SINTECH JOURNAL | ISSN 2598-7305 | E-ISSN 2598-9642 Vol. 5 No 1 Ae Mei 2022 | https://s. id/sintechjournal DOI : https://doi. org/10. Publishing : LPPM STMIK STIKOM Indonesia PENGEMBANGAN REST API UNTUK INFORMASI PASAR TRADISIONAL DI KOTA YOGYAKARTA DENGAN METODE INCREMENTAL Agata Filiana1. Maria Nila Anggia Rini2. Andhika Galuh Prabawati3. Rindho Ananta Samat4 1,2,3,4 Program Studi Informatika. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Kristen Duta Wacana Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo 5-25. Yogyakarta. Indonesia e-mail: afiliana@ti. id1, nila@ti. id2, andhika@staff. ananta@ti. Received : March, 2022 Accepted : April, 2022 Published : April, 2022 Abstract Traditional markets in the city of Yogyakarta offer many unique things for both locals and tourists. There has yet to be an effort to centralise information on traditional markets which highlights its characteristics, including its uniqueness. Through this study, we designed a REST API that provides a service to access information on traditional markets in the city of Yogyakarta. The information available includes class, alternative names, location, description, history, facts, facilities, uniqueness, photos, and This service can be used by governments or other parties through external applications ensuring data accuracy. We used an incremental approach made of three iterations. Each iteration consisted of needs analysis, system design. API development, and testing and evaluation. This approach provided a more focused and targeted development based on the functional needs of each iteration. Each iteration was tested both on Postman and a web application. The result of this REST API is a JavaScript Object Notation (JSON) which can be easily processed by external applications. Keywords: incremental method. Lumen. REST API, traditional market, yogyakarta Abstrak Pasar tradisional Kota Yogyakarta menawarkan banyak keunikan baik untuk warga lokal maupun Saat ini belum ada upaya untuk menyatukan informasi pada satu tempat terpusat yang menyoroti karakteristik pasar, termasuk kekhasannya. Pada studi ini, tim peneliti merancang sebuah REST API yang menyediakan servis untuk mengakses informasi pasar tradisional di Kota Yogyakarta. Informasi yang ditawarkan termasuk kelas, nama alternatif, lokasi, deskripsi, sejarah, fakta, fasilitas, kekhasan, foto, dan kios. Servis ini dapat digunakan untuk memastikan akurasi data baik oleh pemerintah maupun pihak lainnya melalui aplikasi eksternal. Proses pengembangan REST API menggunakan model incremental dengan tiga iterasi. Setiap iterasi terdiri dari analisis kebutuhan, desain sistem, pembangunan API, serta pengujian dan evaluasi. Pendekatan ini memberikan peluang untuk pengembangan yang lebih fokus dan terarah berdasarkan kebutuhan fungsional yang ditetapkan. Uji coba dilakukan pada aplikasi Postman dan sebuah aplikasi website. Hasil yang didapatkan dari API berupa format JavaScript Object Notation (JSON) yang memudahkan untuk diolah oleh aplikasi Kata Kunci: kota yogyakarta. Lumen, metode incremental, pasar tradisional. REST API PENDAHULUAN Pasar tradisional substansial bagi memiliki peran yang kehidupan masyarakat 10 | SINTECH Journal Indonesia. Lokasi pasar yang biasanya dekat dengan permukiman warga menjadikannya tempat strategis untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Menurut Tambunan . , pasar tradisional memiliki pengaruh positif bagi perekonomian masyarakat, serta banyak petani dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang bergantung pada pasar tradisional untuk memasarkan barang dagangan mereka. Pasar tradisional juga dianggap sebagai ruang budaya, dimana terdapat dinamika unik antar pedagang, serta pedagang dan pembeli yang jarang ditemukan di pusat perbelanjaan modern . Hubungan sosial dalam bentuk tawar menawar atau permintaan AuembohAy . eminta tambahan baran. menumbuhkan rasa kekeluargaan, saling menghormati, empati, kerjasama dan gotong royong yang membuat masyarakat berulang kali datang . Hal tersebut yang menjadikan beberapa pasar tradisional di Indonesia memiliki daya tarik baik bagi warga lokal maupun wisatawan. Beberapa pasar yang populer di kalangan wisatawan lokal dan mancanegara termasuk Pasar Klewer di Solo. Pasar Seni Sukowati di Bali, dan Pasar Beringharjo di Yogyakarta. Sifat pasar yang terbuka untuk umum dengan interaksi apa adanya yang terjadi di dalamnya, serta tawaran produk lokal dengan harga murah menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mencicipi serta turut berpartisipasi dalam budaya lokal. Saat ini pasar tradisional harus bersaing dengan pasar modern seperti supermarket dan platform e-commerce. Banyak orang yang menjadi enggan untuk berbelanja di pasar tradisional karena terdapat persepsi negatif seperti kurang bersih, tidak nyaman, dan kurang teratur . , . Selain itu, informasi tentang pasar seperti fasilitas, keunikan dan kios pasar terkadang susah untuk ditemukan atau tersebar di berbagai media sehingga dibutuhkan pencarian yang ekstensif. Agar dapat bersaing, beberapa upaya harus dilakukan untuk menjaga eksistensi pasar Salah satu upaya yang disarankan oleh Pramudyo . adalah menonjolkan keunikan setiap pasar sehingga dapat memberikan daya tarik untuk pembeli. Kota Yogyakarta memiliki sebanyak 30 pasar masing-masing kekhasannya sendiri. Pasar Beringharjo, misalnya, sangat diminati oleh wisatawan karena letaknya yang bersinggungan dengan Jalan Malioboro serta banyaknya barang dagangan yang menarik seperti batik . dan pernak-pernik khas Jawa lainnya. Selain itu. Herliana . juga beranggapan bahwa Pasar Beringharjo membawa nilai kultural yang signifikan serta aktivitas yang ada di dalamnya mencerminkan budaya Jawa narimo ing pandum . enerima dan tanpa penyesala. , gotong royong, ngajeni . enghargai yang lebih tu. , andap asor . endah hat. , dan menghargai satu sama lain. Pasar Klithikan memiliki barang dagangan berupa barang bekas . Pasar Pathuk terkenal dengan suguhan khas peranakan dengan tujuan melayani warga yang berlokasi di kampung pecinan . Saat ini belum ada sistem informasi terpusat yang dapat memberikan informasi tentang pasar tradisional di Kota Yogyakarta. Sistem informasi terpusat akan memberikan data yang lebih terpercaya dan komplit tentang pasar tradisional seperti deskripsi, lokasi, foto, serta keunikan pasar. Informasi tersebut berguna untuk menjaga eksistensi pasar dengan menonjolkan keunikan yang ada di setiap pasar dan memberikan informasi pasar yang Beberapa studi sudah dilakukan untuk mengumpulkan data pasar tradisional di berbagai lokasi di Indonesia ke dalam sebuah sistem terpusat. Siahaan . melakukan pemetaan pasar tradisional yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi memudahkan masyarakat dalam mencari lokasi pasar tradisional dan hari aktif pasar. Sutejo . menggunakan Unified Modeling Language (UML) sebagai dasar pembuatan sistem informasi pasar tradisional yang menampilkan informasi lokasi pasar. Terdapat juga sistem informasi persebaran pasar tradisional di wilayah Denpasar menggunakan framework YII yang dianggap memiliki keunggulan dalam hal . Penelitian menampilkan data utama pasar seperti deskripsi, jumlah kios, jumlah pedagang, alamat, koordinat, omset pasar, foto, dan kategori pasar . Sementara itu. Nuryohandi, . melakukan pemetaan pasar tradisional di daerah Kota Cilacap dalam bentuk sistem informasi geografis dimana informasi yang ditampilkan termasuk peta pasar dan pelapak, serta fasilitas yang tersedia. Dari beberapa penelitian tersebut, hanya data utama dan fasilitas pasar yang disajikan sedangkan penonjolan kekhasan pasar, dan kios-kios yang populer belum dipertimbangkan untuk disajikan dalam sistem. SINTECH Journal | 11 Penyediaan informasi di bidang pariwisata melalui web service bukan hal yang baru. Lopes, dkk. menyediakan web service yang mengandung informasi point of interests (POI. dari kawasan warisan dunia Douro di Portugal. API dibangun menggunakan Flask dengan tujuan untuk dapat dipakai dengan mudah oleh pihak ketiga atau aplikasi front end, serta dapat membantu menciptakan produk yang lebih terintegrasi yang berpusat pada wilayah yang dipromosikan . Pereira, dkk. membahas tentang CitySDK Tourism API yang memberikan informasi POIs, acara, serta rencana perjalanan pada lima negara di Eropa (Amsterdam. Helsinki. Lamia. Lisbon, dan Rom. yang dapat dipakai oleh pemerintah kota atau nasional dan juga pihak swasta atau publik lainnya. API tersebut dipercaya memberikan manfaat yang cukup besar untuk pengembang aplikasi karena membantu untuk mengurangi biaya dan kompleksitas . Dari kedua kasus tersebut, terlihat pentingnya informasi yang bersifat terbuka, terutama di bidang pariwisata. Saat ini, servis terbuka untuk informasi pasar tradisional di Kota Yogyakarta belum tersedia, sehingga terdapat peluang yang akan dijadikan fokus dari penelitian ini. Pada penelitian ini dirancang sebuah Representational (REST) Application Programming Interface (API) yang menyediakan data pasar tradisional Kota Yogyakarta termasuk alamat, deskripsi, sejarah, dan kelas pasar. Selain itu, disediakan juga informasi khas, kios terkenal, fasilitas, serta foto pasar. REST API menggunakan arsitektur REST yang memanfaatkan protokol HTTP dalam komunikasi antar data . Penggunaan REST API memiliki banyak keunggulan termasuk kecepatan, skalabilitas, serta memungkinkan data diakses dari berbagai platform, atau multiplatform . Fleksibilitas ini berguna agar data dapat diakses dari berbagai platform, misalnya dari browser di desktop maupun pada Mengingat posisi kota Yogyakarta sebagai destinasi wisata dan pentingnya akurasi serta konsistensi informasi, maka penyediaan REST API untuk data pasar tradisional Kota Yogyakarta menjadi solusi yang tepat. REST API memungkinkan pihak dan platform lain untuk mengakses informasi tersebut secara mudah. Pengembangan sistem menggunakan Lumen, yaitu microframework PHP yang masih memiliki hubungan dengan framework Laravel. Laravel 12 | SINTECH Journal dipopulerkan oleh Taylor Otwell dan merupakan framework yang dipakai untuk mengembangkan aplikasi berbasis web dengan arsitektur Model-View-Controller (MVC) . Lumen memiliki fitur yang dikhususkan untuk pengembangan API . sehingga cocok untuk kebutuhan pada studi ini. Metode pengembangan yang dipakai adalah model incremental. Model ini berbasis model waterfall namun dilakukan secara berulang kali. Setiap putaran iterasi akan menghasilkan sistem dengan fungsionalitas tertentu dan fungsionalitas akan ditambahkan pada iterasi berikutnya hingga selesai . Kelebihan dari model ini termasuk berkurangnya resiko kegagalan karena sistem dibagi menjadi beberapa tahapan pengembangan, mudah untuk dilakukan revisi, dan cocok digunakan untuk proyek dengan resiko rendah hingga medium . Secara umum terdapat empat tahapan pada setiap iterasi yaitu analisis kebutuhan, perancangan, implementasi dan evaluasi . METODE PENELITIAN Metode penelitian mengikuti alur yang ada pada Gambar 1. Penelitian dimulai dengan studi literatur dan identifikasi masalah yang sudah dibahas pada bagian Pendahuluan. Selanjutnya dilakukan survei data pasar. Tahapan ini merupakan tahapan yang cukup krusial karena keakuratan data harus terjaga. Untuk itu, tim peneliti mendapatkan bantuan dari Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta selaku dinas yang bertanggung jawab atas pasar-pasar di kota Yogyakarta. Pada tahapan ini dilakukan kunjungan secara langsung dimana pihak dinas memfasilitasi tim peneliti dengan buku profil pasar yang berisi data utama pasar seperti deskripsi, sejarah, alamat dan fasilitas. Buku profil tersebut merupakan luaran resmi dari Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta. Data terkait dengan kekhasan pasar dan kios terkenal pasar memiliki sifat subjektif sehingga dilakukan survei untuk mengumpulkan data demografis yaitu jenis kelamin dan umur, serta barang dan kios langganan yang terkenal di pasar sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan responden. Survei dilakukan oleh 122 responden. Sebanyak 103 perempuan dan 19 laki-laki mengikuti survei tersebut. Terdapat 5% responden di jenjang umur 46-60 tahun dan 30. 3% pada 31-45 tahun. Sisanya berada pada jenjang umur 17-30 tahun dan lebih dari 60 tahun. Pembersihan data dilakukan pada hasil survei terutama pada keterangan kios langganan atau terkenal dan barang khas pasar. Hal tersebut pengelompokkan data untuk beberapa kios atau barang khas yang memiliki arti yang sama. Selain data survei, tim peneliti juga melakukan observasi langsung ke pasar, terutama pada Pasar Beringharjo yang memiliki lokasi yang sama dengan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta. Dengan bantuan pegawai dinas, dilakukan survei lapangan terutama untuk data foto pasar. Foto pasar yang berkaitan dengan sejarah . asa lampa. didapatkan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta. data pasar dari sebuah basis data. Selanjutnya servis API dapat dipakai oleh beberapa platform seperti aplikasi web atau pun mobile. Aplikasi tidak mengakses basis data secara langsung, melainkan melalui servis API yang Gambar 2. Arsitektur Sistem Tujuan menyediakan informasi pasar di kota Yogyakarta. Terlihat dari arsitektur sistem bahwa aplikasi akan dibuat dengan membuat servis yang dapat diakses dari mana saja. Dalam Lumen terdapat mekanisme untuk melindungi konten dari akses yang tidak diotorisasi, dalam hal ini disebut dengan Cross Origin Resource Sharing (CORS). Untuk itu pada arsitektur kode perlu mengizinkan akses lintas domain, seperti yang tertera pada Gambar 3. Dalam kode, middleware dan routing bekerja untuk menangani request dari aplikasi pengguna. Secara khusus, middleware akan bekerja untuk mengizinkan akses ke URL tertentu dalam Gambar 3. Arsitektur Kode Penelitian Gambar 1. Alur Penelitian Secara garis besar, arsitektur sistem terlihat pada Gambar 2 dimana REST API mengambil Ketika request sudah dizinkan maka akan menuju fungsi pada controller. File yang berhubungan denga controller berada dalam folder app/HTTP/Controllers. Khusus dalam aplikasi ini tidak menggunakan model, karena controller ini akan berfungsi untuk mengambil data dari database dan mengirimkan hasilnya berupa format JavaScript Object Notation (JSON). Dalam melakukan query. Laravel sudah menyediakan framework untuk melakukan query ke dalam database sehingga proses pengkodean menjadi lebih mudah. Ketiadaan class model dikarenakan data yang akan SINTECH Journal | 13 ditampilkan atau dikirimkan ke depan tidak selalu sama serta adanya kemungkinan kebutuhan yang dapat berubah. Berikutnya, berdasarkan data yang sudah dikumpulkan, peneliti melakukan tahapan identifikasi fungsi pada API. Use case diagram (UCD) membantu dalam mengidentifikasi fungsi-fungsi yang akan ada pada sistem . Hal ini membantu dalam perencanaan iterasi yang akan dilakukan pada tahapan selanjutnya. Gambar 4 menunjukkan beberapa fungsi utama pengembangan, termasuk melihat keterangan pasar . eberapa fakta menarik tentang pasa. , deskripsi pasar, sejarah pasar, data utama pasar . okasi, nama, dan kelas pasa. , khas pasar, dan kios pasar. Fungsi-fungsi tersebut menjadi basis pengerjaan REST API. Metode incremental menjadi pilihan pada penelitian ini dengan mempertimbangkan mengakomodasi perubahan, mempermudah proses pengujian karena pengembangan dibagi menjadi beberapa iterasi kecil, dan jika ada masalah maka dapat teridentifikasi lebih awal . , . Proses pembuatan back-end REST API dilakukan dalam tiga iterasi incremental. Setiap iterasi berkaitan dengan fungsi dan data Iterasi pertama secara khusus berkonsentrasi pada data utama pasar yaitu nama, nama alternatif, lokasi . lamat lengkap, kodepos, kecamatan, serta longitude dan latitude pasa. , kelas . erdapat lima kelas pasar di Kota Yogyakarta yaitu 1-. , jumlah pedagang, dan Instagram pasar . ika ad. Data tersebut diambil dari buku profil pasar. Khusus untuk nama alternatif pasar, data juga diambil dari hasil survei. Iterasi kedua akan fokus pada data deskripsi, sejarah, foto dan keterangan pasar yang diambil dari buku profil dan hasil survei Iterasi terakhir berfokus pada data fasilitas, kios, dan khas pasar yang diambil dari buku profil, hasil observasi lapangan, dan Setiap iterasi meliputi analisis kebutuhan, desain sistem, pembangunan API, dan pengujian dan evaluasi API. Tahapan analisis kebutuhan akan menghasilkan kebutuhan fungsional di setiap incremental . serta daftar endpoint API yang berkaitan. Selanjutnya pada tahapan desain dibuat class diagram yang berguna untuk melihat relasi antar kelas yang 14 | SINTECH Journal ada pada sistem . Pada tahapan ini dibutuhkan juga Entity Relationship Diagram (ERD) yang akan menjadi landasan desain basis Pada tahapan pembangunan API akan direalisasikan endpoint yang sudah ditetapkan pada tahapan sebelumnya dengan Lumen. Tahapan ini akan menghasilkan dokumentasi API. Dokumentasi API ini yang akan berguna untuk pihak ketiga yang nantinya akan memanfaatkan servis ini. Tahapan terakhir adalah pengujian dan evaluasi yang akan dilakukan melalui dua cara utama. Yang pertama adalah menggunakan Postman yang akan membantu untuk melihat apakah API bekerja dan menghasilkan data seperti ketentuan pada kebutuhan fungsional. Yang kedua, pengujian dan evaluasi dilakukan dengan memanggil API melalui aplikasi web. Apabila pada tahapan pengujian dan evaluasi menjawab kebutuhan fungsional yang sudah ditetapkan, maka proses dapat berlanjut ke iterasi selanjutnya. Jika ada informasi yang kurang atau pada saat iterasi berlangsung terdapat tambahan kebutuhan, maka dapat ditambahkan pada iterasi berikutnya. Gambar 4. Use Case Diagram HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Iterasi Pertama Fungsi yang akan menjadi fokus pada fase pertama adalah data utama pasar. Hal ini meliputi beberapa hal seperti nama, nama alternatif, lokasi . lamat, kodepos, kecamatan, serta longitude dan latitud. , kelas, jumlah pedagang, dan Instagram pasar . ika ad. Secara keseluruhan kebutuhan fungsional disimpulkan pada Tabel 1. Pada tabel ini juga API dikembangkan. Beberapa kebutuhan fungsional dapat dijadikan pada satu endpoint saja sehingga koneksi ke API tidak perlu berulang Tabel 1. Kebutuhan Fungsional Iterasi I No. Kebutuhan Fungsional Endpoint API Nama pasar Nama alternatif Longitude dan latitude pasar Lokasi pasar Kelas pasar Jumlah pedagang Instagram pasar /getdesc/. /getlonlan /getdesc/. Class diagram terlihat pada Gambar 5, sedangkan Entity Relationship Diagram (ERD) Iterasi I juga dirancang untuk basis data pasar (Gambar . Gambar 5. Class Diagram Iterasi I Pasar Sentul Pasar Legi Kotagede Pasar Serangan Pasar Klithikan Pakuncen Pasar Pathuk Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta Pasar Ngasem Pasar Terban Pasar Legi Patangpuluhan Pasar Lempuyangan Pasar Ciptomulyo Pasar Prawirotaman Pasar Pingit Pasar Gading Pasar Talok Gendeng Pasar Sepeda Tunjungsari Pasar Telo Karangakajen Pasar Karangwaru Pasar Gedongkuning Pasar Senen Pasar Pujokusuman Pasar Sanggrahan Baciro Pasar Kluwih Ngadikusuman Pasar Ledok Gondomanan Pasar Pace Pasar Suryobrantan Proses pengembangan API menggunakan Lumen berdasarkan rancangan yang sudah Hasil dari proses pengembangan berupa dokumentasi API. Terdapat dua endpoint pada fase pertama ini. Endpoint pertama digunakan untuk mengambil longitude dan latitude dari lokasi pasar (Error! Reference source not Hal ini digunakan apabila ingin melakukan pinpoint pada peta. Endpoint kedua berfokus pada pengambilan data utama pasar meliputi nama, kelas, alamat, kecamatan, kodepos, dan akun Instagram (Error! Reference source not found. Tabel 2 menunjukkan ID dari setiap pasar. Tabel 3. Dokumentasi API Endpoint 1. Gambar 6. ERD Iterasi I Tabel 2. ID Pasar ID Pasar Nama Pasar Pasar Beringharjo Pasar Giwangan Pasar Kranggan Pasar Demangan HTTP Request GET http://sipasar-api. info/api/public/pasar/getl Deskripsi Mengambil longitude dan latitude dari pasar. Digunakan agar dapat melakukan pinpoint pada peta. HTTP Response SINTECH Journal | 15 id_pasar nama_pas ID pasar Nama pasar Garis bujur latitude Garis bujur longitude Tabel 4. Dokumentasi API Endpoint 1. HTTP Request GET http://sipasar-api. info/api/public/pasar/g etdesc/. Deskripsi Mengambil data utama pasar, . diisi dengan ID pasar yang ingin diambil HTTP Response id_pasar ID pasar nama_pasa Nama pasar kelas_pasar Kelas pasar . ecara keseluruhan terdapat lima kelas pasar di Kota Yogyakarta 1-. alamat_pas Alamat lengkap pasar Kecamatan pasar _pasar Kodepos pasar Akun Instagram dari pasar Setelah endpoint dikembangkan, langkah selanjutnya adalah melakukan testing. Testing pertama dilakukan menggunakan aplikasi Postman. Untuk menggunakan Postman, metode HTTP harus dipilih terlebih dahulu. Pada kasus penelitian ini metode GET yang akan dipakai. Selanjutnya. URL API akan dimasukkan dan tombol AuSendAy ditekan untuk melakukan pengujian. Jika berhasil maka pada bagian Body akan muncul status HTTP Status 200 OK akan muncul apabila Hasil response dalam bentuk JSON juga akan muncul. Gambar 7 dan Gambar 8 menunjukkan hasil coba untuk endpoint 1. Keduanya menunjukkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan dengan format JSON yang akan memudahkan aplikasi untuk mengolah data tersebut. Pengujian kedua adalah mencoba API pada aplikasi berbasis web. Aplikasi tersebut dirancang untuk menampilkan data yang didapatkan dari API. Endpoint 1. 1 secara khusus dirancang untuk menampilkan longitude dan latitude dari pasar agar dapat dipetakan dalam sebuah peta digital seperti yang tertera pada Gambar 9. Peta pada aplikasi web tersebut merupakan peta open source OpenStreetMap. Setiap poin yang ada dapat dilakukan hover untuk mendapatkan nama pasarnya. Pengujian juga dilakukan pada endpoint 1. dengan menampilkan data utama pasar pada setiap titik pasar pada peta. Hasil yang didapatkan sesuai dengan ketentuan seperti terlihat pada Gambar 10. Salah satu evaluasi untuk iterasi ini terdapat pada pinpoint pasar yang kurang akurat dengan pasar yang ingin Hal ini dapat diperbaiki pada iterasi Gambar 7. Uji Coba Endpoint 1. 1 pada Postman 16 | SINTECH Journal Gambar 8. Uji Coba Endpoint 1. 2 pada Postman Foto pasar Keterangan pasar Gambar 11 menunjukkan class diagram dan Gambar 12 memperlihatkan ERD yang sudah dimodifikasi untuk mendukung kebutuhan Gambar 9. Uji Coba Aplikasi Web Endpoint 1. Pengembangan Fase dokumentasi API seperti yang terlihat pada Tabel 6. Endpoint ini akan mengambil data pasar sesuai dengan ID pasar yang disertakan pada URL. ID pasar merujuk pada Tabel 2. Gambar 10. Uji Coba Aplikasi Web Endpoint 1. 2 Iterasi Kedua Sama seperti iterasi pertama, pada iterasi kedua proses dilakukan dari awal. Dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan fungsional yang dirangkum pada Tabel 5. Semua kebutuhan fungsional dapat dijawab dengan satu endpoint. Gambar 11. Class Diagram Iterasi II Tabel 5. Kebutuhan Fungsional Iterasi II No. Kebutuhan Fungsional Deskripsi pasar Sejarah pasar Endpoint API /detail/getone/. Gambar 12. ERD Iterasi II SINTECH Journal | 17 Selanjutnya dilakukan pengujian pertama melalui aplikasi Postman dengan memasukkan URL dan ID pasar. Hasil pada JSON kebutuhan fungsional yang diharapkan (Gambar . API juga diuji pada aplikasi web yang menampilkan pinpoint pasar yang dipilh pada peta di halaman detail pasar (Gambar 14 dan Gambar . Pada halaman yang sama terlihat juga deskripsi dan sejarah pasar beserta foto pasar. Foto pasar dibagi menjadi dua yaitu foto sejarah yang berada di bagian sejarah dan foto galeri berada di bawah halaman tersebut. Tabel 6. Dokumentasi API Endpoint 2. HTTP Request GET http://sipasar-api. info/api/public/pasar/det ail/getone/. Deskripsi Mengambil data detail pasar, . diisi dengan ID pasar yang ingin diambil HTTP Response id_pasar ID pasar nama_pa Nama pasar Kelas pasar . ecara keseluruhan _pasar terdapat lima kelas pasar di Kota Yogyakarta 1-. sejarah_p Alamat lengkap pasar Garis bujur latitude longitude Garis bujur longitude Foto dari pasar yang bersangkutan Foto sejarah dari pasar yang 3 Iterasi Ketiga Kebutuhan fungsional untuk iterasi ketiga tertera pada Tabel 7. Untuk kebutuhan, fasilitas, dan khas pasar dijadikan satu pada endpoint yang sudah dibentuk pada fase Hal ini dikarenakan masih berhubungan dengan data detail pasar yang Selain itu, dengan menggunakan endpoint yang sama menghindari koneksi berulang kali pada API. Untuk kios pasar dibuat sebuah endpoint baru yang akan mengambil semua kios yang ada pada database. Tabel 7. Kebutuhan Fungsional Fase i No. Kebutuhan Fungsional Fasilitas pasar Khas pasar Kios pasar Semua kios pasar Endpoint API /detail/getone/. /getpasarkios Tahapan selanjutnya adalah melakukan pembaharuan pada class diagram (Gambar . dan ERD untuk mendukung kebutuhan fungsional yang sudah ditetapkan. Hal ini berhubungan dengan fasilitas, khas, dan kios ERD untuk fase ketiga dapat dilihat pada Gambar 17. Gambar 13. Uji Coba Endpoint 2. 1 pada Postman Hasil pengujian menunjukkan API sudah menjawab kebutuhan serta dapat berjalan dengan lancar pada aplikasi Postman dan web. 18 | SINTECH Journal Gambar 17. ERD Iterasi i Tabel 8 menunjukkan dokumentasi API pada iterasi ini untuk menjawab kebutuhan fungsional nomor 1-3. Dokumentasi tersebut merupakan modifikasi dari dokumentasi pada iterasi sebelumnya Tabel 6. Perbedaannya terletak pada tambahan fasilitas, khas . tau ta. yang berhubungan pada pasar tersebut, serta kios-kios ternama yang ada pada pasar. Gambar 14. Uji Coba Aplikasi Web Endpoint 2. 1: Pinpoint. Deskripsi. Keterangan. Sejarah, dan Foto Sejarah Gambar 15. Uji Coba Aplikasi Web Endpoint 2. 1: Foto Pasar Gambar 16. Class Diagram Iterasi i SINTECH Journal | 19 Tabel 9. Dokumentasi API Endpoint 3. HTTP Request GET http://sipasar-api. info/api/public/pasar/ge Deskripsi Mengambil data detail semua kios pasar Gambar 17. ERD Iterasi i Tabel 8. Dokumentasi API Endpoint 3. HTTP Request GET http://sipasar-api. info/api/public/pasar/det ail/getone/. Deskripsi Mengambil data detail pasar, . diisi dengan ID pasar yang ingin diambil HTTP Response id_pasar ID pasar nama_pa Nama pasar Kelas pasar . ecara keseluruhan _pasar terdapat lima kelas pasar di Kota Yogyakarta 1-. sejarah_p Alamat lengkap pasar Garis bujur latitude longitude Garis bujur longitude Foto dari pasar yang bersangkutan Foto sejarah dari pasar yang keteranga Beberapa fakta menarik dari pasar Merupakan kekhasan atau kata kunci yang berhubungan dengan Fasilitas yang ada pada pasar Semua kios yang ada pada pasar 20 | SINTECH Journal HTTP Response id_pasar_ki ID kios nama_kios Nama kios lokasi_kios Lokasi kios pada pasar Nama gedung tempat kios Lantai tempat kios berada kode_svg Secara default setiap kios diberi kode SVG yang dapat digunakan untuk memetakan kios pada denah digital Sumber didapatkan informasi kios tersebut id_pasar ID pasar yang berhubungan dengan kios id_pasar_la ID lantai pasar yang berhubungan dengan kios nama_pasa Nama pasar yang berhubungan dengan kios foto_kios Foto utama kios Selain itu, terdapat juga endpoint 3. 2 seperti yang tertera pada Tabel 9, dimana endpoint ini akan mengambil semua kios yang ada. Tujuan dari endpoint ini adalah untuk kebutuhan denah pasar. Untuk itu, informasi kios lebih lengkap seperti adanya tambahan informasi gedung, lantai, foto, dan kode_svg yang bisa digunakan untuk memetakan kios pada sebuah denah digital berbasis Scalable Vector Graphics (SVG). Gambar 18. Uji Coba Endpoint 3. 1 pada Postman Gambar 19. Uji Coba Endpoint 3. 1 pada Aplikasi Web Pengujian endpoint 3. 1 pada Postman mendapatkan hasil yang sesuai dalam format JSON (Gambar . Gambar 19 menunjukkan hasil pada aplikasi web untuk pengujian Gambar 20. Uji Coba Endpoint 3. 2 pada Postman Gambar 21. Uji Coba Endpoint 3. 2 pada Aplikasi Web: Denah Pasar Digital Gambar 22. Uji Coba Endpoint 3. 2 pada Aplikasi Web: Keterangan dan Foto Kios Pasar Pengujian untuk endpoint 3. 2 juga dilakukan pada Postman (Gambar . Pada aplikasi web dibuat sebuah peta digital berbasis SVG (Gambar . untuk menguji posisi kios pada Pada denah tersebut dipetakan kode_svg untuk masing-masing kios. Bagian denah dengan pemetaan kode_svg dapat diklik untuk menghasilkan Gambar 22. Pengujian pada iterasi terakhir ini menunjukkan hasil yang KESIMPULAN Pada penelitian ini dikembangkan sebuah web servis REST API untuk data pasar tradisional Kota Yogyakarta. Hal permasalahan dimana saat ini belum ada API yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi tersebut yang dapat digunakan baik untuk pihak pemerintah Kota Yogyakarta atau pun servis umum lainnya. Keberadaan API ini berguna agar informasi tentang pasar tradisional di Kota Yogyakarta akurat dan konsisten meskipun diakses dari berbagai API dikembangkan menggunakan arsitektur REST yang menggunakan protokol HTTP dan metode incremental dimana setiap iterasi menghasil sebuah versi API yang sudah dapat digunakan. Metode ini efektif karena dapat memecah kebutuhan fungsional menjadi pengembangan menjadi lebih fokus. Evaluasi dan perbaikan juga lebih cepat untuk diidentifikasi dan dapat diselesaikan pada iterasi selanjutnya tanpa menunda penggunaan API. REST API yang ada saat ini masih terbatas pada metode GET saja. Saran untuk studi selanjutnya adalah menyediakan servis untuk melengkapi atau memperbaharui data pasar berwewenang untuk menambahkan informasi Hal ini memastikan informasi pasar tradisional Kota Yogyakarta tetap akurat dan PERNYATAAN PENGHARGAAN Tim peneliti mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang sudah membantu dalam proses penelitian ini. Secara khusus ucapan terima kasih disampaikan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Yogyakarta. Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian SINTECH Journal | 21 hibah BAPPEDA Kota Yogyakarta Tahun 2021 dengan nomor kontrak 05/SPK-UKDWPTSDW/Litbang/i/2021. DAFTAR PUSTAKA