Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi POLA ASUH ORANGTUA KRISTEN SUKU AMBON Yuel Sumarno1. Jannes Eduard Sirait2. Alisya Cindy Silooy3. Alex Frans Nathanael Nasution4 STT Bethel Indonesia Jakarta yuelsumarno@sttbi. Diterima 23 November 2023. direvisi 20 Maret 2024. diterbitkan 30 April 2024 Abstract This study aims to analyze the parenting patterns of Ambonese Christian parents, with a particular focus on the interaction between local culture and Christian faith. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving Ambonese Christian parents with school-age children. The findings reveal that Ambonese parenting is shaped by the cultural principle of pela gandong, which emphasizes solidarity, togetherness, and respect, as well as Christian values of love, discipline, and The integration of culture and faith results in a distinctive collective parenting model, where child-rearing is not only the responsibility of the nuclear family but also of the wider community and the church. The study also shows that faith practicesAisuch as family prayer. Bible reading, and childrenAos involvement in church activitiesAiplay a significant role in shaping childrenAos spiritual identity. However. Ambonese Christian parenting faces modern challenges stemming from globalization, urbanization, and the influence of digital technology, which risk undermining traditional values. The relevance of this parenting model in the modern era lies in parentsAo ability to adapt traditional practices to contemporary contexts through open communication, technology guidance, and collaboration with schools and churches. This study contributes to the literature on Christian family education in Indonesia by presenting a contextual parenting model rooted in both culture and faith. Keywords: Parenting. Christian parents. Ambonese ethnicity. Local culture. Christian Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pola asuh orangtua Kristen suku Ambon dengan menekankan interaksi antara budaya lokal dan nilai iman Kristen. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap orangtua Kristen Ambon yang memiliki anak usia sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh keluarga Ambon dipengaruhi oleh nilai budaya pela gandong yang menekankan solidaritas, kebersamaan, dan penghormatan, serta nilai iman Kristen yang menekankan kasih, disiplin, dan pengampunan. Integrasi budaya dan iman membentuk pola pengasuhan kolektif yang khas, di mana pengasuhan tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga inti, tetapi juga komunitas dan gereja. Temuan lain mengungkap bahwa praktik iman, seperti doa bersama, pembacaan Alkitab, dan keterlibatan anak dalam pelayanan gereja, berperan penting dalam membangun identitas spiritual anak. Meskipun demikian, pola asuh Kristen Ambon menghadapi tantangan modern berupa globalisasi, urbanisasi, dan penetrasi teknologi digital yang berpotensi menggeser nilai1 | Sumarno dkk. Pola Asuh Orangtua Kristen Suku Ambon Volume 15 Nomor 1. April 2024 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi nilai tradisional. Relevansi pola asuh ini di era modern terletak pada kemampuan orangtua mengadaptasi praktik tradisional dengan pendekatan modern melalui komunikasi terbuka, pendampingan teknologi, serta kolaborasi dengan sekolah dan Penelitian ini berkontribusi pada literatur pendidikan keluarga Kristen di Indonesia dengan menghadirkan model pola asuh kontekstual berbasis budaya dan Kata kunci: Pola asuh. Orangtua Kristen. Suku Ambon. Budaya lokal. Iman Kristen PENDAHULUAN Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang berperan penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Dalam keluarga, anak memperoleh pengalaman pertama mengenai nilai moral, norma sosial, dan keyakinan spiritual yang akan membentuk Pola asuh orangtua menjadi salah satu faktor utama dalam proses ini, karena cara mendidik, menanamkan disiplin, dan memberikan teladan akan memengaruhi tumbuh kembang anak secara menyeluruh, baik kognitif, afektif, maupun spiritual (Hurlock, 2. Suku Ambon yang mayoritas menganut agama Kristen memiliki kekhasan budaya yang membedakan pola asuh mereka dari suku-suku lain di Indonesia. Tradisi kolektivitas, rasa hormat kepada orangtua, serta solidaritas sosial yang terwujud dalam praktik pela gandong menjadikan pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga komunitas. Nilai-nilai budaya tersebut berpadu dengan ajaran Kristen yang menekankan kasih, pengampunan, dan disiplin rohani, sehingga menghasilkan pola asuh yang unik dan berakar kuat pada identitas masyarakat Ambon (Pattinama, 2. Tanggung jawab pengasuhan anak dalam keluarga Kristen dipandang sebagai mandat ilahi, sebagaimana tertulis dalam Efesus 6:4 yang menekankan pentingnya didikan dan nasihat Tuhan. Orangtua Kristen dipanggil untuk menjadi teladan iman, membimbing anak dalam kebenaran firman, sekaligus membekali mereka agar mampu menghadapi tantangan zaman. Pada keluarga Ambon, tanggung jawab ini semakin kompleks karena dipengaruhi oleh perubahan sosial yang cepat, sehingga perlu pemahaman yang mendalam mengenai bagaimana iman Kristen dipraktikkan dalam pola asuh sehari-hari (Tioran, 2. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa praktik pengasuhan anak di Ambon tidak dapat dilepaskan dari interaksi antara iman Kristen dan budaya lokal. Nilai pela gandong, misalnya, menekankan pentingnya persaudaraan dan kebersamaan, yang 2 | Sumarno dkk. Pola Asuh Orangtua Kristen Suku Ambon Volume 15 Nomor 1. April 2024 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi berpengaruh pada relasi orangtua-anak. Sementara itu, pemahaman teologis mengenai peran keluarga menuntun orangtua untuk menanamkan iman dan karakter Kristiani dalam kehidupan anak. Perpaduan antara keduanya melahirkan model pengasuhan yang khas, yang dapat disebut sebagai bentuk inkulturasi iman Kristen dalam konteks budaya Ambon (Cooley, 1. Perubahan sosial budaya yang terjadi akibat globalisasi, urbanisasi, dan arus teknologi digital membawa dampak signifikan bagi keluarga Ambon. Intensitas komunikasi tatap muka semakin berkurang, sementara pengaruh budaya luar semakin Kondisi ini berpotensi menggeser nilai-nilai tradisional yang selama ini menjadi fondasi pengasuhan anak. Orangtua Kristen Ambon dituntut untuk menyesuaikan pola asuh mereka agar tetap relevan dengan konteks zaman tanpa kehilangan akar budaya dan iman yang mereka anut (Keesing, 1. Tantangan yang muncul tidak hanya berupa perubahan nilai, tetapi juga masalah sosial seperti meningkatnya kenakalan remaja, degradasi moral, dan konflik keluarga. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara nilai ideal yang ingin ditanamkan melalui pola asuh dan realitas yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Pola asuh yang efektif diyakini dapat menjadi solusi preventif untuk membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, tangguh, dan berlandaskan iman Kristen, khususnya dalam konteks Ambon yang sarat dinamika sosial (Latuheru, 2. Kajian mengenai pola asuh orangtua Kristen di Ambon memiliki kontribusi akademis yang signifikan. Literatur tentang pola asuh Kristen di Indonesia umumnya masih terfokus pada konteks perkotaan dan wilayah Jawa, sementara penelitian mengenai praktik pengasuhan berbasis budaya lokal masih terbatas. Penelitian ini diharapkan mampu memperluas pemahaman akademik mengenai integrasi antara iman Kristen dan budaya Ambon dalam membentuk karakter anak, sehingga memperkaya literatur pendidikan keluarga Kristen di Indonesia (Nainggolan, 2. Urgensi penelitian ini terletak pada upaya menganalisis secara mendalam bagaimana pola asuh orangtua Kristen suku Ambon terbentuk, bagaimana pola tersebut dipraktikkan, serta sejauh mana relevansinya dalam membentuk generasi yang berkarakter Kristiani di tengah arus modernisasi. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan ilmu pendidikan Kristen serta 3 | Sumarno dkk. Pola Asuh Orangtua Kristen Suku Ambon Volume 15 Nomor 1. April 2024 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi kontribusi praktis bagi keluarga-keluarga Ambon dalam mengelola pola asuh yang kontekstual dan efektif (Creswell, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, karena bertujuan memahami pola asuh orangtua Kristen suku Ambon secara mendalam dalam konteks budaya dan iman yang melingkupinya. Pendekatan ini dipilih untuk menggali makna, nilai, dan praktik yang tidak dapat dijelaskan secara kuantitatif, melainkan melalui pemahaman interpretatif terhadap pengalaman para partisipan. Subjek penelitian adalah orangtua Kristen suku Ambon yang memiliki anak usia sekolah, dengan pemilihan partisipan dilakukan melalui teknik purposive sampling agar sesuai dengan fokus penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, sehingga diperoleh informasi yang komprehensif terkait praktik pengasuhan, latar budaya, serta integrasi nilai iman Kristen dalam kehidupan keluarga. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan model Miles. Huberman, dan Saldaya yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara simultan sepanjang proses penelitian. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode, member checking, serta refleksivitas peneliti. Validitas temuan juga diperkuat dengan membandingkan data hasil wawancara, observasi, dan dokumen, sehingga gambaran pola asuh orangtua Kristen suku Ambon dapat diinterpretasikan secara utuh. Dengan metode ini, penelitian diharapkan mampu menghasilkan deskripsi yang kaya, akurat, dan kontekstual mengenai pola asuh dalam keluarga Ambon Kristen, baik dari perspektif budaya maupun iman Kristen yang melandasinya. HASIL DAN PEMBAHASAN Pola Asuh Orangtua Kristen Suku Ambon dalam Konteks Budaya Pola asuh orangtua merupakan salah satu determinan utama dalam perkembangan anak, baik secara kognitif, emosional, sosial, maupun spiritual. Pola ini bukan hanya mencerminkan pilihan pribadi orangtua, tetapi juga berakar pada nilai-nilai budaya, norma sosial, dan tradisi keagamaan yang dianut oleh masyarakat setempat. 4 | Sumarno dkk. Pola Asuh Orangtua Kristen Suku Ambon Volume 15 Nomor 1. April 2024 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi Dalam konteks suku Ambon, praktik pengasuhan memperlihatkan keterpaduan antara budaya lokal dan nilai iman Kristen yang menjadi identitas mayoritas penduduk. Pengaruh budaya lokal menampilkan karakter kolektif dan rasa kebersamaan, sedangkan iman Kristen memperkaya pola asuh dengan dimensi spiritualitas dan nilai etis yang berlandaskan ajaran Alkitab (Hurlock, 2. Nilai pela gandong yang menjadi ciri khas budaya Ambon memainkan peranan sentral dalam membentuk corak pengasuhan. Pela gandong mengajarkan persaudaraan lintas keluarga dan komunitas, sehingga anak tidak hanya dididik oleh orangtua biologis, melainkan juga oleh lingkungan sosial yang lebih luas. Dalam kehidupan sehari-hari, kakek-nenek, paman, bibi, hingga tetangga memiliki hak moral untuk menegur dan membimbing anak-anak. Hal ini menunjukkan bahwa pola asuh Ambon berorientasi kolektif, berbeda dengan pola individualistik yang umum ditemukan dalam masyarakat perkotaan modern (Pattinama, 2. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa keterlibatan komunitas dalam pengasuhan anak di Ambon tidak mengurangi peran orangtua inti, melainkan memperkuat jaringan sosial yang mendukung perkembangan anak. Orangtua tetap berfungsi sebagai penanggung jawab utama, namun mereka mendapat dukungan signifikan dari keluarga besar dan gereja. Situasi ini sejalan dengan teori ekologi perkembangan Bronfenbrenner yang menekankan bahwa tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh berbagai sistem lingkungan, mulai dari mikrosistem keluarga hingga mesosistem komunitas dan lembaga keagamaan (Bronfenbrenner, 1. Kehadiran gereja sebagai bagian dari ekosistem sosial masyarakat Ambon memperkaya praktik pola asuh orangtua Kristen. Gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai pusat pendidikan moral dan spiritual bagi anakanak. Orangtua kerap melibatkan anak dalam kegiatan sekolah minggu, persekutuan, dan pelayanan gereja sebagai sarana menanamkan nilai-nilai iman sejak dini. Dengan demikian, gereja berperan sebagai perpanjangan tangan keluarga dalam pengasuhan, sekaligus menjadi mitra orangtua dalam membentuk identitas Kristiani anak (Nainggolan, 2. Keterpaduan budaya lokal dan iman Kristen dalam pola asuh Ambon menunjukkan adanya proses inkulturasi yang unik. Nilai-nilai budaya seperti penghormatan kepada orang tua, solidaritas sosial, dan kebersamaan berpadu dengan 5 | Sumarno dkk. Pola Asuh Orangtua Kristen Suku Ambon Volume 15 Nomor 1. April 2024 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi nilai-nilai iman Kristen seperti kasih, pengampunan, dan disiplin rohani. Proses ini menghasilkan pola asuh yang tidak hanya menekankan aspek sosial, tetapi juga Anak diajar untuk menghormati orang tua dan sesama, sekaligus diarahkan untuk membangun relasi yang sehat dengan Tuhan. Pola ini membentuk identitas anak Ambon sebagai pribadi yang berakar pada budaya sekaligus teguh dalam iman (Tioran. Pola asuh kolektif semacam ini memiliki implikasi signifikan terhadap pembentukan karakter anak. Anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang menekankan rasa kebersamaan, sehingga mereka terbiasa berbagi, peduli, dan bertanggung jawab terhadap sesama. Selain itu, nilai kedisiplinan yang ditanamkan melalui pengajaran iman Kristen membentuk sikap taat, jujur, dan rajin dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pola asuh yang menekankan keterlibatan komunitas cenderung menghasilkan anak-anak dengan kecerdasan sosial yang tinggi, karena mereka terbiasa berinteraksi dengan berbagai pihak sejak dini (Cooley, 1. Walaupun demikian, pola asuh berbasis budaya kolektif menghadapi tantangan dalam konteks modernisasi. Globalisasi, urbanisasi, dan pengaruh teknologi digital membawa pola hidup yang lebih individualistis, yang perlahan-lahan mengikis nilai kebersamaan dalam masyarakat Ambon. Beberapa orangtua mengakui bahwa anak-anak lebih banyak dipengaruhi oleh media sosial dibandingkan oleh nasihat keluarga besar atau komunitas. Kondisi ini menuntut adaptasi pola asuh agar tetap relevan, tanpa kehilangan akar nilai budaya dan iman Kristen yang menjadi ciri khas masyarakat Ambon (Keesing, 1. Penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh orangtua Kristen suku Ambon tidak hanya merupakan praktik keluarga, tetapi juga sebuah konstruksi budaya dan religius yang kompleks. Sinergi antara budaya lokal dan iman Kristen menghasilkan corak pengasuhan yang unik, namun keberlanjutannya sangat bergantung pada kemampuan masyarakat untuk menjaga dan mengadaptasi nilai-nilai tersebut di tengah perubahan zaman. Dengan memahami pola asuh ini, orangtua dan pemimpin komunitas dapat mengembangkan strategi pendidikan keluarga yang lebih kontekstual dan efektif dalam membentuk generasi muda Ambon yang berkarakter Kristiani dan berakar pada budayanya (Latuheru, 2. 6 | Sumarno dkk. Pola Asuh Orangtua Kristen Suku Ambon Volume 15 Nomor 1. April 2024 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi Integrasi Nilai Iman Kristen dalam Pola Asuh Iman Kristen menjadi fondasi utama dalam pola asuh keluarga Ambon, di mana orangtua menempatkan nilai Alkitab sebagai pedoman dalam mendidik anak. Nilai-nilai kasih, disiplin, pengampunan, dan ketaatan kepada Tuhan menjadi prinsip utama yang ditanamkan sejak dini melalui praktik sehari-hari. Anak diajak untuk mengenal Allah melalui doa bersama, pembacaan Alkitab, dan persekutuan keluarga, sehingga iman tidak sekadar diajarkan secara verbal, tetapi juga dihidupi dalam rutinitas keluarga (Tioran, 2. Praktik doa bersama keluarga merupakan salah satu sarana utama dalam membentuk iman anak. Orangtua mengajak anak berdoa sebelum tidur, saat makan, maupun sebelum melakukan aktivitas penting. Melalui doa, anak belajar mengandalkan Tuhan dalam segala hal dan menempatkan iman sebagai landasan hidup. Hal ini sejalan dengan prinsip pendidikan iman yang menekankan pentingnya spiritual formation sejak masa kanak-kanak, karena tahap ini merupakan periode krusial dalam pembentukan identitas religius seseorang (Anthony, 2. Selain doa, pembacaan firman Tuhan menjadi kegiatan rutin yang dilakukan keluarga Kristen Ambon. Orangtua membacakan cerita Alkitab, mendiskusikan maknanya, dan mengaitkan nilai iman dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, kisah tentang kasih Kristus digunakan untuk mengajarkan anak pentingnya saling mengasihi dan mengampuni. Dengan demikian, firman Tuhan tidak hanya diposisikan sebagai teks rohani, tetapi juga sebagai pedoman praktis dalam membentuk perilaku anak sehari-hari (Nainggolan, 2. Peran teladan iman orangtua menjadi faktor kunci dalam proses pengasuhan. Anak-anak lebih mudah belajar iman melalui observasi perilaku orangtuanya daripada melalui instruksi semata. Ketika orangtua menunjukkan kesetiaan dalam beribadah, kejujuran dalam bekerja, dan kasih dalam relasi sosial, anak akan meniru sikap tersebut. Hal ini sesuai dengan teori belajar sosial Bandura yang menekankan bahwa anak belajar melalui model yang mereka amati di lingkungannya (Bandura, 1. Keterlibatan anak dalam kehidupan gereja juga menjadi strategi penting dalam integrasi iman. Orangtua tidak hanya mendidik anak di rumah, tetapi juga mendorong mereka untuk aktif dalam sekolah minggu, remaja gereja, dan kegiatan pelayanan. Melalui aktivitas tersebut, anak memperoleh ruang untuk mengembangkan iman dalam 7 | Sumarno dkk. Pola Asuh Orangtua Kristen Suku Ambon Volume 15 Nomor 1. April 2024 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi komunitas yang lebih luas. Hal ini memperkuat pandangan bahwa pendidikan iman merupakan proses kolektif yang melibatkan keluarga, gereja, dan masyarakat Kristen secara keseluruhan (Cooley, 1. Nilai iman Kristen juga diintegrasikan dengan norma budaya Ambon yang menekankan penghormatan kepada orang tua, solidaritas sosial, dan kebersamaan. Orangtua memadukan prinsip Alkitab dengan praktik budaya lokal, misalnya dengan mengaitkan konsep kasih persaudaraan dalam iman Kristen dengan nilai pela gandong. Proses inkulturasi ini membuat iman Kristen menjadi relevan dengan konteks budaya, sehingga anak belajar untuk menghargai tradisi sekaligus menghayati iman mereka (Pattinama, 2. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pola asuh berbasis iman Kristen membantu anak membangun identitas spiritual yang kuat di tengah arus globalisasi. Anak-anak yang terbiasa dengan doa, firman, dan teladan iman lebih mampu menghadapi pengaruh negatif dari lingkungan, seperti gaya hidup hedonis atau perilaku Pendidikan iman dalam keluarga terbukti menjadi benteng moral dan spiritual yang melindungi generasi muda dari degradasi nilai (Latuheru, 2. Integrasi iman Kristen dalam pola asuh keluarga Ambon dengan demikian bukan hanya bentuk pelestarian tradisi religius, tetapi juga strategi pendidikan yang membentuk generasi berkarakter Kristiani. Proses ini memperlihatkan bahwa iman bukan sekadar ajaran dogmatis, melainkan realitas hidup yang ditanamkan melalui pengasuhan sehari-hari. Dengan menggabungkan nilai Alkitab dan budaya lokal, pola asuh orangtua Kristen Ambon mampu menghasilkan model pendidikan keluarga yang kontekstual, relevan, dan transformatif bagi perkembangan anak (Creswell, 2. Tantangan dan Relevansi Pola Asuh di Era Modern Pola asuh orangtua Kristen suku Ambon yang berakar pada budaya kolektif dan nilai iman Kristen menghadapi tantangan serius di era modern. Globalisasi membawa arus nilai baru yang sering kali bertentangan dengan nilai tradisional, seperti individualisme, materialisme, dan sekularisasi. Anak-anak Ambon kini lebih banyak terpapar informasi dari internet dan media sosial, yang tidak selalu sejalan dengan nilai kekeluargaan dan spiritualitas yang ditanamkan orangtua. Hal ini menggeser fungsi keluarga sebagai 8 | Sumarno dkk. Pola Asuh Orangtua Kristen Suku Ambon Volume 15 Nomor 1. April 2024 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi sumber utama pendidikan moral dan iman, karena anak memperoleh referensi perilaku dari media digital (Keesing, 1. Urbanisasi juga memberi dampak signifikan terhadap pola asuh. Banyak keluarga Ambon yang pindah ke kota besar untuk mencari pekerjaan atau pendidikan, sehingga pola asuh kolektif yang sebelumnya didukung keluarga besar mulai berkurang. Dalam situasi ini, orangtua harus beradaptasi dengan pola pengasuhan yang lebih Kondisi ini menyebabkan sebagian anak kehilangan dukungan sosial yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Ambon, sehingga mereka lebih rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan perkotaan (Bronfenbrenner, 1. Perubahan gaya hidup modern turut berdampak pada intensitas komunikasi dalam keluarga. Orangtua yang sibuk bekerja sering kali memiliki waktu terbatas untuk berinteraksi dengan anak. Akibatnya, pola pengasuhan yang seharusnya berbasis kedekatan emosional menjadi tergantikan oleh pola pengasuhan permisif atau bahkan otoriter karena orangtua merasa tidak mampu mengontrol perilaku anak secara efektif. Hal ini meningkatkan potensi konflik dalam keluarga dan menurunkan kualitas relasi antara orangtua dan anak (Hurlock, 2. Salah satu tantangan yang cukup menonjol adalah meningkatnya kasus kenakalan remaja di Ambon. Fenomena ini mencakup perilaku menyimpang, seperti tawuran, penggunaan alkohol, hingga keterlibatan dalam pergaulan bebas. Banyak orangtua Kristen mengakui bahwa pengaruh teman sebaya dan media digital lebih kuat dibandingkan nasihat keluarga atau pengajaran gereja. Kondisi ini menegaskan bahwa pola asuh tradisional yang berbasis kolektivitas dan nilai iman perlu diperbarui agar mampu menjawab kebutuhan generasi muda saat ini (Latuheru, 2. Pergeseran nilai moral juga menjadi tantangan nyata. Generasi muda Ambon cenderung lebih kritis terhadap otoritas orangtua dan gereja, serta lebih terbuka terhadap ide-ide global yang belum tentu sesuai dengan ajaran Kristen. Akibatnya, kepatuhan terhadap otoritas orangtua menurun, sementara praktik spiritualitas seperti doa bersama dan ibadah keluarga mulai jarang dilakukan. Jika kondisi ini dibiarkan, maka terjadi disrupsi transmisi nilai iman Kristen dari generasi ke generasi (Nainggolan, 2. Meskipun menghadapi tantangan tersebut, penelitian menemukan bahwa keluarga Kristen Ambon tidak tinggal diam. Orangtua berusaha menyesuaikan pola asuh mereka dengan konteks modern melalui pendekatan yang lebih komunikatif. 9 | Sumarno dkk. Pola Asuh Orangtua Kristen Suku Ambon Volume 15 Nomor 1. April 2024 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi Misalnya, orangtua mulai menerapkan komunikasi terbuka dengan anak mengenai isuisu global, penggunaan media digital, dan pergaulan. Dengan cara ini, anak tidak hanya menerima larangan, tetapi juga pemahaman kritis tentang nilai-nilai yang mereka hadapi di luar rumah (Anthony, 2. Selain itu, kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan gereja dipandang sebagai strategi penting untuk memperkuat pola asuh Kristen di Ambon. Sekolah menyediakan pendidikan formal, gereja membekali anak dengan nilai spiritual, sementara keluarga menjadi pusat internalisasi iman sehari-hari. Sinergi ini memungkinkan anak memperoleh pendidikan holistik yang menyentuh aspek kognitif, afektif, dan spiritual sekaligus. Dengan demikian, pola asuh orangtua Kristen Ambon tidak berjalan sendiri, tetapi didukung oleh institusi sosial lain yang relevan (Cooley. Relevansi pola asuh orangtua Kristen suku Ambon di era modern terletak pada kemampuannya mengadaptasi nilai tradisional dan iman Kristen dengan tuntutan Pola asuh kolektif tetap penting untuk menjaga identitas budaya, sementara integrasi iman Kristen memberi landasan spiritual yang kokoh. Namun, keduanya perlu dikontekstualisasikan agar sesuai dengan tantangan globalisasi dan perkembangan Dengan adaptasi yang tepat, pola asuh Ambon Kristen akan tetap menjadi sarana efektif dalam membentuk generasi muda yang berkarakter Kristiani dan mampu menghadapi kompleksitas kehidupan modern (Creswell, 2. SIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh orangtua Kristen suku Ambon merupakan hasil integrasi antara nilai budaya lokal dan iman Kristen. Nilai pela gandong yang menekankan kebersamaan, solidaritas, dan penghormatan terhadap sesama berpadu dengan ajaran Alkitab yang menekankan kasih, pengampunan, dan disiplin rohani. Sinergi antara budaya dan iman ini membentuk pola asuh yang unik, kontekstual, serta berfungsi dalam membentuk karakter anak secara sosial maupun Hasil penelitian juga menegaskan bahwa orangtua Kristen Ambon menempatkan iman Kristen sebagai fondasi utama dalam pengasuhan. Nilai-nilai iman ditanamkan melalui doa, pembacaan firman, keterlibatan dalam ibadah, serta teladan iman orangtua dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pola asuh keluarga Ambon tidak hanya 10 | Sumarno dkk. Pola Asuh Orangtua Kristen Suku Ambon Volume 15 Nomor 1. April 2024 Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen iC p-ISSN 2088-8570 http://sttbi. id/journal/index. php/edukasi melestarikan tradisi budaya, tetapi juga menjadi sarana inkulturasi iman Kristen dalam membentuk identitas spiritual anak di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Namun, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan yang dihadapi keluarga Ambon, khususnya akibat globalisasi, urbanisasi, dan penetrasi teknologi Pola hidup modern yang lebih individualistis berpotensi melemahkan praktik pola asuh kolektif serta nilai iman yang telah diwariskan. Oleh karena itu, relevansi pola asuh orangtua Kristen Ambon di era modern terletak pada kemampuannya beradaptasi melalui komunikasi terbuka, pendampingan penggunaan teknologi, serta kolaborasi antara keluarga, gereja, dan sekolah. Dengan strategi ini, pola asuh tetap dapat berfungsi sebagai sarana efektif dalam membentuk generasi muda Ambon yang berkarakter Kristiani. DAFTAR PUSTAKA