Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Volume 3 Nomor 3 Agustus 2025 e-ISSN : 3030-8836. p-ISSN : 3030-8844. Hal 30-35 DOI: https://doi. org/10. 62027/sevaka. Available online at: https://journal. id/index. php/Sevaka/issue/view/28 Edukasi Kesehatan: Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Terhadap Kelengkapan Imunisasi Dasar Di Desa Suka Raya Kecamatan Pancur Batu HEALTH EDUCATION: IMPROVING MOTHERS' KNOWLEDGE AND ATTITUDES TOWARD COMPLETENESS OF BASIC IMMUNIZATION IN SUKA RAYA VILLAGE, PANCUR BATU SUBDISTRICT Tifani Hadi Tri Wahyuni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Columbia Asia *Email@korespondensi : tifanihaditriwahyuni01@gmail. Article History: Received: Juni 12, 2025. Revised: Juni 18, 2025. Accepted: Juli 15, 2025. Online Available: Juli 27, 2025. Published: 05 August, 2025. Keywords: Health education, basic immunization, maternal knowledge, maternal attitude, community Abstract: The coverage of complete basic immunization remains a serious public health concern, particularly in rural areas such as Suka Raya Village. Pancur Batu Subdistrict, where only 26. 2% of infants have received full basic immunizations. Low maternal knowledge and negative attitudes are among the primary barriers contributing to this This community service activity was designed to increase the knowledge and attitudes of mothers regarding the importance of complete basic immunization through structured health education. The activity involved 42 mothers with infants aged 9Ae12 months and was conducted in July 2025 at the Suka Raya Village Hall. The method consisted of interactive lectures, distribution of educational leaflets, and direct discussions facilitated by health educators. Pre- and postintervention questionnaires were used to assess changes in knowledge and attitudes. The results showed a significant improvement: mothers with good knowledge increased from 47. 6% to 85. 7%, and those with positive attitudes increased from 42. 9% to 83. The findings support that community-based health education interventions can effectively enhance maternal understanding and behavioral intentions toward completing their children's immunization schedules. It is recommended that similar educational activities be regularly implemented and supported by local health institutions and cadres. This initiative demonstrates the importance of empowering mothers at the grassroots level to improve child health outcomes. Abstrak Cakupan imunisasi dasar lengkap masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Suka Raya. Kecamatan Pancur Batu, di mana hanya 26,2% bayi yang telah menerima imunisasi dasar Rendahnya pengetahuan dan sikap negatif ibu menjadi faktor utama yang menyebabkan hal tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu mengenai pentingnya imunisasi dasar lengkap melalui edukasi kesehatan yang terstruktur. Kegiatan ini melibatkan 42 ibu yang memiliki bayi usia 9Ae12 bulan dan dilaksanakan pada Juli 2025 di Balai Desa Suka Raya. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, pembagian leaflet edukatif, dan sesi diskusi langsung yang difasilitasi oleh tenaga kesehatan. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan: ibu dengan pengetahuan baik meningkat dari 47,6% menjadi 85,7%, dan sikap positif meningkat dari 42,9% menjadi 83,3%. Temuan ini membuktikan bahwa intervensi edukasi berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan ibu untuk melengkapi imunisasi dasar anaknya. Disarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkala dan didukung oleh tenaga *Tifani Hadi Tri Wahyuni, tifanihaditriwahyuni01@gmail. EDUKASI KESEHATAN: MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR DI DESA SUKA RAYA KECAMATAN PANCUR BATU kesehatan serta kader posyandu setempat sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan anak. Kata Kunci: Edukasi kesehatan, imunisasi dasar, pengetahuan ibu, sikap ibu, pemberdayaan masyarakat PENDAHULUAN Imunisasi dasar lengkap merupakan salah satu upaya preventif yang sangat penting dalam menjaga kesehatan anak, khususnya bayi usia 0Ae12 bulan. Program imunisasi telah terbukti secara ilmiah mampu mencegah berbagai penyakit menular yang dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian, seperti tuberkulosis, hepatitis B, difteri, pertusis, tetanus, poliomielitis, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus mendorong pelaksanaan imunisasi dasar lengkap sebagai bagian dari strategi global untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti bayi dan Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa cakupan imunisasi dasar lengkap di beberapa wilayah Indonesia masih belum mencapai target nasional. Salah satunya terjadi di Desa Suka Raya. Kecamatan Pancur Batu, di mana berdasarkan data terbaru, dari 42 bayi usia 9Ae12 bulan, hanya 11 bayi . ,2%) yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Angka ini jauh dari standar minimal cakupan yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu 95%. Rendahnya cakupan ini tentu menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap meningkatnya risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang seharusnya dapat dicegah melalui imunisasi. Berbagai faktor diketahui berperan dalam rendahnya cakupan imunisasi ini, salah satunya adalah aspek pengetahuan dan sikap ibu. Hasil survei awal yang dilakukan oleh tim pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu . ,4%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang jenis, manfaat, dan jadwal imunisasi. Selain itu, 57,1% ibu menunjukkan sikap negatif terhadap imunisasi dasar, yang disebabkan oleh berbagai alasan seperti rasa takut terhadap efek samping vaksin, informasi yang keliru dari media sosial, serta kurangnya akses terhadap edukasi kesehatan. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan informasi dan pemahaman yang perlu segera dijembatani. Ketidaktahuan ibu tentang pentingnya imunisasi bukan hanya berdampak pada kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak mereka, tetapi juga menurunkan herd immunity di masyarakat. Oleh karena itu, intervensi edukatif berbasis komunitas menjadi sangat penting sebagai langkah awal dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat terhadap program imunisasi. Pengabdian masyarakat ini dirancang sebagai bentuk kontribusi Name Journal VOLUME 3. NO. 3 AGUSTUS 2025 e-ISSN : 3030-8836. p-ISSN : 3030-8844. Hal 30-35 nyata tenaga kesehatan dalam memberikan penyuluhan dan edukasi langsung kepada ibu-ibu balita tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap negatif menjadi positif, serta membentuk perilaku kesehatan yang lebih baik pada tingkat rumah tangga. Dengan peningkatan pemahaman dan motivasi ibu, diharapkan angka cakupan imunisasi dasar di Desa Suka Raya dapat meningkat, sehingga tujuan pembangunan kesehatan nasional dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian anak dapat tercapai. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Juli 2025 di Balai Desa Suka Raya. Kecamatan Pancur Batu. Kabupaten Deli Serdang, dengan sasaran 42 ibu yang memiliki bayi usia 9Ae12 bulan. Kegiatan ini diawali dengan tahap persiapan berupa koordinasi dengan kepala desa. Puskesmas, dan kader posyandu untuk mengidentifikasi sasaran dan mendapatkan izin pelaksanaan, dilanjutkan dengan penyusunan materi edukasi tentang imunisasi dasar lengkap serta penyediaan media penyuluhan seperti slide presentasi, leaflet, dan kuesioner pre-post test. Pelaksanaan kegiatan mencakup penyuluhan melalui ceramah interaktif yang berlangsung selama 45 menit, pembagian leaflet, sesi tanya jawab, serta simulasi membaca jadwal imunisasi di Buku KIA. Evaluasi dilakukan melalui pengisian kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap ibu terhadap imunisasi, serta evaluasi proses melalui diskusi terbuka untuk mengetahui tingkat kepuasan peserta. Seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang untuk mendorong peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif ibu dalam melengkapi imunisasi dasar anaknya sebagai upaya preventif terhadap penyakit HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil dilaksanakan dengan partisipasi penuh dari seluruh ibu yang menjadi sasaran, yaitu sebanyak 42 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan dan sikap ibu tentang imunisasi dasar sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan baik dalam aspek pengetahuan maupun sikap. EDUKASI KESEHATAN: MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR DI DESA SUKA RAYA KECAMATAN PANCUR BATU Sebelum kegiatan, sebanyak 22 ibu . ,4%) termasuk dalam kategori pengetahuan kurang, sedangkan hanya 20 ibu . ,6%) yang memiliki pengetahuan baik mengenai imunisasi Setelah dilakukan penyuluhan dan sesi diskusi interaktif, angka ibu yang memiliki pengetahuan baik meningkat menjadi 36 orang . ,7%), sementara yang tergolong memiliki pengetahuan kurang hanya tersisa 6 orang . ,3%). Perubahan yang serupa juga terlihat pada aspek sikap. Sebelum edukasi, hanya 18 ibu . ,9%) yang memiliki sikap positif terhadap pentingnya imunisasi dasar lengkap, sementara 24 ibu . ,1%) menunjukkan sikap negatif. Setelah penyuluhan, terjadi perubahan signifikan di mana 35 ibu . ,3%) menunjukkan sikap positif dan hanya 7 ibu . ,7%) yang masih mempertahankan sikap negatif. Tabel 1. Perbandingan Pengetahuan dan Sikap Ibu Sebelum dan Sesudah Edukasi Aspek Pengetahuan Sikap Kategori Sebelum Edukasi Sesudah Edukasi Baik 20 orang . ,6%) 36 orang . ,7%) Kurang 22 orang . ,4%) 6 orang . ,3%) Positif 18 orang . ,9%) 35 orang . ,3%) Negatif 24 orang . ,1%) 7 orang . ,7%) Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi kesehatan yang dilakukan secara langsung, berbasis komunitas, dan dengan pendekatan partisipatif sangat efektif dalam membentuk pemahaman dan perubahan perilaku kesehatan. Keterlibatan aktif peserta dalam sesi diskusi dan simulasi memperkuat pemahaman praktis mereka, terutama dalam membaca dan memahami jadwal imunisasi di Buku KIA. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya oleh Zulfikar & Muslimah . yang menyatakan bahwa pengetahuan dan sikap ibu memiliki korelasi kuat dengan kelengkapan imunisasi dasar anak. Dengan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap ini, diharapkan akan terjadi perubahan perilaku yang berkelanjutan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap di wilayah tersebut. Oleh karena itu, kegiatan edukasi serupa sebaiknya dijadikan agenda rutin yang berkolaborasi dengan Posyandu dan Puskesmas, guna memperkuat pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kesehatan anak sejak dini. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Name Journal VOLUME 3. NO. 3 AGUSTUS 2025 e-ISSN : 3030-8836. p-ISSN : 3030-8844. Hal 30-35 Suka Raya. Kecamatan Pancur Batu, dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan yang dilakukan secara langsung, interaktif, dan berbasis komunitas terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap ibu terhadap pentingnya imunisasi dasar lengkap pada anak. Sebelum kegiatan, sebagian besar ibu masih memiliki pemahaman yang kurang dan sikap negatif, yang umumnya dipengaruhi oleh kurangnya informasi yang benar serta beredarnya mitos atau hoaks seputar imunisasi. Namun, setelah diberikan penyuluhan yang disertai dengan media edukatif dan sesi diskusi terbuka, terjadi peningkatan yang sangat signifikan baik dalam aspek kognitif . maupun afektif . , yang tercermin dari data hasil evaluasi pre-test dan post-test. Oleh karena itu, disarankan agar kegiatan edukasi serupa dapat dilakukan secara berkala dan berkesinambungan oleh pemerintah desa. Puskesmas, dan tenaga kesehatan lainnya melalui forum Posyandu atau kegiatan PKK. Kader posyandu juga perlu dibekali pelatihan khusus agar mampu menjadi fasilitator yang aktif dalam memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat secara tepat dan komunikatif. Selain itu, para ibu diharapkan dapat lebih proaktif dalam mencari informasi kesehatan dari sumber-sumber yang kredibel, seperti Buku KIA, petugas kesehatan, atau situs resmi pemerintah, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak terbukti kebenarannya, terutama yang beredar melalui media sosial. Dengan sinergi yang baik antara masyarakat dan tenaga kesehatan, diharapkan cakupan imunisasi dasar lengkap di desa ini dapat terus meningkat dan berkontribusi pada pencapaian target kesehatan nasional dalam mencegah penyakit menular pada anak-anak. DAFTAR REFERENSI Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. Kemenkes RI. Proverawati. , & Setyo. Imunisasi dan Vaksinasi (Edisi ke-. Yogyakarta: Nuha Medika. Zulfikar, & Muslimah. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 7. , 214Ae224. Novita. , & Pademme. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar pada Bayi. Jurnal Ilmiah Insan Cendekia, 7. , 78Ae86. Mulyani. Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi Dasar di Wilayah Kerja Puskesmas EDUKASI KESEHATAN: MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR DI DESA SUKA RAYA KECAMATAN PANCUR BATU Natar. Skripsi. Bandar Lampung: Universitas Lampung. World Health Organization. Immunization Coverage: Global Overview. Retrieved from https://w. int/news-room/fact-sheets/detail/immunization-coverage Name Journal VOLUME 3. NO. 3 AGUSTUS 2025