Putri Purwanti . Triana Rosalina Noor JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Vol. 1 No. Agustus 2024 Hal. MANAJEMEN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI SMA INSAN CENDEKIA MANDIRI BOARDING SCHOOL SIDOARJO Putri Purwanti STAI An Najah Indonesia Mandiri Sidoarjo Nidiyantiputri6716@gmail. Triana Rosalina Noor STAI An Najah Indonesia Mandiri Sidoarjo trianasuprayoga@gmail. Abstract This study aims to provide an overview of the counseling service management at SMA Insan Cendekia Boarding School Sidoarjo. The research method is qualitative case study by using interviews, observations, and document studies for data collection. Interviews were conducted purposively with two subjects: the principal and the counseling teacher. The collected data were analyzed through data condensation, data display, and conclusion formulation. The findings shows that the management of counseling services at SMA Insan Cendekia Mandiri Boarding School Sidoarjo has implemented management stages, including planning, impementation and evaluation. In the planning stage, semester and annual work programs are developed and agreed upon by all school components. During the evaluation by implementating personal, social, career, and academic counseling services to students. Evaluation of services is carried out through process evaluation, by seeking feedback after services are delivered, and outcome evaluation, by comparing the achieved results with the targets set in the plan . Keywords: Guidance and Counseling. Service Management Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang manajemen layanan bimbingan konseling di SMA Insan Cendekia Boarding School Sidoarjo. Metode penelitian yang dipilih adalah kualitatof studi kasus dengan menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumen sebagai metode pengambikan data. Wawancara dilakukans secara purposive kepada dua orang subyek yakni kepala sekolah dan guru BK. Data yang telah digali tersebut dianalisis dengan melakukan kondensasi data, penyajian data dan penyusunan kesimpulan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa manajemen layanan bimbingan konseling di SMA Insan Cendekia Mandiri Boarding School Sidoarjo telah menerapkan tahapan-tahapan dalam manajemen yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, dilakukan penyusunan program-program kerja semester dan tahunan dengan terlebih dahulu disepakati oleh semua komponen sekolah. Pada tahap pelaksanaan, diberikan layanan bimbingan pribadi, sosial, karir dan belajar bagi siswa. Untuk giat evaluasi layanan dilakukan melalui evaluasi proses yaitu melalui meminta feedback setelah pelayanan dilakukan dan evaluasi hasil yakni . melalui menyandingkan hasil capaian dengan target capaian yang telah ditentukan pada rencana. Kata Kunci: Bimbingan konseling, manajemen layanan An-Najmu: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No 02 Agustus 2024 Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Hal. Putri Purwanti. Triana Rosalina Noor PENDAHULUAN Lembaga pendidikan memainkan peran krusial dalam menciptakan peserta didik yang berkualitas guna meningkatkan taraf hidup masyarakat, terutama di tengah cepatnya perubahan dalam tatanan sosial saat ini. Masalah yang dihadapi tidak hanya terkait dengan aspek kelembagaan, tetapi juga dengan penguatan kompetensi dan karakter siswa (Noor, 2. Untuk mengatasi hal ini, lembaga pendidikan telah menyiapkan unit-unit internal untuk meningkatkan mutu, termasuk memperkuat unit layanan bimbingan konseling (Jarkawi et al. , 2. Layanan bimbingan konseling adalah proses memberikan bantuan kepada individu atau kelompok untuk mencapai perkembangan siswa secara maksimal dan kemandirian sesuai dengan norma yang berlaku (Masbur & Nuzliah, 2. Tujuan pelayanan bimbingan dan konseling akan tercapai dengan tepat, efektif, dan efisien jika dikelola dengan sistem manajemen yang baik (Milenda & Muhroji, 2. Manajemen melibatkan kegiatan untuk mencapai tujuan yang dilakukan oleh individuindividu yang memberikan usaha terbaik melalui tindakan yang telah ditetapkan sebelumnya (Noor & Susanti, 2. Manajemen adalah proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam organisasi, program, atau layanan untuk mencapai tujuan (Islami et al. , 2. Penerapan manajemen dalam layanan bimbingan konseling sangat penting karena proses memberikan layanan kepada siswa memerlukan sistem manajemen yang terstruktur dengan baik. Manajemen layanan bimbingan konseling krusial untuk menentukan, menginterpretasikan, dan mencapai tujuan pelayanan bimbingan dan konseling melalui pelaksanaan fungsi manajerial (Hidayat et al. SMA Insan Cendekia Mandiri Boarding School merupakan salah satu sekolah berasrama di Sidoarjo yang tidak berhenti berinovasi dalam menguatkan kompetensi dan karakter siswanya melalui pelaksanaan manajemen program layanan yang baik. Dalam bidang pendidikan dan pengajaran, pihak sekolah menggunakan metode yang bervarisasi agar siswa tidak jenuh dalam belajar mengingat aktivitas keseharian siswa hanya dilakukan dalam lingkup asrama. Selain itu, kondisi sebagai sekolah berasrama ini pula yang menjadi salah satu dasar kebijakan sekolah untuk memperkuat layanan bimbingan konseling. Hal ini dikarenakan dalam rangka mencapai keberhasilan tujuan pendidikan bukan saja aspek kognitif tapi juga potensi psikologis yang prima sehingga disusunlah program-program layanan bimbingan konseling yang mendukung, seperti one day one student, asesmen potensi siswa dan lainnya (W/SNA/ICMBS/16 Maret 2. Mengacu pada beberapa penelitian terdahulu yang membahas tentang manajemen layanan bimbingan koseling menunjukkan bahwa manajemen bimbingan dan konseling di sekolah perlu dilakukan dengan baik agar pengembangan diri siswa bisa terakomodir dengan baik melalui program-program yang terstruktur (Rahmadani et al. , 2. Namun dalam pelaksanaannya, manajemen layanan bimbingan konseling pada siswa tidak sepenuhnya bisa berjalan optimal oleh karena beberapa kendala, salah satunya adalah kompetensi guru bimbingan konseling. Sebagai pelaksana inti kompetensi guru yang kurang optimal membawa dampak pada pengelolaan program siswa yang kurang maksimal. Program layanan yang diberikan dikhawatirkan masih sebatas dilaksanakan tanpa ada penilaian lanjutan dari keberhasilan capaian dari program yang direncanakan (Nikita et al. , 2. Terlebih pada peran layanan bimbingan konseling pada sebuah sekolah berasrama yang pasti membutuhkan sistem manajemen yang terintegrasi mulai dari pembelajaran, pendidikan karakter sampai dengan pembiasaan dan Hal. Jurnal Pendidikan Ekonomi. Manajemen dan Keuangan Vol. No. Mei 20. Putri Purwanti . Triana Rosalina Noor pembudayaan sikap (Mustakimah, 2. Kondisi pendidikan berasrama yang kondusif dengan disertai pengembangan potensi siswa baik tidak akan terlepas dari layanan bimbingan konseling , sehingga mendorong peneliti untuk mengjaki tentang bagaimana manajemen layanan bimbingan konseling di SMA Insan Cendekia Mandiri Boarding School Sidoarjo. METODE Penelitian ini dilakukan di SMA Insan Cendekia Mandiri Boarding School yang berlokasi di Jl. Raya Sarirogo No. 1 Sidoarjo, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi Adapun subyek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru bimbingan konseling (BK) yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Selain itu teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi non-partisipan dan studi dokumen (Sugiyono, 2. Data yang telah didapatkan dari kedua informan tersebut untuk selanjutnya dianalisis secara tunggal dengan menganalisisnya menjadi tiga bagian yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (Miles et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN SMA Insan Cendekia Mandiri Boarding School mengusung visi menjadi sekolah pemimpin dunia yang berkarakter dan visioner. Guna mencapai visi tersebut, diterapkanlah sistem manajemen yang efektif diimpelemntasikan agar tercapai mutu pendidikan yang optimal, tidak terkecuali padasistem manajemen bimbingan konseling. Pihak sekolah melakukan pembenahan, peningkatan dan penguatan pada berbagai layanan bimbingan konseling siswa dengan mengacu pada komponen perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan Berdasarkan temuan data di lapangan bahwa layanan bimbingan konseling siswa SMA Insan Cendekia Mandiri Boarding School diawali dengan dilakukannya proses perencanaan yang Setiap perencanaan program layanan bimbingan konseling melibatkan kepala sekolah, guru dan siswa pada setiap mendekati awal tahun ajaran baru. Adapun beberapa kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut : Analisis kebutuhan Sebelum menetukan program yang akan diimpelemntasi pada tahun ajaran baru, guru BK angket kebutuhan kepada siswa melalui google form. Penyebaran angket tersebut bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi terbaru terkait program pengembangan yang diinginkan oleh siswa. Analisis kebutuhan ini penting dilakukan dalam rangka menggali informasi terkait kebutuhan siswa. Identifikasi kebutuhan siswa ini akan menjadi dasar program layanan bimbingan konseling yang mengacu pada perkembangan usia siswa, urgenitas penanganan masalah sampai dengan kondisi soial lingkungan. Pertimbangan yang diambil salah satunya adalah pesatnya perkembangan zaman yang membawa pada kompleksitas permasalahan sosial masyarakat yang berimbas kepada siswa (Muiz & Fitriani, 2. Penyusunan program Setelah melakukan penggalian data dari siswa dan evaluasi pelaksanaan program layanan bimbingan konseling tahun lalu, guru BK mulai menyusun program layanan yang akan dilaksanakan. Program tersebut akan dituangkan pada program semester dan tahunan An-Najmu: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No 02 Agustus 2024 Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Hal. Nama Penulis 1. Penulis 2 yang disahkan oleh kepala sekolah. Penyusunan program tersebut melibatkan koordinasi antar guru BK, wali kelas dan beberapa guru mata pelajar, sebelum dirapatkan kembali kepada jajaran pimpinan untuk memberi masukan pengembangan atas program yang Salah satu program bimbingan konseling yang diunggulkan adalah konseling dengan sistem one day, one student. Program layanan bimbingan konseling merupakan usaha untuk memberikan bantuan kepada siswa dalam rangka menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Program disusun berdasarkan masalah yang dihadapi siswa sebagai pijakan utama atas tugas unit bimbingan Program tersebut disusun secara sistematis dan sistemik agar bisa memberikan bimbingan yang maksimal kepada siswa (Astuti et al. , 2. Penyediaan Sarana dan prasarana Program layanan bimbingan konseling yang telah disahkan dan diintruksikan tersebut akan berhasil manakala didukung oleh beberapa komponen, salah satunya adalah ketersediaan sarana prasarana. Ketersediaan fasilitas tersebut terkait dengan penunjang program, seperti tersedianya ruangan bimbingan konseling yang representatif. Tempat yang nyaman akan membawa pada sebuah proses konseling yang efektif. Selain itu, fasilitas pendukung seperti wifi, buku-buku motivasi dan bahan ajar yang mendukung proses pengembangan diri siswa. Pengadaan sarana dan prasarana sekolah yang representatif akan mendukung tercapainya keberhasilan proses pendidikan di sekolah. Fasilitas tersebut akan menunjang proses stimulasi siswa melalui kegiatan yang telah dicanangkan sekolah, termasuk diantaranya kegiatan layanan bimbingan konseling. Pengadaan tersebut selain mempertimbangkan kebutuhan siswa, pihak sekolah juga perlu memperhatikan kondisi Tujuannya agar pemenuhan fasilitas sebuah program yang dicanangkan tidak sampai menggangu pelaksanaan program lainnya karena dana sekolah harus didistribusikan pada banyak kebutuhan (Dewi & Noor, 2. Penunjukkan personil Saat program dan fasilitas sudah siap untuk mendukung pelaksanaan layanan bimbingan konseling, dilakukanlah penunjukkan koordinator bimbingan konseling. Penunjukkan tersebut dalam rangka untuk mempermudah proses evaluasi kegiatan. Hal ini dikarenakan program layanan bimbingan konseling yang ditentukan tersebut akan ditangani oleh beberapa guru BK di tiap jenjang kelas. Penunjukkan personil dalam impelemntasi sebuah program sekolah tidak terlepas dari keinginan untuk dilakukannya pengelolaan program yang efektif. Personil dipilih dalam rangka melaksanakan tugas, pokok dan fungsi yang seharusnya sehingga evaluasi bisa dilakukan dengan tepat. Sebuah program tidak akan berjalan dengan baik jika tidak dikoordinir oleh manajer yang tepat (Khotimah & Noor, 2. Pelaksanaan Pelaksanaan merupakan sebuah tindak lanjut penting yang dilakukan oleh unit bimbingan konseling SMA Insan Cendekia Mandiri Boarding School Sidoarjo atas program yang telah direncanakan sebelumnya dan salah satu layanan yang diunggulkan adalah one day, one student. Pelaksanaan kegiatan one day one student yang berdurasi sekitar 30 menit tersebut bertujuan agar pihak BK bisa mengetahui kebutuhan dari tiap siswa per hal ini dikarenakan SMA didesain An-Najmu: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No 02 Agustus 2024 Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Hal. Putri Purwanti . Triana Rosalina Noor berasrana sehingga seluruh aktivitas siswa hanya berada di lingkup sekolah. Pada prosesnya siswa diminta untuk patuh dan tertib dalam melaksanakan pembiasaan harian yang diterapkan di Hal ini dikarenakan pihak sekolah sangat memahami bahwa permasalahan dalam proses pembelajaran ataupun kehidupan sosial di asrama menjadi beberapa isu yang harus selalu ditindaklanjuti tiap harinya. Namun kegiatan konseling per siswa tersebut juga melibatkan orang tua siswa. Keterlibatan tersebut sebagai bentuk sinergi pengasuhan anak, karena sekolah tidak akan bisa berhasil manakala dukungan informasi dari orang tua minim dan para guru di sekolah adalah Auorang tua penggantiAy saat orang tua mereka berada jauh diluar lingkungan sekolah. Pelaksanaan merupakan aksi dari rencana yang telah ditetapkan. Sebuah pelaksanaan program di sekolah mengacu pada rencana yang tertuang pada giat semester atau tahunan dengan terlebih dahulu dilakukan pembagian tugas pada personil yang terkait, sehingga masing-masing personil yang terlibat dalam implementasi rencana bisa mengevaluasi program yang saling terkait satu dengan yang lain (Faizah & Noor, 2. Adapun beberapa layanan bimbingan konseling yang diberikan di SMA Insan Cendekia Mandiri Boarding School Sidoarjo yakni : Bimbingan Pribadi Layanan bimbingan pribadi ini bertujuan untuk menuntaskan permasalahan pribadi peserta didik. Permasalahan atau kegiatan pengembangan siswa dilaporkan dalam bentuk jurnal Guru BK bisa memonitor penanganan apa saja yang telah dilakukan atau pelayanan apa yang perlu ditindaklanjuti melalui paparan isi jurnal siswa tersebut, sehingga mempermudah unit bimbingan konseling untuk melakukan evaluasi. Layanan bimbingan pribadi merupakan layanan personal yang diberikan kepada siswa. Layanan diberikan untuk membantu siswa untuk menyadari kondisi dirinya baik yang membutuhkan penyelesaian konflik ataupun untuk pengembangan diri. Bagi siswa yang mengalami kesulitan atau permasalahan yang menggangu aktivitas keseharian, biasanya dibantu untuk dilakukan konseling individu, namun jika melibatkan komunitas sosial maka konseling kelompok juga bisa menjadi pilihan (Hifsy, 2. Hal ini dikarenakan siswa ada fase perkembangan menuju dewasa awal (Desmita, 2. , konflik-konflik internal dan eksternal tidak bisa dihindari dimana pola berpikirnya sudah mulai lebih terbuka dengan informasi dari luar dan kelompok referensinya (Noor, 2. Oleh karena itu guru BK harus sigap dengan kondisi fluktuatifnya siswa (Noor, 2. Bimbingan Sosial Layanan bimbingan sosial diberikan sebagai bentuk kontrol atas pergaulan sisa selama di Layanan bimbingan sosial ini meliputi memahamkan bagaimana menjalin hubungan sosial yang baik dengan teman serta bagaimana penyelesaian konflik yang tepat manakala terjadi perselisihan paham antar teman. Hidup bersosialisasi di masyarakat tidak akan terlepas dari adanya pergesekkan kepentingan, sehingga jika tidak bisa ditangani tidak menutup kemungkinan akan menjadi konflik yang membesar (Nashori, 2. Layanan binbingan sosial akan membantu siswa untuk bisa menerapkan nilai-nilai sosial dan keagamaan agar bisa selaras dengan tuntutan masyarakat atas tugas perkembangan siswa. Siswa penting untuk dipahamkan terkait bagaimana etika berteman dan bermasyarakat guna tercapainya kehidupan yang harmonis (Ningrum et al. , 2. Bimbingan Karir An-Najmu: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No 02 Agustus 2024 Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Hal. Nama Penulis 1. Penulis 2 Layanan bimbingan karir merupakan program penting yang digalakkan oleh SMA Insan Cendekia Mandiri Boarding School Sidoarjo. Pada layanan ini, guru BK membantu siswa untuk menemukan dan mengenali potensi apa yang dimiliki dalam kaitannya mempersiapkan diri ke jenjang pendidikan lanjutan sesuai minat dan bakatnya. Proses penggalian minat dan bakat siswa ini dilakukan dengan menyebarkan angket terlebih dahulu kepada siswa. Layanan bimbingan karir ditekankan kepada siswa kelas XI dan XII agar siswa mulai lebih terarah visi misi Selain itu guru BK juga memberikan gambaran kepada siswa tentang bagaimana dunia kerja dan berbagai macam ragam pekerjaan sesuai cita-cita mereka, karena tidak semua siswa ingin melanjutkan pendidikan, namun ingin bekerja. Layanan bimbingan karir sangat diperlukan siswa menengah atas dalam rangka pemetaan minat bakat siswa setelah menempuh pendidikan. Pemetaan berdasarkan potensi dan kemampuan yang dimiliki akan membantu siswa untuk bisa menentukan langkah lanjutan dari pendidikan yang ditempuh guna mendukung cita-cita atu profesi yang diidamkan. Guru BK penting untuk mengarahkan minat tersebut dan berkoordinasi dengan orang tua agar pilihan yang ditentukan oleh siswa bisa mendapatkan dukungan dari keluarga (Amria et al. , 2. Bimbingan Belajar Layanan bimbingan belajar diprogram dalam rangka membantu siswa dalam menuntaskan beberapa permasalahan belajar yang terjadi di kelas. Kasus yang sering muncul adalah terdapat siswa yang kesulitan dalam memahami pembelajaran kelas sampai membuat tertinggal materi pembelajaran. Kasus tersebut biasanya langsung ditangani dengan segera mencari informasi kunci dari permasalahan agar bisa disusun langkah penanganannya. Layanan bimbingan belajar diperuntukkan untuk membantu memecahkan masalah siswa yang terjadi selama melakukan aktivitas pembelajaran di kelas. Guru BK membantu siswa untuk mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan gaya belajar yang dimiliki untuk bisa ditingkatkan agar tidak mengalami kendala (Putri et al. , 2. Kesulitan dalam memahami materi, kurang fokus atau bahkan ketidakmampuan dalam mengatur waktu belajar bisa ditangani dengan cara mengajak siswa untuk menemukan dan mengenali kendala yang dihadapi dan secara bersamasama siswa diajak untuk menyusun solusi atas kendala yang dihadapinya tersebut (Saugadi & Rudini, 2. Evaluasi Evaluasi merupakan suatu upaya dalam menelaah program telah dan sedang dilaksanakan guna mengembangkan dan memperbaiki program yang telah disusun. SMA Insan Cendekia Mandiri Boarding School Sidoarjo melakukan evaluasi dalam beragam kegiatan termasuk layanan bimbingan konseling. Pondasi yang digunakan dalam evaluasi proram layanan bimbingan dan konseling tersebut merupakan terpenuhnya kebutuhan dari peserta didik sesuai dengan apa yang telah menjadi tujuan dari layanan bimbingan dan konseling. Evaluasi dilakukan setiap bulan, semsteran dan tahunan agar diketahui capaian pelayanan BK agar pada nantinya dijadikan bahan pertimbangan dalam merencanakan program kembali melalui laporan terkait pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling kepala sekolah. Namun tidak menutup kemungkinan evaluasi tersebut bersifat insidentil jika terdapat kasus yang tergolong Autidak umumAy yang terjadi di kalangan siswa. Sebuah evaluasi penting dilakukan dalam rangka penyusunan tindak lanjut atas pelaksanaan program, baik itu tercapai ataupun tidak. Evaluasi yang dilakukan dan dilaporkan An-Najmu: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No 02 Agustus 2024 Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Hal. Putri Purwanti . Triana Rosalina Noor kepada kepala sekolah akan dijadikan sebagai penyusunan kebijakan pada program selanjutnya (Noor & Astutik, 2. Adapun mekanisme pelaporan layanan bimbingan konseling SMA Insan Cendekia Mandiri Boarding School Sidoarjo dilakukan melalui kegiatan berikut : Evaluasi Proses Evaluasi proses dilakukan melalui menilai secara keseluruhan atas kegiatan yang telah direncanakan dari awal. Tujuan dari evaluasi ini supaya kami mengetahui apa saja kendala dalam proses pelayanan, sesuai dengan apa yang akan nantinya dengan apa yang diinginkan. Evaluasi proses ini dilakukan dengan cara merespon balik respon siswa menangkap bagaimana respon siswa ketika mendapatkan pelayanan. Sebagai contoh, guru BK akan langsung meminta responsiswa setelah sesi konseling dilakukan yakni siswa sudah memiliki insight atas permasalahan dan memiliki gambaran terkait solusi apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Evaluasi proses dilakukan dalam rangka menemukan informasi terkait pelaksanaan Informasi tersebut bisa berupa bagaimana kesan dari program yang dijalankan, fasilitator yang mendampingi, interkasi yang terjalin bahkan harapan yang ingin dicapai dengan terlaksananya program yang disusun (Nasihi & Hapsari, 2. Evaluasi Hasil Evaluasi hasil dilakukan dengan cara menyandingkan hasil capaian dengan target yang ditentukan. Namun manakala hasil yang dicapai tidak sesuai dengan target, unit BK akan melaporkan ketidaktercapaian tersebut kepada kepala sekolah. Pada laporan tersebut akan dipaparkan terkait kendala dan faktor yang memicu ketidakberhasilannya program layanan bimbingan konseling. Evaluasi hasil merupakan bentuk interpretasi atas temuan keberhasilan ataupun ketidak tercapaian atas target program. Evaluasi hasil yang dilakukan akan diarahkan untuk pengambilan keputusan atas tetap alnjut atau tidaknya sebuah program. Evaluasi hasil akan memberikan gambaran atas program yang dijalankan sudah sesuai tujuan atau menyimpang (Purnomo et al. , 2. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang manajemen layanan bimbingan konseling di SMA Insan Cendekia Mandiri Boarding School Sidoarjo telah menerapkan tahapan-tahapan dalam manajemen yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, dilakukan penyusunan program-program kerja yang dituangkan pada program semester dan tahunan. Setiap program yang disusun terlebih dahulu disepakati oleh semua komponen sekolah meliputi kepala sekolah sampai dengan guru. Pada tahap pelaksanaan, unit bimbingan konseling melakukan layanan pada lingkup bimbingan pribadi, sosial, karir dan belajar. Untuk evaluasi layanan dilakukan melalui evaluasi proses dan hasil. Pada kegiatan evaluasi proses dilakukan melalui penggalian data ke siswa untuk mendapatkan feedback setelah pelayanan dilakukan. Adapun evaluasi hasil dilakukan melalui menyandingkan hasil capaian dengan target capaian yang telah ditentukan pada rencana. Manakala hasil yang dicapai sama tau melebihi rencana maka penyusunan program berikut akan tetap dilakukan dan ditingkatkan capaiannya. Namun jika An-Najmu: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No 02 Agustus 2024 Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Hal. Nama Penulis 1. Penulis 2 hasil yang didapatkan tidak mencapai target maka dilakukan perbaikan dan pembenahan pada program berikutnya. Saran Mengacu pada hasil penelitian ini, peneliti memberi masukan kepada beberapa pihak yakni bagi guru bimbingna konseling untu tetap memperhatikan segala aspek sehingga dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan potensi dirinya dan mampu membantu menyelesaikan permasalahan yang dialaminya. Untuk siswa hendaknya bisa lebih memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling di sekolah agar untuk mendapatkan gambaran terkait pengembangan potensi diri baik secara akademik, non akademik dan sosial. DAFTAR PUSTAKA