E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2018) KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS NEGOSIASI SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 MAROS KABUPATEN MAROS ELVI RAHMI Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar e-mail:elvirahmivhira@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keefektifan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan menulis teks negosiasi Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Maros. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang melibatkan satu kelas. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Maros berjumlah 361 siswa yang tersebar ke dalam sepuluh kelas. Sampel penelitian yang dipilih adalah siswa kelas X IPA 4 dengan jumlah siswa 35 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunkan teknik simple random sampling. Instrumen penilaian yang digunakan yaitu instrumen yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran menulis teks negosiasi dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan tes unjuk kerja menulis teks negosiasi. Tes tersebut digunakan pada tes awal (pretest) dan tes akhir (postest). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistika inferensial. Hasil statistik deskriptif menunjukkan model pembelajaran berbasis masalah efektif terhadap kemampuan menulis teks negosiasi siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 3 Maros hal tersebut dibuktikan dengan nilai tes yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 78,9. Hasil statistik inferensial perhitungan uji signifikansi uji t nilai thitung > ttabel, yaitu 4,268 > 1,690. Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima yang berarti model pembelajaran berbasis masalah efektif terhadap kemampuan menulis teks negosiasi yang dilaksanakan di kelas X IPA 4 SMA Negeri 3 Maros. Berdasarkan penyajian hasil analisis data dan pembahasan tersebut, dapat disimpulkan tentang adanya keefektifan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) terhadap keterampilan menulis teks negosiasi siswa Kelas IPA4 SMA Negeri 3 Maros Kabupaten Maros. Berdasarkan simpulan tersebut dapat dikemukakan beberapa saran sehubungan dengan hasil penelitian ini. Bagi guru Bahasa dan Sastra Indonesia khususnya Kelas X IPA4 SMA Negeri 3 Maros berusaha memperkaya model pembelajaran menulis teks negosiasi dan selalu memberikan pelatihan kepada siswa dalam menulis teks dan bagi siswa hendaknya membiasakan diri menulis teks negosiasi guna mempermudah dan memvariasikan hasil karyanya. Kata Kunci : Model Pembelajaran Berbasis Masalah , teks negosiasi, efektif. ABSTRACT This research aimed to find out the effectiveness of using problem based learning model toward students’ ability in writing negotiation text student of class X SMA Negeri 3 Maros. This research applied an experimental which involved one class. ejournal.stkip-mmb.ac.id/index.php/mp 92 E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2018) The population of this research was the students of class X of SMA Negeri 3 Maros consist of 361 students from ten classes. The sample of this research was students of X IPA 4 consist of 35 students. The sampling was selected by used simple random sampling technique. The instrument was the instrument which related with the learning proses in writing negotiation text using problem based learning model and writing negotiation text test. The test was used in the beginning (pretest) and in the end (posttest). The data analysis used descriptive statistic and inferential statistic. The result of descriptive statistic indicated the effectiveness of problem based learning in students’ ability in writing negotiation text of the students of X IPA 4 SMA Negeri 3 Maros. That was proven by the student’ test score using the problem based learning was in average category with score average in 78.9. The inferential statistic result was the calculation of significance test value ttest> ttable, was 4,268 > 1,690. That indicated that the alternative hypothesis was accepted which means that the problem based learning model was effective in students’ ability in writing negotiation text of the student in class X IPA 4 SMA Negeri 3 Maros. Based on the data analysis and the finding, that concluded that problem based learning model was effective in students’ ability in writing negotiation text of students of class IPA 4 SMA Negeri 3 Maros, Maros regency. Based on that conclusion, some suggestions were interpose related to this research. For the Bahasa and Sastra Indonesia teacher, especially for teacher class X IPA 4 SMA Negeri 3 Maros have to enrich their teaching model in writing negotiation text and always give training to the students in writing text and for the students they have to accustom to write negotiation text to make them easy and make variations of their work. Key word : problem based learning model, negotiation text, effectiveness. PENDAHULUAN Bahasa merupakan alat komunikasi bagi manusia. Tanpa bahasa manusia tidak dapat berkomunikasi dengan sesama manusia di lingkungannya. Bahasa digunakan mengungkapkan pikiran dan perasaan. Bahasa juga mencerminkan kepribadian seseorang. Setiap anggota masyarakat yang terlibat dalam komunikasi selalu berusaha agar orang lain dapat memahami hal yang diungkapkan sehingga terjalin komunikasi dua arah yang baik dan harmonis. Bahasa menurut Keraf (2014:1) adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Pembelajaran menulis pada siswa SMA memberikan banyak manfaat, seperti mengembangkan kreativitas, menanamkan keberanian dan percaya diri, menata dan menjernihkan pikiran, cara berpikir, kecerdasan, dan kepekaan emosi siswa. Pembelajaran menulis juga dilakukan untuk membantu menuangkan ide atau gagasan, pikiran, pengalaman, perasaan, dan cara memandang kehidupan. Dengan banyaknya manfaat yang akan diperoleh dalam pembelajaran menulis, selayaknya kegiatan menulis ini menjadi salah satu kegiatan yang disukai siswa. Akan tetapi, kenyataan di ejournal.stkip-mmb.ac.id/index.php/mp 93 E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2018) lapangan menunjukkan pembelajaran menulis menjadi kegiatan yang sulit bagi siswa sehingga mereka kurang berminat terhadap pembelajaran menulis. Kondisi realitas yang terjadi di SMA Negeri 3 Maros Kabupaten Maros, khususnya mata pelajaran bahasa Indonesia mengenai menulis teks negosiasi telah diajarkan oleh guru dengan berbagai model pembelajaran yang sifatnya dapat meningkatkan motivasi, minat, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Model pembelaja-ran ini dikatakan belum efektif dalam proses pembelajaran, karena dilihat dari hasil belajar siswa belum memperlihatkan hasil yang maksimal. Hal ini tampak pada hasil pembelajaran pada semester sebelumnya menunjukkan bahwa nilai siswa masih sangat kurang. Data terakhir tahun pelajaran 2014/2015 jumlah siswa kelas X sebanyak 253 dan nilai rata-rata masih rendah, yakni 2,70. Hal ini menunjukkan masih banyak siswa yang belum mampu mencapai standar yang telah ditetapkan yaitu mencapai nilai 2,75. Masih banyak siswa yang dinyatakan belum tuntas. Hal ini disebabkan oleh strategi yang digunakan kurang inovatif karena pembelajaran selama ini hanya menggunakan strategi ceramah, tanya jawab, dan pemberian tugas sehingga motivasi belajar siswa sangat kurang yang menyebabkan pada rendahnya hasil belajar siswa. Oleh karena itu, peneliti bermaksud akan menggunakan model pembelajaran untuk ejournal.stkip-mmb.ac.id/index.php/mp mengatasi masalah tersebut. Model pembelajaran yang akan digunakan oleh peneliti, yaitu model pembelajaran berbasis masalah. Pada model pembelajaran berbasis masalah siswa harus membangkitkan pemahaman terhadap masalah, sebuah kesadaran akan adanya kesenjangan, pengetahuan, keinginan memecahkan masalah, dan adanya persepsi bahwa mereka mampu memecahkan masalah tersebut. Memecahkan masalah adalah model belajar yang mengharuskan pelajar untuk menemukan jawaban (discovery) tanpa bantuan khusus. Dengan memecahkan masalah, pelajar menemukan aturan baru yang lebih tinggi tarafnya sekalipun ia mungkin tidak dapat merumuskan secara verbal. Menurut penelitian, masalah yang dipecahkan sendiri, yang ditemukan sendiri tanpa bantuan khusus, memberi hasil yang lebih unggul digunakan atau ditransfer dalam situasi-situasi lain. Dalam menulis teks negosiasi, siswa masih mengalami kesulitan dalam penggunaan bahasa Indonesia. Lemahnya keterampilan menulis teks negosiasi disebabkan sebagian besar siswa kurang berminat dan merasa membosankan mengikuti pelajaran bahasa Indonesia, kurangnya pemahaman siswa tentang teks negosiasi menyebabkan keterampilan menulis siswa kurang maksimal. Siswa kurang mendapat pengalaman dan pengetahuan dalam pembelaja- 93 E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2018) ran menulis. Selain itu, siswa merasa jenuh karena cara pembelajaran guru yang monoton relatif kurang efektif. Untuk permasalahan tersebut harus digunakan model pembelajaran berbasis masalah yang diterapkan dalam keterampilan menulis teks negosiasi untuk mengatasi permasalahan yang ada. Model pembelajaran berbasis masalah diharapkan sangat cocok karena model pembelajaran ini menekankan kepada proses penyelesaian masalah sehingga membantu siswa dalam mengemukakan pendapat secara baik dan jelas. Dalam kegiatan pembelajaran berbasis masalah, siswa diharuskan membangkitkan pemahamannya terhadap masalah, keinginan memecahkan masalah, dan persepsi bahwa mereka mampu memecahkan masalah. Beberapa penelitian tentang menulis teks negosiasi yang pernah dilakukan yaitu salah satu jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh Asdar (2015) dengan judul Peningkatan “Keterampilan Menulis Teks Negosiasi Melalui Teknik Think Pass Share peserta didik Kelas X1.Sos SMA Negeri 1 Bantaeng”. Hasil penelitian tersebut juga terbukti dapat meningkatkan kemampuan menulis pada siswa. Penelitian lain yang relevan juga adalah penelitian yang dilakukan oleh Sitti Hasniah (2015) dengan judul Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Negosiasi Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Peserta Didik ejournal.stkip-mmb.ac.id/index.php/mp Kelas X MIA2 SMA Negeri 7 Makassar. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan menulis efektif digunakan. Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan, dipandang perlu melakukan penelitian pengujian model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya menulis teks negosiasi. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian yang bersifat eksperimen dengan judul “Keefektifan Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Keterampilan Menulis Teks Negosiasi Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Maros Kabupaten Maros. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Menurut Mulyatiningsih (2013: 86), penggunaan metode penelitian eksperimen lebih dianjurkan karena produk baru yang dikembangkan sudah jelas rancangannya dan tinggal menguji efektifitasnya melalui penerapan model pada situasi sebenarnya. Penelitian eksperimen yang digunakan adalah pre-eksperimen. Tujuan preeksperimen adalah untuk memperkirakan kondisi eksperimen murni dalam keadaan tidak memungkinkan untuk mengontrol dan atau memanipulasi semua variabel yang relevan. Dalam penelitian ini, terdapat dua jenis variabel, yaitu 94 E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2018) variabel bebas (independent variabel) dan variabel terikat (dependent variabel). Variabel bebas (X) adalah variabel dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah, variabel terikat (O) adalah variabel hasil pembelajaran menulis teks negosiasi. Untuk menhindari terjadinya persepsi terhadap istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini, maka terlebih dahulu dikemukakan definisi operasional variable sebagai berikut: 1. Model pembelajaran berbasis masalah adalah salah satu model pembelajaran yangdigunakan dalam menulis teks negosiasi. 2. Keterampilan menulis adalah keterampilan siswa kelas X SMA Negeri 3 Maros Kabupaten Maros dalam menulis dengan kualitas yang maksimal dilihat dari; (1) ketepatan isi, (2) ketepatan struktur teks, (3) ketepatan pemilihan kosa kata, (4) ketepatan kalimat, dan (5) ketepatan mekanik. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian yang bersifat one group pretest-postets. Alasan peneliti memilih desain penelitian tersebut karena yang dijadikan sampel merupakan kelompok homogen yang dilihat dari tingkat kecerdasan siswa dalam kelas seimbang. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah adalah keseluruhan siswa kelas X SMA Negeri 3 Maros yang berjumlah ejournal.stkip-mmb.ac.id/index.php/mp 364 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah satu kelas, yaitu siswa kelas X. IPA 4 dengan jumlah siswa 35 orang. Untuk memperoleh data penelitian ini digunakan instrumen. Intsrumen yang digunakan yaitu tes. Instrumen tes yaitu menulis teks negosiasi pada saat sebelum diberikan perlakuan dan setelah diberikan perlakuan. Siswa ditugaskan untuk menulis teks negosiasi. Selain tes, instrument penelitian yang terdapat dalam penelitian ini adalah observasi. Pada tahap observasi, kegiatan yang dilakukan adalah mengunjungi objek penelitian. Hal tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran secara langsung keadaan dan situasi sebenarnya. Observasi juga diadakan pada saat observasi berlangsung. Tujuannya adalah untuk mengamati secara langsung aktivitas siswa pada proses pembelajaran. Kegiatan awal dilakukan sebelum perlakuan yaitu memberikan tes awal (pretes) tentang keterampilan menulis teks negosiasi. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan sebanyak satu kali pertemuan. Pembelajaran dilakukan pada pertemuan kedua. Pada pertemuan kedua dijelaskan materi umum tentang teks negosiasi dan model pembelajaran berbasis masalah. Pada pertemuan ketiga dilakukan setelah pembelajaran, peneliti menugaskan siswa menulis teks negosiasi 95 E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2018) berdasarkan model pembelajaran berbasis masalah. Analisis Frekuensi Analisis frekuensi digunakan untuk mengetahui seberapa banyak siswa yang mendapatkan nilai tertentu. Analisis frekuensi ini digunakan pada semua tes, baik tes awal (pre-tes) maupun tes akhir (pos-tes). Sebelum melakukan analisis frekuensi sebaiknya terlebih dahulu dibuat tabulasi skor siswa sebagai pedoman untuk membuat analisis frekuensi. Analisis Persentase Analisis persentase digunakan untuk mengetahui gambaran atau deskripsi masingmasing nilai pre-tes (menulis teks negosiasi sebelum menggunakan model pembelajaran berbasis masalah) dan post-tes (menulis teks negosiasi dengan model pembelajaran berbasis masalah). Nilai tersebut kemudian dijadikan acuan untuk menentukan persentase dan kategori keberhasilan siswa dalam menulis teks negosiasi. Analisis Rerata Analisis rerata digunakan untuk memberikan deskripsi mengenai sifat-sifat kelompok (Nurgiyantoro, 2010: 369). Teknik ini digunakan dengan masingmasing variabel penelitian. Statistika Inferensial Analisis statistika inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji-t. Namun, sebelum dilakukan pengujian ejournal.stkip-mmb.ac.id/index.php/mp hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan homogenitas. Pengujian normalitas yang digunakan adalah kolmogorov-smirnov untuk mengetahui apakah data yang mengikuti populasi berdistribusi normal. Kriteria yang digunakan adalah data hasil belajar dikatakan mengikuti populasi yang berdistribusi normal jika nilai p-value> α = 0,05. Sementara untuk pengujian homogenitasnya digunakan test ofhomogeneity of variance yang bertujuan untuk mengetahui apakah variansi kedua data homogen. Data hasil belajar yang diperoleh dikatakan homogeny jika p-value > α = 0,05. Pengujian hipotesis untuk menjawab hipotesis penelitian yang telah diajukan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji-t tapi pengujian ini digunakan dengan bantuan komputer yaitu program SPSS versi 22.0. HASIL DAN PEMBAHASAN Penyajian data dan hasil analisis data, dikemukakan hasil penelitian berdasarkan data yang diperoleh di kelas tentang kemampuan menulis teks negosiasi dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 3 Maros Kabupaten Maros. Untuk memperoleh data yang akurat dalam penelitian ini, peneliti mengikuti prosedur pengumpulan data yang telah ditetapkan. Prosedur yang dimaksud berupa penggunaan model pembelajaran berbasis 96 E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2018) masalah (problem based learning) sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis statistik inferensial dan menggunakan program SPSS versi 22.0. Sesuai dengan jenis penelitian yang dilakukan, hasil penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penyajian hasil analisis data dilakukan sesuai dengan teknik analisis data yang telah diuraikan pada bab III dengan menggunakan analisis statistik deskriptif, dan analisis statistik inferensial jenis uji-t. Penyajian hasil analisis data sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) pada pembelajaran menulis teks negosiasi siswa kelas X IPA4 SMA Negeri 3 Maros Kabupaten Maros. Analisis Statistik Deskriptif Dari hasil analisis data keterampilan menulis teks negosiasi siswa sebelum diberikan perlakuan (pretes), dengan jumlah 35 orang yang dianalisis diperoleh gambaran, yaitu tidak ada siswa yang mampu memperoleh skor 100 sebagai skor maksimal. Skor tertinggi 90,5 diperoleh 1 siswa. Hasil analisis deskripsi pretest dapat digambarkan bahwa dari 35 orang siswa yang dijadikan sebagai sampel penelitian, skor tertinggi yaitu 90 dan skor terendah berada pada angka 43,5 dari skor ideal pada angka ejournal.stkip-mmb.ac.id/index.php/mp 100 dengan nilai rata-rata siswa 64,6 dan nilai tengah 63.0. Hasil analisis data keterampilan menulis teks negosiasi setelah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah Siswa Kelas X IPA4 SMA Negeri 3 Maros , dengan 35 siswa yang dianalisis diperoleh gambaran, yaitu: tidak ada siswa yang mampu memperoleh skor 100 sebagai skor maksimal. Skor tertinggi yaitu 95 yang diperoleh oleh 1 siswa dan skor terendah yaitu 55 diperoleh oleh 2 siswa. Deskripsi analisis skor posttest digambarkan bahwa dari 35 orang siswa yang dijadikan sebagai sampel penelitian, skor tertinggi yaitu 95 dan skor terendah berada pada angka 54,5 dari skor ideal pada angka 100 dengan nilai rata-rata siswa 78,9 dan nilai tengah 79,0. Analisis Statistik Inferensial Perbedaan pengaruh sebelum model pembelajaran berbasis masalah terhadap pembelajaran menulis teks negosiasi setelah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah, dianalisis dengan menggunakan analisis statistika inferensial. Analisis statistika inferensial menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS versi 22.00. Hasil analisis statistika inferensial dimaksudkan untuk menjawab hipotesis penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya. Sebelum melakukan analisis statistika inferensial, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas sebagai 97 E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2018) syarat untuk melakukan uji t atau uji hipotesis. Adapun uji tersebut adalah sebagai berikut: 1. Uji normalitas dalam penelitian ini, dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov, untuk mengetahui apakah data yang mengikuti populasi berdistribusi normal. Hasil uji normalitas memeroleh nilai p = 0,47 dengan ketentuan bahwa jika nilai p> α = 0,05, maka data tersebut berasal dari data yang berdistribusi normal. Data hasil analisis SPSS menunjukkan bahwa nilai p= 0,47> α= 0,05. Hal ini berarti data skor hasil belajar siswa pada kompetensi dasar menulis teks negosiasi berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran. 2. Prasyarat kedua yang harus dipenuhi sebelum melakukan uji t adalah kehomogenan variansi data. Syarat kehomogenan variansi adalah jika p> α= 0,05. Uji homogenitas variansi populasi data hasil belajar menulis teks negosiasi untuk populasi penelitian ini, menggunakan Teks of Homogeneity of Variances. Dari analisis data pada SPSS dengan menggunakan perhitungan homogenitas variansi populasi, diperoleh nilai p = 0,188. Ketentuan yang harus dipenuhi sebagai syarat agar data berasal dari populasi yang homogen (sama) yaitu p> α, α= 0,05. Karena nilai p= 0,188> α= 0,05 maka, dapat ejournal.stkip-mmb.ac.id/index.php/mp disimpulkan bahwa variansi populasi berasal dari populasi yang sama (homogen). Skor perolehan siswa kemudian dianalisis dengan menggunakan uji t independen sehingga diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1.1. Hasil uji-t Paired Variabel Hasil belajar menulis teks negosiasi T 4,286 Df 34 P 0,000 Dalam pengujian statistik, hipotesis ini dinyatakan sebagai berikut: H0 = th < tt (tolak) lawan H1 = th > tt (terima) Setelah diadakan perhitungan berdasarkan hasil statistik inferensial jenis uji t desain 2 diperoleh nilai th = 4,286 dan df = N-1 = 35-1= 34 pada taraf signifikan 0,000 maka nilai tt adalah 1,690. Kriteria pengujiannya, yaitu : H1 ditolak jika th < tt dan H1 diterima jika th > tt. Jadi th > tt atau nilai sig=0,000 t tabel. Jadi t hitung > t tabel dengan nilai 4,268>1,690. Perbandingan hasil analisis data antara pretes dan postes yaitu pretes diperoleh nilai ratarata siswa adalah 64,6 dan postes nilai rata-rata siswa adalah 78,9. Hal ini, menunjukkan ada peningkatan kemampuan menulis teks negosiasi siswa setelah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning). Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan hasil pembelajaran setelah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dan sebelum menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dalam pembelajaran menulis teks negosiasi siswa kelas X IPA4 SMA Negeri 3 Maros. Berdasarkan pemaparan hasil analisis data tersebut, jika dikaitkan dengan penelitian sebelumnya yaitu Asdar tahun ejournal.stkip-mmb.ac.id/index.php/mp 2015 dengan judul tesis “Keterampilan Menulis Teks Negosiasi Melalui Teknik Think Pass Share Peserta Didik Kelas X1.Sos SMA Negeri 1 Bantaeng”. Hasil penelitian tersebut juga terbukti dapat meningkatkan kemampuan menulis pada siswa. Penelitian lain juga dilakukan oleh Sitti Hasniah (2015) dengan judul “Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Negosiasi Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Peserta Didik Kelas X MIA2 SMA Negeri 7 Makassar”. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan menulis efektif digunakan. KESIMPULAN Berdasarkan penyajian hasil analisis data dan pembahasan tersebut, dapat disimpulkan tentang adanya keefektifan model pembelajan berbasis masalah (problem based learning) terhadap keterampilan menulis teks negosiasi siswa Kelas IPA4 SMA Negeri 3 Maros Kabupaten Maros. Keterampilan menulis teks negosiasi sebelum menggunakan model pembelajan berbasis masalah (problem based learning) siswa Kelas X IPA 4 SMA Negeri 3 Maros ditemukan tidak terampil karena dari 35 sampel hanya10 siswa yang mencapai SKM dan mendapat nilai 75 ke atas, 25 siswa tidak mencapai SKM dan mendapatkan nilai 75 ke bawah, 101 E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2018) diklasifikasikan rendah dengan nilai rata-rata 64,6. Keterampilan menulis teks negosiasi setelah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) siswa Kelas IPA4 SMA Negeri 3 Maros ditemukan terampil karena dari 35 siswa 26 sampel mencapai SKM dan mendapat nilai 75 ke atas, dan 9 siswa tidak mencapai SKM dan mendapatkan nilai 75 ke bawah, diklasifikasikan sedang dengan nilai rata-rata 78,9. Ada pengaruh yang signifikan antara pembelajaran menulis teks negosiasi sebelum dan setelah penggunaan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) siswa Kelas IPA4 SMA Negeri 3 Maros Kabupaten Maros, karena hasil perhitungan statistik inferensial jenis uji t desain 2 diperoleh t hitung > t tabel dengan nilai 4,286 > 1,690. DAFTAR PUSTAKA Asdar. 2015. Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Negosiasi Melalui Tekhnik ThInk Pass Share peserta didik Kelas X1.Sos SMA Negeri 1 Bantaeng. Tesis tidak diterbitkan. Makassar: PPs UNM. ejournal.stkip-mmb.ac.id/index.php/mp Deporter, Bobby dan Hernacki. 2007. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. KAIFA. New York. Hasniah, Sitti. 2015. Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Negosiasi Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Peserta Didik Kelas X MIA2 SMA Negeri 7 Makassar. Tesis tidak diterbitkan. Makassar: PPs UNM. Keraf, Gorys. 2014. Komposisi. Flores: Ende Nusa Indah. Mulyatiningsih, Endang. 2013. Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. Bandung: Alfabeta Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Penilaian Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPFE Rusman. 2010. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Uno, Hamzah & Nurdin Mohammad. 2011. Belajar dengan Pendekatan PAIKEM. Jakarta: Bumi Aksara. 102