KESKOM. : 13-17 JURNAL KESEHATAN KOMUNITAS ( J O U R N A L O F C O M M U N I T Y H E A LT H ) http://jurnal. Dampak Distraksi Audiovisual Terhadap Distress Anak Yang Mendapatkan Terapi Inhalasi The EAect Of Audiovisual Distraction On The Distress Children Receiving Inhalation Therapy Riau Roslita1. Nani Nurhaeni2. Dessie Wanda3 Program Studi Keperawatan STIKes Hang Tuah Pekanbaru Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia ABSTRACT ABSTRAK Inhala on therapy as one of the management of children with respiratory system disorders o en causes distress, especially in young children. Distress when administering inhaled therapy may decrease the eAec veness of the given treatment. The goal of this innova on project is to iden fy the eAec veness of audiovisual distrac on on distress in children with respiratory system disorders and inhala on therapy. This innova on project method used PICO. The sample was 15 people consis ng of 8 controls and 7 interven on groups. The results of the innova on project showed a signiAcant diAerence between the children's distress score in the control group and the interven on . = Conclusions: Audiovisual distrac on interven ons are expected to be applied to children with oxygen distress disorder during inhala on therapy. Terapi inhalasi sebagai salah satu penatalaksanaan anak dengan gangguan sistem pernapasan yang seringkali menyebabkan distress khususnya pada young children. Distress saat pemberian terapi inhalasi dapat menurunkan efek vitas pengobatan yang d i b e r i ka n . Tu j u a n p ro ye k i n o va s i i n i a d a l a h u nt u k mengiden Akasi efek vitas distraksi audiovisual pada anak yang mendapatkan terapi inhalasi dan gangguan sistem pernapasan yang dihubungkan dengan distress anak selama terapi inhalasi. Metode proyek inovasi ini menggunakan PICO. Sampel berjumlah 15 orang yang terdiri dari 8 orang kelompok kontrol dan 7 orang kelompok intervensi. Hasil proyek inovasi menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai distress anak pada kelompok dengan perawatan ru n dan kelompok yang mendaptkan intervensi distraksi audiovisual . =0,. Kesimpulan: Intervensi distraksi audiovisual diharapkan dapat diterapkan pada anak dengan gangguan pemenuhan oksigen yang mengalami distress saat terapi Keywords : Inhala on therapy, distress, audiovisual distrac on. Kata Kunci :Terapi inhalasi, distressA distraksi audiovisual. Correspondence : Riau Roslita. Jalan Kuras no. Komplek Beringin Indah Pekanbaru. Riau - Indonesia Email : riau. roslita@yahoo. com, 085265635322 A Received 29 September 2020 A Accepted 20 Maret 2021 A p - ISSN : 2088-7612 A e - ISSN : 2548-8538 A DOI: h ps://doi. org/10. 25311/keskom. Vol7. Iss1. Copyright @2017. This is an open-access ar cle distributed under the terms of the Crea ve Commons A ribu on-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 Interna onal License . p://crea vecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. which permits unrestricted non-commercial used, distribu on and reproduc on in any medium Keskom. Vol. No. 14 April 2021 PENDAHULUAN Penyakit dengan gangguan sistem pernapasan yang terjadi pada anak merupakan salah satu faktor penyebab utama kejadian morbiditas dan mortalitas secara global khususnya di Asia Tenggara dan Afrika serta negara berkembang meningkat hingga 70% (Emukule, 2. Infeksi akut yang terjadi pada saluran pernapasan merupakan penyebab utama anak mengalami hospitalisasi dan dapat menyebakan kema an pada anak khususnya pada usia infant dan young. Menurut Ferkol & Schraufnagel, . anak berusia kurang dari lima tahun hampir ga juta anak meninggal dunia akibat infeksi saluran pernapasan seper pneumonia dan bronkiolio s. Obstruksi jalan napas merupakan penyebab utama meningkatnya penyakit gangguan saluran pernapasan pada anak khusunya anak usia kurang dari 4 tahun . oung childre. Adanya edema serta akumulasi mukus merupakan akibat atau dampak dari obstruksi saluran pernapasan sehingga menagkibatkan terjadinya inCamasi pada saluran pernapasan. Selain iu, dampak dari obstruksi pada saluran pernapasan dapat menyebabkan ke daksesuaian ven lasi serta perfusi dan dapat mengganggu aliran udara yang masuk ke saluran pernapasan. Hal ini, dapat menimbulkan distress pada saluran pernapasan yang dibuk kan dengan adanya peningkatan frekuensi bernapas, penurunan saturasi oksigen perifer dan terdapat distraksi dinding dada. (Cardinale et al. , 2. Pemberian medikasi mukoli k dan bronkodilator dalam bentuk inhalasi merupakan terapi farmakiologis yang di pakai untuk mengatasi akumulasi mukus pada saluran pernapasan yang diakibatkan dari obstruksi saluran pernapasan (Laube et al. Terapi farmakologis dengan pemberian inhalasi yang digunakan secara tepat telah terbuk efek f mengatasi masalah saluran sistem pernapasan (Kamin et al. , 2. Terapi inhalasi yang diberikan pada anak khususnya pada usia infant dan young childtren harus menyesuiakan dengan kondisi anak dan perlu Hal ini dikarenakan struktur anatomi serta Asiologi pada sistem pernapasan dalam hal pengantaran obat menuju paru-paru yang terjadi pada anak dan orang dewasa berbeda. Faktor lain yang mempengaruhi pengantaran obat menuju paruparu selain anatomi dan Asiologi pada anak yang berbeda adalah kecemasan dan ketakutan anak selama pelaksanaan terapi inhalasi (Ari and Fink, 2. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan oleh perawat untuk mengurangi distress pada anak selama pelaksanaan terapi inhalasi adalah dengan melakukan teknik distraksi dengan mengalihkan perha an anak. Teknik distraksi adalah salah satu intervensi mengurangi kecemasan pada anak dengan memberikan s mulasi sensori selama mendapatkan ndakan Kelebihan dari teknik distraksi yang dilakukan adalah mudah digunakan, rela f murah dan memiliki efek samping yang h p://jurnal. minimal (Hillgrove-Stuart et al. , 2. Intervensi keperawatan dengan memberikan teknnik distraksi dapat dilakukan dengan beberapa distraksi untuk mengurangi distress pada anak dengan memberikan tontonan vidio yang disenangi anak selama mendapatkan ndakan medis atau selama perawatan (Koller and Goldman, 2. Menurut The Bri sh Psychological Society, . dan Koller & Goldman,( 2. kelompok anak usia muda . oung childre. dapat diberikan distraksi s mulasi auditori dan visual selama mendapatkan perawatan atau ndakan medis yang bertujuan untuk mengurangi distress selama perawatan dengan mengalihkan perha an dalam bentuk memberikan tontonan vidio yang Teknik distraksi dengan menonton vidio yang disenangi anak dapat meminimlakan distress selama anak mendapatkan ndakan medis. METODE Kegiatan proyek inovasi dengan menerapkan Evidence Based Nursing Prac ce (EBNP) menggunakan metode PICO (Problem: pasien anak yang mengalami masalah saluran pernapasan dan memperoleh medikasi inhalasi. Inteven on: memberikan perlakukan distraksi audiovisual dengan menonton vidio yang disenangi anak usia young children yang mendapatkan medikasi inhalasi. Comparioson: kelompok kontrol mendapatkan perlakukan perawatan ru n sesuai standar operasional rumah sakit. Outcome: teknik distraksi audiovisual dengan menonton vidio yang disenangi anak dapat meminimalkan kecemasan distress anak selama mendapatkan medikasi inhalas. selain itu juga proyek inovasi ini menggunakan pendekatan siklus P-D-S-A (Plan. Do. Study. Ac. Pemilihan sampel yaitu semua anak usia young children . -4 tahu. dengan masalah saluran sistem pernapasan dan mendapatkan medikasi inhalasi dan kemudian dibagi kedalam dua kelompok yaitu kelompok yang mendapatkan distraksi audiovisual . dan kelompok yang mendapatkan perawatan ru n di rumah sakit . Studi analisis dilakukan dengan mengobservasi distress anak selama mendapatkan terapi inhalasi pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Perbedaan distress pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi menggunakan uji MannWhitney. Penerapan proyek inovasi ini dilakukan mulai pada bulan Februari s. d April tahun 2018 dan bertempat di ruang infeksi perawatan anak Gedung A RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. HASIL Karakteris k responden proyek inovasi dalam penerapan Evidence Based Nursing Prac ce (EBNP) digambarkan berdasarkan dari jenis data. Data tersebut melipu data kategorik dan data numerik. Data kategorik terdiri dari jenis kelamin, pengalaman inhalasi, diagnsis medis dan penyakit penyerta yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan Riau Roslita, et al Impact of Audiovisual Distrac on on Distress in Children Receiving Inhala on Therapy Dampak distraksi Audiovisual Terhadap Distress Pada Anak yang Memperoleh Terapi Inhalasi Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Karakteris k Responden Usia Anak di Ruang Infeksi RSCM Tahun 2018 . Rentang usia anak pada proyek inivasi dengan penerapan EBN yaitu 1-4 tahun, pada hasil uji normalitas pada variabel usia diperoleh data dak berdistribusi normal yang telah dilakukan uji normalitas dengan menggunaka Shapiro-Wilk . value < , p value=0,008, =0,. Tabel . 2 Distribusi Responden Berdasarkan Karakteris k Responden Pada Penerapan EBN di Ruang Infeksi RSCM Tahun 2018 . Tabel 2 dideskripsikan dengan distribusi anak yang mengalami masalah saluran pernapasan dan memperoleh medikasi inhalasi bertempat di ruang rawat infeksi perawatan anak RSCM tahun 2018 diperoleh data sebagian besar anak berjenis kelamin laki laki . %), memiliki pengalaman inhalasi sebelumnya . %), dan mayoritas anak dengan diagnosis medis pneumonia . ,7%) serta memiliki penyakit penyerta . %). Tabel 3 Skor Distress Anak pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Intervensi di Ruang Infeksi RSCM tahun 2018 . Tabel 3 menjelaskan rata-rata skor distress pada anak di kelompok kontrol adalah 7, standar deviasi= 5,85, min-max= 1-15 sedangkan kelompok intervensi dengan rata-rata skor distress adalah 0,43, standar deviasi=0,78 dan min-max= 0-2. Tabel 4 Perbedaan Skor Distress Pada Kelompok Kontrol dan Intervensi Pada Anak yang Mendapatkan Terapi Inhalasi di Ruang Infeksi RSCM Tahun 2018 . Tabel 4 menjelaskan hasil uji Mann-Whitney diperoleh nilai p= 0,001 dengan nilai =0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signiAkan antara skor distress pada kelompok kontrol . endapatkan perawatan ru n di rumah saki. dan kelompok intervensi . endapatkan intervensi distraksi audiovisual selama pelaksanaan mediaksi inhalas. ilai p<0,. PEMBAHASAN Masalah ketakutan dan kecemasan . yang dialami anak khususnya anak young children pada saat pelaksanaan medikasi inhalasi dapat disebabkan karena anak merasa takut dengan suara yang dikelurkan oleh alat inhalasi . et nebulize. dan juga sungkup yang digunakan anak selama inhalasi membuat anak merasa tercekik (DiBlasi, 2. Tahap perkembangan anak pada usia young children memiliki karaketris k magical thinking, sehingga anak akan sering berimajinasi dan menganggap bunyi bising dan sungkup yang terpasang diwajah adalah hal yang Kekhawa ran yang dirasakan oleh anak usia young children dari penggunaan alat jet nebulizer dan terpasangnya sungkup di wajah mengakibatkan anak juga akan merasa takut terhadap orang asing seper perawat yang dapat meningkatkan kecemasan dan ketakutan . yang diAkirkan oleh anak (Hockenberry and Wilson, 2. Proyek inovasi dengan penerapan EBNP, dimana residen mengenakan pakaian yang berwarna pu h selama melakukan perawatan khususnya saat melakukan perekaman selama pemberian medikasi inhalasi. Hal ini mengakibatkan terjadinya ketakutan dan kecemasan . pada anak saat mendapatkan medikasi inhalasi dengan mengguankan alat jet nebulizer. Solusi yang dilakukan residen selama menerapkan EBNP ini adalah residen meminta orang tua untuk dapat menemani anaknya selama pelaksanaan medikasi Hal ini merupakan upaya penerapan prinsip family centered care. Distress yang dirasakan oleh anak selama mendapatkan prosedur medis seper terapi inhalasi perlu mendapat Anak yang memiliki pengalaman nega f seper mengalami distress selama prosedur dapat menyebabkan efek jangka panjang pada anak. Anak menjadi takut untuk menghadapi prosedur berikutnya dan menolak untuk melakukan Distress yang dirasakan selama prosedur juga dapat mempengaruhi perkembangan psikososial anak dan menurunkan status kesehatan anak (Taddio and McMurtry. Manajemen distress selama prosedur bertujuan untuk meminimalkan pengalaman distress anak dan memfasilitasi perkembangan koping anak untuk meningkatkan satus kesehatan anak baik jangka pendek maupun jangka panjang (The Bri sh Psychological Society, 2. Pelaksanaan proyek inovasi dengan penerapan EBNP ini dengan melakukan manajemen distress yaitu distraksi audiovisual pada anak usia young children yang mendapatkan terapi inhalasi dengan menonton vidio yang disenangi anak. Hasil penerapan EBNP dengan melakukan proyek inovasi ini menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna rerata skor distress pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pada kelompok anak yang mendapatkan intervensi distraksi audiovisual . elompok intervens. diperoleh nilai rerata lebih j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. April 2021 rendah yang dibandingkan dengan kelompok anak yang memperoleh perawatan ru n/ susuai SOP rumah sakit. Hasil yang diperoleh sejalan dengan hasil peneli an yang telah dilakukan oleh (MacLaren and Cohen, 2. tentang membandingkan perlakuan intervensi distraksi menonton vidio . pada anak saat ndakan invasif diperoleh anak lebih tenang . dibandingkan diberikannya perlakuan memberikan mainan pada anak . elompok kontro. Distraksi audiovisual lebih efek f dalam meminimalkan distress pada anak yang meperoleh ndakan medis. Menurut (Koller and Goldman, 2. pemberian distraksi audiovisual dengan menonton vidio kartun berdamapak meminimalkan distress pada anak saat mendapatkan medikasi Distraksi dengan menonton vidio merupakan suatu strategi kogni f serta perilaku yang mampu mengalihkan perha an anak pada hal yang menarik perha an anak, sehingga dapat mengurangi distress pada anak. Pelaksanaan proyek inovasi ini dengan penerapan EBP, residen memberikan s mulasi visual dengan melihat vidio yang disenangi anak dan s mulasi auditori dengan mendengarkan suara yang dikeluarkan oleh vidio tersebut. Proses Asiologi yang terjadi pada tubuh ke ka s mulasi visual dan auditori secara bersamaan akan mengak vasi bagian otak parietal dan prefrontal. Rangsangan yang diterima oleh korteks serebri selanjutnya akan diproses dan dipersepsikan sebagai suatu hal yang menyenangkan. Ke ka otak lebih banyak menerima rangsangan yang menyenangkan, maka akan berkurang fokus perha an pada lingkungan sekitar. Hal tersebut dikarenakan otak pada manusia memiliki keterbatasan menerima s mulasi dari luar (Syrqvist and Marsh, 2. Pada kelompok anak yang hanya mendapatkan perawatan ru n rumah sakit . elompok kontro. , fokus perha an anak hanya pada pelaksanaan inhalasi saja, sehingga anak mengaggap terapi inhalasi yang diperoleh adalah sebuah stressor yang membuat anak takut dan cemas. Hal ini sejalan dengan hasil peneli an yang dilakukan (McCarthy et al. , 2. yang menunjukkan bahwa kelompok kontrol yang dak mendapatkan intervensi distraksi pada saat ndakan invasif menunjukkan meningkatkanya perilaku cemas dan takut yang ditunjukkan oleh anak. Kelompok kontrol pada proyek inovasi ini memperlihatkan anak cenderung fokus pada terapi inhalasi yang diberikan dan anak mengaggap sebuah ancaman yang ditunjukkan dengan perilaku menolak ndakan . , berteriak, dan Hal tersebut menyebabkan orang tua dan perawat bingung untuk menenangkan anak, sehingga terpaksa dilakukannya restrain dengan tujuan supaya anak dak menolak pada saat terapi inhalasi diberikan. Perbedaan akan dialami pada kelompok yang mendapatkan perlakuan distraksi dengan menonton vidio, dimana fokus perha an anak pada vidio yang ditontonnya saja. Perlakuan tersebut dapat menimbulkan h p://jurnal. perilaku tenang pada anak selama mendapatkan terapi inhalasi. Pemberian distraksi audiovisual efek f dalam meningkatkan kenyamanan pada anak yang memperoleh medikasi inhalasi. KESIMPULAN Pelaksanaan proyek inovasi berdasarkan EBNP tentang memberikan intervensi distraksi audiovisual . enonton vidio yang disenangi ana. yang bertujuan untuk meminimlakan distress pada kelompok usia young children dengan masalah saluran sistem pernapasan dan memperoleh medikasi inhalasi memperoleh beberapa simpulan diantaranya adalah diketahui sebagian besar responden berusia 1-4 tahun, dengan jenis kelamin perempuan serta memiliki pengalaman inhalasi sebelumnya dan sebagian besar diagnosis medis pada anak yaitu pneumonia dan memiliki penyakit penyerta. Hasil analisis yang dilakukan diperoleh terdapat perbedaan bermakna skor distress anak pada kelompok yang mendapatkan intervensi distraksi audiovisual dibandingkan dengan kelompok anak yang mendapatkan perawatan ru n sesuai SOP rumah sakit. KonCik Kepen ngan Dalam Peneli an ini dak ada konCik kepen ngan Ucapan Terima Kasih Terimakasih kepada seluruh responden yang mau terlibat dalam peneli an ini dan juga kepada pihak-pihak yang telah memberikan bimbingan dan bantuan selama proses peneli an. DAFTAR PUSTAKA