ANALISIS PENGOBATAN PASIEN BIPOLAR PADA FASE DEPRESIF DENGAN ANTIDEPRESAN Tiara Dewi Salindri Pratama1*. Novita Dhewi Ikakusumawati1. Dheananda Arikah Deddy2. Program Studi Profesi Apoteker. Univeritas Sebelas Maret. Surakarta. Indonesia. Program Studi Sarjana Farmasi. Univeritas Sebelas Maret. Surakarta. Indonesia. *Penulis Korespondensi: tiaradsp@staff. ABSTRAK Gangguan bipolar merupakan gangguan mood yang menyebabkan perubahan suasana hati seseorang secara ekstrem dan tiba-tiba, mulai dari posisi terendah yaitu depresi serta posisi tertinggi yaitu manik. Salah satu terapi farmakologi untuk mengobati pasien bipolar yaitu dengan Pemberian antidepresan pada pasien bipolar membutuhkan rentang waktu yang panjang, sehingga dapat menyebabkan terjadinya permasalahan terkait obat atau drug related problems (DRP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa adanya kejadian drug related problems (DRP. pada pasien bipolar rawat inap di RSJD dr. Arif Zainuddin Surakarta dalam periode Januari 2020 Ae Desember 2024. Desain dari penelitian ini yaitu cross sectional Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 97 kasus. Data yang diambil yaitu data yang berdasarkan pada rekam medis pasien. Penyajian data akan dilakukan secara deskriptif dan ditampilkan dalam presentase. Pola penggunaan antidepresan yang mendominasi yaitu maprotilin dengan dosis 50 mg/hari dan penggunaan antidepresan dikombinasikan dengan obat lainnya. Kasus drug related problems (DRP. yang terjadi yaitu pemilihan obat sebanyak 174 kasus . ,97%), pemilihan dosis sebanyak 41 kasus . ,02%) dan durasi pengobatan sebanyak 41 kasus . ,02%). Kata Kunci: Bipolar. Antidepresan. Drug related problems. ABSTRACT Bipolar disorder is a mood disorder that causes extreme and sudden changes in a person's mood, ranging from depressive episodes to manic episodes. One of the pharmacological therapies treating bipolar bipolar patients is antidepressants. The administration of antidepresasants to bipolar patients requires a long period of time, which can lead to drug related problems (DRP. The purpose of this study was to analyze occurrence of drug related problems (DRP. in bipolar inpatients at RSJD dr. Arif Zainuddin Surakarta from January 2020 to December 2024. This study used a retrospective cross-sectional. The study sample consisted of 97 cases. The data collected were based on patient medical records. Data analysis was performed descriptively and presented as percentages. The dominant patters of antidepressant use was maprotiline at a dose of 50 mg/day, combined with other medications. The cases of drug related problems that occurs were drug selection in 174 cases . 97%), dose selection in 41 cases . 02%), and duration of treatment in 41 cases . 02%). Keyword: Bipolar. Antidepressant. Drug related problems. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 PENDAHULUAN (Nurfahanum, 2. Pengobatan jangka Gangguan mental emosional di (DRP. pikiran, dan suasana hati seseorang memengaruhi hasil terapi (Rahman dan dengan berubah-ubah disebut dengan Oktavilantika, 2. gangguan bipolar (Whiteford et al. Pada penelitian yang dilakukan Menurut WHO berdasarkan data oleh Camelia tahun 2017. DRPs dapat dari penelitian GBD Mental Disorders terjadi karena masalah pemilihan obat Collaborator, yang tidak tepat termasuk adanya gangguan bipolar pada tahun 2019 sebanyak 40 juta jiwa atau setara dengan menonjol yaitu pada kejadian interaksi 0,53% dari populasi global (WHO. Pada tahun 2013, prevalensi berpotensi meningkatkan risiko efek gangguan mental emosional termasuk samping cukup tinggi, reaksi obat yang bipolar mencapai 6% lalu meningkat pada tahun 2018 menjadi 9,8% atau kontraindikasi ebesar 25,51%, dosis sekitar 20 juta penduduk. Pada tahun terlalu tinggi sebsar 18,37%, dosis terlalu rendah sebesar 6,12%, masalah emosional di Surakarta mencapai 5,51% kepatuhan obat sebesar 2,04%, frekuensi pengaturan dosis sebesar 0,2% (Camelia, (Kementerian Kesehatan RI, 2. Melihat dari angka kejadian Pemberian terapi bipolar adalah terapi DRPs kombinasi penstabil mood, antipsikotik menunjukkan bahwa masih banyak dan antidepresan. Obat-obat tersebut tantangan dalam penerapan terapi obat dapat diberikan baik secara tunggal atau yang tepat dan aman bagi pasien. secara kombinasi jangka panjang. Pada Dengan demikian, penelitian ini akan fase depresif, antidepresan akan lebih membahas mengenai evaluasi DRPs penggunaan antidepresan pada pasien dengan obat yang lain. Pemberian obat bipolar di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. anti depresan memerlukan waktu selama Arif Zainudin Surakarta. DRPs yang paling 45,92% interaksi ini penelitian sebelumnya, kurang lebug 4-6 bulan pengobatan PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 METODE PENELITIAN dengan antipsikotik, mood stabilizer. Penelitian ini merupakan studi noneksperimental dengan desain cross Sedangkan kriteria eksklusinya yaitu: . Rekam medis yang dimiliki pasien tidak Penelitian lengkap, . Pasien memiliki Riwayat dilakukan pada bulan Desember 2024 - ECT Februari 2025 di RSJD dr. Arif Zainudin Metode sampling yang digunakan adalah Surakarta. Kriteria Inklusi meliputi: . purposive sampling. Penelitian ini telah Pasien rawat inap yang terdiagnosis mendapatkan izin dari Rumah Sakit Dr. bipolar, . Pasien usia 12-65 tahun, . Moewardi dengan nomor 2. 812/ XII / Pasien HREC / 2024. (Electroconvulsive Therap. antidepresan dan/atau dikombinasikan Prosedur Penelitian Pengajuan izin penelitian ke RSJD dr. Arif Zainudin dan Dinkes Surakarta Ethical Approval (No. 812/ XII / HREC / 2. Pengumpulan rekam medis pasien . populasi pasien bipolar rawat ina. 97 sampel memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi Pengambilan data melalui observasi terhadap rekam medis pasien serta pencatatan menggunakan Microsoft Excel 365 Pengolahan dan analisis data menggunakan PCNE V9 untuk mengidentifikasi kejadian DRPs Interpretasi hasil mengacu pada pedoman Pharmacotherapy Handbook Eleventh Edition. PrescriberAos Guide Seventh Edition, dan Drug Information Handbook edisi ke-23 PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 HASIL DAN PEMBAHASAN kelamin, usia, dan jenis diagnosis Karakteristik Pasien bipolar, dengan rincian seperti pada Pengelompokan Tabel 1. Berikut: pasien dikelompokkan berdasarkan jenis Tabel 1. Gambaran karakteristik pasien bipolar di RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta Karakteristik Jumlah Persentase (%) Jenis Kelamin Laki-laki 24,74 Perempuan 75,26 Usia 12-25 (Remaj. 46,39 26-45 (Dewas. 46,39 46-65 (Lansi. 7,22 Hasil Diagnosis F3. 1 Gangguan Bipolar F31. 0 Gangguan Bipolar. Episode Depresif F31. 2 Gangguan Bipolar. Episode Depresif dengan gejala psikotik F31. 3 Gangguan Bipolar. Episode Depresif ringan atau sedang F31. 4 Gangguan Bipolar. Episode Depresif F31. 5 Gangguan Bipolar. Episode Depresif berat dengan gejala psikotik F31. 6 Gangguan Bipolar. Episode Depresif berat dan hipomanik F31. 8 Gangguan Bipolar. Episode Depresif berat dan lainnya Total Berdasarkan Tabel 1, perempuan 8,25 14,43 25,77 7,22 6,19 28,87 7,22 2,06 memengaruhi regulasi perubahan mood adalah mayoritas pasien bipolar dengan progesteron dan esterogen selama siklus 75,26% Hasil tersebut menunjukkan karena terdapat pengaruh perbedaan GABAergik, hormonal dan efek stressor psikososial. menyebabkan ketidakstabilan suasana Hormon hati pada individu yang rentan terhadap dibandingkan dengan laki-laki sebesar Fluktuasi gangguan bipolar (Wisner, 2. Pada PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 kategori usia, remaja dan dewasa, yang tidak nyata, seperti mendengar atau ditemukan sebanyak 45 kasus . ,39%). melihat sesuatu yang tidak ada. Pasien Gangguan bipolar muncul pada akhir juga dapat mengalami delusi, yaitu masa remaja dengan lebih dari 60% atau keyakinan yang tidak sesuai dengan setara dengan 107 dari 177 pasien yang Selain itu, pasien dapat menunjukkan gejala tersebut sebelum menunjukkan gejala seperti retardasi usia 25 tahun. Hal ini dapat terjadi psikomotor atau stupor yang sangat berat karena faktor psikososial yang dinamis. Individu pada usia ini seringkali berada dalam usia produktif, adanya tekanan psikotik tersebut dapat menjadi bahaya bagi kehidupan seperti bunuh diri, pekerjaan dan pemenuhan kebutuhan hidup ini dapat memicu perubahan (Eugene, 2. sehari-hari. Gejala Domain Perubahan ini meliputi hilangnya neuron Gambaran DRPs Pemilihan Obat dan penurunan efisiensi koneksi sinaps. Penelitian ini bertujuan untuk yang pada akhirnya meningkatkan risiko melakukan analisis pengobatan yaitu seseorang untuk mengalami episode DRPs. Pasien di rumah sakit paling banyak mendapatkan terapi antidepresan Meskipun pada penelitian ini didominasi golongan SSRI yang merupakan terapi oleh pasien remaja dan dewasa, pada lini pertama untuk pengobatan fase penelitian yang dilakukan oleh (Koh et depresi pada bipolar (Aberg et al. , 2. , 2. , tidak menunjukkan adanya Amitriptilin menjadi satu-satunya jenis hubungan signifikan terhadap usia. Hasil TCA yang digunakan karena efek sedatifnya (Wisner, 2. Selanjutnya, gangguan bipolar, episode depresif berat golongan tetrasiklik yang digunakan dengan gejala psikotik (F31. sebanyak yaitu maprotilin. Hal ini tidak hanya 28 pasien . ,87%). Pada episode disebabkan oleh frekuensi peresepannya tersebut, pasien mengalami depresi berat disertai dengan gejala psikotik seperti halusinasi, yaitu pengalaman sensorik (Camelia. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 farmakologis yang luas (Eugene, 2. risperidon secara signifikan lebih unggul Penggunaan dalam terapi mania akut dibandingkan mendominasi sebagai antipsikotik yang paling sering diresepkan untuk pasien berdasarkan hasil terapi (CGI-BP-IM) yang memiliki gejala psikotik. Hal ini (Eugene, 2. sesuai penelitian yaitu disebutkan bahwa Tabel 2. Gambaran DRPs pada Domain Pemilihan Obat No. Kasus Obat Kategori Obat tidak sesuai pedoman 18, 23, 24, 28. Fluoksetin 35, 44, 48, 49, 54, 58, 63, 83, 92, 95 37, 52, 56, 67. Sertralin 82, 94 Escitalopram Vortioxetine Amitriptilin 2, 5, 20, 21, 22. Maprotilin 23, 36, 37, 42, 59, 68, 70, 73, 74, 75, 76, 78, 80, 84, 88, 89, 90, 96, 97 Total Kategori Tidak Ada Indikasi 54, 95 Fluoksetin Sertralin 5, 68, 70, 73, Maprotilin 75, 88, 90 Total Kesesuaian Jumlah Persentase (%) Tidak Sesuai 29,79 Tidak Sesuai 12,77 Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai 2,13 2,13 2,13 51,06 Tidak Sesuai Tidak Sesuai Tidak Sesuai Berdasarkan Tabel 2, terdapat 47 tidak sesuai dengan pedoman atau kasus obat tidak sesuai dengan pedoman. formularium ini berdasarkan kepada Maprotilin merupakan obat antidepresan literatur Pharmacotherapy Handbook yang paling banyak ditemukan yaitu Eleventh Edition. Selain itu, ditemukan sebanyak 24 kasus . ,06%). Pada juga kejadian DRPs kategori tidak ada penelitian kejadian DRPs kategori obat indikasi untuk obat dalam beberapa PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 pasien seperti yang tertera pada tabel 3. Semakin melibatkan 177 pasien yang sebelumnya telah mencapai remisi dan fase depresi. kemungkinan terjadinya kompleksasi Namun, dalam penelitian tersebut tidak obat di dalam tubuh yang dapat memicu bisa ditinjau lebih lanjut karena adanya interaksi obat yang berbahaya, efek keterbatasan informasi dan rekam medis. Penelitian toksik, reaksi yang tidak diinginkan, serta efek samping obat yang merugikan Gambaran kejadian DRPs kategori (Cipolle et al. , 2. Menurut penelitian kombinasi tidak tepat Viktorin et al. , . , menyatakan Pada Januari hingga Desember 2024, didapatkan dari stabilizer tidak mengalami risiko episode sebanyak 117 kasus mengalami kejadian Penelitian yang dilakukan oleh DRPs pada pemilihan obat tidak tepat Yatham et al. , . , menunjukkan yang disebabkan oleh interaksi obat. banwa penggunaan antidepresan dapat Didapatkan 27 kasus interaksi obat digunakan untuk mengurangi risiko kekambuhan atau relaps depresif pada seperti pada Tabel 3 dibawah ini. Tabel 3. Gambaran kejadian DRPs kategori kombinasi tidak tepat Kombinasi Obat Sertralin Quetiapin Fluoksetin Risperidon Escitalopram Klorpromazin Amitriptilin Maprotilin Sertalin Litium Karbonat Trifluoperazin Olanzapin Risperidon Mekanisme Interaksi Mayor Meningkatkan QTc Meningkatkan samping ekstrapiramidal Meningkatkan QTc Meningkatkan QTc interval dan tingkat Moderate Meningkatkan Interval QTc menurun Interval QTc meningkat Interval QTc meningkat Jumlah Persentase (%) 8,55 11,97 1,71 0,85 1,71 1,71 1,71 6,84 PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Kombinasi Obat Fluoksetin Haloperidol Quetiapin Lamotrigin Olanzapin Diazepam Mekanisme Interaksi Jumlah Efek sindrom meningkat Interval QTc meningkat Efek toksik meningkat Efek sindrom meningkat Enzim CYP2C19 Persentase (%) 0,85 9,40 4,27 5,98 0,85 Kombinasi Obat Mekanisme Interaksi Jumlah Escitalopram Quetiapin Risperidon Litium Karbonat Haloperidol Aripiprazol Amitriptilin Klozapin Quetiapin Karbamazepin Interval QTc meningkat Interval QTc meningkat Kadar Interval QTc meningkat Interval QTc meningkat Efek sedasi meningkat Efek sedasi meningkat Kadar Efek sedasi meningkat Efek samping aditif Efek sedasi meningkat Total Persentase (%) 0,85 1,71 0,85 0,85 1,71 1,71 2,56 0,85 4,27 15,38 12,82 Maprotilin Olanzapin Triheksifenidil Quetiapin Gambaran DRPs Kategori Pemilihan terlalu rendah dari yang telah ditetapkan Dosis oleh pedoman seperti yang tertera pada Kategori DRPs ini mencakup Tabel Pada kondisi di mana pasien berpotensi mengindikasikan bahwa menerima dosis yang terlalu rendah atau terlalu tinggi, serta permasalahan terkait diberikan kepada para pasien tersebut regimen dosis yang tidak sesuai . erlalu dosis obat Drug pemberian obat yang tidak tepat (Mil et , 2. Hasil penelitian ini ditemukan Information Handbook (DIH) edisi ke- 41 kasus pasien yang menerima dosis PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Tabel 4. Gambaran kejadian DRPs kategori dosis obat terlalu rendah Dosis yang Dosis sesuai Kesesuaian Jumlah Persentase (%) . g/har. Maprotilin 50 mg/hari 75 Ae 150 Tidak 95,12 Amitriptilin 25 mg/hari 50 Ae 100 Tidak 4,88 Maprotilin 50 mg/12 jam 75 Ae 150 Sesuai* Amitriptilin 25 mg/12 jam 50 Ae 100 Sesuai* Total * Terdapat penyesuaian dosis. Obat Gambaran kejadian DRPs pada tabel kejadian DRPs kategori durasi Kategori Durasi Pengobatan pengobatan berdasarkan jenis Ditemukan beberapa kasus antidepresan pada pasien bipolar di DRPs durasi pengobatan pada sejumlah RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta. pasien bipolar. Di bawah ini merupakan Tabel 5. Gambaran kejadian DRPs kategori durasi obat terlalu cepat untuk obat rawat Obat Durasi pengobatan Durasi pengobatan Jumlah pasien sesuai literatur Sertraline < 2 minggu 2 Ae 4 minggu Fluoxetine < 2 minggu 2 Ae 4 minggu Escitalopram < 2 minggu 2 Ae 4 minggu Vortioxetine < 2 minggu 2 Ae 4 minggu Amitriptyline < 2 minggu 2 Ae 4 minggu Maprotiline < 2 minggu 2 Ae 4 minggu Total Pada PrescriberAos didasarkan pada evaluasi kondisi pasien. Guide 7th edition merekomendasikan terutama mempertimbangkan potensi durasi antidepresan diberikan selama 2-4 minggu untuk mencapai gejala remisi. (Baldessarini Selanjutnya, beberapa kasus didapat beberapa pasien mencegah kekambuhan atau relaps. antidepresan untuk terapi rawat jalan Akan tetapi, keputusan mengenai durasi atau yang diberikan pasien saat pulang seperti yang tertera pada Tabel 6. Pada pemeliharaan selama 6-9 bulan untuk PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Tabel 6. Gambaran DRPs durasi pengobatan pasca pemberian obat pulang No. Kasus Obat Durasi Kesesuaian Jumlah < 2 minggu Tidak Persentase kejadian DRPs (%) 29,27 < 2 minggu Tidak 36,59 1, 4, 9, 10. Sertralin 13, 37, 52, 69, 71, 79, 82, 94 14, 18, 24. Fluoksetin 28, 31, 39, 44, 45, 48, 49, 53, 55, 66, 92, 93 No. Obat Kasus Durasi Kesesuaian Jumlah Escitalopram < 2 minggu Vortioxetine < 2 minggu Amitriptilin < 2 minggu 14, 30, 32. Maprotilin 37, 42, 68, 70, 76, 78, 89, 91 < 2 minggu Tidak Tidak Tidak Tidak Total Persentase kejadian DRPs (%) 2,44 2,44 2,44 26,83 Penggunaan antidepresan dalam yaitu waktu penelitian yang singkat dan jangka panjang pada pasien dengan penelitian yang bersifat retrospektif menyebabkan adanya hambatan dalam pengamatan perkembangan klinis pasien menyebabkan destabilisasi suasana hati. secara langsung sehingga identifikasi Destabilisasi ini dapat meningkatkan risiko rapid cycling, suatu kondisi di mana pasien mengalami perubahan suasana hati yang cepat dan sering antara KESIMPULAN episode manik dan depresi (Fountoulakis Profil penggunaan antidepresan et al. , 2017. Yatham et al. , 2. pada pasien bipolar menunjukkan bahwa Penelitian ini memiliki keterbatasan maprotilin dengan dosis 50 mg/hari PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 merupakan digunakan sebanyak 40 kasus . ,38%). Kejadian DRPs antidepresan yang dialami pasien bipolar di instalasi rawat inap RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta didominasi oleh pemilihan obat sebanyak 67,97%, untuk kategori pemilihan dosis didapatkan kasus sebanyak 15,71%, dan durasi pengobatan sebanyak 17,62%. SARAN Perlu dilakukan penelitian lebih DRPs antidepresan pada pasien bipolar dengan kategori lain dan menggunakan metode lain, seperti prospektif atau wawancara langsung dengan pasien, dokter, dan farmasis agar mendapatkan informasi lebih dalam mengenai kondisi pasien. UCAPAN TERIMA KASIH Kepada terlibat dalam penelitian ini, kami ucapkan banyak terima kasih. DAFTAR PUSTAKA