Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 76-86 Gaya Bahasa dalam Antologi Puisi AuPerjamuan Khong GuanAy Karya Joko Pinurbo Kajian Stilistika Dina Hardiani Hilmah Sholihat Magister Pendidikan Bahasa Indonesia. IKIP Siliwangi Email: dinahardiani7@gmail. Abstract The purpose of this study was to describe the language style, meaning, and figure of speech contained in the book collection of poetry Perjamuan Khong Guan by Joko Pinurbo. The research approach used in this research is a descriptive qualitative approachThe data collection techniques used in this study were literature techniques and note-taking techniques in the form of words, phrases, lines, and poetry stanzas. The results of this study indicate that there are rhetorical and figurative language styles from the 10 poems that the researcher took. The style of language that often appears or is dominantly used in the collection of poetry Perjamuan Khong Guan by Joko Pinurbo is a figurative language style. The style of language is dominated by the use of language styles consisting of personification and metaphorical figure of speech. Keywords: Anthology of Poetry. Language Style. Figure of Speech. Stylistics. Perjamuan Khong Guan. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa, makna, dan majas yang terkandung di dalam buku kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian stilistika. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kepustakaan dan teknik catat yang berupa kata, frasa, baris, dan bait puisi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat gaya bahasa retoris dan gaya bahasa kiasan dari 10 puisi yang peneliti ambil. Gaya bahasa yang sering muncul atau dominan digunakan dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo adalah gaya bahasa kiasan. Gaya bahasa tersebut didominasi oleh penggunaan gaya bahasa yang terdiri dari majas personifikasi dan majas metafora. Kata kunci: Antologi Puisi. Gaya bahasa. Majas. Stilistika. Perjamuan Khong Guan Received Oktober 28, 2022. Revised November 17, 2022. Desember 07, 2022 * Dina Hardiani Hilmah Sholihat, dinahardiani7@gmail. Gaya Bahasa dalam Antologi Puisi AuPerjamuan Khong GuanAy Karya Joko Pinurbo Kajian Stilistika PENDAHULUAN Penciptaan karya sastra erat kaitannya dengan penggunaan bahasa, karena untuk melahirkan sebuah karya sastra tidak akan terlepas dari bahasa. Hal serupa disampaikan oleh Ratna . bahwa tanpa bahasa tidak akan tercipta karya sastra. Penciptaan karya sastra salah satunya berbentuk puisi. Proses penciptaan puisi lahir dari kesadaran batin pengarang untuk memperkuat keindahan dan pendalaman makna yang ingin disampaikan pengarang. Waluyo . menjelaskan bahwa kata dalam puisi dipilih agar memiliki kekuatan dalam pengucapan dan mewakili makna yang lebih luas sehingga dicarikan konotasi atau makna tambahan yang dibuat dengan gaya bahasa figuratif yang dapat menimbulkan aspek estetik. Berkaitan dengan aspek estetik yang salah satunya dapat dilihat dari pemilihan gaya bahasa oleh pengarang. Ratna . menjelaskan bahwa seorang pengarang menampilkan aspek estetik melalui gaya bahasa. Menurut Guntur Tarigan . Gaya bahasa adalah bentuk retorik, yakni penggunaan kata-kata dalam berbicara maupun menulis untuk mempengaruhi dan meyakinkan pembaca atau penyimak. Jika dilihat dari sisi fungsi bahasa, penggunaan gaya bahasa termasuk dalam fungsi puitik yakni membuat pesan lebih terasa berbobot. Pemilihan gaya bahasa menjadi ciri khas untuk menampilkan aspek estetik yang berbeda-beda dari pengarang yang satu dengan pengarang yang lainnya. Sejalan dengan itu menurut definisi gaya bahasa menurut Harimurti . alam Pradopo, 1. adalah pemanfaatan atas kekayaan bahasa seseorang dalam bertutur atau menulis, lebih khusus adalah pemakaian ragam bahasa tertentu untuk memperoleh efek tertentu. Efek yang dimaksud dalam hal ini adalah efek estetis yang menghasilkan nilai seni. Adapun aspek-aspek dalam gaya bahasa yang dikaji dalam stilistika adalah gaya bunyi, gaya kata, gaya wacana, bahasa figuratif dan citraan. Bahasa figuratif terdapat beberapa jenis lagi yaitu, peribahasa, majas, dan idiom. Dalam penelitian ini penulis akan menjelaskan bahasa figuratif . Hal ini karena penulis akan meneliti gaya bahasa Majas merupakan unsur-unsur penunjang gaya bahasa (Ratna 2009:. Dengan kata majas termasuk ke dalam bagian dari gaya Bahasa. Keunikan gaya bahasa yang dapat menonjolkan aspek estetik tersebut, juga tampak dalam karya Joko Pinurbo. Joko Pinurbo merupakan sastrawan terkenal Indonesia yang berasal dari Kota Yogyakarta. Jokpin sudah menerbitkan beberapa buku kumpulan puisi yang sangat menarik dan dapat diterima oleh masyarakat luas dengan baik. Salah CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 76-86 satu buku terbarunya yang berisi kumpulan puisi berjudul Perjamuan Khong Guan, menggambarkan kegelisahan, kritik sosial, dan romantisme. Buku kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan mengandung diksi-diksi puitis yang indah dan mengandung gaya bahasa kiasan yang beragam. Hal itu menjadi salah satu alasan yang membuat karya Joko Pinurbo menarik untuk diteliti. Dipilihnya buku kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan juga karena nilai estetik yang tinggi yang terkandung di dalam karya. LANDASAN TEORETIS Salah satu kajian yang sangat cocok untuk mengkaji puisi adalah stilistika. Menurut Sudjiman . 3: . stilistika adalah ilmu yang digunakan untuk meneliti bahasa dan gaya bahasa yang terdapat dalam karya sastra. Begitu eratnya pengkajian bahasa dan sastra, sehingga bidang studi stilistika menjadi incaran 3 yang menggairahkan bagi para ahli bahasa dan ahli sastra. Stilistika dapat dianggap menjembatani kritik sastra dan linguistik, karena stilistika mengkaji wacana sastra dengan mengkaji dengan orientasi Sependapat dengan hal ini. Kridalaksana . 1: . stilistika adalah . ilmu yang menyelidiki bahasa yang dipergunakan dalam karya sastra: ilmu interdisipliner antara linguistik dan kesusastraan, . penerapan linguistik pada penelitian gaya bahasa. Menurut Abrams . alam Nurgiyantoro 2010:. , unsur stile terdiri dari fonologi, sintaksis, leksikal, dan retorika . erupa karakteristik penggunaan bahasa figuratif, pencitraan, dan sebagainy. Adapun aspek-aspek dalam gaya bahasa yang dikaji dalam stilistika adalah gaya bunyi, gaya kata, gaya wacana, bahasa figuratif dan citraan. Bahasa figuratif terdapat beberapa jenis lagi yaitu, peribahasa, majas, dan idiom. Dalam penelitian ini penulis akan menjelaskan bahasa figuratif . dan citraan. Hal ini karena penulis akan meneliti gaya bahasa tersebut. Peneliti menemukan beberapa penelitian yang membahas karya Perjamuan Khong Guan. Mengingat Perjamuan Khong Guan baru diterbitkan tahun 2020, penelitian yang dilakukan pun umumnya ada di rentang 2020Ai2022. Penelitian yang dilakukan pada 2020 dilakukan oleh Mukodas dan Wildan F. Mubarok (Mukodas & Mubarock, 2. dengan topik pembahasan humor di dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan, dan Shindy Lie (Lie, 2. dengan topik pembahasan perancangan buku. Adapun penelitian yang dilakukan pada tahun 2021 adalah penelitian Hanin Rofika Pramesti dkk (Pramestie Gaya Bahasa dalam Antologi Puisi AuPerjamuan Khong GuanAy Karya Joko Pinurbo Kajian Stilistika et al. , 2. tentang analisis kajian sosiologi sastra dalam buku Perjamuan Khong Guan, penelitian Febriyanto Yoko (Yoko, 2. tentang citraan pada kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan, penelitian Dwi Rizkya Firdaus (Firdaus, 2. tentang struktur batin dan fisik dalam Pejamuan Khong Guan. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2022 adalah penelitian Liana Shinta Dewi dkk (Dewi, et al. , 2. Secara umum, penelitian-penelitian tersebut berbeda dengan penelitian yang akan dilakukan ini. Penelitian ini fokus pada analisis gaya bahasa dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan dengan kajian METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif dan pendekatan kualitatif menurut Moelong . , dimana penelitian kualitatif bertujuan untuk menghasilkan data deskriptif berupa kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Sehingga dalam hal ini fenomena yang akan dikaji dalam buku kumpulan puisi akan dipaparkan dalam bentuk kata-kata yang diuraikan berdasarkan kajian stilistika. Adapun sumber yang digunakan dalam penelitian ini ialah buku kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo yang telah terbit pada Januari 2020 lalu, teknik yang akan dipakai oleh penulis berupa membaca seksama, memilah data, dan mencatat data yang akan dianalisis. Dari data-data yang ditemukan kemudian akan dianalisis menggunakan pendekatan yang telah ditentukan atau bisa jadi menggunakan pendekatan lain yang dapat digunakan sebagai referensi tambahan dalam menganalisa data yang ada serta penarikan simpulan dari hasil pembahasan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini mencakup analisis gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna dalam kumpulan puisi Perjamauan Khong Guan karya Joko Pinurbo. Pembahasan penelitian ini diuraikan sebagai berikut. Deskripsi gaya Bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu gaya bahasa retoris dan gaya bahasa kiasan. Berikut ini analisis penggunaan gaya Bahasa retoris dan kiasan dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo. CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 76-86 GAJIAN Kepada siapa gajimu yang indah Kepada kak iman yang hatinya kaya. Kepada kak amin yang menunggu di seberang sana. (Pinurbo, 2018:. Pada puisi ini terdapat baris /Kepada siapa gajimu yang indah dipersembahkan?/. Gaya bahasa yang digunakan pada baris tersebut adalah gaya bahasa retoris. Pada kutipan tersebut terdapat pertanyaan yang tidak perlu dijawab atau dengan kata lain pembaca sudah mengetahui jawabannya. Gaya bahasa ini digunakan pengarang untuk mempertanyakan gaji atau upah seseorang yang didapatkannya akan digunakan untuk kepentingan apa dan diberikan kepada siapa. Apakah akan dibagikan untuk beramal dan kebaikan atau kepada seseorang yang menunggu nafkah darinya. Pada puisi ini juga terdapat baris /Kepada kak iman yang hatinya kaya. Kepada kak amin yang menunggu di seberang sana/. Gaya bahasa yang digunakan pada baris tersebut adalah gaya bahasa personifikasi. Gaya bahasa personifikasi termasuk dalam gaya bahasa Gaya bahasa ini digunakan pengarang untuk menggambarkan kak iman dan kak amin seolah - olah sosok manusia yang hatinya kaya dan yang menunggu di seberang Padahal pada umumnya iman dan amin adalah 2 kata yang erat kaitannya dengan Gaya Bahasa dalam Antologi Puisi AuPerjamuan Khong GuanAy Karya Joko Pinurbo Kajian Stilistika BUKU HANTU Untuk apa Kamu menyita buku yang belum/tidak Kamu baca? Untuk menghormati Hantu tercinta. (Pinurbo, 2018:. Pada puisi ini terdapat bait /Untuk apa kamu menyita buku yang belum/tidak kamu baca?/ Gaya bahasa yang digunakan pada baris tersebut adalah gaya bahasa retoris. Gaya bahasa ini digunakan pengarang untuk menyoroti permasalahan tentang literasi yang terjadi di Indonesia yang terjadi pada beberapa tahun lalu mengenai buku-buku yang banyak di sita dari peredarannya. Selain itu penulis juga menggambarkan rendahnya minat orang-orang Indonesia dalam membaca dengan membungkusnya dengan majas ironi. PESTA Di balik demokrasi yang boros dan brutal ada pesta pembagian doa untuk mengenang para petugas yang lembur dan mati di tempat perniagaan suara dengan honor tak seberapa. (Pinurbo, 2019:. Pada puisi ini terdapat baris /Di balik demokrasi yang boros dan brutal/ Pada baris tersebut terdapat gaya bahasa kiasan yaitu majas personifikasi karena biasanya kata boros dan brutal digunakan untuk menggambarkan sifat seorang manusia, namun pengarang menuangkannya pada demokrasi seolah-olah demokrasi adalah mahluk hidup yang mempunyai sifat boros dan brutal. Selain itu, puisi ini memiliki majas hiperbola dan berisi CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 76-86 kritik pengarang mengenai tragedi demokrasi yang pernah terjadi di Indonesia dimana terdapat korban yakni petugas TPS (Tempat Pemungutasn Suar. di beberapa daerah. KAKUS Tega sekali dirimu yang wah rumah ibadah. (Pinurbo, 2018:. Puisi ini menggunakan gaya bahasa satire yang berisi kritik sosial, gaya bahasa tersebut dapat dilihat dari kutipan /kaujadikan dirimu yang wah kakus kumuh berwajah rumah ibadah/ pengarang menuangkan isi hatinya dengan gaya bahasa yang sarkasme yakni /kakus kumuh/. KAKUS Langit yang setia. (Pinurbo, 2018:. Puisi ini menggunakan gaya bahasa kiasan yakni majas ironi yang menggambarkan fenomena mengenai bencana banjir, gaya bahasa tersebut dapat dilihat dari satu bait utuh /kepada pelanggan banjir yang setia. / Selain majas ironi pengarang juga menggunakan Gaya Bahasa dalam Antologi Puisi AuPerjamuan Khong GuanAy Karya Joko Pinurbo Kajian Stilistika majas personifikasi pada kutipan /Langit membagikan bonus airmata/ kutipan tersebut mempunyai makna hujan yang terus menerus turun, namun pengarang menuangkannya seolah langit adalah mahluk hidup yang mempunyai airmata. MENUNGGU KAMAR KOSONG DI RUMAH SAKIT Menunggu itu Sakit Sakit itu Mahal dan rumit. (Pinurbo, 2018: . Puisi ini menggunakan gaya bahasa satire yang berisi kritik sosial, gaya bahasa tersebut dapat dilihat dari kutipan /kaujadikan dirimu yang wah kakus kumuh berwajah rumah ibadah/ pengarang menuangkan isi hatinya dengan gaya bahasa yang sarkasme yakni /kakus kumuh/. MATA MINNAH Di mata Minnah Langit selalu biru dan baru Walau dirundung asu. (Pinurbo, 2019: . Puisi ini menggunakan gaya bahasa yang simbolik yakni langit selalu biru dan baru di mata seorang yang bernama Minnah, bentuk ungkapan tersebut menekankan antara penglihatan seseorang dengan apa yang dia lihat dalam hidupnya sekaligus terdapat majas antitesis antara 2 baris /langit selalu biru dan baru walau dirundung asu/. Selain itu, puisi ini memainkan bunyi yang dituangkan dalam kata, biru, baru dan asu. CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 76-86 KEPALA MINNAH Kepada Minnah Mengandung Perpustakaan Tempat buku-buku. Meja-meja. Kursi-kursi Menyusun sunyi. (Pinurbo, 2019: . Puisi ini menggunakan gaya bahasa metafora yang digunakan sebagai kiasan yang secara eksplisit mewakili suatu maksud lain berdasarkan persamaan atau perbandingan antara kepada Minnah yang mengandung perpustakaan. Selain gaya Bahasa metafora, terdapat juga gaya bahasa personifikasi yang menggantikan fungsi benda mati yang dapat bersikap seperti manusia atau dengan kata lain seolah-olah mempunyai rasa seperti manusia, terdapat dalam penggalan baris /tempat buku-buku, meja-meja, kursi-kursi, menyusun sunyi. MUDIK KHONG GUAN Kaleng Khong Guan terbang Membawa hatiku yang bimbang Menunju kampung halaman Yang tak punya lagi halaman. (Pinurbo, 2019: . Pada puisi ini juga terdapat baris /Kaleng Khong Guan terbang, membawa hatiku yang bimbang/. Gaya bahasa yang digunakan pada baris tersebut adalah gaya bahasa Gaya bahasa personifikasi termasuk dalam gaya bahasa kiasan. Gaya bahasa ini digunakan pengarang untuk menggambarkan sebuah benda mati, yakni kaleng Khong Guan yang bisa terbang seolah mempunyai sayap. Pada baris selanjutnya pengarang menyiratkan suatu kasus di kampong halamannya yang sudah tak memiliki halaman lagi. Gaya Bahasa dalam Antologi Puisi AuPerjamuan Khong GuanAy Karya Joko Pinurbo Kajian Stilistika LEBARAN KHONG GUAN Ketika aku tiba Di ambang pelukmu. Kudengar kumandang rindu Dan pekik petasan Dalam kaleng Khong Guan. (Pinurbo, 2019: . Puisi ini menggunakan gaya bahasa kiasan yang mengandung unsur-unsur gejala sosial, tradisi, atau kebiasaan yang melekat saat lebaran tiba. Terdapat majas personifikasi sekaligus majas metafora yang terdapat dalam penggalan puisi tersebut. SIMPULAN Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa puisi Perjamuan khong Guan sangat layak untuk dibaca dan dinikmati. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan kajian stilistika menunjukkan penggunaan gaya bahasa pada 10 puisi yang terdapat dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan Karya Joko Pinurbo, dapat diambil simpulan bahwa kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan Karya Joko Pinurbo terdapat penggunaan bahasa yang ditemukan sebanyak 17 gaya bahasa. Terdisi dari gaya bahasa retoris sebanyak dan gaya bahasa kiasan yang mengandung banyak majas. Gaya bahasa yang sering muncul atau dominan digunakan dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan Karya Joko Pinurbo adalah gaya bahasa kiasan. Gaya bahasa tersebut didominasi oleh penggunaan gaya bahasa dari majas personifikasi dan majas metafora. Secara keseluruhan gaya bahasa yang digunakan dalam kumpulan puisi tersebut terdiri dari sepuluh gaya bahasa, yaitu retorik, metafora, personifikasi, hiperbola, satire, ironi, sarkasme, simbolik. CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 76-86 DAFTAR PUSTAKA Ahmad. Muamar. Majas dan Citraan Dalam Antologi Puisi Surat Kopi Karya Joko Pinurbo: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Pembelajaran Sastra di SMA. Universitas Muhamadiyah Surakarta. Arindatama. Nurmutiah. Kajian Stilistika Majas dan Citraan Dalam Antologi Puisi Selamat Menunaikan Ibadah Puisi. Universitan Negeri Surabaya. Nurgiyantoro. Burhan. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Pinurbo. Joko. Kumpulan Puisi Perjamuan Khong Guan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka