisis data dengan cepat dan akurat. Deteksi Kecurangan, teknologi kecerdasan buatan membantu manajer dalam mendeteksi fraud dengan lebih akurat dan cepat. Analisis Risiko, teknologi kecerdasan buatan membantu manajer dalam melakukan analisis risiko dengan lebih efisien dan melakukan tindakan pencegahan yang tepat. Monitoring, teknologi kecerdasan buatan membantu manajer dalam memantau aktivitas bisnis secara real-time dan dapat memberikan peringatan dini jika terdapat perubahan signifikan dalam aktivitas bisnis. Penyaringan Data, teknologi kecerdasan buatan membantu manajer dalam menyaring data yang tidak relevan dan fokus pada data yang penting untuk dilakukan penilaian, sehingga mengurangi kesalahan yang mungkin terjadi akibat human error. 49 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 10. Nomor 1. Januari 2024 Ketergantungan berbasis teknologi kecerdasan buatan mengacu pada sejauh mana seseorang percaya dan bergantung pada nasihat yang diberikan oleh sistem tersebut selama proses Ini menyebabkan paradoks bagi seorang manajer dalam menjalankan profesinya, terutama terkait dengan kode etik dan integritas Manajer harus memastikan profesional yang didukung oleh penilaian risiko, pemahaman konteks bisnis, dan praktik terbaik untuk mengurangi risiko Manajer disamping mengandalkan data hasil dari teknologi kecerdasan buatan dalam praktik professional judgment, juga memahami situasi dan konteks yang lebih Seperti mampu mengidentifikasi pola anomali dalam data, yang dapat membantu menemukan indikasi kesalahan. Manajer departemen harus mampu memahami kelemahan dan kekuatan teknologi kecerdasan buatan dalam praktik professional judgment dan memastikan bahwa penggunaan teknologi kecerdasan buatan didukung oleh kebijakan dan prosedur yang tepat untuk meminimalkan risiko. Oleh karena itu, penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam praktik harus dilakukan dengan hati-hati, dengan memperhitungkan keadaan bisnis secara holistik. SIMPULAN Secara keseluruhan, teknologi kecerdasan buatan memiliki banyak potensi untuk meningkatkan efisiensi, akurasi dalam mewujudkan professional judgment, di banyak bidang. Namun, sangat penting untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi kecerdasan buatan secara etis sambil mengurangi bahaya yang ditimbulkannya bagi masyarakat. Teknologi kecerdasan buatan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam setiap professional judgment bagi seorang manajer keuangan, pemasaran, operasional maupun personalia. Namun harus disadari bahwa teknologi keterbatasan dalam memahami konteks yang kompleks yang berdampak pada professional judgment seorang manajer yang didasarkan nilai atau aspek subjektif sebuah bisnis yang DAFTAR PUSTAKA