PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN AL-QUR'AN MELALUI PROGRAM BETA DAN GERMAJI DI DESA MANDIRANCAN Yayat Hidayat1. Fitri Wahidah Rahmah2. Hilda Nurfitriani3. Mutiara Syahidah4. Qonita Najiyah5. Rimah6. Tasya Amelia7 Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah (STISHK) Kuningan yayathidayat@stishusnulkhotimah. ABSTRACK This community service was carried out at the Al-Hayat Mosque. Wage Hamlet. Mandirancan Village, with the aim of introducing and increasing understanding of makharijul letters, the law of reciting tajwid, as well as helping participants in increasing their memorization of the AlQur'an. This program is held every day at 18. 00 - 19. 00 with participants consisting of children and mothers. This activity also involves the Koran Maghrib Movement (GERMAJI) program which aims to foster the habit of reciting the Koran in the local community. Through the BETA (Learning Tahsin Tahfid. approach, participants are taught using a method that is fun and easy to understand, so that they can better understand the makharijul letters and the rules for correct reciting tajwid. Apart from that, this program also provides opportunities for participants to increase their memorization of the Al-Qur'an. The results of the implementation of this program show that participants, both children and mothers, managed to know the makharijul letters and the rules of recitation well, and were able to increase their memorization Apart from that, this program also provides additional benefits in the form of knowledge about the translation of the Koran and religious lectures which can increase people's understanding of religion. With this activity, it is hoped that it can create positive habits in reading, memorizing and studying the Al-Qur'an among the people of Mandirancan Village. Keyword: BETA. GERMAJI. Makharijul Letters. Tajwid Law. Memorizing the Qur'an. Community Service ABSTRAK Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Musholah Al-Hayat. Dusun Wage. Desa Mandirancan, dengan tujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman makharijul huruf, hukum bacaan tajwid, serta membantu peserta dalam menambah setoran hafalan Al-Qur'an. Program ini dilaksanakan setiap hari pada pukul 18. 00 - 19. 00 dengan peserta yang terdiri dari anak-anak dan ibu-ibu. Kegiatan ini juga melibatkan program Gerakan Maghrib Mengaji (GERMAJI) yang bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan mengaji pada masyarakat setempat. Melalui pendekatan BETA (Belajar Tahsin Tahfid. , para peserta diajarkan dengan metode yang menyenangkan dan mudah dipahami, sehingga mereka dapat lebih memahami makharijul huruf dan hukum bacaan tajwid yang benar. Selain itu, program ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperbanyak hafalan Al-Qur'an. Hasil dari pelaksanaan program ini menunjukkan bahwa peserta, baik anak-anak maupun ibu-ibu, berhasil mengetahui makharijul huruf dan hukum tajwid dengan baik, serta mampu Khidmatul MujtamaAo (Jurnal PKM STISHK Kuninga. E-ISSN: x-y || P-ISSN: x-y DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Vol. 1 No. 01 (Oktober 2. menambah setoran hafalan mereka. Selain itu, program ini juga memberikan manfaat tambahan berupa pengetahuan tentang terjemahan Al-Qur'an dan ceramah keagamaan yang dapat meningkatkan pemahaman agama masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menciptakan kebiasaan positif dalam membaca, menghafal, dan mempelajari Al-Qur'an di kalangan masyarakat Desa Mandirancan. Kata Kunci: BETA. GERMAJI. Makharijul Huruf. Hukum Tajwid. Hafalan Al-Qur'an. Pengabdian Masyarakat PENDAHULUAN Pendidikan agama, khususnya dalam mempelajari Al-Qur'an, memegang peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter, moral, dan spiritual masyarakat. Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam tidak hanya diharapkan untuk dibaca, tetapi juga dipahami, dihafal, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran Al-Qur'an yang benar, mulai dari tahsin . erbaikan bacaa. hingga tahfidz . , sangat penting untuk dilakukan sejak dini. Selain itu, pemahaman tentang makharijul huruf dan hukum bacaan tajwid yang benar juga menjadi hal mendasar dalam membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Sayangnya, di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, tantangan dalam menjaga kualitas pengajaran Al-Qur'an tetap relevan dan efektif semakin besar, terutama di daerah pedesaan yang memiliki keterbatasan dalam hal akses pendidikan agama (Nur Ainiyah, 2. Desa Mandirancan, khususnya di Dusun Wage, merupakan salah satu contoh desa yang menghadapi tantangan tersebut (Profil Desa Mandirancan, 2. Meskipun mayoritas penduduknya merupakan umat Islam yang sangat menghargai nilai-nilai agama, pemahaman tentang cara membaca Al-Qur'an dengan benar dan mendalam masih menjadi pekerjaan Banyak masyarakat, baik anak-anak maupun ibu-ibu, yang belum sepenuhnya memahami makharijul huruf . empat keluar huru. dan hukum tajwid . turan dalam membaca huruf Al-Qur'a. Akibatnya, bacaan Al-Qur'an mereka seringkali tidak sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan, yang berpotensi mengurangi kekhidmatan dalam beribadah. Selain itu, meskipun ada minat untuk menghafal Al-Qur'an, kurangnya bimbingan dan lingkungan yang mendukung menjadi hambatan besar dalam mencapai tujuan tersebut (Akhsin Ridho, 2. Untuk menjawab tantangan ini, kelompok peneliti Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STISHK Kuningan memutuskan untuk melaksanakan program pengabdian di Desa Mandirancan. Program yang diberi nama BETA (Belajar Tahsin Tahfid. dan GERMAJI (Gerakan Maghrib Mengaj. ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur'an di desa tersebut, terutama bagi anak-anak dan ibu-ibu. Program BETA bertujuan memperkenalkan makharijul huruf dan hukum bacaan tajwid yang benar, serta membantu peserta dalam menghafal Al-Qur'an. Sementara itu. GERMAJI berfokus pada membiasakan masyarakat untuk mengaji setiap waktu Maghrib, menciptakan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari pukul 18. 00 Ae 19. 00 di Khidmatul MujtamaAo DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Khidmatul MujtamaAo (Jurnal PKM STISHK Kuninga. E-ISSN: x-y || P-ISSN: x-y DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Vol. 1 No. 01 (Oktober 2. Musholah Al-Hayat. Dusun Wage, sebagai sarana untuk membina pembelajaran Al-Qur'an yang menyeluruh dan terarah (Iben Herlanda, dkk. , 2. Dalam program ini, peserta akan diajarkan cara membaca Al-Qur'an yang benar dengan memperhatikan makharijul huruf dan hukum tajwid. Pembelajaran ini sangat penting, karena kesalahan dalam melafalkan huruf atau bacaan dapat mengubah makna dari ayat-ayat yang Oleh karena itu, tujuan utama dari program BETA adalah agar para peserta, baik anakanak maupun ibu-ibu, dapat membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang tepat dan memahami makna dari setiap bacaan. Selain itu, program ini juga akan memfasilitasi peserta dalam menambah setoran hafalan Al-Qur'an mereka. Peningkatan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penguatan spiritual dan moral Masyarakat (Neliwati, 2. Program ini juga tidak hanya terbatas pada aspek pembelajaran bacaan, tetapi juga memperkenalkan terjemahan Al-Qur'an kepada peserta, agar mereka dapat lebih memahami isi dan pesan yang terkandung dalam Al-Qur'an. Dengan demikian, mereka tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga dapat mengaplikasikan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu, program ini juga mencakup ceramah dan kajian agama yang akan meningkatkan pemahaman agama masyarakat secara lebih menyeluruh. Keberadaan kajian ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendiskusikan berbagai hal terkait dengan kehidupan beragama, serta memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang mereka hadapi (Amirul Maliki Maghribi, dkk. , 2. Diharapkan, dengan adanya program BETA dan GERMAJI, masyarakat Desa Mandirancan, khususnya di Dusun Wage, dapat memperoleh pembelajaran Al-Qur'an yang lebih baik dan menyeluruh. Program ini bertujuan untuk menciptakan kebiasaan mengaji yang lebih kuat di kalangan anak-anak dan ibu-ibu, serta memperkenalkan mereka pada cara yang benar dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur'an. Melalui pengabdian ini, diharapkan akan terwujud masyarakat yang lebih mengenal dan mencintai Al-Qur'an, serta mampu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian pertama yang dilakukan oleh Amirul Maliki Maghribi, dkk. Penelitian dengan judul Peran Mahasiswa dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Melalui Kegiatan KKN Mengajar Mengaji ini bertujuan mengajarkan keterampilan membaca Al-Qur'an kepada individu mulai dari usia taman kanak-kanak hingga tingkat Pendidikan menengah atas. Mahasiswa KKN di Kelurahan Sei Gohong mencoba meningkatkan minat membaca AlQurAoan untuk perserta didik di TPQ Fathul Jannah dengan menggunakan berbagai metode sehingga dapat mudah di terima serta di terapkan dalam membaca AlQurAoan. Sebelum mereka membaca Iqro atau Al-Qur''an mereka diperintahkan menulis surah-surah pendek dalam AlQur'an agar mereka terlatih menulis tulisan-tulisan Arab. Mereka disediakan buku raportnya masingmasing agar mengetahui kelancaran membaca anak tersebut di setiap harinya. Maka dari itu pembelajaran membaca Al-Quran menjadi salah sau program kerja Mahasiswa KKN di Khidmatul MujtamaAo DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Khidmatul MujtamaAo (Jurnal PKM STISHK Kuninga. E-ISSN: x-y || P-ISSN: x-y DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Vol. 1 No. 01 (Oktober 2. Kelurahan Sei Gohong untuk menjadikan anak-anak yang baik akhlaknya serta dapat menjadisalah satu generasi emas yang paham akan keagamaan. Penelitian berikutnya dilakukan oleh Neliwati, dkk. dengan judul Peran Kegiatan Ekstrakurikuler BTQ dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa di SMPN 8 Percut Sei Tuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program ekstrakurikuler BTQ memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa di SMPN 8 Percut Sei Tuan. Walaupun belum maksimal, ketika membaca AlQurAoan siswa di SMPN 8 Percut Sei Tuan sudah mampu melafalkan huruf hijaiyah yang sesuai dengan makhorijul huruf, mampu mengenal huruf-huruf yang menjadi bagian ilmu tajwid, memahami teorinya serta dapat meningat contoh-contoh ilmu tajwid, seperti nun sukun, mim sukun dan tanwin, sehingga dapat dikatakan dapat menerapkan ilmu tajwid dalam membaca Al-QurAoan dan fasih dalam Penelitian yang ketiga adalah penelitian yang dilakukan oleh Iben Herlanda, dkk. Penelitian dengan judul Evaluasi Program Kerja KKN: Tantangan dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Tawang Rejo ini membuat hasil penelitian bahwa program KKN yang terdiri dari 7 program kerja tersebut berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Selain itu, program kerja juga mendapatkan respons yang cukup baik dari Masyarakat sekitar dengan adanya sedikit kritik dan saran. METODOLOGI Metode penelitian dalam pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memastikan pelaksanaan program BETA (Belajar Tahsin Tahfid. dan GERMAJI (Gerakan Maghrib Mengaj. di Desa Mandirancan dapat terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan. Metode yang digunakan mencakup beberapa langkah yang terstruktur mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Adapun secara rinci, metode penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Pendekatan Kualitatif Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain Pendekatan ini digunakan untuk menggambarkan secara mendalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang melibatkan peserta dalam kegiatan pembelajaran AlQur'an, baik dari segi proses maupun hasil yang dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai dampak dari program BETA dan GERMAJI terhadap peningkatan kemampuan membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur'an di kalangan masyarakat Desa Mandirancan (Tiffany Shahnaz Rusli, dkk. , 2. Jenis Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Data Primer merupakan data utama yang diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi pelaksanaan program. Observasi dilakukan terhadap proses pembelajaran yang berlangsung setiap hari pada pukul 18. 00 - 19. 00 di Musholah Al-Hayat. Dusun Wage. Wawancara dilakukan dengan peserta, seperti anak-anak dan ibu-ibu, serta Khidmatul MujtamaAo DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Khidmatul MujtamaAo (Jurnal PKM STISHK Kuninga. E-ISSN: x-y || P-ISSN: x-y DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Vol. 1 No. 01 (Oktober 2. tokoh masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini untuk mengetahui pemahaman mereka terkait makharijul huruf, hukum tajwid, serta perkembangan hafalan mereka. Selain itu, wawancara juga dilakukan dengan pengelola program untuk mendapatkan gambaran tentang proses pelaksanaan dan evaluasi program. Sedangkan Data Sekunder merupakan data yang diperoleh melalui studi literatur terkait teori tajwid, makharijul huruf, metode tahsin dan tahfidz, serta kajian sebelumnya yang relevan dengan topik pengabdian ini. Data sekunder ini digunakan untuk memperkuat dasar teori yang digunakan dalam pengembangan program pengabdian kepada Masyarakat (Sugiyono, 2. Prosedur Pelaksanaan Pelaksanaan program dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang terstruktur, sebagai Sosialisasi dan Persiapan: Sebelum program dimulai, dilakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya program BETA dan GERMAJI. Sosialisasi ini juga bertujuan untuk mengajak partisipasi anak-anak dan ibu-ibu dalam program, serta menjelaskan jadwal dan tujuan kegiatan. Dalam tahap ini, tim KPM STISHK Kuningan juga mempersiapkan bahan ajar dan media pembelajaran yang dibutuhkan. Pelaksanaan Program BETA dan GERMAJI: Program dimulai dengan pengajaran makharijul huruf dan hukum bacaan tajwid. Proses pembelajaran dilakukan secara bertahap dan menyenangkan, dengan melibatkan teknik-teknik interaktif seperti permainan, tanya jawab, dan latihan langsung membaca Al-Qur'an. Setiap peserta diberi kesempatan untuk mempraktikkan bacaan Al-Qur'an secara bergantian dan mendapat koreksi langsung dari Selain itu, dalam kegiatan GERMAJI, para peserta mengaji bersama setiap hari pada waktu Maghrib, yang juga diikuti dengan ceramah agama yang berkaitan dengan pembelajaran Al-Qur'an. Setoran Hafalan: Program ini juga difokuskan pada peningkatan hafalan Al-Qur'an Setiap peserta diminta untuk menghafal beberapa ayat atau surat pendek setiap minggunya, yang kemudian akan disetorkan kepada pengajar untuk dikoreksi dan diberi bimbingan lebih lanjut. Evaluasi dan Pembinaan: Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai perkembangan peserta dalam menguasai makharijul huruf, hukum tajwid, serta hafalan Al-Qur'an. Evaluasi dilakukan melalui tes lisan atau praktek membaca Al-Qur'an dan setoran hafalan. Di samping itu, pengamatan terhadap perkembangan spiritual dan perubahan kebiasaan mengaji di masyarakat juga menjadi bahan evaluasi dalam pengabdian ini. Teknik Analisis Data Data yang terkumpul dari observasi, wawancara, dan dokumentasi akan dianalisis secara Analisis dilakukan dengan cara reduksi data, yaitu menyaring informasi yang relevan dengan tujuan penelitian, serta penyajian data dalam bentuk naratif yang menggambarkan proses dan hasil pelaksanaan program. Hasil analisis akan digunakan untuk menggambarkan Khidmatul MujtamaAo DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Khidmatul MujtamaAo (Jurnal PKM STISHK Kuninga. E-ISSN: x-y || P-ISSN: x-y DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Vol. 1 No. 01 (Oktober 2. sejauh mana program BETA dan GERMAJI berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur'an (Ahmad Rijali. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program BETA (Belajar Tahsin Tahfid. dan GERMAJI (Gerakan Maghrib Mengaj. di Desa Mandirancan, tepatnya di Musholah Al-Hayat. Dusun Wage, telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan rencana yang telah disusun. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam hal makharijul huruf, hukum tajwid, serta meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur'an, baik di kalangan anak-anak maupun ibu-ibu. Selama periode pelaksanaan yang berlangsung setiap hari pada pukul 18. 00 - 19. 00, hasil yang dicapai cukup signifikan, baik dari segi peningkatan keterampilan membaca Al-Qur'an maupun dari segi perubahan kebiasaan mengaji di masyarakat. Peningkatan Pemahaman Makharijul Huruf dan Hukum Tajwid Salah satu tujuan utama dari program ini adalah untuk memperkenalkan dan memperbaiki pemahaman makharijul huruf dan hukum tajwid kepada peserta. Berdasarkan observasi dan hasil wawancara dengan peserta, mayoritas peserta, baik anak-anak maupun ibu-ibu, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam membaca Al-Qur'an dengan benar. Mereka mulai memahami bagaimana cara melafalkan huruf dengan tepat sesuai dengan makharijul huruf, serta dapat menerapkan hukum tajwid dalam bacaan mereka, seperti panjang pendeknya bacaan . , serta tajwid lainnya yang berhubungan dengan cara pengucapan huruf-huruf Al-Qur'an. Hal ini terlihat jelas ketika peserta mengikuti latihan membaca Al-Qur'an secara bergiliran, dimana mereka sudah dapat mengoreksi bacaan mereka sendiri atau saling membantu antar sesama peserta. Peningkatan Kemampuan Menghafal Al-Qur'an Selain tahsin . erbaikan bacaa. , program ini juga bertujuan untuk meningkatkan hafalan Al-Qur'an peserta. Setiap minggu, peserta diminta untuk menghafal beberapa ayat atau surah pendek, yang kemudian akan disetorkan untuk dinilai oleh pengajar. Hasilnya, sebagian besar peserta, terutama anak-anak, berhasil menghafal surah-surah pendek dengan Bahkan, beberapa ibu-ibu yang awalnya merasa kesulitan dalam menghafal, mulai menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Mereka merasa lebih termotivasi untuk melanjutkan hafalan mereka setelah mendapatkan bimbingan langsung dari pengajar. Keberhasilan ini tidak hanya dilihat dari setoran hafalan, tetapi juga dari antusiasme peserta dalam menghafal lebih banyak ayat-ayat Al-Qur'an. Penguatan Kebiasaan Mengaji pada Waktu Maghrib Salah satu komponen dari program GERMAJI adalah membiasakan masyarakat untuk mengaji pada waktu Maghrib. Kegiatan ini diadakan secara rutin setiap hari, di mana masyarakat diajak untuk mengaji bersama setelah waktu Maghrib, baik di Musholah Al-Hayat Khidmatul MujtamaAo DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Khidmatul MujtamaAo (Jurnal PKM STISHK Kuninga. E-ISSN: x-y || P-ISSN: x-y DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Vol. 1 No. 01 (Oktober 2. maupun di rumah masing-masing. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa kebiasaan mengaji secara kolektif semakin meningkat, terutama di kalangan ibu-ibu. Banyak dari mereka yang merasa lebih termotivasi untuk mengaji secara bersama-sama karena adanya kegiatan yang rutin dan terjadwal. Selain itu, melalui kegiatan ini, mereka dapat saling bertukar pengetahuan dan penguatan pemahaman agama. Kebiasaan mengaji ini mulai menjadi bagian dari rutinitas harian mereka. Pemahaman Terhadap Terjemahan Al-Qur'an Selain fokus pada perbaikan bacaan dan hafalan, program ini juga memberikan pemahaman lebih dalam tentang terjemahan Al-Qur'an. Setiap minggu, setelah mengaji bersama, diadakan sesi ceramah yang mengulas tentang makna ayat-ayat yang baru saja Hal ini sangat membantu peserta, terutama ibu-ibu, untuk memahami lebih dalam arti dari bacaan mereka. Melalui ceramah dan diskusi singkat, peserta dapat mengaitkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan kehidupan sehari-hari mereka. Dengan memahami makna yang terkandung dalam Al-Qur'an, peserta merasa lebih termotivasi untuk menghafal dan mengamalkan isi AlQur'an dalam kehidupan mereka. Perubahan Kebiasaan dalam Pembelajaran Al-Qur'an Sebelum program ini dilaksanakan, sebagian besar peserta mengaji hanya sebatas mengikuti acara pengajian rutin yang diadakan di Musholah. Namun, setelah adanya program BETA dan GERMAJI, kebiasaan ini mulai berubah. Peserta menjadi lebih disiplin dalam mengikuti pembelajaran, baik itu dalam perbaikan bacaan Al-Qur'an . , peningkatan hafalan, maupun dalam mengikuti kegiatan mengaji bersama pada waktu Maghrib. Secara umum, masyarakat mulai memiliki kesadaran lebih tinggi mengenai pentingnya mempelajari Al-Qur'an dengan benar, baik dari segi bacaan, hafalan, maupun pemahaman maknanya. Peningkatan Keterlibatan Orang Tua dalam Pembelajaran Al-Qur'an Salah satu dampak positif yang muncul dari pelaksanaan program ini adalah meningkatnya keterlibatan orang tua, terutama ibu-ibu, dalam mendampingi anak-anak mereka dalam pembelajaran Al-Qur'an. Sebelumnya, banyak ibu-ibu yang merasa kurang mampu untuk membimbing anak-anak mereka dalam membaca Al-Qur'an, namun setelah mengikuti program BETA dan GERMAJI, mereka merasa lebih percaya diri dalam membimbing anak-anak mereka belajar Al-Qur'an di rumah. Bahkan, beberapa ibu mulai mengajarkan anakanak mereka cara membaca dan menghafal Al-Qur'an setelah mereka merasa memahami tajwid dan makharijul huruf dengan baik. Peran Musholah Al-Hayat sebagai Pusat Pembelajaran Musholah Al-Hayat di Dusun Wage telah berfungsi sebagai pusat pembelajaran Al-Qur'an yang aktif. Sebelumnya, musholah ini lebih sering digunakan untuk kegiatan ibadah rutin. Khidmatul MujtamaAo DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Khidmatul MujtamaAo (Jurnal PKM STISHK Kuninga. E-ISSN: x-y || P-ISSN: x-y DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Vol. 1 No. 01 (Oktober 2. namun kini musholah menjadi tempat yang lebih hidup dengan kegiatan pembelajaran yang Program BETA dan GERMAJI turut menghidupkan suasana di musholah, yang tidak hanya menjadi tempat untuk shalat, tetapi juga tempat belajar bagi masyarakat. Keberadaan musholah sebagai tempat kegiatan belajar mengaji ini sangat membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program pengabdian ini. Tantangan dalam Pelaksanaan Program Meskipun program ini berjalan dengan baik, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi selama pelaksanaannya. Salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya waktu luang bagi sebagian peserta, terutama ibu-ibu yang sibuk dengan pekerjaan rumah tangga. Beberapa ibu merasa kesulitan untuk menyisihkan waktu setiap hari untuk mengikuti kegiatan mengaji di Meskipun demikian, mereka tetap berusaha hadir dan mengikuti program dengan semangat, bahkan beberapa dari mereka mulai mengatur waktu mereka agar dapat mengaji setiap hari bersama anak-anak mereka. Evaluasi dan Rekomendasi Evaluasi terhadap program BETA dan GERMAJI menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengalami kemajuan yang signifikan dalam hal membaca Al-Qur'an dengan benar, menghafal, serta memahami terjemahan dan makna ayat-ayat yang dibaca. Namun, masih ada beberapa area yang perlu diperbaiki, seperti penambahan waktu untuk hafalan dan peningkatan interaksi antara peserta dalam mendiskusikan makna Al-Qur'an. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan durasi kegiatan belajar mengaji agar peserta dapat lebih mendalami bacaan dan tafsir Al-Qur'an, serta memperbanyak sesi diskusi mengenai isi AlQur'an. SIMPULAN Program BETA (Belajar Tahsin Tahfid. dan GERMAJI (Gerakan Maghrib Mengaj. yang dilaksanakan di Desa Mandirancan, khususnya di Musholah Al-Hayat Dusun Wage, memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran AlQur'an di kalangan masyarakat, terutama anak-anak dan ibu-ibu. Melalui kegiatan ini, peserta berhasil meningkatkan pemahaman mereka terhadap makharijul huruf dan hukum tajwid, yang terbukti dari kemampuan mereka dalam membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang lebih Program ini juga berhasil membantu peserta dalam meningkatkan hafalan Al-Qur'an, dengan banyak peserta yang berhasil menghafal surah-surah pendek yang telah ditargetkan. Selain itu, kebiasaan mengaji bersama pada waktu Maghrib juga semakin diperkuat, yang menciptakan suasana religius dan mendukung terbentuknya kebiasaan baik di kalangan Salah satu dampak yang paling signifikan adalah meningkatnya keterlibatan ibuibu dalam membimbing anak-anak mereka dalam belajar Al-Qur'an. Hal ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada peserta langsung, tetapi juga memberikan Khidmatul MujtamaAo DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Khidmatul MujtamaAo (Jurnal PKM STISHK Kuninga. E-ISSN: x-y || P-ISSN: x-y DOI: https://doi. org/10. 59270/-|----|- Vol. 1 No. 01 (Oktober 2. dampak positif bagi keluarga peserta, khususnya dalam meningkatkan kualitas pengajaran agama di rumah. Program ini juga berhasil memperkenalkan dan memperdalam pemahaman masyarakat terhadap terjemahan dan tafsir Al-Qur'an, yang menjadi nilai tambah dalam pembelajaran Masyarakat menjadi lebih paham akan makna dari bacaan yang mereka ucapkan, dan dengan demikian lebih termotivasi untuk mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, keberhasilan program ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi yang tinggi, perkembangan yang signifikan pada peserta, serta perubahan positif dalam kebiasaan masyarakat setempat dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur'an. Meskipun demikian, program ini juga menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu bagi beberapa peserta dan kesulitan dalam mengatur waktu yang tepat untuk semua pihak. Oleh karena itu, untuk keberlanjutan dan perbaikan program di masa depan, disarankan agar waktu pelaksanaan dapat diperpanjang atau disesuaikan dengan kebutuhan peserta, dan agar kegiatan ini terus dilaksanakan secara rutin dan terjadwal dengan melibatkan lebih banyak tokoh agama dan pengajar yang berkompeten. Secara keseluruhan. BETA dan GERMAJI telah menunjukkan bahwa pengajaran AlQur'an yang sistematis, berkesinambungan, dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dapat menciptakan perubahan yang signifikan dalam pemahaman dan pengamalan ajaran Al-Qur'an. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang dapat diterapkan di desa-desa lain, untuk terus memperkuat pendidikan agama dan kebiasaan mengaji di kalangan umat Islam. DAFTAR PUSTAKA