1243 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 PERSPEKTIF PETANI SAYUR TENTANG BIAYA LINGKUNGAN DALAM MENJAGA KAWASAN PERTNAIAN BERKELANJUTAN DI DESA WUASA Oleh Mustamin1,Tenripada2. Asda Faizal3. Rahman Nurleni4 1,2,3,4Jurusan akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako Email: 1mustamin@gmail. Article History: Received: 13-09-2023 Revised: 04-10-2023 Accepted: 22-10-2023 Keywords: Biaya lingkungan. Keberlanjutan Abstract: Biaya lingkungan untuk keberlanjutan perkebunan sayur di Desa Wuasa masih dalam proses pengembangan perluasan lahan. Namun, sampai saat ini dari sisi keberlanjutan untuk aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan sudah berjalan atau proses berkelanjutan menuju Aspek sosial mempunyai dampak yang positif, artinya lapangan kerja terbuka lebar. Aspek ekonomi, secara umum dengan adanya perkebunan sayur dapat meminmalisir Aspek lingkungan, sampai saat petani sayur sudah berusaha semaksimal mungking untuk meminimalisir penggunaan pupuk kimia, dan beralih ke pupuk organic. Secara keseluruhan dengan biaya lingkungan mampu meminimalisir dampak lingkungan yang merugikan masyarakat di Desa Wuasa dan sekitarnya PENDAHULUAN Kawasan pertanian berkelanjutan adalah suatu tindakan yang harus dilakukan dengan menggunakan kombinasi praktik yang ramah lingkungan. praktik-praktik ini termasuk penggunaan teknologi ramah lingkungan, pernecanaan lahan yang cermat, konservasi sumber daya alam, pengendalian hama berkelanjutan, pengolahan tanah yang tepat, manajemen air yang berkelanjutan, pengolahan limbah, dan pengurangan dan penggunaan pestisida dan pupuk beracun. Dengan menggunakan perspektif kawasan pertanian berkelanjutan, para petani dapat meningkatkan produktivitas, dan mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan kualitas hasil panen. Pertanian berkelanjutan adalah suatu system pertanian yang memastikan bahwa kawasan pertanian tetap sehat dan produktif. Praktik-praktik pertanian berkelanjutan mempromosikan pengelolaan sumber daya alam berwawasan lingkungan dan menggunakan teknologi ramah lingkungan untuk memastikan ketersediaan hasil panen yang berkualitas tinggi dan konsisten. Praktik-praktik ini termasuk penggunaan teknologi ramah lingkungan, perencanaan lahan yang cermat, konservasi sumber daya alam, pengendalian hama yang berkelanjutan, pengolahan tanah yang tepat, manajemen air yang berkelanjutan, pengelolaan limbah, dan pengurangan dan penggunaan pestisida dan pupuk Kendala utama yang dihadapi oleh para petani di Desa Wuasa dalam mengembangkan Implementasi pertanianberkelanjutan dapat menghabiskan banyak biaya, yang tidak mampu Biaya lingkungan berkelanjutan adalah suatu pendekatan yang menggunakan http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 biaya lingkungan untuk mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan di Desa Wuasa. Dengan menggunakan biaya lingkungan, para petani sayur dapat memperoleh manfaat dari praktik- praktik yang berkelanjutan, seperti mengurangi biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi risiko kerugian akibat produksi yang tidak efisien. Dengan menggunakan biaya lingkungan, para petani di Desa Wuasa juga dapat menerapkan teknologi ramah lingkungan dan mempromosikan konservasi lahan dan sumber daya alam untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas produksi. Berdasarkan latar belakang diatas, permasalahan penelitian yang di angkat yaitu bagaimana mengindentifikasi cara-carauntuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian dan mengurangi biaya lingkungan pada saat yang sama. Berdasarkan perasalahan diatas akan membantu para petani di Desa Wuasa untuk menentukan cara terbaik untuk mengembangkan kawasan pertanian dan meningkatkan produktivitas. Pemahaman biaya lingkungan bagi para petani sayur di Desa Wuasa sangat penting untuk memastikan bahwa lahan pertanian tetap produktif. Penelitian ini akan memungkinkan para petani untuk mengetahui kondisi tanah dan faktor lain yang mempengaruhi produktivitas tanaman. Dengan pengetahuan tentang biaya lingkungan akan membantu para petani di Desa Wuasa dalam menentukan cara terbaik untuk mengelola lahan pertanian dan mengoptimalkan hasil dengan in formasi yang akurat dari penelitian ini, para petani juga akan menentukan cara terbaik untuk mencapai hasil yang terbaik tanpa harus mengorbankan kualitas tanah. Penelitian ini ini juga akan membantu para petani di Desa Wuasa dalam mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan pertanian, yang penting memastikan bahwa lahan pertanian tetap produktif untuk jangka waktu yang panjang. LANDASAN TEORI 1 Biaya Lingkungan 1 Pengertian Biaya Lingkungan Menurut Balley . biaya sosial/lingkungan: adalah salah satu dari beberapa tipe biaya bisnis yang terjadi dalam memberikan jasa atau barang kepada konsumuen. Bringer . Biaya lingkungan dan kinerja lingkungan dipertimbangkan oleh manajemen dengan alasan sebagai berikut: Biaya lingkungan secara signifikan mampu mengurangi atau mengeliminasi keputusan bisnis, misalkan tentang penggunaan teknologi untuk mengurangi limbah. Biaya lingkungan mungkin tidak ditunjukkan dalam biaya overhead, atau bahkan Beberapa perusahaan telah menemukan biaya lingkungan yang dapat ditutup kerugiannya oleh penghasilan yang digeneralisasi melalui penjualan bahan sisa. Manajemen biaya lingkungan yang lebih baik dapat dihasilkan dalam kinerja lingkungan yang lebih baik dengan keuntungan yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Pemahaman kinerja dan biaya lingkungan lebih dapat mencerminkan perhitungan biaya dan harga yang akurat dan dapat membantu perusahaan dalam mendesainproses lingkungan di masa mendatang dengan lebih baik. Competitive advantage dapat dihasilkan dari proses lingkungan yang baik. Akuntansi untuk biaya lingkungan dan kinerjanya dapat mendukung perkembangan perusahaan dan operasi perusahaan atas sistem manajemen lingkungan. Seperti sistem yang digunakan dalam menetapkan ISO. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 Anshari, . , biaya lingkungan adalah biaya yang muncul dalam usaha untuk mencapai tujuan seperti pengurangan biaya lingkungan, meningkatkan pendapatan, meningkatkan kinerja lingkungan yang perlu dipertimbangkan saat ini dan yang akandatang. White and Savage, . dalam Irawan . , pengelompokan biaya lingkungan dibagi kedalam 3 . tipe yaitu: Conventional company costs dan less tangible items dikelompokkan sebagai biaya internal bagi perusahaan, yaitu pengumpulan biaya yang mempengaruhi neraca pada periode berjalan, peraturan, dan kondisi pasar. Less tangible items adalah biaya tidak langsung perusahaan . ndirect cos. , saving, atau revenue stream yang mencakup kewajiban, ketaatan pada peraturan di masa mendatang, perubahan nilai saham berkaitan dengan penilaian kinerja perusahaan atas kegiatan lingkungan, peningkatan posisi dalam pasar produk AuhijauAy dan konsekuensi ekonomi atas perubahan citra perusahaan berkaitan dengan performance lingkungannya. External costs merupakan biaya kerusakan sosial atau lingkungan yang terjadi akibat operasi perusahaan. Sahid . , biaya lingkungan terkait erat dengan lingkungan. Biaya lingkungan meliputi, biaya degradasi tanah, biaya pencemaran lingkungan, biaya penyusutan air, biaya untuk daur ulang, biaya untuk membayar denda, bunga, dan biaya ganti rugi karena kerusakan lingkungan, serta kehilangan flora dan fauna. Stoian M, . biaya lingkungan dibagi menjadi 4 kategori, yaitu: biaya kerusakan, biaya pengalihan, perencanaan dan biaya pengawasan dan biaya penghindaran dan . Beban lingkungan termasuk biaya yang dikeluarkan untuk melakukan kegiatan survey masalah lingkungan dan orang-orang yang mencegah atau memperbaiki kerusakan yang disebabkan aktivitas operasi perusahaan. Total biaya untuk perlindungan lingkungan yang disusun berdasarkan Investasi yang dilakukan untuk kerusakan lingkungan termasuk barang berwujud yang baru atau yang sudah ada yang dibeli dari pihak ketiga atau diproduksi untuk penggunaan pribadi, memiliki masa manfaat lebih lama dari satu tahun dan bertujuan melindungi Termasuk aset berwujud seperti tanah, penambahan, renovasi dan perbaikan yang meningkatkan siklus hidup atau kapasitas peralatan. Biaya operasional saat ini . emanfaatan biaya saat in. , pemeliharaan dan akuisisi beberapa kegiatan lingkungan, termasuk biaya arus internal . ntuk kegiatan sendir. dan beban eksternal . ntuk kegiatan dibeli dari pihak ketig. Biaya tidak hanya entitas manajemen, tetapi juga mitra eksternal adalahlingkungan Informasi rinci mengenai lingkungan, lebihtepatnya biaya lingkungan, biasanya disajikan dalam penjelasan dikasus laporan keuangan dan dalam hal neraca atau prnyataan pendapatan. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa biaya lingkungan adalah biaya yang terjadi akibat dari aktivitas perusahaan yang berdampak terhadap lingkungan. Perusahaan berbeda-beda dalam mendefinisikan biaya lingkungan, hal ini tergantung pada seberapa besar informasi yang dipergunakan dan skala serta skope pengujiannya 2 Tujuan Biaya Lingkungan http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 Hansen and Mowen . mengemukakan bahwa tujuan biaya lingkungan demi meningkatkan kualitas lingkungan sebagai berikut : Tabel 1. Tujuan dan Ukuran Biaya Lingkungan Tujuan Ukuran Meminimalkan penggunaan A Jenis dan jumlah . otal & per uni. A Persentase total biaya bahan baku. Ukuran produktivitas Meminimalkan A . nput/outpu. Jenis dan jumlah . otal &per uni. bahan baku atau bahan A Persentase total biaya bahan baku. Ukuran produktivitas Meminimalkan A . nput/outpu. Jenis dan jumlah . otal &per uni. A Persentase total biaya bahan baku. Ukuran produktivitas Meminimalkan A . nput/outpu. Berat limbah beracun yang diproduksi. A Volume pembuangan cairan. A Jumlah gas rumah kaca yang A diproduksi. A Persentase pengurangan bahan baku A pengemasan. Memaksimalkan peluang A Berat bahan baku yang didaur ulang. Jumlah komponen yang berbeda-beda. daur ulang A Persentase unit yang dibuat ulang. A Energi 3 Biaya Lingkungan dalam konservasi Lingkungan Sejalan dengan terjadinya kerusakan lingkungan maka seharusnya manajemen perusahaan akan berpikir dan berusaha bagaimana mencegah dan menanggulanginya. Bahkan manajemen perusahaan akan berupaya untuk dapat tetap mempertahankan kualitas lingkungan agar tetap terjaga dan kualitas lingkungan agar kesejahteraan tetap menjamin. Kualitas lingkungan yang baik akan menentukan eksistensi mahluk hidup yang berada didalamnya. Makhluk hidup yang beraneka ragam, termasuk manusia, mempunyai tingkat adaptasi terhadap perubahan lingkungan yang berbeda-beda, sebab setiap makhluk hidup mempunyai tingkat tingkat kerentanan dan kemampuan yang tidak sama dalam merespon perubahan lingkungan yang terjadi akibat proses produksi perusahaan. Namun ternyata manusia mempunyai keterbatasan-keterbatasan, menurut Jacob dalam Fandeli at. , sudah wajib kiranya bahwa manusia tahu lebih banyak tentang sesuatu yang dekat dengannya, dalam waktu dan ruang daripada yang jauh. Hal ini termasuk didalamnya pengetahuan tentang lingkungan. Oleh karenanya didalam pengelolaan lingkungan diperlukan pengembangan atau kearifan lokal dari penduduk setempat dalam pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam yang ada. Salah satu faktor yang paling mempengaruhi konservasi dan digunakan dalam perencanaan pengambilan sumberdaya alam adalah pemberian hak kepada perusahaan oleh pemerintah untuk melakukan aktivitas produksi tanpa memikirkan dampak yang akan diakibatkan oleh kegiatan produksi perusahaan terhadap masyarakat sekitar perusahaan. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 Konservasi lingkungan secara berkelanjutan untuk dipertimbangkan agar kelangsungan usaha dapat meningkat yang telah mengambil manfaat dari lingkungan penting dilakukan oleh pihak peusahaan. Tujuan utamanya adalah untuk meminimalisasi persoalan-persoalan lingkungan yang dihadapinya. Penggunaan konsep akuntansi lingkungan bagi perusahaan, baik industri atau jasa kini menerapkan akuntansi lingkungan. Tujuannya adalah meningkatkan efesisensi pengelolaan lingkungan dengan melakukan penilaian kegiatan lingkungan dari sudut pandang biaya (Environmental Cost. dan manfaat atau efek . conomic cost. Akuntansi lingkungan diterapkan oleh perusahaan untuk menghasilkan penilaian kualitatif tentang biaya dan dampak perlindungan lingkungan . nvironmental protectio. Akuntansi lingkungan ini merupakan bidang ilmu akuntansi yang berfungsi dan mengukur, menilai. Menurut Mathew dan Parrera . , akuntansi lingkungan ini digunakan utuk memberikan gambaran bentuk komprehensif akuntansi yang memasukkan eksternalitas kedalam rekening perusahaan seperti informasi tenaga kerja, produk, dan pencemaran Pencemaran dan limbah produksi merupakan salah satu contoh dampak negative dari operasional perusahaan yang memerlukan sistem akuntansi lingkungan berupa informasi biaya lingkungan dalam aktivitas konservasi lingkungan Dalam Pedoman Akuntansi Lingkungan . Elemen dasar akuntansi lingkungan yang mencakup biaya konservasi lingkungan, manfaat konservasi lingkungan dan manfaat ekonomi yang terkait dengan kegiatan konservasi lingkungan dan hubungannya dengan kegiatan konservasi lingkungan adalah sebagai berikut: Biaya konservasi lingkungan. Biaya konservasi lingkungan adalah modal . arang atau jas. dan sumber daya manusia . enaga kerj. yang digunakan perusahaan untuk melaksanakan kegiatan konservasi lingkungan. Manfaat konservasi lingkungan. Konservasi lingkungan akan terwujud apabila indikator kinerja lingkungan sebagai hasil kemajuan yang dicapai dengan menerapkan kegiatan konservasi lingkungan. Manfaat ekonomi dengan kegiatan konservasi lingkungan hidup. Manfaat ekonomi yang terkait dengan kegiatan pelestarian lingkungan adalah kontribusi terhadap keuntungan ekonomi perusahaan sebagai hasil kemajuan yang dicapai dengan menerapkan kegiatan pelestarian lingkungan. 2 Pengertian Keberlanjutan 1 Aspek Keberlanjutan Semua negara dan semua pemangku kepentingan, yang bertindak dalam kemitraan kolaboratif, akan melaksanakan rencana keberlanjutan. , menunjukkan skala dan ambisi agenda universal baru dan berusaha untuk mewujudkan hak asasi manusia, mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan semua perempuan dan anak perempuan yang terintegrasi serta tidak terpisahkan. Berikut ini lima aspek penting yang menjadi target keberlanjutan global, yaitu: Orang-orang Mengakhiri kemiskinan dan kelaparan, dalam segala bentuk dan dimensinya, dan untuk memastikan bahwa semua manusia dapat memenuhi potensi mereka dalam martabat dan kesetaraan serta dalam lingkungan yang sehat. Planet http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 Melindungi planet ini dari degradasi, termasuk melalui konsumsi dan produksi yang berkelanjutan, mengelola sumber daya alamnya secara berkelanjutan, dan mengambil tindakan segera terhadap perubahan iklim, sehingga dapat mendukung kebutuhan generasi sekarang dan mendatang. Kemakmuran Memastikan bahwa semua manusia dapat menikmati kehidupan yang sejahtera dan memuaskan, dan kemajuan ekonomi, sosial, dan teknologi terjadi selaras dengan Perdamaian Menciptakan masyarakat yang damai, adil dan inklusif yang bebas dari ketakutan dan kekerasan. Tidak ada pembangunan berkelanjutan tanpa perdamaian dan tidak ada perdamaian tanpa pembangunan berkelanjutan. Kemitraan Memobilisasi cara yang diperlukan untuk melaksanakan Agenda ini melalui Kemitraan Global Pembangunan Berkelanjutan direvitalisasi,berdasarkan semangat solidaritas global yang diperkuat, yang difokuskan secara khusus pada kebutuhan yang paling miskin dan paling rentan dan dengan partisipasisemua negara, semua pemangku kepentingan dan semua orang. 2 Tujuan Pembangunan Keberlanjutan Saat ini, perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memulai perjalanan kolektif ini, tidak akan ada yang tertinggal. 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan 169 target Menyeimbangkan Tiga dimensi pembangunan berkelanjutan: ekonomi, sosial dan Tujuan dan target akan mendorong tindakan sampai 2030 ke depan di bidang yang sangat penting bagi umat manusia dan planet ini. Berikut 17 tujuan berkelanjutan dalam pembangunan berkelanjutan: Tujuan 1. Mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuknya di mana-mana Tujuan 2. Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi serta mempromosikan pertanian berkelanjutan Tujuan 3. Menjamin hidup sehat dan meningkatkan kesejahteraan untuk semua usia Tujuan 4. Memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil dan mempromosikan kesempatan belajar seumur hidup untuk semua Tujuan 5. Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan Tujuan 6. Menjamin ketersediaan dan pengelolaan air dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua Tujuan 7. Memastikan akses ke energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua Tujuan 8. Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan berkelanjutan, lapangan kerja penuh dan produktif, serta pekerjaan yang layak untuk Sasaran 9. Membangun infrastruktur yang tangguh, mempromosikan industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong inovasi Tujuan 10. Mengurangi ketimpangan di dalam dan antar negara Tujuan 11. Menjadikan kota dan permukiman inklusif, aman, tangguh dan ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 Tujuan 12. Memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan Tujuan 13. Mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya * Tujuan 14. Melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan samudra, laut, dan sumber daya laut untuk pembangunan berkelanjutan Tujuan 15. Melindungi, memulihkan, dan mempromosikan penggunaan ekosistem darat secara berkelanjutan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi penggurunan, dan menghentikan serta membalikkan degradasi lahan serta menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati. Tujuan 16. Mempromosikan masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, memberikan akses keadilan bagi semua dan membangun lembaga yang efektif, akuntabel dan inklusif di semua tingkatan Tujuan 17. Memperkuat sarana implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan Keuangan. Metode Penelitian 1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang pada umumnya menjelaskan dan memberi pemahaman dan interpretasi tentang berbagai perilaku dan pengalamanan manusia . dalam berbagai bentuk Yati Afianti dan Imami Nur Rachmawati, . 4: . Menurut Sugiyono . penelitian kualitatif itu dilakukan secara intensif, peneliti berpartisipasi lamadilapangan, mencatat secara hati-hati apa yang terjadi, melakukan analisis reflektif terhadap berbagai dokumen yang ditemukan dilapangan, dan membuat laporan penelitian secara mendetail. 2 Tempat Penelitian Penelitian ini di lakukan di Desa Wuasa. Kecamatan Lore Utara. Kabupaten Poso. Provinsi Sulawesi Tengah 3 Informan Penelitian Menurut Sugiyono . dengan mengutip pendapat Spradley mengatakan bahwa sampel sebagai sumber data atau sebagai informan sebaiknya yang memenuhi kriteria beriku: Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu melalui proses enkulturasi, sehingga sesuatu itu bukan sekedar diketahui, tetapi juga dihayati. Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpun atau terlihat pada kegiatan yang tengah diteliti. Mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil AukemasannyaAy sendiri. Mereka yang pada mulanya tergolong Aucukup asingAy dengan peneliti sehingga menggairahkan untuk dijadikan semacam guru atau narasumber. 4 Teknik Pengumpulan Data Menurut Jonathan at. dalam merancang metode pengumpulan data yang terperinci, kaya . enilaian subyekti. Adapun susunan wawancara yang dilakukan adalah sebagai berikut: Wawancara. Dalam proses wawancara ini, peneliti memberi kesempatan kepada merea untuk http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 menggambarkan atau menfasilitasi interaksi peserta yang memungkinkan peserta untuk menceritakan kisah mereka sendiri, dengan kata-kata mereka sendiri. Jadi sebagian besar peserta berbicara, dan pewawancara mendengarkan. Peneliti mempersiapkan jadwal wawancara berupa isis wawancara, berupa urutan yang diharapkan untuk memperoleh data penelitian Dalam proses pencarian data, tidak menutup kemungkinan peneliti bisa meminta responden untuk memberikan pendapatnya sendiri terhadap peristiwa tertentu dan bisa menggunakan proposisi tersebut sebagai dasar penelitian selanjutnya. Untuk memperoleh data yang valid dan mendalam, proses wawancara akan dilakukan secara rutin. Rutinitas wawancara yang kami lakukan di harapkan akan muncul rekomendasi orang lain yang potensial untuk di jadikan responden agar dapat menggali informasi secara lebih mendalam. Supaya hasil wawancara berjalan dengan baik, maka diperlukan alat-alat sebagai berikut : Buku catatan : berfungsi untuk mencatat semua percakapan dari sumber data Tape recorder : berfungsi untuk merekan semua percakapan dengan sumber Kamera : berfungsi untuk memotret peneliti dengan sumber data pada saat melakukan pembicaraan. Proses wawancara dilakukan di lokasi penelitian yaitu dikebun sayur di Desa Wuasa, lorong irigasi. Sambil membantu para petani menanam sayur proses wawancara tetap dilakukan mengikuti suasana dikebun sayur . Gambar 1. proses wawancara. Studi Dokumen Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu yang terkait dengan tema penelitian seperti, buku, jurnal, laporan kegiatan, foto, dan sejenisnya. Dalam penelitian ini, data sekunder di tempatkan sebagai data pelengkap semata, namun kami mencoba menempatkan data sekunder sebagai informasi awal yang di jadikan basis pengetahuan awal peneliti terhadap objek penelitian. 5 Teknik Analisis Data Analisa data adalah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode, dan mengkategorikan data. Dalam penelitian kualitatif lebih difokuskan selama proses dilapangan bersamaan dengan pengumpulan data (Sugiyono, 2016:. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tema atau discovering cultural themes. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 Analisis tema atau discovering cultural themes merupakan upaya mencari Aubenang merahAy yang mengintegrasikan lintas domain yang ada (Sanfiah Faisan dalam Sugiyono 2016:. Langkahlangkah menemukan benang merah tersebut, yaitu : Membaca dan membaca ulang. Langkah pertama ini, peneliti benar-benar harus lebih membenamkan diri atau memahami betul data asli . ekaman audi. Tahap pertama ini mampu memfasilitasi apresiasi tentang bagaimana hubungan dan keprcayaan dapat dibangun diseluruh wawancara dan dengan demikian topik wawancara lebih kaya, dan lebih rinci, atau memang kontardiksi dan paradox. Membuat Catatan Awal. Langkah kedua ini, peneliti membuat catatan singkat dan penggunaan bahasa pada tingkat yang sangat eksploratif. Langkah kedua ini lebih ke analis mempertahankan pikiran dan mencatat apapun yang di anggap menarik dalam transkrip, sehingga dapat dipastikan akan menumbuhkan keakraban dengan trakskrip, dan terlebih lagi mulai mengidentifikasi cara-cara spesifik peserta berbicara tentang memahami, dan berfikir tentang suatu masalah. HASIL Biaya Lingkungan Operasional Relevansi biaya lingkungan mempunyai peran penting terhadap pengelolaan tanah berekelanjutan untuk pertanian sayur di Desa Wuasa. Pengelolaan tanah yang berkelanjutan bertujuan untuk menjaga produktivitas tanah jangka panjang seperti, mempertahankan kesuburan tanah, konservasi air dan kualitas air, dan penggunaan bahan kimia. Mempertahankan kualitas tanah tanah bagi para petani merupakan salah satu factor penting untuk meningkatkan hasil pertanian. Upaya yang dilakukan oleh para petani di Desa Wuasa membuat gundukan secara manual menggunakan tenaga manusia yang dibayar harian per orang. Seperti yang di ungkapkan oleh bapak agung: AuAkami disini kebanyakan menggunakn tenaga manusia, mereka di gaji harian sebesar Rp. 000,-Au Gambar 2. Gundukan tanah yang sudah siap tanam http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 Konservasi dan kualitas air, para petani di Desa Wuasa mengumpulkan dana untuk membeli pipa PVC merek VINILON D1 1/2 dari kaki bukit langsung ke mata air. Derasnya air mengalir dari sumber mata air, proses penyiraman juga secara otomatis tanpa bantuan mesin. Gambar 3. pemipaan dari kaki bukit ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 Pemasangan pipa PVC dan system penyiraman dengan kekuatan derasnya sumber mata air sangan membantu petani sayur di Desa Wuasa yang sudh berlangsun sekitar 3 Seperti yang di ungkapkan oleh bapak agung : Ausatu kali pembelian pipa pvc bisa kami gunakan bertahun-tahun, artinya satu kali keluarin biaya untuk jangka panjang sampai puluhan kali panen. air juga langsung dari Ay Keberlanjutan Keberlanjutan perkebunan sayur di Desa Wuasa mengacu pada pendekatan pengelolaan lahan pertanian dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial secara seimbang. Salah satu tujuan dari keberlanjutan kawasan pertanian sayur di Desa Wuasa adalah untuk memastikan bahwa produksi sayuran yang dilakukan oleh para petani tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi lingkungan, dan mendukung kesejateraan masyarakat sekitarnya. Berikut ini beberapa temuan keberlanjutan kawasan perkebunan sayur berkelanjutan http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 Praktek pertanian berkelanjutan: penggunaan teknik pertanian yang berkelanjutan, seperti rotasi tanaman, penggunaan pupuk organic, dan pengendalian hama yang ramah lingkungan untuk menjaga produktivitas lahan jangka panjang. Konservasi sumber daya: pengelolaan kawasan perkebunan di Desa Wuasa sudah melakukan praktik irigasi cerdas. Pemantauan lingkungan: mengawasi dampak lingkungan dari aktivitas pertanian dan merespon perubahan dengan cepat untuk mencegah masalah yang lebih Pemberdayaan masyarakat: melibatkan masyarakat sekitar di Desa Wuasa dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan praktik pertanian dapat meningkatkan Pendidikan dan kesadaran: mengedukasi petani, masyarakat, dan konsumen tentang praktik pertanian dan manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat. Keberlanjutan kawasan pertanian sayur di Desa Wuasa mencakup pendekatan holistic yang saling menguntungkan. Dengan memahami hubungan yang kompleks antara aspek keberlanjutan dalam sector pertanian sayur di Desa Wuasa, petani, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dapat bekerja sama untuk mencapai system pertanian yang seimbang dan berkelanjutan. Tindakan yang diambil satu aspek akan berdampak pada aspek lainnya, sehingga perlu memperhatikan keseluruhan system adalah kunci untuk mencapai keberlanjutan holistik. KESIMPULAN Biaya lingkungan untuk keberlanjutan perkebunan sayur di Desa Wuasa masih dalam proses pengembangan perluasan lahan. Namun, sampai saat ini dari sisi keberlanjutan untuk aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan sudah berjalan atau proses berkelanjutan menuju Aspek sosial mempunyai dampak yang positif, artinya lapangan kerja terbuka Aspek ekonomi, secara umum dengan adanya perkebunan sayur dapat meminmalisir Aspek lingkungan, sampai saat petani sayur sudah berusaha semaksimal mungking untuk meminimalisir penggunaan pupuk kimia, dan beralih ke pupuk organic. Secara keseluruhan dengan biaya lingkungan mampu meminimalisir dampak lingkungan yang merugikan masyarakat di Desa Wuasa dan sekitarnya. SARAN Setelah melakukan wawancara dan terjun langsung kelapangan untuk melihat situasi dan kondisi para petani sayur di Desa Wuasa, saran yang kami tawarkan sebagai Perlu adanya sosialisai lebih mendalam dari istansi setempat. Perlu adanya pembukuan atau laporan keuangan khusus akuntansi agrobisnis. DAFTAR PUSTAKA