Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 4, pp. April 2023 Analisis Cakupan K4 di UPT Puskesmas Pasar Sabtu Heny Novarita1*. Laurensia Yunita2. Ali Rakhman Hakim3 Program Studi Sarjana Kebidanan. Fakultas Kesehatan. Universitas Sari Mulia Program Studi Sarjana Farmasi. Fakultas Kesehatan. Universitas Sari Mulia Open Access Freely Available Online Dikirim: 09 April 2023 Direvisi: 22 April 2023 Diterima: 30 April 2023 *Penulis Korespondensi: E-mail: henynovarita@gmail. ABSTRAK Pendahuluan Kunjungan antenatal care selama kehamilan dilakukan sekurangkurangnya 6 kali, hal ini merupakan salah satu upaya untuk menurunkan komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas pada ibu dan bayi baru lahir. Pemeriksaan antenatal care yang belum optimal mengakibatkan risiko dan komplikasi kehamilan tidak terdeteksi secara dini. Tujuan: Tujuan penelitian untuk menganalisis cakupan K4 ibu hamil di UPT Puskesmas Pasar Sabtu. Metode: Metode yang digunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan observasional cross-sectional. Sampel berupa data sekunder yaitu data sebagian ibu hamil trimester i di wilayah kerja UPT Puskesmas Pasar Sabtu sebanyak 69 sampel. Pengambilan sampel dengan teknik systematic random Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian yaitu tingkat pendidikan (A = 0,000 < nilai = 0,. , paritas (A = 0,042 < nilai = 0,. , status pekerjaan (A = 0,923 > nilai = 0,. dan usia ibu (A = 0,732 > nilai = 0,. dengan cakupan K4 di UPT Puskesmas Pasar Sabtu tahun 2020. Ada hubungan antara tingkat pendidikan dan paritas dengan cakupan K4, serta tidak ada hubungan antara status pekerjaan dan usia ibu dengan cakupan K4. Simpulan: Simpulan dari penelitian ini UPT Puskesmas Pasar Sabtu diharapkan dapat menentukan kebijakan terkait dengan program kesehatan ibu dan anak, terutama tentang ketepatan cakupan K4. Kata kunci: Antenatal Care. Ibu Hamil. ABSTRACT Background: Antenatal care visits during pregnancy are carried out at least 6 times, this is one of the efforts to reduce complications related to pregnancy, childbirth and postpartum in mothers and newborns. Unoptimal antenatal care examinations result in risks and complications of pregnancy not being detected Purposes The aim of the study was to analyze the K4 coverage of pregnant women at UPT Puskesmas Pasar Sabtu. Method: This study used an analytic descriptive design with a cross-sectional approach. This sampling technique is total sampling. The method used is quantitative analysis with a cross-sectional observational approach. The sample is in the form of secondary data, namely data on some of the third trimester pregnant women in the working area of the UPT Puskesmas Pasar Sabtu as many as 69 people. Sampling with systematic random sampling technique. Data were analyzed using the Chi-Square test. Result The results of the study were education level (A = 0. 000 < = 0. , parity (A = 0. < = 0. , employment status (A = 0. 923 > = 0. and mother's age ( A = 0. > value = 0. with K4 coverage at UPT Puskesmas Pasar Sabtu 2020. There is a relationship between education level and parity with K4 coverage, and there is no relationship between employment status and mother's age with K4 coverage. Conclusion: The conclusion from this study is that UPT Puskesmas Pasar Sabtu is expected to be able to determine policies related to maternal and child health programs, especially regarding the accuracy of K4 coverage. Keywords: Antenatal care, pregnancy. K4 Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 4, pp. April 2023 PENDAHULUAN Kehamilan merupakan awal mulainya Janin dan ibu merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi. Kesehatan ibu yang pertumbuhan dan perkembangan janin. Antenatal care (ANC) merupakan program yang terencana berupa observasi, edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil. Tujuan antenatal care adalah untuk memantau kemajuan kehamilan, memastikan kesehatan dan tumbuh kembang bayi serta untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik mental dan sosial ibu dan bayi (Liana, 2. Kunjungan antenatal care selama kehamilan dilakukan sekurang-kurangnya 6 kali, hal ini merupakan salah satu upaya untuk menurunkan komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas pada ibu dan bayi baru lahir, adapun kriteria pelayanan antenatal terpadu dan komprehensif yaitu 2 kali pada trimester I, 1 kali pada trimester II dan 3 kali pada trimester i. Pemeriksaan antenatal care yang belum optimal mengakibatkan risiko dan komplikasi kehamilan tidak terdeteksi secara dini (Hardiani & Purwati. Menurut World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa setiap tahun, sedikitnya terdapat 60 juta persalinan dengan komplikasi yang terjadi di seluruh dunia sebagai akibat dari masih rendahnya cakupan pemeriksaan antenatal care, hal ini di tegaskan dengan adanya prevalansi cakupan antenatal care yang hanya kurang dari 97% di negara maju dan hanya 53e% di negara berkembang (WHO, 2. Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) menyebutkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) tahun 2019 sebesar 4. 221 jiwa, tahun 2020 meningkat menjadi 4. 627 jiwa. Sebagian besar penyebab Angka Kematian Ibu (AKI) adalah perdarahan 1. 330 kasus, hipertensi dalam kehamilan 1. 110 kasus dan gangguan sistem peredaran darah 230 kasus. Adapun upaya pemerintah dalam percepatan penurunan angka kematian ibu yaitu dengan pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu hamil . ntenatal car. Capaian pelaksanaan antenatal care dapat dilihat dengan cakupan K1 dan K4, adapun cakupan K4 pada tahun 2019 sebesar 88,54% dan mengalami penurunan di tahun 2020 menjadi 84,6% hal ini menjukkan bahwa capaikan K4 di Indonesia belum mencapai target nasional yang sebesar 93% (Kemenkes RI. METODE Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja UPT Puskesmas Pasar Sabtu. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester i dengan umur kehamilan Ou 37 minggu yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Pasar Sabtu pada tahun 2020 yaitu sebanyak 220 orang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 69 sampel, pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling dengan cara peneliti mengambil acak dari nomor urut 1-5, didapatkan nomor urut 3 dan dilakukan interval dengan kelipatannya sehingga didapatkan jumlah 69 sampel dari 220 populasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah buku pemeriksaan ANC dan kohort ibu hamil yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Pasar Sabtu untuk melihat ketepatan kunjungan ANC ibu hamil ada tahun 2020. Hubungan setiap variabel dianalisis dengan menggunakan uji chi-square yang bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik responden terhadap cakupan K4 ibu hamil guna membuktikan hipotesis yang ada. HASIL Tabel 1 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Status Pekerjaan Status Frekuensi Persentase Pekerjaan (F) (%) Tidak Bekerja Bekerja Total Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 4, pp. April 2023 Tabel 4 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Usia Usia Frekuensi (F) Persentase (%) Berisko Tidak Berisiko Total Tabel 2 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Frekuensi Persentasi Pendidikan (F) (%) Rendah Tinggi Total Tabel 5 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Cakupan K4 Cakupan K4 Frekuensi (F) Persentasi (%) Tidak Lengkap Lengkap Total Tabel 3 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Paritas Paritas Frekuensi (F) Persentase (%) Tidak Aman Aman Total Satus Pekerjaan Tabel 6 Hubungan Status Pekerjaan dengan Cakupan K4 Cakupan K4 Total Tidak Lengkap Lengkap Tidak Bekerja Bekrja Total Rendah Tinggi Total Tidak Aman Aman Total Usia Ibu Berisiko Tidak Berisiko Total Total Tabel 8 Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Cakupan K4 Cakupan K4 Tidak Lengkap Lengkap Tabel 9 Hubungan Usia Ibu dengan Cakupan K4 Cakupan K4 Tidak Lengkap Lengkap 0,923 Tabel 7 Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Cakupan K4 Cakupan K4 Tidak Lengkap Lengkap Tingkat Pendidikan Paritas Total 0,000 Total 0,042 0,732 Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 4, pp. April 2023 PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 51 orang . ,9%) yang tidak bekerja dan sebanyak 18 orang . ,1%) yang bekerja. Pada tingkat pendidikan sebanyak 44 orang . ,8%) dengan tingkat pendidikan rendah dan sebanyak 25 orang . ,2%) dengan tingkat pendidikan tinggi. Selain itu pada paritas responden terdapat 17 orang . ,6%) dengan paritas tidak aman dan sebanyak 52 orang . ,4%) dengan paritas aman. Selanjutnya menurut usia terdapat 17 orang . ,6%) dengan usia yang berisiko dan 52 orang . ,4%) dengan usia tidak berisiko. Sedangkan pada cakupan K4 di UPT Puskesmas Pasar Sabtu menunjukkan bahwa 30 orang . ,5%) dengan cakupan K4 yang tidak lengkap dan sebanyak 39 orang . ,5%) dengan upan K4 yang lengkap. Dari hasil uji chi-square diperoleh nilai A = 0,923 > nilai = 0,05, yang artinya tidak hubungan antara status pekerjaan dengan cakupan K4 di UPT Puskesmas Pasar Sabtu tahun 2020. Penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan Tasuib Dkk . di wilayah kerja Puskesmas Sei. Kabupaten Timor Tengah yang menjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan perilaku ANC dengan nilai p-value = 0,365 (Tasuib et al. , 2. Serta Sejalan dengan penelitian Putri . di Desa Kragilan. Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo yang menunjukkan pekerjaan tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan perilaku ibu hamil untuk melakukan kunjungan ANC dengan nilai p. value = 0,368 > 0,05 (Putri & Hastutik, 2. Penelitian lain yang dilakukan Oktova . di Puskesmas Rawat Inap Karya Wanita Pekan Baru menyebutkan bahwa tidak ada hubungan antara pekerjaan responden dengan kunjungan antenatal care dengan nilai P value 2,521 > 0,05 (Oktova. Hal yang sama dikemukakan oleh Handayani . dalam penelitiannya menyebutkan bahwa tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan status K4 di Puskesmas Plaju dengan p value = 0,084 (Handayani, 2. Nurfitriyani . dalam penelitiannya di Puskesmas Blooto. Mojokerto menyebutkan bahwa status pekerjaan ibu tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kunjungan ANC dengan nilai PR = 1,250 dan 95% CI . ,998-1,. (Nurfitriyani & Puspitasari, 2. Sama dengan penelitian Choirunissa . di Puskesmas Bakung Provinsi Lampung yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan pemeriksaan K4 pada ibu hamil dengan A value = 0,194 (A value > ) (Choirunissa & Syaputri, 2. Menurut penelitian Sari & Efendy dalam (Inayah & Fitriahadi, 2. , mengatakan bahwa ibu yang bekerja akan memiliki sedikit waktu untuk memeriksakan kehamilannya dan lebih banyak menghabiskan waktu bekerja. Sedangkan ibu yang tidak bekerja, akan memiliki banyak waktu untuk Pada masyarakat di Indonesia, pekerjaan merupakan hal penting yang harus menjadi prioritas karena berkaitan dengan pendapatan yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan hidup. Hal ini merupakan model yang selama ini berkembang terutama di negara maju seperti Indonesia. Dari hasil penelitian menunjukkan status pekerjaan tidak berhubungan dengan cakupan K4 di UPT Puskesmas Pasar Sabtu karena walaupun mayoritas ibu hamil dengan status tidak bekerja hal ini disebabkan karena rata-rata suami responden memiliki pekerjaan, maka penulis berasumsi bahwa kurangnya cakupan K4 pada ibu hamil yang tidak bekerja disebabkan oleh kurangnya dukungan dari suami dalam hal ini kesibukan suami dalam bekerja sehingga tidak memiliki waktu untuk menemani istri dalam melakukan pemeriksaan kehamilan, sebagai mana yang telah diketahui bahwa salah satu faktor yang mendukung ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan adalah dukungan keluarga . karena dukungan suami akan memberikan semangat pada ibu untuk rutin dalam melakukan pemeriksaan kehamilannya. Hasil uji chi-square pada variabel tingkat pendidikan diperoleh nilai A = 0,000 < nilai = 0,05 yang artinya ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan cakupan K4 di UPT Puskesmas Pasar Sabtu tahun 2020. Penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan Silvia Dkk . yang menunjukkan bahwa pendidikan memiliki hubungan dengan cakupan kunjungan Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 4, pp. April 2023 pemeriksaan kehamilan k4 di Puskesmas Cot Seumeureung Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat dengan nilai (P= 0,. (Silvia et al. Hal yang sama dikemukakan oleh penelitian Mufida . di Puskesmas Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro yang menunjukkan ada hubungan bermakna antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan pemeriksaan antenatal care ibu hamil Trimester i (Mufida, 2. Ningsih dalam (Inayah & Fitriahadi, 2. menyebutkan bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang akan mempengaruhi perilaku seseorang Sebaliknya pendidikan yang kurang akan lebih sulit dalam mempersepsi dan menghambat perkembangan sikap ibu terhadap nilai-nilai yang baru diperkenalkan, seperti pentingnya kunjungan ANC pada saat hamil. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan cakupan K4 di UPT Puskesmas Pasar Sabtu tahun 2020, berdasarkan hasil penelitian tersebut maka peneliti berasumsi bahwa sebagaimana yang telah diketahui bahwa pendidikan seseorang merupakan tolak ukur seberapa baik tingkat pengetahuan seseorang yang artinya semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang maka akan semakin baik pula seseorang tersebut dalam menyerap segala informasi yang disampaikan petugas kesehatan mengenai manfaat dan pentingnya dalam melakukan cakupan K4 dengan lengkap selama kehamilan, dan sebaliknya semakin rendah tingkat pendidikan seseorang maka semakin kurang pula tingkat pengetahuannya yang artinya semakin rendah pengetahuan seseorang maka pola pikirnya mengenai kesehatan akan semakin kurang pula serta tingkat penyerapan informasinya pun kurang. Hasil uji chi-square pada variabel paritas diperoleh nilai A = 0,042 < nilai = 0,05 yang artinya ada hubungan antara paritas dengan cakupan K4 di UPT Puskesmas Pasar Sabtu tahun 2020. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurbaiti Dkk . yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan cakupan K4 di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang dengan nilai p = 0. 001 (Nurbaiti et al. Hal yang sama dikemukakan oleh Fatkhiyah . di Puskesmas Slawi yang menunjukkan ada status paritas dengan kepatuhan kunjungan ANC (Fatkhiyah et al. , 2. Paritas merupakan salah satu faktor penting dalam kejadian anemia zat besi pada ibu hamil. Menurut Manuaba dalam (Permatasari, 2. wanita yang sering mengalami kehamilan dan melahirkan makin anemia karena banyak kehilangan zat besi, hal ini disebabkan selama kehamilan wanita menggunakan cadangan zat besi yang ada di dalam tubuhnya. Paritas 2-3 merupakan paritas paling aman ditinjau dari sudut kematian maternal. Paritas 1 dan paritas tinggi . ebih dari . mempunyai angka kematian maternal lebih tinggi. Lebih tinggi paritas, lebih tinggi kematian maternal. Resiko pada paritas 1 dapat ditangani dengan asuhan obstetrik lebih baik, sedangkan resiko pada paritas tinggi dapat dikurangi atau dapat dicegah dengan keluarga Sebagian kehamilan pada paritas tinggi adalah tidak direncanakan. Paritas 2-3 merupakan paritas paling aman ditinjau dari sudut kematian maternal. Paritas 1 dan paritas tinggi . ebih dari . mempunyai angka kematian maternal lebih tinggi. Lebih tinggi paritas, lebih tinggi kematian maternal. Resiko pada paritas 1 dapat ditangani dengan asuhan obstetrik lebih baik, sedangkan resiko pada paritas tinggi dapat dikurangi atau dapat dicegah dengan keluarga Sebagian kehamilan pada paritas tinggi adalah tidak direncanakan. Wanita dikatakan paritas tinggi yaitu wanita yang memiliki >2 anak dan paritas rendah yakni O2 Ibu yang baru pertama kalinya mengalami kehamilan merupakan hal yang baru sehingga termotivasi dalam memeriksakan kehamilannya ke tenaga kesehatan. Sebaliknya ibu yang pernah melahirkan lebih dari satu anak, mempunyai pendapat bahwa ia sudah berpengalaman sehingga tidak mempunyai semangat untuk memeriksakan Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara paritas dengan cakupan K4 di UPT Puskesmas Pasar Sabtu tahun 2020. Berdasarkan Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 4, pp. April 2023 hasil penelitian tersebut maka peneliti berasumsi bahwa paritas aman yaitu ibu dengan kehamilan pertama kali serta memiliki anak 1 merupakan paritas paling baik hal ini disebabkan karena bagi ibu yang baru hamil atau baru memiliki anak 1 pada umunya akan memiliki waktu yang banyak untuk melakukan aktivitas di luar rumah serta ibu hamil akan meluangkan waktu untuk memeriksakan kehamilannya secara teratur sebab pada paritas ini kekhawatiran seorang ibu hamil mengenai kesehatan bayinya lebih besar sehingga mereka akan termotivasi untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk memastikan kondisi kandungannya tetap sehat, sedangkan pada paritas tidak aman yaitu ibu hamil dengan jumlah anak >2 pada umumnya akan lebih sibuk dan repot dalam mengurus anaknya sehingga waktu untuk memeriksakan kehamilannya semakin berkurang selain itu, adanya pengalaman pada sebelumnya dengan kelahiran anak yang sehat akan memberikan pengaruh pada pola pikir ibu untuk merasa tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur karena pada dasarnya semua anaknya akan lahir sehat. Berdasarkan hasil uji chi-square pada variabel usia diperoleh nilai A = 0,732 > nilai = 0,05 yang artinya tidak ada hubungan antara usia ibu dengan cakupan K4 di UPT Puskesmas Pasar Sabtu tahun Hal ini didukung oleh penelitian Yuliana . di Puskesmas Rasau Jaya yang menunjukkan tidak terdapat hubungan antara umur ibu dengan cakupan K4 dengan nilai p value 0,63 (Yuiana & Elia, 2. Serta sejalan dengan penelitian Nurfitriyani . di Puskesmas Blooto. Mojokerto yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan kunjungan ANC dengan nilai PR = 1,218 dan 95% CI . ,949-1,. (Nurfitriyani & Puspitasari, 2. Penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan Prasetyaningsih . di Puskesmas Pariaman yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara umur dengan kunjungan antenatal care dengan nilai p value = 0,319 > 0,04 (Prasetyaningsih, 2. Hal yang sama dikemukakan oleh Choirunissa . di Puskesmas Bakung Provinsi Lampung yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara umur ibu dengan pemeriksaan K4 pada Ibu Hamil dengan nilai p-value = 0,704 (A value > ) (Choirunissa & Syaputri, 2. Afriani . dalam penelitiannya di Wilayah Kerja Puskesmas Sukagalih Kabupaten Sumedang menyebutkan bahwa umur tidak berhubungan dan bermakna secara statistik dengan kepatuhan pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil dengan nilai p=0,093 (Afriani & Merlina, 2. Serta didukung oleh penelitian Priyanti Dkk . yang menyatakan bahwa usia ibu tidak memiliki hubungan signifikan dengan frekuensi kunjungan ANC dengan nilai P value = 0,224 (Afriani & Merlina, 2. Hasil penelitian menujukan bahwa tidak ada hubungan antara usia ibu dengan cakupan K4 di UPT Puskesmas Pasar Sabtu tahun 2020. Data yang diperoleh menunjukkan wanita hamil dengan usia berisiko rata-rata dengan kehamilan pertama kali dan ibu hamil tidak berisiko rata-rata dengan kehamilan > 2 kali, dari hal tersebut maka peneliti berasumsi bahwa walaupun usia ibu hamil dengan kategori tidak berisiko tetapi dengan kehamilan > 3 kali akan mengurangi motivasi ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan kehamilannya secara teratur sedangkan ibu hamil dengan usia berisiko tetapi dengan kehamilan pertama kali akan memiliki motivasi yang besar melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, sebagaimana yang diketahui bahwa kehamilan pertama kali akan memberikan semangat kepada ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilannya, karena rasa penasaran dengan kesehatan kehamilan dan janinnya lebih besar sedangkan pada ibu hamil yang telah memiliki pengalaman hamil sebelumnya cenderung lebih santai karena merasa bahwa kehamilannya akan baik-baik saja seperti pada kehamilan sebelumnya SIMPULAN Simpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan dan paritas dengan cakupan K4, serta tidak ada hubungan antara status pekerjaan dan usia ibu dengan cakupan Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 4, pp. April 2023 Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2019. Jurnal Muara Sains. Teknologi. Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan, 4. , 23. https://doi. org/10. 24912/jmstkik. Nurfitriyani, & Puspitasari. The Analysis of Factor that Associated the Antenatal Care (ANC) Visit in Pregnant Woman during the COVID-19 Pandemic at Blooto Health Center. Mojokerto. Media Gizi Kesmas, 11. , 34Ae45. https://doi. org/10. 20473/mgk. Oktova. Analisis Faktor Ibu Hamil Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Antenatal Care Di Puskesmas Rawat Inap Karya Wanita Pekanbaru. Jurnal Medika Usada, 2. , 16Ae23. https://doi. org/10. 54107/medikausada. Permatasari. Hubungan Usia Kehamilan. Paritas. Dan Jarak Kehamilan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Anggut Atas Kota Bengkulu. Skripsi Poltekkes Kemenkes Bengkulu, 1Ae98. Prasetyaningsih. Hubungan Umur. Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Kunjungan Antenatal Care (ANC) (K. Ibu Hamil Di Puskesmas Pariaman. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 11. , 62. https://doi. org/10. 26751/jikk. Putri, & Hastutik. Analisis Pekerjaan dengan Perilaku Ibu Hamil untuk Melakukan Kunjungan Antenatal Care. Stethoscope, 1. , 106Ae113. Silvia. Akbar, & Anwar. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Cakupan Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan K4 Di Puskesmas Cot Seumeureung Kabupaten Aceh Barat. Journal of Health and Medical Science, 1. , 27Ae38. Tasuib. Imelda. Manurung, & Limbu. Factors Related To Antenatal Care Visit In Pregnant Women In The Work Area Of SeAoi Primary Health Care. Timor Tengah Selatan District. Media Kesehatan Masyarakat, 4. , 50Ae59. WHO. The Impact of Antenatal Care in Maternal and Perinatal Health. Intech, 13. Yuiana, & Elia. Faktor Yang Berhubungan Dengan Cakupan K4 Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Puskesmas Rasau Jaya. K4. UPT Puskesmas Pasar Sabtu diharapkan dapat menentukan kebijakan terkait dengan program kesehatan ibu dan anak, terutama tentang ketepatan cakupan K4. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis memberikan ucapan terima kasih kepada Universitas Sari Mulia dan UPT Puskesmas Pasar Sabtu yang telah memfilitasi penelitian ini. REFERENSI