Edoy Nainggolan1. Febbry Vebilola Manalu2. Fransiska Marito Nainggolan3. Fitra Delita4 Kompetensi Universitas Balikpapan ANALISIS TRADISI MASYARAKAT SUKU BATAK TOBA PERANTAUAN Edoy Nainggolan1. Febbry Vebilola Manalu2. Fransiska Marito Nainggolan3 . Fitra Delita4 Universitas Negeri Medan1,2,3,4 pos-el: febbryvebilolamanalu@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi masyarakat suku batak toba di Kelurahan Belawan Sicanang. Kecamatan Medan Belawan. Kota Medan. Selain itu, penelitian ini akan menganalisis sistem silsilah, dan sistem kekerabatan masyarakat suku batak toba di Kelurahan Belawan Sicanang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan gambaran mengenai kehidupan sosial budaya dari suku Batak Toba di Kelurahan Belawan Pulau Sicanang. Kecamatan Medan Belawan. Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ciri khas yang membedakan suku batak toba ini berbeda dengan yang lain seperti dari segi salam AuhorasAy, rumah adat yang awalnya digunakan untuk sebagai tempat tinggal penduduk suku batak toba, ikan mas arsik . ekke simudur-udu. , beras . oras sipir ni tond. , ulos batak hasil tenunan masyarakat batak toba, dan daging Dalam sistem silsilah, panggilan untuk sesama masyarakat batak toba berbeda-beda sesuai dengan marga yang ia bawakan, dan di daerah perantauan sesama masyarakat batak toba bila bertemu dapat akrab karena adanya marga dan asal daerah yang sama-sama dari wilayah batak toba. Masyarakat batak toba memiliki filsafat hidup yang dikenal dengan Audalihan na toluAy yang berisikan somba marhula-hula, elek marboru, dan manat mardongan tubu. Kata kunci : tradisi batak toba, sosial budaya, masyarakat perantau, sistem kekerabatan. ABSTRACT This study aims to analyze the traditions of the Batak Toba people in Belawan Sicanang Village. Medan Belawan District. Medan City. In addition, this study will analyze the genealogy system and kinship system of the Batak Toba people in Belawan Sicanang Village. This study uses a descriptive qualitative research type with a qualitative approach to obtain an overview of the socio-cultural life of the Batak Toba people in Belawan Pulau Sicanang Village. Medan Belawan District. Medan City. The results of the study indicate that the characteristics that distinguish the Batak Toba people are different from others, such as in terms of the "horas" greeting, traditional houses that were originally used as residences for the Batak Toba people, arsik carp . ekke simudur-udu. , rice . oras sipir ni tond. , ulos batak woven by the Batak Toba people, and pork. In the genealogy system, the call for fellow Toba Batak people varies according to the clan they carry, and in the diaspora areas, fellow Toba Batak people when they meet can be close because of the same clan and origin from the Toba Batak region. The Toba Batak people have a philosophy of life known as "dalihan na tolu" which contains somba marhula-hula, elek marboru, and manat mardongan tubu. Keywords: Toba Batak traditions, socio-culture, migrant communities, kinship systems. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang memiliki beranekaragam budaya, bahasa, adat istiadat, suku serta berbagai macam lainnya (Satrianingrum & Setyawati, 2. Dengan banyaknya jenis budaya terdapat di Indonesia menjadikan negara ini memiliki Vol. No. Juni 2024 banyak hal yang dapat salah satunya sosial budaya yang memberikan banyak Hal ini adalah salah satu aspek potensial yang dimiliki oleh Indonesia. Setiap suku bangsa mempunyai ciri khas serta keunikan masing-masing. Ciri khas pada hakikatnya adalah sebuah nilai Edoy Nainggolan1. Febbry Vebilola Manalu2. Fransiska Marito Nainggolan3. Fitra Delita4 yang membedakannya dengan yang lain (Huda, dkk. Suku bangsa Indonesia adalah salah satu pembeda suatu golongan sosial dalam sistem sosial. Pengaruh suku bangsa menjadi asal usul tempat tinggal serta budaya yang dekat daerah tempat Kehidupan masyarakat suku bangsa satu dengan lainnya tentunya memiliki terdapat perbedaan-perbedaan yang dapat dibedakan berdasarkan bahasa daerah, adat istiadat, kesenian daerah, perbedaan agama, kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa, tata susunan kekerabatan, serta berdasarkan seni (Oktaviana Munawwarah, 2. Selain itu, setiap suku tentu memiliki sistem silsilah dan sistem Silsilah adalah letak hubungan kekerabatan yang didapatkan dari garis keturunan secara patrilineal dan menjadi adat bagi masyarakat agar menggunakan silsilah dalam kehidupan sehari-hari (Nugroho & Siahaan. Suku Batak merupakan salah satu suku bangsa yang menjadi suku terbesar ketiga yang terdapat di Indonesia. Tanah Batak berpusat di daerah Samosir atau terkenal dengan daerah Danau Toba serta sebagian dari pegunungan Bukit Barisan di Provinsi Sumatera Utara. Suku Batak merupakan penduduk asli yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara. Suku Batak terbagi ke dalam enam sub suku, yakni Batak Toba. Batak Karo. Batak Angkola. Batak Simalungun. Batak Pakpak, dan Batak Mandailing (Haloho, 2. Adapun salah satu ciri orang Batak ialah selalu mempunyai marga atau nama keluarga. Marga selalu disebutkan di akhir nama yang diturunkan berdasarkan garis keturunan ayah atau patrilineal. Dari berbagai suku batak yang ada, dalam penelitian ini mengangkat suku batak toba sebagai fokus penelitian. Hal ini disebabkan karena suku batak toba yang memiliki tradisi yang unik. Suku Batak Toba merupakan sub suku Batak yang paling terkenal di Indonesia, sehingga tidak jarang orang beranggapan bahwa suku Batak hanya terdiri suku Batak Toba saja. Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan Sekarang ini, mayoritas masyarakat suku batak Toba memeluk agama Kristen Protestan. Masyarakat Batak Toba sudah banyak merantau ataupun melakukan migrasi dari bona pasogit . empat asa. ke tempat perantauan baik itu ke desa ataupun ke kota termasuk ke Kota Medan. Ndang marimbar tano hamateon merupakan suatu ungkapan suku Batak Toba yang artinya tidak berbeda tempat untuk mati (Haloho. Ungkapan ini menjadi semboyan bagi masyarakat suku Batak Toba yang ingin berkelana maupun merantau ke daerah lain untuk mempertahankan kehidupan dan mencari pengalaman hidup. Selain itu. Budaya Batak sangat mengutamakan nilai-nilai keberanian sebagai citra diri yang positif. Masyarakat Batak banyak dituntut untuk berjuang serta bekerja keras sebab pada umumnya tinggal di kondisi yang gersang dan bergununggunung. Oleh sebab itu, orang Batak juga dikenal ulet, gigih, dan berjuang untuk menaklukkan alam (Trismayangsari dkk. Migrasi Masyarakat Suku Batak Toba Kelurahan Belawan Sicanang. Kecamatan Medan Belawan telah mengubah mata pencaharian mereka menjadi nelayan karena berada di wilayah Selain menjadi nelayan, perbedaan letak geografis sudah banyak mengubah pola perilaku masyarakat Suku Batak Toba sehingga menjadi berbeda dengan tempat asal mereka (Yuniati dkk. , 2. Migrasi tersebut juga menyebabkan adanya suatu proses adaptasi serta penyesuaian kebudayaan antara masyarakat Batak Toba sebagai pendatang dengan masyarakat lokal di Kelurahan Belawan Pulau Sicanang. Kecamatan Medan Belawan. Hal tersebutlah yang mendasari pola kehidupan sosial budaya suku Batak Toba di wilayah baik dalam bidang agama, budaya, mata pencaharian dan lain sebagainya. Beberapa penelitian sebelumnya telah mengkaji aspek-aspek budaya Batak Toba. Matondang dan Herlina . meneliti tentang tradisi Paijur Batu pada masyarakat Batak Toba di Desa Lobu Tua. Kecamatan Edoy Nainggolan1. Febbry Vebilola Manalu2. Fransiska Marito Nainggolan3. Fitra Delita4 Andam Dewi. Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini mengungkapkan pentingnya tradisi tersebut dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Batak Toba. Sementara itu. Situmorang dan Sibarani . mengkaji tradisi budaya dan kearifan lokal Paulak Une dan Maningkir Tangga pada pernikahan Batak Toba di Desa Sigapiton. Kecamatan Ajibata, dengan pendekatan Studi ini menunjukkan bagaimana tradisi-tradisi tersebut masih dipertahankan dan memiliki makna mendalam dalam upacara pernikahan Batak Toba. Kedua penelitian ini memberikan gambaran tentang kekayaan dan keunikan tradisi Batak Toba yang masih dilestarikan di berbagai daerah. Meskipun sebelumnya telah mengkaji aspek-aspek budaya Batak Toba di daerah asalnya, masih terdapat kesenjangan pengetahuan mengenai bagaimana tradisi dan sistem kekerabatan Batak Toba beradaptasi di wilayah perantauan, terutama di daerah pesisir perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis tradisi masyarakat Batak Toba di Kelurahan Belawan Sicanang, sebuah wilayah pesisir di Kota Medan. Dengan demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana tradisi dan sistem kekerabatan Batak Toba beradaptasi di wilayah perantauan, khususnya di daerah pesisir seperti Kelurahan Belawan Pulau Sicanang. Wijayanti, dkk. mengatakan bahwa situasi di era generasi z adalah nilai-nilai Besarnya pengaruh globalisasi yang mengikis kebudayaan tersebut. (Jati dkk. juga mengatakan bahwa globalisasi yang semakin mengikis nilai kebudayaan Globalisasi mengikis seluruh aspek kebudayaan akan mengakibatkan adat istiadat, tradisi, hingga sistem kekerabatan akan pudar. Perlu dilakukan penelitian dengan objeknya suku batak toba untuk menganalisis tradisi, sistem kekerabatan. Sehingga hasil penelitian akan mampu menjawab apakah globalisasi melunturkan Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan kebudayaan pada suku batak toba atau kebudayaan batak toba tetap terjaga di tengah arus globalisasi. Oleh sebab itu, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kehidupan sosial budaya masyarakat suku batak toba yang mencakup ciri khas, sistem silsilah, dan sistem kekerabatan masyarakat suku batak toba di Kelurahan Belawan Pulau Sicanang. METODE PENELITIAN Penelitian Kelurahan Belawan Pulau Sicanang. Kecamatan Medan Belawan. Kota Medan yang berlangsung pada Sabtu 19 Maret 2024. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk kehidupan sosial budaya dari suku Batak Toba di Kelurahan Belawan Pulau Sicanang. Kecamatan Medan Belawan. Kota Medan. Teknik pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh data primer dan data sekunder, data primer diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara dengan beberapa narasumber untuk mendapatkan hasil penelitian, serta data sekunder diperoleh dengan cara studi literatur yang berkaitan dengan kajian penelitian melalui literasi buku teks, jurnal dan internet. Informan dipilih melalui teknik prosedur pengambilan sampel nonprobabilitas dan/atau (Trismayangsari dkk. , 2. Oleh karena itu, narasumber yang dipilih sesuai dengan tujuan penelitian dan memenuhi kriteria dari penelitian yang Kriteria yang dimaksud merupakan perempuan atau laki-laki yang bersuku Batak Toba dan berada di tahap perkembangan dewasa karena pada tahap ini secara emosional dan kognitif seorang individu lebih stabil, logis, dan realistis. Edoy Nainggolan1. Febbry Vebilola Manalu2. Fransiska Marito Nainggolan3. Fitra Delita4 Lama wawancara untuk setiap narasumber antara 30-40 menit. Jenis wawancara yang dilakukan ialah semiterstruktur yang memiliki tujuan untuk menemukan fakta secara lebih dalam dan Hal ini dilakukan karena semi-terstruktur memberikan peluang kepada peneliti untuk mengeksplorasi lebih dalam pertanyaan yang disampaikan. Data hasil penelitian kemudian di interpretasikan serta dianalisis secara Analisis deskriptif pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat suku Batak Tobat di Kelurahan Belawan Pulau Sicanang. Kecamatan Medan Belawan. Kota Medan. Untuk teknik memperdalam referensi. Jadi data penelitian yang didapat akan disesuaikan dengan sumber yang terpercaya seperti jurnal yang membahas tentang suku batak toba. HASIL DAN PEMBAHASAN Ciri Khas Suku Batak Toba AuHORASAy merupakan salam hangat dari suku batak toba. Dalam suku batak toba hal yang paling menonjol yang menjadi ciri khas pada suku itu cukup Pertama adalah rumah Dalam suku batak toba, rumah adatnya disebut dengan jabu bolon. AuSetiap sudut, dan bahan bangunan jabu bolon memiliki maksud dan tujuan Ay kata ibu N. Sianturi saat Seperti dinding rumah bolon yang terbuat dari kayu papan. Dinding tidak dibangun dari bahan dikarenakan kondisi geografis di daerah Tapanuli Utara. Toba, dan Pulau Samosir dengan suhu rata-rata 17-290C sehingga dinding rumah jabu bolon dibangun dari kayu papan karena masyarakat suku batak memberikan kehangatan dibanding bila Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan menggunakan batu. Juga kondisi zaman dahulu kala yang sangat sulit mencari batu untuk membuat dinding, sedangkan kayu papan yang mudah didapatkan dari hutan sehingga masyarakat batak toba lebih memilih kayu papan tersebut. Narasumber bahwa dalam rumah batak toba tidak memiliki kamar atau sekat sejak rumah tersebut dibangun. Hal ini memang sangat unik, namun kondisi bangunan keharmonisan dalam keluarga. Jadi sifat mengurung diri di dalam kamar tidak akan pernah sehingga keharmonisan akan semakin meningkat. Pada dasarnya, jabu bolon dibangun dengan tujuan sebagai tempat tinggal. Namun seiring masyarakat sudah jarang menggunakan jabu bolon sebagai tempat tinggal. Mereka lebih memilih untuk tinggal di rumah dengan bangunan model modern seperti yang ada saat ini. Sehingga saat ini di daerah pariwisata seperti di Pulau Samosir. Toba, dan Tapanuli Utara jabu bolon ini dikoleksi sebagai museum suku batak toba sehingga para wisatawan dari berbagai wilayah dapat mengunjungi jabu bolon tersebut. Gambar 1. Jabu bolon sebagai rumah adat suku batak toba Dalam suku batak toba ikan mas dengan sajian arsik disebut dengan Audekke simudur-udurAy. Penggunaan ikan mas pada seluruh adat khas batak telah menjadi budaya turun temurun (Munthe , 2. Ibu N. Sianturi mengatakan bahwa ikan mas merupakan makanan Edoy Nainggolan1. Febbry Vebilola Manalu2. Fransiska Marito Nainggolan3. Fitra Delita4 yang disajikan dalam seluruh kegiatan suku batak toba, baik itu acara suka maupun duka. Hal ini disebabkan Audekke simudur-udurAy diterjemahkan bahasa Indonesia artinya ikan mas yang beriring-iringan berenang renang hilir mudik. Maknanya apabila ikan mas ini diberikan kepada seseorang, semoga seperti ikan mas yang beriringiringan ke mana ia pergi, begitu juga diharapkan datangnya rezeki yang baik yaitu kesehatan, kesuksesan, dan masih banyak lagi. Berarti bahwa ikan mas identik dengan permohonan datangnya berkat yang berlimpah. Gambar 2. Ikan Mas Arsik Pengolahan makanan ini sesuai dengan nama nya yaitu di arsik yang mengandalkan rempah-rempah batak toba seperti andaliman, bawang batak, kacang panjang, asam, dan kunyit. Rempah-rempah sekelompok bumbu yang memiliki tahta yang tinggi dalam mengikat cita rasa dalam pembuatan ikan mas arsik. Karena jika salah satu rempah tersebut tidak dipakai maka ikan mas arsik tidak terbilang sempurna. Terkhususnya andaliman merupakan rempah khas batak toba yang memiliki cita rasa pedas dan getir (Munthe dkk. , 2. Zaman dahulu, ibu N. Sianturi mengatakan bahwa pemberian ikan mas arsik atau dalam bahasa batak toba disebut Aupasahathon dekkeAy diberikan pada upacara adat formal seperti pernikahan bahkan acara duka. Namun di tengah kemajuan zaman saat ini, dekke sudah diberikan pada acara apa pun Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan karena tujuannya adalah sebagai simbol harapan rezeki yang berlimpah pada Sang Pencipta. Contoh sederhananya ujar S. Lubis ketika seorang anak akan pergi merantau, orang tua sering menyajikan dekke simudur-udur kepada anak dengan harapan anak akan kesuksesan, dijauhkan dari segala kejahatan selama di perantauan. Untuk penyajian ikan mas arsik adalah bentuk utuh . aging ikan tidak dipotong-poton. , dan berjumlah ganjil, bahkan sisik ikan mas tidak boleh di Jumlah ikan mas disajikan Karena mempercayai bahwa angka ganjil adalah angka keberuntungan ujar ibu N. Sianturi . Ikan mas yang harus utuh . idak boleh dipotongpoton. melambangkan kehidupan manusia secara utuh (Rajagukguk & Sinulingga, 2. Ikan mas arsik yang disajikan lebih dari satu harus disusun sejajar dengan kepala ikan menghadap kepada yang menerima sajian ikan mas arsik dengan maksud ialah harapan besar untuk kehidupan yang dijalaninya beriringan dengan arah kehidupan dan tujuan yang sama. Namun saat ini sajian ikan mas arsik telah menjadi hidangan kuliner yang populer dari suku batak toba. Rasa yang ditawarkan oleh kuliner batak toba dengan rasa nikmat dan gurih karena pemilihan ikan yang segar dan bumbu-bumbu mengikat cita rasa. Ikan mas yang dulu hanya dapat digunakan dalam upacara adat sakral, saat ini telah berubah menjadi hidangan sehari-hari sehingga makan ikan mas arsik ini menjadi hidangan andalan suku batak toba (Munthe dkk. , 2. Narasumber menambahkan bahwa dalam acara sakral seperti pernikahan, acara duka, dll jumlah ikan ganjil dan setiap jumlah ikan memiliki makna tertentu. (Jade Calista & Edoy Nainggolan1. Febbry Vebilola Manalu2. Fransiska Marito Nainggolan3. Fitra Delita4 Hajar Aswati, 2. menyatakan beberapa maksud dari jumlah ikan mas yang disajikan pada acara sakral . adat batak toba yaitu sebagai berikut. Bilangan 1 . adalah simbol persatuan dan kesatuan dalam segala kesehatian, kekuatan dan kekokohan. Bilangan 3 . adalah simbol kesaktian seperti yang terdapat pada tritunggal keTuhanan, tritunggal benua, tritunggal warna, tritunggal tungku dan tritunggal DNT . alihan na tol. Bilangan 5 . adalah simbol kesempurnaan sebagai nampak pada Auhatiha silimalimaAy, pancaindra yang berjumlah lima dan jari-jari tangan dan kaki yang masing-masing berjumlah lima. Bilangan 7 . adalah juga terdapat pada nama-nama Aupancur na pituAy . ancuran tuju. Aumual sipitu daiAy . ata air tujuh ras. Auhauma sipitu tanggaAy . awah bertangga tuju. Bilangan 13 . iga bela. adalah simbol nasib. Namun, apabila dekke mas arsik disajikan pada acara non formal seperti memberangkatkan anak ke perantauan, acara syukuran kecil-kecilan, dan acara sederhana lainnya maka jumlah ikan mas arsik yang disajikan cukup 1 atau 3 dengan catatan jumlah ikan mas harus ganjil, harus utuh, dan sisik ikan tidak boleh dibersihkan. Selain ikan mas, suku batak toba juga identik dengan AuBoras Sipir Ni TondiAy. Dalam bahasa Indonesia, boras sipir ni tondi itu maksudnya adalah beras putih yang disajikan ke dalam wadah yang terbuka seperti piring. Beras ini disajikan pada acara adat pernikahan, acara syukuran, hingga acara duka pada batak toba. Apabila dalam pernikahan, boras sipir ni tondi diberikan oleh orangtua mempelai wanita, dan Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan diberikan kebagian kepala pasangan suami istri yang dinikahkan. Dalam acara suka dan duka lainnya juga, boras sipir ni tondi diberikan kepada orang yang sedang mengalami duka ataupun Gambar 3. Boras Si Pir Ni Tondi Maksud dari boras sipir ni tondi adalah bahwa kata AutondiAy dalam batak toba adalah jiwa, sedangkan kata AupirAy adalah kuat. Jadi boras sipir ni tondi diberikan untuk menguatkan jiwa. Boras sipir ni tondi diberikan sebagai simbol doa, harapan-harapan baik, dan permohonan berkat kepada Sang Pencipta (Sinambela dkk. , 2. Gambar 4. Orangtua mempelai wanita memberikan boras sipir ni tondi kepada putri dan menantunya Masyarakat suku batak toba sangat identik dengan ulos batak. Ulos ini merupakan hasil tenunan masyarakat batak toba yang digunakan pada acara batak toba baik itu dalam suka maupun Hasil tenunan masyarakat batak toba yang menjadi sebagian sumber Edoy Nainggolan1. Febbry Vebilola Manalu2. Fransiska Marito Nainggolan3. Fitra Delita4 ekonomi menghadirkan corak, warna, dan motif yang sangat indah dan berbeda dari yang lain. Ulos dalam bahasa Indonesia adalah Apabila kita menggunakan ulos berarti sedang membutuhkan kehangatan badan sehingga badan kita diberi Begitu juga dengan ulos batak Diberikan pada upacara adat sakral dengan tujuan sebagai simbolagar Sang Pencipta memberikan kekuatan jiwa, kehangatan dalam kehidupan, dan memberi berkat pada individu yang sedang diberikan ulos atau dalam bahasa batak toba disebut Aupasahathon ulosAy. Sinambela dkk. mengatakan bahwa ulos bermakna untuk melindungi yang di-upa . ang sedang diberkat. dari kondisi buruk untuk masa berikutnya, dan yang menyampaikan ulos tersebut tetap memberikan nasehat, mendoakan, peduli, membantu, dan sebagainya kepada individu yang sedang di ulosi. Gambar 5. Penenun ulos suku batak Pada suku batak toba identik dengan daging babi. Daging babi yang disajikan tidak seperti lauk pada umumnya dengan varian potongan daging berukuran kecil. Sama halnya dengan ikan mas arsik, daging babi atau dalam bahasa batak toba disebut jagal babi disajikan secara Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan Gambar 6. Sajian jagal babi pada acara sakral suku batak toba Jade Calista dan Hajar Aswati, 2. menjelaskan bahwa setiap bagian badan daging babi memiliki maksud tertentu dan diberikan pada acara pernikahan batak toba ataupun acara meninggal dengan penjelasan sebagai Kepala bagian rahang atas sebelah kanan . amarngingi parsiamu. Ini diberikan kepada tulang . ataupun dongan sahuta . eman satu Tulang . memiliki posisi sebagai raja pada adat batak toba, dan dongan sahuta adalah teman sederajat dalam bertetangga, bagian keluarga yang sangat dihormati dan dihargai. Rahang atas sebelah kanan dianggap sebagai sisi yang baik dan dihargai. Kepala bagian rahang atas sebelah kiri . amarngingi parhambiran. merupakan bagian . pada boru . karena fungsi boru di dalam acara adat adalah sebagai pelayan yang dalam Bahasa Batak Toba disebut parhobas. Masyarakat batak toba mempercayai bahwa apabila boru tidak menjalankan tugasnya, maka pesta tersebut tidak akan berlangsung. Kepala bagian rahang bawah . diberikan kepada tulang . sebagai simbol kasih sayang dan penghargaan yang diberikan kepada tulang, karena ia selalu disayang dan dianggap raja oleh suku Batak Toba. Edoy Nainggolan1. Febbry Vebilola Manalu2. Fransiska Marito Nainggolan3. Fitra Delita4 Lingkaran Leher . liang-alian. diberikan kepada boru . Bagian leher merupakan bagian badan yang menghubungkan kepala dengan badan. Dalam masyarakat batak toba AuboruAy lah yang selalu perselisihan, maupun dalam hal hal lain, sehingga diberikanlah leher untuk AuboruAy. Punggung Melingkar ke Rusuk . omba-somb. Punggung dan rusuk itu menyerupai suatu makhluk yang memeluk dan melindungi yang Bagian babi punggung melingkar ke rusuk diserahkan kepada tulang atau hula-hula . yang bersimbolkan bahwa mereka orang yang dipandang tinggi dan harus dihormati dalam adat batak yang berperan sebagai pelindung keluarga dan pemberi doa berkat kepada keturunannya. Pangkal Paha (Soi. secara umum paha dan kaki adalah bagian badan yang membuat manusia atau Binatang itu bisa berdiri, bergerak dan berjalan-jalan kemana-mana. Pangkal paha ini dalam suku batak toba diberikan kepada saudara kandung yang lahir dari satu ibu atau dalam bahasa batak toba disebut dongan sabutuha. Hal ini diberikan karena alasan tanpa perjuangan saudara kandung, maka kita tidak dapat bisa hingga seperti saat ini. Bagian belakang . hur-ihu. belakang mempunyai peranan besar dalam kehidupan suatu makhluk yang bertanggung jawab penuh dalam mengeluarkan segala sesuatu untuk kesehatan badan itu dan juga untuk berkembang biaknya makhluk Dalam suku batak toba bagian daging ini diberikan kepada tuan rumah, karena tuan rumah . itu harus bertanggung jawab tentang segala sesuatu dalam suatu pekerjaan Selain tuan rumah, saudara- Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan saudaranya yang paling dekat juga turut menerima bagian daging . Sistem Silsilah Suku Batak Toba Situmorang mengatakan bahwa suku batak toba identik dengan partuturan . Secara umum, panggilan paman pada suku batak toba disebut dengan Sedangkan bibi . stri pama. Panggilan paman akan disebut bila antara ibu dengan pria tersebut Jadi bila nanti si ibu memiliki anak, maka anak tersebut akan memanggil tulang kepada saudara laki-laki ibu. Tulang . akan memanggil AubereAy kepada putra atau putri dari saudara perempuan si paman Apabila sang ayah memiliki saudara perempuan, maka anaknya akan memanggil bou terhadap saudara perempuan ayahnya. Apabila bou tersebut telah menikah, maka suaminya akan dipanggil amang Untuk keluarga dari ibu, apabila ibu memiliki adek perempuan maka akan dipanggil inanguda . pabila sudah menika. dan suaminya dipanggil uda, namun bila belum menikah dipanggil tante. Sedangkan kakak perempuan dari ibu dipanggil mama tua, dan suaminya akan dipanggil bapak tua. Dalam persaudaraan kandung atau bukan, pria dengan wanita akan saling memanggil AuitoAy. Sedangkan apabila sejenis kelamin hanya beda umur, akan dipanggil abang, kakak . , ataupun adik . Panggilan nenek pada suku batak toba adalah oppung boru, dan oppung doli untuk panggilan kakek. Sebutan mertua dalam bahasa batak toba adalah simatua. Apabila mertuanya memiliki adik atau Edoy Nainggolan1. Febbry Vebilola Manalu2. Fransiska Marito Nainggolan3. Fitra Delita4 bersaudara akan dipanggil oleh menantu dengan sebutan simatua na Martinodohon artinya adalah bersaudara kandung. Keunikan dalam batak toba adalah Apabila seorang anak memiliki tulang . dan pamannya memiliki putri, maka . memanggil pariban kepada putri Masyarakat batak toba marpariban sangat sah bila mereka disatukan menjadi pasangan suamiistri. Dalam kehidupan sehari-hari batak toba identik dengan kekeluargaan yang sangat baik. Individu dengan individu lain yang awalnya tidak saling kenal, namun karena ada ikatan marga pada suku batak toba membuat hubungan menjadi keluarga yang akrab. Suku batak toba identik dengan marga. Jadi bila sesama suku batak toba bertemu di dunia perantauan maka yang pertama dibahas adalah marga, dan asalnya. Apabila marga dan asal usulnya memiliki kesamaan atau hubungan maka akan memiliki panggilan seperti silsilah yang telah dijelaskan di atas. Contohnya narasumber ibu N. Sianturi yang diwawancarai dengan marga Sianturi yang berasal dari Kecamatan Muara. Kab. Tapanuli Utara. Dalam bahasa batak toba identik dengan istilah dongan Jadi setiap marga itu merupakan pecahan dari beberapa induk. Contohnya marga Simatupang sebagai induk memiliki keturunan yaitu Togatorop. Sianturi. Siburian. Jadi ketiga keturunan ini disebut dengan dongan tubu. Jadi ibu Sianturi memiliki dongan tubu yaitu Togatorop. Sianturi, dan Siburian. Secara tidak langsung dongan tubu itu artinya saudara kandung dikarenakan satu induk marga. Sehingga apabila dalam perantauan, pertanyaan yang pertama ditanyakan adalah Aumarga aha ho? Sian dia huta Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan mu?Ay. Dalam bahasa Indonesia disebut dengan Aukamu marga apa, asalmu dari mana? Karena marga dan kampung asli merupakan hal yang mempererat tali persaudaraan sesama masyarakat suku batak toba. Sistem Kekerabatan Masyarakat Suku Batak Toba Dalam suku batak toba secara garis besar dikenal dengan Audalihan na toluAy. Dalihan na tolu adalah 3 semboyan yang harus dipatuhi dan menjadi landasan hidup masyarakat suku batak toba dalam kehidupan sehari-hari. Adapun isi filsafat dalihan na tolu tersebut adalah somba marhula-hula, elek marboru, dan manat mardongan tubu. (Butarbutar et , 2. menyatakan dalam tulisannya bahwa ada ketiga unsur tersebut marhulahula . ormat atau sembah kepada mertua atau orangtua istri dan yang satu marga denganny. mardongan tubu . ongan sabutuh. dengan arti hati-hati, waspada, teliti kepada orang-orang yang memiliki marga yang sama dengan suami. marboru yaitu memiliki sifat membujuk kepada istri/ perempuan. Apabila ketiga semboyan tersebut sudah dipatuhi maka sistem kekerabatan pada suku batak toba akan terjaga. Contohnya apabila elek marboru dipatuhi maka Perempuan dengan sifat mudah sakit hati akan Dengan diketahuinya, garis keturunan maka ini menjadi dasar yang sangat penting, karena melalui garis keturunan, seseorang dapat mengetahui posisi kekerabatannya yang kehidupan sosial serta dalam acara adat (Sihombing, 2. Lalu sistem kekerabatan masyarakat suku batak toba di Kelurahan Belawan Pulau Sicanang masih tergolong sangat Situmorang. Lubis, dan N. Sianturi mengatakan bahwa sesama masyarakat suku batak toba memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dalam acara Edoy Nainggolan1. Febbry Vebilola Manalu2. Fransiska Marito Nainggolan3. Fitra Delita4 suka dan duka, masyarakat batak toba saling tolong menolong agar acara tersebut berjalan sebaik mungkin. Terlebih lagi apabila sudah ada ikatan dengan semboyan dalihan na tolu maka apapun akan dilakukan demi lancarnya kegiatan tersebut. Ditengah lingkungan perantauan yaitu Kelurahan Belawan Pulau Sicanang yang berada di ibu kota Posisi wilayah yang telah jauh dari asal usul suku batak toba. Namun kondisi lingkungan yang telah bercampur dengan suku lain tidak membuat nilai kekerabatan sesama masyarakat batak toba, dan berbeda suku tetap saling menopang di kelurahan Belawan Pulau Sicanang. Walaupun berbeda suku, namun masyarakat tidak ada unsur saling menjatuhkan bahkan saling memburukkan suku yang ada. Namun beda suku ini dijadikan oleh masyarakat sebagai dasar kesatuan sebagai miniatur bhineka tunggal ika. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat suku batak toba secara umum memiliki banyak ciri khas yang membedakan suku batak toba ini berbeda dengan yang lain seperti dari segi salam AuhorasAy, rumah adat yang awalnya digunakan untuk sebagai tempat tinggal penduduk suku batak toba, ikan mas arsik . ekke simudur-udu. , beras . oras sipir ni tond. , ulos batak hasil tenunan masyarakat batak toba, dan daging babi. Dalam sistem silsilah, panggilan untuk sesama masyarakat batak toba berbedabeda sesuai dengan marga yang ia bawakan, dan di daerah perantauan sesama masyarakat batak toba bila bertemu dapat akrab karena adanya marga dan asal daerah yang sama-sama dari wilayah batak toba. Masyarakat batak toba memiliki filsafat hidup yang dikenal dengan Audalihan na toluAy yang berisikan somba marhula-hula, elek marboru, dan manat Untuk Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan kekerabatan di kelurahan Belawan Sicanang masih tergolong baik. tengah situasi wilayah sudah bercampur antara suku batak toba dengan suku lain, namun perbedaan tersebut tidak dijadikan sebagai sumber perpecahan, namun seluruh masyarakat di Belawan Sicanang menjadi miniatur Bhineka Tunggal Ika yang dimana perbedaan dijadikan sebagai alat persatuan yang dalam kehidupan sehari-hari selalu tolong menolong dalam kehidupan DAFTAR PUSTAKA