Journal for Quality in Women's Health | Vol. 2 No. 1 March 2019 | pp. 1 Ae 6 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 7-12 Bulan di Desa Payaman Husnul Muthoharoh1. Eka Sarofah Ningsih1 Program Studi Diploma i Kebidanan Universitas Islam Lamongan Corresponding author: Husnul Muthoharoh . muth@gmail. Received 29 November 2018. Accepted 7 January 2019. Published 10 March 2019 ABSTRAK ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupan bayi tanpa diberikan makanan atau minuman tambahan lainnya. Perilaku ibu dalam memberikan ASI kepada bayinya dapat dipengaruhi oleh faktor pendorong, salah satunya adalah dukungan yang diberikan oleh keluarga, suami dan orang tua. Mereka adalah orang terdekat yang dapat mempengaruhi ibu untuk tetap menyusui secara eksklusif atau malah memberikan makanan atau minuman tambahan kepada Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Payaman. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dan pengambilan sampel dengan cara total sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 43 orang ibu yang mempunyai bayi berumur 712 bulan di Desa Payaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan di desa Payaman. Hal ini diperoleh dari uji statistik menggunakan uji chi square didapatkan p value=0,011<0,. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan di Desa Payaman. Kata Kunci: Dukungan keluarga. ASI. ASI eksklusif Copyright A 2019 STIKes Surya Mitra Husada All rights reserved. This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan atau minuman apapun yang diberikan selama 6 bulan. Pemberian ASI eksklusif secara ilmiah dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dan memang dipersiapkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Meskipun jumlah orang tua yang telah menyadari pentingnya memberikan ASI kepada bayi semakin meningkat, tetapi berbagai kendala masih ditemukan di masyarakat. Salah satunya adalah ketidakberhasilan ibu menyusui anaknya sampai 6 bulan. Hal ini disebabkan karena banyak ibu yang belum memahami sepenuhnya cara menyusui yang benar termasuk cara memberikan ASI terutama ketika ibu harus Penyebab lain yang sering terjadi adalah ibu kurang percaya diri bahwa ASI yang dimilikinya Website: http://jurnal. id/jqwh | Email: jqwh@strada. Husnul Muthoharoh, et. al | Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keberhasilan Pemberian ASI EksklusifA. cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayinya sehingga tidak sedikit ibu yang memberikan susu formula sebagai tambahan untuk mencukupi kebutuhan bayi (Roesli, 2. Dukungan kepada ibu menjadi satu faktor penting yang juga mempengaruhi ibu dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Seorang ibu yang mempunyai pikiran positif tentu saja akan senang melihat bayinya, sehingga muncul rasa kasih sayang, terlebih bila sudah mencium dan menimang si buah hati. Semua itu terjadi bila ibu dalam keadaan tenang. Keadaan tenang ini didapat oleh ibu jika adanya dukungan-dukungan dari lingkungan sekitar ibu untuk memberikan ASI kepada Karena itu, ibu memerlukan dukungan yang kuat agar dapat memberikan ASI eksklusif (Rohani, 2. Salah satu tujuan Peraturan Pemerintah No 33 Tahun 2012 tentang pemberian ASI eksklusif adalah untuk meningkatkan peran dan dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah terhadap pemberian ASI ekkslusif. Dukungan keluarga, terutama suami dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan menyusui, sebab dukungan suami akan menimbulkan rasa nyaman pada ibu sehingga akan mempengaruhi produksi ASI serta meningkatkan semangat dan rasa nyaman dalam menyusui (Adiningsih, 2. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan pelaksanaan IMD dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 7-12 bulan di Desa Payaman. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik. Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Penelitian ini dilaksanakan di lima dusun desa Payaman, puskesmas Payaman, dan BPM Handayani Payaman. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 43 ibu yang memiliki bayi umur 7-12 bulan. Pengumpuoan data menggunakan alat bantu kuesioner tertutup dan analisis data menggunakan uji Chi-square. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik responden Usia . Status Pekerjaan Tingkat Pendidikan Kategori O27 >27 Bekerja Tidak bekerja SMP SMA Karakteristik responden berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa responden paling banyak ada pada kelompok umur >27 tahun yaitu sebanyak 24 orang . ,8%) dan paling sedikit ada pada kelompok umur O27 tahun yaitu sebanyak 19 orang . ,2%). Umur lebih dari 35 tahun dianggap berbahaya, sebab baik alat reproduksi maupun fisik ibu sudah jauh berkurang dan menurun, selain itu bisa terjadi resiko bawaan pada bayinya dan juga dapat meningkatkan kesulitan pada kehamilan, persalinan, dan nifas (Arini, 2. Usia ibu yang dewasa lebih mengerti tentang produksi dan kebutuhan ASI bagi bayinya (Proferawati, 2. Karakteristik pekerjaan responden . yang bekerja sebanyak 26 orang . ,5%) dan yang tidak bekerja sebanyak 17 orang . ,5%). Pekerjaan merupakan suatu kegiatan atau aktivitas seseorang untuk memperoeh penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidupnya (Notoadmodjo, 2. Menurut Indrawati dan Aenti . , bekerja menuntut ibu untuk meninggalkan bayinya dalam Journal for Quality in Women's Health Husnul Muthoharoh, et. al | Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keberhasilan Pemberian ASI EksklusifA. jangka waktu yang cukup lama setiap harinya, lama waktu pisah dengan bayi memiliki pengaruh terhadap kelangsungan dalam pemberian ASI eksklusif. Karakteristik pendidikan responden . paling banyak terdapat pada pendidikan SMA yaitu sebanyak 24 orang . ,8%) dan paling sedikit terdapat pada pendidikan PT yaitu sebanyak 4 orang . ,3%). Tingkat pendidikan ibu yang rendah mengakibatkan kurangnya pengetahuan ibu dalam menghadapi masalah,terutama dalam pemberian ASI eksklusif. Pengetahuan ini diperoleh baik secara formal maupun informal. Sedangkan ibu-ibu yang mempunyai tingkat pendidikan yang lebih tinggi, umumnya terbuka menerima perubahan atau hal-hal guna pemeliharaan kesehatanya. Pendidikan juga akan membuat seseorang terdorong untuk ingin tahu mencari pengalaman sehingga informasi yang diterima akan menjadi pengetahuan. Pendidikan diperkirakan ada kaitannya dengan pengetahuan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif, hal ini dihubungkan dengan tingkat pengetahuan ibu bahwa seseorang yang berpendidikan lebih tinggi akan mempunyai pengetahuan yang lebih luas dibandingkan dengan tingkat pendidikan yang rendah (Arini, 2. Pada ibu dengan pendidikan tinggi akan lebih baik penerimaannya terhadap ASI eksklusif dan IMD, sehingga ibu berupaya untuk mempraktikkannya (Fikawati dan Syafiq, 2. Dukungan Keluarga Dalam Pemberian ASI Eksklusif Dukungan keluarga dalam pemberian ASI eksklusif digolongkan dua kategori yaitu mendukung dan tidak mendukung. Distribusi frekuensi dukungan keluarga dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 2. Distribusi Frekuensi Dukungan Keluarga Dalam Pemberian ASI Eksklusif Di Desa Payaman Dukungan Keluarga Frekuensi Prosentase (%) Mendukung Kurang mendukung Jumlah Dari tabel 2 diketahui bahwa sebagian besar responden sebanyak 29 orang . ,4%) mendapat dukungan keluarga dalam pemberian ASI eksklusif dan responden yang kurang mendapatkan dukungan keluarga sebesar 14 orang . ,6%). Pemberian ASI eksklusif Tabel 3. Distribusi Frekuensi Pemberian ASI Eksklusif Pemberian ASI eksklusif Frekuensi Prosentase (%) Tidak Jumlah Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa sebagian besar responden memberikan ASI secara eksklusif sebanyak 27 orang . ,8%) dan yang tidak memberikan ASI eksklusif sebanyak 16 orang . ,2%). Pengalaman keluarga, teman-teman, atau lingkungan sekitar yang telah menyusui dapat membantu penerimaan ibu untuk dapat menyusui. Dukungan suami menjadi dukungan paling penting yang dibutuhkan ibu untuk menyusui (Schanler, 2. Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Pemberian ASI Eksklusif Hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu setelah dilakukan uji statistik dapat dilihat pada Tabel 15. Journal for Quality in Women's Health Husnul Muthoharoh, et. al | Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keberhasilan Pemberian ASI EksklusifA. Tabel 4. Tabel Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Desa Payaman Dukungan Keluarga Mendukung (>. Tidak mendukung (O. Total Pemberian ASI eksklusif Tidak Oc Oc Total Oc P value 0,011 Tabel 4 menunjukkan bahwa responden yang mendapatkan dukungan dari keluarga dan memberikan ASI secara eksklusif sebanyak 22 orang . ,9%) sedangkan responden yang mendapatkan dukungan dari keluarga tetapi tidak memberikan ASI secara eksklusif sebanyak 7 orang . ,1%). Responden yang tidak mendapatkan dukungan dari keluarga dan memberikan ASI secara eksklusif sebanyak 5 orang . ,7%) sedangkan responden yang tidak mendapat dukungan dari keluarganya dan tidak memberikan ASI secara eksklusif sebanyak 9 orang . ,3%). Berdasarkan uji statistik Chi Square antara variabel dukungan keluarga dan pemberian ASI eksklusif diperoleh nilai p value 0,011 . <0,. , yang artinya terdapat hubungan yang antara ibu yang mendapatkan dukungan dari keluarga dengan pemberian ASI eksklusif di desa Payaman. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat dari grafik di bawah ini: Hasil Uji Hubungan Dukungan Keluarga dengan Pemberian ASI Eksklusif Frekuensi (%) AS I Eksklusif Tidak AS I Eksklusif Mendukung Tidak Mendukung Dukungan Keluarga Gambar 1. Hasil Uji Hubungan Dukungan Keluarga dengan Pemberian ASI Eksklusif Dukungan merupakan pemberian dorongan atau pengorbanan, semangat dan nasihat kepada orang lain dalam satu situasi pembuatan keputusan. Dukungan keluarga diartikan sebagai sebuah sistem pendukung bagi anggotanya dengan selalu siap memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan (Anonim, 2. Dukungan keluarga bisa diperoleh dari keluarga internal seperti suami, saudara kandung atau bisa juga diperoleh dari luarkeluarga inti. Dukungan dalam pemberian ASI eksklusif diartikan sebagai sikap, tindakan dan penerimaan yang mendorong ibu untuk memberikan ASI secara ekslusif. Hasil analisis yang menunjukkan tingginya dukungan keluarga terhadap pemberian ASI secara eksklusif diartikan sebagai suatu penerimaan dan dorongan kepada ibu menyusui baik dari suami ataupun lingkungan keluarga sekeliling untuk memberikan ASI secara Baiknya dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh banyak Rahmat . menyebutkan faktor Dukungan Keluarga yang mempengaruhi dukungan diantaranya adalah pengalaman, motivasi dan kepribadian. Pengalaman berkaitan dengan sesuatu yang pernah dialami. Keluarga yang anggotanya sudah ada yang pernah memberikan ASI eksklusif akan mempunyai pengalaman yang lebih baik sehingga akan memberikan dorongan yang lebih baik. Journal for Quality in Women's Health Husnul Muthoharoh, et. al | Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keberhasilan Pemberian ASI EksklusifA. Motivasi berkaitan dengan harapan yang ingin dicapai ketika bayi diberikan ASI secara Dorongan tersebut diantaranya adalah tercapainya derajat kesehatan anak. Sedangkan kepribadian berhubungan dengan hubungan kasih sayang personal keluarga terhadap ibu dan bayi, sehingga akan selalu memberikan dukungan segala tindakan yang positif termasuk juga dalam pemberian ASI secara eksklusif. Bentuk dukungan yang diberikan keluarga bisa dalam bentuk dukungan moril maupun Hal ini sejalan dengan Taylor . yang menyebutkan bentuk-bentuk dukungan yang dapat diberikan diantaranya yaitu dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan emosional, dukungan pada harga diri dan dukungan dari kelompok sosial. Dukungan instrumental berupa dukungan dalam bentuk penyediaan materi, dukungan informasional berupa dukungan melalui pemberian informasi yang bermanfaat. Dukungan emosional berkaitan dengan penciptaan suasana nyaman, dukungan pada harga diri berkaitan dengan pemberian penghargaan kepada ibu yang telah rela memberikan ASI secara eksklusif. Dukungan dari kelompok sosial berupa dorongan anggota kelompok yang mempunyai kesamaan situasi sehingga ibu akan merasa mempunyai teman. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Sebagian besar responden sebanyak 29 orang . ,4%) mendapat dukungan keluarga dalam pemberian ASI eksklusif dan responden yang kurang mendapatkan dukungan keluarga sebesar 14 orang . ,6%). Pemberian ASI eksklusif di Desa Payaman yaitu sebesar 62,8 %. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Desa Payaman . value 0,011<0,. Saran Bagi para ibu dan calon ibu, diharapkan mengikuti pendidikan antenatal sehingga termotivasi untuk memberikan ASI eksklusif demi kesehatan ibu dan bayi. Bagi instansi kesehatan, diharapkan memberikan penyuluhan tentang pentingnya memberikan ASI eksklusif secara adekuat. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menggali variabel-variabel yang berhubungan dengan keberhasilan ASI eksklusif dan menganalisa faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam pemberian ASI eksklusif. REFERENSI