AL-MUHITH JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN HADITS E-ISSN: 2963-4024 . edia onlin. P-ISSN : 2963-4016 . edia ceta. DOI : 10. 35931/am. HADIS TENTANG AKHLAK DAN KEBAJIKAN: SEBUAH ANALISIS ETNOGRAFI MENGGUNAKAN METODE SPRADLEY Neneng Maulayati Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten maulayatin@gmail. Muhammad Alif Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Muhammadalif@uinbanten. Repa Hudan Lisalam Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Repa. hudanlisalam@uinbanten. Abstrak Penelitian ini menganalisis hadis tentang akhlak dan kebajikan melalui lensa etnografi, mengadaptasi metode Spradley untuk memahami sistem makna budaya yang terkandung di dalamnya. Hadis, sebagai sumber hukum dan pedoman hidup kedua dalam Islam, tidak hanya memuat ajaran normatif tetapi juga merefleksikan praktik dan nilai-nilai sosial masyarakat Nabi Muhammad SAW. Dengan menggunakan pendekatan etnografi Spradley, penelitian ini berupaya mengungkap kategori-kategori budaya, hubungan antar kategori, dan tema-tema dominan seputar akhlak dan kebajikan sebagaimana tergambar dalam hadis. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka mendalam terhadap berbagai riwayat hadis yang relevan. Analisis dimulai dengan identifikasi domain semantik . isalnya, jenis-jenis akhlak, bentuk-bentuk kebajika. , diikuti dengan analisis taksonomi untuk mengklasifikasikan elemen-elemen dalam setiap domain. Selanjutnya, analisis komponensial dilakukan untuk mengidentifikasi atribut-atribut yang membedakan antar kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis menampilkan kekayaan konsep akhlak dan kebajikan yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, mencakup dimensi personal, sosial, dan spiritual. Hadis tidak hanya memerintahkan perbuatan baik, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku yang berlandaskan moralitas Islam. Analisis ini memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang bagaimana nilai-nilai akhlak dan kebajikan dikonstruksi dan diinternalisasi dalam masyarakat Muslim awal, menawarkan relevansi bagi pendidikan karakter dan pembinaan etika. Kata Kunci: Etnografi. Hadis. Akhlak. Kebajikan Abstract This study analyzes hadith on morality and virtue through an ethnographic lens, adapting Spradley's method to understand the cultural meaning systems they contain. Hadith, as the second source of Islamic law and guidance for life, not only contain normative teachings but also reflect the social practices and values of the Prophet Muhammad's community. Using Spradley's ethnographic approach, this study seeks to uncover cultural categories, the relationships between categories, and dominant themes surrounding morality and virtue as reflected in the hadith. Data were collected through an in-depth literature review of various relevant hadith The analysis began with the identification of semantic domains . , types of morality, forms of virtu. , followed by a taxonomic analysis to classify elements within each domain. Next, a componential analysis was conducted to identify the attributes that differentiate between categories. The results show that hadith present a rich concept of morality and virtue that is integrated into everyday life, encompassing personal, social, and spiritual dimensions. Hadith not only command good deeds but also shape patterns of thought and behavior based on Islamic morality. This analysis provides a richer understanding of how moral values and Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Neneng Maulayati. Muhammad Alif. Repa Hudan Lisalam: Hadis Tentang Akhlak Dan Kebajikan: Sebuah Analisis Etnografi Menggunakan Metode Spradley virtues were constructed and internalized in early Muslim societies, offering relevance for character education and ethical development. Keywords: Ethnography. Hadith. Morals. Virtue A Author. 2025 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. PENDAHULUAN AuAkhlakAy berasal dari bahasa Arab. AukhuluqunAy, yang menurut lughat berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiAoat. Selanjutnya. AuakhlakAy, yang menurut bahasa berarti budi pekerti, perangai, atau tingkah laku, dan tabiaat atau watak, muncul sebagai hasil dari perbuatan yang berulang sehingga menjadi biasa. 1 Akibatnya, akhlak sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, dan pelajaran tentang akhlak sangat penting bagi siswa sekolah. Setiap orang harus memiliki akhlak mulia. Seseorang harus menggunakan akhlak mulia dalam menjalankan hubungan, baik vertical maupun horizontal. Menurut Mubarok, akhlak adalah keadaan batin seseorang yang menjadi sumber lahirnya perbuatan, yang dilakukan dengan mudah tanpa mempertimbangkan untung rugi. Orang yang bermoral baik akan melakukan kebaikan secara spontan tanpa pamrih, dan orang yang bermoral buruk akan melakukan keburukan secara spontan tanpa mempertimbangkan akibat yang akan mereka alami atau diterima. Pelajaran, instruksi, dan larangan adalah satu-satunya cara masyarakat mengembangkan akhlak yang baik. Karena tabiat jiwa untuk menerima keutamaan-keutamaan itu tidak cukup dengan mengatakan kepada muridnya. Aukerjakan ini dan jangan kerjakan lagi. Ay Sifat sopan santun yang berhasil sangat memerlukan pendidikan yang panjang dan berkelanjutan. Contoh dan teladan yang baik diperlukan untuk pendidikan yang berhasil. Seseorang yang berperilaku jahat tidak mungkin meninggalkan dampak positif pada orang-orang di sekitarnya. Hanya melalui pengamatan mata terusmenerus yang akan memberikan efek yang baik. Setelah itu, semua mata akan mengagumi sopan Orang-orang akan mengambil pelajaran dan mengikuti dengan kecintaan yang tulus . pada saat itu. Dalam Islam, akhlak atau karakter sangat penting dan dianggap memiliki peran penting dalam mengarahkan kehidupan masyarakat. Seperti yang dikatakan Allah SWT dalam Al-QurAoan surat An- Khoirun Nisa. AuAl-Ghazali: IhyaAo Ulum Al-Din Dan Pembacanya,Ay Jurnal Ummul Qura 8, no. : h. DR. Muhammad Abdurrahman. AKHLAK Menjadi Seorang Muslim Berakhlak Mulia. Proceedings of National Academy Sciences, http://dx. org/10. 1016/j. 056https://academic. com/bioinformatics/articleabstract/34/13/2201/4852827internal-pdf://semisupervised3254828305/semisupervised. ppthttp://dx. org/10. 1016/j. 005http://dx. org/10. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Neneng Maulayati. Muhammad Alif. Repa Hudan Lisalam: Hadis Tentang Akhlak Dan Kebajikan: Sebuah Analisis Etnografi Menggunakan Metode Spradley Nahl ayat 90. Dalam ayat tersebut. Allah memerintahkan manusia untuk berbuat adil, yang berarti memenuhi kewajiban mereka untuk berbuat baik dan terbaik, menunjukkan kasih sayang kepada makhluk-Nya dengan berbuat baik kepada mereka, dan menghindari semua jenis perbuatan buruk yang menyakiti sesama dan merugikan orang lain. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif melalui studi Pustaka dengan analisis Hasil dan pembahasan penelitian ini meliputi Pandangan umum tentang moral, etika, dan akhlak. Nilai karakter . Dalam Al-QurAoan Perbedaan etika, moral dan akhlak. Akhlak Rasulullah . idiq,Tabligh, amanah, fathana. Hubungan tasawuf dengan akhlak. Akhlak dan Aktualisinya dalam Kesimpulan penelitian ini adalah setiap manusia Terutama seorang muslim harus memiliki akhlak yang baik mengikuti akhlak-Akhlak Nabi Muhammad SAW dengan tujuan agar kita memiliki akhlak yang Mulia. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian akhlak dan budaya Secara etimologi, istilah Akhlak berasal dari bentuk jamak khuluk yang berarti watak, tabiat, perangai dan budi pekerti. Imam Al-Ghazali memberi batasan khuluk sebagai: AuKhuluk adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorong lahirnya perbuatan dengan mudah dan ringan tanpa pertimbangan dan pemikiran mendalamAy. 3 Dari pengertian ini, suatu perbuatan dapat disebut baik jika dalam melahirkan perbuatan-perbuatan baik itu dilakukan secara spontan dan tidak ada paksaan atau intervensi dari orang lain. Akhlak adalah simbol yang mewakili jiwa. Karena jiwa adalah sifat dan perilaku manusia, yaitu moralitas baik dan buruk orang tidak dinilai dari penampilan, apakah itu tinggi badan, warna kulit atau kekayaannya. Namun, orang baik dan jahat dihargai dari hati dan perbuatannya, yang merupakan buah dari akhlak yang baik, ada perbedaan antara akhlak dan adab, yaitu adalah adab dan norma atau terutama aturan tentang praktik berdasarkan aturan agama Islam. Ketika akhlak ditanam, ia harus dirawat dan berkembang. Moralitas manusia memiliki hati, yang memungkinkan manusia untuk berkembang dari yang sederhana menjadi istimewa dan dari tidak tahu menjadi belajar. Sifat manusia tercermin dalam hatinya, yang baik dan jahat. Oleh karena itu, jendela hati adalah hubungan antara moralitas dan perilaku manusia. Fadilla Gusti Ayu. Nurdiani, and Siti Marisa. AuKonsep Pendidikan Akhlak Menurut Imam Al-Mawardi Dalam Kitab Ad-Dunya Wa Ad-Din,Ay Jurnal Taushiah FAI UISU 12, no. Al-Mawardi. AuAdab Al-Dunya Wa Al-Din,Ay 2002. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Neneng Maulayati. Muhammad Alif. Repa Hudan Lisalam: Hadis Tentang Akhlak Dan Kebajikan: Sebuah Analisis Etnografi Menggunakan Metode Spradley Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang memungkinkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Sifat-sifat ini disebut sebagai akhlak yang baik jika melahirkan perbuatan yang buruk menurut akal dan syariat, dan akhlak yang buruk jika melahirkan perbuatan yang buruk. Sedangkan Aminuddin mengutip pendapat Ibnu Maskawah . 421 H/ 1030 M) yang Memaparkan defenisi kata akhlak ialah kondisi jiwa yang senantiasa mempengaruhi untuk Bertingkah laku tanpa pemikiran dan pertimbangan. Bicara masalah akhlak tidak boleh terlepas dari pendapat Ibnu Maskawaih. Ibnu Maskawaih merupakan salah satu cendekiawan muslim yang berkonsentrasi di bidang Akhlak. Menurut Ibnu Maskawaih, akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa seseorang Yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan Pertimbangan. Sedangkan menurut Imam AlGhazali, akhlaq adalah sifat yang tertanam Dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa Memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Sumber dan Kedudukan Akhlak Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam agama Islam. PentingnyaKedudukan akhlak dapat dilihat dari berbagai sunnah qouliyah . unnah dalam bentuk Perkataa. Rasulullah seperti yang telah diuraikan Yunahar Ilyas yaitu:6 Rasulullah Saw. , menempatkan penyempurnaan akhlak yang mulia sebagai misi dalam Sejarah penyampaian Islam di muka bumi ini. Seperti yang terdapat dalam hadist Yaitu: Au II uE II IEI EECA Artinya,AySesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang MuliaAy. Akhlak merupakan salah satu ajaran pokok agama Islam, sehingga Rasulullah Saw pernah Mendefenisikan agama itu dengan akhlak yang baik . usn al-klulu. Akhlak yang baik akan memberatkan timbangan kebaikan seseorang nanti pada hari Kiamat. Dari ketiga uraian di atas, maka sudah jelas akhlak yang dimaksud yaitu akhlak baik Atau akhlak islami, yaitu bersumber dari wahyu Allah yang terdapat dalam al-Quran dan Merupakan sumber utama dalam ajaran agama Islam. Sehingga dapat dipahami bahwa Pendefenisian agama Malta Malta. Syarnubi Syarnubi, and Sukirman Sukirman. AuKonsep Pendidikan Anak Dalam Keluarga Menurut Ibrahim Amini,Ay Jurnal PAI Raden Fatah https://doi. org/10. 19109/pairf. Fithriady Ilyas and Ishak Bin Hj. Suliaman. AuMuhammad Syuhudi Ismail . Tokoh Hadith Prolifik,Ensklopedik Dan Ijtihad,Ay Jurnal Ilmiah Islam Futura 17, no. : h. https://doi. org/10. 22373/jiif. Ab AbdillAh Muuammad ibn IsmAl ibn IbrAhm ibn al-Mugrah al-Jufiy al- BukhAriy. Al-JAmi AlMusnad Al-auu Al-Mukhtaar Min Umr Rasl AllAh allA AllAh alaih Wasallam Wa Sunanih Wa AyyAmih. Muuammad Zuhair ibn NAir al- NAir, vol. 9 (DAr auq al-NajAt, 1. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Neneng Maulayati. Muhammad Alif. Repa Hudan Lisalam: Hadis Tentang Akhlak Dan Kebajikan: Sebuah Analisis Etnografi Menggunakan Metode Spradley (Isla. dengan akhlak yang baik itu sebanding dengan pendefenisian Ibadah haji dengan wuquf di AArafah. Peran akhlak sangat penting pada diri manusia karena manusia dilahirkan dengan fitrah yang suci, dan lingkunganlah yang mengarahkan mereka untuk berakhlak baik atau buruk. Ilmu akhlak dapat membantu manusia berbuat baik untuk orang lain dan untuk masyarakat, yang merupakan hal yang penting bagi setiap orang untuk hidup dalam masyarakat yang aman, damai, dan tenang. Orang yang berakhlak mulia selalu melakukan apa yang harus dilakukannya, memberikan hak yang harus diberikan kepada mereka yang berhak. Dia melakukannya terhadap dirinya sendiri, yang menjadi hak dirinya, terhadap Tuhannya, yang menjadi hak Tuhannya, terhadap sesama manusia, yang menjadi hak manusia, terhadap semua makhluk hidup, terhadap alam dan segala sesuatu yang ada secara harmoni. Dia mengambil sifat terpuji untuk dirinya sendiri dan menghindari sifat tercela. secara objektif, dia menempati posisi yang mulia, meskipun keadaannya secara materi sangat Istilah AuetikaAy dan AumoralAy tidak terlepas dari istilah AuakhlakAy. Ketiga kata itu menunjukkan apa yang baik dan apa yang buruk dalam sikap dan tindakan manusia, sehingga akhlak sering disebut sebagai etika Islam. Mereka berbeda dalam standar mereka. Al-Quran dan Sunnah adalah standar akhlak, standar etika adalah pertimbangan akal, dan standar adalah adat kebiasaan umum masyarakat 8. Dalam ajaran Islam akhlak menempati kedudukan yang istimewa dan sangat Penting. Hal tersebut dapat dilihat dalam beberapa poin berikut ini. Rasulallah SAW menempatkan penyempurnaan akhlak yang mulia sebagai misi pokok risalah Islam. Sebagaimana hadis Nabi yang termuat Dalam Tahb Al-Tahb yang artinya: AySesungguhnya aku diutus untuk Menyempurnakan akhlak, perangai . udi pekerti yang muli. Ay. Akhlak merupakan salah satu ajaran pokok agama Islam sehingga Rasulullah SAW pernah mendefinisikan agama itu dengan akhlak yang Baik. Pendefinisian agama Islam dengan akhlak yang baik itu sebanding Dengan pendefinisian ibadah haji dengan wukuf di Arafah. Rasulullah SAW Menyebutkan Haji adalah wukuf di Arafah di nya tidak sah Haji seseorang Tanpa wukuf di Arafah. Islam menjadikan akhlak yang baik sebagai bukti dan buah dari ibadah Kepada Allah SWT. Misalnya shalat, puasa, zakat dan Haji sebagaimana yang Difirmankan oleh Allah dalam Quran Surah Al- Ankabut . sebagai Berikut. Imam Bukhori. AuAdaptasi Santri Dalam Budaya Pendidikan Keagamaan Islam (Studi Etnografi Di Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolingg. ,Ay 2022. Ab al-Fasl Aumad ibn Aliy ibn Muuammad ibn Aumad Ibn ajar. Tahb Al-Tahb, vol. 1Ae12 (DAAoirah al-MaArif al-NieAmiyah PP - India, 1. , https://shamela. ws/book/3310. Ab sA Muuammad ibn sA ibn Saurah ibn MsA al-Uauuak al- Tirmiiy. Al-JAmi Al-Kabr Wahuwa Sunan Al-Tirmiiy, ed. Aumad Muuammad SyAkir. Muuammad FuAoAd Abd al-Baq, and IbrAum Uwah Aus, vol. 1Ae5 (MuafA al-BAb al-alabiy PP - Mesir, 1. , https://shamela. ws/book/1435. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Neneng Maulayati. Muhammad Alif. Repa Hudan Lisalam: Hadis Tentang Akhlak Dan Kebajikan: Sebuah Analisis Etnografi Menggunakan Metode Spradley acEEA a aAE aII eaA a a ca AEA aEa aIe aNO a aI Ee aA e a a aOEe aII aE a aOEa a eE aA ca AEAEa aO ua acIA ca A aOaCaaIA a a Ae aE aI aO aO uEaeOA AAIa aO aIA ca Aa eE a aOA e acEEa Oa eEa aI aI A Terjemahnya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu,yaitu Al- Kitab (AlQurAoa. dan dirikanlah shalat sesungguhnya shalat itu mencegah dari Perbuatan keji dan mungkarAy Dan sesunnguhnya mengingat Allah . Adalah lebih besar . eutamaannya dari pada ibadah Ae ibadah yang lai. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Di dalam al-quran banyak terdapat ayat-ayat yang berhubungan dengan Akhlak, baik itu berupa perintah untuk berakhlak yang baik serta pujian dan Pahala yang diberikan kepada orang-orang yang Mematuhi perintah tersebut Begitupun sebaliknya. Di dalam akhlak Islam, keduanya harus sejalan dengan tujuan akhir. Artinya adalah cara terbaik untuk mencapai tujuan. Tujuan sementara dan tujuan akhir berada dalam garis lurus yang didasarkan pada standar. Selain AubaikAy, juga harus AubenarAy karena tidak semua metode berharga untuk mencapai tujuan tidak selaras dengan tujuan akhir11. Oleh karena itu, menurut akhlak Islam, selain menjadi baik, perbuatan itu juga harus benar, dan yang benar juga harus baik. Dalam etika, yang benar tidak selalu baik dan yang baik tidak selalu Menasihati dan memberi tahu adalah benar, tetapi melakukannya dengan mengejek atau menghina adalah tidak baik. Jika seorang suami jujur memberi tahu istrinya bahwa dia bertemu dengan mantan pacarnya di jalan tadi pagi dan menanyakan apa kabarnya, itu mungkin tidak benar. Walaupun itu benar, tidak perlu diberitahukan kepada istri. Karena jika diberitahukan, istri kita akan tersinggung, merasa mendongkol, atau cemburu, dan mungkin membuat percekcokan. Dianggap akhlak jika tindakan manusia memenuhi dua syarat. Pertama, tindakan itu dilakukan berulang kali sehingga menjadi kebiasaan. Kedua, tindakan itu dilakukan secara bebas, bukan karena tekanan dari luar, seperti ancaman dan paksaan, atau melalui bujukan dan rayuan12 . Tantangan akhlak tidak hanya mengatur hubungan antara orang dengan orang lain. itu juga mengatur hubungan manusia dengan segala sesuatu yang ada dan hidup, termasuk hubungan hamba dengan Tuhannya. Al-QurAoan dan Sunnah Nabi Muhammad Saw adalah sumber ajaran Islam tentang apa yang dianggap baik dan buruk. Kedua sumber ini menentukan apa yang dianggap baik dan buruk, bukan berdasarkan ukuran manusia, karena perbedaan antara baik dan buruk dapat terjadi. Seseorang menganggap sesuatu itu baik, tetapi orang lain mungkin tidak menganggapnya baik juga. Begitu juga, seseorang menganggap sesuatu itu buruk, tetapi orang lain mungkin menganggapnya baik. Quraish Shihab. AuWawasan Al-QurAoan Tafsir MaudhuAoi Atas Pelbagai Persoalan Umat,Ay Wawasan Al-QurAoan Tafsir MaudhuAoi Atas Pelbagai Persoalan Umat, no. November . : 370. Quraish Shihab. AuTafsir Maudhui Atas Pelbagai Persoalan Umat,Ay no. November . Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Neneng Maulayati. Muhammad Alif. Repa Hudan Lisalam: Hadis Tentang Akhlak Dan Kebajikan: Sebuah Analisis Etnografi Menggunakan Metode Spradley Selain itu standar lain yang dapat dijadikan untuk menentukan baik dan Buruk adalah akal dan nurani manusia serta pandangan umum masyarakat. Islam dalah agama yang sangat mementingkan Akhlak dari pada masalah-Masalah lain. Karena misi Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan Akhlak. Manusia dengan hatinuraninya dapat juga menentukan ukuran baik dan Buruk, sebab Allah memberikan potensi dasar kepada manusia berupa tauhid. Allah Swt. Berfirman: a a aa as a AOA a AOI aE acaO aOIa aOaI aEIaO aI eIIA a AOI aI aNa a eea IIac aOCaa eIa aa EacA a aeIaeO IaNa aOEacA Artinya: AuDan . , ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam Dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka . eraya Berfirma. AuBukankah Aku ini Tuhanmu?Ay Mereka menjawab: AuBetul (EngkauTuhan Kam. , kami menjadi saksiAy. (Kami lakukan yang demikian it. agar di hari kiamat kamu Tidak mengatakan: AuSesungguhnya kami . ani Ada. adalah orang-orang yang lengahTerhadap ini . eesaan Tuha. Ay. Ay (QS. Al-AAoraf: . Prinsip Akhlak dalam Islam terletak pada Moral Force. Moral Force Akhlak Islam adalah terletak pada iman sebagai Internal Power yang dimiliki Oleh setiap orang mukmin yang berfungsi sebagai motor penggerak dan Motivasi terbentuknya kehendak untuk merefleksikan dalam tata rasa, tatakarsa,Dan tatakarya yang kongkret. 13 Dalam hubungan ini Rasulullah Saw, bersabda: AuOrang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya. Dan Sebaik-baik diantara kamu ialah yang paling baik kepada istrinya. Ay14 Dalam Islam, akhlak mengacu pada perilaku, sikap, dan moralitas seseorang. Akhlak mencakup aspek etika, moralitas, dan tata krama yang diatur oleh ajaran agama Islam. Akhlak adalah bagian penting dari ajaran Islam yang melibatkan hubungan antara manusia dengan Allah dan hubungan antara manusia dengan sesama manusia. Sumber akhlak dalam Islam ada dua macam: Akhlak yang bersumber pada agama, yaitu Al-Quran dan sunnah. Akhlak yang bersumber bukan pada agama, yaitu insting atau pengalaman. Agama Islam mengajarkan kepada umat manusia untuk selalu menjaga hubungan baik dengan Allah Swt, dengan sesama manusia, maupun dengan lingkungan . atau sering disebut habblun minallah dan hablun minannas. Akhlak yang bersumber pada agama dalam agama Islam adalah AlQuran dan sunnah. Djalaluddin Mawardi. AuPemikiran Abu Is Ha q Al-Sy at Ibi Dalam Kitab Al-Muwafaq a T,Ay AlDaulah 4, no. : h. 289Ae300. Muslim Ibn al-ajjAj. Al-Musnad Al-auu Al-Mukhtaar Bi Naql Al-Adl an Al-Adl IlA Rasl AllAh allA AllAh alaih Wasallam, ed. Muuammad ibn Rifat ibn UmAn ilmiy. Muuammad Izzat ibn UmAn alZafarAn, and Ab Nimah AllAh Muuammad Syukriy, vol. 1Ae8 (DAr auq al-NajAt PP - Beirut, 1. , https://shamela. ws/book/711. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Neneng Maulayati. Muhammad Alif. Repa Hudan Lisalam: Hadis Tentang Akhlak Dan Kebajikan: Sebuah Analisis Etnografi Menggunakan Metode Spradley a AEaII aE aI O O NacEE OEeO OI NA AacEEa a e aOU a aIaU aEaO UeA AacEEa Ea aC e aE aI Ea aE eI a eaA a a eOaE NA AeEa aOa aEa NA a e a a a a e a ea Artinya: AuSesungguhnya telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Ay Akhlak juga dapat dipahami sebagai prinsip dan landasan Atau metode yang ditentukan oleh wahyu untuk mengatur seluruh Perilaku atau hubungan antara seseorang dengan orang lain sehingga Tujuan kewujudannya di dunia dapat dicapai dengan sempurna. Islam mengatur bagaimana berakhlak antara manusia dengan Sang Maha Pencipta, akhlak terhadap Rasulullah Saw. Sebagai Pencetus doktrin akhlak, akhlak terhadap orangtua . bu bapa. Akhlak terhadap guru, akhlak terhadap ulama, akhlak terhadap Para pemimpin, akhlak terhadap sesama manusia, akhlak terhadap Makhluk, akhlak bertetangga, akhlak bernegara dan berbangsa. Akhlak berpakaian, dan sebagainya. Pada intinya, di seluruh Aspek kehidupan di dunia ini ada tata cara bagaimana seharusnya Berinteraksi dan bermuamalah baik dengan Allah ataupun dengan Sesama makhluk ciptaan-Nya. sinilah letaknya kelebihan risalah Islam yang dibawa oleh baginda Nabi Saw. Dan beliaulah seorang Pendiri institusi akhlak sejak dari peringkat TK hingga ke peringkat Universitas. Selain itu, akhlak juga merupakan ciri-ciri kelebihan di antara manusia karena akhlak Merupakan lambang kesempurnaan iman, ketinggian taqwa dan kealiman seseorang Manusia yang Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud AuOrang Yang sempurna imannya ialah mereka yang paling baik akhlaknyaAy. Dari berbagai pendapat tentang pengertian akhlak, dapat disimpulkan bahwa akhlak Adalah sifat budi pekerti yang berasal dari dalam manusia yang melakukannya tanpa Pemikiran dan pertimbangan terlebih dahulu. Berarti bisa dikatakan akhlak dapat muncul Dari kebiasaan yang dilakukannya sehari-hari. Akhlak terpuji berasal dari kebiasaan yang Baik,sedangkan akhlak tercela biasa muncul dari kebiasaan yang jelek atau kurang baik. Baik buruknya kebiasaan juga berasal dari Akhlak tidak bisa dipisahkan dengan aqidah. Aqidah dalam ajaran islam merupakan Dasar bagi segala tindakan muslim agar tidak terjerumus kedalam perilaku-perilaku syirik. Oleh karena itu, muslim yang baik akan mampu mengimplementasikan tauhid itu dalam bentuk akhlak yang mulia . khlakul karima. Dengan demikian terdapat hubungan yang Amat erat antara aqidah dan akhlak, bahkan keduanya tidak bisa dipisahkan. Masfi SyaAofiatul Ummah. AuTowards Understanding Islam Sayyid Abul aAola Mawdudi,Ay Sustainability (Switzerlan. 11, no. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Neneng Maulayati. Muhammad Alif. Repa Hudan Lisalam: Hadis Tentang Akhlak Dan Kebajikan: Sebuah Analisis Etnografi Menggunakan Metode Spradley Macam-macam akhlak Jika kita melihat bagaimana manusia berhubungan dengan dirinya sendiri, serta dengan Tuhan, manusia, masyarakat, alam, dan semua makhluk ghaib lainnya, kita akan melihat bagaimana akhlak itu berhubungan dengan dirinya sendiri. Tuhan, manusia, dan alam. Akibatnya, akhlak tidak memungkinkan seseorang menjadi lemah, tidak berdaya, atau terbelakang secara fisik, intelektual, jiwa, spiritual, sosial, dan emosional. Membuat diri secara fisik sehat, kokoh, dan memiliki berbagai keterampilan, mengisi otak dan akal fikiran dengan berbagai pengetahuan, mengisi jiwa dengan nilai-nilai iman dan ketakwaan, dan seni, dan dapat bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya, adalah beberapa contoh dari akhlak terhadap diri sendiri. Salah satu cara untuk berbuat baik terhadap Tuhan adalah dengan mengenal, mengetahui, mendekati, dan mencintainya. melakukan segala perintahnya dan meninggalkan segala larangannya. dan menghiasi diri dengan sifat-sifatnya sesuai dengan kemampuan dan kemampuan manusia, membumikan ajarannya dalam kehidupan individu, masyarakat, dan bangsa. Menurut Ahmad Janan, setidaknya ada hubungan akhlak dengan Allah. Rasullah, diri sendiri, keluarga, masyarakat, alam, dan negara. Ada beberapa contoh akhlak terhadap Allah, seperti melakukan semua ibadah wajib dan sunnah, dan menghindari segala perbuatan syirik kepada-Nya. Akhlak terhadap diri sendiri, seperti menjaga kesehatan, tidak merugikannya, dan tidak menanggung beban yang melampaui kemampuan. Keluarga, misalnya, bertanggung jawab kepada anggota lain dan memberikan pendidikan agama yang cukup kepada anak-anak mereka. Terhadap masyarakat, tolong lakukan hal baik. Dasar-dasar penanaman akhlak Nabi Muhammad SAW menjelaskan dalam hadistnya, bahwa dasar utama dari penanaman akhlak adalah Al-QurAoan dan hadist aa A NEEa aOA a aA EA: A " EC E AOEI IOI Ea eI aEacO aI Iaa acEea eI a aIA:ACE OE NEE AEO NEE EON OEIA AaIaca a aOEaaNA Artinya: Rasulullah SAW. Bersabda. Auaku telah meninggalkan untuk kalian dua Perkara. Kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh pada Keduanya, yaitu kitabullah dan sunnah rasul nya. Ay17 A A Hawa et al. AuAkhlak Dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam,Ay A Dan Studi Islam 1, no. November . , http://journals. id/index. php/ajpsi/article/view/352. Ab AbdillAh Muuammad ibn Yazd Ibn MAjah. Sunan Ibn MAjah, ed. Muuammad FuAoAd Abd alBAq, vol. 1Ae2 (DAr IuyAAo al-Kutub al-Arabiyyah, n. ), https://shamela. ws/book/1198. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Neneng Maulayati. Muhammad Alif. Repa Hudan Lisalam: Hadis Tentang Akhlak Dan Kebajikan: Sebuah Analisis Etnografi Menggunakan Metode Spradley Kedua sumber itu dinilai sebagai pedoman hidup umat Islam yang Menjelaskan tentang perintah dan larangan suatu perbuatan: Al-Quran Al-QurAoan ialah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada nabi Muhammad melalui malaikat Jibril. Sebagai landasan moral. Al-QurAoan menggambarkan kepribadian Nabi Muhammad sebagai Teladan bagi seluruh umat manusia hingga akhir abad. Hadist Setelah Al-QurAoan, hadits ialah sumber kedua bagi aqidah sertaSyariah. Selain itu, hadits tersebut menjelaskan nilai moralitas dalam Kehidupan. Bahkan diutusnya rasul-rasul ke bumi dengan tujuan untuk menyempurnakan akhlak yang baik, sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad SAW: AuSesungguhnya aku diperintah hanya untuk Menyempurnakan akhlak mulia. Ay18 Hal ini menjelaskan, bahwa pentingnya pendidikan akhlak bagi Kehidupan manusia, ketika pendidikan akhlak diberikan kepada Manusia tentu akan melahirkan manusia yang berakhlak mulia. Berjiwa suci, berkemauan yang kuat, tanggung jawab dan Menghormati hak asasi manusia, mengetahui perbedaan antara yang Baik dan yang buruk, dan ingat Tuhan dalam segala hal. Tujuan Penanaman Nilai-Nilai Akhlak Pembentukan jiwa manusia untuk menghasilkan insan yang berakhlak adalah tujuan utama dari penanaman nilai-nilai akhlak. Ini bukan hanya sebuah teori atau ilmu pengetahuan, tetapi juga bertujuan untuk mempengaruhi dan mendorong orang lain untuk menjalani hidup yang berakhlak, membuat kebaikan, dan membantu sesama manusia. Tujuan penanaman akhlak dapat digolongkan menjadi dua Kategori. Menurut Barnawy Umari, tujuan utama pendidikan akhlak ialah Mengenal perbuatan baik, akhlak mulia, serta menjauhi perbuatan Buruk19. Selain itu, untuk memastikan hubungan kita dengan Allah SWT Serta makhluk ciptaan lainnya selalu positif serta harmonis. Dari uraian tersebut menjelaskan, tujuan dari pendidikan akhlak Adalah agar seseorang selalu berada dalam kebenaran dan selalu Mengikuti jalan yang . jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Akhlak adalah dasar dan landasan yang kokoh untuk kehidupan manusia karena melalui akhlak manusia dapat hidup dengan baik di rumah, di sekolah, dan di masyarakat. Dalam Islam, ada dua jenis akhlak: akhlak al-karimah, yang berarti akhlak yang baik dan benar menurut syariat Islam, dan akhlak al-mazmumah, yang berarti akhlak yang tidak baik dan tidak benar menurut syariat Islam. Dalam kehidupan sehari-hari, orang biasanya menyebut akhlak baik dan akhlak buruk. Dengan akhlaq al-karimah seseorang akan menjadi aman, tenang, dan Cenderung tidak akan melakukan perbuatan yang tercela. Seseorang yang Berakhlak mulia selalu akan berusaha menjalankan kewajiban-kewajibannya. Baik itu kewajiban terhadap diri sendiri yang menjadi hak Tirmiiy. Al-JAmi Al-Kabr Wahuwa Sunan Al-Tirmiiy. Ahmad. AuPenanaman Nilai-Nilai Akhlak,Ay n. , h. 8Ae26. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Neneng Maulayati. Muhammad Alif. Repa Hudan Lisalam: Hadis Tentang Akhlak Dan Kebajikan: Sebuah Analisis Etnografi Menggunakan Metode Spradley diirinya, dan Terhadap Tuhan yang menjadi hak Tuhannya, juga terhadap makhluk lain. Sedangkan bagi orang yang mempunyai akhlaq al mazmumah, berkebalikan Dengan orang yang berakhlak baik, ia malah akan menyebabkan kerusakan Susunan sistem lingkungan, sama halnya dengan anggota tubuh yang terkena Penyakit yang semakin lama semakin akut. Berbicara nilai-nilai akhlak, pada saat ini telah terjadi kemerosotan Akhlak khususnya pada generasi muda, menjamurnya perilaku merusak Diberbagai pelosok negeri ini seperti narkoba, tawuran, free sex, kekerasan Seksual terhadap remaja serta pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku Kekerasan seksual sungguh memprihatinkan. Telah nampak lunturnya akhlak. Moral dan budi pekerti yang terjadi, seperti banyak dijumpai. Cara bergaul Maupun cara interaksi yang dilakukan dalam lingkungan sosial semakin tidak Baik, sopan santun kepada sesama terlebih pada orang yang lebih tua sangat Jauh dikatakan baik. Hal itu perlu disikapi, karena setiap kita pasti menginginkan kelak Generasi penerus bangsa yang baik dan kualitas ilmunya juga baik. Salah satu Modal untuk mewujudkan cita-cita di atas adalah anak, karena pendidikan Anak pada masa berkembangnya akan sangat menentukan masa selanjutnya. Hal ini tentu tidak hanya sekolah yang berkewajiban mendidik tetapi orang tua Dan lingkungan masyarakat juga beperan dalam pendidikan. Permasalahan tentang akhlak pada hubungan antar sesama manusia Yang telah dipaparkan tersebut, pemikiran Syaikh Musthafa Al-Adawy Menjadi sangat penting, terkait dengan lunturnya akhlak dalam berinterkasi Sesama manusia. Pemikiran Syaikh Musthafa Al-Adawy dalam bukunya Dengan judul Fiqh Al-Akhlaq Wa Al-MuAamalat Bainal MuAminin (Fikih Akhla. yang menjelaskan beberapa nilai-nilai akhlak dalam hubungan Sesama manusia (Hablum min an-nas. sesuai dengan ajaran Islam. Musthafa Al-Adawy dengan karyanya dalam bidang aqidah dan Akhlak yaitu Fiqh al-Akhlaq wa al-MuAamalat Bainal al-MuAminin Mengeksplorasi nilai-nilai akhlak secara lengkap. Dalam karangannya tersebut. Musthafa Al-Adawy ingin mengungkapkan bahwa bergaul atau berinteraksi Dengan sesama manusia perlu adanya akhlak yang mulia. Keutamaan berbudi Luhur dan kebutuhan mendesak akan adanya aturan tentang akhlak. Dalam Islam, akhlak mengacu pada perilaku, sikap, dan moralitas seseorang. Akhlak mencakup aspek etika, moralitas, dan tata krama yang diatur oleh ajaran agama Islam. Akhlak adalah bagian penting dari ajaran Islam yang melibatkan hubungan antara manusia dengan Allah dan hubungan antara manusia dengan sesama manusia. Memotivasi Syaikh Musthafa Al-Adawy untuk mengumpulkan beberapa ayat al-QurAoan dan hadis Rasulullah untuk diskusi ini, dan kemudian memberikan penjelasan tentang hukum fikih yang terkait dengan ayat-ayat tersebut. Pemikirannya selalu didukung oleh Al-QurAoan dan hadis Rasulullah Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Neneng Maulayati. Muhammad Alif. Repa Hudan Lisalam: Hadis Tentang Akhlak Dan Kebajikan: Sebuah Analisis Etnografi Menggunakan Metode Spradley SAW, yang membuatnya lebih mirip dengan tafsir tematik karena banyaknya ayat yang digunakan untuk mengiringi pendapat atau pemikirannya. Dalam lisan al-Arab, makna akhlak adalah perilaku seseorang yang Sudah menjadi kebiasaannya, dan kebiasaan atau tabiat tersebut selalu Terjelma dalam perbuatanya secara lahir. Pada umumnya sifat atau Perbuatan yang lahir tersebut akan memengaruhi batin seseorang. Al-Akhlaq adalah potensi yang tertanam di dalam jiwa seseorang yang Mampu mendorongnya berbuat . aik dan buru. tanpa didahului oleh Pertimbangan akal dan emosi. KESIMPULAN Akhlak merupakan salah satu dari pilar ajaran Islam yang memiliki kedudukan yang Sangat Akhlak merupakan buah yang dihasilkan dari proses menerapkan aqidah Dan syariah/ibadah. Akhlak terbagi menjadi banyak macam, namun yang tepenting adalah Bagaimana cara agar kita bisa menjalankan kehidupan di dunia ini dengan akhlak yang Sebaik-baiknya sesuai dengan ajaran Islam, agar kita dapat menyempurnakan iman dan Islam kita sehingga kita dapat meneladani akhlaqu karimah Rasulullah SAW dan Mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun akhirat. DAFTAR PUSTAKA