Pengembangan Kurikulum Bahasa Arab (Studi Tentang Manajemen Mutu Kurikulum Pembelajaran Bahasa Ara. Edi Kurniawan Farid1, . Moch. Yunus2 1Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo Email: edikurniawanfarid@gmail. qualityresearch541@gmail. Abstract Developingthe quality of education is an obligation that is always a concern. This is because the quality of education is a process that is integrated with the process of improving the quality of human resources. Many efforts have been made through various efforts to develop higher quality education, among others through improvement of educational facilities, development and procurement of teaching materials, training for teachers and other education personnel as well as development and improvement of curriculum quality and evaluation system. Improving the quality of the curriculum is more about efforts to improve the quality of the curriculum and aspects of learning which are an integral part. The focus of curriculum quality improvement departs from efforts to improve curriculum quality management and learning This paper attempts to explain various efforts aimed at improving curriculum quality management that focus on aspects of learning Arabic. Keywords: Development. Curriculum. Arabic Management. Quality. Pendahuluan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan manusia dimana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan kecuali dengan upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan Selain manfaat bagi kehidupan manusia di satu sisi perubahan tersebut juga telah membawa manusia ke dalam era persaingan global yang semakin ketat. Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka sebagai bangsa kita perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif, dan efisien dalam proses pembangunan, kalau tidak ingin bangsa ini kalah bersaing dalam menjalani era globalisasi Berbicara mengenai kualitas sumber daya manusia, pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Indonesia sebagai negara berkembang, terus berupaya untuk memberikan perhatian dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui 1 Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatankualitas sumber daya manusia, maka pemerintah bersama kalangan swasta sama-sama telah dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas antara lain melalui perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya serta pengembangan dan perbaikan mutu kurikulum dan sistem evaluasi. Perbaikan mutu kurikulum lebih kepada upaya memperbaiki mutu kurikulum dan aspek-aspek pembelajaran yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Fokus perbaikan mutu kurikulum berangkat dari upaya perbaikan manajemen mutu Hanief Saha Ghafur. Manajemen Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi di Indonesia, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 1. kurikulum dan aspek pembelajaran. Tulisan ini berupaya untuk menjelaskan berbagai upaya yang ditujukan untuk perbaikan manajemen mutu kurikulum yang memfokuskan pada aspek pembelajaran bahasa Arab. Pembahasan Definisi Manajemen Manajemen mengandung arti sebagai sebuah proses khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan. perencanaan, pengorganisasian, penggiatan dan pengawasan. 2 Ini semua juga dilakukan untuk menentukan atau mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan juga sumber-sumber Manajemen pada dasarnya merupakan suatu proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran atau tujuan tertentu. 3Manajemen dalam perspektif ekonomi berorientasi profit . dan komoditas komersial. Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa manajemen adalah applied science, dimana jika dijabarkan menjadi sebuah proses tindakan meliputi beberapa hal: 4 Perencanaan Fungsi perencanaan mencakup penetapan tujuan, standar, penentuan aturan prosedur dan pembuatan rencana serta ramalan . apa yang diperkirakan terjadi. Perencanaan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memantapkan tujuan dan proses yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang sesuai dengan persyaratan pelanggan dan kebijakan organisasi. Pengorganisasian Fungsi pengorganisasian ini meliputi: pemberian tugas yang terpisah kepada masing-masing pihak, membentuk bagian, mendelegasikan, atau menetapkan jalur wewenang atau tanggung jawab dan sistem komunikasi, serta Halim, dkk. Manajemen Pesantren, (Yogyakarta: Pustaka Pesantren, 2. , 71. Muhaimin, dkk. Manajemen Pendidikan Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah, (Jakarta: Kencana, 2. , 4. Sugeng Listyo Prabowo. Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008 di Perguruan Tinggi (Guidelines IWA-. , (Malang. UIN-Malang Pres. , 56. mengkoordinir kerja setiap bawahan dalam suatu tim kerja yang solid dan terorganisir. Penggerakan Setelah kegiatan perencanaan atau pengorganisasian, pimpinan perlu menggerakkan kelompok secara efisien dan efektif ke arah pencapaian tujuan. Dalam menggerakkan kelompok ini pimpinan menggunakan berbagai sarana meliputi: komunikasi, kepemimpinan, perundinganperundingan, pemberian instruksi dan lain-lain. Dengan proses penggerakan ini, pimpinan berusaha menjadikan organisasi bergerak dan berjalan secara aktif dan dinamis. Pengawasan Fungsi ini juga bisa disebut dengan pengendalian atau Ketika organisasi telah bergerak dan berjalan, pimpinan harus selalu mengadakan pengawasan atau pengendalian agar gerakan atau jalannya organisasi benarbenar sesuai dengan rencana yang telahditetapkan, baik mengenai arahnya maupun caranya. Pengawasan merupakan tahapan proses monitoring dan evaluasi terhadap proses dan produk yang tidak sesuai dengan kebijakan, tujuan dan persyaratan produk serta melaporkan Manajemen dibutuhkan dalam semua hal. Seperti yang telah diutarakan di awal bahwa inti manajemen lebih berkisar pada aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan monitoring. Manajemen mutu kurikulum sebagai upaya menjaga akuntabilitas pendidikan terhadap hak-hak masyarakat sangat penting dalam rangka menjamin kepercayaan stakeholder terhadap upaya pemangku pendidikan dalam memajukan kualitas mutu kurikulum sebagai aspek penting dalam dunia pendidikan. Kualitas mutu kurikulum akan sangat ditentukan oleh pola manajemen kurikulum itu sendiri. Pola manajemen yang dimaksud adalah pola yang berlandaskan pada input- Halim, dkk. Manajemen Pesantren, 71. Sugeng Listyo Prabowo. Implementasi Sistem Manajemen Mutu,57. Jamal MaAomur Asmani. Manajemen Strategis Pendidikan Anak Usia Dini, (Yogyakarta: Diva Press, 2. , 87. proses-output. Istilah mutu sendiri memiliki pengertian yang Hal ini disebabkan istilah bermutu berkaitan dengan sudut pandang dan sudutkepentingan pengguna istilah yang berbeda-beda. Perbedaan terjadi disebabkan oleh konsep mutu yang bertolak dari standar absolut dan standar yang relatif. Standar absolut beranggapan bahwa mutu merupakan suatu keindahan, kebenaran yang pasti dan tanpa kompromi. 8 Sementara definisi relatif berdasarkan pada kenyataan adanya perbedaan antara kepentingan subyek penghasil barang atau jasa dengan kepentingan pemakai barang atau jasa. Namun justru dalam hal ini keanehannya saat subyek penghasil berorientasi pada kepentingan pemakai, para pemakai sendiri lebih berorientasi pada persepsinya. Dalam dunia pendidikan, dua pertanyaan pokok yang penting dikemukakan adalah apa hasil pendidikan dan siapa pemakai hasil pendidikan tersebut? Hasil pendidikan berupa nilai tambah bagi subyek didik, memiliki tingkat kepentingan yang berbeda antara subyek didik itu sendiri sebagai pemakai utama hasil didikan, dengan orang tua sebagai pemakai kedua, pasar tenaga kerja sebagai pemakai ketiga dan guru atau staf pendukung sebagai orang yang terlibat dalam proses pendidikan yang justru AumenggunakanAy subyek didik itu Dalam pada itu secara substantif istilah mutu sendiri mengandung dua hal. Pertama sifat dan kedua taraf. Sifat adalah sesuatu yang menerangkan keadaan benda sedang taraf menunjukkan kedudukannya dalam suatu skala. Tiap manusia memilikipandangan yang berbeda tentang sifat dan taraf tersebut. Demikian juga halnya terhadap sifat dan taraf mutu pendidikan serta lebih-lebih pada sifat dan taraf mutu kurikulum. Pada akhirnya terdapat deskripsi tentang sifat dan taraf yang berbeda. Deskripsi yang dimaksud lebih kepada pendekatan ekonomi dengan penekanan pada relevansi keluaran pendidikan dengan lapangan kerja yang ditampilkan melalui istilahistilah Ausiap pakaiAy Ausiap kerjaAy dan Ausiap latihAy akan berbeda dengan deskripsi yang memakai pendekatan intrinsik dan instrumental Sanusi Uwes. Manajemen Pengembangan Mutu Dosen, (Ciputat: Logos Wacana Ilmu, 2. , 26. Pendekatan kedua ditampilkan melalui istilah-istilah sikap, kepribadian dan kemampuan intelektual sesuai dengan tuntutan tujuan pendidikan nasional. Definisi Mutu Dalam rangka umum mutu mengandung makna derajat . keunggulan suatu produk . asil kerja atau upay. baik berupa barang maupun jasa. baik yang tangible maupun yang Dalam konteks kurikulum pengertian mutu, dalam hal ini mengacu pada. Pertama, proses rancangan dan hasil kurikulum. Dalam "proses rancangan kurikulum" yang bermutu terlibat berbagai input, seperti. kerapian, kecerdasan, dan akurat sehingga melahirkan relasi erat antara mata pelajaran satu dengan yang lainnya. Kedua, kurikulum harus bersifat fleksibel dan bersifat konstektual dengan kepentingan-kepentingan pendidikan 9 Dengan kata lain, bisa diubah metode ataupun muatannya selama tidak menyimpang dari tujuan dan kepentingan bersama yang sudah disepakati. Ketiga, kurikulum hendaknya disusun bersama oleh para guru dan sejumlah elemen lain yang mengutamakan kepentingan bersama demi tujuan pendidikan di tingkat daerahdan tetap berdasarkan kepada tujuan pendidikan Dengan demikian, terjalin sinergi dan harmonisasi antara tujuan kepentingan lokal dan nasional. Keempat, kurikulum hendaknya mencakup segala pengalaman anak di bawah pimpinan sekolah. Dalam pandangan modern, kurikulum tidak hanya mengulas mata pelajaran yang diberikan dalam kelas namun juga meliputi segala kegiatan yang mengandung unsur pendidikan. Kelima, kurikulum hendaknya berpusat pada persoalan sosial dan pribadi yang bermakna bagi anak dalam kehidupan sehari-hari. Moh Yamin. Panduan Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan, (Yogyakarta: Diva Press, 2. , 19. Keenam, kurikulum harus diselenggarakan sebagai sarana mencapai cita-cita nasional yang berlandaskan filsafat Sekolah harus bertanggung jawab dalam pembentukan masyarakat Indonesia yang bersatu dan sanggup menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Ketujuh, kurikulum harus memberikan pengalaman yang luas dan bermakna kepada anak-anak dan tidak bersifat Kedelapan, kurikulum harus diatur dengan sedemikian rupa sehingga anak-anak bisa mempelajari teknik belajar, cara kerja efektif dan memecahkan masalah. Kesembilan, kurikulum hendaknya membuka kesempatan kepada setiap anak untuk mengembangkan minat dan bakatnya masing-masing. Mutu dalam konteks "hasil kurikulum" mengacu pada efisien pendidikan, lantas apakah peran penting yang dipegang oleh kurikulum sehingga strategis dalam pembangunan pendidikan yang berkualitas? sebagai jawabannya adalah bahwa kurikulum secara hakiki adalah jalan yang harus ditempuh peserta didik guna mencapai tujuan program pendidikan. Tanpa adanya kurikulum yangjelas maka tujuan pendidikan yang akan dicapai akan menjadi kabur. Bila tidak disebut demikian maka tujuan pendidikan yang dihasilkan pun tidak akan sesuai dengan target yang akan diraih. Oleh sebab itu, kurikulum merupakan penunjuk arah ke mana pendidikan akan dituntun dan diarahkan atau akan menghasilkan output pendidikan. Definisi Kurikulum dan Komponen Kurikulum Dilihat dari sisi sejarah, istilah kurikulum adalah suatu istilah yang berasal dari bahasa Yunani. 11Perkataan kurikulum dikenal sebagai suatu istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang lebih satu abad yang lampau. Di Indonesia istilah kurikulum baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan dan kelaziman arti rencana pelajaran adalah muncul seiring pemaknaan kurikulum pada waktu itu yang Moh Yamin. Panduan Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan, 36. Nasution. Asas-asas Kurikulum, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2. , 1. diartikan sebagai sesuatu yang direncanakan untuk pelajaran anak. Dalam teori dan praktik pengertian kurikulum lama sudah banyak ditinggalkan, hal ini dikarenakan bahwa dalam perkembangan selanjutnya para ahli pendidikan memberi arti dan isi yang lebih luas dari pada semula. Agus Suwignyo 12 menyatakan bahwa kurikulum tetap menjadi perangkat yang umum diketahui strategis untuk menyamai kepentingan dan membentuk konsepsi dan prilaku individu. Ferry Indratno menambahkan bahwa kurikulum adalah program dan isi dari suatu sistem pendidikan yang berupaya melaksanakan proses akumulasi pengetahuan antar generasi dalam masyarakat. 13Dari dua definisi diatas ditarik sebuah benang merah bahwa kurikulum dipahami sebagai alat sentral bagi keberhasilan pendidikan. Peran ini menjadi kunci bagaimana pendidikan akan diarahkan. Ini berkaitan erat dengan proses pembelajaran sebagai ruang beraktivitas belajar anak didik supaya mereka mendapat bekal pengetahuan yang baik dan mampu membangun kekuatan kecerdasan baik kognitif, afektif dan Karakteristik kurikulum yang ada dan berkembang akhir-akhir ini tidak lebih dari suatu proses daripada pemberian pengertian individu yang dilakukan secara terus menerus ke arah yang lebih berarti dan bermakna. Akibat dari interprestasi makna kurikulum sebagai running of the race maka definisi ini menekankan adanya kapasitas individu untuk berpartisipasi dan mengkonsepkan kembali pengalaman hidup seseorang yang lebih berorientasi pada pegalaman pada sejatinya. Merujuk pada fungsi kurikulum sebagai alat mencapai tujuan pendidikan, maka sebagai alat pendidikan, kurikulum mempunyai komponen-komponen penunjang yang fungsinya saling mendukung antara satu dengan yang lain. Banyak para pakar pendidikan yang Agus Suwignyo. Kurikulum dan Politik . Pendidikan dalam Kurikulum yang mencerdaskan. Visi 2030 dan Pendidikan alternatif (Jakarta: Kompas, 2. , 38. Ferry TIndratno. Kurikulum Beridentitas Kerakyatan dalam Kurikulum yang Mencerdaskan. Visi 2030 dan Pendidikan Alternatif (Jakarta: Kompas, 2. AbdullahIdi. Pengembangan Kurikulum Teori & Praktek,(Yogyakarta: Ar ruzz Media, 2. , 48 meletakkan ragam komponen kurikulum, meskipun pada akhirnya bertemu pada kesimpulan dan pengertian yang sama. Pakar semisal Subandijah15membagi komponen kurikulum ke dalam: . Tujuan, . Isi atau materi, . Organisasi atau strategi, . Media, . Komponen proses belajar mengajar. Adapun pembagian komponen kurikulum menurut Ralp W. Tyler yakni . Tujuan, . Bahan pelajaran, . Proses belajar mengajar dan . Evaluasi dan penilaian. 16 Keempat komponen saling berhubungan. Setiap komponen bertalian erat dengan ketiga komponen lainnya. Pada komponen tujuan menitikberatkan pada bahan apa yang akan dipelajari, karena hal ini berkaitan dengan sesuatu yang ingin dicapai secara keseluruhan yang meliputi domain kognitif, domain afektif dan domain psikomotorik. Domain kognitif adalah tujuan yang diinginkan yang mengarah pada pengembangan ketrampilan jasmani anak didik. Tujuan pendidikan nasional pun menghendaki pencapaian ketiga dominan yang ada secara integral dalam rangka memperoleh lulusan . pendidikan yang relevan dengan tujuan pendidikan Selanjutnya pada komponen isi atau materi yang menitikberatkan pada pemrograman yang bermuara pada pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. 17 Isi dan materi yang dimaksud biasanya berupa materi bidang-bidang studi misalnya bahasa arab, dan lain sebagainya. Bidang-bidang studi tersebut disesuaikan dengan jenis, jenjang dan jalur pendidikan yang ada dan bidang-bidang studi tersebut biasanya telah dicantumkan atau dimuatkan dalam struktur program kurikulum suatu sekolah. Kemudian pada komponen media yang menitikberatkan pada asumsi bahwa media adalah alat bantu untuk memudahkan dalam mengaplikasikan isi kurikulum agar lebih mudah dimengerti dalam proses belajar mengajar. Pemanfaatan media dalam proses belajar mengajar merupakan merupakan suatu hal yang perlu dilaksanakan oleh seorang pendidik atau guru agar apa yang disampaikannya terhadap anak didik dapat memiliki makna dan arti penting bagi anak Terakhir pada komponen strategibelajar mengajar, pada komponen ini menekankan pentingnya pemahaman mendalam dari Lihat dalam AbdullahIdi. Pengembangan Kurikulum Teori & Praktek,51. Lihat dalam AbdullahIdi. Pengembangan Kurikulum Teori & Praktek,52. AbdullahIdi. Pengembangan Kurikulum Teori & Praktek,55 seorang pendidik tentang strategi. Strategi menunjuk pada suatu pendekatan . , metode . , dan peralatan mengajar yang diperlukan dalam pengajaran. Fungsi. Tujuan, dan Ruang Lingkup Pembelajaran Bahasa Arab Pembelajaran secara umum dapat diakatan juga sebagi pendidikan dimana ia merupakan proses pembimbingan peserta didik agara dapat berkembang baik dari segi pengetahuan dan sikap agara ia dapat menentukan benar dan salah, baik dan buruk sehingga ia bisa berkontribusi di tengah kehidupan masyarakat. 18Di sisi lain, pembelajaran juga dapat dijelaskan sebagai proses pembimbingan baik dari segi kognitif maupun psikomotorik, sehingga dari segi pengetahuna menjadi unggul, begitu juga memiliki kecakapan pada aspek-aspek. Dari difinisi dan penjelasan di atasa maka pembelajaran dapat dipahami sebagai suatu proses yang berlangsung secara kontinu dan serius berupa pemberian ilmu pengetahuan dari seorang uru kepada siswanya agar dapat memahami dan bisa mempraktekkannya. Dalam hal ini pembelajaran dipahami sebagai proses peningkatan sumber daya manusia supaya mampu berkontribusi dan berfungsi secara optimal, pembelajaran dalam konteks ini dimaksudkan pada pembelajaran bahasa arab yaitu muatan bahasa arab berupa seperangkat pengetahuan dan keterampilan bahasa arab. Adapun proses pembelajarannya adalah: Tahap perencanaan yaitu proses perencanaan dan persiapan secara matang, biasanya dalam hal ini dilaksanakan pembuatan rpp/sap dan silabus. Tahap pelaksanaan pembelajaran, yang memperhatikan aspek materi, metode penyampean dan media yang tepat. Tahap evaluasi yakni tahap akhir berupa pengukuran dan penilaian terhadap ketercapai pembelajaran, biasanay dilakukan dengan tes dan ujian untuk menilai ketercapaian suatu tujuan pembelajaran. Zamroni. Paradigma Pendidikan Masa Depan (Yogyakarta: Biograf Publishing, 2. , 87. Ahmad Tafsir. Metodologi Pengajaran Agama Islam (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2. , 7. Bahasa arab dalam konteks ke-islaman tidak bisa dipungkiri sebagai bahasa pengantar dalam berbagai literatur dan sumber-sumber hukum islam. Dari pemahaman ini maka bahsa arab memiliki urgensitas yang tidak dapat dinegasikan keberadaannya sebagai suatu kajian yang harus ada dan dipelajari pada sebuah lembaga. Materi bahasa arab selain ia sebagai muatan pengetahuan bahasa ia juga merupakan suatu alat komunikasi yang memilik peran penting yang benar-benra dibutuhkan dalam kontek pendidikan di Indonesia. Berdasar dari pemikiran inilah materi bahasa arab patut untuk dipelajari dan dikuasai oleh peserta didik agar mampu berkomunikasa baik melalui bahasa arab. Jadi materi bahasa arab pada jenjang pendidikan dasar, menengah dan perguruan tingga dapat dipahami a. penyesuaian, b. menghindari keterulangan, dan c. Melalui tiga elemen ini harapannya adalah munculnya dimensi pengetahuan, sikap, keterampilan dan nilai pada setiap penerapannya baik pada tataran kelas maupun jenjang Pembelajaran bahasa arab pada umumnya dimaksudkan agar peserta didika mampu berkembang pada aspek-aspek berikut:21 Penguasaan pada aspek mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Memiliki kemampuan berbicara sederhana, memanfaatkan bahasa sebagai suatu alat komunikasi bersama dengan baik melalui bahasa lisan. Mampu menginterpretasi isi suatu bacaan menggunakan bahasa tertentu dengan baik dan kontekstual. Mampu memanfaatkan sebuah bahasa sebagai bahasa tulis dalam menyampaikan pendapat dan pikiran sebagai sebauh alat komunikasi yang efektif. Mampu mengaprasiasi suatu karya sastra dan mengahayti Radliyah Zainuddin . Metodologi dan Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab, (Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group, 2. , 36. Lampiran Peraturan Menteri Agama No. 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar isi Bahasa Arab. Mampu menganalisis suatu teks dan mendiskusikannya secara kritis. Mata pelajaran bahasa arab mencakup beberapa elemen sebagai berikut yaitu:22 Keterampilan bahasa, berupa keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Selanjutnya, komponen-komponen bahasa meliputi kajiankajian berikut. C Ilmu ashwat . , suatu struktur bahasa terkecil dimana kajiannya meliputi bunyi-bunyi satuan terkecil dari suatu bahasa. C Mufrodat . , merupakan kajian penting yang apada hakikatnya sebuh penguasaan bahasa harus ditunjang dengan penguasaan kosa kata yang baik. C Struktur Kalimat (Sintaksi. , setelah memiliki penguasaan terhadap kosakata yang banyak, maka pada tataran selanjutnya bagaimana kosakata tersebut dirangkai sehingga terbentuk suatu struktur yang dapat dipahammi dan bermakna. Disinilah letak urgensi dan posisi kajian struktur bahasa. Seluruh keterampilan dan komponen-komponen bahasa di atas berpiajak pada aspek budaya yang terkandung dalam bahasa tulis dan Manajemen Mutu Kurikulum dan Pembelajaran Bahasa Arab Bisa dikatakan bahwa suatu upaya dalam mengelola pendidikan dengan memaksimalkan sumber-sumber yang ada agar dapat mencapai suatu standar mutu yang telah digariskan dengan cara seefektif dan seefisien mungkin pada pembelajaran bahasa arab merupakan pengertian darimanajemen mutu kurikulum dan pembelajaran bahasa. Keberagaman dan keanekaragaman yang ada dan berlangsung di level masyarakat sering kali menjadi kendala Lampiran Peraturan Menteri Agama No. 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar isi Bahasa Arab. tercapainya suatu harapan dan keinginan dalam proses pembelajaran. Sehingga tuntutan yang diinginkan masyarakat seringkali tidak mampu diapresiasi selayaknya. Oleh karena itu dibutuhkan alternatif bagaimana agar mampu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dengan segala macam keterbatasan dan kendala yang beragam. Inilah yang mendorong betapa pentingya sebuah konsep manajemen peningkatan mutu kurikulum. Konsep yang berupa suatu manajemen alternatif yang dapat memberikan cara baru bagi stakeholder, pemangku kebijakan, pimpinan suatu lembaga pendidikan dalam uapayanya agar mampu meningkatkan mutu pendidikan yang merupakan kenisacayaan tuntutan perubahan dan kemajuan. Akn tetapi, peningkatan yang diharapkan masih dalam koridor kebijakan nasional. Disinilah dibutuhkan sinergi dan komitmen yang kuat tidak hanya pada tataran pimpinan, akan tetapi melibatkan seluruh civitas dan elemen dalam mencapai peningkatan yang telah direncanakan Evaluasi langkah-langkah pelaksanakaan konsep ini, dimana hal ini merupakan strategi yang dapat ditempuh ketika melakukan analisa kekuatan dan kelemahan Berdasarkan hasil evaluasi tersebut sekolah bersama-sama orang tua dan masyarakat menentukan visi dan misi kurikulum dalam peningkatan mutu pendidikan atau merumuskan mutu yang diharapkan dan dilanjutkan dengan penyusunan rencana program sekolah termasuk pembiayaannya, dengan mengacu kepada skala prioritas dan kebijakan nasional sesuai dengan kondisi sekolah dan sumber daya yang tersedia. Dalam penyusunan program, sekolah harus menetapkan indikator atau target mutu yang akan dicapai. Kegiatan yang tak kalah pentingnya adalah melakukan monitoring dan evaluasi program yang telah direncanakan sesuai dengan pendanaannya untuk melihat ketercapaian visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan kebijakan nasional dan target mutu yang dicapai serta melaporkan hasilnya kepada masyarakat dan Hasil evaluasi . roses dan outpu. ini selanjutnya dapat dipergunakan sebagai masukan untuk perencanaandan penyusunan program pengembangan kurikulum di masa mendatang . ahun Demikian terus menerus sebagai proses yang Untuk pengenalan dan menyamakan persepsi sekaligus untuk memperoleh masukan dalam rangka perbaikan konsep dan pelaksanaan manajemen ini, maka sosialisasi harus terus dilakukan. Kegiatan-kegiatan yang bersifat uji coba harus segera dilakukan untuk mengetahui kendala-kendala yang mungkin muncul di dalam pelaksanaannya untuk dicari solusinya dalam rangka mengantisipasi kemungkinan-kemungkian kendala yang muncul di masa mendatang. Harapannya dengan konsep ini, maka peningkatan mutu pendidikan lewat upaya perbaikan kurikulum khususnya dalam kerangka pembelajaran bahasa Arab akan dapat diraih oleh kita sebagai pelaksanaan dari proses pengembangan sumber daya manusia menghadapi persaingan global yang semakin ketat dan ditunjang oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang secara cepat. Pada poin kurikulum. berdasarkan kurikulum standar yang telah ditentukan secara nasional, sekolah bertanggung jawab untuk mengembangkan kurikulum baik dari standar materi . dan proses penyampaiannya. Melalui penjelasan bahwa materi tersebut ada mafaat dan relevansinya terhadap siswa, sekolah harus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan melibatkan semua indera dan lapisan otak serta menciptakan tantangan agar siswa tumbuh dan berkembang secara intelektual dengan menguasai ilmu pengetahuan, terampil, memilliki sikap arif dan bijaksana, karakter dan memiliki kematangan emosional. Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan ini yaitu. Pengembangan kurikulum tersebut harus memenuhi kebutuhan siswa. Bagaimana mengembangkan keterampilan pengelolaan untuk menyajikan kurikulum tersebut kepada siswa sedapat mungkin secara efektif dan efisien dengan memperhatikan sumber daya yang ada. Pengembangan berbagai pendekatan yang mampu mengatur perubahan sebagai fenomena alamiah di sekolah. Untuk melihat progres pencapaian kurikulum, siswa harus dinilai melalui proses tes yang dibuat sesuai dengan standar nasional dan mencakup berbagai aspek kognitif, afektif dan psikomotor maupun aspek psikologi lainnya. Proses ini akan memberikan masukan ulang secara obyektif kepada orang tua mengenai anak mereka . dan kepada sekolah yang bersangkutan maupun sekolah lainnya mengenai performa sekolah sehubungan dengan proses peningkatan mutu pendidikan. Adapun acuan standar mutu . pembelajaran bahasa Arab dalam pembahasan ini menggunakan AuStandar Nasional Pendidikan (SNP)Ay yaitu kriteria minimal tentang sistem pendidikan diseluruh wilayah hukum Indonesia, yang terdiri atas delapan standar. Standar isi, madrasah yang ideal adalah madrasah yang memenuhi standar isi yang mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi meliputi kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar dan kalender pendidikan. Madrasah yang ideal hendaknya selalu menjadikan kerangka dasar serta struktur kurikulum sebagai sebagai pedoman dalam penyusunan silabusnya. Pada dasarnya madrasah sebagai lembaga pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah harus memenuhi standar isi kurikulum dan kelompok materi pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, pelajaran jasmani, olah raga dan Menyelenggarakan proses pembelajaran dengan tepat: Pertama, menyelenggarakan proses pembelajaran secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, memberikan ruang yang cukup bagi prakasa, kreatifitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kedua, dalam proses pembelajaran, guru tidak hanya berfungsi mengalihkan pengetahuan, tetapi juga memberikan keteladanan. Ketiga, menyusun perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efesien. Keempat, pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar dengan tepat. Kelima, memiliki rasio yang tepat antara peserta didik dengan pendidik, antara buku teks dengan peserta didik, dan jumlah peserta didik. Keenam, madrasah melakukan pengawasan proses pembelajaran meliputi pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan sesuai standar dan pengambilan langkah tidak lanjut yang diperlukan. Memenuhi standar kompetensi lulusan, madrasah bermutu yang diharapkan agar menjadikan standar kompetensi lulusan sebagai kriteria dasar penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik pada setiap mata pelajaran, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Menjadikan standar kompetensi lulusan untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Memenuhi standar pendidik dan tenaga kependidikan, pendidik dan tenaga kependidikan pada madrasah yang bermutu adalah memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Memiliki tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Memiliki sarana dan prasarana yang standar, madrasah yang bermutu memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan madrasah, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat olah raga, tempat ibadah, tempat bermain, tempat rekreasi, dan tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan sesuai standar nasional pendidikan. Menerapkan standar pengelolaan dengan Manajemen Berbasis Madrasah (MBM). Madrasah ideal yang diharapkan agar menerapkan MBM yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. Madrasah dipimpin oleh kepala sebagai penanggung jawab pengelolaan pendidikan. Memiliki beberapa wakil pada jenjang MTs dan MA/MAK, pengambilan keputusan pada madrasah dibidang akademik oleh rapat dewan pendidik, komite madrasah yang diambil secara musyawarah mufakat untuk meningkatkan mutu Memenuhi standar pembiayaan, madrasah yang bermutu dapat mengelola pembiayaan pendidikan yang terdiri atas biaya investasi, biaya operasional dan biaya personal dengan baik dan benar. Biaya investasi madrasah meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan SDM dan modal kerja tetap. Biaya operasional meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. Memenuhi standar penilaian pendidikan, madrasah yang bermutu diharapkan agar mengadakan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah oleh pendidik, madrasah, dan pemerintah. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan kenaikan kelas, untuk mengevaluasi dan menilai pencapaian kompetensi peserta didik, bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses Penilaian hasil belajar oleh madrasah bertujuan mengukur pencapaian kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran yang mencakup kelompok mata pelajaran agama kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan. Penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari madrasah mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik oleh pendidik. Ranah manajemen mutu pembelajaran bahasa Arab di madrasah untuk standar mutu tersebut di atas yang selanjutnya disebut dengan Aubaku mutuAy harusdipenuhi dan dikelola dengan maksimal untuk mencapai tujuan yang efektif dan efesien. Namun kita harus memberikan penekanan yang lebih, utamanya dalam standar proses Dalam standar proses ini, madrasah dengan segenap komponennya harus merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi, disamping itu juga harus melakukan monitoring terhadap kegiatan pembelajaran tersebut untuk mewujudkan pendidikan yang baik dan bermutu khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab, karena bahasa Arab merupakan salah satu pilar yang akan dapat menyangga perkembangan pendidikan Islam pada jenjang yang lebih tinggi. Dalam proses manajemen mutu pembelajaran bahasa Arab, seharusnya guru selalu berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan kompetensi lulusan secara efektif dan efisien. Adapun kompetensi lulusan Bahasa Arab yang diharapkan sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor: 165 Tahun 2014, secara umum terangkum sebagai berikut:25 Menyimak (Al-IstimaA. Direktorat Pendidikan Islam. Madrasah Education Development Project (MEDP). 2008, 9-12. Keputusan Menteri Agama Nomor: 165 Tahun 2014. Kemampuan memahami wacana lisan berbentuk paparan atau dialog tentang perkenalan, kehidupan keluarga, hobi, pekerjaan, remaja , kesehatan, fasilitas umum, pariwisata, kisahkisah Islam, kebudayaan Islam, budaya Arab, dan hari-hari besar Islam. Berbicara (Al-Kala. Kemampuan mengungkapkan secara lisan dalam bentuk paparan atau dialog tentang perkenalan, kehidupan keluarga, hobi, pekerjaan, remaja, kesehatan, fasilitas umum, pariwisata, kisah-kisah Islam, kebudayaan Islam, budaya Arab, dan hari-hari besar Islam. Membaca (Al-QiroAoa. Kemampuan membaca dan memahami makna wacana tertulis paparan atau dialog tentang perkenalan, kehidupan keluarga, hobi, pekerjaan, remaja, kesehatan, fasilitas umum, pariwisata, kisah-kisah Islam, hari-hari besar Islam, budaya Arab, dan hari-hari besar Islam. Menulis (Al-Kitaba. Kemampuan mengungkapkan secara tertulis berbentuk paparan atau dialog tentang perkenalan, kehidupan keluarga, hobi, pekerjaan, remaja, kesehatan, fasilitas umum, pariwisata, kisah-kisah Islam, hari-hari besar Islam, budaya Arab, dan harihari besar Islam. Demikian kompetensi lulusan yang diharapkan setelah siswa mengikuti proses pembelajaran bahasa Arab di kelas, tentunya ini adalah kompetensi minimal yang harus dimiliki setelah mengikuti proses pembelajaran tersebut. Namun demikian madrasah dan segenap komponennya harus berusaha untuk mencapai upaya yang maksimal agar pembelajaran bahasa Arab tetap terjaga kualitasnya. Kriteria tersebut harus dijadikan acuan untuk mengembangkan kompetensi siswa dalam mencapai kompetensi yang lebih dari apa yang telah ada. Ketepatan guru dan komponen madrasah dalam merancang, melaksanakan dan megevaluasi serta memonitoring menjadi kunci utama menajemen mutu kurikulum dan pembelajaran bahasa Arab di madrasah dan dalam meningkatkan kompetensi bahasa Arab siswa. Penutup Manajemen dapat dipahami sebagai langkah-langkah dan tahapan-tahapan sebagi berikut. perencanaan, pengorganisasian, penggiatan dan pengawasan. Manajemen secara umum adalah uapaya seefektif dan seefisian menugkin menuju tercapainya sebuah tujuan. Manajemen dalam konteks pendidikan berbeda dengan manajemen dalam konteks ekonomi, dimana ia lebih berorientasi profit . dan komoditas komersial. Secara umum mutu mengandung makna derajat . keunggulan suatu produk . asil kerja atau upay. baik berupa barang maupun jasa. baik yang tangible maupun yang intangible. Mutu dalam konteks "hasil kurikulum" mengacu pada efisien dan efektifnya kurikulum dalam menjalankan fungsi pendidikan. Kurikulum umumnya dijelaskandengan rencana pelajaran. ini muncul karena pada awal penggunaannya seringa dikaitkan dengan sebuah perencaan untuk pembelajaran anak. Pembagian komponen kurikulum menurut Ralp W. Tyler yakni . Tujuan, . Bahan pelajaran, . Proses belajar mengajar dan . Evaluasi dan penilaian. Pembelajaran secara umum dapat diakatan juga sebagi pendidikan dimana ia merupakan proses pembimbingan peserta didik agara dapat berkembang baik dari segi pengetahuan dan sikap agara ia dapat menentukan benar dan salah, baik dan buruk sehingga ia bisa berkontribusi di tengah kehidupan. materi bahasa arab pada jenjang pendidikan dasar, menengah dan perguruan tingga dapat dipahami a. melakukan penyesuaian, b. menghindari keterulangan, dan c. Melalui tiga elemen ini harapannya adalah munculnya dimensi pengetahuan, sikap, keterampilan dan nilai pada setiap penerapannya baik pada tataran kelas maupun jenjang Untuk melihat progres pencapaian kurikulum, siswa harus dinilai melalui proses tes yang dibuat sesuai dengan standar nasional dan mencakup berbagai aspek kognitif, afektif dan psikomotor maupun aspek psikologi lainnya. Proses ini akan memberikan masukan ulang secara obyektif kepada orang tua mengenai anak mereka . dan kepada sekolah yang bersangkutan maupun sekolah lainnya mengenai performa sekolah sehubungan dengan proses peningkatan mutu pendidikan. Adapun acuan standar mutu . pembelajaran bahasa Arab dalam pembahasan ini menggunakan AuStandar Nasional Pendidikan (SNP)Ay yaitu kriteria minimal tentang sistem pendidikan diseluruh wilayah hukum Indonesia. Daftar Pustaka