Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 IMPLEMENTASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL Akhsanul Huda Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum OKU Timur Email: akhsanulhuda29@gmail. Abstrak Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satu inovasi teknologi yang berkembang pesat saat ini adalah Artificial Intelligence (AI). Teknologi AI mulai dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas pendidikan seperti penyusunan materi pembelajaran, media pembelajaran digital, evaluasi pembelajaran, serta sistem pembelajaran adaptif yang mampu menyesuaikan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Artificial Intelligence dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era digital, peluang yang dihadirkan, serta tantangan yang dihadapi oleh pendidik dan peserta Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap berbagai jurnal, buku, artikel ilmiah, dan sumber akademik lainnya yang relevan. Teknik analisis data menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi AI dalam pembelajaran PAI mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperluas akses informasi keislaman, meningkatkan kreativitas guru dan peserta didik, serta membantu proses evaluasi pembelajaran secara lebih efisien. Namun demikian, penggunaan AI juga menghadapi berbagai tantangan seperti rendahnya literasi digital guru, potensi penyalahgunaan teknologi, berkurangnya interaksi humanis, serta ancaman terhadap pembentukan karakter peserta didik. Oleh karena itu, implementasi AI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam harus dilakukan secara bijaksana dengan tetap mengedepankan nilai-nilai etika, spiritualitas, dan pendidikan karakter Islam. Kata Kunci: Artificial Intelligence. Pendidikan Agama Islam. Pembelajaran Digital. Teknologi Pendidikan Abstract The development of digital technology has brought major changes in education, including Islamic Religious Education learning. One of the rapidly growing technological innovations today is Artificial Intelligence (AI). technology has been widely used in various educational activities such as preparing learning materials, digital learning media, learning evaluation, and adaptive Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 learning systems that can adjust to studentsAo needs. This study aims to analyze the implementation of Artificial Intelligence in Islamic Religious Education learning in the digital era, including the opportunities and challenges faced by educators and This study uses a qualitative approach with library research methods. Data collection techniques were carried out through documentation studies from journals, books, scientific articles, and other relevant academic sources. Data analysis techniques used content analysis. The results show that the implementation of AI in Islamic Religious Education learning can improve learning effectiveness, broaden access to Islamic information, enhance the creativity of teachers and students, and assist the learning evaluation process more efficiently. However, the implementation of AI also faces various challenges such as low digital literacy among teachers, the potential misuse of technology, reduced humanistic interaction, and threats to studentsAo character development. Therefore, the implementation of AI in Islamic Religious Education learning must be carried out wisely while maintaining ethical values, spirituality, and Islamic character Keywords: Artificial Intelligence. Islamic Religious Education. Digital Learning. Educational Technology PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital pada era modern telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Transformasi digital tidak hanya mengubah cara manusia berkomunikasi dan memperoleh informasi, tetapi juga mengubah sistem pembelajaran dari pola konvensional menuju pembelajaran berbasis 1 Kehadiran internet, perangkat digital, dan aplikasi pembelajaran memberikan kemudahan bagi pendidik maupun peserta didik dalam melaksanakan proses belajar mengajar secara lebih fleksibel dan efektif. Dalam dunia pendidikan, penggunaan teknologi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan proses pembelajaran dilakukan tanpa batas ruang dan waktu. Guru dapat memanfaatkan berbagai media digital seperti video pembelajaran, aplikasi pendidikan, platform pembelajaran daring, dan media interaktif Rusman. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , h. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 lainnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. 2 Selain itu, peserta didik juga lebih mudah memperoleh informasi dan sumber belajar melalui internet sehingga proses belajar menjadi lebih mandiri dan terbuka. Salah satu perkembangan teknologi yang paling pesat saat ini adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Artificial Intelligence merupakan teknologi yang dirancang untuk meniru kemampuan berpikir manusia melalui sistem komputer. AI mampu melakukan berbagai aktivitas seperti memahami bahasa manusia, menganalisis data, mengenali pola, memberikan rekomendasi, hingga mengambil keputusan secara otomatis berdasarkan data yang tersedia. 3 Kehadiran AI menjadi salah satu inovasi penting dalam revolusi industri 4. 0 dan society 5. 0 karena mampu membantu pekerjaan manusia secara lebih cepat, efisien, dan sistematis. Dalam bidang pendidikan. Artificial Intelligence mulai dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, asisten virtual, penyusun materi pembelajaran, penerjemah bahasa, chatbot pendidikan, serta sistem evaluasi otomatis. Penggunaan AI dalam pendidikan memberikan berbagai kemudahan bagi guru maupun peserta didik. Guru dapat memanfaatkan AI untuk menyusun soal evaluasi, pembelajaran interaktif, serta mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih kreatif. 4 Sementara itu, peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan belajar masing-masing. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) juga mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi digital. Guru Pendidikan Agama Islam tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga dituntut mampu menjadi fasilitator pembelajaran Zainal Arifin. Teknologi Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana, 2. , h. Suyanto. Artificial Intelligence dan Machine Learning (Yogyakarta: Andi Offset, 2. Suyanto. Artificial Intelligence dan Machine Learning, h. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 berbasis teknologi. 5 Penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran PAI dapat membantu guru menyampaikan materi keislaman secara lebih menarik melalui video islami, aplikasi pembelajaran Al-QurAoan, animasi pembelajaran, dan media digital lainnya. Penggunaan Artificial Intelligence dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam memberikan peluang besar dalam meningkatkan kualitas Peserta didik dapat memperoleh akses pengetahuan Islam secara lebih cepat dan luas melalui berbagai platform digital berbasis AI. Selain itu. AI juga dapat membantu peserta didik memahami materi pembelajaran secara lebih personal sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka. 6 Hal ini sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik di era digital yang sangat dekat dengan teknologi. Meskipun demikian, penggunaan AI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam juga menimbulkan berbagai tantangan. Ketergantungan terhadap teknologi dapat mengurangi interaksi langsung antara guru dan peserta didik. Padahal dalam pendidikan Islam, keteladanan guru memiliki peranan penting dalam pembentukan akhlak dan karakter peserta didik. 7 Selain itu, penggunaan AI yang tidak terkontrol juga dapat memunculkan berbagai penyalahgunaan teknologi seperti plagiarisme, penyebaran informasi yang tidak valid, serta menurunnya nilai moral dan spiritual peserta didik. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Artificial Intelligence dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era digital, peluang yang dihadirkan, serta tantangan yang dihadapi dalam penerapannya sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan Islam yang relevan dengan perkembangan zaman. Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , h. Ahmad Zain Sarnoto. AuTransformasi Pendidikan Islam di Era Digital,Ay Jurnal Tarbiyah Islamiyah. Vol. No. 1, 2022, h. Muhamad Ali. AuDigitalisasi Pendidikan Islam di Era Society 5. 0,Ay Jurnal Pendidikan Islam. Vol. No. 2, 2023, h. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 LITERATURE RESEARCH Kajian mengenai penggunaan Artificial Intelligence dalam pendidikan telah banyak dilakukan oleh para ahli dan peneliti. Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar terhadap sistem pendidikan modern, termasuk dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Teknologi tidak lagi hanya menjadi alat bantu pembelajaran, tetapi telah menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem pendidikan yang lebih efektif, fleksibel, dan inovatif. Menurut Rusman, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan pengaruh besar terhadap perubahan paradigma pembelajaran dari sistem konvensional menuju pembelajaran berbasis teknologi digital. Pembelajaran yang sebelumnya berpusat pada guru . eacher centered learnin. kini berubah menjadi pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik . tudent centered learnin. 9 Dalam sistem pembelajaran modern, peserta didik diberikan kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kemandirian belajar melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence menjadi salah satu bentuk perkembangan teknologi yang paling banyak digunakan dalam dunia pendidikan saat ini. Menurut Suyanto. Artificial Intelligence merupakan cabang ilmu komputer yang dirancang untuk menciptakan sistem cerdas yang mampu meniru kemampuan berpikir manusia seperti menganalisis data, memahami bahasa, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan secara otomatis. berkembang sangat pesat dan mulai dimanfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan termasuk pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan industri. Dalam bidang pendidikan. Artificial Intelligence digunakan untuk mendukung personalisasi pembelajaran, penyusunan materi ajar, evaluasi Rusman. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, h. Ibid. , h. Suyanto. Artificial Intelligence dan Machine Learning, h. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 otomatis, pengembangan media pembelajaran interaktif, dan pembelajaran adaptif yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. 11 Penggunaan AI memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih fleksibel karena sistem pembelajaran dapat menyesuaikan tingkat kemampuan dan gaya belajar masing-masing peserta didik. Penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Zain Sarnoto menunjukkan bahwa transformasi digital dalam pendidikan Islam menuntut guru Pendidikan Agama Islam untuk memiliki kompetensi teknologi yang baik agar pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan zaman. 12 Guru PAI tidak hanya dituntut menguasai materi keagamaan, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menarik bagi peserta didik generasi digital. Dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam, penggunaan teknologi digital memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas Guru dapat menggunakan berbagai media digital seperti video islami, animasi pembelajaran, aplikasi Al-QurAoan digital, dan platform pembelajaran daring untuk membantu peserta didik memahami materi keislaman secara lebih mudah dan menarik. 13 Teknologi digital juga memberikan peluang bagi peserta didik untuk belajar secara mandiri melalui berbagai sumber belajar yang tersedia di internet. Sementara itu, penelitian Muhamad Ali menjelaskan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik karena proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. 14 Peserta didik generasi digital cenderung lebih tertarik konvensional yang monoton. Zainal Arifin. Teknologi Pendidikan Islam, h. Ahmad Zain Sarnoto. AuTransformasi Pendidikan Islam di Era Digital,Ay h. Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, h. Muhamad Ali. AuDigitalisasi Pendidikan Islam di Era Society 5. 0,Ay h. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Namun demikian, penggunaan Artificial Intelligence dalam pendidikan Islam juga menghadapi berbagai tantangan. Menurut Muhamad Ali, penggunaan teknologi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan menurunnya interaksi sosial dan kedekatan emosional antara guru dan peserta didik. 15 Selain itu, penggunaan AI juga berpotensi menimbulkan perilaku plagiarisme, penyalahgunaan informasi, serta degradasi nilai moral apabila tidak diimbangi dengan pendidikan karakter dan pengawasan yang baik. Ahmad Tafsir menjelaskan bahwa pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam. 16 Oleh karena itu, penggunaan Artificial Intelligence dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam harus tetap memperhatikan aspek etika, moral, dan spiritualitas agar teknologi tidak menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan. Berdasarkan penelitian terdahulu tersebut, dapat dipahami bahwa Artificial Intelligence memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era digital. Akan tetapi, implementasi AI juga memerlukan kesiapan guru, peserta didik, dan lembaga pendidikan agar penggunaan teknologi dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan Islam kontemporer. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. Penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan tema penelitian seperti buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan dokumen lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan cara membaca, memahami, mengidentifikasi, dan mengkaji berbagai sumber Ibid. , h. Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, h. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: Alfabeta, 2. , h. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 yang berkaitan dengan Artificial Intelligence dan Pendidikan Agama Islam. Data yang diperoleh kemudian diklasifikasikan sesuai dengan fokus penelitian yaitu implementasi AI, peluang penggunaan AI, dan tantangan penggunaan AI dalam pembelajaran PAI. Teknik analisis data menggunakan content analysis atau analisis isi untuk memahami konsep dan makna yang terkandung dalam berbagai sumber Selain itu digunakan analisis deskriptif untuk menjelaskan fenomena penggunaan Artificial Intelligence dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara sistematis dan komprehensif. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Artificial Intelligence dalam Pendidikan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan teknologi modern yang dirancang untuk meniru kemampuan berpikir manusia melalui sistem komputer dan perangkat digital. AI bekerja dengan memanfaatkan data, algoritma dan pemrograman tertentu sehingga mampu melakukan aktivitas seperti memahami bahasa manusia, mengenali pola, menganalisis informasi, memberikan rekomendasi, bahkan mengambil keputusan secara otomatis. 19 Dalam perkembangan teknologi modern. AI menjadi salah satu inovasi yang paling berpengaruh terhadap berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk bidang Dalam dunia pendidikan. Artificial Intelligence mulai digunakan sebagai alat bantu pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Penggunaan AI mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan interaktif karena teknologi ini dapat menyesuaikan materi pembelajaran sesuai kemampuan peserta Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , h. Suyanto. Artificial Intelligence dan Machine Learning (Yogyakarta: Andi Offset, 2. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 20 AI juga memungkinkan proses pembelajaran dilakukan secara lebih cepat dan praktis karena guru dapat memanfaatkan teknologi untuk menyusun materi, membuat evaluasi, hingga mengembangkan media pembelajaran berbasis digital. Penggunaan AI dalam pendidikan tidak hanya membantu guru dalam proses administrasi pembelajaran, tetapi juga membantu peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik. Peserta didik dapat mengakses materi pembelajaran melalui chatbot pendidikan, video interaktif, aplikasi pembelajaran otomatis, dan sistem pembelajaran adaptif yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. 21 Hal ini menunjukkan bahwa Artificial Intelligence mampu mengubah sistem pendidikan menjadi lebih modern dan inovatif. Dalam konteks pendidikan Islam, penggunaan Artificial Intelligence menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Guru PAI harus mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan teknologi agar pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan generasi digital saat ini. 22 Peserta didik generasi modern dibandingkan metode ceramah konvensional yang monoton. Selain itu, penggunaan AI dalam pendidikan juga mendukung konsep student centered learning atau pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Melalui teknologi AI, peserta didik dapat belajar secara mandiri sesuai kemampuan dan kecepatan belajar masing-masing. Sistem pembelajaran adaptif berbasis AI memungkinkan peserta memperoleh materi yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan efisien. Rusman. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , h. Zainal Arifin. Teknologi Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana, 2. , h. Ahmad Zain Sarnoto. AuTransformasi Pendidikan Islam di Era Digital,Ay Jurnal Tarbiyah Islamiyah. Vol. No. 1, 2022, h. Rusman. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, h. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Namun demikian, penggunaan Artificial Intelligence dalam pendidikan juga harus memperhatikan aspek moral dan etika. Pendidikan tidak hanya bertujuan mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Oleh karena itu, penggunaan AI dalam pendidikan harus tetap berada dalam pengawasan guru agar teknologi tidak menggantikan nilai-nilai humanis dalam proses Implementasi Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Implementasi Artificial Intelligence dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat dilakukan melalui berbagai bentuk dan strategi pembelajaran berbasis teknologi digital. Penggunaan AI pembelajaran PAI bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih menarik, interaktif, efektif, dan sesuai dengan perkembangan Dalam era digital saat ini, guru Pendidikan Agama Islam dituntut mampu memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Penyusunan Materi Pembelajaran Artificial Intelligence dapat membantu guru dalam menyusun materi pembelajaran secara lebih cepat, sistematis, dan efisien. Guru dapat memanfaatkan AI untuk membuat ringkasan materi, menyusun modul pembelajaran, membuat soal evaluasi, serta mengembangkan bahan ajar berbasis digital. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, guru dapat menggunakan AI untuk menyusun materi tentang akidah, fiqih, sejarah kebudayaan Islam, akhlak, dan Al-QurAoan Hadits dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami peserta didik. Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , h. Muhamad Ali. AuDigitalisasi Pendidikan Islam di Era Society 5. 0,Ay Jurnal Pendidikan Islam. Vol. No. 2, 2023, h. Zainal Arifin. Teknologi Pendidikan Islam, h. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 juga dapat membantu guru mencari referensi keislaman dari berbagai sumber sehingga materi pembelajaran menjadi lebih luas dan aktual. Selain itu. AI membantu guru menghemat waktu dalam proses administrasi pembelajaran sehingga guru dapat lebih fokus pada pembinaan karakter peserta didik. Penggunaan AI dalam penyusunan materi pembelajaran juga mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. Penggunaan Media Pembelajaran Digital Artificial Intelligence mendukung penggunaan media pembelajaran digital yang lebih interaktif dan menarik bagi peserta didik. Guru Pendidikan Agama Islam dapat menggunakan berbagai aplikasi berbasis AI seperti video pembelajaran islami, chatbot pendidikan Islam, aplikasi pembelajaran Al-QurAoan digital, hingga platform pembelajaran daring. Media pembelajaran berbasis AI membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan karena peserta didik tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga dapat melihat visualisasi materi melalui animasi, audio, dan video interaktif. Dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam misalnya, guru dapat menggunakan video animasi sejarah perkembangan Islam sehingga peserta didik lebih mudah memahami materi pembelajaran. Selain itu, penggunaan media digital berbasis AI dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik karena pembelajaran menjadi lebih variatif dan tidak monoton. Peserta didik generasi digital cenderung lebih tertarik pada pembelajaran yang menggunakan teknologi dibandingkan metode pembelajaran tradisional. Personalisasi Pembelajaran Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, h. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Salah satu keunggulan Artificial Intelligence dalam pendidikan adalah kemampuan melakukan personalisasi pembelajaran. AI mampu menyesuaikan materi pembelajaran sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan gaya belajar peserta didik. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, personalisasi pembelajaran sangat penting karena setiap peserta didik memiliki kemampuan pemahaman yang berbeda-beda. Ada peserta didik yang cepat memahami materi fiqih, tetapi lambat dalam memahami sejarah Islam, begitu pula sebaliknya. Dengan bantuan AI, sistem pembelajaran dapat memberikan materi tambahan atau latihan sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik. Personalisasi pembelajaran juga membantu peserta didik belajar secara mandiri dan lebih percaya diri. Peserta didik dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja tanpa harus selalu bergantung pada penjelasan guru di kelas. Evaluasi Pembelajaran Berbasis AI Artificial Intelligence juga dapat digunakan dalam proses evaluasi Guru dapat memanfaatkan AI untuk membuat soal otomatis, mengoreksi jawaban peserta didik, dan menganalisis hasil belajar secara cepat dan akurat. Penggunaan AI dalam evaluasi pembelajaran membantu guru menghemat waktu dan meningkatkan efisiensi penilaian. Selain itu. AI juga dapat membantu guru mengetahui tingkat pemahaman peserta didik melalui analisis data hasil belajar sehingga guru dapat menentukan strategi pembelajaran yang lebih tepat. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, evaluasi berbasis AI dapat digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam Suyanto. Artificial Intelligence dan Machine Learning, h. Rusman. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, h. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 memahami materi akidah, ibadah, sejarah Islam, maupun hafalan AlQurAoan. Peluang Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Penggunaan Artificial Intelligence dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam memberikan berbagai peluang positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di era digital. Mempermudah Akses Informasi Keislaman AI membantu peserta didik memperoleh informasi keislaman secara cepat dan luas melalui internet dan platform digital. Peserta didik dapat mencari tafsir ayat Al-QurAoan, hadis, sejarah Islam, dan materi keagamaan lainnya dengan lebih mudah. Meningkatkan Kreativitas Guru dan Peserta Didik Penggunaan AI mendorong guru menjadi lebih kreatif dalam mengembangkan metode dan media pembelajaran. Guru dapat membuat video pembelajaran, kuis interaktif, dan media digital lainnya yang lebih menarik bagi peserta didik. Peserta didik juga terdorong untuk lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran karena teknologi memungkinkan mereka belajar melalui berbagai sumber dan media pembelajaran digital. Mendukung Pembelajaran Mandiri Artificial Intelligence memungkinkan peserta didik belajar secara mandiri tanpa terbatas ruang dan waktu. Peserta didik dapat Ahmad Zain Sarnoto. AuTransformasi Pendidikan Islam di Era Digital,Ay h. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 mengakses materi pembelajaran kapan saja sesuai kebutuhan Pembelajaran mandiri sangat penting dalam era digital karena membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar. Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Penggunaan AI membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Guru dapat menyampaikan materi secara lebih cepat dan menarik, sementara peserta didik dapat memahami materi secara lebih mudah melalui media pembelajaran interaktif. Tantangan Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Meskipun Artificial Intelligence dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam juga menghadapi berbagai tantangan yang perlu diperhatikan. Rendahnya Literasi Digital Guru Tidak semua guru memiliki kemampuan menggunakan teknologi digital secara optimal. Sebagian guru masih mengalami kesulitan dalam mengoperasikan aplikasi pembelajaran berbasis AI sehingga implementasi teknologi belum berjalan maksimal. Kurangnya pelatihan dan fasilitas teknologi juga menjadi faktor yang menghambat penggunaan AI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Berkurangnya Interaksi Humanis Muhamad Ali. AuDigitalisasi Pendidikan Islam di Era Society 5. 0,Ay h. Rusman. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, h. Zainal Arifin. Teknologi Pendidikan Islam, h. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Penggunaan teknologi yang berlebihan dapat mengurangi interaksi langsung antara guru dan peserta didik. Padahal dalam pendidikan Islam, pembentukan akhlak dan karakter peserta didik. Jika pembelajaran terlalu bergantung pada teknologi, maka nilai-nilai humanis dalam pendidikan dapat berkurang. Penyalahgunaan Teknologi Peserta didik dapat menggunakan AI untuk tindakan yang tidak etis seperti plagiarisme tugas, penyebaran informasi yang tidak valid, dan penggunaan teknologi secara berlebihan tanpa kontrol. Oleh karena itu diperlukan pengawasan dan pendidikan karakter dalam penggunaan teknologi digital. Ancaman terhadap Nilai Moral dan Spiritual Penggunaan teknologi tanpa pengawasan dapat menyebabkan menurunnya nilai moral dan spiritual peserta didik. Peserta didik lebih fokus pada teknologi dibandingkan pengembangan akhlak dan 35 Oleh karena itu, pendidikan Islam harus mampu menyeimbangkan antara pemanfaatan teknologi modern dengan penguatan nilai-nilai agama dan karakter. KESIMPULAN Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kehadiran teknologi AI menjadi bagian dari transformasi digital yang memberikan berbagai kemudahan dalam proses pembelajaran. Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, h. Muhamad Ali. AuDigitalisasi Pendidikan Islam di Era Society 5. 0,Ay h. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 baik bagi guru maupun peserta didik. Penggunaan AI dalam pembelajaran PAI mampu menciptakan proses belajar yang lebih efektif, fleksibel, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital saat ini. Teknologi AI tidak hanya membantu dalam penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga mendukung pengembangan media pembelajaran, evaluasi pembelajaran, serta personalisasi belajar peserta didik. Implementasi Artificial Intelligence dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat dilakukan melalui berbagai bentuk seperti penyusunan materi pembelajaran, penggunaan media pembelajaran digital, sistem pembelajaran adaptif, chatbot pendidikan, hingga evaluasi pembelajaran Penggunaan teknologi tersebut membantu guru dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi pembelajaran sehingga materi Pendidikan Agama Islam dapat disampaikan secara lebih menarik dan mudah dipahami peserta didik. Selain itu. AI juga memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam mengakses berbagai informasi keislaman secara cepat, luas, dan praktis melalui berbagai platform digital. Penggunaan AI dalam pembelajaran PAI juga memberikan peluang besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan Islam di era digital. Pembelajaran menjadi lebih efisien karena peserta didik dapat belajar kapan saja dan di mana saja tanpa terbatas ruang dan waktu. Artificial Intelligence juga mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik karena pembelajaran pembelajaran konvensional. Selain itu. AI mendukung pembelajaran mandiri . elf learnin. sehingga peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kemandirian belajar. Meskipun demikian, implementasi Artificial Intelligence dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam juga menghadapi berbagai tantangan yang perlu diperhatikan secara serius. Salah satu tantangan utama adalah rendahnya literasi digital sebagian guru sehingga penggunaan teknologi belum berjalan optimal. Tidak semua pendidik memiliki kemampuan memanfaatkan AI dalam proses pembelajaran, terutama dalam pengoperasian aplikasi dan Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 media pembelajaran digital berbasis AI. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan dan pengembangan kompetensi teknologi bagi guru Pendidikan Agama Islam agar mampu mengikuti perkembangan pendidikan di era digital. Selain itu, penggunaan teknologi yang berlebihan juga berpotensi mengurangi interaksi humanis antara guru dan peserta didik. Dalam pendidikan Islam, peran guru tidak hanya sebagai penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai teladan dalam pembentukan akhlak dan karakter peserta didik. Jika pembelajaran terlalu bergantung pada teknologi, maka nilai-nilai keteladanan, pembinaan moral, dan interaksi emosional dalam pendidikan dapat mengalami penurunan. Tantangan lainnya adalah potensi penyalahgunaan teknologi oleh peserta didik, seperti plagiarisme tugas, penggunaan informasi yang tidak valid, serta ketergantungan terhadap teknologi tanpa adanya proses berpikir Penggunaan AI tanpa pengawasan juga dapat memengaruhi perkembangan moral dan spiritual peserta didik apabila teknologi digunakan secara tidak bijaksana. Oleh karena itu, penggunaan Artificial Intelligence dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam harus tetap berada dalam pengawasan guru dan lembaga pendidikan. Pendidikan Agama Islam pada hakikatnya tidak hanya bertujuan untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak, spiritualitas, dan karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Karena itu, implementasi Artificial Intelligence dalam pembelajaran PAI harus mampu menyeimbangkan antara pemanfaatan teknologi modern dengan penguatan nilai-nilai moral, etika, dan spiritual. Teknologi seharusnya menjadi alat pendukung pembelajaran, bukan menggantikan peran guru sepenuhnya dalam mendidik dan membina peserta didik. Dengan demikian. Artificial Intelligence memiliki potensi besar dalam mendukung kemajuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era digital apabila digunakan secara tepat, bijaksana, dan bertanggung jawab. Sinergi antara teknologi, kompetensi guru, serta penguatan pendidikan karakter menjadi faktor penting dalam menciptakan pembelajaran Pendidikan Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Agama Islam yang modern, berkualitas, dan tetap berlandaskan nilai-nilai DAFTAR PUSTAKA