ANALISIS NARATIF PENGARUH PERSPEKTIF SUTRADARA PEREMPUAN DALAM PERFILMAN INDONESIA Evelyn Talenta N. Tobing evelyntobing21@gmail. Prodi Televisi dan Film. Fakultas Budaya dan Media Institut Seni Budaya Indonesia Bandung ARTIKEL Diterima: 3 April 2021 Direvisi: 4 Mei 2021 Disetujui: 21 Mei 2021 ABSTRACT Film as a part of mass media certainly has a function in giving messages to the audience. Until now, the films circulating certainly contain the ideas and ideas of the creators. Ideas and ideas in filmmaking originated from the scriptwriter who produced the script. The role of the director is no less important in the next process, namely interpreting the script and producing it into a film. Among all the director's personal attributes that have an influence in making film works, gender is one of the backgrounds for different perspectives in expressing these ideas and ideas. In this case, gender can be interpreted as a social role attached to a particular gender. In this case. Indonesian cinema needs a new and different perspective by placing the perspective of women as what women want. This perspective will usually be brought by the director. How can directors create women's aesthetics, be it women's issues, politics, culture and other issues in films so that women directors can make film works as a medium to communicate and open up the widest possible perspective of women framed from women themselves in various ways to the audience. Keywords: Perspective. Director. Woman. Film. ABSTRAK Film yang diproduksi memuat ide dan gagasan dari pembuatnya. Ide dan gagasan dalam pembuatan film berawal dari penulis naskah yang menghasilkan naskah. Peran sutradara tidak kalah penting dalam proses berikutnya yaitu menginterpretasikan naskah dan menghasilkannya menjadi film. Di antara semua atribut personal sutradara yang memiliki pengaruh dalam pembuatan karya film, gender menjadi salah satu latar belakang LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 perbedaan perspektif dalam menuangkan ide dan gagasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, yang mendeskripsikan perspektif gender sebagai peranan sosial yang melekat pada jenis kelamin. Perspektif ini biasanyaa akan dibawa oleh sang sutradara. Bagaimana sutradara dapat mencipatakan estetika perempuan baik itu masalah perempuan, politik, budaya dan isu-isu lainnya. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam film bergenre horor, perempuan banyak dieksploitasi segi seksualitas. Namun, dalam peranan produksi film, perempuan sudah mulai dilibatkan dalam berbagai tahapan produksi film. Kata Kunci: Perspektif. Sutradara. Perempuan. Film. Gender. Perempuan. PENDAHULUAN umumnya untuk memproduksi film apa- Film Indonesia merupakan contoh lagi dengan cara bercerita yang tak biasa. produk budaya populer yang berkembang Pada era ini film yang ditayangkan harus di masyarakat. Secara fungsional, film menggambarkan citra positif pemerintah tidak hanya bersinggungan dengan bidang sehingga tak aneh bila ada film yang tak hiburan, namun juga menjadi potret atas sesuai dengan visi pemerintah akan di permasalahan di dalam masyarakat. Film boikot atau dilarang penayangannya. Indonesia dengan demikian bergerak dan Masalah representasi perempuan di berkembang pada dua arah tersebut seba- industri media, termasuk di dunia perte- gai media hiburan, sekaligus menjadi levisian dan perfilman, menjadi kajian refleksi akan dinamika sosial yang terjadi yang selalu menarik untuk diikuti. Sejak pada masyarakat. Hal ini senada dengan munculnya sinematografi, kehadiran, pe- kajian yang dilakukan Krishna Sen terkait nempatan, dan peran perempuan menjadi perkembangan sinema Indonesia pada daya tarik tersendiri untuk diamati dan orde baru. Dalam kajiannya tersebut. Sen Representasi perempu- menunjukkan pengaruh yang kuat dari an dalam industri perfilman dianggap kondisi sosial masyarakat Indonesia di sudah setua dunia perfilman itu sendiri. bawah rezim orde baru terhadap tema- Tidak saja di industri perfilman di tema film yang diproduksi pada era dunia, masalah representasi perempuan di tersebut (Sen, 1994: . perfilman nasional juga menjadi bahan Pada Orde Baru, industri perfilman yang selalu ramai diperbincangkan. Nya- di Indonesia sempat mengalami mati suri. ris, hampir di tiap judul film nasional baru Pada masa itu orang tak bisa sembarangan yang beredar, penampilan aktris yang memproduksi karya film. Hal ini berkaitan memerankan tokoh perempuan di film dengan adanya peraturan dan rumitnya tersebut diulas, baik secara populer mau- pun dalam kajian akademis. Sayangnya. Badan Produksi Perfilman Indonesia yang menyulitkan sineas pada Evelyn Talenta Ae Analis Naratif Pengaruh Perspektif. representasi perempuan di industri per- Langkah berikutnya setelah naskah filman, baik nasional maupun interna- film telah tersedia adalah ketika naskah sional, lebih sering mendapatkan stereotip film ini kemudian diinterpretasikan oleh yang negatif. Perempuan dianggap hanya Berdasarkan interpretasi terse- but, kemudian sutradara menciptakan tingkah laku yang diinginkan laki-laki saja stimulus yang kemudian diorganisasikan menjadi karya film. Interpretasi sutradara Akibatnya, perempuan lebih sering tidak ini tidak lepas dari sisi personal sutradara dilihat kemampuannya dalam berakting itu sendiri. Ketika proses interpretasi ini saat hadir di dunia perfilman. Akan tetapi, akan terdapat proses pertemuan antar diri justru faktor-faktor yang berkaitan dengan sutradara secara personal dan naskah ukuran fisik atau hal yang selalu dikha- sebagai objek seni. Maka tidak dapat di yalkan laki-laki tentang perempuan terse- pungkiri bahwa terdapat atribut-atribut Kehadiran perempuan yang begitu personal sutradara yang mempengaruhi lama dalam sejarah perfilman, ternyata bagaimana interpretasi sutradara terhadap belum mampu menghapus representasi naskah tersebut yang kemudian akan perempuan dalam streotip yang negatif terealisasi dalam karya film. Atribut dalam dunia perfilman. personal yang dimaksud diatas meliputi di layar Film sebagai salah satu bagian dari budaya, status sosial, pendidikan, pers- media massa tentunya memiliki fungsi pektif dan gender. Di antara semua atribut dalam memberikan pesan kepada penon- personal sutradara yang memiliki penga- Sampai saat ini, film-film yang ruh dalam pembuatan karya film, gender beredar tentunya memuat ide dan gagasan menjadi salah satu latar belakang perbe- dari pembuatnya. Ide dan gagasan dalam daan perspektif dalam menuangkan ide pembuatan film berawal dari penulis dan gagasan tersebut. Dalam hal ini gender naskah yang menghasilkan naskah. Peran dapat diartikan sebagai peranan sosial sutradara tidak kalah penting dalam yang melekat pada jenis kelamin tertentu. proses berikutnya yaitu menginterpre- Seperti contoh seorang sutradara laki-laki dalam menggambarkan perem- menjadi film. Hal berikut ini dapat puan dalam sebuah film, hal ini jika melibatkan perencanaan lokasi, pengam- pendidikannya akan gender dan seks bilan gambar, tempo, gaya akting dan hal masih cukup kurang, akan menempatkan lain yang mempengaruhi nuansa film. perempuan sebagai obyek semata. Terle- Mengawasi sinematografi dan aspek tekn- pas dari semua itu tokoh utama dalam Melatih aktor dan mengarahkan mereka sebuah film selalu mengutamakan laki- menuju pertunjukan yang dibutuhkan. Perempuan hanya dijadikan peleng- Mengoordinasikan staf di set, mengarah- kap sensualitas atau memainkan peran kan jadwal pemotretan dan memastikan sebagai manusia lemah dan bergantung bahwa tenggat waktu terpenuhi. pada laki-laki. penggambaran laki-laki LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 dalam film itu sendiri pun selalu bersifat film-film Indonesia. Beranjak ramaja dan positif dan baik. Budaya patriarki yang dewasa, memang kehadiran perempuan telah ada dalam diri seorang sutradara laki sudah menjadi keharusan dalam setiap laki telah melekat pada film tersebut. film nasional. Sayangnya, mereka hadir Berdasarkan contoh kasus diatas lebih banyak menonjolkan kecantikan, maka terdapat atribut lain yang juga keseksian, dan kesediaan untuk mengum- tampak mempengaruhi sutradara dalam bar beberapa bagian tubuh, sehingga menciptakan karya film ini, yaitu per- Dalam hal ini perspektif merujuk menggaet penonton. Sementara, pada pada serengkaian ide, nilai, dan pemikiran wanita yang sudah dewasa dan tua, sosok yang terkadang melekat secara kolektif perempuan yang banyak ditampilkan pada kelompok masyarakat tertentu. justru perempuan tua yang cerewet, sok Dalam hal ini perfilman Indonesia tahu, menakutkan, dan menyebalkan. membutuhkan perspektif baru dan ber- Sosok yang ditampilkan jauh dari kesan beda dengan menempatkan perspektif pe- perempuan terhormat dan perempuan rempuan sebagaimana apa yang diingin- yang memang punya kontribusi positif kan perempuan. Perspektif ini biasanyaa bagi lingkungannya. Sebuah gambaran, akan dibawa oleh sang sutradara. Bagai- yang ironisnya, masih terus dapat disak- mana sutradara dapat mencipatakan este- sikan dan mendominasi industri perfilman tika perempuan baik itu masalah perem- nasional hingga kini. puan, politik, budaya, dan isu-isu lainnya Salah satu pendekatan untuk meli- dalam film sehingga sutradara perempuan hat bagaimana sistem representasi bekerja dapat menjadikan karya film sebagai adalah dengan pendekatan konstruksionis. media mengkomunikasikan dan membuka Gagasan dasar dari pendekatan ini mem- seluas-luasnya perspektif perempuan yang perlihatkan bahwa makna dibangun oleh dibingkai dari perempuan sendiri dalam manusia melalui sistem representasional berbagai cara kepada penonton. onsep dan tand. Sebuah objek akan bermakna ketika sebuah objek berada di PEMBAHASAN dalam sebuah sistem yang digunakan Salah satu artikel yang pernah untuk merepresentasikan konsep objek dimuat di harian Kompas pada 2011 secara Pada prakteknya, sebagai contoh, menarik membahas bagaimana kehadiran di dalam film Opera Jawa konsep me- perempuan dari berbagai tingkatan usia dalam industri perfilman nasional. Dimu- dialog akan bermakna ketika konteks lai saat masih kecil, gambaran anak kecil budaya Jawa diberlakukan. Bagi penonton perempuan ternyata tidak begitu banyak yang asing dengan bahasa Jawa, konsep dan mendominasi layar perak. Anak kecil AutembangAy laki-laki dengan berbagai permainannya justru lebih banyak tampil dan mewarnai berlaku di luar masyarakat Jawa. AutembangAy Jawa Evelyn Talenta Ae Analis Naratif Pengaruh Perspektif. film Kuldesak . produksi Miles Films memperlihatkan apa yang penting dan dengan empat sineas yakni Mira Lesmana, tidak penting. Artinya, dalam konsep teks Riri Riza. Rizal Mantovani, dan Nan T. budaya, ideologi digunakan untuk meng- Achnas menghidupkan kembali nyawa indikasikan bagaimana sebuah teks mem- film Indonesia di tengah layar bioskop perlihatkan citra sebuah realitas yang telah yang didominasi judul film asing. Selain Dengan kata lain, hampir tidak saat itu perempuan kerap sebagai pemanis mungkin terjadi pembelokan kosmik. visual cerita, belum ada keberanian untuk mana masyarakat Jawa memusatkan kehi- menjajaki profesi maskulin di belakang dupannya untuk bersatu dengan Tuhan- Nilai-nilai patriarki masih sangat Termasuk di dalam pandangan ini. Ideologi posisi, peran, serta keberadaan perempuan Film Kuldesak selain sebagai pe- dan laki-laki dibedakan antara apa yang mantik kesegaran film Indonesia di negeri sendiri, ikut menjadi gong kemunculan realitas yang terjadi di luar media terhadap nama-nama satu objek yang sama. Dengan demikian, produksi film. Miles Films melakukan itu proses identifikasi tokoh-tokoh dalam film melalui Mira Lesmana. Nan T. Achnas, dan ini serta peran yang muncul di dalamnya Shanty Harmayn. Film Pasir Berbisik akan menunjukkan bagaimana sistem . menjadi tongkat estafet euforia film ideologis tersebut bekerja. Dengan melihat Indonesia dari sutradara Nan T. Achnas, latar film ini yang bernuansa Jawa, maka menggandeng pemain Christine Hakim representasi yang muncul melalui tokoh- dan Dian Sastrowardoyo. Menyusul film tokoh di film ini akan memiliki hubungan anak Petualangan Sherina . dan kisah yang kuat dengan representasi yang cina remaja Ada Apa Dengan Cinta . muncul di dalam masyarakat Jawa. Seperti Pasir Berbisik, sutradara dan produser perempuan. Kontennya juga sudut Pembagian peran atas tokoh-tokoh pandang sangat perempuan sekali. yang ada di film ini dapat dilihat sebagai contoh bagaimana sistem representasi Dengan fenomena tersebut industri Laki-laki di dalam film ini cen- perfilman Indonesia membutuhkan angin derung digambarkan sebagai sosok yang segar dari para pelaku sinema. Entah dari maskulin, bertanggungjawab atas kepe- sutradara ataupun aktornya. Sebagai con- toh kemunculan sutradara perempuan sedangkan tokoh perempuan cenderung yang unik Upi Avianto, karya-karyanya untuk menjadi feminin serta bekerja di banyak berkarakter maskulin, pemberon- ranah domestik. tak, dengan tambahan visual vintage dan Sebelum menjadi lapak menggem- musik yang keras seperti Realita. Cinta, birakan seperti sekarang, industri film dan Rock n Roll . Radit dan Jani mengalami mati-suri di negara sendiri. Serigala Terakhir . serta Tepatnya pada era 90-an, dapat dikatakan sebuah film thriller Belenggu . yang LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 Puchon sang ayah diciduk sebagai aktivis anti- International Fantastic Film Festival 2012. Ide tak biasa belum tentu Ada pula novel RECTOVERSO Contohnya Jingga . karya Dewi Lestari diangkat dalam film Sebuah kisah humanis mengenai perjala- layar lebar dengan format penggabungan nan empat anak sekolah penyandang beberapa film pendek. Lima perempuan menjadi sutradara film ini, yakni Marcella Ada juga Djenar Maesa Ayu atau Zalianty. Olga Lydia. Cathy Sharon. Rachel biasa dipanggil Nay lebih condong sebagai Maryam Novel penulis novel dan cerita pendek. Temanya RECTOVERSO sendiri berisi 11 cerita, kerap berani dan kontroversial. Terbaca namun hanya lima cerita yang diangkat ke dari judulnya seperti Mereka Bilang. Saya film layar lebar yakni Malaikat Juga Tahu Monyet . Jangan Main-Main . engan (Marcella Zaliant. Curhat Buat Sahabat Kelaminm. , dan T. itit! . (Olga Lidy. Firasat (Rachel Marya. Pada 2016. Djenar membuat film keempat- Hanya Isyarat (Happy Salm. dan Cicak di nya berjudul hUSH!, berkolaborasi dengan Dinding Kan Lume, sutradara asal Singapura untuk seorang sutradara film independen. Dwi memproduksi film mockumentary . iksi Sujanti Nugraheni dengan garapan film- yang bercerita seperti film dokumente. ini nya yang berjudul memborong penghar- menceritakan cinta perempuan yang ber- gaan Jogja-NETPAC (Network for the tolak belakang dengan persepsi masyara- Promotion of Asian Cinem. Asian Film Ia merdeka dengan tubuhnya dan Festival atau JAFF 2013. Film ini meru- tidak segan-segan mengungkapkan kesu- pakan salah terobosan terbaru dalam kaan pada seks. Hal ini selaras dengan dunia perfilman Indonesia karena mema- dukan keilmuan antropologi yaitu studi dianggap Nay masih amat patriarkis. Bagi etnografi dalam penggarapannya. Selain Nay, semua itu terjadi karena sistem itu, penggarapan film ini juga sangat lama, edukasi masyarakat. Oleh karena itu ia sekitar empat tahun lamanya. berusaha mematahkan mindset masyara- (Cathy Happy Salma. Sharo. Selain Indonesia, kat, khususnya dari penikmat film melalui Nia Dinata kerap menyajikan cerita karya-karyanya. tak biasa, yang dianggap kontroversial oleh beberapa kalangan. Contohnya Ari- Mouly Surya, sutradara perempuan san! . yang memiliki tema homo- berusia 37 tahun dianggap sebagai peng- Atau Berbagi Suami . me- gagas genre film baru. Satay Western. Film-film sub genre ini biasanya menam- pilkan moralitas sederhana dan menekan- Indonesia. Seperti Nia. Lola Amaria juga kerap kan kerasnya kehidupan di gurun kering menghadirkan kisah-kisah yang tak biasa dan tandus di Amerika Serikat lengkap seperti Betina . , mengisahkan seorang dengan nuansa film yang kental akan wanita muda yang ibunya sinting karena nuansa koboi, namun kali ini tokoh Evelyn Talenta Ae Analis Naratif Pengaruh Perspektif. utamanya adalah wanita dengan latar Karakter-karakter semacam ini terutama belakang perbukitan yang sepi dan indah dapat dilihat dalam film bergenre komedi, di Indonesia. Di film ketiganya ini. Marlina drama, atau horor. Film-film horor ter- Si Pembunuh dalam Empat Babak . utama cocok dengan konsep yang diuta- Mouly rakan Mulvey tentang fenomena male Sumba yang ditindas oleh sekelompok pria Alih-alih mementingkan plot cerita, dengan parang dan pedang, yang secara karakter perempuan lebih banyak meng- berani menekan budaya patriarki dan eksploitasi seksualitas perempuan seperti berhasil memutarbalikkan keadaan. Tak dapat dilihat dalam film AuDi Sini Ada Setan heran, film ini berhasil menyita perhatian dan Panggil Namaku 3XAy. Meskipun di festival film internasional, seperti Vancouver International Film Festival. Indonesia pasca reformasi tahun 1998. Sitges International Fantastic Film Festival, sutradara Nia Dinata muncul dalam per- Busan International Film Festival serta spektif yang berbeda dengan menggu- sambutan luar biasa pada Cannes Film nakan perspektif gender serta feminis yang Festival 2017. kuat sebagai landasan film-film garapan- Sekala AuCa Bau Kan dan Arisan!Ay menjadi Niskala. Kamila Andini. Membawa ber- dua film penting yang mendapat tang- bagai penghargaan dalam dan luar negeri gapan luas dari masyarakat Indonesia. Terakhir Sutradara dalam filmnya yang bercerita mengenai Mengangkat perkembangan nama- Bali dan kebudayaan mereka. Sekala nama perempuan di dapur produksi tak Niskala menegaskan bahwa pengalaman melulu mengunggulkan mereka dengan akan keragaman kultur tak hanya bisa sudut pandang feminisme. Untuk saat ini, diungkapkan lewat produk kebudayaan sudah banyak yang menyuarakan itu sebut atau ritual agama setempat, tapi bisa juga saja Mouly Surya yang tampak jelas dalam melalui perasaan-perasaan personal yang film Marlina Si Pembunuh dalam Empat sesungguhnya universal. Babak . lalu kini muncul nama Meira Anastasia dengan film Imperfect . SIMPULAN yang diangkat dari buku garapannya. Hingga dua dekade setelah tahun Produser film dari Fourcolours, 80-an, karakter-karakter perempuan di Yogyakarta. Ifa Isfansyah menilai perlu dalam sinema Indonesia cenderung untuk ada keseimbangan antara sutradara pe- menghadapi stereotipe yang berat dasar rempuan dan laki-laki dengan sudut pand- dalam penelitian ini mendorong peneliti ang perempuan, serta sutradara perem- untuk bukan hanya mendasarkan bukti- puan dan laki-laki dengan sudut pandang bukti empirik pada logika matematik. Ifa bahkan menilai, bukan persoalan tetapi lebih pada hal-hal yang bersifat gender, kini sudah banyak sutradara laki- diskursif, termasuk teks. Unsur diskursus laki yang membuat cerita dari sudut yang ada di luar film Opera sebelah. pandang perempuan. LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 8 No. 1 Juni 2021 https://seleb. co/read/630348/ Peran perempuan di balik layar tak hanya bangku produser, sutradara, dan film-karya-sutradara-indonesia- Mereka kini bisa memegang peran masuk-radar-oscar/full&view=ok. DOP, cameraman, penata lampu, dan diakses pada 20 Juni 2021 pukul 13:44. Sayangnya. Cempaka. Ayu Diah. 2018 AuSekala Niskala: peran ini dinilai masih musiman untuk bisa konsisten. Kamila Andini, sutradara Duka Tak Sebatas InderaAy, film Sekala Niskala menilai kru film https://cinemapoetica. com/sekala- perempuan jumlahnya musiman. Hal ini niskala-duka-tak-sebatas-indera/, dikarenakan ruang kerja dan waktu yang diakses pada 20 Juni pukul 20:37. Iwan Awaludi. Yusuf. AuDinamika tak terbatas. Industri Perfilman Indonesia dari Di samping itu, status perempuan lajang dan menikah rupanya juga ber- Gambar Idoep CineplaxAy Transisi perubahan itu dirasa- https://bincangmedia. kan Kamila Andini sebelum dan setelah m/2012/03/30/dinamika-industri- Meski tak merasakan adanya perfilman-indonesia-dari-gambar- kesenjangan antara perempuan dan laki- idoep-ke-cineplex/, diakses pada laki di dapur produksi film. Dini justru tanggal 20 Juni 2021 pukul 15:07. seperti nyamann saat menjalani profesi Lih. Shinta Maharani. 2013 AuFilm Denok sutradara sebagai seorang ibu rumah dan Gareng Borong Penghargaan JAFFAy, http://w. co/read/news/20 DAFTAR REFERENSI 13/12/07/111535476/Film-Denok- Buku dan-Gareng-Borong-Penghargaan- Barnwell. Jane. The Fundamentals JAFF, diakses pada tanggal 20 Juni 2021 pukul 18:15. of Film-Making. Switzerland: AVA Sukmawijaya. Bambang. 2014 AuMenonton Publishing. IndonesiaAy. May. Rollo. The Courage To Create. https://bambangsukmawijaya. New York: Norton Paperback. com/2014/03/jurnal- Diskusi Public Lecture JAFF 2014 AuWomen desain-vol1no2-2014-menonton- Perspective on CinemaAy. pdf, diakses tanggal 20 Sumber Internet Juni 2021 pukul 16:04. Atmasari. Rina. 2014 "Film Karya Sutradara Indonesia Masuk Radar Oscar",