Volume. 5 No. 1 tahun 2024 Mei 2024 ISSN . : 2722-2055 https://jurnal. id/index. php/ASSYIFA/ AS-SYIFA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENYULUHAN PENTINGNYA PENGELOLAAN SAMPAH DALAM MENCAPAI LINGKUNGAN YANG BERSIH DAN SEHAT COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH EDUCATION ON THE IMPORTANCE OF WASTE MANAGEMENT IN ACHIEVING A CLEAN AND HEALTHY ENVIRONMENT Munaya Fauziah1. Mutiara Mauliza Simbolon2. Muhammad Jundi Madani3 Program Studi Kesehatan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Jakarta Mahasiswa PS. Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta E-mail Korespondensi: munaya. fauziah@umj. ABSTRAK Sampah merupakan salah satu permasalahan utama pada lingkungan dan dapat memunculkan masalahmasalah lingkungan yang lain. Berdasarkan data Sistem Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), tiap tahun 36 juta ton sampah dihasilkan dari 311 Kabupaten/Kota. Metode yang digunakan dalam pemberdayaan masyarakat ini adalah metode penyuluhan dengan menggunakan media poster yang memuat informasi tentang pengertian sampah, jenis sampah dan 5R (Reduce. Reuse. Recycle. Replace. Ro. Penyuluhan ini dilaksanakan di lingkungan Maskanul Huffadz Office. Penyuluhan ini bertujuan untuk yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dengan metode 5R (Reduce. Reuse. Recycle. Replace. Ro. berdasarkan hasil pre-test sebesar 79,09% dan posttes sebesar 90,91%, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dari responden yang cukup signifikan sebesar 11,82%. Hasil dari penyuluhan yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengetahuan peserta kegiatan mengenai pengolahan limbah dengan metode 5R cukup baik dan edukasi yang dilakukan berdampak positif. Kata Kunci: pengelolaan sampah, sampah, lingkungan, 5R ABSTRACT Waste is one of the main problems in the environment and can lead to other environmental problems. Based on data from the National Waste Management System (SIPSN), every year 36 million tonnes of waste is generated from 311 districts/cities. The method used in this community empowerment is the extension method using poster media that contains information about the definition of waste, types of waste, and 5R (Reduce. Reuse. Recycle. Replace. Ro. This counseling was carried out in the Maskanul Huffadz Office environment. This extension aims to educate the community about the importance of waste management with the 5R method (Reduce. Reuse. Recycle. Replace. Ro. based on the results of the pre-test of 79. 09% and post-test of 90. 91%, it shows that there is a significant increase in knowledge from respondents by 11. The results of the counseling that has been carried out can be concluded that the knowledge of the activity participants regarding waste management with the 5R method is quite good and the education carried out has a positive impact. Keywords: waste management, rubbish, environment, 5R Volume. 5 No. 1 tahun 2024 Mei 2024 ISSN . : 2722-2055 https://jurnal. id/index. php/ASSYIFA/ AS-SYIFA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat PENDAHULUAN Semakin bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah, biasanya akan mengakibatkan semakin banyak pula volume sampah yang dihasilkan. Konsumsi barang-barang primer, sekunder, dan tersier oleh rumah tangga, serta masyarakat umum, berkontribusi terhadap volume sampah yang semakin Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan hidup yang memerlukan penanganan Sampah merupakan suatu jenis bahan yang tidak dapat digunakan, tidak di kehendaki, dan dihasilkan oleh aktivitas manusia (Dewi et al. , 2. Kebersihan lingkungan merupakan hal yang penting dan sentral. Tidak adanya sampah, debu, bau busuk, dan kontaminan lainnya dikenal sebagai kebersihan (Angga Reksa et al. , 2. Manfaat memiliki lingkungan yang sehat antara lain lingkungan sekitar rumah kita menjadi lebih alami, terbebas dari polusi udara, dan terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat dan tercemar (Chaniago et al. , 2. Permasalahan kebersihan lingkungan seringkali muncul karena kurangnya kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan contohnya yaitu, sampah yang mencemari lingkungan dan menimbulkan berbagai bencana (Asri & Kirana, 2. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) yang di ambil dari 311 kabupaten/kota se-Indonesia pada tahun 2022 menghasilkan 36 juta ton per tahunnya (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), 2. Hal ini disebabkan dari menumpuknya sampah dihasilkan dari seluruh aktivitas hidup, mulai dari makan, memasak, mandi, bekerja, dan lain sebagainya, oleh semua orang, mulai dari bayi hingga orang lanjut usia. Selain itu, cara masyarakat mengkonsumsi barang dan berkembangnya teknologi menciptakan jenis sampah yang semakin beragam, termasuk sampah kemasan yang berbahaya dan sulit terurai bagi lingkungan. (Rahman et al. , 2. Saat ini sampah menjadi isu yang sering diangkat di lingkungan sekitar. Sampah mempunyai beberapa dampak negatif, antara lain turut menyumbang pencemaran udara karena baunya, menyebabkan penanganan lindi yang tidak tepat akibat pencemaran udara, menimbulkan wabah penyakit dan banjir, hingga mengakibatkan pengelolaan sampah yang tidak bermutu, sehingga dapat membahayakan kesehatan manusia dan mengganggu kehidupan lingkungan tempat makhluk hidup hidup di kota, hutan, sawah, sungai, dan lautan. (Yulianita et al. , 2. Sampah dapat dikelompokkan berdasarkan sifatnya. Sampah organik dan anorganik. Sampah organik disebut juga sampah basah, merupakan sampah yang berasal dari makhluk hidup, termasuk dedaunan dan sampah rumah tangga. Sampah organik cepat terurai secara alami, sedangkan sampah anorganik yang kadang disebut sampah kering merupakan sampah yang tidak dapat terurai seperti, plastik, botol dan kaleng minuman (Hikmah & Ruing, 2. Ketersediaan TPS akan mempengaruhi bagaimana masyarakat yang berperilaku peduli terhadap Minimnya ketersediaan TPS dan TPA akan mendorong perilaku menyimpang di lingkungan sekitar, seperti pembuangan sampah rumah tangga secara sembarangan di sungai atau keputusan untuk menumpuk sampah di tempat yang tidak semestinya, termasuk di depan rumah. Kesehatan masyarakat Volume. 5 No. 1 tahun 2024 Mei 2024 ISSN . : 2722-2055 https://jurnal. id/index. php/ASSYIFA/ AS-SYIFA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat sendiri akan terganggu akibat perilaku sosial yang menyimpang. Keberadaan serangga vektor pembawa penyakit seperti lalat dan nyamuk dapat digunakan untuk mengukur kualitas tersebut (Sari et al. , 2. Dalam UU RI No 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah menyatakan bahwa karena permasalahan sampah mempunyai banyak penyebab, maka pengelolaan sampah perlu dilakukan pendekatan secara holistik dan direformasi dengan menghadirkan cara-cara inovatif dalam mengolah sampah dari hulu ke hilir, atau dari hulu ke hilir sumber (Agus et al. , 2. pengelolaan sampah diartikan sebagai kegiatan sistematis, menyeluruh, dan berkelanjutan yang meliputi penanganan dan pengurangan sampah, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008. pengelolaan sampah berupaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup serta menjadikan sampah sebagai sumber daya. Merencanakan sistem pengelolaan sampah memerlukan pemahaman menyeluruh tentang dasardasar sistem pengelolaan. Minimal terdapat lima unsur krusial yang harus dipersiapkan dalam sistem pengelolaan sampah: aspek teknis dan operasional. aspek kelembagaan dan organisasi. aspek hukum dan peraturan. dan fitur keterlibatan komunitas dan sektor swasta. Untuk membantu pengembangan sistem pengelolaan sampah yang sistematis, menyeluruh, dan berkelanjutan sesuai dengan amanat pemerintah seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, kelima komponen tersebut perlu dipahami secara menyeluruh (Atmika et al. Dalam melakukan pengelolaan sampah, pengelolaan dari sumber adalah hal yang utama, tetapi juga dapat dilakukan dengan 5R (Reduce. Reuse. Recycle. Replace. Ro. Pengelolaan sampah di suatu daerah akan membawa pengaruh bagi masyarakat maupun lingkungan daerah itu sendiri. Pengaruhnya tentu saja ada yang positif dan ada juga yang negatif (Sumantri, 2. Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa kebersihan merupakan salah satu aspek yang dicintai oleh Allah pada diri seseorang sebagaimana hadits berikut: ac a A AaIA,aA a aOU O aaca eE aOA,A E aaO UI O aaca e aa aIA,a ac A aOcaU O aaca EA a acAOA O aaca EIA a aAcaEEA ac Aau caIA aO a eAIaOaa aE eIA U A I a,AcaA a A aOA Artinya: "Dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci. Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan. Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan. Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempattempatmu. " (HR Tirmidz. Berdasarkan analisis situasi tersebut, setiap masyarakat harus memahami bahwa pengelolaan sampah harus dipahami dan dilaksanakan sesuai dengan tanggung jawab nasional terhadap lingkungan Dukungan dan kesadaran masyarakat penting bagi keberlanjutan praktik pengelolaan sampah Tujuan pemberdayaan masyarakat adalah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dalam mencapai lingkungan yang bersih dan sehat. Volume. 5 No. 1 tahun 2024 Mei 2024 ISSN . : 2722-2055 https://jurnal. id/index. php/ASSYIFA/ AS-SYIFA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat METODE Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan dengan menggunakan media poster yang berisi tentang materi penyuluhan. Penyuluhan ini menggunakan indikator penilaian pre-test dan post-test. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden, kemudian memberikan penyuluhan tentang pentingnya pengelolaan sampah dalam mencapai lingkungan yang bersih dan sehat dan terakhir memberikan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan responden terhadap materi penyuluhan yang diberikan. Pada pre-test dan posttest masing-masing akan diberikan sebanyak sepuluh soal dan setiap soalnya bernilai sepuluh poin. Pertayaan yang diberikan kepada responden berupa model pertanyaan benar atau salah. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan tentang pentingnya pengelolaan sampah dalam mencapai lingkungan yang bersih dan sehat dilakukan di lingkungan Maskanul Huffadz Office Jalan H. Sarmah Gang salih Jenggot No. RT. 1/RW. Perigi. Pondok Aren. penyuluhan ini dilaksanakan pada 14 November 2023 dan melibatkan sebelas orang responden. Sebelum diberikan penjelasan responden diminta untuk mengisi pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden tentang pentingnya pengelolaan sampah dalam mencapai lingkungan yang bersih dan sehat. Gambar 1. kegiatan penyuluhan Volume. 5 No. 1 tahun 2024 Mei 2024 ISSN . : 2722-2055 https://jurnal. id/index. php/ASSYIFA/ AS-SYIFA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Gambar 2. kegiatan penyuluhan hasil tes pre-test post-test Grafik 1. Hasil Pre-test dan post-test Pada hasil pre-test menunjukkan bahwa pengetahuan responden terhadap Pengelolaan dan cara membedakan sampah sudah cukup baik. Hal ini terlihat dari rata-rata skor sebesar 79,09% dari total skor Dilihat dari jawaban-jawaban responden masih belum bisa membedakan jenis sampah dan pengelolaan sampah 5R. Pada hasil pre-test menunjukkan bahwa rata-rata responden menjawab soal dengan benar adalah 8 soal. Soal yang paling banyak dijawab dengan jawaban yang salah oleh responden adalah soal nomor 3, yaitu AuSalah satu tahap dalam pengelolaan sampah yaitu ReplaceAy jawaban yang benar adalah AubenarAy. Replace adalah salah satu tahap dari pengelolaan sampah 5R, yaitu mengusahakan untuk menggunakan barang ramah lingkungan yang bisa digunakan lebih dari sekali pemakaian, misalnya dengan mengganti kantong plastik dengan tas belanja sehingga dapat digunakan berulang kali (Luh Putu Juniartini, 2. Volume. 5 No. 1 tahun 2024 Mei 2024 ISSN . : 2722-2055 https://jurnal. id/index. php/ASSYIFA/ AS-SYIFA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Pada saat penyuluhan penulis menjelaskan mengenai definisi sampah, pembagian jenis sampah dan pengelolaan sampah dengan 5R (Reduce. Reuse. Recycle. Replace. Ro. Setelah dilakukan penyuluhan responden diminta untuk mengisi post-test. berdasarkan hasil post-test menunjukkan bahwa pengetahuan responden mengalami peningkatan dengan rata-rata skor post-test sebesar 90,91% dari total skor 100%. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa pengetahuan responden tentang pentingnya pengelolaan sampah dalam mencapai lingkungan yang bersih dan sehat mengalami peningkatan sebesar 11,82%. Kegiatan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Alfredo Kristianto dkk, yaitu tentang penerapan konsep pengelolaan sampah rumah tangga dengan metode 5R di wilayah Kebraon kota surabaya membuktikan dalam pengelolaan sampah dengan metode 5R berbanding lurus dengan jumlah sampah yang dapat dipilah dan diolah sehingga semakin sedikit sampah yang di buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) (Kristianto et al. , 2. Masyarakat harus mengambil pendekatan proaktif terhadap pengelolaan sampah dalam kondisi saat ini. Penerapan prinsip 5R (Reuse. Reduce. Recycle, replace. Replan. merupakan salah satu cara mudah untuk mengajak masyarakat agar peduli terhadap lingkungan, khususnya untuk memahami mengenai pengelolaan sampah (Arfani et al. , 2. Tersedianya fasilitas yang dibutuhkan dalam proses pengelolaan sampah seperti pengadaan peralatan, sarana dan prasarana yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk memilah sampah dalam proses pengelolaan sampah juga harus sangat diperhatikan. Berdasarkan kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Anis Artiyanti dan Dwi Ana Anggorowati, menunjukkan bahwa kelompok ibu rumah tangga lebih banyak mendominasi kegiatan pengelolaan sampah organik yang kemudian menjadi kompos (Artiyani & Ana Anggorowati, 2. Peran masyarakat dalam pengelolaan sampah sangat dibutuhkan karena dalam penelitan Adia Atmika dan I Gusti Putu Suryawan, membuktikan bahwa peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah cukup tinggi karena dilihat dari keberadaan sampah yang sangat berkurang dengan penerapan 5R sehingga kehidupan masyarakat lebih optimal (Atmika et al. , 2. pemerintah dalam melaksanakan berbagai upaya permasalahan sampah tentunya dibutuhkan kerjasama yang harmonis antara berbagai pihak yang terlibat didalamnya (Setyaningsih et al. , 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah terlaksananya penyuluhan mengenai pentingnya pengelolaan sampah dalam mencapai lingkungan yang bersih dan sehat di kawasan Maskanul Huffadz Office. Pada kegiatan ini dapat menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan responden mengenai pentingnya pengelolaan sampah dengan metode 5R (Reduce. Reuse. Recycle. Replace. Ro. berdasarkan hasil pengisian pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 11,82%. Volume. 5 No. 1 tahun 2024 Mei 2024 ISSN . : 2722-2055 https://jurnal. id/index. php/ASSYIFA/ AS-SYIFA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Namun dengan demikian praktik dari pengetahuan yang didapatkan oleh peserta penyuluhan perlu didukung dengan diadakan kembali pendampingan secara rutin agar terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Selain itu, peran serta dari lembaga sangat penting agar terciptanya tata kelola yang baik, termasuk peralatan, sarana prasarana dan sistem pengelolaan sampah dalam pengaplikasian metode DAFTAR PUSTAKA